1. Secara Semantis - BUKU PANDUAN MATERI ldks SMK YMIK

90  190  Download (10)

Full text

(1)

BUKU PANDUAN

MATERI

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN

DAN MANAJEMEN SISWA

PENGURUS OSIS DAN MPK

SMK YMIK JAKARTA

TAHUN PELAJARAN 2013-2-14

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH ( OSIS )

SMK YMIK JAKARTA

(2)
(3)

Organisasi Siswa Intra

Sekolah (OSIS) SMK YMIK

Komp.DPR.RI Joglo 11640 Telp.5840517

Kembangan Jakarta Barat

Web. www.smk-ymik.com

E-mail .ymiksmk@yahoo.co.id

=========================================================

========

B

A

B

.

1

ORGANI SASI SISWA INTRA SEKOLAH

( OSIS )

A.

Pengertian

OSIS

1. Secara Semantis

Di dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 226 / C / Kep / O / 1993 disebutkan bahwa Organisasi Kesiswaan di Sekolah

adalah OSIS. Kepanjangan OSIS terdiri dari : Organisasi, Siswa, Intra, Sekolah. Masing – masing mempunyai pengertian :

Organisasi : secara umum adalah kelompok kerja sama antara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditentukan lebih dahulu. Organisasi dalam hal ini

dimaksudkan sebagai satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam usaha

untuk mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.

Siswa : adalah peserta didik pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Intra : adalah di dalam sekolah dan diantara para siswanya, sehingga OSIS berarti suatu organisasi siswa yang ada di dalam dan lingkungan Sekolah yang bersangkutan.

Sekolah : adalah suatu lembaga pendidikan tempat guru mengajar dan siswa belajar, sehingga terjadi proses belajar mengajar, dimana para siswa dapat meningkatkan serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi,

pandangan hidup, kebijaksanaan, kepribadian , tata pergaulan/hubungan, dan hasil karya.

2. Secara Organisasi

OSIS adalah satu – satunya wadah organisasi siswa yang sah di Sekolah. Oleh karena itu setiap sekolah wajib membentuk Organisasi Siswa Intra sekolah ( OSIS ), yang tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain yang tidak menjadi bagian/alat dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.

3. Secara Fungsional

Dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan khususnya di bidang pembinaan kesiswaan arti yang terkandung lebih jauh dalam pengertian OSIS adalah sebagai salah satu dari empat

jalur pembinaan kesiswaan, di samping ketiga jalur yang lain yaitu: latihan Kepemimpinan, Ekstrakurikuler dan Wawasan wiyatamandala.

(4)

Apabila OSIS dipandang sebagai suatu sistem, berarti OSIS sebagai tempat berkelompok siswa dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam hal ini OSIS dipandang sebagai sistem, dimana sekumpulan para siswa mengadakan koordinasi dalam upaya menciptakan suatu organisasi yang mampu mencapai tujuan. Oleh karena

itu OSIS sebagai suatu sistem ditandai beberapa ciri pokok : Berorganisasi pada tujuan.

Memiliki susunan kehidupan kelompok. Memiliki sejumlah peranan. Terkoordinasasi.

Berkelanjutan dalam waktu tertentu.

B. Fungsi dan Peranan OSIS :

Salah satu dari ciri pokok suatu organisasi ialah memiliki berbagai macam fungsi dan peranan. Demikian pula OSIS sebagai suatu Organisasi memiliki pula beberapa peranan atau fungsi dalam

menc apai tujua n.

Sebagai suatu organisasi perlu pula memperhatikan faktor – faktor yang sangat berperan , agar OSIS sebagai organisasi tetap hidup dalam arti tetap memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan perkembangan.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar OSIS tetap Eksis, yaitu:

1. Sum ber daya . 2 .

E f i s i e n s i .

3. Koordinasasi sejalan dengan tujuan.

4. Pem bahar uan.

(5)

6. Terpenuhinya fungsi dan peran seluruh komponen.

Berdasarkan prinsip –prinsip organisasi tersebut agar OSIS selalu dapat mewujudkan peranannya sebagai salah satu jalur pembinan kesiswaan perlu dipahami apa sebenarnya arti, peran dan manfaat apa saja yang diperoleh melalui OSIS tersebut.

