DIBAGIKAN KEMBALI LENGKAP IA NON-IA
TOTAL KUESIONER 280 148 131 40 91
JUMLAH KUESIONER YANG DIOLAH NO NAMA BANK
BAB IV
HASIL DAN ANALISIS DATA
Dalam penelitian ini, BAB IV berisikan tentang hasil pengolahan data
statistik dan menganalisis data yang akan memaparkan hasil dari perhitungan
yang digunakan dalam menjawab permasalahan dalam penelitian ini.
4.1 Gambaran Umum Responden
TABEL 4.1
DISTRIBUSI RESPONDEN DI BANK UMUM KONVENSIONAL SEMARANG, JAWA TENGAH
Sumber : lampiran 4
Peneliti menggunakan responden non-internal auditor (kepala
cabang, manajer setiap divisi, dan kepala divisi) dan internal auditor yang masih
aktif dan bekerja pada bank umum konvensional di Kota Semarang, Jawa tengah
dan yang berkenan turut berpartisipasi dalam penelitian ini dengan lengkap dan
sesuai dengan kebenaran yang terjadi. Data responden yang didapatkan dalam
penelitian ini, peneliti menyebarkan 280 kuesioner di Bank Umum Konvensional
IA PERSENTASE NON - IA PERSENTASE
kuesioner yang tidak dapat diolah karena kuesioner tidak dijawab dengan
sepenuhnya oleh kuesioner. Sehingga peneliti memiliki 131 kuesioner yang dapat
diolah yang terdiri dari 40 kuesioner untuk internal auditor dan 91 kuesioner
untuk non-internal auditor. Hasil distribusi keseluruhan responden dari masing –
masing Bank Umum Konvensional di Semarang yang dapat dilihat pada tabel 4.1.
4.2. Deskriptif Responden
TABEL 4.2
DESKRIPTIF RESPONDEN YANG MASIH AKTIF BEKERJA DI BANK UMUM KONVENSIONAL SEMARANG, JAWA TENGAH
Data responden yang berisikan profil responden dikelompokkan
berdasarkan umur, jenis kelamin, jabatan dan tempat bekerja. Hasil profil
responden internal auditor dan dewan direksi yang masih aktif bekerja di Bank
Umum Konvensional Semarang, Jawa Tengah dapat dilihat pada tabel 4.2.
Berdasarkan tabel 4.2, diketahui responden internal auditor dalam
Bank Umum Konvensional di Semarang, Jawa Tengah paling banyak berusia
31 – 40 tahun yakni sebanyak 17 orang (43%) dari jumlah responden internal
auditor dalam penelitian ini dan sebanyak 23 orang (58%) merupakan
responden internal auditor yang berjenis kelamin laki-laki. Tim Audit dalam
Bank Umum Konvensional merupakan responden internal auditor terbanyak
yang berpartisipasi dalam penelitian ini yaitu sebesar 27 orang (68%). Hanya
sedikit responden internal auditor Bank Umum Konvensional di Semarang,
Jawa Tengah yang bertugas di Kantor Cabang yaitu hanya 16 orang (45%),
karena beberapa internal auditor ditugaskan untuk bertugas di Kantor Cabang
maupun di Kantor Wilayah yang berada di kota – kota tertentu.
Berdasarkan tabel 4.2, diketahui responden non-internal auditor
dalam Bank Umum Konvensional di Semarang, Jawa Tengah paling banyak
berusia 31 – 40 tahun yakni sebanyak 35 orang (38%) dari jumlah responden
non-internal auditor dalam penelitian ini dan sebanyak 49 orang (54%)
merupakan responden non-internal auditor berjenis kelamin perempuan.
Manajer dalam Bank Umum Konvensional merupakan responden non-internal
auditor terbanyak yang berpartisipasi dalam penelitian ini yaitu sebesar 48
Konvensional di Semarang, Jawa Tengah yang bertugas di Kantor Pusat yaitu
hanya 15 orang (16%), karena kuesioner dalam penelitian ini disebarkan di
bank – bank umum konvensional Semarang, Jawa Tengah.
4.3. Hasil Pengujian Alat Pengumpulan Data
4.3.1 Hasil Pengujian Validitas
Pengujian validitas digunakan untuk mengukur kevalidan suatu
kuesioner dalam penelitian ilmiah (Ghozali, 2011). Pengujian validitas dan
reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan metode Cronbach’s Alpha. Data
dalam penelitian ini dinyatakan valid jika nilai dari Cronbach’s Alpha > nilai
Cronbach’s Alpha if Item Deleted.
