• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH EKSTRAK DAUN JAMBLANG Syzygium

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH EKSTRAK DAUN JAMBLANG Syzygium"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

JIMVET. 01(4):695-701 (2017) ISSN : 2540-9492

695

PENGARUH EKSTRAK DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini L) TERHADAP HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH

(Rattus norvegicus) DIABETES MELITUS

THE EF FECT OF Syzygium cumini L LEAVES EXTRACT ON HISTOPATOLOGY OF LIVER RATS (Rattus norvegicus) WITH DIABETES MELITUS

Laksmita Patma Ningrum¹, Nur Salim², Ummu Balqis²

¹Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala ²Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala

[email protected] ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak daun jamblang (Syzygium cumini L) terhadap histopatologi hepar tikus putih (Rattus norvegicus) diabetes melitus. Digunakan 15 ekor tikus jantan dengan berat badan 200-250 gram. Tikus di induksi streptozotosin dosis tunggal intraperitonial 40 mg/kg berat badan. Penelitian dibagi menjadi 5 kelompok dengan 3 kali ulangan. Pada hari ke 3 tikus diberikan ekstrak daun jamblang P1 (dosis 100 mg/kg BB), P2 (dosis 150 mg/kg BB), P3 (dosis 200 mg/kg BB), kecuali kontrol positif (KP) dan kontrol negatif (KN) selama 14 hari. Selanjutnya dinekropsi dan hati diambil, dibuat preparat histopatologis dengan pewarnaan hematoksilin eosin (HE). Parameter yang diamati perubahan pada lobus-lobus sel hati, degenerasi dan nekrosis, kongesti dan hemoragi serta perubahan lain. Dianalisis secara deskriptif. Hasil gambaran histopatologi pada tikus kelompok kontrol positif adalah nekrosis pada sel hepatosit dan infiltrasi lemak. kongesti, hemoragi serta pelebaran sinusoid pada pembuluh darah. Pada 3 kelompok perlakuan P1, P2 dan P3 menunjukkan perbaikan dibanding dengan kontrol positif, Perbaikan paling baik terjadi pada P1 dan P2 yaitu berkurangnya cloudy swelling, nekrosis sel hati, infiltrasi lemak, Kongesti, hemoragi dan pelebaran sinusoid. Disimpulkan ekstrak daun jamblang dengan dosis 100 dan 150 mg/kg BB dapat berpengaruh memperbaiki struktur histopatologi hepar tikus diabetes melitus.

Kata kunci: Histopatologi hepar, Ekstrak daun jamblang, diabetes melitus, streptozotosin, tikus putih.

ABSTRACT

The aims of this research was to find out the effect of jamblang leaves (Syzigium cumini L) on histopatology of liver rats (Rattus novergicus) with diabetes mellitus. The samples were 15 male rats with the weight of 200-250 gram. Rats were injected with a single dose of 40 mg/kg BW streptozotocin. This resea rch was divided into 5 grpups with 3 repetitions. On day 3 rats are given jamblang extract leaves P1 (100 mg/kg BW), P2 (150 mg/kg BW), P3 (200 mg/kg BW) during 14 days. Then, rats were necropsied and liver was collected for histopathological preparations using hematoxylin and eosin (HE) staining method. Parameters observed were alteration in the cell lobes, degeneration and necrosis, congestion and hemorrhage. The histopatological observation results showed fat infiltration and hepatocyte necrosis, also congestion, hemorrhage and dilatation of sinusoid. Group P1, P2 and P3 showed the histopatological tissue wa s improved compare to positive control. The best tissues healing observed on P1 and P2 proven by decrease of cloudy swelling, hepatocyte n ecrosis, fat infiltration, congestion, hemorrhage and sinusoid dilatation. In conclusion, jamblang leaf extract with the dose of 100 and 150 mg/kg BW affect to improve histopatological structure of rats liver with diabetes mellitus.

