30 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum tentang Madrasah Ibtidaiyah NU Tarsyidut
Thullab Singocandi Kudus
1. Sejarah Singkat Berdirinya Madrasah Ibtidaiyah NU Tarsyidut
Thullab Singocandi Kudus
Madrasah Ibtidaiyah NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus
berdiri pada tanggal 1 Juli 1952, pada mulanya bernama Tarbiyatud
Diin Tingkat Awaliyah oleh K. Durri Mustamar.1
Bermula dari keprihatinan Bapak K. Durri Mustamar akan minimnya pengetahuan Agama bagi anak-anak kecil yang ada di desa Singocandi, terutama yang ada di sekitar kediaman beliau. Maka beliau berinsiatif untuk memikirkan nasib mereka, bagaimana sekiranya anak-anak kecil itu tidak terlanjur lelap dalam gelapnya kebodohan tentang ilmu agama. Atau setidaknya mereka bisa membaca Al-Qur’an dan menulis Arab.
Dengan niat yang bulat nan tulus, Romo K. Durri Mustamar mengajak sebagian tokoh masyarakat beserta para pemuda yang telah menamatkan pendidikan di Pesantren maupun Madrasah Aliyah, beliau berinsiatif untuk mendirikan Madrasah Diniyah dalam rangka untuk mengentaskan kebodohan agama yang telah menimpa sebagian besar
pemuda yang ada di wilayah Singocandi.2
Setelah mendapatkan berbagai masukan, saran dan
pertimbangan dari berbagai pihak, maka diadakanlah rapat yang menghasilkan kesepakatan untuk mendirikan Madrasah/tempat belajar dengan waktu belajar malam hari dan khusus putra..yang sementara bertempat di pondoknya K. Durri Mustamar yang bernama Madrasah Banat.
1
Dokumentasi MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus
2
Kemudian pada tahun 1957 Madrasah Tarbiyatud Diin Tingkat Awaliyah peserta didiknya mulai masuk siang hari dan bersifat
Madrasah Wajib Belajar (MWB)3
Dengan pertimbangan dan bimbingan dari bapak Pendidikan Agama Kabupaten Kudus (Pendais Kabupaten Kudus) akhirnya pada tanggal 2 Maret 1964 madrasah tersebut waktu belajar mengajarnya diganti pagi hari jam 07.00 sampai dengan jam 12.10. dan berkat petunjuk Allah pada tahun ini pula madrasah tersebut diganti dengan
sebuah nama yang indah yaitu “TARSYIDUT THULLAB” yang
kemudian disingkat menjadi “MITT”.4
Pada tanggal 9 Januari 1978 Madrasah Ibtidaiyah NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus akhirnya terdaftar menjadi madrasah dengan no.LK/3.c/3508/PGM>MI/78. Sedangkan kurikulum yang dipakai saat itu mulai dari kurikulum MIN 1976, 1981, dan kurikulum
MIN 1984.5
2. Letak GeografisMI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus
Madrasah Ibtidaiyah NU Tarsyidut Thullab terletak di Jalan Mbah Surgi Desa Singocandi RT 08 RW 01 Kecamatan Kota Kabupaten Kudus.
Secara geografis tempat berdirinya MI NU Tarsyidut Thullab adalah sebagai berikut :
Utara Desa Panjang Kecamatan Bae
Timur Sungai Gelis, dan desa Kaliputu, Kec. Kota, dan desa
Barongan Kec. Kota
Selatan Desa Kajektan Kec. Kota
Barat Desa Krandon Kec. Kota, desa Bakalan Krapyak Kec.
Kaliwungu, dan desa Peganjaran Kec. Bae6
3 Ibid
4
Ibid.
5
Ibid.
6
Lingkungan MI Nu Tarsyidut Thullab dikelilingi oleh rumah penduduk dan kebun jati, sehingga udara disekitarnya sangat sejuk dan jauh dari jalan raya. Ditinjau dari letak sekolah maka dapat dikatakan cukup memenuhi persyaratan untuk jalannya proses belajar mengajar, karena letaknya di tengah perkampungan penduduk, sehingga suasana tidak bising dan ketenangan sangat mendukung untuk proses belajar mengajar.7
MI Nu Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus dapat dijangkau dengan kendaraan umum dengan rute dari terminal naik angkudes jurusan Gebog-Menawan dan turun di Peganjaran gang 1, kemudian naik ojek atau becak sampai di sekolah.
3. Visi, Misi dan Tujuan Madrasah Ibtidaiyah NU Tarsyidut Thullab
a. Visi :
Terdepan dalam prestasi dan berakhaqul karimah
b. Misi :
1) Menciptakan manusia yang bertaqwa, cerdas, dan berakhlaqul
karimah.
2) Tercapainya harapan siswa dan madrasah menjadi teladan bagi
lingkungannya, baik secara perorangan maupun kelembagaan
3) Menciptakan kader NU dimasa yang akan datang
4) Terbentuknya anak bangsa yang cerdas, santun, shaleh secara
social, berilmu tinggi dan bermanfaat, memiliki kepribadian yang kuat dan memperjuangkan agama Islam.
c. Tujuan:
Mendidik siswa menguasai dasar-dasar ilmu agama dan
pengetahuan umum
Mendidik siswa berakhlaqul karimah dalam bermasyarakat sesuai
dengan norma-norma agama Islam
7
Mendidik siswa data mandiri dalam kehidupan sehari-hari
Ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara8
4. Struktur Organisasi
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai lembaga pendidikan, MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus dipimpin oleh Kepala Madrasah yang fungsinya sebagai penanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Untuk melaksanakan program tersebut, Kepala Madrasah dibantu oleh beberapa personil yang masing-masing personil mempunyai tanggung jawab sesuai dengan tugasnya masing-masing. Adapun susunan struktur dan tanggung jawab personil di MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus adalah sebagai berikut :
8
TABEL I
STRUKTUR ORGANISASI MI NU TARSYIDUT THULLAB DESA SINGOCANDI KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS
TAHUN PELAJARAN 2015/20169
9
Ibid
KA. MI KOMITE
BENDAHARA
SEKSI AGAMA SEKSI KESISWAAN
SEKSI KURIKULUM SEKSI OLAH RAGA
WALI KELAS IIB
PESERTA DIDIK WALI KELAS IA
PENGURUS
TATA USAHA
LP MA’ARIF
KEMENAG
SEKSI HUMAS SEKSI UKS
SEKSI
PERPUSTAKAAN SEKSI KESENIAN
WALI KELAS IIA WALI KELAS IB
WALI KELAS IIIA WALI KELAS IIIB WALI KELAS IV
WALI KELAS VI WALI
KELAS V
Keterangan :
a. Kepala Depag Kudus : Drs. H Hambali,MM
b. Ketua LP Ma’arif cabang Kudus : H. Abdul Hadi
c. Ketua Pengurus : H. Chamdan
d. Ketua Komite : H. Hamzah Noor
e. Kepala Sekolah : Moh. Syaiin, S.Pd.I
f. Wakil Kepala : H. Chamdan
g. Tata Usaha : Maria Ulfa, S.Pd.I
h. Bendahara : Jamainnah, S.Pd.I
i. Seksi-seksi
Seksi Agama : Miftahuddin, S.Pd.I,
Usman, S.Pd.I
Seksi Kesiswaan : Faridah, S.Pd.I
Seksi Kurikulum : Porwo Cahyono, S.Ag
Seksi Olah raga : Abdul khafid. S.Pd.I
Saifuddin,S.Pd.I
Seksi Humas : Jamainnah, S.Pd.I
Seksi Kesenian : Jami’ah, S.Pd.I
Siti Munawaroh, S.Pd.I
Seksi UKS : Siti Af’idah, S.Pd.I
: Titin Ukfiani, S. Pd.I
Seksi Perpustakaan : Khoiri Nikmah, S.Pd.I
j. Wali Kelas
Kelas I A : Faridah, S.Pd.I
Kelas I B : Khoiri Nikmah, S.Pd.I
Kelas II A : Saifuddin,S.Pd.I
Kelas II B : Siti Af’idah,S.Pd.I
Kelas III A : Titin Ukfiani, S. Pd.I
Kelas III B : Jamainnah, S.Pd.I
Kelas IV : Miftahuddin, S.Pd.I
Kelas VI : Porwo Cahyono, S.Ag10
1) Pengurus
a.Menyediakan semua fasilitas madrasah, gedung dan sarana
prasarana yang diperlukan madrasah.
