Pengaruh Kepadatan Kandang terhadap Performa Produksi Ayam Petelur Fase Awal Grower
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat kepadatan kandang (16, 20, dan 24 ekor m -2 memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat
Sugandi (1973) menyatakan bahwa konversi ransum ayam tipe ringan selama satu tahun produksi nyata lebih baik pada ransum dengan tingkat protein 18 persen daripada
Secara statstik pengaruh pemberian probiotik terhadap konsumsi ransum menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05), yaitu konsumsi ransum perlakuan kontrol (768,16
Pemberian ransum yang lebih sering pada suhu yang nyaman bagi ayam mampu meningkatkan kemampuan deposisi protein, sedangkan pemberian ransum pada suhu yang tidak
Pengamatan dilakukan terhadap gambaran darah ayam petelur fase grower yang berumur 7 dan 10 minggu pada kepadatan kandang berbeda meliputi jumlah eritrosit,
Pemberian onggok terfermentasi Bacillus mycoides dalam ransum tidak memberikan pengaruh (F hitung < F tabel) terhadap konversi ransum dan persentase karkas
Secara Statistik konversi ransum menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (P> 0,05). Konversi ransum yang tidak berbeda nyata ini terjadi seiring dengan jumlah ransum
Pengamatan dilakukan terhadap gambaran darah ayam petelur fase grower yang berumur 7 dan 10 minggu pada kepadatan kandang berbeda meliputi jumlah eritrosit,