TUGAS REVIEW JURNAL
Mata Kuliah : Metode Penelitian Kualitatif Reviewer : Oni Andriani Putri
Nama
Penulis/Tahun Judul Artikel Tujuan Penelitian Metode
Penelitian Hasil Penelitian Kekurangan Kelebihan Daftar Sitasi
Jurnal Penelitian Studi Kasus Desti,Syafrizal,
Resdati
Interaksi Sosial Pekerja
Perempuan di Usaha
Pengolahan Kopra (Studi Kasus Pada Usaha
Pengolahan Kopra di Parit No. 02 Mulya
Desa Kayu
Raja)
Penelitian yang dilaksanakan di Desa
Kayu Raja
Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas pekerja perempuan pada usaha pengolahan
kopra serta
mendeskripsikan interaksi sosial pekerja perempuan
pada usaha
pengolahan kopra.
Guna
memperoleh data yang akurat maka dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data wawancara mendalam dan observasi
langsung.
Berdasarkan review yang telah dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai macam aktivitas kerja yang dilakukan di usaha pengolahan kopra, mulai dari proses pembukaan jambul, pembelahan, pengangkutan, penjemuran, pengumpulan kelapa, pencungkilan, proses pembagian tempurung serta proses pembakaran tempurung yang nantinya menjadi arang. Pada studi kasus ini juga di temukan interaksi sosial yang baik antara para pekerja perempuan yang terdpat di usaha pengolahan kopra, yang mana dalam berinteraksi sehari-hari para pekerja menggunakan bahasa daerah yaitu bugis sehingga hal ini meningkatkan keharmonisan para pekerja perempuan.
Sebagai reviewer, saya menemukan kekurangan dalam jurnal penelitian ini yaitu penulis tidak
mencantumkan rincian data subjek penelitian dalam jurnal.
Kemudian juga teori yang di ungkapkan tidak terlalu gamblang sehingga cukup sulit untuk di pahami
Kelebihan yang reviewer temukan adalah penulis menggunakan referensi yang banyak dan detail.
Abdullah, S. (2013). Potensi dan Kekuatan Modal Sosial dalam Suatu Komunitas.
SOCIUS : Jurnal Sosiologi, XII, 15–21. B. Takko. (2020).
Budaya Bugis Dan
Persebarannya Dalam Perspektif Antropologi Budaya. Lensa Budaya: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Budaya.
Hermawan, H. (2016).
Dampak Sosial Budaya Pengembangan Desa Wisata Nglangeran. Sniptek, 426–435 Ritzer, George. 2012. Teori Sosiologi Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern.
Yogyakarta:Pustaka Belajar.
Soekanto, S. (2017). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT
Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D.
Bandung: Alfabeta. Swesti, W.
(2019). The Social-Cultural Impact of Tourism In Banda Aceh. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 13(2), 49– 65.
Wiyono, H., Putra, G. M. C.,
& Mirzachaerulsyah, E.
(2020). Interaksi Sosial Remaja Antar Etnik Di Desa Salatiga Kecamatan Mandor Kabupaten Landak Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 11(2), 82–90
Toto Iswanto Litimi,
Harifuddin Halim, Andi Burchanuddin
Perilaku Sopir Angkutan Kota Terhadap Keselamatan Penumpang di Kota Makasar (Studi Kasus Terhadap Angkutan Trayek Sentral- BTP)
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perilaku sopir pete-pete dalam mengemudi di jalan Kota Makasar.
Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jumlah informan 4 orang sopir pete-pete dan pengumpulan data dengan teknik depth interview, observasi, juga dokumentasi
Hasil penelitian yang reviewer yang penulis temukan dalam artikel ini adalah bahwa sopir pete-pete memiliki beberapa peraturan dalam mengemudi, yaitu harus menaati aturan lalu lintas, tidak boleh menelpon sambil mengemudi, dilarang mengemudi dalam keadaan mabuk, larangan untuk kebut- kebutan dan pengemudi tidak boleh parker sembarangan tempat.
Namun kenyataannya hasil tinjauan lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar pengemudi sopir pete-pete di Kota Makasar masih tidak menerapkan aturan
Reviewer menemukan kekurangan pada artikel ini adalah hasil penelitian yang disampaikan tidak lengkap sehingga pada bagian
kesimpulan dan abstrak juga terlihat yang di sampaikan tidak menyeluruh.