b.Mengontrol dan mengadakan pengurusan atau pelaksanaan
kegiatan madrasah, baik kegiatan belajar mengajar maupun ektra dan menerima pertanggung jawaban dari kepala madrasah.
c. Mengangkat kepala dan guru bila diperlukan atas usulan
anggota.
2) Kepala Madrasah
a. Bertanggung jawab kepada pengurus atas pelaksanaan kegiatan
belajar mengajar di madrasah dan membuat laporan pertanggung jawaban setiap akhir tahun.
b. Mengkoordinir wakil kepala dalam melaksanakan tugas serta
memberikan pembinaan kepada semua guru dan karyawan madrasah.
c. Mengusulkan kepada pengurus tentang pengangkatan guru atau
karyawan bila diperlukan.
d. Menghadiri rapat-rapat dinas yang berhubungan dengan
madrasah.
3) Seksi Kurikulum
a. Mengatur jadwal pelajaran dan guru piket setiap awal tahun
pelajaran.
b. Mengusulkan kepada kepala madrasah mengenai penetapan
wali kelas.
c. Merumuskan dan mengembangkan kurikulum yang digunakan
dimadrasah dengan mengacu pada kurikulum Departemen Agama atau Departemen Pendidikan.
4) Seksi Kesiswaan.
a. Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler.
10
b. Menangani masalah kesiswaan berkenaan dengan pemberian bimbingan dan pengembangan bakat siswa.
5) Bendahara
a. Menerima dan mengelola keuangan madrasah sesuai dengan
anggaran pendapatan dan belanja madrasah.
b. Mengelola administrasi keuangan dengan baik dan melaporkan
setiap akhir bulan kepada kepala dan pengurus madarasah.
6) Tata Usaha
a. Mengelola administrasi madrasah sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
b. Mengusahakan adanya instrumen madrasah.
c. Mengisi semua pendataan madrasah.
d. Membuat dan mengisi pendataan buku raport bagi siswa baru
dan menyerahkan kepada wali kelas.
e. Mengisi buku induk siswa.
f. Membuat surat-surat yang diperlukan.
7) Ketua Komite Madrasah
a. Mengadakan adanya sumbangan pendidikan bagi madrasah.
b. Membantu pengurus madrasah dan wakabid sarana dan
prasarana didalam mewujudkan sarana dan prasarana madrasah.
c. Mengadakan rapat-rapat komite untuk kemajuan madrasah.
8) Wali Kelas
a. Mengadakan bimbingan dan pembinaan kepada siswa kelas
yang menjadi tanggung jawabnya.
b. Mengadakan bimbingan organisasi kelas kepada kelas yang
menjadi tanggung jawabnya.
c. Mengisi nilai pada buku leger dan buku raport siswa setelah
d. Memberikan raport kepada murid setiap selesai ulangan
semester atau akhir tahun pelajaran. 11
5. Keadaan MI Nu Tarsyidut Thullabsekarang
a. Keadaaan Guru, TU dan Staf
1) Keadaan Guru
Guru adalah salah satu faktor yang menunjang dalam pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran, sehingga tercapai tujuan akhir. Di dalam suatu lembaga pendidikan terdapat berbagai macam pelajaran oleh guru kepada anak didiknya, sehingga di butuhkan tenaga guru yang banyak jumlahnya dan profesional mengajar.
Jumlah Guru : 21 orang
a) Guru Negeri ( PNS ) : 1 orang
b) Guru Sertifikasi : 10 orang
c) Guru Belum Sertifikasi : 10 orang
2) Tenaga TU : 1 orang
3) Petugas hebersihan : 1 orang
4) Penjaga : 1 orang12
Lebih lanjut tabel berikut memperlihatkan keadaan jumlah serta perincian tenaga guru dan karyawan pada Madrasah Ibtidaiyah NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kota Kudus :
TABEL II
DATA GURU MI NU TARSYIDUT THULLAB
DESA SINGOCANDI KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS
TAHUN PELAJARAN 2015/201613
11
Ibid
No Nama Jabatan Pend. Terahir
Mengajar Dikelas
Mulai tugas
1 Moh. Syaiin, S. Pd.I Kamad S 1 5 1991
2 H. Chamdan Wa. Ka. Ponpes 4,5,6 1979
3 Siti Afidah,S.Pd.I Wl. Kls II S I 2 1984
4 Usman, S.Pd.I Guru S I 3a 1994
5 Porwo Cahyono, S.Ag Wl.Kls VI SI 6 1995
6 Jamainnah, S.Pd.I WL.Kls IIIB MA 3b 1997
7 Miftahuddin, S.Pd I Wl. Kls IV SI 4 2000
8 Siti Munawaroh, S.Pd.I Guru S 1 1,2,4,6 2002
9 Jami’ah, S.Pd.I Wl.Kls. V S 1 5 2003
10 Khoiri Nikmah, S.Pd.I Wl.Kls. IB S 1 1b 2005
11 Abdul khafid. S.Pd.I Guru S I 1-6 2006
12 Titin Ukfiani, S. Pd.I Wl. Kls
IIIA S 1 1-6 2007
13 Faridah, S.Pd.I Wl. Kls. IA S 1 1a 2007
14 Saifuddin,S.Pd.I Guru S 1 2-6 2009
15 Maria Ulfa, S.Pd.I Guru, TU S 1 1-4 2008
16 Luthfatul Amalia,
S. Pd.I
Guru Ekskul
Pramuka S 1 3-6 2006
17 Siswanto, S.Ag Guru Ekskul
SBQ S 1 4-6 2006
18 Siti Musyarofah Guru Ekskul
Yanbu’a MA 6 2011
19 Moh. Jamaluddin Guru Ekskul
Yanbu’a MA 2ab 2011
20 Muh. Sulhadi Guru Ekskul
21 Urwatun Wusqo Guru Ekskul
Yanbu’a MA 4,5 2012
22 Akhmad Jumadi Penjaga SMA - 2006
23 Asminah Petugas
Kebersihan MI - 2006
b. Keadaan Murid tiga Tahun Terakhir :
TABEL III
JUMLAH MURID MI NU TARSYIDUT THULLAB
DESA SINGOCANDI KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS
TIGA TAHUN TERAKHIR14
TAHUN
PELAJARAN LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH
2013/2014 2014/2015 2015/2016
113 115 116
100 106 99
213 221 215
c. Kegiatan Kesiswaan
Untuk menggali bakat dan ketrampilan siswa-siswi, sangat diperlukan kegiatan yang menunjang potensi siswa dan peningkatan pendidikannya. Sehingga siswa berperan aktif dan berkompetitif. Disamping itu siswa-siswi pada awal tahun pelajaran diberi pelajaran berorganisasi yang baik dengan dilibatkan langsung sebagai pelaksana kegiatan.
