• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teks Akademik Bersifat Taksonomik dan Ab

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Teks Akademik Bersifat Taksonomik dan Ab"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Teks Akademik Bersifat Taksonomik dan Abstrak

Pada dasarnya taksonomi adalah pemetaan pokok persoalan melalui klasifikasi terhadap sesuatu. Taksonomi menjadi salah satu ciri teks akademik (Halliday, 1993b:73-74). Oleh Wignell, Martin, dan Eggins (1993:136-165), masalah taksonomi pada teks akademik dibahas dalam konteks bahwa perpindahan dari pemaparan peristiwa duniawi dengan bahasa sehari-hari menuju penyusunan ilmiah yang sistematis dengan bahasa yang lebih teknis adalah perpindahan dari deskripsi menuju klasifikasi. Dengan berkonsentrasi pada penelitian terhadap wacana geografi-fisika, ketiga ilmuwan tersebut berkesimpulan bahwa untuk mengubah bahasa sehari-hari menjadi bahasa ilmiah diperlukan istilah teknis yang disusun ke dalam taksonomi (Wignell, Martin, & Eggins, 1993:165). Kesimpulan yang sama berlaku pula tidak saja bagi wacana fisika tetapi juga bagi wacana biologi (Martin, 1993:166-202). Sementara itu, Wignell, Martin, dan Eggins (1993:136-165), Martin (1993b:203-220), Wignell (1998:301) menggarisbawahi bahwa wacana IPA lebih bersifat taksonomik dengan memanfaatkan istilah teknis, sedangkan wacana humaniora lebih bersifat abstrak dengan memanfaatkan metafora gramatika.

Teks akademik dikatakan abstrak karena pokok persoalan yang dibicarakan di dalamnya seringkali merupakan hasil dari pemformulasian pengalaman nyata menjadi teori (Halliday, 1993a:57-59; Halliday, 1993b:70-71; Martin, 1993b: 211.212; Martin, 1993c:226-228). Pemformulasian yang demikian itu sesungguhnya merupakan proses abstraksi yang antara lain dicapai dengan nominalisasi dalam kerangka metafora gramatika. Proses abstraksi tersebut digunakan untuk memahami dan menginterpretasikan realitas.

(2)

Perbedaan

Teks Akademik (Teks Ilmiah)

Teks Non Akademik (Teks Non Ilmiah)

Objek Adanya fakta objek yang diteliti. Tidak ada objek yang diteliti. Fakta Pengamatan Dibuktikan dengan pengamatan (objektif). Tanpa dukungan atau bukti (subyektif). Tata Urutan Bersifat metodis dan sistematis. Sesuai dengan alur

Bahasa Menggunakan bahasa yang ilmiah (bahasa baku yang baik dan benar).

Menggunakan bahasa yang non ilmiah (menggunakan bahasa baku yang baik).

Istilah Pemakaian istilah khusus. Pemakaian istilah umum.

Gaya Bahasa Formal. Non formal dan populer.

Isi Biasanya berisi pengamatan atau penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu pengkajian teks Kit b Al - Far id yang dari Betawi menyesuaikan dengan struktur sastra kitab, yang meliputi struktur penyajian teks, gaya

(2) Untuk menguji apakah teks yang kalian temukan itu tergolong ke dalam teks anekdot, identifikasilah teks tersebut dalam hal struktur teks, partisipan, ragam

Dengan membaca teks tentang interaksi manusia, siswa dapat membandingkan pola aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya yang dipengaruhi oleh keadaan lingkungan antara masyarakat

Oleh itu, tujuan kajian ini adalah untuk membina sebuah model penandaan golongan kata yang baik untuk teks media sosial Bahasa Melayu dan meningkatkan prestasi ketepatan sistem

penggaliannya dari beberapa sumber belajar terkait fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi

Oleh karena itu pengkajian teks Kitāb Al-Farāid yang dari Betawi menyesuaikan dengan struktur sastra kitab, yang meliputi struktur penyajian teks, gaya

Peringkasan teks khususnya berita dapat digunakan untuk       mendapatkan intisari dari teks berita tanpa membaca keseluruhan teks.. Oleh karena itu, dapat dikembangkan

Teks ini membahas tentang keberagaman budaya di Indonesia dan bagaimana hal itu mempengaruhi interaksi sosial, khususnya dalam konteks pondok