Oleh : Hendri Saputra NIRM : 06 24 14 553
KEMENTERIAN PERTANIAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN (STPP) MAGELANG
LEMBAR PENGESAHAN
PROPOSAL PRAKTIK KERJA LAPANG (PKL) III DI KECAMATAN PREMBUN
KABUPATEN KEBUMEN
Oleh : Hendri Saputra NIRM : 06 24 14 553
Disetujui : 2017
Pembimbing Utama Pembimbing Pendamping
Sucipto, S.Pt, M.Si
NIP. 19580823 198202 1 001 Dr. drh Supriyanto M.P . NIP. 19591114 198703 1 001
Mengetahui,
Ketua Jurusan Penyuluhan Peternakan
Gatot Adiwinarto, S.Pt., M.Si. NIP. 19620730 198603 1 002
proposal Praktik Kerja Lapangan (PKL) III ini dengan baik.
Proposal ini dibuat untuk pengantar dari kegiatan PKL III di Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang untuk mengasah kompetensi melalui proses pembelajaran dalam kondisi nyata di lapangan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan untuk menghasilkan penyuluh yang tangguh, khususnya di bidang pertanian. Penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ir. Ali Rachman, M.Si. selaku Ketua STPP Magelang.
2. Gatot Adiwinarto, S.Pt., M.Si. selaku Ketua Jurusan Penyuluhan Peternakan STPP Magelang.
3. Sucipto, S.Pt, M.Si, selaku Pembimbing Utama.
4. Dr. drh Supriyanto M.P. selaku Dosen dan Pembimbing Pendamping. 5. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan proposal ini.
Penulis menyadari penulisan proposal ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak.
Magelang, April 2017
Penulis
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ii
PRAKATA iii DAFTAR ISI iv
I. PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1 B. Tujuan 2
C. Manfaat 2
II. TINJAUAN PUSTAKA 4 A. Aspek Penyuluhan 4 B. Elemen Kompetensi 8 III. METODOLOGI 13
A. Lokasi dan Waktu 13 B. Alat dan Bahan 13 C. Elemen Kompetensi 13 D. Jadwal Kegiatan 18 DAFTAR PUSTAKA 19
program Praktik Kerja Lapangan (PKL) dalam kurikulumnya pada setiap semester genap, sebagai upaya untuk menciptakan tenaga penyuluh pertanian yang memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Pertanian Bidang Penyuluhan Pertanian sesuai dengan undang-undang yang telah ditetapkan. Melalui pelaksanaan PKL diharapkan tujuan penyelenggaraan pendidikan untuk menghasilkan profil lulusan dengan kompetensi profesi penyuluh sesuai dengan yang digariskan di dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) penyuluh pertanian dapat tercapai.
Materi utama yang akan dilaksanakan dalam PKL III adalah evaluasi penerapan program penyuluhan pertanian (evaluasi pelaksanaan penyuluhan). Evaluasi penerapan program penyuluhan pertanian merupakan kegiatan yang dilakukan melalui proses penilaian yang sistematis pada kegiatan penyuluhan yang telah dilaksanakan terkait dengan tujuan kegiatan penyuluhan yang ditetapkan dalam programa.
Evaluasi penyuluhan pertanian berfungsi untuk mengetahui seberapa jauh kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan telah sesuai atau menyimpang dari pedoman yang ditetapkan, atau untuk mengetahui tingkat kesenjangan antara keadaan yang telah dicapai, sehingga akan dapat diketahui tingkat efektivitas dan efisiensi kegiatan yang telah dilaksanakan. Oleh karena itulah dilaksanakannya kegiatan PKL III agar mampu untuk menetapkan tujuan pelaksanaan evaluasi penyuluhan pertanian, memilih metode evaluasi, mempersiapkan instrument evaluasi, menetapkan sampel sesuai tujuan evaluasi, merekap dan mentabulasikan jenis data hasil evaluasi, menganalisis data sesuai dengan tujuan evaluasi, menetapkan hasil evaluasi dan mampu menyusun laporan hasil evaluasi.
