• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH PADA PROGRAM GERBANG PANGAN SERASI KABUPATEN TABANAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH PADA PROGRAM GERBANG PANGAN SERASI KABUPATEN TABANAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI

SAWAH PADA PROGRAM GERBANG PANGAN

SERASI KABUPATEN TABANAN

SKRIPSI

Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian Universitas Udayana

Oleh

Ni Luh Ade Pebriantari

NIM. 1205315009

KONSENTRASI PENGEMBANGAN BISNIS

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

2015

(2)

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA SKRIPSI

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya

yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan

tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat

yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis

diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Saya bersedia

dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam aturan berlaku apabila terbukti bahwa

skripsi ini bukan hasil karya saya sendiri atau mengandung tindakan plagiarism.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat

dipergunakan seperlunya.

Denpasar, Desember 2015

Yang menyatakan,

Ni Luh Ade Pebriantari NIM. 1205315009

(3)

ABSTRAK

Ni Luh Ade Pebriantari. NIM 1205315009. Analisis Pendapatan Usahatani Padi Sawah pada Program Gerbang Pangan Serasi Kabupaten Tabanan. Dibimbing oleh : Dr. Ir. I Nyoman Gede Ustriyana, MM dan Dr. Ir. I Made Sudarma, MS

Program Gerbang Pangan Serasi (GPS) adalah program sektor pertanian yang dimulai pada tahun 2013 oleh pemerintah daerah Kabupaten Tabanan. Program ini adalah sebuah percontohan sistem pertanian organik dengan tujuan untuk meningkatkan gairah masyarakat berproduksi di sektor pertanian dan memperbaiki kualitas lingkungan yang dinilai mengalami penurunan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara usahatani padi sawah program GPS dengan usahatani padi sawah konvensional yang telah lebih dulu dilaksanakan oleh petani khususnya di Kabupaten Tabanan. Guna mencapai tujuan penelitian tersebut dilakukan analisis pada kelemahan dan keunggulan program GPS serta analisis komparasi pada biaya, pendapatan, dan nilai R-C rasio.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga kelemahan dan lima keunggulan program GPS dibandingkan dengan usahatani konvensional. Hasil analisis biaya usahatani menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan petani pelaksana usahatani konvensional lebih besar dibandingkan dengan petani pelaksana program GPS. Hasil analisis terhadap pendapatan dan nilai R-C rasio usahatani menunjukkan bahwa pendapatan dan R/C rasio usahatani program GPS lebih baik dibandingkan dengan usahatani konvensional. Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa usahatani program GPS lebih menguntungkan dari segi ekonomi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa program GPS merupakan program yang cocok untuk menggantikan usahatani konvensional.

Kata Kunci : Program Gerbang Pangan Serasi, usahatani konvensional, dan pendapatan.

(4)

ABSTRACT

Ni Luh Ade Pebriantari. NIM 1205315009. Analysis of Paddy Rice Farming Income on the Gerbang Pangan Serasi Program in Tabanan Regency. Supervised by : Dr. Ir. I Nyoman Gede Ustriyana, MM dan Dr. Ir. I Made Sudarma, MS

Gerbang Pangan Serasi (GPS) is a program of agriculture sector that began in 2013 at Tabanan regency. This program is a pilot system of organic agriculture with purpose to increase agriculture products and improve environment.

The purpose of this research is to know the difference between GPS program farming with conventional farming which had already carried out by farmers. In order to achieve the objectives of the research, analysis was conducted on the weaknesses and advantages of the GPS program also comparative analysis of the costs, revenues, and R/C ratio.

The results showed that there are three shortcomings and five advantages of GPS program compared to conventional farming. Results of the analysis showed that conventional farming spend more cost than GPS programs. Results of the revenue and R/C ratios analysis shows GPS program is better than conventional farming. Based on the overall results of the research can be concluded that the GPS program farming more profitable in economic terms than conventional farming. GPS program is a program that is suitable to replace conventional farming.

