sejarah dan teori arsitektur 2

28  37 

Teks penuh

(1)

SEJARAH DAN TEORI ARSITEKTUR 2

JAR 503

Disusun Oleh :

Kelompok I

Rina Hayaturrahmah (1204104010005) Elfira Safitri (1204104010037)

Dosen Mata Kuliah :

Cut Nursaniah, ST, MT Zahrul Fuadi, ST, MT Siti Zulfa Yuzni, ST, MT

JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

(2)

EKLEKTISME

Eklektik berasal dari bahasa Yunani “eklegein”, artinya memilih sesuatu (“to pick out”). Secara istilah, Eklektik yaitu memilih sesuatu yang baik dari yang sudah ada sebelumnya Jadi, arsitektur eklektik (eklektisme) adalah sebuah arsitektur yang menggunakan metode dengan memilih dan menggabungkan berbagai aspek, ide, teori maupun yang ditujukan untuk membuat arsitektur terbaik dengan kombinasi yang ada.

Ciri – ciri arsitektur eklektisme :

 Pengulangan bentuk- bentuk lama yang sudah ada sehingga berkesan monoton dan meniru gaya dari arsitektur tertentu.

 Memadukan unsur – unsur yang kebetulan disukai, tanpa refleksi, tanpa prinsip, dan secara untuk dikembangkan menjadi bentuk baru

 Mengandung rasa sentimen dan nostalgia pada keindahan gaya masa lampau

 Menganut prinsip “good taste” dan internasionalis (bisa ditempatkan dimana saja) Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Eklektisme

kaum borjuis sedang cenderung mengalami kejayaan ekonomi dan imperialisme

 Adanya mental penjiplak

 Bosen pada gaya klasik jadi memilih untuk mendapatkan gaya baru Sejarah dan Perkembangan Arsitektur Eklektisme

Arsitektur eklektisme berkembang di Eropa, Amerika Serikat dan juga Indonesia (yang mendapat pengaruhnya dari barat).

Eklektisme di Eropa

Arsitektur Modern mulai berkembang pada abad 16 di Eropa, dimulai dengan eklektisme. Di Eropa, eklektisme berkembang di beberapa negara, diantaranya yaitu Inggris, Perancis, Jerman, Italia, juga Amerika Serikat.

Tokoh-tokoh Eklektisme di Eropa :

1. Sir Robert Smirke

8. Jean Louis Charles Garnier 9. Pierro Vignon

Karya Arsitektur Eklektisme di Eropa : 1. British Museum

(3)

Tahun : 1823-1846 Lokasi : London, Inggris Fungsi : Museum

Karakteristik :

 Pada bagian depan pintu masuk terdapat partico yang mendukung sebuah pediment yang bergaya Romawi

 Berbentuk simetris dengan struktur kolom-kolom ionic octastyle menerus berderet hingga ke sayap kanan dan kiri

Eklektisme di Indonesia

Pengaruh Eklektisme di Indonesia berawal pada masa pendudukan Belanda yaitu dimulai dari abad XVII – pertengahan abad XX.

Arsitektur modern di Indonesia pada abad XIX ditandai dengan bangkitnya kembali gaya klasik, terlihat pada gedung yang cenderung mirip arsitektur Eropa, namun sudah memasukkan unsur budaya setempat dan arsitektur tropis, penerapannya misalnya gereja, benteng, kantor pemerintahan, dan lain sebagainya.

Karya arsitektur Eklektisme di Indonesia : 1. J.H. Horst

Karya Arsitektur :

Gereja Emmanuel Willemskerk Arsitek : J.H. Horst

Tahun: 1902

Lokasi : Gambir, Jakarta, Indonesia

Fungsi : Tempat Beribadah umat Kristiani

Karakteristik :

 Bagian pintu utama terdapat kolom-kolom

 Memiliki landasan yang tinggi memberi kesan monumental

 Memiliki pediment seperti Kuil Yunani dan Pantheon Roma

 Terdapat Kubah seperti bangunan-bangunan gereja di Romawi

(4)

Katedral, Jakarta House Parliament London Fitzwilliam Museum Albert Memorial

FUNGSIONALISM & PURISM

Arsitektur Fungsionalism

Arsitektur fungsionalisme adalah arsitektur yang menerapkan pola dan konsep keindahan yang timbul semata–mata oleh adanya fungsi dari elemen-elemen bangunan. Elemen tersebut meliputi dinding, jendela, pintu, atap dan lain – lain, yang tersusun dalam komposisi dari unsur-unsur yang semuanya mempunyai fungsi. Bentuk bangunan cenderung kubisme, geometris, asimetri, dan bukan merupakan masa.

Sejarah Perkembangan Arsitektur Fungsionalism

Arsitektur fungsionalisme lahir awal abad XX, hal ini akibat adanya penolakan pada pengulangan bentuk-bentuk lama dan menghasilkan karya teknologi baru (beton bertulang, baja) atau bahan-bahan fabrikasi (buatan Pabrik).

Ciri-ciri arsitektur fungsional :

Ruang yang dirancang harus sesuai dengan fungsinya.

Bangunan tidak harus terdiri dari bagian kepala, badan dan kaki.