Kegiatan ekstrakurkuler siswa antara lain sebagai berikut :
Pramuka
Computer
Seni baca Qur’an
Seni rebana
14
Tadarrus Al Qur’an
Disamping itu juga ada kegiatan tambahan yaitu Shalat Dhuhur berjama’ah, pelajaran Yanbu’a, jalan sehat, kunjungan industri, ziarah Waliyullah, peringatan hari besar Islam maupun
Nasional, musyafahah setiap pagi dan karya wisata.15
d. Sosial/Humas
Keberadaan Madrasah Ibtidaiyah NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus merupakan lembaga pendidikan agama yang didirikan oleh masyarakat, maka dari itu madrasah sangat memperhatikan hubungan yang baik dengan masyarakat. Adapun kegiatan yang dilaksanakan antara lain :
1. Ta’ziyah pada keluarga siswa yang meninggal dunia.
2. Ta’ziyah pada keluarga Guru/Pengurus yang meninggal dunia.
3. Menjenguk siswa yang sakit (perwakilan kelas dan wali kelas).
4. Ta’ziyah pada tokoh masyarakat lingkungan madrasah.16
e. Sarana Belajar
Dalam proses belajar mengajar suatu lembaga pendidikan dalam pengajaran sangat diperlukan fasilitas yang memadai. Yang di maksud fasilitas disini adalah suatu yang dapat mempermudah atau memperlancar terlaksananya program pendidikan dan pengajaran.
Sarana prasarana merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus memiliki tanah seluas 1800 M tetapi
gedung yang dibangun seluas 567 m2.
Secara umum, sarana prasarana MI NU Tarsyidut Thullab Desa Singocandi Kecamatan Kota Kabupaten Kudus sebagai penunjang pelaksanaan pendidikan adalah sebagai berikut ;
15
Hasil wawancara dengan bapak Moh. Syai’in sebagai kepala sekolah tanggal 07
September 2015
16
TABEL IV
KEADAAN SARANA PRASARANA MI NU TARSYIDUT THULLAB DESA SINGOCANDI KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS
TAHUN PELAJARAN 2015/201617
No Sarana Pra sarana Jumlah Kondisi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Ruang kepala Ruang guru Ruang tamu Ruang TU Ruang kelas Musholla Ruang BP /BK Ruang perpustakaan Ruang UKS
Ruang komputer Ruang OSIS Gudang
Kamar mandi/WC murid Kamar mandi/WC guru
1 1 1 1 9 1 1 1 1 1 1 1 2 2 Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik
B. Data Penelitian
1. Data tentang Strategi Planted Questions pada Pembelajaran Sejarah
Kebudayaan Islam (SKI) di Kelas V MI NU Tarsyidut Thullab
Singocandi Kudus
a. Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) MI NU Tarsyidut
Thullab Singocandi Kudus
Mata pelajaran SKI dalam kurikulum Madrasah Ibtidaiyah adalah salah satu bagian mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang
17
diarahkan untuk menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati sejarah islam yang kemudian menjadi dasar pandangan
hidupnya (way of life ) melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan,
keteladanan, penggunaan pengalaman dan pembiasaan.18
Mata pelajaran SKI Madrasah Ibtidaiyah ini meliputi : sejarah arab pra islam, sejarah Rasulullah Saw. Dan khulafa’ ar-Rasyid. Hal lain yang lebih mendasar adalah terletak pada kemampuan menggali nilai, makna, aksioma, ibrah/hikmah, dalil dan teori dari fakta sejarah yang ada. Oleh karena itu tema- tema tertentu indicator keberhasilan belajar akan Sampai pada capaian ranah afektif, jadi SKI tidak saja merupakan
transfer of knowledge, tetapi merupakan pendidikan nilai (Value
education).
Adapun tujuan dari pembelajaran SKI di Madrasah Ibtidaiyah sebagai berikut :
a. Pemberian pengetahuan tentang sejarah Islam dan kebudayaan
kepada peserta didik.
b. Mengambil ibrah, nilai dan makna yang terdapat dalam sejarah.
c. Menanamkan penghayatan dan kemauan yang kuat untuk berklaq
mulia berdasarkan cermatan atas fakta sejarah yang ada
d. Membekali peserta didik untuk membentuk kepribadiannya
berdasarkan tokoh – tokoh teleladananan sehingga terbentuk
kepribadian yang luhur.
Sedangkan Pembelajaran SKI setidaknya memiliki tiga fungsi sebagai berikut :
e. Fungsi edukatif
Sejarah menegaskan kepada peserta didik tentang keharusan menegakkan prinsip, sikap hidup yang luhur dan islami dalam
kehidupan sehari – hari.
18
f. Fungsi keilmuan
Melalui sejarah peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang islam dan kebudayaanya.
g. Fungsi transformasi19
Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancang transformasi masyarakat.
Dalam kurikulum ini SKI dipahami sebagai sejarah tentang
agama islam dan kebudayaan (history of Islami and Islamic culture).
Oleh karena itu kurikulum ini tidak saja menampilkan sejarah kekuasaan atau sejarah raja-raja, tetapi juga akan diangkat sejarah perkembangan ilmu agama, sains dan teknologi dalam islam. Aktor sejarah yang diangkat meliputi nabi, sahabat dan khalifah, ulama, intelektual dan
filosuf. Faktor – faktor social dimunculkan guna penyempurnaan
pengetahuan peserta didik tentang SKI
Kurikulum SKI dirancang secara sitematis berdasarkan peristiwa dan periode sejarah yang ada sebagai berikut :
1. Di tingkat Madrasah Ibtidaiyah dikaji tentang sejarah Arab pra
Islam, sejarah Rasulullah saw dan al-Khulafaur Rosyidin
2. Di tingkat Mts dikaji tentang Dinasti umayah, Abbasiyah dan
al-Ayubiyah
3. Di tingkat MA dikaji tentang sejarah peradaban Islam di Andalusia,
gerakan pembaharuan di dunia Islam dan perkembangan Islam di
Indonesia20
Kegiatan belajar mengajar di MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus diarahkan kepada terwujudnya proses belajar tuntas (mastery learning). Sedangkan strategi pembelajaran diarahkan untuk dapat memacu siswa aktif dan kreatif sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan masing-masing.