Peranan adalah manfaat atau kegunaan yang dapat disumbangkan OSIS dalam rangka pembinaan kesiswaan.

Sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan peranan OSIS adalah : 1. Sebagai Wadah.

Organisasi Siswa Intra Sekolah merupakan satu – satunya wadah kegiatan para siswa di sekolah bersama dengan pembinaan yang lain untuk mendukung tercapainya tujuan pembinaan kesiswaan.

2. Sebagai Penggerak / Motivator.

Motivator adalah perangsang yang menyebabkan lahirnya keinginan semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan kegiatan bersama dalam mencapai tujuan.

OSIS akan tampil sebagai penggerak apabila para pembina, pengurus mampu membawa OSIS selalu dapat menyesuaikan dan memenuhi kebutuhan yang diharapkan, yaitu menghadapi perubahan, dan yang paling penting memberikan keputusan kepada anggota.

Dengan bahasa manajemen OSIS mampu memainkan fungsi intelektual, yang mampu meningkatkan keberadaan OSIS baik secara internal maupun eksternal. Apabila OSIS dapat berfungsi demikian sekaligus OSIS berhasil menampilkan peranannya sebagai motivator.

3. Peranan yang bersifat preventif.

Apabila peran yang bersifat intelek dalam arti secara internal OSIS dapat menggerakkan sumber daya yang ada secara eksternal OSIS mampu mengadaptasi dengan lingkungan, seperti : menyelesaikan persoalan perilaku menyimpang siswa dan sebagainya. Dengan demikian secara preventif OSIS berhasil ikut mengamankan sekolah dari segala ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar. Peranan preventif OSIS akan terwujud apabila peranan OSIS sebagai pendorong lebih dahulu harus diwujudkan.

Melalui peranan OSIS tersebut dapat ditarik beberapa manfaat sebagai berikut :

Meningkatkan nilai – nilai ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Meningkatkan kesadaran berbangsa, bernegara dan cinta tanah air. Meningkatkan kepribadian dan budi pekerti luhur.

Meningkatkan kemampuan berorganisasi, pendidikan politik dan kepemimpinan. Meningkatkan ketrampilan, kamandirian dan rohani.

Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani.

Menghargai dan menjiwai nilai – nilai seni, meningkatkan dan mengembangkan kreasi seni.

C. Perangkat OSIS :

Karena perangkat OSIS adalah wadah Organisasi siswa satu – satunya di sekolah. Oleh karena itu secara otomatis siswa menjadi anggota OSIS dari sekolah yang bersangkutan dan keanggotaannya akan berakhir dengan keluarnya siswa dari sekolah yang bersangkutan.

Perangkat OSIS terdiri dari : Pembina, Perwakilan Kelas dan Pengurus OSIS.

1. Pembina OSIS :

a. Pembina OSIS terdiri dari ;

1. Kepala Sekolah sebagai Ketua.

2. Wakil Kepala Sekolah sebagai wakil ketua.

3. Guru sebagai anggota, sedikitnya 5 ( lima ) orang dan bergantian setiap tahun pelajaran.

b. Rincian Tugas Pembina OSIS :

1. Bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan , pembinaan dan Pengembangan OSIS di Sekolah.

2. Memberikan nasehat kepada perwakilan kelas dan pengurus OSIS. 3. Mengesahkan keanggotaan Perwakilan kelas dengan Surat Keputusan

Kepala Sekolah.

4. Mengesahkan dan melantik pengurus OSIS dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah.

5. Mengarahkan dan mengesahkan penyusunan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Program Kerja OSIS.

(6)

2. Perwakilan Kelas.

a. Terdidri atas 2 ( dua ) orang setiap kelas : b. Rincian Tugas :

1. Mewakili kelasnya dalam rapat perwakilan kelas.

2. Mengajukan usul kegiatan untuk dijadikan program kerja OSIS. 3. Mengajukan calon pengurus berdasarkan hasil rapat kelas. 4. Memilih pengurus OSIS dari daftar calon yang telah disiapkan.

