• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dengan menggunakan metode eksperimen semu (quasy

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dengan menggunakan metode eksperimen semu (quasy"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

61 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN.

3. 1 Metode Penelitian

Penelitian ini dengan menggunakan metode eksperimen semu (quasy experiment), dengan desain “The Matching Only Pretest-Postest Control Group ”, dengan dua variabel yaitu variabel bebas (indenpedent varible) dan variabel terikat (dependent variable). Pariabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran IPA baik dengan pendekatan inkuiri, maupun dengan menggunakan pendekatan konvensional. Sedangkat pariabel terikat (dependent variable) dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa dan inkuiri.

Penelitian ini diambil sebagai kelompok kontrol, dan kelompok eksperimen. Kedua kelompok diperlakuakan tidak sama, kelas konrol dengan pembelajaran yang biasa dilakukan sehari-hari oleh guru (pembelajaran konvensional), sedangkan kelas eksperimen dengan menggunakan pembelajaran inkuiri.

Menurut Sukmadinata (2009:59) eksperimen semu (quasi experimental) pada dasarnya sama dengan eksperimen murni, yang membedakannya adalah dalam pengontrolan variable yang dianggap paling dominan. Faktor-faktor yang mendasari pengambilan adanya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen setelah diadakan pengukuran kecerdasan, diambil secara berpasangan

(2)

62 3.2 Desain Penelitian

Desain pada penelitian ini menggunakan desain The Matching Only Pretest-Postest Control Group (Fraenkel & Wallen, 1993: 243). Desain penelitian menurut Fraenkel & Wallen seperti diagram berikut.

Gambar 3.1

Keterangan:

O : Pengukuran awal (pre test) dan pengukuran akhir (post test) M : Matching subjects untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen XA : Perlakuan pembelajaran di kelas eksperimen

XB : Perlakuan pembelajaran di kelas kontrol

Fraenkel & Wallen (1933:243) dalam Suryamah, Imas (2008) the matching subjects adalah subjek penelitian ini yang tidak di tetapkan secara acak tetapi dengan cara mencocokkan subjek yang berada dalam kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol pada variabel penelitian. Pencocokan ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa kedua kelompok ekuivalen dan homogen dalam variabel tersebut. Anggota dari masing-masing pasangan yang dicocokan kemudian ditetapkan menjadi kelompok eksperimen dan kontrol secara mekanis. Dengan kata lain, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperbolehkan setelah siswa diberi perlakuan prates yang berhubungan dengan variabel dependen penelitian. Berdasarkan hasil uji homogenitas dari kedua kelompok berdasarkan

Treatment group O M XA O

(3)

63 skor pretest, dimana berdasarkan uji tersebut bahwa kedua kelompok itu homogen.

Pada tahap awal dilakukan kajian terhadap pembelajaran yang biasa dilakukan di sekolah dan hasil tes prestasi belajar siswa berupa nilai yang diperoleh dan terkumpul ketika akhir semester,.

Pada tahap berikutnya adalah mempersiapkan penelitian dengan menyiapkan instrument penelitian untuk mengumpulkan data. Setelah data terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan bantuan SPSS untuk mengolah data hasil belajar siswa, serta meneliti perbedaan proses pembelajaran yang berlangsung pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.

Hasil dari pengolahan data dapat dilaporkan sebagai laporan penelitian yang memberikan sejumlah rekomondasi yang logis.

3. 3 Prosedur Penelitian

Langkah-langkah eksperimen yang ditempuh adalah sebagai berikut : 1. Mengadakan pretest terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol

2. Melakukan percobaan terhadap kelas eksperimen, yaitu dengan memberikan pembelajaran IPA dengan pendekatan pembelajaran inkuiri 3. Terhadap kelas kontrol dilaksanakan pembelajaran dengan materi yang

sama dengan kelas eksperimen yang membedakan hanya dalam menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional

(4)

64 5. Menghitung perbedaan rata-rata, baik dikelas eksperimen maupun dikelas

kontrol dengan menggunakan bantuan statistik SPSS

6. Kegiatan terakhir menghitung perbedaan gain dari kelas eksperimen dan kelas kontrol

3.4 Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian

Lokasi penelitian ini dikasanakan di SDN Kramatwatu II di wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang. Sedangkan populasi penelitian adalah siswa sekolah dasar, dengan sampel siswa pada sekolah tersebut.

