KEDUDUKAN HUKUM CIRCUMSTANTIAL EVIDENCE DALAM PEMBUKTIAN KASUS KARTEL DI INDONESIA (ANALISIS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999)
Teks penuh
Dokumen terkait
Hal tersebut tercermin dalam beberapa putusan tingkat Pengadilan Negeri maupun Mahkamah Agung yang beranggapan bahwa alat bukti tidak langsung ( indirect evidence )
Kartel merupakan perilaku persaingan tidak sehat karena perjanjian satu pelaku usaha dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menghilangkan persaingan diantara
Penelitian hukum mengenai Konstruksi Hukum Kartel di Indonesia ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut mengenai perbandingan dari pengertian kartel menurut lima
Kekuatan Pembuktian Hasil Uji Balistik Yang Digunakan Sebagai Alat Bukti Dalam Persidangan Kasus Pembunuhan.. Berdasarkan Pasal 184
a) Mengenai pengertian “pelaku usaha” yang tidak mencakup badan usaha asing yang memungkinkan untuk melakukan praktek kartel dengan pelaku usaha di Indonesia
sumber data primer, sumber data sekunder dan sumber data tersier. Berdasarkan hasil analisis tersebut telah diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Kartel dalam perdagangan
Kesimpulan penelitian adalah Kedudukan informasi elektronik sebagai alat bukti pembuktian tindak pidana terorisme sebagai alat bukti baru atau menambah alat bukti
Analisis kedudukan hukum rekam medik sebagai alat bukti dalam kasus malpraktek di Rumah Sakit Pondok Indah, berdasarkan putusan Mahkamah Agung