1
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH DALAM MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI SISTEM RESPIRASI UNTUK KELAS XI
SMA NEGERI 6 MALANG
Mega Pratamasari Agustin, Amy Tenzer, Nursasi Handayani Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5 Malang E-mail: [email protected]
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan LKS dengan Scientific Approach dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi sistem respirasi, (2) menguji kevalidan, kepraktisan dan keefektifannya. Penelitian ini menggunakan model penelitian 4-D Thiagarajan, dkk. Penelitian ini dilakukan hanya dalam tiga tahapan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Sebelum diuji cobakan ke lapangan LKS divalidasi oleh ahli pengembangan bahan ajar, ahli materi dan praktisi lapangan. Selanjutnya LKS yang telah direvisi diuji cobakan pada subjek uji coba, untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifannya. Penilaian ahli pengembangan bahan ajar LKS sebesar 92,99% dengan (kriteria sangat valid), ahli materi sebesar 95,45% dengan ( kriteria sangat valid), praktisi lapangan sebesar 92,50% dengan (kriteria sangat valid). Hasil uji kepraktisan sebesar 83,07% dengan (kriteria praktis), uji keefektifan dinyatakan sangat efektif.
Kata Kunci: LKS, Scientific Approach, model pembelajaran inkuiri, model pengembangan 4-D Thiagarajan, kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. ABSTRACT: This study aimed to (1) develop worksheets with Scientific Approach in guided inquiry learning model in respiratory system chapter, (2) to test the validity, practicality and effectiveness. This study uses a model of research and development of the 4-D developed by Thiagarajan, et al. The study just conducted in three phases, define (definition), design (design) and develop (development). Prior tested to pitch LKS validated beforehand by material development experts, subject matter experts and practitioners in the field. Furthermore LKS revised tested on the subject of the trial, to determine the practicality and effectiveness. Based on the research results LKS has validity presentations by various experts validator LKS development of teaching materials by 92.99% with very valid criterion, subject matter experts of 95.45% with a very valid criteria, field practitioners amounted to 92.50%. The results obtained to test the practicality of that is 83.07% with practical criteria, testing the effectiveness of otherwise very effective.
Keyword: Worksheets, Scientific Approach,guided inkuiry learning model, model of research and development of the 4-D by Thiagarajan, valid, practicality, and effectiveness.
2 PENDAHULUAN
Kurikulum 2013 juga menuntut siswa untuk aktif dan pembelajaran berpusat pada siswa. Proses pembelajaran pada kurikulum 2013 menggunakan
Scientific Approach yang meliputi langkah-langkah yang harus dilalui pada
proses pembelajaran, yakni mengamati, menanya, mengumpulkan data (mencoba), mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Biologi merupakan satu dari mata pelajaran wajib di pendidikan Indonesia, pada pembelajaran biologi terdapat beberapa materi yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa (Wiyani, 2013: 26-27).
SMA Negeri 6 Malang adalah salah satu sekolah di kota Malang yang telah menerapkan Kurikulum 2013 sejak tahun ajaran 2013/2014 yang lalu. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di kelas XI MIA 2 di SMA Negeri 6 Malang menyebutkan bahwa LKS yang digunakan belum sepenuhnya menerapkan langkah-langkah Scientific Approach, yaitu kegiatan 5M. Selain itu, LKS tersebut tidak mendukung siswa untuk berperan aktif memahami materi. Hasil belajar pada tahun 2015 pada Kompetensi Dasar (KD) sistem respirasi ketuntasan belajar klasikal yang diperoleh sebesar 75%. Ketuntasan belajar klasikal menurut permendikbud tahun 2013 dikatakan tuntas jika, ketuntasan belajar klasikal sebesar 85%. Berdasarkan wawancara terhadap beberapa siswa kelas XII yang telah menempuh materi sistem respirasi juga menjelaskan bahwa LKS yang digunakan tidak efektif dan kurang variatif dalam proses memahami materi.