5. Menilai laporan pertanggung jawaban pengurus OSIS pada akhir jabatannya. 6. Mempertanggung jawabkan segala tugas kepada Kepala Sekolah selaku

ketua pembina.

7. Bersama – sama pengurus menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran rumah Tangga.

3. Pengurus OSIS

a. Syarat Pengurus OSIS

1. Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2. Memiliki budi pekerti yang baik dan sopan santun terhadap orang tua, guru dan teman.

3. Memiliki bakat sebagai pemimipin

4. Memiliki kemauan, kemampuan, dan pengetahuan yang memadahi.

5. Dapat mengatur waktu sebaik – baiknya, sehingga pelajarannya tidak terganggu karena menjadi pengurus OSIS.

6. Pengurus dicalonkan oleh perwakilan kelas.

7. Khusus untuk Ketua OSIS SMA ditambah persyaratan :

a. Mempunyai kemampuan berfikir yang jernih.

b. Memiliki wawasan mengenai kondisi yang sedang dihadapi bangsanya.

8. Tidak duduk di kelas terakhir, karena akan menghadapi ujian akhir.

b. Kewajiban Pengurus

1. Menyusun dan melaksanakan Program Kerja sesuai dengan Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

2. Selalu menjunjung tinggi nama baik, kehormatan dan martabat sekolahnya. 3. Kepemimpinan Pengurus OSIS bersifat kolektif.

4. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kepada rapat perwakilan kelas pada akhir jabatannya.

5. Selalu berkonsultasi dengan pembinaOSIS.

c. Struktur dan Rincian Tugas Pengurus OSIS 1. Ketua Umum :

a. Memimpin berorganisasi dengan baik dan bijaksana. b. Mengkoordinasikan semua aparat kepengurusan.

c. Menetapkan kebijaksanaan yang telah dipersiapkan dan direncanakan oleh aparat kepengurusan.

d. Memimpin rapat.

e. Menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat.

f. Setiap saat mengevaluasi kegiatan aparat kepengurusan.

2. Wakil Ketua :

a. Bersama – sama ketua menetapkan kebijaksanaan.

b. Memberikan saran kepada ketua dalam rangka mengambil keputusan. c. Menggantikan ketua jika berhalangan.

d. Membantu ketua ketua jika berhalangan. e. Bertanggung jawab kepada ketua.

f. Wakil ketua I bersama dengan wakil sekretaris I mengkoordinasi 4 seksi yaitu seksi I, II, III, IV, wakil ketua II bersama – sama dengan wakil sekretaris II mengkoordinir 5 seksi yaitu, seksi V, VI, VII, VIII, IX.

3. Sekretaris Umum :

a. Memberi saran / masukan kepada ketua dalam mengambil keputusan. b. Mendampingi ketua dalam memimpin setiap rapat.

c. Menyiapkan, mendistribusikan dan menyimpan surat serta arsip yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan.

d. Menyiapkan laporan, surat, hasil rapat dan evaluasi kegiatan. e. Bersama- sama ketua menandatangai setiap surat.

f. Bertanggung jawab atas tata tertib administrasi organisasi.

(7)

4. Wakil Sekretaris :

a. Aktif membantu pelaksanaan tugas sekretaris.

b. Menggantikan sekretaris, jika sekretaris berhalangan.

c. Masing – masing wakil sekretaris membantu para wakil ketua mengkoordinir seksi I, II, III, IV, dan V, VI, VII, VIII, IX.

5. Bendahara dan Wakil Bendahara :

a. Bertanggung jawab dan mengetahui segala pemasukan / pengeluaran uang / biaya yang diperlukan.

b. Membuat tanda bukti kuitansi setia[ pemasukan / pengeluaran uang untuk mempertanggung jawabkan.

c. Bertanggung jawab atas inventarisasi dan perbendaharaan. d. Menyampaikan keuangan secara berkala.

6. Ketua Seksi :

a. Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan seksi yang menjadi tanggung jawabnya.

b. Melaksanakan kegiatan seksi yang telah diprogram. c. Memimpin rapat.

d. Menetapkan kebijaksanaan seksi dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat.

e. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban pelaksanaan kegiatan seksi kepada ketua melalui koordinator.

