• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KEMATANGAN DAN PERENDAMAN EMBRYO SECARA SINGKAT DI DALAM LARUTAN ASAM GIBBERELLAT (GA3 ) TERHADAP PERKECAMBAHAN KELAPA KOPYOR SECARA IN –

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENGARUH KEMATANGAN DAN PERENDAMAN EMBRYO SECARA SINGKAT DI DALAM LARUTAN ASAM GIBBERELLAT (GA3 ) TERHADAP PERKECAMBAHAN KELAPA KOPYOR SECARA IN –"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGARUH KEMATANGAN DAN PERENDAMAN EMBRYO

SECARA SINGKAT DI DALAM LARUTAN ASAM

GIBBERELLAT (GA

3

) TERHADAP PERKECAMBAHAN

KELAPA KOPYOR SECARA

IN

VITRO

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mencapai Derajat Sarjana S-1

Oleh

ALWI SUBARKAH 0701070031

(2)

PENGARUH KEMATANGAN DAN PERENDAMAN EMBRYO SECARA SINGKAT DI DALAM LARUTAN ASAM GIBBERELLAT (GA3)

TERHADAP PERKECAMBAHAN KELAPA KOPYOR SECARA

IN-VITRO

ABSTRAK

Kelapa kopyor mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, hampir 10 kali lipat dibandingkan dengan kelapa normal. Kendala yang dihadapi dalam budidaya kelapa kopyor adalah penyediaan bibit yang harus dilakukan melalui kultur embryo. Salah satu kendala dalam melakukan kultur embryo adalah tidak seragamnya umur embryo yang digunakan sebagai sumber eksplan, sehingga dalam penelitian ini dilakukan uji pengaruh umur dan perlakuan GA3 terhadap

pertumbuhan embryo kelapa kopyor secara in - vitro. Medium kultur embryo yang

digunakan adalah medium “hybrid embryo culture medium” (Rillo, 2004), sedangkan eksplan yang digunakan adalah embryo kelapa kopyor umur 9 bulan (muda) dan 11bulan (tua). Kedua macam embryo tersebut direndam dalam medium yang mengandung GA3 dengan konsentrasi 10-5 M selama 15 dan 30

menit. Sebagai kontrol, embryo direndam di dalam medium tanpa GA3 selama 15

menit sebelum inisiasi. Embryo kelapa ditanam pada medium cair dan diinkubasi di tempat gelap hingga berkecambah kemudian disubkultur ke medium padat dan dipelihara di tempat yang terang dengan fotoperiode 14 jam terang dan 10 jam gelap. Pengamatan perkecambahan dilakukan setiap 2 hari sekali hingga embryo berkecambah seluruhnya sedangkan pengukuran berat basah, tinggi tunas, panjang akar primer, dan jumlah akar primer dilakukan setiap subkultur. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji analisis varian (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95% yang dilanjutkan dengan Fisher’s least significant differences (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur embryo dan perlakuan perendaman secara singkat di dalam medium yang mengandung GA3 tidak

berpengaruh terhadap waktu yang dibutuhkan oleh embryo untuk berkecambah serta persentase embryo yang berkecambah. Embryo umur 9 bulan maupun 11 bulan berkecambah dalam waktu antara 19 – 35 hari dengan persentase antara 97 – 100 %.Umur embryo dan perendaman embryo secara singkat di dalam larutan GA3 juga tidak berpengaruh terhadap berat basah tunas, tinggi tunas, panjang akar

primer dan jumlah akar primer. Namun, perlakuan perendaman embryo di dalam medium GA3 mampu meningkatkan berat basah hingga mencapai 1,2 g per tunas

dan panjang akar primer mencapai 2,4 cm tetapi tidak berpengaruh terhadap panjang tunas dan jumlah akar primer setelah 24 minggu dipelihara.

(3)

MOTTO

Apabila engkau tidak melihat bulan sabit maka belajarlah kepada manusia yang melihatnya dengan mata kepala.

Bilamana seseorang ada akal fikiran, dalam semua perkara baginya pengajaran.

(4)

PERSEMBAHAN

Skripsi ini dipersembahkan untuk:

Ayah dan Ibu tercinta

Sahabatku dan teman teman Biologi UMP

(5)

UCAPAN TERIMA KASIH

Alhamdulillah saya panjatkan puji syukur kepada Allah Yang Maha Esa

serta sholawat dan salam kepada kanjeng nabi Muhammad SAW. Puji syukur atas

rizki dan hidayahnya sehingga tugas akhir dan penulisan skripsi yang berjudul

“Pengaruh kematangan dan perendaman embryo secara singkat di dalam larutan

asam gibberellat (GA3) terhadap perkecambahan kelapa kopyor secara In-Vitro

dapat diselesaikan.

Pada kesempatan yang berharga ini, secara khusus saya mengucapkan

terima kasih kepada Bapak Sisunandar, Ph.D. dan Drs. Arief Husin, M.Si. selaku

pembimbing skripsi yang telah membantu, membimbing dan memberikan

dorongan selama pelaksanaan penelitian dan penulisan skripsi. Selain itu saya

juga menyampaikan terima kasih kepada:

1. Drs. Joko Purwanto, M.Si. selaku Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah

Purwokerto.

2. Seluruh dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas

Muhammadiyah Purwokerto.

3. Teman – teman pendidikan biologi 2007 dan seluruh laboran yang sudah

membantu dalam berlangsungnya penelitian ini.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan dan melimpahkan rahmat-Nya kepada

mereka serta menjadi amal shaleh.