Kelebihan juga di temukan pada artikel ini, yaitu
teori yang
digunakan sudah tepat, dan tata
bahasa yang
mudah di pahami.
Adi, I.R. (2001).
Pemberdayaan, Pengembangan Masyarakat, Intervensi Komunitas (Pengantar pada pemikiran dan pendekatan
praktis). Jakarta:
FakultasEkonomi Universitas Indonesia.
Ibrahim, Rusli 2001, Pembinaan Perilaku Sosial Melalui Penjas. Jakarta: Ditjen Dikdasmen, Depdikna.
Linggasari. 2008. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Perilaku. FKMUI
tersebut. Beberapa perilaku dan kebiasaan yang melanggar aturan tersebut adalah melanggar lalu lintas, berhenti mendadak di sembarang tempat, dan membelok
& memotong jalan kendaraan lain tanpa memberi syarat. Yang mana ketiga hal ini adalah hal yang berbahaya dan berakibat fatal jika diterapkan secara terus menerus.
Lexy J. Moleong. 2005.
Metode Penelitian Kualitatif.
Bandung: Remadja
Rosdakarya
Oktaviana, L. (2015).
Hubungan Antar Konformitas Dengan Kevenderungan Perilaku Bullying. Skripsi (tidak diterbitkan). Surakarta:
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah
Surakarta. Sarwono, Sarlito, W. & Eko, A. Meinarno.
(2009). Psikologi Sosial.
Jakarta: Penerbit Salemba Humanika
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta
Winardi. 2004. Manajemen Perilaku Organisasi. Cetakan Kedua. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Jurnal Penelitian Fenomenologi Amilatul
Khasanah
Teologi Lingkungan:
Studi
Fenomenologi
Penelitian
dilakukan dengan tujuan untuk menggambarkan
Untuk mewujudkan tujuan penelitian, maka penelitian
Hasil penelitian yang reviewer temukan adalah fenomena gerakan environmental Komunitas Air Kita Mojoagung, teologi lingkungan
Reviewer menemukan kekurangan dalam artikel ini yaitu
Banyak kelebihan yang ditemukan, diantaranya teori dan model analisi
Andi Muda, Y. (2020).
“Ecotheology Menurut Seyyed Hossein Nasr dan Sallie McFague”. Jurnal
Gerakan Enviromentalis me Komunitas
Air Kita
Mojoagung
pengalaman motivasi keagamaan
Komunitas Air Kota Mojoagung melalui gerakan konservasi air hujan.
dilaksanakan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi yang berorientasi pada data hasil wawancara mendalam, observasi
lapangan dan dokumentasi.
secara praksis digunakan dalam upaya menjawab tantangan dunia modern yang telah beradu dengan krisis ekologi. Agama sebagai kekuatan yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan manusia terutama dalam gerakan lingkungan. Dalam pandangan fenomenologi munculnya kesadaran kolektif akan pemahaman teologi murni memiliki kekuatan yang seharusnya mampu mengembalikan manusia modern sebagai khalifah di bumi yang tidak hanya memanfaatkan akan tetapi mengelola secara bijaksana.
Layaknya dua sisi yang saling berlawanan realitas kebutuhan manusia modern yang semakin meningkat dan mengundang sikap eksploitasi alam, kesadaran kolektif dalam hal ini kesadaran komunitas peduli lingkungan diperlukan untuk menguatkan individu. Melalui fenomena gerakan lingkungan Air Kita ini pula dapat dilihat bahwa tidak sepenuhnya prediksi Max
Weber dalam kerangka
pemikiranya tentang manusia modern yang akan mulai meninggalkan tradisi lokal maupun doktrin agama sebagaimana reaksi dari proses rasionalitas terhadap perkembangan ilmu dan teknologi.
Dalam hal ini Komunitas Air Kita Mojoagung berupaya menggali
abstrak yang tidak menyampaikan keseluruhan isi jurnal.
yang digunakan tepat. Kemudian, dalam
menyampaikan hasil penelitian, penulis
menjelaskannya secara gamblang lengkap beserta dengan teorinya.
Teologi, 09(01), 69–84 Assad, I. (2011). Teologi
Lingkungan: Etika
pengelolaan lingkungan dalam prespektif islam.
Deputi Komunikasi
Lingkungan dan
Pemberdayaan Kementrian Lingkungan Hidup
Haryanto, S. (2015).
Sosiologi Agama: Dari Klasik Hingga Postmodern.