Key word: Histopathology hepar, Syzygium cumini l leaves extract, streptootocin, diabetes melitus, rats.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

(2)

JIMVET. 01(4):695-701 (2017) ISSN : 2540-9492

696

di dunia pada tahun 2013. Pada tahun 2035 diperkirakan meningkat menjadi 592 juta orang. Diperkirakan 175 juta belum terdiagnosis, sehingga terancam perkembangan yang progresif menjadi komplikasi tanpa disadari dan tanpa pencegahan (Riskesdas, 2014).

Streptozotosin (STZ) adalah salah satu agen diabetogenik dengan kemampuan toksiknya yang dapat mendestruksi sel beta pankreas. Secara struktur STZ adalah derivat N-nitrosurea dan D-glukosamin yang diisolasi dari Streptomyces achromogenes (Reza dan John, 2013). Streptozotosin dapat digunakan sebagai agen diabetogenik pada keadaan insulin-dependent dan non-insulin-dependent dan dosis efektif dengan single dose 40 mg/kg BB secara intraperitonial, namun kurang efektif pada dosis dibawahnya (Szkudelski, 2001). Zafar dkk. (2009) mengatakan bahwa pada pemeriksaan langsung hati yang diambil dari hewan yang telah diinduksi streptozotosin menunjukkan perubahan warna menjadi coklat kekuningan dan pada pemeriksaan histopatologi ditemukannya kongesti pada pembuluh darah porta dan sinusoid serta sedikit degenerasi hepatosis centrilobular.

Syzigium cumini L merupakan nama buah dan pohon dari suku jambu-jambuan yang dikenal dengan sebutan buah duwet oleh orang Jawa Timur, jambang atau jembolan oleh orang Jawa Barat dan jambe kleng atau jamblang oleh orang Aceh serta java plum oleh orang Amerika (Hastri, 2015). Tanaman ini telah digunakan dan dipercaya dapat mengontrol dan mengatasi DM. Manfaat lain dari S. cumini L antara lain sebagai antioksidan, antiinflamasi dan antibakteri (Piexto dkk., 2013). Studi sebelumnya melaporkan bahwa, kulit tanaman memiliki berbagai bahan aktif sebagai astringent, karminatif, diuretik, antihelminthic, obat penurun panas, sembelit dan antibakteri. Buah dan biji digunakan untuk mengobati diabetes, faringitis, spleenopathy, urethrorrhea dan infeksi kurap (Saravanan dkk., 2008). Penelitian yang telah dilakukan Saraswaty, (2010) mengatakan bahwa tidak semua bagian pada tanaman S. cumini dapat digunakan sebagai pengobatan antidiabetik. Bagian aktif yang paling baik digunakan sebagai pengobatan antidiabetik adalah kulit batang, buah yang muda dan daun, sedangkan biji yang sudah tua dan buah yang sudah tua tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai pengobatan antidiabetik.

Rumusan masalah

Apakah ekstrak daun jamblang (Syzygium cumini L) dapat berpengaruh terhadap gambaran histopatologis hepar tikus putih (Rattus norvegicus) diabetes melitus?

Tujuan penelitian

Mengetahui pengaruh ekstrak daun jamblang (Syzygium cumini L) terhadap gambaran histopatologi hepar tikus putih (Rattus norvegicus) diabetes mellitus.

Hipotesis penelitian

Ekstrak daun jamblang memiliki kemampuan untuk memperbaiki struktur histopatologi hepar tikus putih (Rattus norvegicus) diabetes mellitus.

Manfaat penelitian

(3)

JIMVET. 01(4):695-701 (2017) ISSN : 2540-9492

697

MATERIAL DAN METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Pembuatan ekstrak daun jamblang dan pemeliharaan hewan coba dilakukan di Laboratorium Farmakologi dan pembuatan preparat histologi dilakukan di Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2017.