19Ibid
1) Kurikulum
Dalam mengembangkan pendidikan, kurikulum merupakan komponen yang tidak mungkin dapat ditinggalkan. Kurikulum sebagai rancangan dan kumpulan unsur-unsur dasar pendidikan menempati posisi yang paling fundamental. Bukan hanya berbicara dalam wilayah formal sekumpulan mata pelajaran yang hendak diajarkan kepada peserta didik, namun lebih luas lagi berbicara dalam seluruh unsur yang mendukung terhadap keberhasilan penyelenggaraan pendidikan.
Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan dengan mempertimbangkan tahap perkembangan peserta didik dan disesuaikan dengan lingkungan, kebutuhan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Isi kurikulum merupakan susunan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan.
Adapun kurikulum yang digunakan di MI NU Tarsyidut
Thullab Singocandi Kudus adalah kurikulum terpadu (Integrated
Curriculum) antara Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional (Kurikulum 2013), Kurikulum Departemen Agama, Kurikulum
Lokal dan Kurikulum Sekolah.21
Silabus yang digunakan di MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus dalam proses belajar mengajar adalah silabus yang disusun oleh para guru mata pelajaran dengan indikator-indikator pembahasan tetap mengacu pada kurikulum yang digariskan dari Departemen Pendidikan dan Departemen Agama, kemudian indikator itu dikembangkan sendiri oleh para guru mata
pelajaran termasuk juga mata pelajaran SKI. 22
21
Hasil wawancara dengan bapak Moh. Syai’in sebagai kepala sekolah tanggal 07 September 2015
2) Proses Belajar Mengajar
Berangkat dari konsep pemikiran bahwa anak merupakan individu yang khas, unik dan mempunyai potensi yang berbeda-beda serta perspektif ke depan yang tertuang dalam visi misi MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus, maka sangat diperlukan model pembelajaran yang tepat, agar anak bisa berkembang maksimal sesuai kecepatan dan kemampuan masing-masing.
MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus merupakan MI swasta yang bernuansa Islami. dan pelaksanaan pembelajaran SKI-nya serta kegiatan kegiatan lain yang membuktikan bahwa MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus adalah sekolah yang bernuansa Islami, yaitu ada jam-jam khusus bagi masing-masing kelas untuk mengaji di kelas.
Dalam proses pembelajaran MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus dimulai dari jam 07.00 sampai dengan 12.10, sedangkan dalam proses belajar mengajar mata pelajaran SKI setiap kelas diberikan materi selama 2 jam pelajaran, yaitu pada hari Sabtu. Selain itu setiap kelas juga ditambah dua jam pelajaran
untuk Yanbu’a diluar pelajaran secara umum.. Mata pelajaran SKI
diberikan selama kurang lebih dua jam dalam satu minggu pada masing-masing kelas dengan materi yang sudah diatur sedemikian rupa, yang mencakup berbagai aspek kehidupan, sehingga diharapkan siswa dapat mempraktekkannya atau menerapkannya
dalam kehidupan sehari-hari.23
3) Metode yang digunakan dalam pembelajaran SKI
Dalam mengupayakan pencapaian hasil belajar sesuai dengan tujuan yang diharapkan, maka metode yang diterapkan antara lain :
a. Metode Ceramah
Metode ceramah ini diterapkan dengan cara
penyampaian pengertian-pengertian materi kepada anak didik dengan jalan penerangan dan penuturan secara lisan.
b. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab diterapkan dengan cara
menyampaikan pelajaran dengan jalan guru menajukan pertanyaan dan murid menjawab. Metode ini dimaksudkan untuk mengenalkan pengetahuan, fakta-fakta tertentu yang sudah diajarkan dan untuk merangsang perhatian murid dengan berbagai cara (sebagai appersepsi, selingan dan evaluasi).
c. Metode Penugasan
Metode pemberian tugas belajar (resitasi) sering disebut metode pekerjaan rumah. Jadi guru sering memberi tugas khusus kepada siswa di luar jam pelajaran. Dalam melaksanakan metode ini siswa dapat mengerjakan tugasnya tidak hanya di rumah, tapi dapat juga dikerjakan di perpustakaan, di laboratorium dan lain sebagainya untuk dapat
dipertanggungjawabkan kepada guru.24
4) Evaluasi
Dalam mengukur keberhasilan siswa dalam pengajaran yang dilaksanakan, evaluasi yang digunakan adalah :
a. Jenis Evaluasi
1) Evaluasi Harian
Evaluasi harian ini berupa kegiatan evaluasi yang dilakukan sehari-hari baik diberitahukan lebih dahulu atau tidak.
24
Hasil wawancara dengan Ibu Jami’ah sebagai guru mata pelajaran SKI tanggal 07
2) Umum
Ulangan umum ini berupa kegiatan evaluasi yang dilakukan pada akhir semester. Ulangan umum ini sering juga disebut dengan test hasil belajar. Ulangan ini dilakukan dua kali dalam satu semester yaitu semester ganjil dan semester genap.
b. Bentuk Evaluasi
Test tertulis (Written test)
Test lisan (Oral test)
Test perbuatan (Performent test)25
b. Data tentang Strategi Planted Questions pada Pembelajaran
SKI di MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus
Proses pembelajaran yang ada selama ini masih terdapat kecenderungan bersifat memaksakan target bahan ajar, bukan pada pencapaian dan penguasaan kompetensi. Namun lain halnya dengan proses pembelajaran SKI di MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus. Di sekolah tersebut, selain proses pembelajaran yang terfokus pada aspek kognitif (pencapaian target bahan ajar) yang bersifat hafalan, ceramah dan sejenisnya yang selama ini dilakukan, juga menekankan
aspek afektif dan psikomotorik.26
Sebagai sekolah yang sedang mengupayakan pengembangan mutu peserta didik, maka tidak terlepas dari beberapa sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaannya, antara lain:
a. Materi pendukung / materi pokok yang dipelajari terkait dengan apa
yang telah mereka ketahui dan dengan kegiatan atau peristiwa yang terjadi disekelilingnya.
b. Metode pengajaran yang sesuai dengan materi perkembangan zaman.
c. Media pengajaran yang cukup.
25
Ibid
26
d. Kesiapan siswa, guru, sarana dan prasarana disertai kurikulum yang sesuai dengan perkembangannya.
e. Evaluasi yang terprogram dan system penilaian yang berkelanjutan.
f. Perangkat administrasi pengajaran yang lengkap.
g. Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah.27
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran adalah upaya yang dilakukan oleh guru untuk merealisasikan rancangan yang telah disusun baik di dalam silabus maupun rencana pembelajaran. Karena itu pelaksanaan kegiatan pembelajaran menunjukkan penerapan langkah-langkah suatu strategi pembelajaran yang ditempuh oleh guru untuk menyediakan pengalaman belajar, langkah-langkah metode/strategi dalam kegiatan pembelajaran dalam mencapai standar kompetensi hasil belajar di kelas program ilmu agama Islam yang mengacu pada pendekatan, prinsip kegiatan pembelajaran dan motivasi belajar, serta cara-cara belajar yang produktif, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Karena pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi
perubahan-perubahan perilaku yang lebih baik.28 Dalam pembelajaran, tugas guru
yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik.