Dipilihnya Sekolah Dasar Negeri Kramatwatu II menjadi tempat penelitian adalah sekolah tersebut merupakan sekolah inti, sehingga menjadi pertimbangan jika hasil penelitian ini dapat dikembangkan di sekolah tersebut dan dapat memberikan imbas pada sekolah imbasnya yang merupakan binaan sekolah dasar inti, selain itu Peneliti mengajar atau bekerja pada sekolah tersebut, sehingga memudahkan penelitian tanpa harus meninggalkan tugas pekerjaan.

3. 5 Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Yang dimaksud dengan tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan untuk mengukur keterasmpilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.

(5)

65 Tes yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes prestasi atau achievement test, yaitu tes untuk mengukur pencapaian seseorang sebelum dan sesudah mempelajari sesuatu. Sebagai instrumen penelitian ini digunakan butir-butir soal tes yang masing-masing mengukur satu variabel.

Data yang dikumpulkan melalui penelitian ini adalah data mengenai hasil tes awal siswa sebelum diberi perlakuan pembelajaran, data pelaksanaan perlakuan, dan data hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan

Data kemampuan awal siswa didapat dengan memberikan tes awal atau pretest sebelum pembelajaran dilaksanakan. Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan pada ranah kognitif dengan variasi tingkatannya. Instrumen yang digunakan berupa butir-butir soal. Butir butir soal yang sama diberikan untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pemberian tes awal ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebagai titik tolak pembelajaran.

Data pelaksanaan perlakuan diperlukan untuk memonitor perbedaan aktivitas siswa dalam pembelajaran pada kelompok kontrol dan pembelajaran pada kelompok eksperimen. Hal ini penting untuk membuktikan perbedaan yang signifikan antara proses dua yang berbeda..

Data kemampuan hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan berupa posttest dengan soal yang sama yang digunakan pada pretest. Pengumpulan data dilakukan setelah proses pembelajaran pada kelas kontrol dan kelas eksperimen selesai dilaksanakan. Pengumpulan data hasil belajar siswa setelah perlakuan

(6)

66 belajar dimaksudkan untuk mendapatkan perbedaan pencapaian nilai dari titik awal mereka mulai pada saat pre test

3.6 Pengembangan Instrumen Penelitian

Penelitian ini menggunakan instrumen berbentuk tes yntuk mendapatkan data, yaitu data kemampuan awal siswa dan data kemampuan akhir siswa (pre test dan post test). Pemberian tes awal dan tes akhir diberikan secara nyata sebagai sebuah situasi tes.

Sebelum memberikan tes, terlebih dahulu menyusun kisi-kisi, yaitu sebuah tabel yang menunjukkan antara konsep-konsep yang ingin dicapai dengan buitir soal yang sesuai . Penyusunan butir-butir soal dimaksudkan unktuk :

1. Peneliti memiliki gambaran yang jelas dan lengkap tentang jenis unstrumen dan isi dari butir-butir soal yang akan disusun.

2. Peneliti mendapat pedoman dalam menuliskan butir-butir soal 3. Instrumen yang disusun menjadi sistematis

4. Peneliti mendapatkan peta perjalanan pengumpulan data 5. Menjamin validitas dan reliabilitas instrumen penelitian

Selanjutnya setelah penyusunan kisi-kisi, peneliti menyusun instrumen penelitian dengan melalui tahap-tahap sebagai berikut :

1. Perencanaan, meliputi perumusan tujuan dan pembuatan tabel spesifikasi 2. Penulisan butir soal

3. Penyuntingan 4. Uji coba

(7)

67 6. Mengadakan revisi terhadap item tes yang tidak valid adan reliabel

Uji coba dilakukan untuk mendapatkan item tes yang memenuhi standar validitas dan reliabilitas. Validitas adalah suatu ukurasn yang mernunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Sebuah instrumen yang valid mampu mengukur vapa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data yang benar dan tepat dari variabel yang diteliti. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud. Untuk memperoleh instrumen yang valid, peneliti mengikuti langkah-langklah pembuatan instrumen, yaitu memecah variabel menjadi sub variabel dan indikator, dilanjutkan dengan menuliskan butir-butir pertanyaan. Apabila cara dan isi sudah benar dapat dikatakan bahwa peneliti memperoleh instrumen yang validitas logis, jika menurut logika akan dicapai suatu tingkat validitas yang dikehendaki.

Reliabilitas menunjukkan dari suatu pengertian bahwa suatu instrumen dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data. Instrumen yang baik adalah tidak memiliki sifat tendensius yang akan mengarahkan responden untuk memilih jawaban tertentu.