Alat dan Bahan Penelitian

Alat yang digunakan adalah kandang tikus dan perlengkapannya, timbangan, sonde lambung, scalpel, gunting, pinset, sarung tangan, masker, mikrotom, inkubator, gelas objek, bunchner funnel, rotary evaporator dan mikroskop cahaya. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah hewan coba berupa tikus, pelet pakan ikan apung merek all feed-4 sebagai pakan hewan coba, ekstrak daun jamblang (Syzigium cumini), Streptozotosin, buffer netral formalin, alkohol bertingkat 70%, 80%, 90%, 95%, alkohol absolut, xylol, parafin cair, asam alkohol, eosin, hematoksilin, balsem kanada, dan aquades.

Desain Penelitian

Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain eksperimental laboratorium.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola satu arah dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan.

Prosedur Penelitian

Pembuatan ekstrak daun jamblang (Syzigium cumini L)

Daun jamblang di peroleh dari Desa Lamreh, kecamatan Krueng Raya, kabupaten Aceh Besar yang tumbuh secara liar. Daun jamblang dibersihkan dengan air mengalir untuk memisahkan kotoran yang melekat. Kemudian ditiriskan dan dikeringanginkan selama tujuh hari. Daun jamblang yang telah kering, diblender kemudian direndam dalam etanol 70% selama dua hari. Kemudian disaring dengan menggunakan bunchner funnel untuk mendapatkan filtratnya. Filtrat tersebut dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator sampai pelarut menguap hingga diperoleh ekstrak dari daun jamblang yang mengental.

Hewan Coba

Penelitian ini menggunakan hewan coba berupa tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Penelitian diawali dengan menyiapkan tikus putih dengan berat berkisar 200-250 g, sejumlah 15 ekor. Hewan coba dipelihara dalam kandang individual dengan temperatur ruangan serta sirkulasi dan pencahayaan yang cukup. Diadaptasi selama 7 hari dengan pemberian pakan standar (pellet ikan apung merek all feed-4) dan minum secara ad libitum. Lalu tikus di ambil secara acak dan bagi dalam 5 kelompok. Berat badan ditimbang untuk penentuan pemberian dosis sterptozotosin dan ekstrak daun jamblang.

Pemberian Perlakuan Injeksi Streptozotosin dan Pemberian Ekstrak Daun Jamblang

(4)

JIMVET. 01(4):695-701 (2017) ISSN : 2540-9492

698

mg/kg BB secara intraperitonial dan aquadest, perlakuan III (P1), IV (P2) dan V (P3) diberikan injeksi streptozotosin dosis 40 mg/kg BB secara intraperitonial (IP) (skudezki, 2001) dan ekstrak daun jamblang dengan dosis 100, 150 dan 200 mg/kg BB selama 14 hari.

Metode Pembuatan Preparat Histopatologi

Hewan coba dieutanasi dan dinekropsi selanjutnya organ hepar akan diambil, dibersihkan dengan NaCl fisiologis, dan difiksasi dengan larutan buffer netral formalin selama 24 jam, kemudian di dehidrasi dengan alkohol bertingkat 70%, 80%, 90%, Kemudian hepar dimasukkan ke dalam alkohol absolut semua dilakukan selama 2 jam. Pada proses clearing dimasukkan kedalam xylol bertingkat selama 2 jam. Proses infiltrasi parafin cair bertingkat selama 2 jam dan proses embeding ke dalam blok. Selanjutnya jaringan dipotong dengan mikrotom setebal 5 mikron, secara cross section (melintang). Irisan diletakkan pada gelas objek dan dikeringkan. Diinkubasi untuk pembuangan parafin yang kemudian diwarnai dengan pewarnaan HE, setelah kering diberi balsem kanada dan tutup dengan cover glass, preparat yang telah jadi diamati dibawah mikroskop dan dibuat foto mikrograf.

Parameter Penelitian

Pada penelitian ini variabel yang diamati secara mikroskopis yaitu yang terjadi pada lobus-lobus sel, berupa degenerasi, cloudy swelling dan nekrosis pada sel hepatosit, infiltrasi lemak pada jaringan, dan melihat adanya kongesti dan hemoragi pada pembuluh darah.