2
karena dalam penerapan strategi dan arah kebijakan pembanguan pertaniannya telah dilaksanakan sesuai dengan kondisi daerah atau wilayah tersebut, terutama dalam bidang peternakan. Kondisi wilayah tersebut mendukung untuk digunakan sebagai lokasi PKL III, untuk melakukan praktik bersama para penyuluh dan petani dalam mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah.
B. Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan PKL III adalah untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan kegiatan berkaitan dengan:
1. Penetapan tujuan pelaksanaan evaluasi penyuluhan pertanian. 2. Penetapan memilih metode evaluasi.
3. Penetapan instrumen evaluasi.
4. Penetapan sampel sesuai tujuan evaluasi.
5. Penetapan rekapitulasi dan mentabulasikan jenis data hasil evaluasi. 6. Penetapan analisis data sesuai dengan tujuan evaluasi.
7. Penetapan hasil evaluasi.
8. Penetapan menyusun laporan hasil evaluasi sesuai dengan sistematika penulisan laporan ilmiah.
C. Manfaat 1. Manfaat PKL III bagi penulis adalah :
a. Meningkatkan kemampuan dalam mengevaluasi penerapan program penyuluhan pertanian dimulai dari menetapkan tujuan evaluasi sampai dengan menyusun hasil laporan evaluasi.
b. Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah penerapan program penyuluhan.
c. Penulis dapat melakukan kerjasama dengan instansi pemerintah/swasta, pelaku utama dan pelaku usaha serta stakeholder lain.
2. Manfaat bagi STPP Magelang adalah menunjukan peran sertanya dalam pembangunan pertanian khususnya dalam meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian.
3. Manfaat bagi pihak lain seperti instansi pemerintah/swasta, petani dan stakeholder lain adalah :
a. Mengenal STPP Magelang sebagai penyelenggara pendidikan program Diploma IV Penyuluhan Pertanian.
b. Membantu menyelesaikan tugas/pekerjaan rutin terkait dengan penyuluhan pertanian yang dilakukan instansi, pelaku utama dan pelaku usaha.
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Aspek Penyuluhan 1. Pengertian Penyuluhan Pertanian
Menurut Alim (2010), penyuluhan pada dasarnya adalah pendidikan dimana target/sasarannya yaitu para petani/peternak harus mengalami perubahan perilaku, dari mulai aspek yang bersifat kognitif, afektif dan akhirnya psikomotorik.
Penyuluhan pertanian adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumber daya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup (Deptan, 2006).
Hidayat (2010) menyatakan bahwa, penyuluhan pertanian adalah proses yang tiada henti-hentinya (never ending extension), berkesinambungan dan terus menerus (sustainable) sampai tujuan peningkatan penegtahuan, perubahan sikapdan perilaku lebih produktif dan peningkatan keterampilan ini tercapai dan terus menerus dikembangkan di bidang pertanian.
2. Falsafah Penyuluhan Pertanian
Mardikanto (2009) mengartikan falsafah sebagai landasan pemikiran yang bersumber kepada kebijakan moral tentang segala sesuatu yang akan dan harus diterapkan di dalam praktik.
3. Tujuan Penyuluhan Pertanian
4. Sasaran Penyuluhan Pertanian
Cekza (2011) menyatakan bahwa sasaran utama penyuluhan pertanian meliputi petani, pekebun, peternak, baik individu maupun kelompok dan pelaku usaha lainnya. Sedangkan sasaran antara penyuluhan yaitu pemangku kepentingan lainnya yang meliputi kelompok atau lembaga pemerhati pertanian, perikanan dan kehutanan serta generasi muda dan tokoh masyarakat.
Sasaran penyuluhan pertanian adalah pihak yang paling berhak memperoleh manfaat penyuluhan meliputi sasaran utama dan sasaran antara, sasaran utama penyuluhan yaitu pelaku utama dan pelaku usaha, sasaran antara penyuluhan yaitu pemangku kepentingan lainnya yang meliputi kelompok atau lembaga pemerhati pertanian, perikanan, dan kehutanan serta generasi muda dan tokoh masyarakat. (Deptan, 2006).
Menurut Mardikanto (2009) sasaran penyuluhan dibedakan menjadi 3 kelompok sasaran yaitu:
Sasaran utama, yaitu sasaran penyuluhan yang secara langsung terlibat dalam kegiatan bertani dan pengelolaan usaha tani. Termasuk dalam kelompok ini adalah petani dan keluarganya.