Untuk itu guru menggunakan strategi planted questions sebagai
upaya mengaktifkan kegiatan belajar siswa yang pada akhirnya akan menjadikan siswa meningkatkan mutu pembelajaran dan hasil belajarnya, metode pembelajaran yang baik adalah metode yang mampu membawa siswa dalam situasi belajar yang menarik dan tidak
membosankan. Demikian juga dalam metode-metode active learning
adalah suasana yang menyenangkan agar situasi belajar tidak
membosankan. Sehingga dapat dikatakan strategi planted questions
27 Ibid
28
Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, PT Raja Grafindo, Jakarta, 2000,
yang terwujud dalam metode-metodenya akan punya andil yang besar
dapat meningkatkan keberhasilan belajar siswa. 29
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar SKI dengan strategi planted questions yang mengandung prinsip active learning yaitu guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa yang dapat berperan aktif dalam pembelajaran. Dalam prakteknya yaitu dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat materi pokok, kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa, indicator-indikator serta skenario pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan inti dan penutup. Terdapat juga media yang akan digunakan, materi dan penilaian, yang akan dilakukan pada pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar bisa mendorong dan merangsang siswa lebih berperan aktif.
sehingga PBM akan lebih terarah dan sistematis.30
Menurut ibu jami’ah strategi planted questions merupakan strategi yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan akivitas peserta didik dalam proses belajar mengajar karena peserta didik lebih aktif dan kreatif dalam menemukan jawaban sesuai dengan kemampuan dan pengalaman dalam hidupnya. Guru merancang sebuah pembelajaran yang sedemikian rupa agar peserta didik nantinya lebih mengerti dan memahami apa yang dilakukan dalam proses pembelajaran yang sedang dilakukan, dan tentunya proses pembelajaran yang mereka lakukan
menjadi menyenangkan (Fun learning).31
Selain itu sebuah RPP dirancang dalam KBM juga direalisasikan dengan penggalian pengetahuan siswa sendiri yaitu pada kegiatan pendahuluan, siswa diajak untuk mengungkapkan beberapa pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka miliki yang berkenaan dengan materi yang di kaji.
29
Hasil wawancara dengan Ibu Jami’ah sebagai guru mata pelajaran SKI tanggal 07
September 2015
30
Ibid
31
Berikut langkah-langkah strategi planted question di MI NU
Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus32
a) Guru memilih beberapa pertanyaan yang akan mengarahkan pada
materi pelajaran yang akan disajikan.
b) Guru menulis lima sampai sepuluh pertanyaan
c) Guru menulis setiap pertanyaan pada sepotong kertas (10 X 15
cm), dan menyertakan isyarat yang akan digunakan untuk memberi tanda kapan pertanyan-pertanyaan tersebut diajukan
d) Sebelum perlajaran dimulai, guru memilih siswa yang akan
mengajukan pertanyaan tersebut dengan memberikan kertas yang telah dibuat dan jelaskan petunjuknya.
e) Kemudian guru memulai pembelajaran, dan menerangkan materi.
f) Setelah menerangkan materi guru membuka sesi tanya jawab dan
memberi isyarat pertama. Kemudian setelah siswa mulai yang diberi kartu tadi bertanya guru segera menjawab pertanyaan pertama, dan kemudian teruskanlah dengan tanda-tanda dan pertanyaan-pertanyaan berikutnya.
g) Setelah pertanyaan rekayasa selesai semua, kemudian guru
membuka forum untuk pertanyaan baru untuk semua siswa.
2. Data Tentang Aktifitas dan Keberanian Siswa Bertanya pada Mata
Pelajaran SKI di MI NU tarsyidut Tullab Singocandi Kota Kudus
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas dari interaksi antara manusia satu dengan manusia lainnya. Begitu juga dalam proses pembelajaran, seorang siswa selalu berkomunikasi dengan siswa lainnya dan pendidik. Agar proses pembelajaran dapat dilakukan dengan tidak monoton, dan membosankan peserta didik, maka perlu dibuatkan program kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa agar lebih menarik perhatian dalam meningkatkan kreatifitasnya.
32
Melakukan kegiatan secara kreatif tidak hanya bermanfaat (bagi pribadi dan bagi lingkungan) tetapi memberikan kepuasan kepada individu dan memungkinkan siswa meningkatkan kualitas hidupnya.
Adapun bentuk aktifitas siswa dalam pembelajaran SKI di MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus diantaranya adalah mendengarkan ceramah guru, membaca, menyimak buku, mencatat hal-hal yang penting, siswa mulai berani mengajukan pertanyaan dan berani menjawab pertanyaan jika diberi pertanyaan oleh guru yang pada akhirnya akan
meningkatkan nilai hasil belajar siswa.33
TABEL V
HASIL NILAI PRESTASI BELAJAR SISWA MI NU TARSYIDUT THULLAB SINGOCANDI KUDUS
TAHUN PELAJARAN 2015/201634
NO Nama Nilai Hasil
Belajar 1 KKM
Nilai Hasil Belajar
2
1 Firda Khoirun Nisa 55 70 70
2 Istiani Azizah 63 70 74
3 Akhma Ziyad 64 70 71
4 Annisa Ramadhani 70 70 80
5 Cikal Setyo Riyadi 72 70 77
6 Cindy Ciara Al Verlina 69 70 79
7 Cinta Himatul Ulya 84 70 92
8 Dani Luthfil Aziz 80 70 83
9 Fauziyah Shinta Najwa 73 70 74
10 Jauharotul Faridah 50 70 65
11 Kamal Firdaus 66 70 73
33
Ibid
34
12 Khoirul Amin 60 70 70
13 Maulia Khusna 77 70 85
14 M. Farid Isnanta 70 70 79
15 M. Faisal Maulana 69 70 84
16 M. Faizin Ni'am 58 70 70
17 M. Muhsin Syafi' 63 70 74
18 Natasya Salsabila P.H 74 70 92
19 Salsabila Firdausa 85 70 88
20 Silma Safira Khoirun Nisa 74 70 80
21 Syarif Amalia Zulfiani 75 70 84
22 Vito Pratama Putra 76 70 75
23 Wahid Hazim 62 70 70
24 M. Muqtafi 60 70 70
25 Ika Kurnia Dewi 80 70 86
Dari tabel diatas terlihat adanya peningkatan prestasi belajar siswa yang sebelumnya dari 25 siswa terdapat 12 siswa yang belum tuntas. Dan setelah diterapkannya strategi ini 11 siswa tersebut mampu mencapai KKM, hanya 1 siswa yang masih dibawah KKM. Dan rata-rata mereka 77 diatas rata-rata KKM 70
3. Data tentang Kegiatan Penerapan Strategi Planted Questions dalam
meningkatkan Keberanian Siswa Bertanya pada Pembelajaran SKI di
Kelas V MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus
Berikut tahapan-tahapan proses pembelajaran SKI dengan
menggunakan strategi planted question:35
35
a. Persiapan
Persiapan yang dilakukan oleh guru SKI kelas V MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kota Kudus dimulai dengan Guru mengucapkan salam dan mengajak peserta didik untuk do’a bersama -sama, diteruskan dengan mengabsesnsi peserta, untuk meningkatkan keaktifan peserta didik. Guru SKI juga menyeting kelas yang memungkinkan peserta didik untuk belajar aktif, membentuk model bangku seperti huruf U, dan saling berhadapan.