Analisis Data

Penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan membandingakan gambaran histopatologi pada organ hepar berupa perubahan yang terjadi pada 5 kelompok perlakuan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian pemberian ekstrak daun jamblang (Syzygium cumini L) terhadap histopatologi hepar tikus putih (Rattus norvegicus) diabetes melitus memperlihatkan adanya perubahan dan perbedaan struktur mikroskopik pada ke 5 kelompok perlakuan. Selama proses pemeliharaan dapat diperhatikan perbedaan masing-masing perlakuan pada setiap kelompok terutama perbedaan kelompok kontrol yaitu Kelompok KN (kontrol Negatif) secara perilaku tikus kontrol negatif terlihat lincah, bulu bersinar dan tikus diberikan pakan standar serta aquades menunjukkan gambaran mikroskopik hati normal, yaitu satu lobulus hati terdapat vena sentralis dan susunan sel hepatosit serta adanya sinusoid dengan sel parenkim hati (Gambar 1).

(5)

JIMVET. 01(4):695-701 (2017) ISSN : 2540-9492

699

Gambar 1. Struktur mikroskopik hepar kelompok kontrol negatif (KN) dan kontrol positif

(KP) (HE, 10x40). Sel hati (H), sinusoid (S), vena sentralis (V) nekrosis (N), kongesti (K), infiltrasi lemak (I).

Pada kelompok P1 tikus yang telah diinduksikan streptozotosin diberikan ekstrak daun jamblang dengan dosis 100 mg/kg BB secara oral selama 14 hari menujukkan adanya perbaikan yaitu struktur mikroskopis sel hepar menunjukkan pada 1 lobulus terdapat vena centralis dan susunan sel hepatosit serta sinusoid dengan sel parenkim hati namun, masih di jumpai cloudy swelling, nekrosis dan masih terjadinya kongesti, hemoragi serta perubahan lain yang terjadi yaitu dilatasi pada daerah sinusoid (Gambar 2).

Pada kelompok P2 tikus yang diinduksikan streptozotosin diberikan ekstrak daun jamblang dengan dosis 150 mg/kg BB menunjukkan perubahan berupa sinusoid mulai tersusun rapi, nekrosis sangat sedikit dibanding pada perlakuan 1 dan gambaran histopatologi sudah mulai menunjukan gambaran normal seperti pada kontrol negatif. (Gambar 2)

Pada kelompok P3 tikus yang diinduksi streptozotosin dan diberikan ekstrak daun jamblang secara oral dengan dosis 200 mg/kg BB menunjukkan perubahan berupa struktur mikroskopik pada gambaran histopatologi di kelompok perlakuan ini hampir sama dengan kontrol positif, dan perbedaanya yaitu terjadi hemoragi meskipun hanya sedikit dibandingkan dengan kontrol positif dan sinusoid yang tidak menunjukkan pelebaran sebanyak yang terjadi pada kontrol positif. (Gambar 2)

Gambar 2. Struktur mikroskopik hepar tikus diabetes melitus yang diberikan ekstrak daun

jamblang dosis 100 mg/kg BB (P1) ekstrak daun jamblang dosis 150 mg/kg BB (P2) ekstrak daun jamblang dosis 200 mg/kg BB (P3) (HE, 10x40). Kongesti (K) hemoragi (H), Sinusoid (S)nekrosis (N) cloudy swelling (D).

(6)

JIMVET. 01(4):695-701 (2017) ISSN : 2540-9492

700

hati melalui vena portae. di dalam hati glukosa disimpan dalam glikogen dan diubah menjadi glukosa dibawa ke jaringan (Ressang, 1983).

Penelitian yang telah dilakukan Sari, (2015) bahwa induksi streptozotosin pada tikus hanya mengakibatkan timbulnya perlemakan hati dan degenerasi lemak. Pada penelitian ini ditemukan infiltrasi lemak, nekrosis, hemoragi, kongesti, hiperemi, serta ditemukannya pelebaran daerah sinusoid pada kelompok kontrol positif.