Kuesioner yang didistribusikan terdiri dari 3 variabel yang akan
diuji, yaitu 2 poin pertanyaan ditujukan untuk mengukur pengalaman audit, 5
poin pernyataan untuk mengukur pengetahuan audit, dan 10 poin pernyataan
untuk mengukur independensi sebagai variabel independen dan 35 pernyataan
untuk pengujian variabel efektivitas internal auditor sebagai variabel
dependen. Sehingga pengujian yang dilakukan menunjukkan hasil 2 item
untuk pengalaman audit yaitu Lama_Bekerja dan Banyak_Penugasan, 5 poin
pernyataan untuk pengetahuan audit yaitu PE1, PE2, PE3, PE4, PE5 dan 10
poin pertanyaan untuk independensi yaitu : IN1, IN2, IN3, IN4, IN5, IN6,
CRONBACH'S CRONBACH'S ALPHA
4.4 dan variabel efektivitas internal auditor dapat dilihat dalam tabel 4.5.
TABEL 4.3
HASIL PENGUJIAN VALIDITAS VARIABEL PENGETAHUAN AUDIT
Sumber : lampiran 6a
Berdasarkan TABEL 4.3, seluruh poin pertanyaan untuk variabel
pengetahuan audit memiliki nilai cronbach’s alpha if item deleted <
cronbach’s alpha, sehingga setiap item pertanyaan untuk PE1, PE2, PE3, PE4,
dan PE5 dalam variabel ini dinyatakan valid dan kuesioner akan benar-benar
bisa melakukan tugasnya mengukur variabel pengetahuan audit.
TABEL 4.4
HASIL PENGUJIAN VALIDITAS VARIABEL INDEPENDENSI
Sumber : lampiran 6b
Berdasarkan TABEL 4.4, seluruh poin pertanyaan untuk variabel
independensi memiliki nilai cronbach’s alpha if item deleted < cronbach’s
CRONBACH'S CRONBACH'S ALPHA
akan benar-benar bisa melakukan tugasnya mengukur variabel independensi
audit.
TABEL 4.5
HASIL PENGUJIAN VALIDITAS VARIABEL EFEKTIVITAS INTERNAL AUDITOR 1
Sumber : lampiran 6c
Sedangkan berdasarkan TABEL 4.5, seluruh poin pertanyaan
untuk variabel efektivitas internal audit memiliki nilai cronbach’s alpha if
item deleted < cronbach’s alpha, namun terdapat beberapa data memiliki nilai
CRONBACH'S CRONBACH'S ALPHA
Hanya IA4, IA5, IA7 dan IA8 yang dinyatakan tidak valid dalam variabel ini.
kuesioner akan benar-benar bisa melakukan tugasnya mengukur variabel
independensi audit tanpa IA4, IA5, IA7 dan IA. Hal tersebut dikarenakan IA
4, IA 5, IA7, dan IA 8 memiliki Cronbach’s Alpha < Cronbach’s Alpha if
Item Deleted. Agar data efektivitas internal auditor dapat menjalankan
tugasnya maka pertanyaan IA4, IA5, IA7, dan IA8 harus dibuang karena
cronbach’s alpha if item deleted dari IA4, IA5, IA7, dan IA8 > cronbach alpha
dan harus dilakukan pengujian ulang validitas umtuk mendapatkan semua
pertanyaan lolos uji validitas.
TABEL 4.6
HASIL PENGUJIAN ULANG VALIDITAS VARIABEL EFEKTIVITAS INTERNAL AUDITOR 2
CRONBACH'S CRONBACH'S ALPHA
0,914, maka pertanyaan IA11 & IA12 harus dibuang karena cronbach’s alpha
if item deleted dari IA11 & IA12 > cronbach’s alpha dan harus dilakukan
pengujian ulang validitas.
TABEL 4.7
HASIL PENGUJIAN ULANG VALIDITAS VARIABEL EFEKTIVITAS INTERNAL AUDITOR 3
Sumber : lampiran 6e
Berdasarkan tabel 4.7, meskipun telah melakukan pengujian ulang masih
CRONBACH'S CRONBACH'S ALPHA
nilai cronbach’s alpha if item deleted dari IA10 > cronbach’s alpha. Namun
masih didapatkan pertanyaan yang tidak valid yaitu IA9, maka pertanyaan IA9
harus dibuang karena nilai cronbach alpha if item deleted dari IA9 >
cronbach’s alpha dan harus dilakukan pengujian ulang validitas. Sehingga
dibutuhkan pengujian ulang agar didapatkan hasil yang valid untuk semua
pertanyaan. Hal tersebut dapat dilihat dalam tabel 4.8.