Selanjutnya guru menyiapkan tulisan setiap pertanyaan pada sepotong kertas (10x15 cm), dan tulis isyarat yang akan digunakan untuk memberi tanda kapan pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan dan yakinkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak diketahui oleh siswa lain.
b. Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan dimulai dengan guru menerangkan materi yang akan dibahas dan terlihat suasana yang kondusif didalam kelas, setelah guru menerangkan materi, selanjutnya guru memulai sesi tanya
jawab dengan strategi planted questions dan guru memberi isyarat
pertama. Setelah siswa mengajukan pertanyaan yang pertama guru menjawab pertanyaan dari siswa tersebut. Hal ini dilakukan terus
menerus sampai pertanyaan pada kartu planted questions selesai
diajukan oleh siswa. Dan akhir dari strategi ini guru membuka forum baru bagi seluruh siswa untuk bertanya sehingga terjadi tanya jawab. Setelah forum baru dibuka, guru menampung semua pertanyaan yang telah diajukan oleh siswa, selanjutnya dibahas satu persatu dengan memberikan kesempatan kepada seluruh siswa terlebih dahulu untuk menjawabnya.
c. Penutup
Setelah proses berjalan kemudian guru memberikan kuis berupa soal tentang materi yang harus dikerjakan peserta didik, selanjutnya setelah mereka selesai mengerjakan soal mereka mengumpulkan kerjaannya dan sebagai tahapan terakhir guru mengajak peserta didik untuk mengucapkan rasa syukur dengan membaca hamdalah dan mengajak peserta didik untuk berdo’a bersama.36
Pada dasarnya dari hasil pengamatan peneliti pelaksanaan strategi planted questions pada pembelajaran SKI di kelas V MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kota Kudus telah melatih peserta didik untuk berani mengeluarkan pendapat atau membudayakan berani bertanya dikalangan peserta didik, dan dengan diterapkannya strategi ini guru dapat mengetahui sejauh mana peserta didik mampu menyerap materi yang telah disampaikan dalam pertemuan sebelumnya.
Secara umum, setiap pembelajaran itu memiliki factor-faktor tertentu yang bisa mempengaruhi keberhasilan pembelajaran itu, demikian juga dengan proses pelaksanaan pembelajaran SKI di MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus.
Proses pelaksanaan strategi planted questions dalam meningkatkan
keberanian siswa bertanya tidak terlepas dari factor-faktor yang mempengaruhi, sebagaimana hasil di lapangan, diperoleh :
1) Factor-faktor yang mendukung dalam penerapan strategi planted
questions pada pembelajaran SKI di MI NU Tarsyidut Thullab
Singocandi Kudus:37
a Peranan pendidik dalam kegiatan pembelajaran
Dalam setiap proses pembelajaran yang ada peranan guru sangat penting pengaruhnya dalam mencapai tujuan yang diinginkan diantaranya yaitu; meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan meningkatkan aktivitas siswa. Peranan guru bisa
36
Ibid
37
sebagai orang tua, fasilitator, narasumber, dan teman belajar bagi peserta didik.
b Keterlibatan siswa secara aktif dalam setiap pembelajaran.
Partisipasi aktif siswa sangatlah penting dalam
pembelajaran karena tanpa adanya feed back atau keikutsertaan
dari siswa pembelajaran tersebut kurang berhasil. Dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi siswa untuk terlibat (memberikan ide, pendapat, gagasan, dll) dan guru tidak mendominasi pembelajaran, siswa akan lebih leluasa dalam berekspresi dalam meningkatkan kemampuan yang dimiliki baik ranah kognisi, afeksi, maupun psikomotrik.
c Memotivasi siswa untuk bertanya maupun mengajukan pendapat.
Pendidik harus mampu merangsang peserta didik memunculkan kreativitas baik dalam bentuk pertanyaan maupun ide/gagasan-gagasan yang baru.
d Bahan pengajaran
Bahan pengajaran sangat penting keberadaannya demi melancarkan proses belajar-mengajar. Bahan ajar dapat berupa buku pelajaran utama, buku bacaan, lembar kerja siswa (LKS), dan lain sebagainya. Dengan adanya bahan ajar seorang guru dan para siswa bisa memanfaatkannya sebagai sumber pengetahuan
sehingga proses transformation of knowledge dapat tercapai
dengan maksimal.
e Sarana – prasana yang tersedia di Madrasah.
penerangan madrasah, kamar kecil, alat kesenian, dan lain sebagainya.
Kelengkapan sarana-prasarana akan membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran, dengan demikian sarana dan
prasarana merupakan komponen penting yang dapat
mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Maka dari itu perlu dimanfaatkan secara maksimal sarana-prasarana yang sudah ada.
f Metode mengajar yang digunakan.
Metode mengajar adalah cara yang digunakan guru dalam menyajikan suatu hal sehingga akan tercapai tujuan pembelajaran
yang efektif dan efisien sebagaimana yang diharapkan.38 Metode
mengajar sangat menentukan keberhasilan belajar siswa. Metode mengajar yang tepat dan dilaksanakan secara benar dapat membantu siswa memahami materi pelajaran dan mencapai tujuan pembelajaran.
Banyak jenis metode mengajar yang dapat diterapkan oleh guru, namun metode yang biasa digunakan oleh guru dalam pembelajaran SKI di kelas V MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kota Kudus diantaranya yaitu: metode ceramah, Tanya jawab, dan resitasi. Selain dari ketoga metode tersebut juga diikuti dengan metode atau strategi yang bervariasi.
g Kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan siswa di luar jam sekolah yang diprogramkan oleh pihak madrasah dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Program kegiatan ekstrakurikuler dapat berupa kegiatan yang menyentuh perkembangan ranah kognisi, afeksi, dan atau psikomotorik.
38
Ismail Sm., Strategi Pembelajaran PAI berbasis Paikem(Pembelajaran Aktif, Inivatif,
Demikian halnya kegiatan yang diprogramkan di MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kota Kudus dalam meningkatkan aktivitas siswa diantaranya yaitu: pramuka, computer, seni baca Qur’an dan sebagainya.
2) Factor-faktor yang menghambat strategi planted questions pada
pembelajaran SKI di MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus adalah:39
a) Alokasi waktu yang kurang
Sebagai guru SKI kendalanya adalah waktu, karena melihat materi yang banyak dan padat sedangkan jam mata pelajaran SKI hanya 2 jam dalam satu minggu. Dan guru dituntut adanya kompetensi-kompetensi baik secara pribadi dan profesionalisme dalam mengajar.
b) Siswa masih malu bertanya dan mengungkapkan pendapatnya.
Keberanian siswa dalam mencurahkan pendapat di setiap proses belajar-mengajar sangat penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir. Apabila siswa malu mengutarakan ide/gagasannya itu bisa mengakibatkan mandulnya kreatifitas siswa. Maka dari itu perlu adanya dorongan dari internal siswa maupun eksternal (guru, teman, keluarga, lingkungan sekitar, dll).
c) Kurangnya konsentrasi siswa dalam belajar.