Kerusakan hati dapat bersifat irreversibel dan reversibel perubahan degenerasi merupakan perubahan yang bersifat sementara atau reversibel, degenerasi yang terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan kematian sel (nekrosis). Degenerasi dapat terjadi pada sitoplasma. Degenerasi sitoplasma hati kadang-kadang disertai kelainan inti sekunder, atropi dan nekrosis sel, sehingga sel-sel menjadi hilang karenanya. Luas degenerasi lebih penting daripada jenisnya bagi gangguan fungsi hati (Himawan, 1973).

Ciri nekrosis adalah tampaknya fragmen sel atau sel hati tanpa pulasan inti atau tidak tampaknya sel disertai reaksi radang, kolaps atau bendungan rangka hati dengan eritrosit (Himawan, 1973). Kematian sekelompok sel akibat cedera irreversibel tersebut di sebut dengan nekrosis (Damnajov, 1998).

Keadaan diabetes glukosa tidak dapat disimpan atau tidak dipakai secara sempurna maka tubuh dipaksa untuk memakai lemak depotnya. ini menyebabkan lipemi dan terjadilah infiltrasi lemak hati, sehingga hewan yang menderita diabetes sering didapati kurus walaupun makan banyak (polifagi), yang paling mencolok adalah perubahan pada hati dan ginjal yang memperlihatkan infiltrasi lemak secarara patologik. Hati sangat membengkak, mengandung banyak lemak sehingga dapat mengapung di atas air (Ressang, 1983).

Daun Syzygium cumini diketahui mengandung ß-sitosterol, betulinic acid, flavonol glycosides, acylated flavonol glycosides, triterpenoids and tannin, eicosane, octacosane, octadecane. Salah satu senyawa aktif yang terdapat pada daun Syzygium cumini adalah ß-sitosterol yang berfungsi sebagai hepatoprotector yaitu salah satu senyawa atau zat yang berfungsi sebagai pelindung sel sekaligus dapat memperbaiki jaringan hati yang rusak akibat pengaruh zat toksik (Ramya dkk., 2012).

Senyawa lain yang juga sangat berperan penting dalam proses perbaikan jaringan adalah flavonoid. Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder yang terdapat pada tumbuhan. Senyawa ini dapat digunakan sebagai anti mikroba, obat infeksi pada luka, anti jamur, anti virus, anti kanker, dan anti tumor. Selain itu flavonoid juga dapat digunakan sebagai anti bakteri, anti alergi, sitotoksik, dan anti hipertensi (Sriningsih, 2008).

Pada daun juga kaya akan minyak esensial berupa pinocarveol, a-terpeneol, myrtenol, eucarvone, muurolol, a- myrtenal, cineole, geranyl acetone, a-cadinol dan pinocarvone (Ramya dkk., 2012). Menurut penelitan Pepato (2005) menyatakan bahwa potensial teurapetik dari tanaman jamblang tergantung dari letak geografis dari tumbuhan jamblang hidup dan bagian yang digunakan. Menurut penelitian Ruan dkk. (2008) menyatakan bahwa cathechin dan ferulic acid memiliki peran penting dalam aktivitas antioksidan dan kemampuan pembilasan radikal bebas dari ekstrak daun S. Cumini.

(7)

JIMVET. 01(4):695-701 (2017) ISSN : 2540-9492

701 Kesimpulan

Pemberian ekstrak daun jamblang dosis 100 dan 150 mg/kg berat badan selama 14 hari dapat memperbaiki sel dan jaringan pada hepar yang di induksi streptozotosin .

Saran

Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai lama waktu pemberian perlakuan dengan penambahan selama 1 minggu pada pemberian ekstrak daun jamblang.

DAFTAR PUSTAKA

Damnajov, I. 1998. Histopatologi Buku Teks Dan Atlas Berwarna. Widya Medika, Jakarta. Hastri, C. 2015. Karateristik Minuman Sari Buah Duet (Syzygium cumini) Dengan

Penambahan Ekstrak Polifenol Rosemary. Skripsi. Fakultas teknologi pertanian. Universitas jember. Jember.