Sasaran penentu dalam penyuluhan pertanian, yaitu yang bukan pelaksana kegiatan bertani dan berusaha tani. Termasuk dalam kelompok ini adalah penguasa (pemimpin wilayah), tokoh-tokoh informal, para peneliti dan para ilmuwa serta lembaga perkreditan dan.
Sasaran pendukung penyuluhan pertanian, yaitu pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung tidak memiliki hubungan kegiatan dengan pembangunan pertanian, tetapi dapat diminta bantuannya guna melancarkan penyuluhan pertanian.
5. Materi Penyuluhan Pertanian
6
informasi, teknologi, rekayasa sosial, manajemen, ekonomi hukum dan kelestarian lingkungan (Deptan, 2006).
6. Metode Penyuluhan Pertanian
Efriyana (2013) mengemukakan bahwa metode adalah cara penyampaian suatu materi kepada sasaran melalui media tertentu agar materi tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Metode penyuluhan pertanian adalah cara penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan pertanian oleh penyuluh pertanian kepada petani beserta anggota keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka tahu, mau dan mampu menggunakan inovasi baru (Kusnadi, 2011).
7. Media Penyuluhan Pertanian
Mardikanto (2009) menyatakan bahwa media penyuluhan merupakan alat bantu atau perlengkapan penyuluhan yang diperlukan oleh seorang penyuluh guna memperlancar proses mengajarnya selama kegiatan penyuluhan itu dilaksanakan. Alat ini diperlukan untuk membantu penyuluh selama melaksanakan kegiatan penyuluhan, baik dalam menentukan materi penyuluhan atau menerangkan inovasi yang disuluhkan.
Media penyuluhan pertanian adalah merupakan alat komunikasi untuk memindahkan materi penyuluhan kepada pelaku utama dan pelaku usaha yang bertujuan untuk memperjelas pemahaman dari kelayakan tersebut terhadap materi penyuluhan yang disampaikan (Hayasi, 2014).
8. Teknik Penyuluhan Pertanian
Menurut Efriyana (2013), teknik adalah keputusan-keputusan yang dibuat penyampai atau sumber dalam memilih dan menata simbol beserta isi pesan, penentuan cara dan frekuensi pesan serta menentukan bentuk penyajian.
Teknik penyuluhan pertanian dapat didefinisikan sebagai keputusan-keputusan yang dibuat oleh sumber atau penyuluh dalam memilih serta menata simbul dan isi pesan menentukan pilihan cara dan frekuensi penyampaian pesan serta menentukan bentuk penyajian pesan (Kusnadi, 2011).
8
berbagai macam teknik penyuluhan pertanian berdasarkan pendekatan dan metode penyuluhan, namun yang akan diurai dalam makalah ini adalah teknik penyuluhan pertanian dengan pendekatan psycosocial berdasarkan dalam metode yang digolongkan kepada metode berdasarkan pendekatan kepada sasaran.
9. Evaluasi Penyuluhan Pertanian
Menurut Padillah (2016) Evaluasi penyuluhan pertanian adalah kegiatan untuk menilai suatu programa penyuluhan pertanian. Evaluasi penyuluhan pertanian dilakukan dengan proses pengumpulan data, penentuan ukuran, penilaian serta perumusan keputusan yang digunakan untuk perbaikan atau penyempurnaan perencanaan berikutnya yang lebih lanjut demi tercapainya tujuan dari program penyuluhan pertanian.
Mardikanto (2009) mengemukakan bahwa, evaluasi penyuluhan pertanian adalah sebuah proses yang sistematis untuk memperoleh informasi yang relevan tentang sejauh mana tujuan program penyuluhan di suatu wilayah dapat dicapai dan menafsirkan informasi atau data yang didapat sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan yang kemudian digunakan untuk mengambil keputusan dan pertimbangan-pertimbangan terhadap program penyuluhan yang dilakukan.
