• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI SPRINT MELALUI GAYA MENGAJAR INKLUSI PADA SISWA KELAS XI SMA YAPI SIPARE-PARE KABUPATEN BATUBARA TAHUN AJARAN 2015/2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI SPRINT MELALUI GAYA MENGAJAR INKLUSI PADA SISWA KELAS XI SMA YAPI SIPARE-PARE KABUPATEN BATUBARA TAHUN AJARAN 2015/2016."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI SPRINT MELALUI PENERAPAN GAYA MENGAJAR INKLUSI PADA SISWA

KELAS XI SMAYAPI SIPARE-PARE KABUPATEN BATUBARA TAHUN AJARAN 2015/2016

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat – Syarat Untuk Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan

OLEH :

ZULKHAIRI FUAD NST NIM.6113112207

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)

ABSTRAK

ZULKHAIRI FUAD NST. NIM 6113112207 Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lari Sprint Melalui Gaya Mengajar Inklusi Pada Siswa Kelas XI SMA Yapi Sipare-pare Kabupaten Batubara Tahun Ajaran 2015/2016

Pembimbing : SURYADI DAMANIK

Skripsi : Fakultas Ilmu Keolahragaan UNIMED 2016.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar Lari Sprint yang didapat siswa kelas XI SMA Yapi Sipare-pare 2015/2016 melalui gaya mengajar inklusi.

Subjek Penelitian ini dilaksanakan di SMA Yapi Sipare-pare Tahun Ajaran 2015/2016, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI yang berjumlah 35 orang. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini dan untuk mengetahui hasil dilihat dari ketuntasan siswa secara individu dan secara klasikal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar yang berbentuk portofolio, dengan gaya mengajar inklusi, maka diadakan tes hasil belajar pada siklus I dan siklus II yang berbentuk melakukan teknik dasar Lari sprint.

Berdasarkan hasil tes awal lari sprint melalui gaya mengajar inklusi yang dilakukan pada siswa kelas XI SMA Yapi Sipare-pare. Dari 35 siswa terdapat 8 siswa (22,85%) yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa (60,11%). Hasil dari siklus I terdapat 18 siswa (51,42%) dari 35 siswa, yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa (68,45%). Di siklus II terdapat 31 siswa (88,57%) dari 35 siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata (77,02). Dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa dari tes awal sampai dilakukannya siklus I dan siklus II terjadi peningkatan, dapat dikatakan melalui gaya mengajar inklusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

(5)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahhirabbil’alamin puji dan syukur pertama sekali penulis

ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang telah

diberikan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan judul “

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lari Sprint Melalui Gaya Mengajar Inklusi

Pada Siswa Kelas XI SMA Yapi Sipare-pare Tahun Ajaran 2015/2016 ”.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah

banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini yaitu kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. selaku Rektor Universitas

Negeri Medan.

2. Bapak Dr. Budi Valianto, M.pd. selaku Dekan FIK UNIMED.

Bapak Drs. Suharjo, M.Pd. selaku wakil Dekan I FIK UNIMED

Bapak Drs. Mesnan, M.kes. AIFO selaku wakil Dekan II FIK

UNIMED, dan Bapak Dr. Budi Valianto, M,pd selaku wakil Dekan III

FIK UNIMED.

3. Bapak Drs. Suryadi Damanik, M.Kes. selaku Ketua Jurusan PJKR, FIK

UNIMED sekaligus pembimbing skripsi yang telah banyak

memberikan arahan dan bimbingan dalam penyelesaian skripsi ini.

4. Bapak Usman Nasution, S.Pd. M.Pd. selaku sekretaris Jurusan PJKR,

(6)

5. Dosen Pengarah I Bapak Abdul Harris Handoko, S.Pd, M.Pd. dan

Pengarah II Bapak Bangun Setia Hasibuan, S.Pd, M.Or. yang telah

memberikan arahan dan membimbing penyelesaian skripsi ini.

6. Para Dosen dan Team Dosen, Staf Administrasi dan perlengkapan di

lingkungan FIK UNIMED.

7. Bapak Zainal Arifin, S,pd. selaku Kepala sekolah beserta Guru-guru di

SMA Yapi Sipare-pare yang begitu banyak membantu penulis dalam

penelitian ini.