Ar Ruzz Media
Maftukhin, M. (2016).
“Teologi Lingkungan Perspektif Seyyed Hossein Nasr”. Jurnal Dinamika Penelitian, 16(2), 337–352 Mansur, M., Adiapsari, H., &
Wibowo, A. P. (2020). Air Hujan dan Mikroplastik.
Yayasan Air Kita
Suyatman, U. (2018).
“Teologi Lingkungan dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sunda”. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam,
15(1), 77–88.
https://doi.org/10.15575/al- tsaqafa.v15i1.3037
kembali makna air hujan. Melalui berbagai tindakan environmental yang dilakukan sebagaimana hasil dari proses interaksi yang penuh arti kesadaran yang dilakukan tidak lepas dari tradisi lokal dan keagamaan yang dekat dengan masyarakat.
Roswantoro, A. (2012).
“Refleksi Filosofis Atas Teologi Islam Mengenai
Lingkungan Dan
Pelestariannya”. Jurnal At - Tahrir 12(2), 20
Neli Sri
Mayana,
Solikatun, M.
Arwan Rosyadi
Makna
CATCALLING (Studi
Fenomenologi
di Desa
Masbagik Timur Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur)
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna catcalling menurut
pelaku dan
sasarannya serta mengetahui
dampak catcalling bagi sasaran tindakan itu.
Penelitian
dilakukan dengan metode kualitatif, pendekatan fenomonologi serta teknik pengumpulan data melalui
obersevasi partisipa, wawancara mendalam dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa catcalling masih dapat ditemukan di Desa Masbagik Timur. Catcalling oleh pelaku dimaknai sebagai candaan ataupun sapaan ramah tamah pada orang baru, cara untuk membuka pertemanan, dan mendapatkan perhatian menambah eksistensinya dari sasaran maupun teman- temannya. Sedangkan makna catcalling menurut sasaran adalah mencari perhatian pada orang yang tidak dikenal di tempat umum, gangguan yang dapat ditemukan ketika sedang berada di ruang publik serta pelecehan verbal karena mengomentari fisik dan penampilan secara gamblang. Ada pula dampak catcalling pada sasaran yang lebih mengacu pada dampak psikologis karena menimbulkan ketakutan, risih serta rasa tidak nyaman bagi sasaran untuk melakukan aktivitas di lokasi yang menjadi tempat ia mendapatkan tindakan catcalling .
Satu kekurangan yang reviewer dapati ialah teori
yang tidak
diungkapkan dengan jelas.
Reviewer menemukan
beberapa kelebihan dalam artikel ini diantaranya adalah
Bahasa yang
digunakan oleh penulis mudah dipahami maksud dan tujuannya oleh pembaca.
Selanjutnya, analisisnya sangat rinci dan mudah dipahami. Terakhir, penulis detail dalam memberikan hasil yang didapat dalam melakukan penelitiannya
Ahsinin, Stiowati, Wardhani, Irianto, Veronica. 2015.
BUKU SAKU: Mencegah dan Menangani Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak di Lingkungan Pendidikan.
Dewi, I. A. A. 2019.
Catcalling : Candaan, Pujian atau Pelecehan Seksual. Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan, 4(2), 198-212.
El-Saadawi, Nawal. 2002.
Perempuan Di Titik Nol.
Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Hidayat, A., & Setyanto, Y.
2020. Fenomena Catcalling sebagai Bentuk Pelecehan Seksual secara Verbal terhadap Perempuan di Jakarta. Koneksi, 3(2), 485- 492.
Rahardjo, M. 2018.
Interaksionisme Simbolik dalam Penelitian Kualitatif.
Mata Kuliah Metodologi Penelitian, Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Safitri, Y. Y. 2020.
Pelecehan Seksual Secara Verbal (Catcalling ) Di Salah Satu Perguruan Tinggi Di Yogyakarta. Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Siregar, N. S. S. 2012. Kajian Tentang Interaksionisme Simbolik. Perspektif, 1(2).
Jurnal Penelitian Pendekatan Etnografi
Arif Budi
Darmawan, Azinuddin Ikram Hakim
SARASO ADO DI
KAMPUANG:
Studi Etnografi Persaudaraan Perantau
Minang di
Rumah Makan Padang
Yogyakarta
Penelitian ini berupaya
menjelaskan persaudaraan antar perantau minang terjadi di rumah makan Padang.
Penelitian
dilakukan dengan metode kualitatif, pendekatan etnografi guna mengamati pemaknaan sosial.
