• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sosial Determinan dan Perilaku Merokok di Indonesia (Analisa Data Riskesdas Tahun 2013)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Sosial Determinan dan Perilaku Merokok di Indonesia (Analisa Data Riskesdas Tahun 2013)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Perilaku Merokok Berdasarkan Provinsi  di Indonesia Tahun 2013 (Data sekunder, Riskesdas 2013)
Tabel 2 menunjukan bahwa mereka yang   merokok  setiap  hari    paling  banyak  adalah  mereka yang berumur 30-34 tahun (33.4 %) dan  35-39  tahun  (  32.2  %)
Gambar  1  menunjukan  bahwa  rata-rata  perokok  di  Indonesia  mengisap  12.3  batang/  hari

Referensi

Dokumen terkait

Pada variabel akses terhadap pelayanan kesehatan, remaja perempuan kawin yang mengetahui keberadaan fasilitas kesehatan di sekitar tempat tinggal cenderung lebih banyak

Variabel tergantung yang akan diteliti pada penelitian ini adalah tentang faktor determinan penurunan nilai total gejala pada neuropati diabetik yaitu nyeri, rasa

Hal ini menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, kepemilikan ICT di rumah, kondisi ekonomi, sosial, dan budaya, dan waktu belajar matematika waktu belajar matematika,

Hasil : Variabel lingkungan sosial yang mempunyai hubungan yang signifikan terhadap perilaku merokok adalah semua variabel yang ada yaitu lingkungan keluarga,

Variabel yang signifikan adalah klasifikasi daerah tempat tinggal, merokok, konsumsi narkoba, pernah pacaran, masih sekolah, tingkat pendidikan, berkomunikasi

Apabila dilihat dari kepemilikan jaminan kecelakaan pada variabel sosial ekonomi, tenaga kerja informal yang memiliki jaminan kecelakaan kerja terbesar berada pada tingkat

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, artikel yang berjudul “Determinan variabel moneter terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Indonesia” dapat

Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat 20 hal yang dapat memengaruhi produktivitas tenaga kerja, dianatranya adalah 1 kondisi tempat kerja; 2 upah; 3 lingkungan sosial tempat