Alternatif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah adanya pengembangan LKS berbasis Scientific Approach dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing agar siswa dapat memahami materi, siswa termotivasi dalam hal pembelajaran sehingga hasil belajar siswa nantinya juga meningkat. Scientific Approach merupakan pendekatan yang digunakan pada kurikulum 2013 yang berpusat pada siswa. Pengembangan bahan ajar dengan menggunakan pendekatan saintifik yang telah dilakukan oleh Charisun (2014) dapat memudahkan siswa untuk melaksanakan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Menurut Marjan, dkk (2014) pada penelitiannya di Madrasah Aliyah (MA) Mu’allimat NW Pancor Selong Lombok Timur tentang pengaruh pembelajaran saintifik dijelaskan bahwa pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar biologi dan keterampilan proses sains.
Berdasarkan latar belakang, dikembangkan LKS berbasis Scientific
Approach dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi sistem
respirasi untuk kelas XI SMA Negeri 6 Malang.
METODE
Pengembangan LKS pada penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D milik Thiagarajan, dkk (1974), yang terdiri dari 4 tahapan yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Pengembangan LKS yang dilakukan dalam penelitian ini dibatasi hingga tahapan Develop, karena keterbatasan waktu dan dana.
3
Tahap pertama yaitu pendefinisian (define),tahap ini bertujuan untuk menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat pengembangan. Pada tahap ini ada lima langkah yang harus dilakukan yaitu 1) analisis awal-akhir, analisis yang digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan bahan ajar LKS, analisis awal-akhir meliputi: analisis KD yang digunakan di kelas XI MIA SMA Negeri 6 Malang mengacu pada kurikulum 2013, 2) analisis siswa, analisis ini dilakukan dengan cara wawancara terhadap siswa kelas XII tahun ajaran 2014/ 2015 SMA Negeri 6 Malang, 3) analisis konsep, analisis materi dilakukan dengan cara mengidentifikasi kompetensi yang akan dicapai, kemudian menentukan materi utama yang perlu diajarkan, mengumpulkan dan memilih materi dengan menyusunnya kembali secara sistematis, 4) analisis tugas, mengidentifikasi KD, indikator, dan tujuan pembelajaran dari materi sistem respirasi, 5) spesifikasi tujuan pembelajaran, sebelum merancang bahan ajar, tujuan pembelajaran dan kompetensi yang akan diajarkan perlu dirumuskan terlebih dahulu.
Tahapan kedua yaitu perancangan (design), tahap ini merupakan tahap untuk mendesain rancangan. Langkah-langkah dalam tahap ini adalah sebagai berikut: 1) pemilihan format, pemilihan format atau sitematika isi, konsep, dan urutan langkah yang akan dipaparkan dalam LKS yang dikembangkan, 2) perancangan awal, sebelum rancangan (desain) produk LKS dilanjutkan ke tahap berikutnya, maka rancangan produk LKS perlu divalidasi.
Tahap ketiga yaitu pengembangan (develop), tahapan ini dilakukan setelah tahap perancangan, yang juga merupakan tahap akhir pada penelitian ini. Adapun langkah-langkah yang digunakan sebagai berikut. 1) penilaian ahli pengembangan bahan ajar, ahli materi, dan praktisi lapangan, 2) uji coba lapangan, langkah ini dimaksudkan untuk memperoleh segala macam saran secara langsung dari subjek penelitian terhadap bahan ajar yang telah disusun. Subjek penelitian siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri Malang. Pada tahap ini ada 2 uji yang akan dilakukan yaitu uji kepraktisan produk dilakukan dengan cara memberikan angket respon kepada 20 siswa kelas XI MIA 2. Uji keefektifan produk dilakukan dengan cara uji kompetensi yang diberikan kepada 33 siswa kelas XI MIA 2.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian dan pengembangan ini telah menghasilkan produk yakni LKS berbasis Scientifict Approach dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi Sistem Respirasi kelas XI. Produk pengembangan LKS ini sudah di validasi oleh ahli media pengembangan, ahli materi, praktisi lapangan, dan di uji cobakan kepada siswa kelas XI MIA 2. LKS yang dikembangkan memuat, cover, 2) kata pengantar, 3) daftar isi, 4) petunjuk penggunaan LKS, 5) kompetensi dasar, 5) indikator, 6) kegiatan LKS, 7) alat dan bahan praktikum, 8) kata kunci, 9) target kegiatan LKS, 10) ringkasan materi, 12) uj kompetensi, 13) referensi.