(5)

RINGKASAN

Praktik bertani di Indonesia saat ini serupa dengan praktik bertani saat Revolusi Hijau pada tahun 1980-an yaitu banyak memanfaatkan masukan berbahan kimia. Salah satu alternatif jalan keluar dari ketergantungan input berbahan kimia adalah bertani secara ramah lingkungan dengan kegiatan pertanian organik.

Indonesia mendukung pertanian organik melalui pencanangan program Go

Organic 2010. Sejalan dengan program Go Organic 2010 yang dicetuskan oleh

pemerintah Indonesia, Pemda Provinsi Bali juga menyambut program serupa dengan tema Bali Clean and Green.

Kabupaten Tabanan merupakan salah satu kabupaten di wilayah Provinsi Bali dengan komoditas andalannya adalah padi sawah. Guna mempertahankan eksistensi sektor pertanian dan menyambut upaya menuju pertanian organik, pemerintah Kabupaten Tabanan membentuk program unggulan yang dinamakan program Gerbang Pangan Serasi (GPS) yang dituangkan dalam Peraturan Bupati Nomor 51 tahun 2012. Minat petani pindah jalur berusahatani dari sistem konvensional ke sistem usahatani program GPS mayoritas dipengaruhi oleh tingkat pendapatan yang dikatakan meningkat dan dampak positifnya terhadap keberlanjutan kualitas lingkungan.Pemerintah Kabupaten Tabanan juga mencoba menambahkan strategi tambahan berupa jaminan pasar dan harga dasar yang lebih tinggi untuk program GPS.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kelemahan dan keunggulan program GPS dibandingkan dengan usahatani konvensional, (2) perbandingan struktur biaya usahatani padi sawah program GPS dengan konvensional, (3) perbandingan pendapatan usahatani padi sawah program GPS dengan konvensional, dan (4) perbandingan nilai R-C rasio usahatani padi sawah program GPS dengan konvensional. Alat analisis yang digunakan adalah analisis biaya, pendapatan, dan R/C rasio usahatani. Pengolahan data menggunakan bantuan

software Microsoft Excel.

Hasil analisis pertama diperoleh kelemahan dan keunggulan program GPS. Kelemahan program GPS adalah pembayaran gabah sering terlambat, produktivitas lahan menurun, dan perawatan tanaman yang lebih intensif. Keunggulan program

(6)

GPS tersebut adalah harga gabah lebih tinggi, bulir beras lebih berat, tanah lebih gembur, kebutuhan air irigasi lebih sedikit, dan ketersediaan pasar yang jelas.

Hasil analisis perbandingan struktur biaya usahatani padi sawah program GPS dan konvensional menunjukkan bahwa biaya total yang dikeluarkan oleh petani pelaksana program GPS lebih kecil dibandingkan dengan petani usahatani padi sawah konvensional di Subak Keloda. Hasil analisis perbandingan pendapatan usahatani padi sawah program GPS dan konvensional menunjukkan bahwa pendapatan atas biaya tunai dan pendapatan atas biaya total dari petani pelaksana usahatani padi sawah program GPS lebih besar dibandingkan dengan petani konvensional. Hasil analisis perbandingan R/C rasio pada usahatani padi sawah program GPS dan konvensional menunjukkan bahwa Nilai R/C rasio untuk pendapatan tunai dan pendapatan total dari petani pelaksana usahatani padi sawah program GPS lebih besar dibandingkan dengan petani konvensional.

Kesimpulan berdasarkan analisis di atas adalah usahatani padi sawah program GPS lebih baik dibandingan dengan usahatani padi sawah konvensional. Program GPS memiliki keunggulan yang mampu memperbaiki keadaan lingkungan. Dari segi ekonomi, program GPS juga lebih menguntungkan dibandingkan dengan usahatani padi sawah konvensional. Keputusan pemerintah daerah Kabupaten Tabanan untuk membentuk dan melaksanakan program GPS telah tepat dan keputusan petani untuk berpindah sistem usahatani dari konvensional ke program GPS juga sudah tepat dilakukan. Saran untuk pelaksanaan program ini adalah sebaiknya dibentuk kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dengan petani dalam mensukseskan program serta memajukan sektor pertanian di Kabupaten Tabanan.

