Pekass
F$s*€qe
$Ssrrusasx
ffi#s*#smffiffi5FA
#ru$WEAS*me$
Sffi # %dWg-frF{YAVt
rsBN( 1
3)
97S-979-19544-9-s
f\ {
l -
,t'
\91.l::-'rff1d
il---1.
'
j
il .--P
P
E
il9At, est,r,r,
,i
&mmmffimmInA
wmmffiInsffimfiuffiamf,z
d --:-.:-6
ilG
PT
MffRA
INTIP#.ARGAI f
# suppuen ros uBoRAIoRlEs & REsEARcH rftsltTi,T€s"'.ffioslDlNG
$emin
ar
Na$ional
Fisika
Agla
Pascas
arlana
UNSRI
,
4
luli.
ZOlz
W
gi,
ringkwng ayt
ban
rykno[o
gi
Mas
a
D
eyt
an:
famtangan ban
pe[wang
ilvnu
tislka
EiriFu
T*oti,
Fisika Kompurasi,
Fisilca
Marerial,
Fisika
Instrumentasi
I
Pengukuran, Geofisika.
BioRsit<a.
Ft1$rtr$**.,y#"s.runsan-,Fisikai\uktirsMedG
Editor: Assaidah, Erni, dan
Supardi
-
*,,*ffi
r.rENr
4;N
\
\ r"r-i"'-/'j
i.)
r*
r/
ul
tl
1
penerdp?F l-esson Srudy (tS) pada Mata Kuliah Gelombang Melaluri Tutor Sebaya
Aun L.ihun Soaldi Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unsri
(sudirman)
.\
penerapan Model BlendedE-kaming pada Matakr.rliah Pendahuluan Fisika Zat Padat
Gda SriYanti)
penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Metode Eskperimen
153
I5B
r64
r69 uffuk Meningka&an Hasil Belajar Sisrva
@edy Hamdani, ZiM Endrayani dan Connie).
pengaruh Metode Inkuiri Terbimbing Berbasis Laboratorium IPA terhadap feningkatkan Hasil Belajar Siswa SMAN 5 Kota Bengkrlu
(Andikfurwanto dan Indra Sakti Lubis)
Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Fisika Melalui Penerapan
ContextualTeachingandbaming (CTL) di SMANegeri 2 Muara Enim
(Giyono)
Pengembangan Materi Ajar Termodinamika dengan Model Educational Reconstrudion
di program Snrdi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya
(leni Marlina)
...'
'.'...'....'...-:'..Pengembangan Model Pembelajara n hoblem Soluing Fisika Melalui Pembelajaran Topik Optika pada Mahasiswa Pendidikan Fisika
(Eko Swistoro
Warimun)
...
( ta8 7\_-./
i
Pengembangan Model Perkuliahan Multimedia Interaktif Fisika Modem
(Teori Relativitas Khusus) di LPTK
(Flamdi Akhsan dan Ketang
Wiyono)
.'....'."..,t'..'...Strategi Efektif Pembelajaran Fisika: Ajarkan Konsep
(Muhamad
Yusup)
-.
200Pen'garuh Pendekatan Sains-Teknologi-Masyarakat terhadap Prestasi dan Minat
Belajar Sains Siswa
(Gyono)
2oSPeran Guru untuk Memanfaatkan Media Pembelajaran dalam Proses Pembelajaran di Sekolah (Suwarti)
173
181
t93
214
PENGEMSANcAN
MoDEL
PEMBELAJARAN
PRaBInM
sotwNc
FISIKA
a''*:|*H5#H:,'#ARANT.PIKoPTIff
\PADAMAHASIS*APENDIDIKAT'I
SALIHAN ] FOTO COPY
Eko Swistoro Warimun
i Pendidikan Fisika Junrsan PMIPA FKIP Universitas Bengkulu
Email : eko ;wistoro @yah o o. com
Abstrak
Ljuan untuk menghasilkan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan
(PK) dan kemampuan problem solving (KPS) mahasiswa calon guru fisika.
