TUJUAN DARI PEMBERIAN MATERI “GAYA KERJA”
PESERTA MENGERTI TENTANG BERBAGAI MACAM GAYA KERJA TERMASUK
KELEMAHAN SERTA KEKUATAN DARI MASING-MASING GAYA KERJA.
PESERTA DAPAT MELIHAT DIRI TERMASUK
TIPE ORANG YANG BER- GAYA KERJA YANG MANA.
PESERTA DAPAT SEGERA MENYESUAIKAN GAYA KERJA-NYA DENGAN ORGANISASI DI-MANA DIA BERKARYA.
PESERTA BISA SEGERA MENYESUAIKAN DIRI DENGAN PIMPINANNYA SESUAI DENGAN TIPE GAYA KERJANYA.
BERBAGAI GAYA DALAM BEKERJA
UNTUK MENYELESAIKAN TUGASNYA,
SEORANG KARYAWAN PADA UMUMNYA TIDAK DAPAT MENGHINDARKAN KEHARUSAN UNTUK
BERHUBUNGAN DG. ORANG LAIN. ORANG LAIN INI BISA :
ATASANNYA BAWAHANNYA REKAN KERJANYA
ADA LIMA POLA DASAR
YG. DITERAPKAN SESEORANG
DALAM BERHUBUNGAN DG. ORANG LAIN. 1. MENGANGGAP ORANG LAIN ADALAH
“PEMBANTU”
UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAANNYA. 2. MENGANGGAP BAHWA DIRINYA ADALAH
“PEMBANTU” ORANG LAIN
UNTUK MENCAPAI KEPENTINGAN ORANG LAIN ITU.
3. MENGANGGAP BAHWA DIRINYA & ORANG LAIN ADALAH PRIBADI YANG BERDIRI SENDIRI
YG. TIDAK TERGANTUNG SATU TERHADAP LAINNYA.
4. MENGANGGAP BAHWA DIRINYA DAN ORANG LAIN
BERSAMA-SAMA HARUS MEMIKIRKAN KEPENTINGAN PIHAK LAIN
5. MENGANGGAP BAHWA
DIRINYA DAN ORANG LAIN ADALAH MITRA KERJA
YANG SALING MEMILIKI KEPENTINGAN DAN
CARA YANG DIPAKAI
SESEORANG DALAM BERUNDING DAPAT DIGOLONGKAN MENJADI
5 GAYA-KERJA UTAMA
CARA YANG DIPAKAI
SESEORANG DALAM BERUNDING DAPAT DIGOLONGKAN MENJADI
5 GAYA-KERJA UTAMA
CARA YANG DIPAKAI
SESEORANG DALAM BERUNDING DAPAT DIGOLONGKAN MENJADI
5 GAYA-KERJA UTAMA
CARA YANG DIPAKAI
SESEORANG DALAM BERUNDING DAPAT DIGOLONGKAN MENJADI
5 GAYA-KERJA UTAMA
CARA YANG DIPAKAI
SESEORANG DALAM BERUNDING DAPAT DIGOLONGKAN MENJADI
5 GAYA-KERJA UTAMA
DENGAN MEMAHAMI KONSEP GAYA-KERJA DAN MENGENALI CIRI-CIRI DARI
MASING-MASING GAYA,
SESEORANG DIHARAPKAN MAMPU MENGENALI GAYA KERJA PRIBADI
DAN
GAYA KERJA REKANNYA, SERTA MAMPU MELAKUKAN PILIHAN
UNTUK
MENERAPKAN GAYA KERJA YANG SESUAI DENGAN KONDISI
5 GAYA-KERJA TERSEBUT DI ATAS DISEBUT GAYA-KERJA UTAMA
SEBAB
DISAMPING KE 5 GAYA-KERJA TERSEBUT MASIH ADA GAYA-GAYA YANG LAINNYA.