8. Ter-istimewa kepada Ayah, Irmansyah Nasution, Ibu, Hafsah dan

Adik-adik yang saya sayangi Imam Maulana Nasution, Anbar Nazihah

Nasution, yang telah banyak memberikan dukungan kepada penulis

baik moral maupun material, sehingga pembuatan skripsi ini dapat

terselesaikan dengan baik.

9. Terima kasih Pada yang Terkasih Novitasari S.Pd, yang sudah

mendukung saya selama perkuliahan, dan menyemangati dalam

mengerjakan skripsi ini.

10.Sahabat-sahabat Zulkhairi Fuad Nst, Aslyani Siregar, Ade Kurniasari,

Aidil Fitrah Sitorus, Akhmad Rizal Fauzi, Imam Siswohadi, Maulana

Azhari, Ilham Sambas Ratumanu, Achwali Putra, Indra Dermawan,

Brian Devani Simangungsong Dan Anak PJS A REGULER 2011

Begitu banyak memberikan dukungan dan Do’a, sehingga penulisan

(7)

11.Sahabat- sahabat PPL Munanda Faisal, Melky Situmorang, Dedy

Manullang, Taho Simanjuntak, Shilvia Pratiwi, Sari Bulan Siregar,

Emy Dwi Suryanti semoga penulisan skripsi ini dapat berguna bagi

pembaca, terutama bagi penulis sendiri.

Medan, Februari 2016

Penulis,

(8)

DAFTAR ISI

1.Hakekat Pendidikan Jasmani ... 8

2.Hakekat Hasil Belajar Pendidikan Jasmani ... 10

3.Hakekat Atletik ... 14

A.Lokasi dan Waktu Penelitian ... 29

(9)

C. Metode Penelitian ... 29

D. Desain Penelitian ... 30

E. Instrumen Penelitian ... 32

F. Teknik Analisa Data... 36

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 39

A.Deskripsi Data Penilaian ... 39

B.Hasil Penelitian ... 40

C. Pembahasan……….. 48

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 54

A.Kesimpulan ... 54

B.Saran ... 54

DAFTAR PUSTAKA ... 55

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Keuntungan dan kelemahan Gaya Mengajar Inklusi ... 26

2. Portopolio Penilaian Proses Hasil Belajar lari Sprint ... 33

3. Paparan Data……….. . 36

4. Deskripsi Data Hasil Lari Sprint……….………. 39

5. Hasil Tes Lari Sprint Siklus I... 43

6. Hasil Belajar Lari Sprint Siklus II... 46

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Sikap Aba-aba Bersedialari Sprint ... 17

2. Sikap Aba-aba Siap lari Sprint ... 18

3. Sikap Aba-aba Ya lari Sprint ... 18

4. Teknik Lari Sprint………. . 19

5. Teknik Melewati Garis Finish………. ... 20

6. Desain Penelitian………... . 30

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ... 56

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ... 61

3. Lembar Observasi Guru Siklus I………... 66

4. Lembar Observasi Guru Siklus II……… 68

5. Lembar Observasi Siswa Siklus I……… 70

6. Lembar Observasi Siswa Siklus II……….. 72

7. Data Observasi Awal Ketuntasan Belajar Lari Sprint………. 74

8. Data Ketuntasan Belajar Lari Sprint Siklus I……….. 77

9. Data Perbandingan Nilai Data Awal Dan Siklus I Lari Sprint…...……. 80

10. Data Ketuntasan Belajar Lari Sprint Siklus II………. 82

11. Data Perbandingan Nilai Siklus I Dan Siklus II Lari Sprint……… 85

12. Lembar Penilaian Fortopolio Tes Hasil Belajar Lari Sprint (pre-tes)….. 87

13. Lembar Penilaian Fortopolio Tes Hasil Belajar Lari Sprint Siklus I…... 89

14. Lembar Penilaian Fortopolio Tes Hasil Belajar Lari Sprint Siklus II... 91

15. Susunan Kepanitiaan Penelitian……… 93

(13)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi setiap

orang. Dalam meningkatkan pendidikan, maka proses pembelajaran merupakan

inti yang harus di tingkatkan agar tercapai sesuai dengan tujuan yang sudah di

tentukan dalam bentuk terjadinya perubahan tingkah laku, pengetahuan dan

keterampilan dalam diri siswa. Tujuan pendidikan tidak akan tercapai bila proses

pembelajaran yang diajarkan tidak sesuai rencana pembelajaran yang telah

disusun. Berhasil tidaknya pembelajaran salah satu faktor penentunya adalah

rencana pembelajaran yang dibuat oleh guru, sebab di dalam rencana

pembelajaran guru telah dapat menentukan model pembelajaran yang tepat

diberlakukannya untuk siswa.

Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari system

pendidikan secara menyeluruh. Tujuan pendidikan jasmani bukan hanya

menggunakan ranah jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional,

keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui kegiatan aktivitas

jasmani dan olahraga. Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong

perkembangan motorik, kemampuan fisik, penghayatan nilai-nilai (sikap, mental,

emosi, spritural) serta pembiasaan pola hidup sehat untuk merangsang

(14)

Atletik merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib di berikan kepada

siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas, dan

bahkan di beberapa Perguruan Tinggi.

Kegiatan olahraga atletik mencakup unsur gerak yang sangat komplek dan

geraknya pun semakin lama semakin berpariasi selaras dengan perkembangan

ilmu pengetahuan. Gerakan-gerakan yang ada dalam olahraga atletik merupakan

gerakan-gerakan dasar pada semua cabang olahraga yang lain, karna olahraga

atletik terdapat unsur-unsur jalan, lari, lempar, tolak dan lompat.

Cabang olahraga atletik terdiri dari beberapa nomor lari seperti

dikemukakan oleh Syarifuddin Aip (1992 :40) menjelaskan bahwa nomor lari

terdiri dari 3 (tiga) bagian besar yaitu : (1) nomor lain jarak pendek (sprint), (2)

gerakan finish untuk memperoleh kualitas lari yang baik, seseorang harus

memiliki teknik yang baik. Oleh sebab itu unsur teknik harus selalu dipelajari dan

dilatih dengan sebaik-baiknya.

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti sebelumnya megenai proses

pembelajaran lari sprint siswa di SMA Yapi Sipare-pare Kecamatan, Air Putih,

(15)

yang belum memiliki ketuntasan belajar lari sprint. Siswa juga kurang mengetahui

teknik lari sprint yang benar seperti saat melakukan teknik start, teknik lari cepat

dan saat melewati garis finish. Nilai KKM pelajaran pendidikan jasmani di SMA

Yapi Sipare-pare Kecamatan, Air Putih, Kabupaten, Batubara adalah 75.

Berikut ini adalah data hasil belajar siswa di SMA Yapi Sipare-pare

Kecamatan, Air Putih, Kabupaten Batubara pada tanggal 27 Januari 2015

mengenai pembelajaran lari sprint. Dari 35 orang siswa terdiri dari 20 orang putra

dan 15 orang putri kelas VI SMA Yapi Sipare-pare Kecamatan, Air Putih,

Kabupaten, Batubara Tahun Ajaran 2015/2016, ternyata hanya 10 siswa (28,57%)

yang telah memiliki ketuntasan belajar lari sprint, sedangkan 25 siswa (71,43%)

yg belum mengerti tentang lari sprint. Nilai KKM pelajaran pendidikan jasmani di

SMA Yapi Sipare-pare Kecamatan, Air Putih, Kabupaten, Batubara adalah 75.

Dari hasil wawancara dengan guru bidang studi penididkan jasmani di

sekolah tersebut mengatakan bahwa guru kurang memvariasikan metode dalam

melaksanakan pembelajaran. Guru bidang studi dominan menggunakan metode

ceramah. Sehingga siswa dapat menjadi jenuh terutama kalau guru tidak pandai

menjelaskan. Guru bidang studi juga mengatakan bahwa siswa lebih antusias

mengikuti pelajaran praktek daripada pelajaran teori dalam kelas.

Tinggi rendahnya hasil belajar pendidikan jasmani tergantung pada proses

pembelajaran yang dihadapi oleh siswa. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani,

guru menguasai materi yang diajarkan dan cara penyampaiannya. Cara

(16)

penting diperhatikan oleh seorang guru. Cara penyampaian pelajaran dengan satu

arah akan membingungkan siswa, karena siswa akan menjadi pasif (bersifat

manerima saja) tentang apa yang dipelajarinya, sehingga proses belajar

pendidikan jasmani menjadi membosankan. Hal ini menyebabkan siswa hanya

menjadikan olahraga lari sprint sekedar pelepas kebosanan dalam belajar sehingga

penguasaan teknik lari sprint belum dilaksanakan dengan benar.

