KOTA BERBASIS PENGETAHUAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI Trihadi Pudiawan Erhan, SE., M.S.E.
PENDAHULUAN
Pertumbuhan ekonomi dengan basis daerah/kota sangat penting untuk diperhatikan karena saat ini hampir separuh jumlah populasi di dunia saat ini tinggal di daerah perkotaan menyumbang lebih dari 80 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. Sebesar 60 persennya adalah merupakan konstribusi dari 600 pusat kota di dunia. McKinsey Global Institute (MGI) pada Maret 2011 mempublikasikan hasil analisa mereka yang memprediksikan bahwa terdapat 100 pusat kota (urban center) di dunia yang akan menyumbangkan 35 persen dari pertumbuhan ekonomi dunia sampai dengan tahun 2025. Fenomena ini adalah merupakan gambaran nyata dari perubahan paradigma mengenai pertumbuhan ekonomi yakni pentingnya untuk memperhatikan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Kota sebagai kutub pertumbuhan ekonomi sebuah negara dapat berkembang dengan pesat karena dipengaruhi oleh beberapa hal seperti daya tariknya sebagai tujuan investasi, fungsinya sebagai pusat pemerintahan, peranannya yang menjadi pusat perputaran uang dan lain-lain. Dari semua faktor yang menyebabkan kota mampu menjadi tempat terjadinya pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara, penulis ingin secara spesifik membahas peranan pengetahuan dalam bertumbuhnya perekonomian suatu kota. Faktor ini sangat menarik untuk dilihat mengingat dengan pengetahuan adalah salah satu faktor yang mampu membuat suatu perekonomian meningkatkan produktifitas dari modal fisik dan manusia yang ia miliki. Ini berarti suatu perekonomian tidak harus mengandalkan penambahan jumlah modal terutama modal fisik untuk dapat menikmati pertumbuhan.
dari pengetahuan yang telah diciptakan atau dikembangkan tersebut sehingga manfaat ekonomis dari pengetahuan tersebut dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi.
Melihat potensi yang besar dari pengetahuan sebagai komponen yang dapat menggerakan suatu perekonomian maka perlulah diketahui bagaimana proses penggunaan pengetahuan yang baik sehingga dapat membantu pertumbuhan ekonomi. Tulisan ini akan mencoba menguraikan hubungan antara pengetahuan dan perkembangan ekonomi dalam skala kota. Selain itu akan coba juga digambarkan proses penciptaan dan pengembagan pengetahuan dan bagai mana kota menjadi tempat yang baik untuk penciptaan, pengambangan, dan pengembangan pengetahuan.
PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA
Pertumbuhan ekonomi adalah merupakan elemen yang sangat penting sebagai indikator kesejahteraan dari sebuah negara. Permasalahannya adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu menggambarkan kinerja dari suatu perekonomian secara menyeluruh. Terdapat dugaan bahawa perumbuhan ekonomi yang tinggi di negara berkembang adalah perupakan potret dari kinerja perekonomian pada daerah tertentu saja, yakni pada pusat kota tertentu saja. Pusat kota yang dimaksudkan dalam hal ini bukan seluruh ibu kota dari daerah tertentu, melainkan kota yang kemudian disebut dengan teminologi kota dunia (world cities) atau kota global (global cities). Terminologi kota global sebenarnya bukan merupakan hal baru. Hall (1966) pada pertengahan tahun 1960an menggunakan istilah tersebut untuk mendiskusikan mengenai kawasan metropolitan yang sangat besar dan rencana pembangunannya.
Pemaparan tentang peranan dari pusat kota dalam pertumbuhan ekonomi sebuah negara dikemukakan oleh Duranton (2009) yang mengatakan bahawa pertumbuhan ekonomi dari sebuah negara terjadi di pusat kota, akan tetapi pusat kota tidak sepenuhnya adalah merupakan mesin pertumbuhan ekonomi dari sebuah negara. Pernyataan bahwa puast kota bukan sepenuhnya adalah merupakan mesin pertumbuhan ekonomi tidak kemudian lantas menegasikan peranan pusat yang signifikan sebagai tempat terjadinya pertumbuhan ekonomi.
kepada pusat kota dibandingkan dengan daerah-daerah yang kurang berkembang. Hal ini sangat bisa dimaklumi karena sebagai institusi yang mencari keuntungan, perusahaan akan memilih tempat beroperasi yang teridentifikasi memiliki kesempatan untuk menjanjikan pertumbuhan yang paling menjanjikan. Alasan lain kenapa suatu daerah yang dalam hal ini adalah pusat kota menjadi kutub dari pertumbuhan perekonomian suatu negara adalah karena peranannya sebagai titik komando di dalam perekonomian dunia dan adalah merupakan lokasi dari perusahaan-perusahaan tertentu (Sassen 2001).