DAN KE 5 GAYA-KERJA TERSEBUT YANG PALING SERING KITA JUMPAI
PERLU DIKETAHUI BAHWA SESEORANG MUNGKIN SAJA MENAMPILKAN LEBIH DARI SATU
MACAM GAYA-KERJA
GAYA YG. SERING DITAMPILAKAN ADALAH GAYA-KERJA “PRIMER” SEDANGKAN YANG TIDAK SERING
MUNCUL DISEBUT GAYA-KERJA “SEKUNDER”
JIKA SEORANG MEMIMPIN KELOMPOK KERJA TERTENTU
DAN PUNYA ASUMSI BAHWA :
[a]. ia adalah orang yang paling tahu tentang bagaimana harusnya pekerjaan dilakukan
[b]. ia adalah yang paling berhak mengambil keputusan dan juga paling
bertanggung jawab terhadap hasil kelompoknya
MAKA SANGAT BESAR KEMUNGKINANNYA DIA MENAMPILKAN GAYA-KERJA KOMANDAN
WALAUPUN PADA DASARNYA TIAP ORANG MEMPUNYAI
CARA SENDIRI DALAM MENJALANKAN TUGASNYA, TETAPI BERDASARKAN PERSAMAAN-PERSAMAAN
DALAM
CARA MEREKA MELAKUKAN PERUNDINGAN.
DAPAT KITA MENGGOLONGKAN CARA-CARA ITU KE DALAM SALAH SATU DARI KELIMA GAYA-KERJA
UTAMA, YANG TELAH DISEBUTKAN DIBAGIAN DEPAN.
BERIKUT INI ADALAH URAIAN MENGENAI MASING-MASING GAYA-KERJA.
GAYA - KERJA KOMANDAN
• Merasa benar sendiri
• Ia tahu apa yg. seharusnya ia lakukan.
• Suka memaksa orang lain u/ mengikuti pendapatnya. • Dalam kerja-sama ia berperan sebagai pengambil
keputusan.
• Mengharap orang lain mendukung idea dan gagasannya. • Ia tidak ingin dibantu, dipengaruhi dalam menentukan
GAYA - KERJA PELAYANAN
• Mempunyai keinginan yg. kuat untuk disenangi/diterima orang lain.
• Tidak tahan kalau dimusuhi.
• Mereka mempunyai asumsi bahwa hubungan baik dengan orang lain selalu membawa keberuntungan.
• Selalu menjaga perasaan orang lain. • Mendahulukan kepentingan orang lain.
GAYA - KERJA BOHEMIAN /
SENIMAN
• Orang yang tidak mau merepotkan & tidak mau dirrepotkan oleh orang lain.
• Segan untuk bekerjasama
• Suka bekerja sendiri & bertanggung jawab secara pribadi pada hasil pekerjaannya.
• Tidak peduli atas suatu perundingan dan hasilnya. • Tidak merasa sebagai anggota suatu kelompok.
• Tidak terlalu detail dalam mempelajari kepentingan orang lain.
GAYA - KERJA BIROKRAT
• Sangat teliti memperhatikan prosedur dan aturan yang berlaku.
• Bertindak sesuai aturan yg. berlaku.
• Pada dasarnya mereka tidak ingin dipersalahkan dikemudian hari.
• Berusaha sekuat-kuatnya u/ memiliki dasar hukum bagi setiap tindakannya.
• Mereka beranggapan bahwa semua pihak bekerja bersama-sama untuk kepentingan pembuat aturan.
GAYA - KERJA MANAJER
• Mereka berpendapat bahwa kerjasama yang baik adalah yang bisa memuaskan semua pihak.
• Selalu berupaya mencapai yg. terbaik untuk semua pihak. • Kalau semua pihak mendapatkan keuntungan, maka
kepatuhan terhadap suatu keptusan yang diambil akan kuat.
• Selalu mengingatkan konsekuensi terhadap suatu keputusan.
1. DALAM HAL NILAI & ASUMSI
• KOMANDAN : Orang pada umumnya hanya memikirkan
kepentingan pribadi dan kita harus berjuang, kalau perlu dengan kekerasan, untuk memenangkan kepentingan kita.
• Kepentingan kelompok harus didahulukan dari kepentingan perorangan.
• Orang bisa dipaksa bekerja keras, walaupun ia sebetulnya tidak menyenangi pekerjaan itu.
PELAYAN
• Hubungan baik akan banyak sekali membantu
dalam menjalankan pekerjaan yang melibatkan
orang lain. Kita harus berusaha menjaga
perasaan orang lain.