Data hasil penelitian pengembangan ini diperoleh dari uji kevalidan, uji kepraktisan, serta uji keefektifan.
Uji kevalian
Uji kevalidan produk pengembangan dilakukan dengan menggunakan angket uji coba kevalidan yang di berikan kepada tiga orang validator, yaitu satu orang dosen biologi sebagai validator ahli pengembangan, satu dosen biologi
4
sebagai validator ahli materi, dan satu guru biologi SMA sebagai validator praktisi lapangan.
a. Ahli Pengembangan LKS
Ahli pengembangan LKS ini memvalidasi LKS berbasis Scientifict Approach dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi sistem respirasi kelas XI. Ringkasan data hasil validasi LKS oleh validator ahli pengembangan yang terlihat pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1. Ringkasan Data Hasil Validasi Ahli Pengembangan Bahan Ajar.
No. Aspek Pi Kriteria
1 Cover 87,50% Sangat Valid
2. Kata Pengantar 91,67% Sangat Valid
3 Daftar isi 100,00% Sangat Valid
4 Panduan penggunaan LKS 91,67% Sangat Valid
5. Indikator Kompetensi 75,00% Valid
6 Tujuan 100,00% Sangat Valid
7 Materi 95,83% Sangat Valid
8 Kegiatan 5M 95,83% Sangat Valid
9 Gambar 93,75% Sangat Valid
10 Soal uji Kompetensi 91,67% Sangat Valid 11 Daftar Rujukan (Referensi) 100,00% Sangat Valid
Rata-rata 92,99% Sangat Valid
b. Ahli Materi
Ahli materi yang memvalidasi LKS berbasis Scientifict Approach dalam model pembelajaran inkuiri pada materi sistem respirasi kelas XI SMA. Berikut merupakan ringkasan data hasil validasi oleh ahli materi dapat dilihat pada Tabel 1.2.
Tabel 1.2 Ringkasan Data Hasil Validasi Ahli Materi
No Aspek Pi Tingkat
kevalidan 1 Kesesuaian indikator pencapaian
kompetensi dengan kompetensi dasar 100,00% Sangat Valid 2 Kesesuaian materi sistem respirasi pada
manusia dan tujuan pembelajaran 100,00% Sangat Valid 3 Kejelasan materi sistem respirasi pada
manusia 100,00% Sangat Valid
4 Kebenaran konsep sistem respirasi pada
manusia 100,00% Sangat Valid
5 Kesuaian gambar sistem respirasi pada
manusia 75,00% Valid
6 Keseuaian soal dalam LKS Pada bagian sistem respirasi
pada manusia dengan tuntutan indikator
5 pencapaian
7 Kesesuaian materi gangguan pada sistem
respirasi dengan tujuan pembelajaran 100,00% Sangat Valid 8 Kejelasan penyajian materi gangguan
sistem respirasi 100,00% Sangat Valid
9 Kebenaran konsep gangguan sistem
respirasi 100,00% Sangat Valid
10 Kesesuaian gambar gangguan kelainan sistem respirasi pada hewan dengan konsep sistem respirasi
100,00% Sangat Valid 11 Kesesuaian soal LKS pada bagian
gangguan sistem respirasi 100,00% Sangat Valid
Rata-rata 95,45% Sangat Valid
c. Praktisi Lapangan
Berikut ringkasan data hasil validasi oleh praktisi lapangan dapat dilihat pada Tabel 1.3
Tabel 1.3 Ringkasan Data Hasil Validasi oleh Praktisi Lapangan
No Aspek Pi Tingkat
kevalidan
1 Kelayakan isi 95,83% Sangat Valid
2 Kesesuaian dengan Scientific Approach 95,83% Sangat Valid
3 Penyajian 95,00% Sangat Valid
4 Bahasa yang digunakan 83,33% Sangat Valid Rata-rata 92,50% Sangat Valid Berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan oleh validator ahli pengembangan bahan ajar LKS nilai yang diperoleh sebesar 92,99% dengan kriteria sangat valid, validator ahli ahli materi memberikan nilai 95,45% dengan kriteria sangat valid, validator praktisi lapangan memberikan nilai 92,50% dengan kriteria sangat valid. Berdasarkan kriteria validitas tersebut, LKS masih tetap dilakukan revisi berdasarkan komentar dan saran dari validator praktisi lapangan.
