• Tidak ada hasil yang ditemukan

TATA CARA PERENCANAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TATA CARA PERENCANAAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

TATA CARA PERENCANAAN

(2)
(3)

TATA CARA PERENCANAAN

(4)

Cetakan 1 - 2014 Modul disusun oleh : Atang Sarbini, ST. Editor :

Ir. Lutfi Faizal Dra. Yulinda Rosa, M.Si. Sofiyan, A.Md.

Neneng Kaniawati, S.Sos., MM. PUSKIM. 2014

Jl. Panyawungan Cileunyi Wetan Kabupaten Bandung 40393 Telp. 022-7798 393, Fax 022-7798 392

E-mail: info@puskim.pu.go.id

Hak cipta dilindungi undang-undang, dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun termasuk fotokopi, tanpa izin tertulis dari penerbit.

ISBN : 978-602-8330-85-5

TATA CARA PERENCANAAN

(5)

Pengantar

Untuk mencapai tujuan pelayanan air minum yang mudah dijangkau dan murah bagi masyarakat, perlu dipilih sistem pelayanan air minum yang mempunyai kelayakan baik teknis maupun non teknis.

Kran Umum (KU) adalah salah satu pilihan sistem penyediaan air minum untuk melayani suatu kelompok pemakai dengan memperhatikan aspek teknis dan non teknis, sehingga masyakat dapat secara mudah memperoleh air dalam jumlah tertentu, dengan kualitas yang sesuai persyaratan air minum bagi kesehatan. Aspek non teknis yang diperlukan dalam operasi dan perawatan Kran Umum yaitu dapat dikelola oleh masyarakat sendiri, sesuai dengan kesepakatan pemakai yang berlandaskan pada kearifan lokal.

Sesuai dengan maksud tersebut bahwa sistem pelayanan air minum melalui Kran Umum sebagai alternatif pada kondisi tertentu, tetapi tidak menjadikan sistem pelayanan dengan cara ini menjadi hal yang mutlak, pilihan dapat dilakukan dengan cara lainya sepanjang memberikan kemudahan dan persyaratan kesehatan bagi masyarakat dapat dipenuhi dengan baik.

Sejalan dengan kebutuhan akan sistem pelayanan air minum yang terus berubah, maka modul semacam ini perlu terus dikembangkan, untuk itu kami mengharapkan dari pembaca yang budiman saran penyempurnaan lebih lanjut.

Kepada penulis kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas kerja kerasnya dalam menyelesaikan modul ini dan menjadi bagian dari upaya pembangunan penyediaan air minum bagi masyarakat.

Bandung, Mei 2014 Kepala

Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman

(6)
(7)

Daftar Isi

PENGANTAR ... iii

1. PETUNJUK PENGGUNAAN ... 1

2. DEFINISI DAN ISTILAH ... 1

3. ALUR PIKIR ... 1

4. TUJUAN ... 1

5. SASARAN KOMUNIKAN ... 1

6. PRETEST KEMAMPUAN ... 1

7. TATA CARA PERENCANAAN AIR BERSIH PERDESAAN DENGAN KRAN UMUM (KU) ... 2

7.1 Gambaran Umum ... 2

7.2 Persyaratan ... 2

7.3 Fungsi ... 2

8. TAHAP PERENCANAAN KRAN UMUM ... 2

8.1 Komponen Sarana ... 3

8.2 Pemilihan Lokasi ... 3

8.3 Perencanaan SPAM dengan KU ... 3

8.6 Persiapan ... 3 8.7 Pelaksanaan Perencanaan ... 4 8.8 Cara Pengerjaan ... 4 9. EVALUASI ... 5 10. PENUTUP ... 5 11. REFERENSI ... 5

(8)
(9)

1. Petunjuk Penggunaan

Untuk memahami cara merencanakan system penyediaan air bersih perdesaan melalui jaringan perpipaan dan pelayananya melalui Kran Umum

2. Definis dan Istilah

Transmisi

adalah jaringan pipa air baku dari sumber hingga unit pengolahan.

Distribusi

adalah jaringan pipa air bersih dari unit pengolahan hingga Kran Umum.

Kran Umum

adalah kran pengambilan air minum.

3. Alur Pikir

Meter air adalah alat ukur debit dengan ketelitian sesuai dengan Standar tertentu

Sumber Air

Baku Unit Pengolahan Kran Umum

Gambar 1 Alur Fikir

4. Tujuan

Untuk memahami Kran Umum sebagai Sarana Pelayanan Air bersih komunal yang dipasang pada jaringan pipa pelayanan air minum/bersih.

5. Sasaran Komunikan

Sasaran yang ingin dicapai adalah pelaku pembangunan agar memahami persyaratan teknis Kran Umum yang dipilih sebagai salah satu unit pelayanan air minum.