TABEL 4.8
HASIL PENGUJIAN ULANG VALIDITAS VARIABEL EFEKTIVITAS INTERNAL AUDITOR 4
Sumber : lampiran 6f
Berdasarkan tabel 4.9, hasil pengujian validitas efektivitas internal auditor
yang baru telah didapatkan dengan semua pertanyaan dinyatakan valid tanpa
pertanyaan IA4, IA5, IA7, IA8, IA9, IA10, IA11, dan IA12 yang dapat dilihat,
CRONBACH'S CRONBACH'S ALPHA
Pengujian reliabilitas digunakan untuk mengukur reliabel suatu
kuesioner dalam penelitian ilmiah (Ghozali, 2011). Pengujian reliabilitas
dalam penelitian ini menggunakan metode Cronbach’s Alpha. Data dalam
penelitian ini dapat dinyatakan reliabel, jika nilai dari Cronbach’s Alpha > 0,5.
Hasil pengujian reliabilitas variabel pengetahuan audit, variabel independensi,
CRONBACH'S ALPHA
EFEKTIVITAS
0,920 RELIABEL karena interval cronbach's INTERNAL AUDITOR alpha sebesar 0,920 > 0,5 alpha sebesar 0,638 > 0,5
Berdasarkan tabel 4.10, variabel pengetahuan audit dalam
penelitian ini memiliki tingkat reliabilitas moderat. Hal ini dikarenakan tingkat
interval cronbach’s alpha variabel pengetahuan audit >0,5 yakni sebesar 0,638
sehingga variabel pengetahuan audit dikatakan reliabel dan berada pada range
reliabilitas moderat (0,5 – 0,7).
Berdasarkan tabel 4.10, variabel independensi audit dalam
penelitian ini memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Hal ini dikarenakan
tingkat interval cronbach’s alpha variabel pengetahuan audit >0,5 yakni
sebesar 0,833 sehingga variabel pengetahuan audit dikatakan reliabel dan
berada pada range reliabilitas tinggi (0,7 – 0,9).
Berdasarkan tabel 4.10, variabel efektivitas internal auditor dalam
penelitian ini memiliki tingkat reliabilitas yang sempurna. Hal ini dikarenakan
tingkat interval cronbach’s alpha variabel pengetahuan audit >0,5 yakni
sebesar 0,920 sehingga variabel pengetahuan audit dikatakan reliabel dan
KISARAN KISARAN
TEORITIS AKTUAL RENDAH SEDANG TINGGI
PENGETAHUAN AUDIT 3.98 1-5 3.20-4.80 1.00-2.33 2.34-3.67 3.68-5.00 TINGGI
INDEPENDENSI 3.86 1-5 3.30-4.70 1.00-2.33 2.34-3.67 3.68-5.00 TINGGI
VARIABEL MEAN KATEGORI KETERANGAN
4.4. Analisis Statistik Deskriptif
4.4.1. Statistik Deskriptif Internal Auditor
Statistik deskriptif untuk setiap variabel independen (pengetahuan
audit dan independensi) dari responden internal auditor dalam penelitian ini
dapat diliat pada tabel 4.11.
TABEL 4.11
STATISTIK DESKRIPTIF INTERNAL AUDITOR
Sumber : Lampiran 7a
Berdasarkan tabel 4.11, variabel pengetahuan audit diukur dengan
menggunakan instrument yang terdiri dari 5 pernyataan dari 40 responden.
Menurut internal auditor dalam penelitian ini menilai bahwa internal auditor
dalam bank tempatnya bekerja memiliki pengetahuan audit yang tinggi,
sehingga dapat dikatakan responden internal auditor dalam penelitian ini
setuju apabila seorang internal auditor yang efektif dibutuhkan pengetahuan
audit selama menjalankan tugasnya.
Berdasarkan tabel 4.11, variabel independensi diukur dengan
menggunakan instrument yang terdiri dari 10 pernyataan dari 40 responden.
Menurut internal auditor dalam penelitian ini menilai bahwa internal auditor
KISARAN KISARAN
TEORITIS AKTUAL RENDAH SEDANG TINGGI
PENGETAHUAN AUDIT 3.81 1-5 2.40-5.00 1.00-2.33 2.34-3.67 3.68-5.00 TINGGI
INDEPENDENSI 3.79 1-5 2.50-5.00 1.00-2.33 2.34-3.67 3.68-5.00 TINGGI
VARIABEL MEAN KATEGORI KETERANGAN
dapat dikatakan responden internal auditor dalam penelitian ini setuju apabila
seorang internal auditor yang efektif dibutuhkan independensi selama
menjalankan tugasnya.