Penelitian
ini
melibatkan 32 orang mahasiswa pendidikan Fisika pada saatuji
coba. Penelitian inimenggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan langkah dimodifikasi menjadi empat
langkah, yaitu: studi pendahuluan, perencanaan program, pengembangan program dan validasi program. Pelaksanaan penelitian hanya sampai pada pengembangan program. Subjek penelitian adalah
mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika di Bengkulu. Data PK dan KPS dikumpulkan dengan
menggunakan tes. Implementasi pembelajaran diobservaisi dengan menggunakan pedoman observasi
dan catatan lapangan. Data dianalisis secara deskriptif dan dihitung dengan menggunakan skor gain
yang dinormalisasi. Berdasarkan hasil implementasi ujicoba model pembelajaran dapat diketahui bah..rra program pembelajaran dengan Model problem solving dapat meningkatkan penguasaan konsep dan keterampllan problem solving.
Kata kunci; model problem solving, penguasaan konsep, keterampilan problem solving.
;
PENDAHULUAN
Di
abad pengetahuanini,
telah te4'adi perubahan paradigma pendidikan, baik yang menyangkut rsimau.pun pedagogi. Perubahan tersebut merekomendasi kan model problem solvitrg sebagai alternatif pembelajaran yang konstruktif. Rasionalnya, bahr,va kemampuan problent solying Qtroblern solving
stl@
merupakan keterampilan utama yang harusdimiiiki
mahasiswa ketika mereka meninggalkanktliah
untuk memasuki dan melaknkan aktivitas di dunia. N,Ienunrt Salpeter (2001) di abad ke-21 ini ketrratnpnan belajar,berpikir
lceatif,
membuat keputusan, dan problentsolving
akan banyakdibutuhkan dalam mencari pekerjaan.
Terdapat enam pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pembelajaran sains.
Keenam pertimbangan tersebut adalah: a) empat pilar pendidikan (belajar untuk mengetahui, belajar
untuk berbuat, belaiar untuk hidup dalam kebersamaan, dan belajar untuk rnenjadi dirinya sendiri); b)
inkuiri
ilmiah;
c) Konstruktivisme; d) sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat (Salingtemas); e) prablem solving; dan0
pembelajaran sains yang bermuatannilai.
Demikianjuga
menvrut The National Science Teachers Association (NSTA), problem solving merupakan kemampuan yang sangatpentingyang harus dikembangkan dalam pembelajaran sains (NSTA, 1985). Selain itu beberapa ahli
fisika
menyatakan bahwa problem solving dipandang sebagai suatu bagian yang mendasar dari pembelajaran fisika (Heler, Keith, & Anderson,1992).Problem solving adalah usaha individu atau kelompok untuk menemukan iawaban berdasarkan pemahaman dan keterampilan yang telah
dimiliki
sebelumnya dalam rangka memenuhi tuntutan suatumasalah. Jadi kegiatan problem solving diawali dengan konfrontasi dan berakhir
jika
sebuah jawabantelah diperoleh sesuai dengan situasi masalali. Kemampuan problem solving dapat diwujudkan rnelalui pembelajar an fisika. Yang menjadi pertanyaan adalah model pembelajaran problem solving
qflt\, 4i
o'r..--Pi6qry
r"il
v--:,
':
J.
Drs
NIP.1901
Swistoro Pengembangan Model P emb elaj aran ...
solving tsb. Untuk itulah penelitian manakah yang dapat meningkatkan kemampuan problem
pengembangan model pembelaj aran ini dilakukan.
Adapun tujuan penelitian
ini
bdalah unhrk menghasilkan sebuah model pembelajaran. Model lajaranygg.9rk""tlangkan
adalahmodel pembelajaran yang dapat meningkatkunk.*u*pr1*
solvr'n) fisika mahasiswa pendidikan fisika.
