KOMITE INTEGRITAS
OLEH: Muhammad Winarno1 ABSTRAK
Untuk mewujudkan tercapainya citacita nasional telah dibangun Konsep Sistem Integritas Nasional dengan harapan mempercepat terwujudnnya kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur serta diakuinya Indonesia sebagai negara yang berintegritas. Salah satu unsur yang paling penting dalam pemerintahan adalah integritas dan responsibilitas pemerintahan. Integritas yang dimaksud adalah totalitas pengabdian dan kemauan untuk berkorban dan berani menanggung risiko apabila diperlukan untuk mencapai tujuan dengan moralitas yang tinggi dan profesionalisme yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Salah satu upayanya dengan mensinergikan integritas antar pilarpilar dan organisasi dalam pilarpilar, oleh karena itu perlu dibentuk Komite Integritas di tiap Kementerian, Lembaga sebagai salah satu strategi dalam pengendalian integritas organisasi yang didalamnya diharapkan tumbuh suburnya tunastunas integritas individu yang selaras dengan integritas organisasi. Dengan dibentuknya Komite Integritas ini akan mempermudah para tunas integritas dalam menginternalisasi nilainilai integritas yang dapat mengikat tunas integritas di lingkungan Kementerian, Lembaga menjadi satu penggerak kekuatan yang kokoh.
Kata Kunci : Integritas, penyelarasan integritas individu dengan visi misi organisasi, pengendalian pemilihan posisi kunci.
Pendahuluan
Perbaikan sistem untuk memperkuat pengendalian internal, dalam mendeteksi dan mencegah korupsi dipandang belum cukup, mengingat korupsi di Indonesia sudah menjadi praktik tradisi yang berkelanjutan yang erat kaitannya dengan nilai, perilaku, sistem dan budaya. Upaya untuk perubahan praktik tradisi yang berkelanjutan memerlukan adanya efek jera terkait serta terkait erat dengan permasalahan integritas. Lebih lanjut dapat dikatakan bahwa korupsi pada hakekatnya merupakan gejala dari lemahnya integritas individu, integritas institusi dan integritas hubungan antar institusi. 2
Pembentukan kesadaran sebagai tunastunas integritas sudah diupayakan dengan disosialisasikan oleh KPK bersama intansiinstansi pemerintah termasuk di
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2011 dengan berbagai bentuk kegiatan, baik melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, maupun kegiatan sosialisasi lainnya. Upaya yang dilakukan dengan menggugah kesadaran bahwa pentingnya membangun integritas secara berkelanjutan agar kesadaran diri menjadi orang berintegritas semakin melekat dan tertanam dalam otak bawah sadar, sehingga apabila ada halhal yang dapat merusak integritas secara otomatis akan melakukan perlawanan secara reflek.
Permasalahan
Tantangan dalam membangun integritas organisasi diperlukan kesadaran individu dalam menerapkan nilainilai kebaikan yang selaras dengan integritas organisasi. Untuk dapat terwujud keselarasan integritas antara individu dengan organisasi, dalam melakukan koordinasi belum terfasilitasi dengan baik, oleh karena itu perlu dibentuk Komite Integritas yang dapat dijadikan sebagai forum menampung masukanmasukan, mengkaji, menyatukan pandangan, menyusun strategi, melakukan perbaikan yang berkelanjutan, untuk terwujudnya sistem integritas nasional.
Pembahasan
Dalam Komite integritas, terdapat kata kunci utamanya yaitu integritas. Kata integritas atau integrity dalam bahasa Inggris diturunkan dari kata integritas dalam bahasa latin yang berarti tidak terpengaruh, utuh, tegak, dapat diandalkan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan, kejujuran. sedang 3 Integritas nasional adalah wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dl kehidupan bernegara. 4 Sedang kata komite dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah sejumlah orang yg ditunjuk untuk melaksanakan tugas tertentu (terutama dl hubungan dng pemerintahan); 5 Untuk menyusun konsep dan kerangka kerja Komite Integritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan beberapa kegiatan diantaranya bersama Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan koordinasi melalu berbagai media, diantaranya melalui implementasi pelembagaan komite tunas integritas. Rapat Kerja Tunas Integritas dengan komitmen membentuk Komite Integritas Kemdikbud sebagai bentuk nyata upaya untuk mencari solusi terbaik menanamkan nilainilai kebaikan yang secara otomatis dapat mencegah terjadinya perilaku korupsi.
3Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) 4 ibid
Melalui Komite Integritas, pembangunan integritas nasional, integritas pilar, integritas organisasi dan individu diharapkan terwujud keterpaduan dan saling memperkokoh satu sama lainnya. Pembangunan komite integritas merupakan proses komprehensif yang menempatkan keutuhan manusia sebagai faktor kunci perubahan.