Sederhana, teratur, seragam, bersih dan anti ornamen

Konstruksi terekspos baik itu material struktur yang terfabrikasi maupun konvensional

Tidak berhubungan dengan sejarah masa lalu, berdiri sendiri sesuai dengan iptek

Tokoh-Tokoh Arsitektur Fungsional :

1.

Louis Sullivan.

2.

Frank Lloyd Wright

3.

Le Corbusier

4.

Walter Gropius

5.

Ludwig Mies van de Rohe

Karya Arsitektur Fungsionalisme :

Menara Helsinki Olympic stadion Arsitek: Fullers

(5)

Karakteristik :

 Bangunan hanya difungsikan sebagai menara stadion saja

 Tidak memiliki estetika

 Bentuk sederhana tanpa adanya ornamen

 Merupakan penyederhanaan bentuk dari gaya klasik

Arsitektur Purism

Purism artinya “Murni”. Arsitektur Purism adalah suatu aliran arsitektur yang melahirkan bentuk dan konsep yang baru sama sekali (murni) tanpa adaya hubungan dengan arsitektur masa lampau. Purism adalah suatu bentuk dari Cubism, menampilkan kemurnian bangunan yang sepi ornamen, dan melakukan pendekatan estetika dalam arsitektur yang menilai bahwa: "Ornament is a crime" (bangunan tampak lebih indah tanpa adanya ornamen). Sejarah Perkembangan Arsitektur Purism

Ciri-ciri Arsitektur Purism :

 Menolak adanya dekoratif ornamen

 Warna bangunan monocrome

 Bangunan cenderung asimetris

 Bentuk bangunan geometri Tokoh-tokoh Arsitektur Purism :

1. Le Corbusier 2. Amedee Onzenvant

3. Ludwig Mies Van Der Rohe Karya Arsitektur Purism

Village Savoye

Karakteristik :

 Bangunan berbentuk geometri (Kubus) asimetris

 Tidak memiliki ornamen

 Berwarna putih dan sederhana

 Terdapat bukaan yang lebar sebagai unsur terbuka dengan alam

KUBISM & FUTURISM

Arsitek: Le Corbusier Lokasi : Paris

(6)

Arsitektur Cubism

C

ubism berasal dari kata kubus yaitu bentuk ruang dibatasi oleh enam bidang masing-masing berupa bujur sangkar. Kubisme tidak sepenuhnya abstrak, karena masih terlihat elemen-elemen dari alam, binatang, manusia maupun pemandangan. Kubisme adalah aliran arsitektur yang menggabungkan unsur kesatuan dari fungsionalisme, purism, rasionalisme, secara murni dan bersih.

Sejarah & Perkembangan Arsitektur Kubisme

Arsitektur aliran kubisme terinspirasi dari seni lukis yang muncul dan mulai berkembang pada tahun 1910 - 1914 di Paris. Aliran kubisme muncul karena rasa bosan terhadap aliran-aliran klasik yang penuh dengan ornamen. Aliran ini berkembang mula-mula di Perancis antara tahun 1907-1920-an

Aliran Cubism tidak langsung diterima begitu saja oleh kalangan masyarakat pencinta seni. Pengikut aliran cubism adalah orang-orang yang anti kehidupan borjuis atau kelas menengah yang juga pendukung industrialisasi dan sistem perdagangan baru karena kelahiran cubism terjadi pada masa Revolusi Industri, (1910-an).

Aliran cubism mempengaruhi bidang arsitektur dalam elemen utama pendukung arsitektur yaitu material, ruang dan pencahayaan. Sejak aliran cubism muncul, arsitektur bukan lagi selubung, tetapi ialah ruang yang menjadi aspek paling dominan.

Ciri-ciri Arsitektur cubism :

 Memiliki bentuk geometri dan asimetris

 Memiliki bukaan yang lebar

 Tanpa ornamen dan sederhana

 Mengekspos ruang dalam terhadap ruang luar dan sebaliknya Tokoh-tokoh Arsitektur Cubism :

1. Gerrit Rietvield 2. Walter Gropius 3. Richard Neutra 4. Le Corbusier Karya Arsitektur Cubism

Farnsworth House

(7)

Karakteristik :

 Bentuknya sederhana, ringan dengan konstruksi fabrikasi

 Bukaan lebar berkesan terbuka

 Tidak ada ornamen

Arsitektur Futurism

Futurism adalah bukanlah suatu gaya tetapi suatu pendekatan terbuka ke arsitektur, dan telah ditafsirkan kembali oleh generasi arsitek yang berbeda dari beberapa dekade, tetapi pada umumnya ditandai dengan membentuk ketajaman, bentuk dinamis, kontras kuat dan penggunaan material yang berguna.

Sejarah & Perkembangan Arsitektur Futurism

Arsitektur Futuristik atau futurisme dimulai pada awal abad ke 20 dengan bentuk bangunan yang ditandai oleh anti-historicism dan garis panjang mendatar, kecepatan, artistik dan gaya ini dimulai pertama di Italia dan berlangsung pada tahun 1909-1944.

Gaya ini dihidupkan oleh penyair Filippo Tommaso Marinetti, dan dia bekerja pada tokoh arsitektur terkemuka seperti arsitek Antonio Sant'Elia dan seniman Umberto Boccioni, Giacomo Balla, Fortunato Depero, Enrico Prampolini. Alhasil, futuristik adalah kecepatan, terpengaruh oleh energi dan ekpresi yang kuat untuk zaman arsitektur yang modern.