Uji kepraktisan dan uji keefektifan ini dilakukan dalam pembelajaran real, yang laksanakan dalam 6 pertemuan x 45 menit. Berikut merupakan hasil dan pembahasan uji kepraktisan dan uji keefektifan.
Uji kepraktisan
Uji kepraktisan produk pengembangan dilakukan dengan menggunakan angket respon siswa yang diberikan kepada 20 siswa SMA Negeri 6 Malang kelas XI MIA 2 sebagai subjek uji coba. Berikut ini merupakan tabel ringkasan data hasil uji kepraktisan dapat dilihat pada Tabel 1.4.
6
Tabel 1.4. Ringkasan Data Hasil Uji Kepraktisan LKS oleh Siswa Menggunakan Angket Respon Siswa
No Aspek yang dinilai Pi Kriteria
1 Kemenarikan cover yang digunakan. 86,25% Sangat Praktis 2 Saya mudah memahami informasi,
petunjuk, dan pertanyaan dalam LKS
83,75% Praktis 3 Saya mudah memahami masalah yang
terdapat pada LKS karena dikaitkan dengan lingkungan sekitar.
78,75% Praktis
4 Saya dapat terlibat aktif untuk menemukan konsep atau memahami materi pada LKS.
80,00% Praktis
5 Saya berkesempatan untuk melakukan pengamatan pada tahap awal
pemahaman materi pada LKS.
80,00% Praktis
6 Saya berkesempatan untuk
mengajukan pertanyaan mengenai materi yang dipelajari pada LKS.
78,75% Praktis
7 Saya mendapatkan data atau informasi lebih dalam kaitannya menemukan konsep dan memahami materi pada LKS.
86,25% Sangat Praktis
8 Saya berkesempatan mengemukakan ide dengan bahasa saya sendiri pada LKS.
86,25% Sangat Praktis
9 Saya lebih semangat dalam
mempelajari ateri sistem respirasi.
82,50% Praktis 10 LKS mendorong saya untuk lebih aktif
dan kreatif.
85,00% Sangat Praktis 11 Bahasa yang digunakan mudah saya
pahami.
86,25% Sangat Praktis
Rata-rata 83,07% Praktis
Berdasarkan uji kepraktisan yang telah dilakukan dengan menggunakan angket respon siswa. LKS dinyatakan praktis karena mendapat nilai 83,07% dengan kriteria praktis. Berdasarkan uji kepraktisan LKS yang dikembangkan dinyatakan praktis karena bahasa yang digunakan dalam LKS mudah dipahami dan sangat membantu dalam proses pembelajaran di kelas. Salah satu yang menarik dalam LKS pengembangan ini adanya kegiatan praktikum yang membuat siswa tidak bosan dalam mempelajari materi yang terdapat pada LKS.
Uji keefektifan
Uji coba produk pengembangan dilakukan dengan uji coba pemahaman atau uji kompetensi yang diberikan kepada 33 siswa SMA Negeri 6 Malang kelas XI MIA 2 sebagai subjek uji coba. Tabel uji keefektifan dapat dilihat pada Tabel 1.5.
7
Tabel 1.5 Data Hasil Uji Kompetensi LKS oleh Siswa
No Nama Nilai 1 AHS 75 2 AAL 86 3 BAD 88 4 CYH 82 5 CHW 84 6 DP 75 7 DRP 75 8 DAR 83 9 DT 88 10 IDY 80 11 JO 81 12 KDT 75 13 LAR 81 14 MHF 75 15 MK 85 16 MIH 75 17 MN 89 18 NW 90 19 NDP 82 20 NRA 86 21 OWD 81 22 RDP 83 23 RS 77 24 RHM 82 25 RIR 80 26 SO 76 27 TMK 87 28 TDW 81 29 VNP 83 30 WFA 88 31 YRA 87 32 YF 84 33 YM 89
Berdasarkan uji keefektifan siswa mendapatkan nilai terendah pada uji kompetensi ini yaitu 75 dan tertinggi 90. Uji keefektifan yang dilakukan mendapatkan kriteria sangat efektif. Hal ini dikerenakan ketuntasan belajar klasikal yang diperoleh sebesar 85% siswa mendapatkan nilai diatas KKM 75.