Berdasarkan prinsip manusia sebagai kunci, dan pendekatan yang seutuhnya terkait manusia sebagai makhluk dengan aspek jasmani dan rohani, serta makhluk sosial yang harus berinteraksi dengan lingkungannya, maka pembangunan komite integritas perlu dimulai dari upaya membangun integritas individu yang selaras dengan integritas organisasi, secara paralel dikombinasikan untuk membangun hubungan timbal balik atau sinergi dengan organisasi lain dalam setiap pilar. Oleh 6 karena itu organisasi perlu menyusun strategi yang mampu menampung, mengembangkan, menyebarkan integritas ke seluruh sektor dengan membentuk komite integritas.
Strategi suatu organisasi dimaksudkan agar organisasi dapat memiliki arahan yang jelas dan tegas tentang caracara yang dipakainya untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi. Tanpa strategi yang jelas, setiap organisasi akan berada pada kondisi seperti kapal yang berlayar tanpa pernah tahu ke mana akan berlabuh. Komite integritas di unit kerja yang selanjutnya secara paralel dikombinasikan dengan komite integritas organisasi lain dalam setiap pilar. Hubungan timbal balik atau sinergi antar pilar tersebut merupakan titik awal bagi terwujudnya sistem akuntabilitas vertikal yang diatur oleh konstitusi dan berbagai ketentuan.
Jeremy Pope (2000) mengilustrasikan Sistem Integritas Nasional dengan gambar bangunan yang bertujuan menopang tatanan hukum, pembangunan berkelanjutan, dan kualitas hidup. Untuk terwujudnya Sistem Integritas Nasional perlu dibentuk Komite Integritas di Tiap unit kerja. Dalam konsep road map KPK bangunan Sistem Integritas Nasional ditopang oleh pilarpilar institusi yaitu: Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Legislatif, Layanan Publik, Penegak Hukum, Penyelenggara Pemilu, Ombudsman, Lembaga Audit, KPK, Partai Politik, Media, Masyarakat Sipil, dan Swasta/Bisnis. Pilarpilar di atas pondasi politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
7
Dalam rapat koordinasi pembentukan komite integritas antara KPK dengan Kemdikbud dipaparkan bahwa ada tiga aspek penting untuk menentukan keunggulan kompetitif organisasi atau korporasi secara berkelanjutan : 1) Key Position Backup, 2) Super Keeper Fokus, 3) Strategic Resources & Invesment.8
6 Loccit ____, Konsep & Kerangka Kerja SIN, Sumber belajar Materi Workshop Program Revitalisasi Integritas
Manfaat dibentuknya komite integritas diantaranya: 9 1. Pengendalian pemilihan posisi kunci
2. Penyelarasan visi misi kepemimpinan periodik dengan visi dan misi organisasi 3. Penyelarasan sistem birokrasi dan sistem politik
Komite Integritas diharapkan dapat menjauhkan penentu keunggulan secara berkelanjutan jauh dari penyimpangan. Komite Integritas diharapkan dapat menjamin bahwa Back up key position, menjamin bahwa proses pengganti posisi kunci dilakukan secara berintegritas, jauh dari penyimpangan atau kolusi, korupsi dan nepotisme, sehingga kompetensi penggantinya minimal sama atau lebih baik dari pemegang posisi kunci sebelumnya. 10
Komite integritas diharapkan dapat menjamin juga bahwa orangorang hebat memiliki kompetensi di atas ratarata, yang menentukan kehebatan organisasi atau korporasi dapat bertahan dan bekerja secara maksimal dan jauh dari perilaku dan tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme.
Termasuk upaya yang dilakukan Komite Integritas adalah memastikan sumber daya dan investasi strategis atau paling signifikan tidak menjadi lahan basah kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN).
Baik di tataran bangsa maupun organisasi, selalu terjadi pergantian kepemimpinan, seringkali pergantian kepemimpinan tersebut diikuti dengan membawa hal baru atau beda. Tentunya hal baru dan beda tersebut Visi dan Misi Periodik yang diharapkan tetap seleras dengan citacita besar bangsa atau organisasi. Komite Integritas diharapkan dapat menjembatani proses penyelerasan tersebut, sehingga akan terjadi apresiasi dan proses berkelanjutan upaya antar periode kepemimpinan. Kehidupan yang serba terintegrasi menyebabkan berbagai sistem saling berhubungan, sehingga terdapat kebutuhan untuk menyelaraskan sistemsistem yang saling berhubungan tersebut, salah satu yang sangat penting untuk diseleras kan adalah sistem birokrasi dan sistem politik. Kebutuhan penyelarasan antara sistem politik dan sistem birokrasi semakin dirasakan oleh pemerintah daerah provinsi, kota madya dan kabupaten. Begitupun untuk ruang lingkup nasional perlu
dilakukan penyelarasan agar dapat terbentuk apa yang disebut dengan INDONESIA INCORPORATED. Penyelarasan nasional maupun daerah tersebut dapat dilakukan oleh komite integritas.