Berdasarkan review yang telah dilakukan, hasil dari penelitian ini adalah interaksi persaudaraan antara perantau minang di Yogyakarta terjadi melalui obrolan dengan menggunakan bahasa minang dan bercerita perihal kampung halaman. Kelekatan persaudaraan ini yang membuat perantau minang merasa sedang makan di kampung halaman sendiri. Selanjutnya bagi perantau
Kekurangan artikel ini adalah abstrak yang ditulis tidak menyeluruh
sesuai pada
pembahasan.
Kelebihannya ialah hasil penelitian dijelaskan secara rinci dengan teori yang sesuai pula.
Kemudian referensi yang digunakan sangat banyak baik dari buku maupun jurnal.
Ariyani, Nur Indah. 2013.
“Strategi Adaptasi Orang Minang Terhadap Bahasa, Makanan, Dan Norma
Masyarakat Jawa.”
Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture 5 (1):
26–37.
https://doi.org/10.15294/kom unitas.v5i1.2369.
minang, rumah makan padang merupakan pengobat rindu tentang makanan di kampung halaman.
Foster, George M, and Barbara G Anderson. 1994.
Antropologi Kesehatan.
Jakarta: UI Press.
Indrayuda, Indrayuda. 2017.
“The Existence of Local Wisdom Value Through
Minangkabau Dance
Creation Representation in Present Time.” Harmonia:
Journal of Arts Research and Education 16 (2): 143.
https://doi.org/10.15294/har monia.v16i2.6146.
Lupton, Deborah. 1994.
“Food, Memory and Meaning: The Symbolic and Social Nature of Food Events.” The Sociological Review 42 (4): 664–85.
https://doi.org/10.1111/j.146 7-954X.1994.tb00105.x.
Idrus Ruslan, Yuni Kartika, Fatonah, Siti Huzaimah
Tradisi Ritual dalam
Pernikahan Islam Jawa (Studi di Desa Kalirejo
Lampung Tengah)
Penelitian ini bertujuan
mengetahui ritual terkait dengan pelaksanaan
pernikahan pada masyaraat adat
jawa yang
beragama islam di Desa Kalirejo Kabupaten
Penelitian
dilakukan dengan metode kualitatif, pendekatan etnografi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pernikahan pada masyarakat muslim suku Jawa di Desa Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah ini masih kental dengan tradisi ritual, seperti larangan neton, larangan menikah di bulan suro dan pantangan perkawinan adubatur. Meskipun masyarakatnya tidak memahami esensi dari ritual tersebut dan tidak
Kekurangan yang reviewer temui dalam artikel ini adalah kesalahan penulisan lokasi studi, sebab dalam artikel penulis
mengungkapkan lokasi studi tidak konsisten, ada
Kelebihan yang ditemukan adalah hasil penelitian yang diungkapkan secara jelas baik di abstrak, hingga di kesimpulan dan di lengkapi dengan daftar rujukan yang banyak.
Ali, Muhammad Daud, Hukum Islam Dan Peradilan Agama, ed. by PT RajaGrafindo Persada (Jakarta, 1997)
Et.all, Khaerani, ‘Analisis Nilai-Nilai Dalam Tradisi Tingkeban Pada Masyarakat Jawa Di Desa Cendana Kecamatan Muara Sugihan
Lampung Tengah. menyakininya sebagai jaminan keberkahan dalam membangun rumah tangga, tetapi ritual tersebut tetap dilakukan sebagai bakti dan penghargaan terhadap orang tua, sehingga rumah tangga yang akan dibangun terlaksana atas restu dan arahan dari orang tua.
yang Desa
Kalidadi, namun juga ada di sebut Desa Kalirejo.
Kabupaten Banyuasin’, Jurnal Bhinneka Tunggal Ika, 6.1 (2016)
Hariwijaya, Tata Cara Penyelenggaraan Perkawinan Adat Jawa (Yogyakarta:
Hangar Kreator, 2005) Mas’udah, Ririn, ‘Fenomena
Mitos Penghalang
Perkawinan Dalam
Masyarakat Adat
Trenggalek’, Jurnal Huk (2010)
Qodir, Zuly, ‘Sosiologi Agama: Esai-Esai Agama Di Ruang Publik’, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2011, h.
153-154
Sholikhin, Muhammad, Ritual Dan Tradisi Islam Jawa (Yogyakarta: Narasi, 2010)