D. Pokok – pokok kegiatan seksi :

1. Seksi Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, antara lain :

a. Melaksanakan ibadah sesuai dengan ketentuan agama masing – masing. b. Mempringati hari – hari besar agama.

c. Mengadakan lomba yang bersifat keagamaan( MTQ,Qasidah,Rebana, Perlombaan Baca Kitab Suci, Kwis Kitab Suci, Pusparani, dan sebagainya ).

d. Mengadakan sembayang Jum’at bersama, pendalaman iman bersama ( Kristen ). e. Kegiatan bulan Ramadhan, tarawih, lomba azan, zakat fitra, Paskah.

f. Halal bihalal, Natal dan lainnya.

g. Membina toleransi antar umat beragama. h. Dan kegiatan keagamaan lainnya.

2. Seksi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, antara lain :

a. Melaksanakan Upacara bendera setiap hari Senin pagi, serta hari – hari besar Nasional. b. Melaksanakan bakti sosial / masyarakat.

c. Mengadakan Lomba Karya Tulis.

d. Meningkatkan prestasi siswa baik prestasi belajar maupun prestasi ketrampilan, pemilihan siswa teladan.

e. Melaksanakan Pertukaran Siswa antar propinsi.

f . Menghayati dan mampu menyanyikan lagu – lagu nasional. g. Dan kegiatan lainnya.

3. Seksi Pendidikan dan Pendahuluan Bela Negara, antara lain :

a. Melaksanakan tata tertib sekolah. b. Melaksanakan baris berbaris.

c. Mempelajari dan menghayati sejarah perjuangan bangsa.

d. Melaksanakan wisata siswa, pencinta alam dan kelestarian alam lingkungan. e. Mempelajari dan menghayati semangat perjuangan bangsa ( napak tilas ). f . Dan kegiatan lainnya.

4. Seksi Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur, antara lain :

a. Melaksanakan Penghayatan Pancasila.

b. Melaksanakan tata krama pergaulan siswa. Didalam sekolah dn diluar sekolah

c. Melaksanakan kegiatan amal untuk meringankan penyandang cacat, yatim piatu, orang jompo, dan orang yang tertimpa bencana alam.

d. Kunjung – mengunjungi kawan yang sakit dan ziarah. e. Memperingati Hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional . f . Dan kegiatan lainnya.

5. Seksi Berorganisasi Pendidikan Politik dan Kepemimpinan, antara lain :

a. Memantapkan OSIS dan mengembangkan Program OSIS. b. Melaksanakan latihan kepemimpinan siswa.

(8)

d. Menyelenggarakan forum diskusi ilmiah.

e. Mengadakan media komunikasi OSIS ( buletin, majalah dinding dan sebagainya ). f . Mengorganisir suatu pementasan atau bazar .

g. Dan kegiatan lainnya.

6. Seksi Ketrampilan dan Kewiraswastaan, antara lain :

a. Meningkatkan usaha koperasi sekolahdanunit produksi.

b. Melaksanakan praktek kerja nyata / pengalaman kerja lapangan.

c. Membuat ketrampilan dengan bahan bekas menjadi barang yang berguna dan bernilai. d. Meningkatkan penyelenggaraan perpustakan sekolah.

e. Dan kegiatan lainnya.

7. Seksi Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi i, antara lain :

a. Menyelenggarakan lomba berbagai macam olahraga.

b. Menyelenggarakan senam pagi, senam kesegaran jasmani dan olahraga lainnya.

c. Melaksanakan pencegahan penggunaan narkotika, obat terlarang, minuman keras dan lainnya. d. Menyelenggarakan lomba jalan sehat.

e. Menyelenggarakan kantin sehat.

f. Meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan sekolah, rumah dan masyarakat / lingkungan.

g. Melaksanakan usaha kesehatan sekolah h. Dan kegiatan lainnya.

8. Seksi Persepsi, Apresiasi dan Kreasi Seni, antara lain :

a. Menyelenggarakan berbagai pentas seni.

b. Menyelenggarakan lomba pidato, panggung remaja, deklamasi / baca puisi. c. Menyelenggarakan sanggar berbagai macam seni.

d. Meningkatkan daya cipta seni. e. Dan kegiatan lainnya.