Instrumen yang reliabel akan menghasilkan data yang reliabel juga. Jika data yang dihasilkan sesuai dengan kenyataan, maka data itu beberapa kali harus diambil dengan instrumen yang sama, hasilnya akan tetap sama. Reliabilitas merunjuk pada tingkat keterendahan sesuatu.

Pada kelas kontrol, yaitu kelas yang melaksanakan pembelajaean eksperimen, peneliti memberikan pedoman bagi guru berupa skenario

(8)

68 pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran konvensional yang biasa berjalan, tetap berjalan seperti biasanya.

Pada kelas kontrol, yaitukelas yang melaksanakan pembelajaran eksperimen, peneliti memberikan pedoman bagi guru berupa skenario pembelajaran

Instrumen hasil tes awal berupa butir-butir soal kognitif dengan memperhatikan klasifikasi menurut teori Taksonomi Bloom, yakni: pengetahuan, pemehaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Pedoman penilaian yang digunakan berupa kunci jawaban yang benar dengan skor setiap soal.

Sebelum data diolah lebih lanjut dipastikan bahwa data yang diperoleh melalui instrumen pengumpulan data adalah valid dan reliabel, maka dilakukan uji coba soal. Uji coba soal diberikan pada sekolah yang berbeda dengan maksud untuk menjamin soal yang digunakan sebagai instrumen penelitian. Sekolah yang digunakan untuk uji coba soal adalah SDN Kramatwatu 3, Dimana kelas yang digunakan untuk uji coba soal ini sudah mendapatkan materi energi dan penerapannya sehingga siswanya dianggap mampu untuk menjawab butir-butir soal yang diberikan.

Perbedaan waktu untuk memberikan materi pelajaran pada sekolah-sekolah, tidak menjadi kesalahan sebab dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dijelaskan waktu pengajaran di berikan menjadi otonomi dan pertimbangan guru dan sekolah tersebut:

Peneliti menyiapkan soal sebanyak 20 butir soal berbentuk pilihan ganda. Dari 20 butir soal melalui uji validitas tersisih 5 butir soal, sehingga tersisa 15 butir soal yang dapat digunakan sebagai alat pengumpul data.

(9)

69 Pada penelitian ini masing-masing kelas melakukan tiga kali pertemuan pada pokok bahasan energi dan penerapannya. Pretest dilakukan diawal pertemuan pertama dan posttest diberikan pada akhir pertemuan ketiga.

Tabel 3.1

Validitas Butir Soal (Pre test)

No. Soal Nilai r r table Keterangan

1 0,421 0,433 tidak valid 2 0,580 0,434 Valid 3 0,686 0,435 Valid 4 0,559 0,436 Valid 5 0,586 0,437 Valid 6 0,497 0,438 Valid 7 0,492 0,439 Valid 8 0,442 0,440 Valid 9 0,662 0,441 Valid 10 0,586 0,442 Valid 11 0,466 0,443 Valid 12 0,497 0,444 Valid 13 0,549 0,445 Valid 14 0,580 0,446 Valid 15 0,538 0,447 Valid 16 0,005 0,448 tidak valid 17 0,385 0,449 tidak valid 18 0,538 0,450 Valid 19 0,160 0,451 tidak valid 20 0,358 0,452 tidak valid

Dari tabel di atas diperoleh keterangan bahwa soal nomor 1, 16, 17,19 dan 20 tidak valid pada taraf kepercayaan 1% dan 5%, sehingga butir soal yang digunakan dalam instrumen ini adalah nomor 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, dan 18 yang berjumlah 15 soal.

(10)

70 Tabel 3.2

Reliabilitas Soal

Dari tabel di atas diperoleh nilai reliabilitas soal yaitu sebesar 0,845 dengan jumlah butir soal 15 item. Nilai ini menunjukkan bahwa alat ukur (instrument) tersebut reliabel.sebagai alat pengumpul data.

diperoleh dari hasil pre test dan post test. Pengolahan data dilakukan terhadap skor yang diperoleh siswa tanpa melakukan konversi terhadap nilai dalam skala 1-10. Pengubahan skor terhadap skala nilai akan mengubah normalitas data, seperti yang diungkapkan oleh Endi Nugraha (1993:20) bahwa dalam meneliti suatu perlakuan, data yang diperoleh jangan diubah ke sistem nilai lain dengan menggunakan skala sigma.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk menganalisis data hasil tes adalah sebagai berikut:

1. Uji Normalitas Distribusi

Tujuannya adalah untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak. Kenormalan data dapat diuji dengan menggunakan distribusi chi kuadrat. Langkah-langkah pengolahan datanya adalah sebagai berikut:

a. Tentukan rentang skor (r) r= skor tertinggi – skor terendah

Reliability Statistics

.845 15

Cronbach's

(11)