Peran komite integritas diantaranya: 11
9 Ibid 10 ibid
1. Menghindari adanya duplikasi proses “assurance” yang dilakukan oleh manajemen resiko, audit internal, kepatuhan, pengendalian kualitas serta komite audit yang selaras pula dengan pendekatan talent management 2. Mengarahkan dan memastikan tersedianya sumber daya yang dibutuhkan
para tunas integritas agar dapat menjalankan perannya dengan baik
Komite Integritas diharapkan dapat memimpin untuk terselengarakannya pemetaan risiko kolusi, dimana dari kegiatan tersebut dapat dihasilkan 12
1. Sistem integritas yang dibutuhkan untuk memastikan tidak terjadi korupsi, kolusi dan nepotisme
2. Mitra strategis yang diperlukan agar pembangunan sistemnya dapat berjalan secara efektif dan efisien
3. Peran tunas integritas agar dapat berkontribus nyata dalam pembangunan sistem integritas organisasi!
4. Peran atau kontribusi organisasi dalam pembangunan sistem integritas nasional. PEMETAAN RESIKO KOLUSI 1. Hatihati kolusi 2. Buat sistem jadi mandul 3. Mengatasinya perlu mitra strategis
Peran Komite Integritas salah satunya adalah memastikan untuk tidak terjadinya duplikasi upaya “ assurance” dari setiap KLOP, tentunya dalam implementasinya komite integritaspun diharapkan tidak menimbulkan duplikasi, dalam rangka menghindari duplikasi tersebut perlu dilakukan pemetaan terhadap upaya, program atau inisitif yang sudah dilakukan oleh setiap KLOP, yang pada esensinya atau tujuannya sama untuk dapat memenuhi 3 manfaat dan 2 peran komite integritas. 13
Dalam prakteknya bisa saja sudah terdapat upaya, inisitif dan program yang memiliki nomenklatur yang berbeda tetapi memiliki esensi yang sama dengan Komite Integritas, untuk menyikapi hal tersebut dipandang perlu untuk dilakukan semacam self assessment pada KLOP yang menjadi piloting.
Untuk membangun dimensi kapasitas Sumber Daya Manusia perlu dibentuk Komite Integritas, yang berperan selalu mengingatkan kembali agar tunas integritas makin meningkatkan peran integritasnya
Secara singkat manfaat dan peran Komite Integritas, dapat disajikan dalam urutan angka 5 tahapan sebagai berikut: 14 1. Pengendalian posisi kunci a. Proses pergantian pimpinan dilakukan secara berintegritas b. Orang hebat organisasi bertahan dan berkontribusi maksimal c. Sumber daya dan investasi strategis bebas dari KKN 2. Penyelarasan visi dan misi periodik:
visi dan misi periodik pimpinan tetap selaras dengan citacita besar bangsa dan organisasi
3. Penyelarasan sistem birokrasi dan sistem politik
Penyelarasan nasional dan daerah untuk Indonesia in Corporated 4. Combined assurance plus
Minimalisasi duplikasi upaya assurance dan penyelarasan dengan talent management
5. Support tunas integritas
Pemenuhan 20/80 tunas integritas yang didukung dengan sumber daya dan masuk dalam perencanaan organisasi
Kesadaran untuk segera dibentuknya Komite Integritas dan jujur dalam pemetaan resiko kolusi, sebagai bentuk kesadaran pemimpin yang sudah dilandasi dengan integritas tinggi, sehingga dapat terwujud pengendalian strategis yang dapat mewujudkan lingkungan kerja terhindar dari korupsi dengan upaya melakukan penempatan orang yang tepat pada posisi kunci.
Semoga dengan semangat dan kesadaran segera terbentuk Komite Integritas di setiap Kementerian, Lembaga serta dapat mewujudkan Indonesia yang bersih, transparan dan bermartabat, sehingga terwujud kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur serta diakuinya Indonesia sebagai negara yang berintegritas.
DAFTAR PUSTAKA
____, Konsep & Kerangka Kerja SIN, Sumber belajar Materi Workshop Program Revitalisasi Integritas Mental Aparatur (PRIMA), 2013
____, Artikel Komite Integritas, Sumber belajar Materi Workshop Komite Integritas, 2015 Kamus besar bahasa indonesia on line, sumber: http://kbbi.web.id/integritas di akses 13 Mei 2015;