Tingkat Kejadian Gangguan Reproduksi Sapi Bali dan Madura pada Sistem Pemeliharaan Kandang Kelompok
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian infeksi cacing hati ( Fasciola spp) pada sapi bali pada tingkat umur, jenis kelamin dan lokasi di Kabupaten Karangasem,
Dengan demikian maka pertambahan berat badan harian (PPBH) adalah0,25 kg/ekor/hari. Tingkat PBB ini masih berada dibawah PBB yang diperoleh dalam penggemukan sapi
Terlepas dari semua spekulasi tersebut, ada tiga parameter yang penulis identifikasi sebagai penyebab rendahnya produktivitas ternak sapi Bali yang diperlihara pada sistem
Peningkatan kinerja reproduksi sapi Bali dilakukan melalui perbaikan teknologi pemeliharaan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi tubuh induk, meningkatkan angka
Bersadarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa lama kebuntingan sapi bali dari hasil penelitian ini adalah 284,4±5,7 hari, bobot lahir rataan 18,4±1,6 kg dengan rasio
penelitian menunjukan bahwa sapi Bali pada sistem pemeliharaan semi intensif dengan sistem perkawinan alam di empat kelompok ternak di Desa Pukdale memiliki persentasi
Data penampilan reproduksi didapatkan dari data reproduksi sapi Bali betina yang dipelihara secara intensif di BPTU (Balai Pembibitan Ternak Unggul) Desa Pulukan,
SEROPREVALENSI BRUCELLOSIS DAN TINGKAT GANGGUAN REPRODUKSI PADA SAPI PERAH DI KOTA BATU Seroprevalence of Bovine Brucellosis and Reproduction Problems Rate in Dairy Cattle of Batu