4.4.2. Statistik Deskriptif Non-Internal Auditor
Statistik deskriptif untuk setiap variabel independen (pengetahuan
audit dan independensi) dari responden non-internal auditor dalam penelitian
ini dapat diliat pada tabel 4.12.
TABEL 4.12
STATISTIK DESKRIPTIF NON-INTERNAL AUDITOR
Sumber : Lampiran 7b
Berdasarkan tabel 4.12, variabel pengetahuan audit diukur dengan
menggunakan instrument yang terdiri dari 5 pernyataan dari 91 responden
non-internal auditor. Menurut responden non-internal auditor dalam penelitian
ini menilai bahwa internal auditor dalam bank tempatnya bekerja memiliki
pengetahuan audit yang tinggi, sehingga responden non-internal auditor dalam
penelitian ini dapat dikatakan setuju apabila seorang internal auditor yang
efektif dibutuhkan pengetahuan audit selama menjalankan tugasnya.
Berdasarkan tabel 4.12, variabel independensi audit diukur dengan
MEAN Sig. MEAN Sig. MEAN Sig. MEAN Sig. MEAN Sig. JENIS LAKI-LAKI 2,13 4,58 4,04 3,90 4,07 KELAMIN PEREMPUAN 1,70 3,78 3,93 3,80 4,09
21 - 30 1,90 4,10 3,94 3,71 4,02
31 - 40 1,63 4,50 3,88 3,90 4,08
41 - 50 2,17 4,00 4,18 3,95 4,17
>50 3,50 4,50 3,80 3,70 3,75
DEWAN AUDIT 2,00 4,40 4,00 3,56 3,95
KEPALA SKAI 1,00 5,00 4,40 3,50 4,09
KEPALA DEPT. AUDIT 2,57 4,71 3,97 4,03 4,05
TIM AUDIT 1,81 4,07 3,96 3,88 4,11
PUSAT 2,09 4,32 3,92 3,73 3,99
KETERANGAN LAMA BEKERJA BANYAK PENUGASAN PENGETAHUAN AUDIT INDEPENDENSI EFEKTIVITAS IA non-internal auditor. Menurut responden internal auditor dalam penelitian ini
menilai bahwa internal auditor dalam bank tempatnya bekerja memiliki
independensi yang tinggi, sehingga dapat dikatakan responden non-internal
auditor dalam penelitian ini setuju apabila seorang internal auditor yang
efektif dibutuhkan independensi selama menjalankan tugasnya.
4.4.3. Compare Means Berdasarkan Jawaban Responden
4.4.3.1. Compare Means Responden Internal Auditor
TABEL 4.13
COMPARE MEANS RESPONDEN INTERNAL AUDITOR
Sumber : Lampiran 8a,8b,8c,8d
Berdasarkan tabel 4.13, responden internal auditor dalam
penelitian ini lebih menilai bahwa internal auditor yang berjenis kelamin
laki-laki dalam bank tempat responden internal auditor bekerja lebih memiliki
auditor dibandingkan internal auditor yang berjenis kelamin perempuan.
Namun, internal auditor yang berjenis kelamin perempuan memiliki tingkat
efektivitas internal auditor yang lebih tinggi dibandingkan internal auditor
yang berjenis kelamin laki-laki berdasarkan penilaian responden internal
auditor dalam penelitian ini.
Berdasarkan tabel 4.13, responden internal auditor dalam
penelitian ini menilai bahwa internal auditor yang berusia 31-50 tahun di bank
tempat responden internal auditor bekerja paling memiliki banyak penugasan,
pengetahuan audit, independensi, dan lebih lama bekerja sebagai internal
auditor. Internal auditor yang berusia 41-50 tahun merupakan internal auditor
yang paling efektif di bank tempat responden internal auditor bekerja
berdasarkan penilaian responden internal auditor dalam penelitian ini.
Berdasarkan tabel 4.13, responden internal auditor dalam
penelitian ini menilai bahwa internal auditor yang memiliki jabatan sebagai
Kepala SKAI di bank tempat responden internal auditor bekerja memiliki
independensi paling banyak dan lebih lama bekerja sebagai internal auditor.
Namun, internal auditor bekerja yang memiliki jabatan sebagai Kepala Dept.
Auditor paling banyak memiliki banyak penugasan dan pengetahuan audit.
