• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEDUDUKAN HUKUM CIRCUMSTANTIAL EVIDENCE DALAM PEMBUKTIAN KASUS KARTEL DI INDONESIA (ANALISIS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEDUDUKAN HUKUM CIRCUMSTANTIAL EVIDENCE DALAM PEMBUKTIAN KASUS KARTEL DI INDONESIA (ANALISIS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Hal tersebut tercermin dalam beberapa putusan tingkat Pengadilan Negeri maupun Mahkamah Agung yang beranggapan bahwa alat bukti tidak langsung ( indirect evidence )

Kartel merupakan perilaku persaingan tidak sehat karena perjanjian satu pelaku usaha dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menghilangkan persaingan diantara

Penelitian hukum mengenai Konstruksi Hukum Kartel di Indonesia ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut mengenai perbandingan dari pengertian kartel menurut lima

Kekuatan Pembuktian Hasil Uji Balistik Yang Digunakan Sebagai Alat Bukti Dalam Persidangan Kasus Pembunuhan.. Berdasarkan Pasal 184

a) Mengenai pengertian “pelaku usaha” yang tidak mencakup badan usaha asing yang memungkinkan untuk melakukan praktek kartel dengan pelaku usaha di Indonesia

sumber data primer, sumber data sekunder dan sumber data tersier. Berdasarkan hasil analisis tersebut telah diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Kartel dalam perdagangan

Kesimpulan penelitian adalah Kedudukan informasi elektronik sebagai alat bukti pembuktian tindak pidana terorisme sebagai alat bukti baru atau menambah alat bukti

Analisis kedudukan hukum rekam medik sebagai alat bukti dalam kasus malpraktek di Rumah Sakit Pondok Indah, berdasarkan putusan Mahkamah Agung