Lebih lanjut, penelitian empiris yang mampu menjelaskan kemajuan sebuah kota dilakukan oleh Glaser, Scheinkman, dan Shleifer (1995) yang menemukan adanya kesamaan antara pola perkembangan sebuah kota dan negara. Penelitian tersebut juga menunjukkan adanya hubungan positif dari pendapatan per kapita dari masyarakatnya dan juga populasi dengan kualitas pendidikan yang tersedia di kota tersebut. Storper (2008) juga melakukan penelitian serupa untuk mengetahui penyebab dari pertumbuhan sebuah kota dengan mengkonsentrasikan variabel yang diteliti kepada tiga kekuatan yakni, spesialisasi, angkatan kerja dan modal manusia, serta institusi. Penelitian tersebut belum mendapatkan kesimpulan yang pasti mengenai hal tersebut. Storper mengemukakan bahwa belum ada pola perkembangan dari kota yang spesifik. Tiap kota bertumbuh dengan caranya masing-masing, akan tetapi penelitian tersebut membenarkan adanya peranan spesialisasi, angkatan kerja dan modal manusia, serta institusi dalam pertumbuhan suatu pusat kota.
PROSES PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN KOTA BERBASIS PENETAHUAN
Pengetahuan meliputi informasi yang lebih luas, termasuk presepsi, analisis, keterampilan, pengalaman dan common sense.(Awad & Ghaziri 2004). Maka pada dasarnya kota berbasis pengetahuan adalah program pembentukan kota yang ditujukan untuk menjadi tempat berkumpulnya informasi, presepsi, analisis, ketrampilan, pengalaman dan common sense. Dengan kata lain, kota berbasis pengetahuan adalah area terintegrasi yang secara fisik dan institusi menyatukan fungsi dari taman pengetahuan (science park) dengan dilengkapi juga dengan fungsi kemanusiaan dan hunian (Yigitcanlar, O’connor, & Westerman 2008).
Dalam pendiriannya kota dengan basis pengetahuan harus memiliki fondasi dasar yang kuat agar mampu difungsikan sebagai science park dalam skala yang besar dan efektif. Van Winden dan kawan-kawan (2007) mengklasifikasikan elemen-elemen yang penting untuk menjadi dasar dari pembangunan kota sesuai dengan rancangan Barcelona sebagai kota yang berbasis pengetahuan. Elemen-elemen tersebut adalah:
Basis pengetahuan: termasuk institusi pendidikan dan aktifitas penelitian dan pengembangan.
Struktur industri: mempengaruhi dan menginisiasi pengembangan dari kota berbasis pengetahuan.
Kualitas hidup dan prasarana perkotaan: meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk membangun basis pengetahuan yang kuat.
Keberagaman kultur dan budaya: mendorong kreatifitas.
Keterjangkauan: mendorong dan memfasilitasi perpindahan pengetahuan. Kesetaraan sosial: meminimalisir kesenjangan sosial dan gesekan sosial.
Skala dari kota: area kota berbasis pengetahuan yang lebih luar memiliki kecenderungan untuk dapat menampung pengetahuan dalam kuantitas dan kualitas yang lebih baik, hal ini disebabkan oleh banyaknya variasi kegiatan, perkerjaan, dan bisnis yang mungkin ada.
utuh dan transparan. Hal ke dua adalah kreativitas dan infrastruktur kultural. Manusia adalah variabel yang sangat penting dalam pembangunan kota dengan basis pengetahuan, infrastruktur kultural seperti perpustakaan, taman, dan ruang terbuka umum sangat penting dalam pembangunan pengetahuan dikarenakan peranannya sebagai sumber inspirasi dan kreatifitas. Dengan menyediakan infrastruktur tersebut di dalam kota, maka manusia yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan pengetahuan tidak memiliki alasan untuk keluar dari area tersebut secara permanen.