Masalah tersebut tidak boleh dibiarkan berkelanjutan, oleh karena itu

diperlukan berbagai upaya untuk menunjang kerberhasilan siswa dalam proses

belajar. Jelas dari gambaran tersebut bahwa proses pembelajaran lari sprint

menjadi tidak afektif, dan akibatnya bahwa target kurikulum menjadi sangat

dalam penggunaan model pembelajaran yang dapat menyajikan materi lari sprint.

Untuk itu, peneliti menggunakan gaya inklusi merupakan salah satu

metode yang tepat, karena peneliti ingin melihat perkembangan kemampuan siswa

dalam proses belajar lari sprint

Gaya mengajar inklusi bertujuan untuk melibatkan semua siswa,

menyesusaikan perbedaan individu, memberi kesempatan untuk memulai tugas

pada tingkat kemampuan sendiri, memberi kesempatan untuk menilai tugas

dengan tugas-tugas yang lebih ringan dan dilanjutkan ketingkat tugas yang lebih

sulit (berjenjang) sesuai dengan tingkat kemampuan tiap siswa, belajar melihat

hubungan antara kemampuan merasa dan tugas yang dapat dilakukan oleh siswa,

individualisasi dimungkinkan karena memilih diantara alternatif tingkat tugas

(17)

tingkat penampilannya dan memungkinkan siswa untuk memperoleh hasil yang

lebih baik. Berdasarkan dari paparan teori dan fakta yang terjadi dilapangan.

Peneliti tertarik dengan judul “Upaya Menigkatkan Hasil Belajar Lari Sprint

Melalui Gaya Mengajar Inklusi Pada Siswa Kelas XI SMA Yapi Sipare-pare

Kabupaten Batubara Tahun Ajaran 2015/2016”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas ada beberapa

masalah yang berkaitan dengan kemampuan siswa. Adapun masalah tersebut

dapat di identifikasikan sebagai berikut : (1) Kurang berhasilnya pembelajaran lari

sprint pada siswa XI SMA Yapi Sipare-pare (2) Kurang mendapat respon yang

positif dari siswa (3) Kurang mengetahui teknik-teknik lari sprint (4) Kurangnya

variasi dalam mengajar pelajaran lari sprint.

C. Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini lebih jelas dan terarah, perlu dilakukan pembatasan

masalah sehingga hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan

uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang dan identifikasi masalah,

maka penelitian tindakan ini dibatasi hanya pada “Upaya Meningkatkan Hasil

Belajar Lari Sprint Melalui Penerapan Gaya Mengajar Inklusi Pada Siswa Kelas

(18)

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah, identifikasi masalah dan

Pembatasan masalah, maka dapat dirumuskan permasalahan yang akan diteliti

yaitu ; “Apakah Gaya Mengajar Inklusi dapat meningkatkan hasil belajar lari

sprint pada siswa kelas XI SMA Yapi Sipare-pare Kabupaten Batubara Tahun

Ajaran 2015/2016 ?

E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar

lari sprint agar siswa dapat melakukan gerak dasar dengan tepat dan benar melalui

penerapan gaya mengajar Inklusi pada siswa kelas XI SMA Yapi Sipare-pare

Kabupaten Batubara Tahun Ajaran 2015/2016.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi yang bermanfaat

bagi banyak pihak, baik manfaat teoritis maupun manfaat praktis yang dapat

diterapkan dalam pembelajaran dan juga untuk penelitian lanjutan.

1. Bagi siswa, penguasaan lari sprint siswa meningkat menjadi lebih baik, dan proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan menarik.

2. Bagi guru, diharapkan hasil penelitian tindakan ini merupakan solusi dan juga masukan dalam permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran

(19)

3. Bagi pihak sekolah penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan pemikiran dalam meningkatkan proses pembelajaran penjaskes siswa

terutama dalam pembelajaran lari sprint dengan menggunakan model

pembelajaran.

