• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Teknologi Ohmic Heatingpada Fermentasi Biji Kakao (Theobroma cacao L.)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penerapan Teknologi Ohmic Heatingpada Fermentasi Biji Kakao (Theobroma cacao L.)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2. Bagan Alir Prosedur Penelitian
Gambar 4. Grafik Hubungan  Konduktivitas Listrik dan Suhu Pada
Gambar 6. Hasil Perbandingan Uji Belah  Biji Kakao Non-Fermentasi dan

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil analisis sidik ragam pada Lampiran 6 dapat dilihat bahwa lama fermentasi dan penyangraian biji kakao memberi pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan BAL yaitu Lactobacillus plantarum dalam fermentasi biji kakao terhadap kualitas bubuk kakao yang diuji

Sedangkan Ganda-Putra, dkk (1994) melaporkan hasil penelitiannya tentang peranan perubahan komponen prekursor aroma dan cita rasa biji kakao selama fermentasi terhadap cita rasa

Berdasarkan hasil analisa kadar lemak yang telah dilakukan oleh peneliti lain (Nur Asma, 2011), kadar lemak biji kakao tertinggi selama proses fermentasi terdapat pada

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi biji kakao dengan penambahan ragi tape menghasilkan jumlah yeast, bakteri asam laktat (BAL), dan bakteri asam asetat (BAA)

Analisis terhadap produk Krim wajah dengan bahan aktif ekstrak metanol biji kakao non fermentasi kombinasi madu lebah meliputi viskositas krim wajah, derajat keasaman, uji

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan BAL yaitu Lactobacillus plantarum dalam fermentasi biji kakao terhadap kualitas bubuk kakao yang diuji secara

2000) kadar biji tidak terfermentasi maksimum biji kakao adalah 8%, sehingga perlakuan yang sesuai dengan SNI adalah perlakuan dengan lama fermentasi 3 hari sampai dengan fermentasi