E PENELITIAN
Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian, maka penelitian
ini
dilakukan denganggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (Research and Development)
(Borg
andl,
1989), dengan terlebih dulu melakukan beberapa modifikasi. Dalam penelitian rni Research and 'elopment dimanfaatkan untuk menghasilkan Model pembelajaran baru yang lebih efektif yangrai dengan kondisi dan kebutuhan nyata mahasiswa. Disain penelitian
ini
meliputi 4 tahap tetapiya dilakukan sampai tiga tahap saja, tahap pertama adalah studi pendahuluan, yang meliputi studi
lkaan dan survei lapangan yang berkaitan dengan analisis materi optika yang dijadikan sebagai
ajar dan perancangan model pembelajaran. Tahap kedua adalah perencanaan program. Tuhup
;a
adalah studi eksperimen pembelajaran untuk keperluan validasi (dalam skaia kecil model) belajaran yang dikembangkan. Disain yang digunakan untuk validasi model pembelajaran adalahlne-Grottp Pretest-posttest
Design
(McMillan dan Schumacher, 2001).Disain
ekperimen yangigunakan dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1 Desain Penelitian One-Group Pretest-Posttest Design
Kelompok Pretes Peflakukan Postes
Eksnerimen
o
x
o
=ii9,
Tes PemahamanKonsep (TPK) dan Tes Kemampuan problem
solving(TKps)
;i:#r
Pembelajaran dengan model pembelajaran itroblem solvingf,,,f;,:.
!
-1...-
_subjek dalam penelitianini
adalah mahasis,,va semester dua yang mengambil mata kuliah,.,,'flsifa.Dasar
II
tahun akademik200912010 di suatu LPTK di Bengkulu.f"k"itcp"ngambilan
sampel':':dilakukan tidak dengan cara random sampling, tetapi menggunakan sampel total dalam satu kelas. Hal
.;.,ini
d,ilakukan karena hanya ada satur."Lr
ya"g duput al3ioikan subjet penelitiandi
program studi:'' tersebut- Diantara mahasiswa yang mengambil mata
kuliah
tersebuttidak
ada yang mengulang.''''Penelitian
ini
melibatk an32
orangriahasisrva pendidikan fisika.Alat
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitianini
dengan melggunakan alatpengumpul data (instrumen) yang meliputi: (1) tes, (2)
LKM,
(3) lembar observasi, aan (q) pedomanwawancara. Tes terdiri atas Tes Pemahaman Konsep (TPK) dan Tes Kemampuan probiem Soiving (TKPS). Untuk mendapatkan soal tes TPK dan TKPS dilakukan ujicoba. Setiah dilakukan ujicoba, ditentukan valiclitas butir soai mana yang memadai,
yang
dicari dengan mengkorelasikan butir soal{3ngan skor total. Rumus yang digunakan ailalah Rumui Korelasii Pioduk Momen. Reliabilitasnya
dihitung
dengan rumusAlpha.
Analisis data peningkatan penguasaan konsep dankemampuan
problent solving dianalisis secara deskriptif dan
ikor
guin yu.rg dinormalisasi dargan menggunakanrumus g-faktor yang diadopsi dari
Meltier
QaaD. Tingkai peiolehan skor gain y"ang dinormalisasi dikategorikan dalam tiga kategori, yaitu: N-Gain>
0,7 -kategori tinggi, 0,3 < N-Gain < 0,7 kategori sedang, N-Gain < 0,3 berkategori rendah.F{ASIL
DAN DISKUSI
Dari
hasil studi kepustakaan, model pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian inimengacu kepada strategi problem solving untuk fisika yang dikembangkan di Universitas Minesota yang mengikuti lima tahapan yaitu: 1) Memfokuskan masalih (Focus lhe Problem), 2) Menjabarkan
aspek
fisis
(Describe the Physics), 3) Merencanakan pemecahan(Ptan a Solution)i,4) Menjalankan
rencana pemecahan (Execute the Flan), dan 5) Mengevaluasi jawaban (Evaluate the A,nsv,ei) (Heller
Pengemb angan Modei Pembelaj aran ...
&
Heller, 200). Hasil pengembangan model berupa sintak yang disajik an pad{l abel}Eko Swistoro
pembelajaran yang berupa draf awal program/model
abel2 kah- model Problem
Tahapln Deskripsi
1.
Memahami Masalahsecara umum
l.
Identifikasi masalah2.
Deskripsi settingpemecahan/solusi2.
MenampilkanMasalah menurut aspek fisikal.
Mengorganisasi informasi (kecukupan informasi dengan menggunakan simbol fisika)2.
Membuat diagram. tabel, erafik atau gambar3.
Membuat suatu Rencana Pemecahan Masalahl.
Menrtapkan pola pemecahan2.