Internal auditor yang memiliki jabatan sebagai Kepala SKAI merupakan
internal auditor yang memiliki tingkat efektivitas paling tinggi berdasarkan
Berdasarkan tabel 4.13, responden internal auditor dalam
penelitian ini menilai bahwa internal auditor yang bertugas di kantor pusat di
bank tempat responden internal auditor bekerja memiliki lebih banyak
penugasan, dan lebih lama bekerja sebagai internal auditor dibandingkan
internal auditor yang bertugas di kantor cabang. Namun, internal auditor yang
bertugas di kantor cabang di bank tempat responden internal auditor bekerja
lebih memiliki banyak pengetahuan audit dan independensi sebagai internal
auditor dibandingkan internal auditor yang bertugas di kantor pusat. Internal
auditor yang bertugas di kantor cabang merupakan internal auditor yang
memiliki tingkat efektivitas paling tinggi berdasarkan penilaian responden
internal auditor dalam penelitian ini.
4.4.3.2. Compare Means Responden Non-Internal Auditor
Berdasarkan tabel 4.14, responden non-internal auditor dalam
penelitian ini lebih menilai bahwa internal auditor yang berjenis kelamin
laki-laki di bank tempat responden non-internal auditor bekerja memiliki
pengetahuan audit lebih tinggi daripada internal auditor berjenis kelamin
perempuan, tetapi internal auditor yang berjenis kelamin perempuan lebih
memiliki independensi yang tinggi dibandingkan internal auditor yang
berjenis kelamin laki-laki. Namun, internal auditor yang berjenis kelamin
perempuan memiliki tingkat efektivitas internal auditor yang lebih tinggi
dibandingkan internal auditor yang berjenis kelamin laki-laki berdasarkan
Berdasarkan tabel 4.14, responden non-internal auditor dalam
penelitian ini menilai bahwa internal auditor yang berusia 41-50 tahun di bank
tempat responden non-internal auditor bekerja paling banyak memiliki
pengetahuan audit dan independensi. Internal auditor yang berusia 41-50
tahun merupakan internal auditor yang paling efektif di bank tempat
responden internal auditor bekerja berdasarkan penilaian responden
non-internal auditor dalam penelitian ini.
Berdasarkan tabel 4.14, responden non-internal auditor dalam
penelitian ini menilai bahwa internal auditor yang memiliki jabatan sebagai
Kepala cabang di bank tempat responden non-internal auditor bekerja paling
banyak memiliki independensi dan pengetahuan audit. Internal auditor yang
memiliki jabatan sebagai Kepala Divisi merupakan internal auditor yang
memiliki tingkat efektivitas paling tinggi berdasarkan penilaian responden
non-internal auditor dalam penelitian ini.
Berdasarkan tabel 4.14, responden non-internal auditor dalam
penelitian ini menilai bahwa internal auditor yang bertugas di kantor cabang di
bank tempat responden non-internal auditor bekerja memiliki lebih banyak
independensi dan pengetahuan audit dibandingkan internal auditor yang
bertugas di kantor pusat. Internal auditor yang bertugas di kantor cabang
merupakan internal auditor yang memiliki tingkat efektivitas paling tinggi
MEAN Sig. MEAN Sig. MEAN Sig.
Dalam penelitian ini, terdapat variabel lama bekerja, variabel
banyak penugasan, variabel pengetahuan audit dan variabel independensi sebagai
variabel independen dan variabel efektivitas internal auditor sebagai variabel
dependen sehingga penelitian ini menggunakan pengujian regresi yang harus
melewati pengujian asumsi klasik mengunakan program SPSS versi 22.0 di
computer untuk mendapatkan hasil pengujian variabel independen terhadap
variabel dependen.
Keterangan :
IA = Efektivitas Internal Auditor
α = konstanta
Lb = Lama Bekerja
Bp = Banyaknya Penugasan
Pe = Pengetahuan Audit
In = Independensi Internal Auditor
β1, …, βn = Koefisien Regresi
e = Error
4.5.1. Uji Asumsi Klasik
Model regresi yang baik diwajibkan bebas dari penyimpangan uji
asumsi klasik (Ghozali, 2011). Pengujian uji asumsi klasik yang digunakan
dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji
heteroskedastisitas. Hasil pengujian uji asumsi klasik dapat dilihat dalam tabel
16 (uji normalitas), tabel 17 (uji heteroskedastisitas), dan tabel 18 (uji
multikolinearitas) sebagai berikut :
4.5.1.1. Uji Normalitas
Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan untuk
memastikan variabel independen yang digunakan berdistribusi
normal sehingga diketahui bahwa data tersebut merupakan data
metrik. Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan Uji
KOLMOGOROV-SMIRNOV Sig.