(7)

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH PADA PROGRAM

GERBANG PANGAN SERASI KABUPATEN TABANAN

Ni Luh Ade Pebriantari

NIM. 1205315009

Menyetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Ir. I Nyoman Gede Ustriyana, MM. Dr. Ir. I Made Sudarma, MS. NIP. 19611013 198603 1 002 NIP. 19600728 198601 1 002

Mengesahkan, Dekan Fakultas Pertanian

Universitas Udayana

Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, MS. NIP. 19630515 198803 1 001

(8)

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH PADA PROGRAM

GERBANG PANGAN SERASI KABUPATEN TABANAN

Dipersiapkan dan diajukan oleh

Ni Luh Ade Pebriantari

NIM. 1205315009

Telah diuji dan dinilai oleh Tim Penguji

pada tanggal 8 Desember 2015

Berdasarkan SK Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana

No : 2429/ UN14.1.23/DL/2015

Tanggal : 10 Desember 2015

Tim Penguji Skripsi adalah

Ketua : Dr. I Wayan Budiasa, SP, MP.

Anggota :

1. Ir. I Wayan Widyantara, MP.

2. Putu Udayani Wijayanti, SP, M.Agb. 3. Dr. Ir I Nyoman Gede Ustriyana, MM. 4. Dr. Ir I Made Sudarma, MS.

(9)

RIWAYAT HIDUP

Ni Luh Ade Pebriantari lahir di Denpasar, 26 Februari

1994. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara

pasangan I Made Rama, SE dan Ni Komang Ratnadi.

Pendidikan pertama ditempuh penulis di Taman

Kanak-kanak Kumara Adi I Denpasar (1988-2000). Pendidikan selanjutnya

ditempuh di SDN No 6 Sesetan (2000-2006), kemudian melanjutkan pendidikan

menengah pertama di SMPK 1 Harapan Denpasar (2006-2009). Pendidikan

menengah atas dilanjutkan di SMAK Harapan Denpasar (2009-2012). Pada tahun

2012 penulis diterima sebagai mahasiswa program studi Agribisnis, Fakultas

Pertanian, Universitas Udayana melalui jalur SNMPTN undangan.

Selama menjadi mahasiswa penulis aktif dalam kepanitian dan organisasi

mahasiswa. Penulis aktif ikut serta dalam kepanitian untuk program kerja yang

dilaksanakan himpunan program studi Agribisnis, Badan Eksekutif Mahasiswa

Fakultas Pertanian, dan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pertanian. Penulis

juga menjadi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian selama dua

periode yaitu periode jabatan 2013-2014 dan 2014-2015 sebagai anggota dari

bidang empat pengabdian masyarakat dan ditahun berikutnya menjabat sebagai

ketua bidang tujuh kesekretariatan. Penulis juga ikut serta dalam menulis karya

ilmiah mahasiswa dan manajemen kewirausahaan mahasiswa yang diadakan oleh

(10)

KATA PENGATAR

Penelitian mengenai analisis pendapatan usahatani padi sawah pada program Gerbang Pangan Serasi ini terdorong oleh keingintahuan penulis mengenai sistem usahatani yang baik untuk diterapkan oleh petani padi sawah khususnya di Kabupaten Tabanan sebagai daerah penghasil padi-beras terbesar di Provinsi Bali. Penelitian ini didukung oleh Badan Perencana Pembangunan Daerah dan Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Tabanan.

Puji syukur penulis panjatkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada:

1. Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, MS. selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, serta staf yang telah memberikan kemudahan serta bantuan dalam menyelesaikan penelitian ini.