Elemen ketiga adalah modal manusia (human capital). Diperlukan suati sistematika penciptaan modal manusia baru dan pengembangan kapasitas modal manusia yang telah ada, sehingga kualitas dan kuantitas dari pengetahuan yang dapat dihasilkan dapat bertambah. Universitas, institusi pendidikan lainnya, dan lembaga penelitian adalah satu contoh sistem yang harus dikembangkan agar kelasngsungan ketersediaan mpdal manusia dalam kota tersebut dapat terjaga. Selanjutnya adalah tenaga kerja berpengetahuan yang memungkinkan terjadinya penerapan dari pengetahuan yang tersdia. Yang terakhir adalah pengembangan kelompok kota dan hubungan spasial. Hal ini ditujukan agar biaya perpindahan informasi tidak mahal sehingga dapat secara terus-menerus diakses oleh siapapun. Dengan keunikan dari masing-masing area, maka walaupun menerapkan rencana yang serupa sekalipun, tiap-tiap kota akan memiliki pola pengembangan yang akan berbeda.
Pembangunan kota dengan basis pengetahuan adalah pekerjaan yang sulit dan memakan waktu yang relatif panjang. Akan tetapi hal ini sangat penting untuk dilakukan mengingat pengetahuan adalah elemen kunci dari suatu negara untuk dapat berkompetisi dalam dunia global saat ini.
DAMPAK PENGETAHUAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI
Hal ini yang kemudian mendasari perkembang pemikiran yang berpendapat bahwa untuk negara industri, inovasi adalah mesin utama mereka untuk tumbuh. Pada perdebatan kebijakan, kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas inovasi adalah jalur utama untuk meningkatkan prospek pertumbuhan. Inovasi memiliki dampak yang mendalam kepada komposisi dari struktur ekonomiserta produktifitas serta perkembangan regional (Frenken 2000). Inovasi dapat menjadi mesin pertumbuhan yang baik bagi suatu perekonomian karena inovasi dapat mengatasi masalah keterbatasan sumber daya alam dan modal fisik.
Terdapat banyak pendapat menganai definisi dari inovasi. Menurut Rubenstein (1994) inovasi adalah proses dimana produk, proses, material, dan layanan yang baru dan telah dikembangkan dipindahkan ke sebuah pabrik dan atau pasar yang telah mampu menampungnya. Seybold (2006) mengatakan bahwa inovasi adalah invensi yang diterapkan dan dipasarkan. Sedangkan Swann (2009) menjelaskan inovasi sebagai penggunaan invensi secara komersial. Sehingga dapat disimpulkan dari definisi tersebut bahwa inovasi adalah produk yang dapat dihasilkan dari pemanfaatan ilmu pengetahuan.
KESIMPULAN
Pengetahuan elemen yang penting untuk dapat menjaga daya saing dari suatu negara. Salah satu strategi untuk dapat mengembangkan perekonomian dengan basis pengetahuan adalah dengan mengembangkan kota yang berbasis pengetahuan yang memiliki fungsi sebagai science park.
DAFTAR PUSTAKA
Awad, Elias M., dan Hassan M. Ghaziri. 2004. Knowledge Management. New Jersey: Pearson Education International.
Carrillo, F. (2006). Knowledge Cities. New York: Butterworth–Heinemann.
Duranton, Gilles. 2009. Are Cities Engines Of Growth And Prosperityfor Developing Countries?. The World Bank, Washington.
Glaeser, Edward L., Scheinkman, Jose A., Dan Shleifer, Andrei. 1995. Economic Growth In A Cross-Section Of Cities. National Bureau Of Economic Research, Massachusetts.
Henderson, J. Vernon. Cities And Development.
Lambiri, Dionysia, Biagi, Bianca, Dan Royuela, Vicente. 2011. Quality Of Life In The Economic And Urban Economic Literature. Social Indicators Research.
Mckinsey Global Institute. 2011. Urban World: Mapping The Economic Power Of Cities.
Price Waterhouse Cooper. 2008. Pricewaterhousecoopers United Kingdom Economic Outlook November 2009.
Sassen, S. 2001. Global Cities And Developmentalist States: How To Derail What Could Be An Interesting Debate? A Response To Hill And Kim. Urban Studies.
Storper, Michael. 2008. Why Does A City Grow? Specialization, Human Capital, Or Institutions?. Journal Of Economic Geography.
Storper, Michael dan Scott, Alen J.. 2008. Rethinking Human Capital, Creativity And Urban Growth. Journal Of Economic Geography.
Van Winden, Berg, W., Van Den, L., dan Peter, P. 2007. European cities in the knowledge economy. Urban Studies.
Yigitcanlar, Tan, O’connor, Kevin, dan Westerman, Cara. 2008. The Making Of Knowledge Cities: Melbourne’s Knowledge-Based Urban Development Experience. Elsevier.