71 b. Tentukan banyaknya kelas interval (k)

k = 1 + 3,3 log N

dengan N = jumlah responden

c. Tentukan panjang kelas interval (p), yaitu

d. Tentukan harga rata-rata

N X x

_ ∑ =

e. Tentukan simpangan baku (σ) dengan rumus:

1 N ) X (X 2 − − ∑ =

σ

f. Menghitung harga baku (z)

g. Menentukan luas interval (l) tabel1

tabel2

z

z

=

l

h. Menghiutng frekuensi ekspektasi (Ei) Ei = N x l

i. Menghitung nilai χ2 (chi kuadrat) dengan rumus:

j. Menentukan derajat kebebasan (dk) dengan rumus: k r p= σ x bk z= − Ei Ei Oi 2 2 =( − )

λ

(12)

72 db = k – 3

dengan k = banyaknya kelas invterval

k. Membandingkan nilai χ2 hitung dengan χ2 tabel atau χ2 (99%, k-3) dengan

kriteria uji:

Jika χ2hitung < χ2 (99%, k-3) maka data berdistribusi normal.

2. Uji Homogenitas Varians

Untuk menguji homogenitas varians digunakan distribusi F. Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk melakukan distribusi F adalah sebagai berikut: a. Menghitung nilai F dengan persamaan:

b. Menghitung nilai F dari tabel distribusi frekuensi dengan derajat kebebasan dk1 = n1 – 1 dan dk1 = n2 – 1 dengan taraf signifikasi α = 0,01.

c. Menentukan kriteria pengujian homogenitas sebagai berikut: Jika F hitung < F tabel maka kedua varians tersebut homogen. (Nana Sudjana, 1996)

3. Uji t

Uji t dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang berarti (signifikan) dalam pembelajaran IPA Terpadu konvensional pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Langkah-langkah uji t adalah sebagai berikut:

a. Membuat tabulasi data

b. Membuat distribusi frekuensi dari masing-masing kelompok yang diteliti c. Mencari rata-rata (mean) dengan menggunakan rumus:

Xi Xi fi x= ∑

(13)

73 d. Mencari simpangan baku (SD)

1 N ) X (X 2 − − ∑ =

σ

e.Menguji t (uji kesamaan dua rata-rata; uji dua pihak) dengan rumus:





+

+

+

=

x x y x 2 2 y x

N

1

N

1

2

N

N

y

x

M

M

t

f.Menguji t (uji kesamaan dua rata-rata; uji dua pihak) dengan rumus:

      +       − = 2 2 2 1 2 1 2 1 ' n s n s x x t

Dengan x1= rata-rata skor posttest

2

x = rata-rata skor pretest 1

n

= Jumlah siswa pada saat postest 2

n

= Jumlah siswa pada saat pretest 2

1

s = Variansi rata-rata skor posttest 2

2

s = Variansi rata-rata slor pretest

e. Menentukan nilai t dengan menggunakan daftar distribusi t dengan taraf nyata α

(14)

74 f. Kriteria uji t:

1. Jika ± t hitung < ± t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak.

2. Jika ± t hitung > ± t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima

Referensi

Dokumen terkait

Data yang diolah untuk mengukur hasil belajar dalam penelitian ini adalah data yang berasal dari tes awal (pretes) dan tes akhir (postes) yang diberikan pada kelompok kontrol

Bahwa analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. 7 Pada penelitian ini akan diolah dan dibandingkan

Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yaitu teknik penentuan sample berdasarkan pertimbangan terentu. Tehnik ini digunakan penelitian

Ha : Ada perbedaan selisih peningkatan hasil belajar geografi menggunakan model pembelajaran Collaborative Learning antara Team Games Tournament dan Make A Match

Penelitian ini merupakan penelitian kelas dengan menggunakan metode kuasi eksperimen, data yang penulis kumpulkan berupa informasi tentang proses pembelajaran siswa

Setelah data dari seluruh responden terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengolah data. Pengolahan data dilakukan terhadap skor prates dan pascates tentang kemampuan

Dalam penelitian ini, setelah data terkumpul maka data diolah dengan menggunakan microscoft exel. Hasil pretes dan postes dianalis kemudian ditabulasikan, tujuannya

O2 : observasi kedua pada kelompok eksperimen untuk melihat sikap seks pranikah remaja setelah 15 hari diberikan pendidikan sebaya dengan cara tes akhir