Himawan, S. 1973. Kumpulan Kuliah Patologi. Penertbit UI, Jakarta.

Pepato, M., V. Folgado, and L. Kettelhut. 2001. Lack of antidiabetic effect of a eugenia jambolana leaf decoction on rat streptozotocin diabetes. Brazilian Journal Of Medical And Biological Research. 34 (3):389-395.

Piexoto, M.P.F.G, and L.A.P. Freitas. 2013. M. Spray dried extract from syzygium cumini seeds: psychochemical and biological evaluation. Revista Brasileira de Farmacognosia Brazilian Journal of Pharmacognosy. 23(1):145-152.

Ramya S., K. Neethirajan, and R. Jayakumararaj. 2012. Profile of bioactive compounds in Syzygium cumini–a review. J. Pharm. Res. 5(1):4548–4553.

Raza H., and A. John. 2013. Streptozotocin-induced cytotoxicity, oxidative stress and mithocondrial dysfunction in human hepatoma hepG3 cells. Int J. Mol. Sci 1(13):5751-5767.

Ressang. 1984. Patologi Khusus Veteriner. IPB Press, Bogor.

Ruan, Z.P., Liang, L.L. Zhang, and Y.M. Lin. 2008. Evaluation of antioxidant activity of Syzygium cumini leaves. Molecules. 13(1):2545-2556.

Saraswaty, V. 2010. Alpha glucosidase inhibitory activity from Syzigium sp. Teknologi Indonesia. 33(1):33-37.

Saravanan P and Pari L. 2008. Hypoglycaemic and antihyperglycaemic effect of Syzygium cumini bark in streptozotocin-induced diabetic rats. J. Pharm & Toxic. (3):1-10.

Sari, L.P. 2015. Histopatologis Pankreas, Jantung, Ginjal Dan Hati Tikus (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Streptozotocin (Stz). Skripsi. Universitas Gadjah Mada. 1-35.

Sriningsih, H.W. Adji, W. Sumaryono, A.E. Wibowo, Caidir, Firdayani, S. Kusumaningrum, dan P. Kartakusuma. 2008. Analisa senyawa flavonoid herba tempuyung (Soncus arvensis L). Jurnal Universitas Pancasila. 1(1):1-4.

Szukudelski, T. 2001. Minireview the mechanism of alloxan and streptozotocin action in b cells of the rat pancreas. Physiol. Res.50 (1) : 536-546.

Gambar

Gambar 1. Struktur mikroskopik hepar  kelompok kontrol negatif (KN) dan kontrol positif (KP) (HE, 10x40)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengujian efek antifertilitas ekstrak etanol daun pacing diperoleh bahwa dosis 100 mg/kg BB dan dosis 200 mg/kg BB pada pemberian seminggu sebelum kopulasi dan pada

Penelitian tentang antidiabetes yang lain yaitu pemberian ekstrak etanol daun jambu biji dengan dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB dan 400 mg/kg BB dapat menurunkan kadar glukosa

Sedangkan penelitian Pari dan Saravanan (2008) membuktikan bahwa ekstrak aquadest kulit batang jamblang (Syzygium cumini) dosis 75 mg/kg p.o menunjukkan penurunan kadar

Pemberian ekstrak daun Tapakdara (Catharanthus roseus) yang diberikan secara oral dengan dosis 100-200 mg/kg BB berpengaruh (P<0.01) terhadap kadar kreatinin darah tikus

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak n-heksana daun pucuk merah pada dosis 100, 200, dan 400 mg/kg bb dapat

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak n-heksana daun pucuk merah pada dosis 100, 200, dan 400 mg/kg bb dapat

Hasil menunjukkan ekstrak etanol daun sirsak dosis 100 mg/kg bb, 200 mg/kg bb dan 400 mg/kg bb dapat menurunkan kadar asam urat dalam serum yang berbeda bermakna terhadap

Berdasarkan penelitian pengaruh pemberian ekstrak kersen 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dengan induksi diabetes