(20)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

B. Berdasarkan hasil yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa Melalui

gaya mengajar inklusi dapat meningkatkan hasil belajar lari sprint pada

siswa kelas XI SMA Yapi Sipare-pare Tahun Ajaran 2015/2016”.

C. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas maka peneliti menyarankan :

1. Agar guru Pendidikan Jasmani hendaknya melakukan pelaksanaan

pembelajaran lari sprint disajikan dalam bentuk metode gaya mengajar

inklusi.

2. Agar siswa SMA Yapi Sipare-pare untuk lebih giat dan bersemangat

dalam menyerap materi lari sprint.

3. Agar guru penjas di sekolah memperhatikan dan mengembangkan metode

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Adi Sasmita, (1992).Belajar Berlatih Gerak-Gerak Dasar Atletik Dalam

Bermain. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada

Aip Syarifuddin, (1997). Olahraga Pilihan Atletik, Depdikbud, Dikti, Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Arma Abdullah, (1994), Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Abdurrahman, (2003), Proses Belajar dan Mengajar, Penerbit Erlangga. Bandung .

Brotosuroyo, (1993), Metode Pembelajaran, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Dimyati dan Mudjiono , (2003), Dasar-Dasar Pembelajaran, Jakarta : Rineka Cipta.

Djamarah, Bahri & Aswan. (2002). Startegi Belajar Mengajar. Jakarta:Rineka Cipta.

H.M Yusuf Adisasmita, (1992), Olahraga Pilihan Atletik. Jakarta. Depdikbud.

Hamalik, Oemar, (1999), Proses Belajar Mengajar, Bumi Aksara.

Husdarta dan Yudha M. Saputra (2002). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta, Depdiknas.

Muhajir (2006). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Penerbit yudistira. Bandung.

Muska Moston, (1981), Proses Belajar Mengajar, Bumi Aksara.

Rusli, Lutan (2000). Startegi Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani dan

Kesehatan. FPOK IKIP Medan.

Rahantoknam, (1989), Variasi Pembelajaran, Bumi Aksara.

Suharsini Arikunto (2009). Prosedur Penelitian(suatu pendekatan praktek). Edisi Revisi V

(22)

Sudjana, Nana, (2002), Metoda Statistik, Penerbit Tarsito, Bandung.

Slameto.2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.

Supandi dan tjohjo, (1991), Macam-macam Gaya Mengajar, . Jakarta : Rineka Cipta.

Winendra Adi,dkk, (2008), Pasal-Pasal Pembelajaran Atletik, Jakarta, Depdiknas.

http://deviarimariani.wordpress.com/bermaindankreatitasanak. http://hadilegowo08.blogspot.com/2015/12/lari-jarak-pendek.html.

http://blogspot.com/2015/12/20/lari-jarak-pendek-sprint.htm.Selasatgl 19 Desember 2015 jam 11.20 WIB.

Gambar

Tabel                                                                                                          Halaman  1
Gambar

Referensi

Dokumen terkait

masalah pelaksanaan mediasi dalam penanganan perkara warisan dan di Pengadilan Negeri.. Penulisan penelitian ini, diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk menambah

Kualitas atau mutu dalam industri jasa pelayanan adalah suatu penyajian produk atau jasa sesuai ukuran yang berlaku di tempat produk tersebut diadakan dan

Dalam hal ini yang menjadi subjek penelitian ini adalah guru pamong, dengan sumber data yaitu, kepala sekolah, guru dan siswa SMP IT At-Taqwa Miri Sragen, dan dalam memperoleh

[r]

1. Dari identitas diri pustakawan yang diketahui dari latar belakang informan memasuki jabatan fungsional pustakawan, merupakan awal dari pembentukan konsep diri

45º tidak dapat diputar. Catatan: untuk sambungan tumpul pada pipa tidak ada posisi PB, PD dan PE. 4) Posisi Pengelasan Sambungan Sudut pada Pipa (gambar 2.19). a) PA

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dinas pariwisata selaku pengelola menentukan strategi pemasaran yang tepat pada objek wisata Candi Sukuh

This research paper elaborates the struggle for gender equality in Ridley Scott’s film G.I Jane , which is analyzed through Amazon Feminism perspective. The objectives of the