B. Elemen Kompetensi 1. Tujuan Evaluasi Penyuluhan Pertanian
Tujuan evaluasi pertanian yaitu untuk menentukan arah penyempuranaan dari kegiatan penyuluhan, memberikan gambaran mengenai kemajuan dalam pencapaian tujuan, perbaikan program dan rencana kerja, dan mengukur efektifitas metode penyuluhan yang digunakan(Arianda, 2010).
Dengan metode tertentu akan memperoleh data yang handal, dapat dipercaya sehingga penentuan kebijakan akan tepat.
Tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui seberapa jauh kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai atau menyimpang dari pedoman yang ditetapkan atau untuk mengetahui tingkat kesenjangan antara keadaan yang telah dicapai dengan keadaan yang dikehendaki atau seharusnya dapat dicapai, sehingga dengan demikian akan dapat diketahui tingkat efektifitas dan efisiensi kegiatan yang telah dilaksanakan, untuk selanjutnya dapat segera diambil langkah-langkah guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan yang dikehendaki (Mardikanto, 2009).
2. Metode Evaluasi
Menurut Sugiyono (2013) evaluasi program adalah suatu penelitian, maka pengumpulan data yang digunakan dalam evaluasi program sama dengan pengumpulan data dalam penelitian. Metode evaluasi suatu program dapat dilakukan dengan :
Wawancara Merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide tanya jawab sehingga memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian. Wawancara dilakukan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh penanya kepada responden yang kemudian dicatat oleh penanya.
Observasi Metode observasi dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung di lapangan. Kegiatan yang dilakukan yaitu mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki.
10
3. Instrumen Evaluasi
Burhanuddin (2013) instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.
Instrument adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian dan penilaian. Instrument erupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informative kualitatif dan kuantitatif tentang variasi karakteristik variable penelitian secara objektif ( Efendi, 2010).
4. Menetapkan Sampel
Sampel adalah sebagian dari seluruh individu yang menjadi objek penelitian. Tujuan penemuan sampel adalah untuk memperoleh keterangan mengenai objek penelitian dengan cara mengamati sebagian saja dari populasi (Siska, 2013).
Terdapat tiga cara untuk menentukan ukuran sampel, yaitu dengan rumus perkiraan, tabel Krejcie, dan Nomogram Harry King. Tabel Krecjie didasarkan untuk pengukuran sampel yang memiliki kesalahan 5%. Jadi sampel yang diperoleh mempunyai kepercayaan 95% terhadap populasi, namun jumlah populasi dibatasi 100.000. Nomogram Harry King menghitung ukuran sampel tidak hanya didasarkan atas kesalahan 5% saja, tetapi bervariasi sampai 15%. Tetapi jumlah populasi paling tinggi hanya 2000 (Wahyuningsih, 2009).
5. Tabulasi Data
Tabulasi adalah proses menempatkan data dalam bentuk tabel yang berisikan data sesuai dengan kebutuhan analisis. Tabel yang dibuat sebaiknya mampu meringkas semua data yang akan dianalisis (Khairul, 2013).
6. Analisis Data
Menurut Nugraha (2013), analisis data dapat diartikan sebagai suatu bentuk pola pikir untuk melaksanakan mengolah data, dengan tujuan menjadikan data tersebut sebagai suatu informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifat datanya dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian.
Analisis atau interpretasi data dapat dilakukan dengan cara : a.presentase, b. deskriptif, c. statistik inferensial. Analisa data ini tergantung tujuan evaluasi dan kesimpulan yang akan diambil serta pertimbangan-pertimbangan yang akan dihasilkan. Dalam melakukan pengolahan data dapat memanfaatkan alat komputasi seperti program excel, program SPSS, atau dihitung secara manual dengan kalkulator (Nyobidong, 2014).
7. Hasil Evaluasi
Hasil dari evaluasi penyuluhan pertanian akan dapat digunakan untuk menentukan sejauhmana tujuan-tujuan penyuluhan pertanian tersebut dapat dicapai. Dalam artian sejauhmana perubahan perilaku petani dalam bertani lebih baik dan berusahatani lebih menguntungkan, yang kemudian untuk mewujudkan kehidupan keluarganya yang lebih sejahtera dan masyarakat yang lebih baik (Arianda, 2010).