8
Kelebihan LKS yang dikembangkan yaitu 1) Tampilan LKS yang menarik dapat membantu siswa lebih semangat mengerjakan, 2) LKS menyajikan sebagian besar fenomena kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat mengetahui penerapan atau fungsi mempelajari materi sistem respirasi. Selain itu, siswa juga dapat lebih antusias dalam mempelajari materi, 3) setelah membaca fenomena yang ada di LKS siswa dapat melakukan kegiatan menanya 4) LKS memfasilitasi siswa untuk mengemukakan pendapatnya mengenai konsep atau materi yang dipelajari sehingga siswa lebih kreatif, 5) LKS dapat membantu siswa untuk aktif dalam menemukan sendiri konsep. 6) siswa dapat memberikan kesimpulan setelah mengerjakan LKS. LKS ini disusun sesuai dengan urutan kegiatan 5M, agar siswa dapat melakukan langkah kerja ilmiah secara runtut dan menguasai konsep-konsep yang telah didapat melalui langkah kerja ilmiah tersebut. Kelemahan yang terdapat pada LKS yaitu waktu pengerjaan soal- soal LKS membutuhkan waktu yang lebih lama dari waktu yang telah ditentukan dalam pengerjaan LKS. Soal yang terdapat pada setiap kegiatan LKS terlalu banyak dan juga fenomena yang disajikan terlalu panjang sehingga waktu yang dibutuhkan untuk membaca juga lama.
PENUTUP Kesimpulan
Kesimpulan yang dieroleh dari penelitian dan pengembangan LKS dapat disimpulkan bahwa: 1) LKS berbasis Scientifict Approach dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing menerapkan kegiatan ilmiah (5M) yang dilakukan secara runtut, 2) LKS berbasis Scientifict Approach dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing kelas XI SMA Negeri 6 Malang, dinyatakan sangat valid, praktis, dan sangat efektif,
Saran
Berdasarkan kesimpulan yang di atas saran yang diajukan sebagai berikut. 1) LKS yang dikembangkan ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan ajar alternatif atau fasilitas dalam kegiatan belajar dan pembelajaran, yang dapat membantu siswa mempelajari materi sistem respirasi, 2) pembuatan LKS selanjutnya penulisan fenomena lebih disingkat, font diperkecil lagi agar tidak membutuhkan halaman terlalu banyak, 3) produk yang dihasilkan hendaknya diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di seluruh kelas XI dalam satu sekolah, 4) produk yang dihasilkan hendaknya dilakukan penyebaran agar LKS berbasis Scientifict Approach dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat diketahui dan bermanfaat.
DAFTAR RUJUKAN
Charisun, M. 2014. Pengembangan Modul PembelajaranPendidikan Lingkuan Hidup dengan Pendekatan Saintifik Berorientasi Kontruktivisme untuk Siswa SMA N 1 Kepanjen kelas XI. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: FMIPA UM.
9
Marjan, J., Arnyana, I.B., & Setiawan, I.G. 2014. Pengaruh Pembelajaran Pendekatan Saintifik Terhadap hasil Belajar Biologi dan Kemampuan Keterampilan Proses Sains Siwa MA Mu’allimat NW Pancor Selong Kabupaten Lombok Nusa Tenggara Barat e-Journal Program
Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, Vol. 4: 38-46. (online), (http://pasca.undiksha.ac.id), diakses 20 Oktober 2015. Thiagarajan, S., Semmel, D. S & Semmel, M. I. 1974. Instructional Development
for Training Teachers of Expectional Children. Minneapolis,
Minnesota: Leadership Training Institute/Special Education, University of Minnesota.
Wiyani, N A. 2013. Desain Pembelajaran Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz media.