2. Ir. I Wayan Widyantara, MP selaku Ketua Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana atas segala fasilitas dan kemudahan yang diberikan kepada penulis selama penyelesaian penelitian. 3. Prof. Dr. Ir. Made Antara, MS selaku pembimbing akademik yang senantiasa memberikan perhatian dan masukan dari awal perkulihan hingga akhir skripsi ini terselesaikan.

4. Dr. Ir. I Nyoman Gede Ustriyana, MM selaku pembimbing I dan Dr. Ir. I Made Sudarma, MS selaku pembimbing II yang telah memberikan perhatian, motivasi, masukan, dan kesabaran dalam memberikan bimbingan kepada penulis sehingga terselesaikannya skripsi ini.

5. Seluruh penguji, dosen, dan pegawai tata usaha Program Studi Agribisnis dan Fakultas Pertanian atas segala bantuan yang diberikan kepada penulis. 6. Bapak Made Artana dan Bapak Budiasa sebagai perwakilan dari Bappeda

dan BP3K Kabupaten Tabanan yang tiada henti memberikan informasi yang berguna bagi penulis dan membimbing dalam menyusun skripsi ini.

7. Bapak I Ketut Karma dan keluarga yang sudah menerima penulis dan bersedia memberikan ruang dan bantuan selama penulis melakukan penelitian di Desa Tunjuk, Kabupaten Tabanan.

(11)

8. Kedua orangtua penulis, Ayahanda I Made Rama dan Ibunda Ni Komang Ratnadi atas segala pengorbanan, doa, cinta, dan kasih yang tiada pernah ananda mampu membalasnya.

9. Kepada adik-adik penulis yang tercinta, Ambar Diantari dan Adi Pramantara yang senantiasa membantu dan menjadi bagian dari semangat, harapan dan kebahagiaan penulis.

10.Sahabat-sahabat penulis yang terkasih, Winda Novitasari, Wicanodian Surya, Kencana Maharani, Winda Arisandi, Dessy Anestesia, Priyatna Wulandari, dan Chatrine Anastasia yang tiada henti membantu dan menemani penulis selama menempuh kuliah hingga berhasil menyelesaikan skripsi ini, serta seluruh teman-teman Agribisnis Angkatan 2012 yang selalu memberikan semangat dan selalu ada disaat susah maupun senang.

11.Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Denpasar, Desember 2015

(12)

DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM ... i

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA SKRIPSI ... ii

ABSTRAK ... iii

ABSTRACT ... iv

RINGKASAN ... v

HALAMAN PERSETUJUAN ... vii

TIM PENGUJI ... viii

RIWAYAT HIDUP ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ... xviii

I. PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang... 1

1.2Rumusan Masalah ... 5

1.3Tujuan Penelitian ... 6

1.4Manfaat Penlitian... 6

1.5Ruang Lingkup Penelitian ... 7

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1Aspek Teknis Komoditi Padi... 8

2.2Gerakan Pembangunan Pangan Serasi ... 9

2.3Konsep Usahatani………... 12

2.4Konsep Penelitian Usahatani ... 14

2.5Biaya Produksi Usahatani... 16

2.6Pendapatan Usahatani ... 17

2.7Rasio Penerimaan dan Bia (R-C rasio) ... 19

2.8Kerangka Pemikiran ... 19

2.9Penelitian Terdahulu ... 22

(13)