Ciri-ciri Arsitektur Futurism :

 Penyatuan karakter dari elemen-elemen yang berbeda dalam sebuah acuan, dan penyusunan karyanya sebagai suatu kesatuan

 Memiliki ide ekstrim dalam hubungan langsung dengan nilai-nilai futurisme

 Pandangan karya yang mementingkan masa depan Tokoh-tokoh Arsitektur Futurism :

(8)

3. Le Corbusier

Karya Arsitektur Futurism :

La citta Nuova (kota yang baru) atau San’t Elia Arsitek: Antonio Sant’Elia

Lokasi : Britania Raya, Inggris Tahun : 1914

Karakteristik :

 Mempunyai konsep masa depan yang sesuai dengan paradigma perkembangan arsitektur

 Bentuknya kontras, tajam, dan bebas

 Terbuat dari konstruksi yang canggih dengan struktur dekonstruksi

 Memakai bahan fabrikasi, seperti baja, aluminium dan kaca

 Menyesuaikan bangunan dengan analog iklim, dinamis terhadap perubahan

RASIONALISME, NEO – PLASTISME dan DE STIJL

Rasionalisme

Arsitektur rasionalisme adalah aliran yang memandang keindahan dari suatu bangunan yang timbul dari fungsi elemen-elemen dari bangunan tersebut, bukan dari pola keindahan arsitektur itu sendiri. Arsitektur ini dikenal pada pertengahan abad XIX.

Dalam artian aliran ini adalah karya yang menerapkan konsep pada pemikiran yang logis ( rasional ) kedalam sebuah bangunan arsitektur baik secara fungsional, faktor kenyamanan maupun estetika, dimana komposisi dan unsur-unsur yang semuanya memiliki fungsi.

Ciri – ciri Arsitektur Rasonalisme :

 Penggunaan bahan-bahan baru dan struktur yang kelihatan (pada constructicism).

 Kontruksi menggunakan : Kayu, besi, logam, kaca, dan lain-lain

 Tutupan atap yang datar.

 Bentuk bangunan memaksimalkan panggunaan lahan

 Bentuk ornamen – ornament mengikuti hubungan antara bentuk dan fungsi Tokoh Arsitektur Rasionalisme :

(9)

Karya Aristektur Rasionalisme :

 Menggunakan sistem beton bertulang, yang dapat dilihat pada facadenya.

 Sistem beton exposenya diberikan ornamen-ornamen panel.

 Facade yang menjorok kedalam

 Bukaan jendela kaca yang lebar memperlihatkan bagian lantai yang indah di bangunan

Neo – Plastisme dan De Stijl

Neo Plasticisme memiliki arti seni rupa gaya baru. Neo Plasticisme dikembangkan oleh Piet Mondrian yang mengarah pada gaya Cubisme dalam bentuk abstrak total. Warna dasar primer menjadi ciri utama dari Mondrian. Neo Plastisisme adalah bagian dari De Stijl yang menekankan kelenturan bidang dengan memanfaatkan garis vertikal-horisontal dan warna biru-merah-kuning-hitam-putih.

De Stijl adalah gerakan seni di Leiden tahun 1917 oleh Theo van Deosburg yang merupakan sebuah pemikiran akan kesederhanaan dan abstrak, berlaku di dunia arsitektur dan seni lukis, hanya menggunakan unsur garis lurus (horizontal dan vertical), bentuk persegi atau persegi panjang, dan penggunaan warna-warna primer (merah, kuning, dan biru), dan 3 warna dasar (hitam, putih, dan abu-abu).

Ciri – ciri arsitektur De Stijl :

 Penggunaan warna primer merah, biru, kuning, putih, hitam dan abu-abu.

 Garis-garis pembatas warna yang kontras

 Komposisinya adalah harmoni – kontras

 Bentuk dinamis, sehingga jika dipandang bukan selubung bangunan yang mati, tapi cerminan ruang dan waktu, melalui permainan bidang dan pencahayaan

Tokoh-tohoh Arsitektur De Stijl : 1. Gerrit Rietveld

2. Theo van Deosburg

(10)

Karya Arsitektur De Stijl :

The Rietveld Schröder House Arsitek: Gerrit Rietveld Tahun : 1923-1924 Karakteristik :

 Pemilihan warna primer untuk tembok yang disamakan dengan pola lukisan DE stijl pada kanvas.

 Pemilihan warna pada beberapa tempat memiliki arti tersendiri. Seperti contoh warna hitam pada pintu dimaksudkan karena pinti tersebut merupakan akses t erpenting dan akses yang paling sering dilalui.

