FORMULASI SEDIAAN KRIM WAJAH BERBAHAN AKTIF EKSTRA METANOL BIJI KAKAO NON FERMENTASI (Theobroma cacao L) KOMBINASI MADU LEBAH
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Dari hasil analisis sidik ragam pada Lampiran 6 dapat dilihat bahwa lama fermentasi dan penyangraian biji kakao memberi pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap
perbedaan yang signifikan rata-rata kadar magnesium dalam biji kakao non fermentasi dan biji kako fermentasi. Pengujian beda nilai rata-rata kadar kalium pada sampel No
Sedangkan Ganda-Putra, dkk (1994) melaporkan hasil penelitiannya tentang peranan perubahan komponen prekursor aroma dan cita rasa biji kakao selama fermentasi terhadap cita rasa
Berdasarkan hal tersebut dibuat sediaan krim ekstrak etanol kulit buah kakao untuk pengobatan antibakteri pada kulit dalam bentuk krim tipe minyak dalam air.. Tipe krim minyak
Pemberian bubuk kakao yang berasal dari biji kakao non-fermentasi dengan kosentrasi yang berbeda pada produk sampel lulur krim tidak berpengaruh nyata pada nilai
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui aktivitas polifenol oksidase pada biji kakao selama fermentasi, (2) Mengetahui perubahan kandungan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan BAL yaitu Lactobacillus plantarum dalam fermentasi biji kakao terhadap kualitas bubuk kakao yang diuji secara
2000) kadar biji tidak terfermentasi maksimum biji kakao adalah 8%, sehingga perlakuan yang sesuai dengan SNI adalah perlakuan dengan lama fermentasi 3 hari sampai dengan fermentasi