0,104 0,200 NORMAL
NILAI
KETERANGAN
jika nilai Sig. ≥ 0,05 (Ghozali, 2011). Hasil pengujian uji
normalitas dalam penelitian ini dapat dilihat dalam tabel 4.15.
TABEL 4.15
PENGUJIAN NORMALITAS DATA
Sumber : 10a
Berdasarkan uji normalitas dalam tabel 4.15, didapatkan nilai
kolmogorov-Smirnov Test sebesar 0,104 dengan nilai signifikansi
sebesar 0,200. Data dalam penelitian ini dinyatakan terdistribusi
secara normal karena nilai signifikansinya berada di atas 0,005.
Untuk lebih memperjelas pemgujian normalitas data dalam
penelitian ini maka dapat dilihat dalam grafik normal P-plot, jika
sumbu menyebar sekitar garis diagonal atau grafik histogramnya
menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi
memenuhi asumsi normalitas (Murniati, 2013).
4.5.1.2. Uji Heteroskedastisitas
Dibutuhkan uji Glejser dalam uji heteroskedastisitas dalam
penelitian ini yang digunakan untuk meregres nilai absolute
residual terhadap variabel independen. Data dikatakan terdapat
heteroskedastisitas apabila probabilitas variabel independen
memiliki nilai signifikan di atas α (>0,05) (Murniati, 2013). Uji
VARIABEL Sig. KETERANGAN
LAMA BEKERJA 0,209 BEBAS
BANYAK PENUGASAN 0,679 BEBAS
PENGETAHUAN AUDIT 0,121 BEBAS
INDEPENDENSI 0,158 BEBAS
tidak berpengaruh signifikan karena nilai signifikansi variabel
independen >0,05 maka dapat dikatakan bahwa data tersebut tidak
terdapat heteroskedastisitas. Karena probabilitas signifikansi semua
variabel independen di atas tingkat kepercayaan 0,05. Hasil
pengujian heteroskedastisitas dalam penelitian ini dapat dilihat
dalam tabel 4.16.
TABEL 4.16 HASIL UJI GLEJSER
Sumber : Lampiran 10b
4.5.1.3. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam
suatu model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel
independen dalam penelitian ini. Model regresi sebaiknya tidak
terjadi korelasi diantara variabel independen. Ada tidaknya korelasi
antar variabel tersebut dapat dideteksi dengan melihat nilai
tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Apabila nilai
tolerance > 0,1 dan VIF< 10, maka dinyatakan tidak ada korelasi
sempurna antar variabel independen dan sebaliknya (Ghozali,
2011). Hasil uji multikolinieritas dalam penelitian ini dapat dilihat
VARIABEL
INDEPENDEN TOLERANCE VIF
LAMA BEKERJA 0,886 1,129 BEBAS BANYAK PENUGASAN 0,895 1,118 BEBAS PENGETAHUAN AUDIT 0,667 1,500 BEBAS INDEPENDENSI 0,659 1,517 BEBAS
COLLINEARITY STATISTICS
KETERANGAN
TABEL 4.17
HASIL PENGUJIAN MULTIKOLINEARITAS
Sumber : Lampiran 10c
Berdasarkan Tabel 4.17 di atas dapat dilihat bahwa angka tolerance
dari variabel independen lama bekerja, banyak penugasan,
pengetahuan audit, dan independensi memiliki nilai tolerance >0,1
dan memliki Variance Inflantion Factor (VIF) >1 dan <10,
sehingga dapat dikatakan data pada seluruh variabel independen
dalam penelitian ini tidak terdapat multikolinearitas .
4.5.2. Uji Regresi
Setelah pengujian asumsi klasik dilakukan dan menghasilkan data
yang menunjukkan model regresi memenuhi uji asumsi klasik secara
keseluruhan, maka tahap selanjutnya yang harus dilakukan dalam penelitian
ini ialah pengujian regresi berganda. Uji regresi dilakukan untuk menguji
adanya pengaruh variabel independen (lama bekerja, banyak penugasan,
pengetahuan audit, dan independensi audit) terhadap variabel dependen
dilakukan melalui pengujian fit model (uji F) (tabel 4.18), pengujian koefisien
determinasi (uji R2) (tabel 4.19), dan signifikansi individual (uji t) (tabel 4.20).
4.5.2.1. Uji Fit Model ( Uji F)
TABEL 4.18
HASIL UJI FIT MODEL (UJI F)
Sumber : lampiran 11a
Pengujian fit model dalam penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui pengaruh variabel independen (lama bekerja, banyak penugasan,
independensi, dan pengetahuan audit) secara bersama- sama terhadap
perubahan nilai dari variabel dependen (efektivitas Internal auditor). Hasil dari
pengujian fit model dapat dilihat pada tabel 4.18.