 Bentuk bangunan berupa garis dan bidang

ARSITEKTUR MODERN TOTLITER JERMAN DAN BAUHAUSS

Kelahiran Bauhauss didahului dengan terbentuknya Deutscher Werkbund tanggal 9 oktober 1907 di Munchen, Jerman, yang dicetuskan oleh :

1. Hermann Mutheseus 2. Theodor Fischer Tujuan lahirnya :

 Untuk mencari sulusi dalam meningkatkankualitas produk desain jerman

 Untuk melepaskan diri dari idiom-idiom desain konservatif yang berkembang di daratan Eropa

 Deutscher Werkbund dikenal sebagai Pionir Modernisme

 Deutscher Werkbund dikenal juga sebagai The International Style berkat Henry Russel Hitchcock dan Philip Johnson pada Pamean Arsitektur Modern di The Museum of Art-New York tahun 1932

Bauhauss

Bauhaus adalah sebuah aliran (gaya) arsitektur yang didirikan oleh Walter Gropius pada tahun 1919. Bauhaus adalah sebuah ikon dari perkembangan Seni dan Arsitektur yang lahir akibat revolusi industri di daratan Eropa pada awal abad 20. Seni dan Arsitektur Bauhaus merupakan aliran dengan ideolog Perdamaian antara Seni dan Industri. Kelahiran Bauhaus didahului dengan terbentuknya Deutscher Werkbund.

(11)

revolusi desain dari kemunculan tren gaya art-deco di paris, prancis, dan kelompok de-stijl di rotterdam, belanda, pada periode yamg sama.

Tradisonalisme Dan Modernisme Austria

Gereja stainhof ,Yosef hofmann

Austria dalam perkembangan seni dan arsitektur eropa baik klasik maupun modern mempunyai peran besar. Pada akhir abad XIX hingga abad XX perkembangan arsitektur di austria masih diwarnai oleh neo klsasik, ekletik modern awal. Tokoh arsitektur modern austria antara lain otto wagner.

Arsitektur Modern, Sosialisme Dan Costructivism Russia

Vladimir Tatlin dikenal sebagai penemu Constructivisme Rusia. Ia mengunjungi studio paris di mana dia melihat pahatan-pahatan milik picasso yg dibuat dari material-material, kertas, tali senar, kardus,kayu, logam, kaca, dan plastik.

(12)

Model dari Menara Tatlin, suatu monumen untuk Komunis -Internasional

BRUTALISM dan NEO -

B

RUTALISM

Brutalisme = APA ADANYA. Brutalisme yang dimaksud berasal dari bahasa Perancis

“brut” yaitu beton kasar, atau “beton mentah”. Sejarah & Perkembangan Arsitektur Brutalism

Arsitektur Brutalism adalah langgam dalam arsitektur yang berkembang dari tahun 1950 hingga pertengahan 1970-an, timbul dari arsitektur modern di awal abad ke-20. Brutalism sering diterapkan pada bangunan pemerintahan atau kelembagaan. Arsitektur brutalisme dikomunikasikan melalui kekuatan, fungsi, dan “ungkapan jujur” dari materialitas. Konsep arsitektur modern Brutalisme dan Neo Brutalisme ini berkembang cepat dengan bentuk – bentuk bangunan yang unik dan aneh.

Ciri – ciri Brutalism dan Neo – Brutalism :

 Bangunan brutalist pada umumnya membentuk block-block dan Geometris

 Bentuk dasar bangunan seperti kubus

 Susunan bentuk yang berulang-ulang tanpa adanya ornamen

 Menggunakan material beton kasar

 Bentuk dan ruang unik dan otentik serta fungsional

 Kesatuan elemen membentuk Sculptural Abstrak. Tokoh-tokoh Brutalism dan Neo–Brutalism :

1. Paul Rudolph 2. Le Corbusier 3. James Stirling 4. Jean Nouvel 5. I.M. Pei

(13)

7. Renzo Piano

Karya Arsitektur Brtalism :

United Habitation

Arsitek : Le Corbusier Lokasi : Merseille Tahun : 1952

Fungsi : Tempat tinggal

Karakteristik :

 Adalah bentukan dari bidang geometris, blockish, dan berulang

 Tidak ada ornamen

 Terbuat dari struktur beton Karya Arsitektur Neo-Brutalism :

Yale Art and Architecture Building

Karakteristik :

 Bentuk Otentik, komposisi blok-blok monolit.

 Ruang Monumental, pencahayaan alami untuk perpindahan dan pergerakan (dimensi keempat)

 Permukaan Benton dan struktur ekspose keseimbangan dan kontras antara elemen-elemen fasade.

MONUMENTALISM

Monumen adalah jenis bangunan yang dibuat untuk memperingati seseorang atau peristiwa yang dianggap penting oleh suatu kelompok sosial sebagai bagian dari peringatan kejadian pada masa lalu. Sedangkan monumentalism merupakan sebuah aliran seni dalam

Arsitek: Paul Rudolph

(14)

membangun yang dapat menimbulkan kesan peringatan pada sesuatu yang agung dan sangat mengagumkan.

Sejarah dan perkembangan Arsitektur Monumentalism

Arsitektur monumentalism berasal dari seni rupa Mesir kuno dan kehidupan masyarakat hindu. Arsitektur ini adalah aliran yang bepijak dari karya rupa simbolisme dalam bentuk sederhana, kemudian mengalami perubahan menjadi wujud hiasan/pralambang, yang berkembang pada abad ke 19 hingga abad ke 20.

Ciri-ciri Arsitektur Monumentalism :

 Bangunan fungsional yang dianggap penting karena usia, dan ukuran.