9. Seksi Keamanan dan Perindangan , antara lain :

a. Melaksanakan kegiatan wawasan wiyata mandala. b. Melaksanakan kegiatan Jum’at bersih.

c. Melaksanakan pelestarian lingkungan hidup yang dikreasikan berupa kegiatan : penghijauan, perbaikan selokan, mandi cuci kakus ( MCK ).

d. Melaksanakan keberisihan lingkungan yang dikreasikan berupa kegiatan : membersihkan corat – coret ditembok / dinding / papan nama jalan / papan reklame / dinding, bis umum. Memelihara telepon umum.

e. Dan kegiatan lainnya.

BAB.

2

FORUM ORGANI SASI SISWA INTRA SEKOLAH ( OSIS )

1. RAPAT – RAPAT.

1. Rapat – rapat terdiri dari : Rapat Pleno Perwakilan Kelas yang dihadiri oleh

seluruh anggota perwaklian kelas.

Rapat ini diadakan untuk :

a. Pemilihan pemimpin rapat perwakilan kelas yang terdiri dari seorang ketua, seorang

wakil ketua dan seorang sekretaris.

b. Pencalonan pengurus OSIS.

c. Pemilihan pengurus OSIS.

d. Penilaian laporan pertanggung jawaban pengurus OSIS pada akhir masa jabatan.

e. Acara, waktu, dan tempat rapat dikonsultasikan dengan pembina OSIS, Urusan

Kesiswaan.

2. Rapat Pengurus :

1. Rapat pleno pengurus adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh anggota pengurus

OSIS.

a. Penyusunan program kerja tahunan OSIS, penilaian pelaksanaan program

kerja OSIS pengurus sebelumnya yang belum terlaksana.

(9)

c. Membahas laporan pertanggung jawaban OSIS pada akhir masa jabatan.

2. Rapat pengurus harian adalah rapat pengurus yang dihadiri oleh ketua dan wakil

ketua , sekretaris dan wakil sekretaris, bendahara dan wakil bendahara untuk

membicarakan dan mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan sehari – hari.

3. Rapat Koordinasi terdiri dari :

a. Rapat yang dihadiri oleh seorang wakil ketua I, Sekretaris, wakil sekretaris I,

bendahara dan sekretaris bidang 1 s/d bidang 4.

b. Rapat yang dihadiri oleh salah satu seorang wakil ketua II, sekretaris , waki

sekretaris II, bendahara dan sekretaris bidang 5 s/d bidang 9.

2. Tata cara pemilihan :

Tata cara pemilihan Perwakilan Kelas dan Pengurus OSIS adalah sebagai berikut :

a. Pemilihamn Perwakilan Kelas :

1. Pada awal tahun ajaran baru, hari pertama masuk sekolah siswa yang duduk di

kelas yang bersangkutan memilih ketua kelas dan wakil ketua kelas. Pemilihan ini

dihadiri oleh wali kelas.

2. Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan 2 orang anggota pewrwakilan kelas.

3. Kepala sekolah selaku ketua pembina atau menunjuk wakil kepala sekolah / wakil

Ketua Pembina segera mengundang rapat seluruh anggota perwakilan kelas.

4. Calon anggota perwakilan kelas yang baru diseleksi dengan memaparkan misi dan

visinya jika terpilih sebagai pengurus majelis Perwakilan Kelas oleh anggota majelis

Perwakilan Kelas seniornya.

b. Tata cara Pencalonan dan pemilihan Pengurus :

1. Tahap Pencalonan.

Paling lambat dalam waktu satu minggu setelah terbentuknya Perwakilan Kelas,

pemimpin rapat perwakilan kelas mengadakan rapat pleno perwakilan kelas dengan

acara utama pencalonan pengurus OSIS.