Berdasarkan tabel 4.18, diperoleh nilai Fhitung sebesar 28,190 dan
nilai signifikan sebesar 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data
variabel independen (lama bekerja, banyak penugasan, pengetahuan audit, dan
independensi) pada penelitian ini dapat digunakan untuk memprediksi variabel
dependen (efektivitas internal auditor). Hal tersebut dikarenakan nilai sign.
(0,000) < nilai α (0,05). Maka variabel lama bekerja, banyak penugasan,
pengetahuan audit, dan independensi memiliki pengaruh terhadap variabel
efektivitas internal auditor.
F Sign.
ADJUSTED Std. ERROR OF
R SQUARE THE ESTIMATE
0,736 0,542 0,489 8,32
R R SQUARE
4.5.2.2. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Berdasarkan tabel 4.19, pengujian koefisien determinasi (R2)
dalam penelitian ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana kemampuan
model penelitian menerangkan variasi dari variabel independen (efektivitas
internal auditor).
TABEL 4.19
HASIL UJI KOEFISIEN DETERMINASI (R2)
Sumber : lampiran 11b
Berdasarkan tabel 4.19, dapat diketahui bahwa dalam penelitian ini
mengahasilkan nilai R2 sebesar 0,542 (54,2%). Sehingga data dalam penelitian
ini membuktikan bahwa variabel independen (lama bekerja, banyak
penugasan, pengetahuan audit, dan independensi) menjelaskan 54,2%
terhadap variabel dependen (efektivitas internal auditor). Namun terdapat
sebesar 45,8% yang menjelaskan bahwa terdapat variabel – variabel lain di
luar metode penelitian ini yang dapat mempengaruhi variabel efektivitas
internal auditor.
4.5.2.3. Uji Koefisien Regresi (Uji t)
Dalam penelitian ini, pengujian t dilakukan untuk melihat
IA
=
=
α + β1Lb + β2Bp + β3Pe + β4In + e 51,046 + 0,327Lb + 0,952Bp + 2,664Pe + 0,647In + e
VARIABEL
β
T HITUNG
T TABEL
KETERANGAN
KONSTANTA
51,046
5,512
1,645
LAMA BEKERJA
(H1a)
0,327
2,027
1,645
BANYAK PENUGASAN
(H1b)
0,952
2,463
1,645
Karena nilai t hitung
PENGETAHUAN AUDIT
(H2)
2,664
4,643
1,645
> nilai t tabel
INDEPENDENSI
(H3)
0,647
2,913
1,645
DITERIMA
penugasan, pengetahuan audit, dan independensi) terhadap variabel dependen
(efektivitas internal auditor). Hasil pengujian dari uji t dalam penelitian ini
dapat dilihat dalam tabel 4.20, sehingga didapatkan nilai β yang digunakan
untuk mencari model regresi jadi. Hasil model regresi jadi dalam penelitian ini
dapat dilihat dalam tabel 4.21.
(H1a) menunjukkan bahwa variabel lama bekerja berpengaruh positif terhadap
variabel efektivitas internal auditor. Nilai signifikansi regresi variabel lama
bekerja memiliki nilai ttabel sebesar 1,645 dan thitung sebesar 2,027. Sehingga
positif terhadap efektivitas internal auditor, karena besarnya nilai thitung
(2,027) > ttabel (1,645) atau dengan kata lain H1a diterima.
Menurut tabel 4.20, hasil pengujian pada variabel banyak
penugasan (H1b) menunjukkan bahwa variabel banyak penugasan
berpengaruh positif terhadap variabel efektivitas internal auditor. Nilai
signifikansi regresi variabel banyak penugasan memiliki nilai ttabel sebesar
1,645 dan thitung sebesar -4,643. Sehingga hasil pengujian menyatakan
bahwa variabel banyak penugasan berpengaruh positif terhadap
efektivitas internal auditor, karena besarnya nilai thitung (2,463) > ttabel
(1,645) atau dengan kata lain H1b diterima.
Menurut tabel 4.20, hasil pengujian pada variabel pengetahuan
audit (H2), menunjukkan bahwa variabel pengetahuan audit berpengaruh
positif terhadap variabel efektivitas internal auditor. Nilai signifikansi regresi
variabel pengetahuan audit memiliki nilai ttabel sebesar 1,645 dan thitung sebesar
4,643. Sehingga hasil pengujian menyatakan bahwa variabel pengetahuan
audit berpengaruh positif terhadap efektivitas internal auditor, karena
besarnya nilai thitung (4,643) > ttabel (1,645) atau dengan kata lain H2
diterima.