 Berkesan kokoh, agung, dan megah

 Bersifat sederhana, bersih dan polos

 Berfungsi sebagai ruang yang terpusat Tokoh – tokoh Monumentalism :

1. I. M. Pei 2. Alvar Alto 3. Louis I khan 4. Ir. Soekarno

karya Arsitektur Monumentalism :

Tugu Monas (Monumen Nasional)

Karakteristik :

 Sebagai tugu peringatan sejarah perjuangan Indonesia dalam menuntut kebebasan kepada Belanda

 Bentuk dengan unsur vertikal merupakan wujud dari kesan monumental

 Kesan bangunan sederhana dan polos tapi memiliki makna bagi masyarakat

 Berkonsep oversize, berbeda dengan lingkungan dan menjadi titik orientasi atau titik pandanga suatu kawasan

 Bentuk lanscape yang memanjang sebagai kesan pendukung monumental

 Memiliki skala yang tidak manusiawi

METABOLISME & ARSITEKTUR MODERN JEPANG

Arsitek: Ir. Soekarno, Soedarsono, F. Silaban dan Ir.

Rooseno

Lokasi : Jakarta Tahun : 1959

(15)

Arsitektur metabolisme adalah suatu desain dan teknologi arsitektur yang menunjukan vitalitas manusia. Sedangkan Metabolisme Arsitektur Modern Jepang ialah suatu aliran yang menggabungkan alam dan teknologi dimana budaya asli tetap dipertahankan.

Sejarah & Perkembangan dan tokoh-tokohnya

Aliran ini dicetuskan oleh sekelompok arsitek asal Jepang yaitu Kiyonori Kikutake, Masato Otaka, Fumihiko Maki, Kisho Kurokawa, Hirosha Asada dan kritikus Noboru Kawazoe, termasuk Tange dan Mayekawa yang bekerja dan belajar pada pelopor arsitektur modern seperti Le Corbusier dan Mies Van der Rohe.

Tange dan Mayekawa dan kelompok arsitek muda lainnya yang pernah bekerja pada kedua arsitek tersebut, pada akhir tahun 50-an, mengadakan gerakan yang dinamakannya ‘Metabolism’. Nama gerakan ini dicetuskan bersamaan dengan adanya konferensi internasional tentang perancangan diselenggarakan di Tokyo pada tahun 1960.

Prinsip Desain Arsitektur Metabolisme Modern Jepang

1. Core 8. En-space

2. Pilotis 9. Geometric Fractal (Bentuk bebas/ambigu)

3. Void 10. Modular

4. Geometric form 11. Capsule atau Move-nett

5. Plug-in 12. Duplikasi

6. Join core system 13. Space Frame 7. Technology pre-fabrikasi

Ciri-ciri Arsitektur Metabolisme Modern Jepang

 Bersifat utopis, yang berarti bahwa kota adalah organisme yang mengalami perubahan secara bertingkat atau bertahap.

 Membentuk jaringan yang menggambarkan sesuatu yang tumbuh atau berubah atau berkembang atau reikarnasi.

 Aliran ini tidak mengikuti “form follow Function” akan tetapi mengikuti fungsi di masa depan.

 Struktur yang digunakan biasanya berskala super atau megastruktur dan berbentuk kelompok (group form).

(16)

 Diach Ronicity of time (hubungan antara waktu)

 Sincronicity of space (hubungan antara ruang) Karya Metabolisme Modern Jepang

Miyakonoyo Civic Hall Arsitek: Kyanori Kikutake Lokasi : Tokyo, Jepang Tahun : (1965-1966) Karakteristik :

 Pemisahan pada elemen-elemen fungsional yang terlihat jelas dari luar.

 Atap yang terbuat dari kaca dan kerangka baja yang dibentuk seperti lipatan kipas menjadi Tradisi khas jepang dan konsep metabolism

 Konsep bangunan ini terlihat seperti alat music akordeon.

 Konstruksi bangunan di ekspos dengan sangat jelas sehingga menambah estetika pada bangunan.

Beberapa karya Metabolisme Arsitektur Modern Jepang

Apartemen Nakagin, Tokyo The Van Gogh Museum, Amsterdam Fukui City Museum of Art

ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR

Arsitekur neo vernacular dapat diartikan sebagai arsitektur asli yang dibangun oleh masyarakat setempat, dan merupakan salah satu paham atau aliran yang berkembang pada era Post Modern yaitu aliran arsitektur yang muncul pada pertengahan tahun 1960-an. Aliran arsitektur ini tidak hanya menerapkan elemen-elemen fisik yang diterapkan dalam bentuk modern tapi juga elemen non fisik seperti budaya, pola pikir, kepercayaan, tata letak, religi dan lain-lain.

(17)

Pernyataan Charles Jencks dalam bukunya “language of Post-Modern Architecture (1990)” tentang ciri-ciri Arsitektur Neo-Vernakular, yaitu :

 Selalu menggunakan atap bubungan

 Penggunaan batu bata abad ke-19 bergaya victorian yang dominan pada bangunan.

 Mengembalikan bentuk-bentuk tradisional yang ramah lingkungan dengan proporsi yang lebih vertical.

 Kesatuan antara interior yang terbuka melalui elemen modern dengan ruang terbuka di luar bangunan.

 Warna-warna yang kuat dan kontras.