Dalam proses belajar-mengajar dibutuhkan konsentrasi siswa, dengan adanya konsentrasi siswa lebih mudah dalam memahami dan menyerap materi yang diajarkan. Konsentrasi siswa bisa terganggu diantaranya disebabkan oleh gaduhnya siswa di dalam kelas, bisingnya suara kendaraan yang lalu-lalang, dll.
39
Dalam hal ini konsentrasi siswa sangat penting, terutama bagi siswa yang telah ditunjuk oleh guru sebagai penanya. Jika siswa tidak cermat dengan isyarat yang diberikan guru maka dia tidak tahu kapan siswa tersebut harus bertanya. Dalam melaksanakan strategi planted questions konsentrasi siswa sangat penting, karena kode atau isyarat yang digunakan untuk patokan waktu bertanya harus sesuai.
C. Analisis Data
1. Analisis Tentang Strategi Planted Questions pada Pembelajaran SKI
di MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus
Pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Pembelajaran merupakan jantung dari proses pendidikan dalam suatu institusi pendidikan. Pembelajaran bersifat kompleks dan dinamis, dapat dipandang dari berbagai persepsi dan sudut pandang. Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya untuk mengarahkan anak didik ke dalam proses belajar sehingga mereka dapat mencapai tujuan belajar sesuai dengan apa yang diharapkan. Tujuan pembelajaran MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus adalah mendidik siswa menguasai dasar-dasar ilmu agama dan pengetahuan umum, mendidik siswa berakhlaqul karimah dalam bermasyarakat sesuai dengan norma-norma agama Islam, mendidik siswa data mandiri dalam kehidupan sehari-hari, dan ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhak mulia, sehat ilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus mencoba merealisasikan tujuan pendidikan agama Islam ini yang terealisasikan dalam masing-masing satuan pendidikan yang kemudian dijabarkan dalam kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa.
Disamping materi, suatu proses pembelajaran akan berhasil apabila ditunjang dengan metode atau strategi yang tepat, karena perpaduan antara materi dan metode yang tepat akan mendukung keberhasilan proses pembelajaran di kelas. Keduanya merupakan unsur pembelajaran yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Tanpa ada metode yang sesuai, proses belajar mengajar tidak akan berjalan lancar dan secara otomatis tujuan pembelajaran tidak akan tercapai secara maksimal. Sebaiknya, adanya metode ataupun strategi tanpa ada kejelasan materi hanya akan menjatuhkan siswa dari pengetahuan itu sendiri dalam artian ranah kognitif, afektif, psikomotor tidak tersentuh oleh metode dan strategi tersebut.
Dalam pembelajaran SKI di MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kota Kudus khususnya kelas V guru SKI menerapkan
strategi planted questions dengan tujuan tercapainya tujuan
pembelajaran, yang meliputi (ranah kognitif, efektif, psikomotor).
Jadi guru yang mempunyai tugas untuk mendorong membimbing dan memberikan fasilitas belajar bagi siswanya untuk mencapai tujuan guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan siswa. Penyampaian materi pelajaran merupakan salah satu dari kegiatan belajar suatu proses yang dinamis dalam segala fase dan proses
perkembangan siswa.40
40
Planted questions yaitu mempresentasikan informasi dalam bentuk respon terhadap pertanyaan yang telah diberikan sebelumnya kepada siswa tertentu. strategi pembelajaran ini dapat membantu siswa yang tidak pernah bertanya bahkan tidak pernah bicara dalam jam kegiatan belajar mengajar dan untuk meningkatkan kepercayaan diri
dengan diminta menjadi penanya.41 Strategi ini merupakan strategi
pembelajaran yang menekankan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran khususnya artisipasi dalam bertanya, sehingga data melatih siswa untuk bertanya Dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar,
strategi planted questions memiliki peranan yang tidak sedikit bagi
keberlangsungan proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan
pendidikan. Karena konsep Active Learning ini hasil pembelajaran dapat
tercapai. Proses pembelajaran akan berlangsung aktif dengan
menerapkan strategi planted questions siswa mengalami sendiri, guru
tidak hanya mentransfer ilmu-ilmunya kepada siswanya, akan tetapi guru sebagai fasilitator membantu dalam belajar. Sehingga yang aktif di dalam kelas tidak hanya guru, akan tetapi siswa pun dituntut aktif dalam proses pembelajaran di dalam kelas.
Dengan harapan siswa dapat lebih mengingat pelajaran dengan cara mereka sendiri dan tidak mudah hilang dalam ingatan mereka. Siswa lebih terampil dalam bertingkah laku baik itu dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.
2. Analisis Tentang Keberanian Siswa Bertanya pada Mata Pelajaran
SKI di MI NU tarsyidut Tullab Singocandi Kota Kudus
Banyak macam-macam kegiatan yang dapat dilakukan oleh siswa di sekolah, tidak hanya mendengarkan dan mencatat seperti yang lazim terdapat di sekolah tradisional. Maka dari itu supaya pendidikan di sekolah tidak monoton dan membosankan siswa, menurut Sardiman aktifitas siswa dapat dikelompokkan menjadi delapan yaitu :
41
a) Visual activities seperti membaca, memperhatikan : gambar, demonstrasi, percobaan, pekerjaan orang lain, dll.
b) Oral activities seperti : menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan interviu, diskusi, interupsi, dll.
c) Listening activities seperti : mendengarkan uraian, percakapan, diskusi, music, pidat, dll.
d) Writing activities seperti : menulis cerita, karangan, laporan, tes, angket, menyalin, dll.
e) Drawing activities seperti : menggambar, membuat grafik, peta, diagram, pola, dll.
f) Motor activities seperti : melakukan percobaan, membuat konstruksi, mereparasi, bermain, berkebun, memelihara binatang, dll.
g) Mental activities seperti : mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan, dll.
h) Emotional activities seperti : menaruh minat, merasa gembira, berani, tenang, dll.42
Demikian juga aktifitas yang dilakukan oleh siswa MI NU Tarsyidut Thullab dalam pembelajaran SKI diantaranya adalah mendengarkan ceramah guru, membaca, menyimak buku, mencatat hal-hal yang penting, berani mengajukan pertanyaan dan berani menjawab pertanyaan jika diberi pertanyaan oleh guru.
Untuk menunjang dalam meningkatkan aktifitas siswa tidak terlepas dengan program kegiatan yang direncanakan oleh pihak MI NU Tarsyidut Thullab, sebagaimana hasil penelitian di lapangan diperoleh data
bahwa MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kota Kudus
memprogramkan kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan aktivitas dan kreatifitas siswa diantaranya yaitu: pramuka, computer, seni baca
42
Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, PT Raja Grafindo, Jakarta, 2000, hal.
Qur’an dan sebagainya.43Selain itu untuk menunjang pembelajaran SKI
juga diselenggarakannya Peringatan Hari Besar Islam, sholat berjama’ah,
dan khitobah.
Dengan memberikan waktu yang lebih kepada peserta didik untuk beraktifitas dapat memberikan kesempatan peserta didik untuk mengembangkan kreativitasnya karena anak membutuhkan waktu dan kesempatan menyendiri untuk mengembangkan kehidupan imajinatif yang kaya dengan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dan mencobanya dalam bentuk baru dan orisinal.