2. Susunana acara rapat pencalonan pengurus OSIS sebagai berikut :

a. Pembukaan oleh pimpinan rapat perwakilan kelas.

b. Pengarahan oleh ketua Pembina atau Wakil Ketua Pembina.

c. Setiap anggota perwakilan kelas mengajukan secara tertulis 5 nama calon

pengurus OSIS.

d. Pimpinan rapat perwakilan kelas menyusun nama – nama dari seluruh calon

yang diajukan oleh anggota perwakilan kelas dalam suatu daftar menurut kelas.

e. Pengesahan daftar nama calon pengurus oleh rapat perwakilan kelas.

c. Tahap Pemilihan :

1. Paling lambat dalam waktu satu minggu setelah ditetapkan calon pengurus OSIS,

pimpinan rapat Perwakilan Kelas mengadakan rapat pleno perwakilan kelas dengan

acara utama pencaolan pengurus OSIS.

2. Susunan acara rapat pencalonan pengurus OSIS sebagai berikut :

a. Pembukaan oleh pimpinan rapat perwakilan kelas.

b. Pengarahan oleh ketua Pembina / wakilnya.

c. Setiap anggota Perwakilan Kelas memilih 5 nama dari daftar pengurus OSIS.

d. Pimpinan rapat perwakilan kelas mengadakan perhitungan suara dan

menetapkan 5 nama calon yang memperoleh jumlah suara terbanyak sebagai

ketua, wakil ketua dan sekretaris.

e. Kelima pengurus yang terpilih itu bertindak selaku formatur.

f. Rapat formatur untuk melengkapi susunan pengurus OSIS yang harus dipimpin

oleh Ketua terpilih.

g. Rapat perwakilan kelas menerima susunan pengurus OSIS yang baru, dan

melaporkannya kepada Ketua Pembina.

**************** OSIS SMK YMIK JKT ******************

(10)

ANGGARAN DASAR ( AD )

(11)

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)

SMK YMIK

Komp.DPR.RI Joglo 11640 Telp.5840517

Kembangan Jakarta Barat

Web. www.smk-ymik.com

E-mail .ymiksmk@yahoo.co.id

=================================================================

ANGGARAN DASAR OSIS

Bab I

NAMA, WAKTU dan TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1

Organisasi ini bernama Organisasi Siswa Intra Sekolah

Pasal 2

Organisasi ini didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan

Pasal 3

Organisasi ini berkedudukan di SMP Negeri 12 kecamatan Wonokromo Kabupaten/Kotamadya Surabaya Propinsi Jawa Timur dengan alamat, JL.Ngagel Kebonsari 1 Surabaya

Bab II

ASAS, TUJUAN, dan SIFAT

Pasal 4

Organisasi ini berdasarkan Pancasila

Pasal 5

Organisasi ini bertujuan mempersiapkan Siswa sebagai kader penerus cita – cita Perjuangan bangsa dan sumber insani pembangunan nasional, guna :

a. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan budi pekerti luhur.

b. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan. c. Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani. d. Memantapkan kepribadian dan mandiri.

e. Mempertebal rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Pasal 6

1. Organisasi ini bersifat intra Sekolah, dan merupakan satu – satunya organisasi siswa yang syah disekolah sebagai wadah siswa berorganisasi dan menampung seluruh kegiatan siswa, serta tidak ada hubungan organisasi dengan OSIS di Sekolah lain, atau tidak menjadi bagian dari organisasi lain di luar Sekolah.

2. Organisasi ini hanya berhak mewakili siswa dari Sekolah yang bersangkutan.

Bab III KEANGGOTAAN DAN

KEUANGAN Pasal 7

(12)

2. Anggota organisasi ini tidak memerlukan kartu anggota.

3. Keanggotaan berakhir apabila siswa yang bersangkutan tidak menjadi siswa pada Sekolah ini, atau siswa yang bersangkutan pindah Sekolah.

Pasal 8

Keuangan organisasi ini diperoleh dari dana yang disediakan Sekolah, dan sumbangan yang tidak mengikat serta dari usaha lain yang syah.

Bab IV

HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

Pasal 9

1. Setiap anggota mempunyai hak :

a. Mendapat perlakuan yang sama sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya. b. Memilih dan dipilih sebagai perwakilan kelas atau pengurus.

c. Bicara secara lisan maupun tertulis.

2. Setiap anggota berkewajiban untuk :

a. Memelihara nama baik dan kehormatan Sekolah. b. Mematuhi peraturan dan tata tertib Sekolah. c. Menghormati tenaga kependidikan.

d. Memelihara sarana dan prasarana serta keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan di Sekolahnya.