III. METODE PENELITIAN

3.1Lokasi dan Waktu Penelitian ... 27

3.2Data dan Metode Penelitian ... 28

3.2.1 Jenis data ... 28

3.2.2 Sumber data ... 28

3.2.3 Teknik pengumpulan data ... 29

3.3Penentuan Sampel Penelitian ... 29

3.4Variabel Penelitian dan Pengukuran ... 30

3.5Batas Operasional Variabel ... 31

3.6Analisis Data ... 33

3.6.1 Aanalisis faktor pendorong dan penghambat ... 33

3.6.2 Analisis struktur biaya usahatani ... 33

3.6.3 Analisis pendapatan usahatani ... 35

3.6.4 Analisis R-C rasio usahatani ... 36

3.6.5 Uji Beda Biaya, penerimaan, dan pendapatan ... 37

IV. GAMBARAN UMUM 4.1Letak geografis dan pembagian administrasi Desa Tunjuk ... 42

4.1.1Letak geografis dan pembagian administrasi Desa Tunjuk ... 42

4.1.2Sejarah Subak Keloda... 43

4.1.3Keadaan Subak Keloda... 44

4.1.4Struktur organisasi Subak Keloda ... 45

V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1Analisis Kelemahan dan Keunggulan Pelaksanaan Usahatani Padi Sawah Program Gerbang Pangan Serasi ... 49

5.1.1Karakteristik responden ... 50

5.1.2Teknik budidaya padi sawah program Gerbang Pangan Serasi dan konvensional ... 56

5.1.3Penggunaan masukan dan hasil produksi ... 62

5.1.4Kelemahan usahatani padi sawah program Gerbang Pangan Serasi dibandingkan dengan usahatani padi sawah konvensional ... 70

(14)

5.1.5Keunggulan usahatani padi sawah program Gerbang Pangan Serasi

dibandingkan dengan usahatani padi sawah konvensional ... 73

5.2 Analisis Perbandingan Struktur Biaya Usahatani Padi Sawah Program Gerbang Pangan Serasi dan Konvensional ... 77

5.3 Analisis Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Program Gerbang Pangan Serasi dan Konvensional ... 80

5.4 Analisis Perbandingan R-C Rasio Usahatani Padi Sawah Program Gerbang Pangan Serasi dan Konvensional ... 72

VI. PENUTUP 6.1Simpulan ... 85

6.2Saran ... 86

DAFTAR PUSTAKA ... 87

(15)

DAFTAR TABEL

Nomor Teks Halaman 1.1. Luas Panen dan Tingkat Produksi Padi-Beras Provinsi Bali pada

Tahun 2013……… 3

2.1. Persamaan dan Perbedaan Penelitian ... 26

3.1. Variabel dan Pengukuran ... 31

3.2. Struktur Biaya Usahatani Padi Sawah ... 34

3.3. Perhitungan Analisis Pendapatan dan R/C Rasio Usahatani Padi Sawah……….... 37

3.4. Macam Rumus Uji Beda t Menurut Kesamaan Jumlah Sampel dan Varian……… 40

4.1 Nama Tempek pada Subak Keloda dan Luasnya... 45

5.1. Karakteristik Petani Responden berdasarkan Umur pada Subak Keloda……… 50

5.2. Karakteristik Petani Responden berdasarkan Tingkat Pendidikan pada Subak Keloda……… 52

5.3. Karakteristik Petani Responden berdasarkan Status Usaha pada Subak Keloda……….... ... 53

5.4. Karakteristik Petani Responden berdasarkan Umur pada Subak Keloda……… ... 54

5.5. Karakteristik Petani Responden berdasarkan Pengalaman Usahatani pada Subak Keloda……… ... 55

5.6. Karakteristik Petani Responden berdasarkan Luas Lahan pada Subak Keloda……… 55

5.7. Perbandingan Kegiatan Pemupukan Usahatani Padi Sawah Program GPS dan Usahatani Padi Sawah Konvensional pada Subak Keloda ... 61

5.8. Perbandingan Penggunaan Benih pada Usahatani Padi Padi Sawah Program GPS Konvensional pada Subak Keloda ... 63

5.9. Penggunaan Rata-rata Pupuk pada Usahatani Padi Sawah Program GPS di Subak Keloda……… 65 5.10. Penggunaan Rata-rata Pupuk pada Usahatani Padi Sawah

(16)

Konvensional di Subak Keloda…………. ... 65 5.11. Perbandingan Kebutuhan Tenaga Kerja pada Usahatani Padi