 Bentuk-bentuk bangunan menerapkan unsur budaya, lingkungan termasuk iklim setempat yang diungkap dalam bentuk fisik arsitektural ( tata letak denah, detail struktur dan ornament), dengan penggunaan material modern seperti kaca dan logam. Karya Aritektur Neo-Vernakular

Queenslander (arsitektur vernakular dari Queensland)

Karakteristik :

Bangunan ini dibuat dengan menggunakan kostruksi kayu dengan kualitas baik dan biasanya Queenslander ini hanya terdiri dari satu sampai dua lantai saja.

Beberapa karya neo-vernakular lainnya :

Vihara Buddha Sakyamuni, BALI BNI Building Mesjid Kudus

(18)

Kata struktur dalam strukturalisme bermakna abstrak, struktur budaya dari sekelompok orang atau masyarakat. Dicetuskan oleh Arnulf Luchinger, maksudnya bukanlah struktur dan konstruksi bangunan.

Sama seperti konsep Purism dan De Stijl yang menuntut kebebasan dan kemurnian dalam rancangan untuk mencari kreativitas. Sehingga, aliran stukturalisme mengemukakan konsep kejernihan dalam labirin atau labyrinthine clarity.

Ciri-Ciri Arsitektur Strukturalisme

 Bangunan dibangun dengan masa yang banyak dan berkesinambungan membentuk kota kecil

 Memiliki konsep konstan dan terus berubah

 Bertuk sederhana dan berulang-ulang serta dinamis

 Geometri dan memiliki keseimbangan asimetris Sejarah Arsitektur Strukturalisme

Strukturalisme dalam arsitektur dan perencanaan kota memiliki asal-usul dalam Congres International d'Architecture Moderne (CIAM) setelah Perang Dunia II pada tahun 1928 dan 1959 di Otterlo, Netherlands.

Tokoh-tokoh Strukturalisme

1. Le Corbusier 2. Ernst Mei

3. Alison & Peter Smithson 4. Aldo Van Eyck

5. Jacob Bakema

Karya Arsitektur Strukturalisme

Amsterdam Orphanage Arsitek : Aldo Van Eyck Lokasi : Amsterdam

CIAM (RASIONALISME) Mengabaikan identitas penduduk dan bentuk perkotaan

(19)

Tahun : 1960

Fungsi : Panti Asuhan

Karakteristik :

 Desainnya fokus pada keseimbangan kekuatan

 Rancangan berupa sebuah bangunan modern dengan visi menjadi perkotaan kecil baru

 Bersifat terbuka

 Bangunan berbentuk grid ,dengan konsep keteraturan mengulang dan melipat gandakan unit terkecil.

 Adanya hubungan timbal balik pada arah diagonal yang menghasilkan dinamis dan keseimbangan asimetris.

 termodulasi dalam kotak geometris yang seragam

Arsitektur Pencakar Langit & Arsitektur Metal Dan Kaca

Sejarah dan Perkembangan Arsitektur Neo-Modernisme

Aliran Neo-Modern muncul pada masa antara tahun 1980 seiring dengan perkembangan jaman sejak dinyatakannya kematian arsitektur modern (1975) dan kemudian ditandai munculnya bangunan-bangunan baru postmodern. Neo-Modern juga berkembang bersamaan dengan aliran Dekonstruksi yang menghasilkan karya-karya Neo Modern dan Dekonstruksi. Karya-karya Arsitektur Neo-Modern sangat bertentangan dengan sifat klasik (clasissism).

Ciri-Ciri Arsitektur Neo-Modernism

 Tidak menampilkan ornamen dan dekorasi lama tetapi lebih menonjolkan Tektonika (the Art of construction). Menonjolkan tampilan geometri.

 Tidak menonjolkan warna dan tekstur.

 Mengkomunikasikan teknologi dan bahan sebagai elemen artistik yang dominan.

 Memiliki keberanian yang besar pada masa kini.

 Menunjuk fungsi-fungsi mimpi, yaitu utopi (masa depan yang sedemikian rupa sehingga tidak bisa dibayangkan).

 Menempatkan ruang sebagai unsur yang dominan.

 Memanfaatkan bentuk, penggunaan material dan warna serta struktur dan teknologi yang membuat Neomodern berkembang juga menjadi beberapa aliran seperti Plastism, Suprematism, dan High-tech.

(20)

*

Plastism

Plastism adalah aliran arsitektur neo-modern yang bentuknya berkesan fleksibel sehingga lebih dinamis dan memiliki karakter serta banyak kurva serta lengkung.

Bentukan tersebut tidak selalu bersifat struktural, sering bersifat dekoratif dan menyatu dengan bangunan dan bukan sekedar “tempelan” (fasad) atau interior bangunan, caranya dengan menggunakan warna dan material bangunan yang inovatif.

*Suprematism

Dari arti kata “suprematis” sendiri yaitu melawan hal-hal yang bersifat lampau dan natural. Aliran merekayasa segala hal yang bersifat umum pada bangunan.

Misalnya dinding, kolom bahkan lantai yang miring. Disposisi adalah hal yang wajar dalam aliran Neo-Modern Suprematism untuk mengemukakan ide dan konsep yang mengarah pada karakter bangunan tanpa mempertimbangkan fungsi secara mendalam.

*

High Tech

Aliran Neo-Modern High-tech biasanya menggunakan struktur yang ekstrim untuk “memaksakan” bentuk sesuai dengan konsep/ide serta fungsi yang menunjang kenyamanan. Penggunaan elemen-eleman struktural sangat dominan dengan penggunaan material kaca, beton, dan baja yang di ekspose, serta pemilihan warna-warna yang menunjukkan suatu arsitektur teknologi yang canggih bagi arsitektur masa depan.