Menurut tabel 4.20, hasil pengujian pada variabel independensi
(H3), menunjukkan bahwa variabel independensi berpengaruh positif terhadap
variabel efektivitas internal auditor. Nilai signifikansi regresi variabel
Sehingga hasil pengujian menyatakan bahwa variabel independensi
berpengaruh positif terhadap efektivitas internal auditor, karena
besarnya nilai thitung (2,913) > ttabel (1,645) atau dengan kata lain H3
diterima.
4.6. Analisis dan Pembahasan
4.6.1. Pengaruh Lama Bekerja terhadap Efektivitas Internal Auditor
Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan
oleh Aini (2009) bahwa variabel pengalaman audit yang diproksikan dalam
variabel lama bekerja memilki pengaruh positif terhadap efektivitas internal
auditor. Hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk
meningkatkan efektivitas internal auditor, maka seorang internal auditor
dibutuhkan pengalaman audit khususnya dilihat dari berapa lama bekerja
sebagai internal auditor. Semakin lama internal auditor bekerja maka dapat
meningkatkan efektivitas karena internal auditor dapat belajar memperbaiki
kesalahan yang pernah dilakukan. Untuk mewujudkannya, maka disarankan
diadakan sharring pengalaman antar internal audior tentang kendala dan
bagaimana cara penyelesaiannya minimal sebulan sekali.
4.6.2. Pengaruh Banyak Penugasan terhadap Efektivitas Internal
auditor
Hasil penelitian ini setuju dengan hasil penelitian yang dilakukan
variabel banyak penugasan memilki pengaruh positif terhadap efektivitas
internal auditor. Hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk
meningkatkan efektivitas internal auditor, maka seorang internal auditor
dibutuhkan pengalaman audit khususnya dilihat dari berapa banyak penugasan
yang dijalaninya dalam setahun sebagai internal auditor. Jika internal auditor
semakin banyak penugasan yang dijalaninya maka maka akan meningkatkan
kemampuan mendeteksi internal auditor dalam ketelitian, kecermatan, dan
kedisiplinan dalam menjalankan tugasnya, sehingga akan menghasilkan
semakin baik rekomendasi yang diberikan kepada perusahaan. Untuk
mewujudkannya, maka disarankan diadakan pelatihan “Public Relation” agar
dapat berkomunikasi tanpa menyinggung perasaan audittee.
4.6.3. Pengaruh Pengetahuan Audit terhadap Efektivitas Internal
Auditor
Hasil penelitian ini setuju dengan hasil penelitian yang dilakukan
oleh Effendy (2010) bahwa variabel pengetahuan audit memilki pengaruh
positif terhadap efektivitas internal auditor. Hasil pengujian tersebut dapat
disimpulkan bahwa untuk meningkatkan efektivitas internal auditor, maka
seorang internal auditor dibutuhkan pengetahuan audit selama menjalankan
tugasnya. Semakin banyak pengetahuan audit yang dimiliki oleh internal
auditor maka akan meningkatkan efektivitas, sehingga internal auditor dapat
menjalankan tugas audit dan memberikan rekomendasi yang baik kepada
perusahaan berdasarkan pengetahuan audit yang dimiliki. Untuk
standar akuntansi dan auditing, dilakukan pelatihan cara mengasah
kemampuan pendeteksian dan cara memberikan rekomendasi yang berguna
bagi perusahaan, dan memberikan peluang untuk internal auditor melanjutkan
pendidikan dibidang audit.
4.6.4. Pengaruh Independensi terhadap Internal Auditor
Hasil penelitian ini setuju dengan hasil penelitian yang dilakukan
oleh Yunintasari (2010) bahwa variabel independensi memilki pengaruh
positif terhadap efektivitas internal auditor. Hasil pengujian tersebut dapat
disimpulkan bahwa untuk meningkatkan efektivitas internal auditor, maka
seorang internal auditor dibutuhkan independensi selama menjalankan
tugasnya. Semakin tinggi independensi yang dimiliki oleh internal auditor
maka akan meningkatkan efektivitas, karena dapat menjalankan tugasnya
tanpa terpengaruh oleh apapun berlandaskan kejujuran dan tanpa takut adanya
intimidasi dari manajerial. Untuk mewujudkannya, maka disarankan diadakan
“reward and punishment system” agar internal auditor terpacu untuk selalu
bersikap independensi selama menjalankan tugas dan pembaharuan kebijakan
perusahan sebagai bentuk pemberian jaminan independensi terhadap internal