• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kepadatan Kandang terhadap Performa Produksi Ayam Petelur Fase Awal Grower

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Kepadatan Kandang terhadap Performa Produksi Ayam Petelur Fase Awal Grower"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  1.  Rata-rata  konsumsi  ransum  pada  ayam  petelur fase awal grower
Tabel 2. Rata-rata pertambahan berat tubuh  pada  ayam petelur awal grower
Tabel  3.  Rata-rata  konversi  ransum    pada  ayam   petelur awal grower
Tabel  5.  Rata-rata  income  over  feed  cost    pada  ayam petelur awal grower

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat kepadatan kandang (16, 20, dan 24 ekor m -2 memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat

Sugandi (1973) menyatakan bahwa konversi ransum ayam tipe ringan selama satu tahun produksi nyata lebih baik pada ransum dengan tingkat protein 18 persen daripada

Secara statstik pengaruh pemberian probiotik terhadap konsumsi ransum menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05), yaitu konsumsi ransum perlakuan kontrol (768,16

Pemberian ransum yang lebih sering pada suhu yang nyaman bagi ayam mampu meningkatkan kemampuan deposisi protein, sedangkan pemberian ransum pada suhu yang tidak

Pengamatan dilakukan terhadap gambaran darah ayam petelur fase grower yang berumur 7 dan 10 minggu pada kepadatan kandang berbeda meliputi jumlah eritrosit,

Pemberian onggok terfermentasi Bacillus mycoides dalam ransum tidak memberikan pengaruh (F hitung < F tabel) terhadap konversi ransum dan persentase karkas

Secara Statistik konversi ransum menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (P> 0,05). Konversi ransum yang tidak berbeda nyata ini terjadi seiring dengan jumlah ransum

Pengamatan dilakukan terhadap gambaran darah ayam petelur fase grower yang berumur 7 dan 10 minggu pada kepadatan kandang berbeda meliputi jumlah eritrosit,