Karya Arsitektur Neo-Modernisme

(21)

Karakteristik :

 Kesan high tech pada bangunan ini terlihat pada bagian interiornya yang menggunakan rangka-rangka baja.

 sistem strukturnya diekpos menjadi sebuah ornamen yang menimbulkan kesan menarik pada bangunan ini

 bangunan bentang lebar dengan jarak yang besar untuk bebas kolom Arsitektur Metal & Kaca

Arsitektur metal dan kaca merupakan arsitektur yang menggunakan material metal dan kaca pada bangunan di era modern. Jenis-jenis metal : Alumunium, chrome nickel steel, monel metal, nickel silver, serta dua metal terbaru yaitu : titanium, stainless steel.

Kaca merupakan salah satu bahan bangunan memiliki sifat keras, rapuh, dan transparan.. Berbeda dengan masa lampau dimana kaca hanya difungsikan sebagai penghias, kaca pada zaman arsitektur modern ini bahkan telah digunakan sebagai struktur bangunan.

Tokoh-tokoh Arsitektur Metal dan Kaca

1. Frank O Gehry

2. Ludwig Mies Van Der Rohe 3. Le Corbusier

4. Santiago Calatrava Karya Arsitektur Metal

Wiesman Art Museum Arsitek : Frank O Gehry

Lokasi : Minneapolis, Minnesota Tahun : 1990 - 1993

Karakteristik :

Dirancang menggunakan material baja dan metal sebagai struktur dan konstruksi utama rancangan desain Karya Arsitektur Kaca

German Pavilion

Arsitek : Ludwig Mies Van Der Rohe Tahun : 1929

(22)

Karakteristik :

 Menggunakan kaca transparan bukan hanya sebagi penghias tapi juga sebagai salah satu struktur pelindung yang penting yaitu dinding

Arsitektur Pencakar Langit

Pencakar langit merupakan bangunan tinggi yang bertingkat, atau gedung yang menjulang tinggi. Batas minimum ketinggian bangunan sebagai pencakar langit, yaitu 150 meter (500 kaki). Beberapa bangunan dengan ketinggian yang lebih pendek terkadang disebut sebagai pencakar langit jika bangunan itu mendominasi daerah di sekitarnya. Istilah ini digunakan pertama kali pada akhir abad ke-19, dan mewakili kekaguman masyarakat atas gedung-gedung tinggi yang dibangun di kota New York.

Sejarah & Perkembangan Arsitektur Pencakar Langit

Dimulai dari abad 26 sebelum masehi. Bangunan tertinggi adalah piramida Giza di Mesir dengan ketinggian 146 meter. Perancangannya dimulai dari bahan alam yang berat, hingga bangunan tinggi yang dirancang sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi hingga tahun burj khalifa, dubai (2009) ketinggian 828 meter sebagai pemegang rekor gedung tertinggi hingga sekarang.

Ciri-ciri Arsitektur Pencakar Langit :

 Melewati batas maksimum bangunan yaitu 150 meter

 Biasanya menggunakan baja agar ringan sebagai pengganti beton

 Dapat bertahan dari uji struktur ketahanan sebagai bangunan tinggi

 Memiliki fungsi tertentu, dan menjadi identitas suatu kawasan/daerah Tokoh-Tokoh Arsitektur Pencakar Langit

(23)

3. Louis Sullivan

Karya Arsitektur Pencakar Langit

Burj Khalifa (Menara Khalifa)

Arsitek: Skidmore, Owings, and Merrill Lokasi : Dubai, Uni Emirat Arab

Tahun : 2004

Fungsi : Hotel, Apartemen, Restoran dan area public Karakteristk :

 Memiliki ketinggian 828 meter dengan 169 lantai

 Difungsikan sebagai area public yang memiliki rancangan utilitas yang baik

 Struktur bangunan yang teruji mengalahkan KVLY-TV di Blandchard, AS.

 Penggunaan material ringan, yaitu fitur kaca, stainless steel dan bebatan alam sebagai lantai yang dipoles mengikuti budaya lokal khas Timur Tengah

Beberapa contoh Arsitektur pencakar Langit lainnya :

Kota Shibam Dankmar Adler Eiffel Menara-menara tertinggi dunia

ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI

Kata dekonstruksi berarti menata ulang desain lama dengan konsep dasar yang sama sekali baru. Kata ini dipetik dari buku Jacques Derrida, De La Grammatologie (1967), seorang ahli Post-Strukturalis yang juga seorang ahli bahasa, filsuf dan budayawan Perancis. Sejarah & Perkembangan Arsitektur Dekonstruksi

(24)

Pandangan dekonstruksi dalam arsitektur lahir dari suatu atmosfir yang berlandaskan pada konsep “filosofi-anti”, yaitu :

FILOSOFI ANTI

Logo Sentris, tidak adanya metaphora titik awal dan titik akhir dari konfigurasi denah menyebabkan sebuah karya berkesan “tidak selesai”.