• Kalau orang sudah tidak senang pada kita,
pekerjaan kita akan banyak terhambat
.Bohemian / seniman
• Tanpa saya, dunia akan tetap berputar. Tidak ada gunanya saya repot-repot memikirkan kepentingan orang lain,
mereka toh juga tidak memikirkan kepentingan saya. • Kepentingan perorangan harus didahulukan dari
BIROKRAT
• Peraturan akan mengamankan segala-galanya, yang penting ikuti peraturan yang ada. Pada dasarnya orang mau mengikuti peratiran, kalau kitapun berpegang pada peraturan itu.
• Yang paling penting dalam bekerja adalah memenuhi tanggung jawab kita sesuai dengan peraturan yang berlaku.
• Kalau kita bertindak sesuai dengan peraturan yang berlaku, kita tidak bisa dipersalahkan.
MANAJER
• Memenuhi kepentingan orang lain belum tentu akan merugikan kepentingan diri sendiri.
• Usulan orang lain belum tentu bertujuan merugikan saya, karena itu ada baiknya memperhatikan usulan orang lain. Yang penting, kita berusaha mencapai yang terbaik untuk semua pihak.
6. DALAM MENGENDALIKAN KONFLIK
• KOMANDAN : Berusaha menenangkan konflik dengan wewenang atau kekuasaan yang dimiliki.
• Tidak merasa terganggu aleh ketegangan emosional yang timbul selama berlangsungnya konflik.
PELAYAN
• Berusaha untuk meredakan ketegangan emosional yang timbul sebagai akibat konflik.
• Meminta agar semua fihak menahan diri, dan bersedia mengalah demi memelihara ketenangan.
• Yang ingin diselesaikan adalah ketegangan emosionalnya, bukan konfliknya.
BOHEMIAN / SENIMAN
• Tidak perduli dengan ketegangan emosional yang berlangsung tetapi juga berusaha agar pihak lain mengikuti jalan pikirannya.
• Terserah orang lain maunya apa, pokok saya maunya begini.
BIROKRAT
• Tetap berusaha menggolkan alternatif
yang dianggap paling sesuai dengan
Berpegang pada slogan: “In a good negotiation, everybody wins.” Berusaha untuk mencapai yang terbaik bagi semua pihak; berasumsi bahwa jika semua pihak mendapat keuntungan, maka kepatuhan terhadap keputusan yang diambil akan kuat; orang akan lebih bergairah dalam
MANAJER
Berusaha untuk mencari inti perbedaan yang ada dan menawarkan
alternatif lain yang
mungkin diterima oleh kedua belah pihak.
DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN
• KOMANDAN : Mengambil keputusan yang dianggapnya
terbaik tanpa perduli ada pihak yang tidak setuju dengan keputusannya.
• Berusaha menggunakan wewenang untuk memaksakan keputusannya / pendiriannya.
PELAYAN
• Jarang mau secara tegas mengambil keputusan yang ditentang oleh pihak lain.
• Dalam perundingan yang dihadiri banyak orang, lebih suka bila keputusan bisa diambil melalui pemungutan suara.
BOHEMIAN / SENIMAN
Mengambil keputusan yang tidak merugikan
kepentingannya, dan tidak terlalu perduli apakah
BIROKRAT
• Jika merasa berwenang mengambil keputusan, maka ia cukup berani mengambil keputusan walaupun ada yang menentang.
• Keputusan yang diambil akan berdasarkan peraturan yang berlaku.
MANAJER
• Berusaha mengambil keputusan yang disepakati oleh semua pihak.
• Berusaha untuk menjelaskan akibat dari keputusan yang akan diambil.
• Selalu mempertimbangkan berbagai alternatif sebelum mengambil kesimpulan.
• Mencek lebih jauh pihak lain benar-benar puas dengan keputusan yang akan diambil.
Kalemnya Jokowi dan Garangnya Ahok Memimpin Jakarta
Liputan6.com, Jakarta: Gaya Kerja kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang bertolak belakang dinilai banyak kalangan merupakan kombinasi yang tepat untuk
Prijanto Nilai Gaya Kerja Jokowi-Ahok seperti Militer
Angkasa Yudhistira - Okezone Browser anda tidak mendukung iFrame
Jum'at, 19 Oktober 2012 08:30 wib
Foto: Okezone
JAKARTA - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto menilai positif gaya kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki T Purnama (Ahok) dalam menjalankan kepemerintahan Provinsi DKI Jakarta.