Membuat renana simulasi atau eksperimen (bila perlu)3.
Menulis persamaan (bila perlu)4.
MenjalankanRencana Menentukan hasil pemecahan (menggunakanketerampilan menghitung bila diperlukan) Melakukan eksperimen/simulasi bila diperlukan
Menggunakan keterampilan aliabar dan Geometri
1.
)
5.
EvaluasidanPerluasan1.
Mengoreksijawaban (kebenaranperhitungan, kerasionalan jawaban, keakuratan jawaban)2.
Diskusi hasil penyelesaian3.
Menemukan alternatif pemecahan lain4.
Memperluas konseo ilmiahdan
seneralisasiKe san Problem rsrka
a
Kemampuan Sub Kemampuan PS Deskripsi Kemampuan
Problem solving
Kemampuan Memahami Masalah seara l]mum (KMMU)
Keberhasilan mahasiswa dalam memahami
pernyataan masalah secara kualitatif Kemampuan Memahami Masalah
seara Fisika (KMI)
Keberhasilan mahasiswa dalam mengubah keadaan prinsip fisika dan situasi penampilan
kedalam bentuk gambar/sketsa fisika dan
simbol fisika seperti persamaan fisika secara
kuantitatif
KemampuanMatematika (KM) Keberhasilan mahasiswa dalani menggunakan
matematik yang diaplikasikan pada masalah khusus
Kemampuan membuat rencana
dan
menjalankan
rencana pemecahan masalah (KMR).Keberhasilan mahasiswa dalam keterpaduan cara menyelesaikan masalah secara menyeluruh
Untuk
langkah ruemahani permasoluhan dapat dikembangkan deskripsikualitatif
dalarnbentuk
gambaratau
kata-katayang
dapat membantu mahasiswauntuk
menemukan pokok persoalannya. Pada langkah menampillcan ntasalah menurut aspekfisikanya
mahasiswa dapatmenyederhanakan persoalan
jika
mungkin menggunakan gambar fisika dan mengajukanhubungan-hubungan yang berguua. Pada langkah ntembttctt suatu rencqna pen.tecahan, mahasiswa dapat
membuat suatu kerangka persamaan berdasarkan hubungan yang
telah
diajukan pada langkah sebelumnya. Pada iangkah menjalanku't rencana tersebut siswa dapat memanipulasipersamaan-persamaan, memasukkan bilangan-bilangan yang diketahui, dan memecahkan masalah aljabamya.
Pada langkah terakhir siswa harus mengevaluasi jawabannya, yaitu dengan memeriksa kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa jawaban tersebut sudah memuaskan.
Sistem sosial yang berkembang adalah minimnya peran pengajar/dosen sebagai pentmnsfsr pengeta*iuan, demokratis, pengajar dan mahasiswa
memiliki
status yang samayaitu
menghadapimasalah, interaksi yang dilandasi oleh kesepakatan.
Prinsip
reaksi yang dikenrbangkan adalahpengajar
lebih
berperan sebagai konselor, konsultan, sumberkritik
yang konstruktif, fasilitator,pemikir
tingkattinggi.
Peran tersebut ditampilkan utamanya dalam proses pembelajaran dimanamahasiswa meiakukan aktivitas pemecahan masalah. Sarana pembelajaran yang diperlukan adalah
berupa materi konfrontatif yang mampu membangkit kan proses berpikir tingkat tinggi, dan strategi pemecahan masalah yang menantang mahasiswa untuk melakukan usaha problem solving.
bel
Eko Swistoro Pengembangan Model Pembelajaran ...
Sebagai dampak pembelajaran dalam model ini adalah pemahaman, keterampilan kemampuan
pemecahan masalah, kemarnpuan komunikasi, dan keterampilah menggunakan pengetahuan se.uta
bermakna' Sedangkan dampak pengiringnya
adalah
keterampilan proses keilmuan. Adapun kemampuan problem solving yang dikembangkan (Tabel3)
adalah:a)
Kemampuan memahimi masalah secilrarhum
(KMMLD,b)
Kemampuan memahami masalah secaransita
6trrtMF),
c)Kemampuan matematika
(KM),
dand)
Kemampuan membuat rencana dan menjalankan rencana pemecahan masalah (KMR).Tabel 4
RUBRIK
Kemampuan Problem solving Fisikaa.