Erwin (2012) menyatakan bahwa hasil evaluasi ini untuk menilai relevansi, efektivitas atau efesiensi, pencapaian atau hasil suatu kegiatan, untuk selanjutnya digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan kebijakan pada perencanaan dan pengembangan kegiatan selanjutnya.
12
Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah, yakni dalam pelaksanaan ada 8 elemen kompetensi yang dilaksanakan di Kecamatan Prembun. Kegiatan PKL III akan dilaksanakan selama dua bulan yaitu dari tanggal 24 April sampai dengan 9 Juni 2017.
B. Alat dan Bahan
Kegiatan PKL III ini akan dapat berjalan dengan baik, dengan menggunakan alat dan bahan yang sesuai kebutuhan. Alat-alat praktik yang dibutuhkan antara lain: kuesioner berupa instrumen evaluasi, Programa Penyuluhan Pertanian Kecamatan Prembun Tahun 2016, kamera HP Acer Z2 5 mega piksel. sedangkan bahan-bahan yang dibutuhkan seperti : kertas HVS A4 80 gram, tinta blue prin.
C. Elemen Kompetensi
1. Mampu Menetapkan Tujuan Pelaksanaan Evaluasi Penyuluhan Pertanian
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada minggu kelima bulan April 2017. Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam menetapkan tujuan evaluasi adalah sebagai berikut: a. Koordinasi dengan koordinator penyuluh pertanian lapangan tentang programa penyuluhan tahun 2016, b. Melihat programa penyuluhan pertanian BPP Prembun tahun 2016 yang telah dilaksanakan khususnya program peternakan; c. Mengoreksi tujuan programa penyuluhan pertanian disesuaikan dengan kaidah yaitu harus mengandung unsur sasaran (S); perubahan perilaku yang dikehendaki (P); materi (M); dan kondisi/situasi (K). d. Menetapkan tujuan evaluasi.
14
Kegiatan pada rencananya akan dilaksanakan pada minggu kelima bulan April 2017. Langkah-langkah yang dilaksanakan adalah : a. Koordinasi dengan penyuluh pertanian dan pengurus kelompok tani, b. Menetapkan metode evaluasi yaitu yaitu 1). Observasi, yang dilakukan adalah mahasiwa terjun langsung ke kecamatan untuk mencatat informasi dan mengamati kondisi responden dan kondisi wilayah di daerah pelaksaksanaan PKL. Observasi selanjutnya dilakukan dengan cara anjangsana mengamati secara langsung keadaan tanaman padi yang manjadi bahan evaluasi, 2). Wawancara, yang dilakukan yaitu mahasiswa melakukan dialog dan pengumpulan data dengan langsung mengadakan tanya jawab kepada responden yang terlibat langsung dalam pelaksanaan dilapangan. 3. Mampu Menetapkan Instrumen Evaluasi
Menetapkan instrumen evaluasi rencananya akan dilaksanakan minggu pertama dan kedua bulan Mei 2017. Instrumen evaluasi disusun dalam bentuk kuesioner, berisikan pertanyaan-pertanyaan dan merupakan alat pengambil data dalam upaya mencari fakta keadaan dilapangan. Kuesioner ini ditulis dan disusun tidak terlepas dari tujuan yang ada di matrik programa penyuluhan pertanian Kecamatan Prembun tahun 2016. Adapun langkah-langkah penyusunan instrumen evaluasi adalah : a. Memilih salah satu tujuan yang ada dimatrik programa penyuluhan pertanian tingkat Kecamatan Prembun tahun 2016 khusus bidang peternakan baik dari keadaan, tujuan, masalah, sasaran, materi, metode penyuluhan, volume dan lokasi, b. Memilih salah satu materi penyuluhan yang ada yang telah disuluhkan, c. Mempelajari materi penyuluhan yang pernah disampaikan oleh penyuluh dalam kegiatan penyuluhan yang dievaluasi, d. Menetapkan variabel yang akan diukur dalam hal ini adalah pengetahuan, sikap dan tindakan/ketrampilan peternak/petani, e. Menentukan indikator dan parameter serta cara ukur masing-masing variabel.
Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan pada minggu kedua bulan Mei 2017. Penetapan sample yang akan dilaksanakan dalam evalusi dilakukan dengan langkah a. Koordinasi dengan penyuluh BPP Kecamatan Prembun mengenai petani/peternak yang menjadi sasaran penyuluhan materi yang terpilih, b. Sampel dari populasi ditetapkan dengan teknik purposive sampling yaitu sengaja memilih anggota kelompok tani yang menjadi sasaran kegiatan penyuluhan tentang materi yang telah disuluhkan pada tahun 2016, c. Memilih sampel yang memenuhi kriteria yaitu pernah mengikuti kegiatan penyuluhan dan masih aktif dalam kegiatan kelompk.
5. Mampu Merekap dan Mentabulasikan Jenis Data Hasil Evaluasi
Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan pada minggu ketiga pada bulan Mei 2017. Langkah kerjanya yaitu a. Memberi nomor pada tiap berkas kuisioner sebagai nomor urut responden, b. Memeriksa hasil jawaban responden lalu menetukan skor jawaban sesuai dengan skor yang tercantum dalam instrumen evaluasi, c. Memasukkan skor dalam kolom tabulasi yang terbagi dalam tabulasi jenis data hasil evaluasi aspek pengetahuan, aspek sikap, aspek keterampilan dan aspek perilaku, d. Menjumlahkan skor yang diperoleh sebagai skor total jawaban responden.
6. MampuMenganalisis Data Sesuai dengan Tujuan Evaluasi
Menganalisis data rencananya akan dilaksanakan pada minggu keempat pada bulan Mei 2017. Langkah analisis data adalah dengan proses editing yaitu dengan melakukan pengecekan atau pengoreksian data yang telah terkumpul, kemudian menganalisis data atau menghitung data secara deskriptif persentase, dimulai dengan menelaah seluruh data yang diperoleh baik melalui hasil kuisioner dan bantuan wawancara. Cara menganalisis data dengan menggunakan metode deskriptif persentase adalah :
a. Membuat Garis Kontinum :
16
2) Nilai indeks maksimal = nilai tertinggi X jumlah pertanyaan…...(B)
3) Jarak interval = ………(C)
A (A+C) (A+C+C) B b. Membuat persentase indikator pengetahuan, sikap dan keterampilan
Pengetahuan = X 100%
Sikap = X 100%
Keterampilan= X 100%
c. Menentukan kriteria penilaian Nilai 3 = tahu,mau dan terampil
Nilai 2 = kurang tahu, ragu-ragu, dan kurang terampil Nilai 1 = tidak tahu, tidak mau dan tidak terampil
Tidak tahu Tidak mau Tidak terampil
Kurang tahu Ragu-ragu Kurang terampil
d. Menetukan tingkat efektivitas penyuluhan
Efektivitas Penyuluhan = Realisasi x 100% Target
Keterangan :
Realisasi : Jumlah skor diperoleh Target : Jumlah skor maksimal
Menetapkan hasil evaluasi rencananya akan dilaksanakan pada minggu kelima bulan Mei 2017. Langkah menetapkan hasil evaluasi yaitu mengacu pada hasil analisis data dan kegiatan ini sekaligus mencantumkan hasil pembahasannya. Hasil evaluasi penyuluhan disajikan dalam bentuk tabel data dan teks narasi kualitatif untuk menggambarkan perubahan perilaku yang terjadi setelah dilaksanakannya kegiatan penyuluhan, antara lain : (a). Gambaran tingkat pengetahuan petani/peternak (b). Gambaran sikap peternak/ petani, (c). Gambaran keterampilan peternak/petani, (d). Tingkat efektivitas penyuluhan.
Langkah selanjutnya dalam penetapan hasil adalah penarikan kesimpulan sesuai masalah evaluasi dan penetapan rekomendasi bagi perbaikan pelaksanaan kegiatan serta pengembangan program penyuluhan.
8. Mampu Menyusun Laporan Hasil Evaluasi
18
dan tujuan evaluasi serta manfaat evaluasi. c) landasan-landasan teoritis dan kosep-konsep yang digunakan didalam pelaksanaan evaluasi. d) indikator dan parameter, serta pengukuranya. e) metode evaluasi mencakup: rancangan evaluasi, populasi dan sampel, penarikan sampel, rincian data yang dikumpulkan, teknik pengumpulan data, instrumen evaluasi, analisis data, gambaran umum tentang programa yang dievaluasi dan pelaksanaanya, hasil evaluasi pembahasan dan rekomendasi.