6. Pretest Kemampuan

1. Apa yang dimaksud dengan penyediaan air?

(10)

TATA CARA PERENCANAAN AIR BERSIH PERDESAAN DENGAN KRAN UMUM

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

2

7. Tata Cara Perencanaan Air Bersih Perdesaan dengan

Kran Umum

7. 1 Gambaran Umum

Kran Umum merupakan sarana air bersih/air minum yang dibuat dengan penampungan dan Kran Pengambilan Air. Jumlah Kran pada tiap unit Kran Umum dapat dipasang lebih dari satu Kran. Kran Umum dapat dipasang sebagai unit pelayanan secara kelompok dengan sumber air dari mata air yang dialirkan secara gravitasi atau dari air tanah yang diambil dengan menggunakan pompa. 7.2 Persyaratan

1) Kran Umum harus sesuai dengan spesifikasi Kran Umum itu sendiri;

2) Peralatan dan perlengkapan harus memenuhi persyaratan, seperti jenis Kran, pipa, dan lainnya; 3) Jarak maksimum 100 meter dari tempat tinggal konsumen;

4) Sistem penyediaan air bersih yang dibuat berupa sistem penyediaan air bersih perdesaan dengan system gravitasi atau pompa tangan;

5) Sumber air baku yang digunakan dapat berupa mata air atau air tanah dengan menggunakan pompa.

7.3 Fungsi

Fungsi komponen Kran Umum sebagai sarana pelayanan air bersih/air minum yang digunakan secara bersama dalam kelompok pemakai air.

No Komponen Fungsi

1 Pondasi Pondasi tangki penampung air bersih dengan pasangan batu 2 Bak Penampung air bersih Untuk menampung air selama tidak ada pengambilan

pengambilan dan untuk mengatasi puncak penggunaan. 3 Kran Pengambilan Air Kran yang berfungsi untuk pengambilan air bersih

8. Tahap Perencanaan Kran Umum

Dalam mempersiapkan perencanaan sistem pelayanan air minum, perlu dilihat apakah sudah ada pengembangan sistem pelayanan air minum atau belum. Bila belum ada sistem pelayanan air minum, maka dilanjutkan proses pemilihan prasarana untuk pembangunan baru. Bila ternyata sudah ada sistem pelayanan air minum, maka dilakukan pengkajian sistem yang sudah ada (eksisting).

Penyempurnaan sistem pelayanan air minum eksisting dilakukan melalui rehabilitasi maupun optimalisasi, tergantung pada jenis kebutuhan sistem pelayanan air minum yang ada.

Jenis prasarana yang tepat untuk suatu wilayah rencana pelayanan ditentukan dengan mempertimbangkan parameter-parameter sebagai berikut:

(11)

− Jenis sumber air baku, termasuk kualitas dan kuantitasnya;

− Kondisi topografi. 8.1 Komponen Sarana

Secara prinsip, setiap sistem pelayanan air minum yang akan digunakan mempunyai komponen-komponen sistem penyediaan air minum secara lengkap yang terdiri dari:

− Unit bangunan pengambilan air baku

− Unit pengolahan

− Jaringan perpipaan (transmisi dan distribusi)

− Unit pemanfaatan berupa Kran Umum 8.2 Pemilihan Lokasi

Lokasi yang diusulkan belum memiliki sistem penyediaan air minum dan merupakan daerah rawan air yang di huni oleh penduduk dengan pendapatan perkapitanya rendah dan kepadatan penduduk antara 300 – 500 orang/km2.

Dianjurkan Pemda setempat bersedia untuk membantu memberikan penyuluhan dan mempasilitasi pengembangan serta pendanaan pembangunan saranan SPAM-KU.

8.3 Perencanaan SPAM dengan KU

Perencanaan SPAM-KU yang diusulkan dari berbagai lokasi perlu diverifikasi dan di prioritaskan sesuai dengan pola pembobotan dari tipe komponen pendukung. Parameter yang mendukung untuk perencanaan SPAM-KU minimal terdiri dari:

1) Jumlah dan kepadatan penduduk

2) Sumber air baku yang dapat dimanfaatkan untuk SPAM-KU; debit dan jarak sumber dari permukiman;

3) Tingkat kerawanan air dan tingkat kesehatan penduduk; 4) Kebutuhan air minum/air bersih;

5) Peta topografi desa dan sumber air baku. 8.4 Persiapan

1) Data yang diperlukan meliputi :

(1) Peta topografi dan luas daerah pelayanan; (2) Iklim;

(3) Sumber air baku yang akan dimanfaatkan sebagai sumber air baku, yang meliputi debit, kualitas fisik, kimia dan mikrobiologi;

(4) Jumlah penduduk 5 tahun sebelum nya dan jumlah pertambahan penduduk; (5) Mata pencaharian dan pendapatan penduduknya;

(12)

TATA CARA PERENCANAAN AIR BERSIH PERDESAAN DENGAN KRAN UMUM

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

4

(7) Sosial budaya dan kebiasaan penduduk calon lokasi pelayanan; (8) Sistem penyediaan air minum yang sedang berjalan/yang ada. 8.5 Pelaksanaan Perencanaan

1) Tentukan Peta Pelayanan

- Buat peta pelayan dengan skala 1: 2.500.