Anti-Sintesis, konsep anti-sintesis mengandung penolakan terhadap pandangan sementara bahwa arsitektur adalah sintesis

Anti Fungsional, dekonstruksi mendasarkan paham bahwa antara bentuk (form) dan fungsi (function), bukanlah hubungan yang dependent melainkan lebih pada hubungan independent yang sejalan dengan konsep disjunctive.

Anti Order, yang menghasilkan ekspresi keutuhan dan kestabilan sehingga akan memberi kecenderungan pada pembentukan space yang figuratif.

Prinsip Arsitektur Dekonstruksi

 Semua langgam dapat berkembang jadi tidak ada yang absolut dalam arsitektur

 Tidak ada pendewaan tokoh dalam arsitektur jadi tidak ada karya yang sama

 Terjadi keberagaman pandangan dan tata nilai yang absolut dalam arsitektur

 Potensi indera lain harus dapat dimanfaatkan pula secara seimbang tidak hanya mengandalkan indra penglihatan sebagai tolak ukur berhasil tidaknya rancangan Ciri-Ciri Arsitektur Dekonstruksi :

 Penampilan bidang-bidang simpang siur

 Garis-garis yang tidak beraturan

 Keseluruhan struktur seperti runtuh

 Dekonstruksi membawa bentuk-bentuk geometri yang cenderung berbentuk “aneh”.

(25)

 menimbulkan rasa risi dan antipati, bersifat alienasi, mencekam, menakutkan, distorsi dan deviasi.

Tokoh-tokoh Arsitektur Dekonstruksi 1. Daniel Libeskind

2. Peter Eisenman 3. Bernard Tscumi 4. Rem Koohaas 5. Coop Himmelblau 6. Frank O’ Gehry

Karya Arsitektur Dekonstruksi :

Wiesman Art Museum

Arsitek: Frank O Gehry

Lokasi : Minneapolis, Minnesota Tahun : 1990 - 1993

Karakteristik :

 Museum ini dirancang dengan konsep “style Expressionist Modern”.

 Karya Frank O Gehry adalah sesuatu yang tidak lazim, memiliki ciri khas bentuk yang aneh

 Penampilan dari bangunan ini juga simpang siur, tidak dapat dipastikan jelas bentuk bangunannya.

 Rancangan dipahami tidak cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan bersifat rasional, tapi juga imajinasi.

ARSITEKTUR MODERN HISTORICISM

(26)

Ciri-Ciri Arsitektur Historicism

 mengambil kembali gaya sejarah dengan penyelesaian modern seperti penggunaan material kaca, baja, dan besi

 menggunakan desain interior antik

 masih menggunakan ornamen

 mengambil bentuk khas dari negara masing-masing

Tokoh-tokoh Arsitektur Historicism

1. Dr. Norman Neuerburg 2. John Paul Getty

3. Philip Johnson 4. John Burgee 5. Robert venturi

Karya Arsitektur Historicism

Museum John Paul Getty Arsitek : Dr. Norman Neuerburg Lokasi : Malibu, California Tahun : 1970-1975

Tipe bangunan : Art Museum

Karakteristik :

Pengulangan sejarah yang cerdik dari arsitektur Villa papyrus, Villa Herculanum, yang terletak di Pompei, Italia

(27)

 Tata letak dengan taman dan kolom memanjang pada sumbu tengahnya di dalam (patio), dikelilingi gang beratap juga sangat khas.

Beberapa contoh karya lainnya :

Allen Memorial Art Museum Louvre Museum New Playhouse Theater

ARSITEKTUR TECHO ARTISTIC

Tekno-Artistik adalah rancangan dengan teknologi pabrikasi lebih besar dan lebih maju dengan konstruksi utama metal atau logam yang berkembang pada akhir tahun 1980 hingga awal tahun 1990.

Bahan-bahan pabrikasi terutama dari metal, baja tahan karat dan kabel-kabel baja diekspos dalam ruang maupun diluar. Sehingga bahan, struktur, sitem dan sub-sistem struktur, konstruksi dan dekorasi secara integral menampilkan bentuk arsitektur yang indah dan berkarakter khusus.

Ciri-Ciri Arsitektur Techo Artistic

 Memiliki konstruksi utama metal dengan logam dan penonjolan bahan – bahan pabrikasi, terutama dari metal.

 Elemen arsitekturalnya lebih ditekankan pada konstruksi yang ditonjolkan

 Elemen itu bisa juga mengekspos elemen bangunan lain seperti tangga, koridor, mekanika (cerobong, pipa, saluran, tangki air dan lain – lain)

Tokoh-tokoh Arsitektur Techno Artistic

1. Adrien Fainsilber 2. Kisho Kurokawa 3. Nicholas Grimshaw

4. Johan Otto van Spreckelsen

(28)

Cultural Center George Pompidou Paris Arsitek: Rizhard Rogers & Renzo Piano Tahun : 1972-1977

Karakteristik :

 Terbuat dari bahan teknologi terbaru yaitu kaca dan fiberglass transparan, hampir semua bahan konstruksinya dari metal dan kabel tahan karat.

 Sistem space frame yang biasanya digunakan atap, dalam gedung ini juga digunakan untuk lantai-lantai sehingga membentuk ruang berbentang lebar bebas kolom

 Struktur dan konstruksi diekspos secara menyeluruh, termasuk sistem utilitas Beberapa contoh karya lainnya :

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...