KMMU
b.
KMMF
c.
KM
d.
KMR
No Deskriotor Skor
I Seluruh pemyataan tidak tepat dan/atau berisi kesalahan-kesalahan
I 2 Banyak pernyataan yang salah 2
3 Sebagian pernyataan salah tidak
bersuna dan salah
J
4 Pernyataan berguna tetapi berisi sedikit kesalahan
4
5 Pernyataan berguna, tepat dan lengkap
5
No Deskriptor Skor
I Seluruh penyelesaian tidak jelas, tidak terfokus dan /atau tidak
konsisten
I
2 Banyak bagian penyelesaian yang
tidakjelas, tidak terfokus dan /atau
tidak konsisten
2
l Sebagian penyelesaian tidak j elas,
tidak terfokus dan /atau tidak
konsisten
3
4 Penyelesaian masalah ielas dan
terfokus dengan sedikit tidak
konsisten
4
No Deskriotor Skor
I Seluruh pendekatan/prinsip . fi sika tidak tepat dan/atau berisi kesalahan-kesalahan
I
2 Banyak pedekatan fisika vane salah 2
J Sebagian penerapan pendekatan
fisika salah
3
4 Ketepatan penClekatan fi sika berisi sedikit kesalahan
4
5 Pendekatan fisika tepat dan lenskao 5
No Deskriptor Skor
Seluruh perhitungan tidak tepat
dan /atau berisi kesalahan-kesalahan
I
2 Banyak perhitunsan vans salah 2
3 Sebagian perhitungan salah 3
4 Ketepatan perhitungan digunakan dengan sedikit kesalahan
4
5 Perhitungan tepat dan lengkap 5
Pengembangan Model Pembelaj aran ... Eko Swistoro
5
| Seluruh penyelesaian masalah nyata, 5 terfokus, dan berhubungan secaraUji
validitas model pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitianini
dilakukan melaliri studi eksperimen. Data Penguasaan Konsep mahasiswa dapat dilihat pada Tabel 5.abe Skor Pretes dan Postes PK
No Topik Rata-rata N-Gain (%) Keterangan
Pretest Postest
1 Pemantulan
l.l0
3.72 67.6 Sedang2 Pembiasan 1.13 3.53 6s,2 Sedang
Data Kemampuan Problem Solving dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6 Skor KPS Mahasiswa
No Topik Rata-rata N-Gain
(%)
KeteranganPretest Postest
1
KMMU
2.26 3,97 79.3 Tinssi2 KMMF 1,86 3,93 84,7 Tinesi
J
KM
1.96 3.83 83"3 Tinsei4 KMR 1.83 3.57 77 -3 Tinssi
Rata-rata 1.33 3,82 81,1 Tinssi
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terimakasih disampaikan
kepada dosen
mata
kuliah
Fisika Dasar II
yang telah membantu dalam penelitian
ini
dan mahasiswa
pendidikan
fisika
angkatan
2OO9I
2O1Osebagai subyek
penelitian.
DAFTAR
PUSTAKA
i
1.
D. E. Meltzer, Addendum tes: The Relationship between Mathematics Preparation. fOnline].Tersedia:http://wwrv.phvsics.iastate.edu/per /docs/adendum on nornralized gain ldiakses 9 Juni 2008], 2002.
2.
K. Heller, K., & P. Heller, The competent problent solverfor introductory physics. Boston: McGraw-Hill,2000.
3.
National Science Teachers Association- " Science-Technology-soclety: Science Educaion forthe 1980's," in NSTA HANDBOOI( 1985-86. Washington, DC: National Science Teachers Association, 1985, pp. 46-49.4.
P. Heller, R. Keith, & S. Anderson, "Teaching problent solving through cooperative groupirtg. Partl:
Groupversus individual problem solving". American Jounnl of Physics,60,(7), 621-636. (1992).
5.
W.R. Borg & M.D. Gall, M.D. Educational Research: An Introducllon. Nerv York: Longman, 1983.6.
Salpeter, 21"t Century Skill: Have Student Ready? Tersedia: http://www.21"tcenturyskill.org.I
diakses 27Maret 20091,2001.