D. Jadwal Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan PKL III di Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 1. Jadwal Kegiatan PKL III
Materi Kegiatan April Mei Juni
Menetapkan sampel sesuai tujuan evaluasi
Arfah, S. R. 2012. Evaluasi Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).Diakses 20 Maret 2017. http://repository.unhas.ac.id/bitstream/ handle/123456789/2071/Skripsi%20St.Rahmawati%20Arfah.pdf?
sequence=1.
Anannur. 2012. Evaluasi Program Pendidikan. Diakses pada tanggal 25 April 2017. http://anan-nur.blogspot.co.id/2012/01/evaluasi-program-pendidikan-prof-dr.htmal?m=1.
Arianda. 2010. Evaluasi Kegiatan Penyuluhan Budidaya Padi Sistem Legowo di Kabupaten Tangerang (Studi Kasus Bpp Cisauk Kecamatan Cisauk). Skripsi S-1 (Unpublished). Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Burhanuddin. 2013. Pengumpilan Data dan Instrumen Penelitian. Diakses 24 Maret 2017. https://afidburhanuddin.wordpress.com/2013/05/21/ pengumpulan-data-dan-instrumen-penelitian-3/
Cekza. 2011. Sasaran Penyuluhan. Diakses tanggal 24 April 2017. http://cekzaislami.blogspot.com/2011/03/siapa-sebenarnya-yang-jadi-sasaran.html.
Departemen Pertanian. 2009. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 25 Tahun 2009 tentng Pedoman Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian. Departemen Pertanian Republik Indonesia, Jakarta.
__________________. 2006. Undang-Undang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Nomor 16 Tahun 2006. Departemen Pertanian Republik Indonesia, Jakarta.
Efriyana. 2013. Metode dan Teknik Penyuluhan. Diakses 15 Maret 2017.
http://efriyana58.blogspot.com/2013/03/metode-dan-teknik-penyuluhan.html?m=1
Erwin. 2012. Mengevaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian. Diakses tanggal 20 Maret 2017. http://5infopetani.blogspot.co.id.
20
Hayasi. 2014. Laporan Kegiatan Penyuluhan di Desa Kandangan Kecamatan Ngawi. Diakses 21 Maret 2017. http://jufryhayasi.blogspot.com/2014/08/ normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html
Hidayat, A. 2010. Manajemen Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan. PT. Duta Karya Swasta, Jakarta.
Juhaedi. 2014. Metode dan Teknik Menyuluh. Diakses tanggal 16 Maret 2017. http://ajatjuhaedi.blogspot.com/2014/02/metode-dan-teknik-menyuluh.html Kartono. 2008. Pengertian Penyuluhan Pertanian. Diakses pada tanggal 13 April
2017. http://ronggolawe13.blogspot.com.
Khairul. 2013. Tabulasi. Diakses 14 Maret 2017. http://cendekiaskripsi.blogspot.co.id/ 2013/04/tabulasi_3449.html?m=1 Mardikanto. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Sebelas Maret University Press,
Surakarta.
_________.2009. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Universitas Sebelas Maret Press. Surakarta.
Nugraha. 2013. Makalah Analisis Data. Diakses pada 24 Maret 2017. https://ketutyoginugraha.blogspot.co.id/2013/12/makalah-analisis-data_ 5241.html?m=1
Nyobidong. 2014. Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian. Diakses tanggal 20 Maret 2017. https://ariefnyobidong.wordpress.com/2014/04/07/ evaluasi-pelaksanaan-penyuluhan-pertanian/
Padillah. 2016. Perencanaan dan evaluasi program. Diakses pada tanggal 26 April 2017.
Wahyuningsih. 2009. Populasi dan sampel. Diakses 20 Maret 2017. Htpp://retnoonline.blogspot.com/2009/11/populasi-dan-sampel.html Wrahatnala, Bondet. 2012. Pengolahan Data Kuantitatif Dalam Penelitian Sosial.