- Tentukan rute pipa transmisi dan distribusi yang diperlukan untuk melayani daerah pelayanan. - Tentukan titik Kran umum yang diperlukan sesuai dengan jumlah pemakai dan kapasitas yang

diperlukan.

- Tentukan jarak perpipaan dan jarak tiap Kran Umum yang diperlukan. - Tentukan ukuran pipa yang diperlukan.

- Tentukan kapasitas tangki dan jumlah kran pada tiap tangki serta jenis KU yang diperlukan (bila tanpa tangki).

2) Tentukan Ukuran serta dimensi peralatan yang diperlukan. 3) Tentukan elevasi setiap titik KU yang akan dipasang.

4) Tentukan sumber air baku yang digunakan dengan sistem pengaliran yang diperlukan. 5) Tentukan gambar detail sistem SPAM dan KU denga skala 1: 50.000.

8.6 Cara Pengerjaan

1) Pemilihan Sistem Penyediaan Air (1) Air Baku dari Mata Air

Gambar 2 Jaringan Pipa, Kran Umum dan Mata Air (2) Air Baku dari Air Tanah

(13)

2) Penyiapan Dokumen

(1) Pembuatan Peta daerah pelayanan 1: 2.500.

(2) Pembuatan Peta topografi daerah pelayan 1: 50.000.

(3) Pembuatan Gambar Bangunan pengambilan air baku 1 : 100. (4) Pembuatan Gambar Sistem perpipaan transmisi.

(5) Pembuatan Gambar Sistem pengolahan.

(6) Pembuatan Gambar Sistem perpipaan distribusi. (7) Pembuatan Gambar Kran Umum.

(8) Pembuatan spesifikasi bahan dan konstruksi bangunan sistem SPAM dan Kran Umum. 3) Rencana SPAM dengan KU

(1) Peta daerah pelayanan 1: 2.500.

(2) Peta topografi daerah pelayan 1: 50.000.

(3) Gambar detail penampang dan potongan bangunan pengambilan air baku 1 : 100. (4) Gambar deail memanjang dan melintang sistem perpipaan transmisi.

(5) Gambar detail dan potongan sistem pengolahan air.

(6) Gambar detail memanjang dan melintang sistem perpipaan distribusi. (7) Gambar detail potongan Kran Umum.

9. Evaluasi

Setelah mendapat penjelasan dari narasumber, peserta diberikan beberapa pertanyaan sesuai dengan materi yang disampaikan.

1) Coba uraikan tentang sistem penyediaan air bersih komunal? 2) Coba jelaskan sistem Kran Umum?

3) Coba berikan contoh tentang sistem penyediaan air minum dengan Kran Umum? 4) Apa keuntungan penyediaan air minum dengan Kran Umum?

5) Bagaimana cara pengelolaan sistem penyediaan air minum dengan Kran Umum?

10. Penutup

Selesai melaksakan evaluasi, narasumbber menutup pembahasan.

11. Referensi

1. Pt. T- 20-2000-C Tata cara Perencanaan Air Bersih Perdesaan dengan Kran Umum. 2. Pusat Litbang Permukiman, Konsep modul Kran Umum

(14)
(15)
(16)

Gambar

Gambar 2 Jaringan Pipa, Kran Umum dan Mata Air (2) Air Baku dari Air Tanah

Referensi

Dokumen terkait

demikian dapat disimpulkan bahwa jika masing-masing kelompok mempunyai gaya kognitif FI maka nilai rata-rata kemampuan penalaran matematis peserta didik yang

1) Disampaikan oleh kepala Puskesmas menjelaskan perlunya ditetapkan target yang harus dicapai tiap indikator untuk mengetahui nilai keberhasilan pencapaian mutu layanan

VPC adalah suatu usaha yang dilakukan untuk pengontrolan organisme hidup sebagai pembawa penyakit pada organisme lainnya, misalnya Argulus sp yang merupakan parasit

Dari hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan dalam penelitian ini bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sumber daya alam (X 3 ) dengan

Pemanfaatan tepung kulit pisang kepok kuning (Musa balbisiana) sebagai sumber energi dapat meningkatkan konsumsi pakan broiler jantan.. Pemanfaatan tepung kulit

delesi genetik.23 Kerusakan DNA tersebut akan direparasi dengan perbaikan eksisi nukleotida atau nucleotide excision repair (NER) pada sel punca yang terletak

Jadi, bagaimanakah kehidupan sosial yang terkandung di dalam karya sastra nantinya akan dilakukan kritikan atau pertimbangan atau penilaian terhadap karya sastra.Bentuk

Atau seorang trainee yang menjalani masa training terlebih dahulu sebelum mulai bekerja sebagai basic di bidang