Sawah Program GPS dan Konvensional per Hektra per Musim Tanam pada Subak Keloda……….. ... 67 5.12. Perbandingan Produktivitas Usahatani Padi Sawah Program GPS

dan Konvensional pada Subak Keloda…... 69 5.13. Perbandingan Strur Biaya Usahatani Padi Sawah Program GPS

dan Konvensional pada Subak Keloda…... 78 5.14. Hasil Uji Beda t pada Struktur Biaya Usahatani Padi Sawah Program

GPS dan Konvensional………. ... 79 5.15. Perbandingan Pendapatan dan hasil Uji Beda t Penerimaan

Pendapatan Usahatani Padi Sawah dan Konvensional ... 81 5.16. Perbandingan R/C Rasio Usahatani Padi Sawah Program GPS

(17)

DAFTAR GAMBAR

Nomor Teks Halaman 2.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Operasional ... 22 4.1. Struktur Organisasi Subak Keloda………. ... 46

(18)

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Teks Halaman

1. Peta Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali ... 90 2. Peta Subak Keloda, Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Kabupaten

Tabanan, Provinsi Bali ... 91 3. Kuisioner Penelitian ... 92 4. Karakteristik Responden ... 99 5. Tabulasi Produksi Usahatani Padi Sawah Program GPS dan

Konvensional ... 101 6. Tabulasi Pemakaian Benih Usahatani Padi Sawah Program GPS dan

Konvensional ... 103 7. Tabulasi Pemakaian Pupuk Usahatani Padi Sawah Program GPS dan

Konvensional ... 105 8. Tabulasi Pemakaian Pestisida Usahatani Padi Sawah Program GPS

dan Konvensional ... 107 9. Tabulasi Pemakaian Tenaga Kerja Usahatani Padi Sawah Program

GPS dan Konvensional ... 110 10. Tabulasi Penyusutan Sarana Produksi Usahatani Padi Sawah Program

GPS dan Konvensional………... 113 11. Tabulasi Biaya Pajak dan Iuran Subak Usahatani Padi Sawah Program

GPS dan Konvensional……… 117 12. Hasil Uji Normalitas dengan Kolomogrov-Smirnov Usahatani Padi

Sawah Program GPS danKonvensional... 119 13. Hasil Uji F dan Uji Beda t Usahatani Padi Sawah Program GPS

Referensi

Dokumen terkait

Reliabilitas merupakann sesuatu yang dibutuhkan tetapi bukan persyaratan mutlak untuk validitas suatu instrument (Rasyid dan Mansur,2007).. Masalah dalam penelitian ini

dengan judul Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer Pada Toko Listrik HTS Jaya Dengan Menggunakan Metode Rapid Application Development

Persegi panjang merupakan benda simetris karena mempunyai garis lipatan yang dapat mempertemukan sisi-sisi luarnya dengan tepat.. Sedangkan jajargenjang bukan merupakan

Hasil perhitungan aspek finansial meliputi perhitungan nilai operating profit (OP) sebesar Rp.60.435.500, dapat digunakan untuk biaya produksi berikutnya, net profit

Dalam kajian ini, terdapat empat hipotesis nol yang diuji: (i) Tidak wujud hubungan yang signifikan antara deposit permintaan perbankan Islam dengan kadar pulangan

Dengan demikian, semakin tinggi nilai CAR semakin besar kemampuan modal yang dimiliki oleh bank untuk menanggung risiko dari setiap kredit yang berisiko dan mampu membiayai

penelitian ini dilakukan pengujian kekuatan geser restorasi resin komposit pada email gigi tetap setelah aplikasi asam fosfat 37% dengan durasi 5, 15 dan 25 detik. Alasan

Penelitian dalam kasus pertumbuhan ekonomi dengan model ekonometrika spasial data panel pernah dilakukan oleh Edi (2012) yang memodelkan laju pertumbuhan ekonomi