Dan ketika siswa tersebut mengalami sebuah permasalahan maka siswa akan bertanya. Dengan siswa berani bertanya dan berani melakukan aktifitas belajar yang lainnya, maka hasil belajarnya juga meningkat terbukti dengan nilai prestasi belajar siswa yang telah melampaui KKM. Nilai rata siswa yang sebelumnya : 69 naik menjadi : 77 diatas rata-rata KKM:70.
3. Analisis tentang Penerapan Strategi Planted Questions dalam
meningkatkan Keberanian Siswa Bertanya pada Mata pelajaran
SKI di MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus
Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, penulis memperoleh data mengenai pembelajaran SKI yang dilakukan oleh guru kelas V MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kota Kudus dalam meningkatkan keberanian siswa yaitu dengan cara melibatkan siswa secara aktif, guru hanya sedikit dalam menerangkan materi, selebihnya meminta siswa untuk mencari contoh permasalahan dari lingkungan sekitar sekaligus memberikan solusinya. Sehingga bisa membuka pikiran, ide, dan gagasan dalam menanggapi setiap problem kehidupan. Dan yang lebih utama adalah memotivasi siswa untuk berpikir kreatif dan mengembangkan rasa percaya diri. Sedangkan strategi yang diterapkan
43
yaitu lebih menekankan pada keikutsertaan siswa mulai dari awal – akhir pembelajaran. Pada dasarnya pembelajaran SKI yang dilakukan oleh guru kelas V MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kota Kudus dikembangkan adalah metode pembelajaran partisipasif yang banyak melibatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan guru menanamkan pertanyaan kepada beberapa siswa untuk memancing siswa aktif bertanya dan menjawab, sehingga secara langsung maupun tidak langsung menjadikan siswa belajar dengan giat dan aktif tertarik untuk berpartisipasi dalam kelas karena pertanyaan bersal dari sesama siswa.
Sebagai seorang fasilitator guru harus dapat memberikan
pelayanan untuk memudahkan siswa dalam belajar.44 Guru harus
menyajikan pelajaran dengan baik dalam hal ini pandangan penulis guru harus dapat menyajikan pelajaran yang mengarah pada pembelajaran partisipatif karena pada hakekatnya belajar merupakan interaksi antara peserta didik dengan lingkungan. Oleh karena itu, untuk mencapai hasil belajar yang optimal perlu keterlibatan atau partisipasi yang tinggi dari peserta didik dalam pembelajaran. Keterlibatan peserta didik merupakan hal yang sangat penting dan menentukan keberhasilan pembelajaran. Nana Sudjana dalam bukunya strategi pembelajaran mengemukakan syarat kelas yang efektif adalah adanya keterlibatan, tanggung jawab dan
umpan balik dari peserta didik45. Keterlibatan peserta didik merupakan
syarat pertama dalam kegiatan belajar di kelas. Untuk terjadinya keterlibatan itu peserta didik harus memahami dan memiliki tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan belajar. Keterlibatan peserta didik itupun harus memiliki arti penting sebagai bagian dari dirinya dan perlu diarahkan secara baik oleh sumber belajar.
Strategi planted questions pada pembelajaran SKI di MI NU
Tarsyidut Thullab Singocandi Kudus, penerapannya diarahkan pada proses pembelajaran yang lebih banyak mencari dan menemukan dari
44
Wina Sanjaya, Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan praktik Pengembangan kurikulum
KTSP, Jakarta, Kencana, 2009, hal.282
45
peserta didik, ini dimulai dari proses persiapan yang dilakukan pada
penerapan strategi planted questions, peserta didik diberikan motivasi
dan kesiapan mental melalui berdo’a dan diberikan kartu yang
merupakan bentuk pertanyaan, dan itu dibagikan pada siswa yang dianggap pasif atau kurang aktif, dalam proses ini peserta didik akan aktif dan kreatif untuk bertanya dan menjawab sesuai kemampuan yang mereka miliki.
Strategi planted questions merupakan salah satu strategi dalam
active learning yang dilakukan guru SKI di MI NU Tarsyidut Thullab
Singocandi Kudus. Guru berusaha mengimplementasikan
pelaksanaannya siswa dituntut untuk berani bertanya karena dengan siswa mampu bertanya dan mengeluarkan pendapat, nantinya akan terlihat tingkat kemampuan siswa menyerap materi yang telah disampaikan.
Strategi planted questions pada pembelajaran SKI di MI NU
Tarsyidut Thullab Singocandi Kota Kudus mendorong partisipasi peserta didik dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain memberikan pertanyaan dan menanggapi respon peserta didik lain maupun guru secara positif.
Pada dasarnya untuk menciptakan kondisi kelas yang kondusif, seorang guru harus mengerahkan semua potensi dirinya. Dari segi intelektualitas, dia harus semakin mampu menguasai materi pembelajaran. Karena dengan semakin mandirinya siswa dalam proses pembelajaran, mereka semakin mungkin menemukan hal-hal baru yang kadang-kadang tidak terduga. Seorang guru yang baik harus mampu dan siap menghadapi hal tersebut. Selain itu, dia juga harus mengerahkan pengetahuan dan keterampilan dalam membaca suasana psikologis siswa.
Sedangkan dari sudut pandang komunikasi antara siswa dengan
siswa lain menurut peneliti pelaksanaan strategi planted questions pada
membentuk satu hubungan yang saling ketergantungan positif, mengisi kekurangan satu siswa dengan kelebihan siswa lain.
Keterlibatan peserta didik merupakan syarat pertama dalam kegiatan belajar di kelas. Untuk terjadinya keterlibatan itu peserta didik harus memahami dan memiliki tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan belajar. Selain itu tata ruang yang dilakukan pada proses
pelaksanaan strategi planted questions pada pembelajaran SKI di MI NU
Tarsyidut Thullab Singocandi Kota Kudus dengan membentuk model bangku seperti huruf U, berhadapan, menurut peneliti menciptakan pembelajaran di luar yang dapat memberikan pengalaman bagi peserta didik. Seni mengelola kelas bukan kemampuan yang diperoleh secara alamiah tetapi harus dipelajari dan dipraktikkan. Di dalam kelas guru tidak hanya berfungsi menyampaikan pelajaran, tetapi juga sebagai pribadi yang positif untuk mewujudkan suasana belajar yang menyenangkan. Atau dengan kata lain, guru sebagai pengelola kelas
hendaknya mampu menciptakan suasana belajar yang
optimal,menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa data
belajar dengan nyaman.46 Dengan demikian guru haruslah pandai dalam
menjalankan tugas dan sebagai pengelola kelas.
Menurut peneliti bahwa pelaksanaan strategi planted questions
pada pembelajaran SKI di MI NU Tarsyidut Thullab Singocandi Kota Kudus ini sangat mendukung dalam proses belajar mengajar, dalam
pelaksanaan strategi planted questions ini lebih memfokuskan pada
strategi pembelajarannya dan memperhatikan siswa. Dan tidak memposisikan siswa sebagai botol kosong yang belum mempunyai isi, tetapi menghargai pengetahuan yang dimiliki dan juga adanya pengetahuan terhadap potensi siswa itu sendiri. Siswa akan lebih kreatif dalam aktivitas belajarnya yang pada akhirnya juga akan meningkatkan prestasi belajarnya.
46