Akhirnya dengan penuh kerendahan hati penulis menerima kritik dan saran

dari semua pihak untuk kesempurnaan skripsi ini sehingga dapat bermanfaat bagi

yang membaca dan membutuhkannya.

Purwokerto, 29 Februari 2012

(6)

DAFTAR ISI

Halaman

UCAPAN TERIMAKASIH ... viii

DAFTAR ISI ... ix

BAB III METODE PENELITIAN 3.2. Bahan Penelitian... 23

3.3. Isolasi dan Sterilisasi Embryo Kelapa Kopyor ... 23

3.4. Induksi Embryo Kelapa Kopyor ... 24

3.5. Pemanjangan Tunas dan Induksi Akar ... 25

3.6. Uji Pengaruh Umur Embryo dan Perendaman Embryo secara Singkat Pada Media dengan Penambahan Asam Gibberellat (GA3)Terhadap Pertumbuhan Embryo Kelapa Kopyor secara In Vitro... 26

3.7. Observasi, Pengukuran dan Analisis Data ... 27

BAB 1V HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Pengaruh Umur dan Perlakuan Perendaman Embryo Ke dalam Media dengan Penambahan Asam Gibberellat (GA3) terhadap Perkecambahan Embryo Kelapa Kopyor ... 30

4.2. Pengaruh Umur dan Perlakuan Perendaman Embryo Ke dalam Media dengan Penambahan Asam Gibberellat (GA3) terhadap Pertumbuhan Embryo Kelapa Kopyor... 32

(7)

BAB V SIMPULANDANSARAN

5.1. Simpulan ... 41

5.2. Saran ... 42

DAFTAR PUSTAKA ... 43

(8)

DAFTAR GAMBAR

Nomor Judul Gambar Halaman

2.1. Kelapa kopyor ... 10

2.2. Asam Gibberellat (GA3) ... 17

3.1. Pohon kelapa kopyor... ... 23

3.2. Isolasi dan sterilisasi embryo kelapa kopyor. A. Pengupasan kelapa kopyor, B. Isolasi embryo kelapa, C. Pencucian embryo kelapa kopyor, D. Isolasi embryo pada emdosperm, E. Sterilisasi dengan hipoklorit 2,5 %, F. Embryo yang siap digunakanuntukuji dalam penelitian... ... 24

3.3. A. Embryo ditanam pada medium HEC cair di tabung; B. Embryo yang berkecambah ditanam pada medium HEC padat; C. Induksi tunas dan akar pada tabung berukuran 20 x 200 mm; D. Induksi tunas dan akar pada tabung nescafe; E. Planlet dalam botol nescafe dengan sungkup. ... 25

3.4. A. Cara menimbang berat basah embryo. B. Penimbangan medium... ... 28

3.5. A. Pengukuran panjang tunas. B. Pengukuran panjang akar primer. C. Penghitungan jumlah akar primer ... 29

4.1. Pengaruh perendaman embryo di dalam media yang mengandung GA3 dengan konsentrasi 10-5 M terhadap waktu yang dibutuhkan

oleh embryo kelapa kopyor untuk berkecambah... ... 31

4.2. Respon embryo terhadap perlakuan perendaman di dalam media yang mengandung GA3 dengan konsentrasi 10-5 M selama 15 menit

(C, D) dan 30 menit (E, F) serta kontrol tanpa perendaman (A, B) terhadap perkecambahan embryo kelapa kopyor yang berumur 9 bulan (A, C, E) dan embryo yang berumur 11 bulan (B, D, F)... ... 32

(9)

GA3sebanyak 10-5 selama 15 menit (GA 15) dan 30 menit (GA 30)

serta tanpa perendaman (GA 0). Pada setiap diagram batang yang diikuti oleh huruf yang berbeda pada setiap umur perlakuan menunjukkanadanya perbedaan yang nyata antar perlakuan setelah analisis menggunakan t–test pada tingkat kepercayaan 95 %... ... 33

4.4. Respon embryo terhadap perlakuan perendaman di dalam larutan GA3 dengan konsentrasi 10-5 M selama 15 menit (C, D) dan 30

Referensi

Dokumen terkait

PENGARUH PERENDAMAN DALAM LARUTAN GULA TERHADAP PERSENTASE OLIGOSAKARIDA DAN.. SIFAT SENSORIK TEPUNG KACANG KEDELAI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama waktu perendaman untuk mengurangi residu formalin pada ikan tongkol melalui metode perendaman dalam larutan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perlakuan pendahuluan perendaman limbah serutan kayu dalam beberapa konsentrasi larutan asam asetat terhadap

PENGARUH LAMA WAKTU PERENDAMAN BIJI DURIAN DALAM LARUTAN ASAM SITRAT TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA TEPUNG

Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa lama perendaman biji kopi robusta dalam air kelapa terhadap perkecambahan benih kopi robusta berpengaruh nyata terhadap

Sebagaimana hasil pengujian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa perendaman serat sabut kelapa dalam larutan NaOH 20% memberikan pengaruh terhadap diameter serat,

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman larutan kapur sirih dalam berbagai konsentrasi yaitu 0,3%, 0,6%, 0,9%, 1,2% dan 1,5% selama 6 jam terhadap kadar

Perlakuan lama perendaman berpengaruh nyata dalam mempercepat laju perkecambahan, meningkatkan indeks vigor, meningkatkan persentase kecambah normal, menurunkan persentase