Bab V

PERANGKAT OSIS

Pasal 10

1. Perangkat OSIS terdiri dari :

a. Pembina OSIS. b. Perwakilan Kelas. c. Pengurus OSIS.

2. Pembina terdiri dari :

a. Kepala Sekolah / Wakil Kepala Sekolah sebagai ketua / wakil ketua.

b. Guru sebagai anggota, sedikitnya 5 ( lima ) orang, diatur secara bergantian setiap tahun ajaran.

3. Perwakilan kelas terdiri dari :

a. Wakil – wakil setiap kelas.

b. Setiap kelas diwakili oleh 2 ( dua ) orang siswa.

3. Pengurus OSIS terdiri dari :

a. Ketua.

b. Wakil Ketua I. c. Wakil Ketua II. d. Sekretaris.

e. Wakil Sekretaris I. f. Wakil Sekretaris II. g. Bendahara.

h. Wakil Bendahara.

i. Sekretaris Bidang Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha esa. j. Sekretaris Bidang Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

k. Sekretaris Bidang Pendidikan Pendahuluan Bela Negara. l. Sekretaris Bidang Kepribadian dan Berbudi Pekerti Luhur.

m. Sekretaris Bidang Berorganisasi, Pendidikan Politik dan Kepemimpinan. n. Sekretaris Bidang Ketrampilan dan Kewiraswastaan.

(13)

Bab VI MASA

JABATAN Pasal

11

Masa jabatan anggota perwakilan kelas dan pengurus selama satu tahun. Dimulai dari awal tahun ajaran dan berakhir pada akhir tahun ajaran.

Bab VII

PENUTUP

Pasal 12

1. Hal – hal yang belum diatur dlam Anggaran dasar ini, akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga, atau peraturan lain yang syah.

2. Anggaran Rumah tangga mengatur lebih rinci hal – hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar. 3. Anggaran Rumah Tangga disusun oleh masing – masing Sekolah, dan disusun berdasarkan

Anggaran Dasar.

**************** OSIS SMK YMIK JKT ******************

(14)

ANGGARAN RUMAH TANGGA ( ART )

(15)

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)

SMK YMIK

Komp.DPR.RI Joglo 11640 Telp.5840517

Kembangan Jakarta Barat

Web. www.smk-ymik.com

E-mail .ymiksmk@yahoo.co.id

=================================================================

ANGGARAN RUMAH TANGGA ( ART )

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH ( OSIS )

SMK YMIK JAKARTA

BAB I

PENGERTIAN

Pasal 1

Yang dimaksud dengan :

1. Pembinaan adalah kegiatan yang meliputi perencanaan, pengaturan, pelaksanaan, pengawasan, penilaian, pengembangan dan pemberian berbagai bentuk bantuan yang dilakukan oleh Pembina OSIS atau Sekolah.

2. Siswa adalah peserta didik yang mengikuti pendidikan di sekolah dalam lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan dasar dan Menengah.

3. Kesiswaan adalah keberadaan peserta didik atau siswa sebagai insan pribadi, insan pendidikan dan sebagai insan pembangunan nasional sesuai nilai – nilai luhur Pancasila.

4. Sekolah adalah Sekolah Lanjutan Pertama dalam lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

5. Pembina OSIS adalah guru yang ditugaskan oleh kepala sekolah untuk membina kegiatan OSIS. 6. Organisasi Kesiswaan adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah disingkat dengan OSIS di sekolah yang

bersangkutan.

7. Latihan Kepemimpinan adalah suatu kegiatan dalam usaha untuk meningkatkan sikap, pengetahuan, dan ketrampilan para Pembina OSIS, Perwakilan Kelas dan Pengurus OSIS dalam melaksanakan tugas – tugas kepemimpinan agar lebih berhasil menggerakan kemauan dan kemampuan sesama siswa dan atau orang lain, baik secara perorangan maupun kelompok dalam usaha bersama mencapai tujuan yang ditetapkan.

8. Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa dan pada waktu libur sekolah, yang dilakukan baik di sekolah maupun di luar sekolah, dengan tujuan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan siswa, mengenal hubungan antara berbagai mata pelajaran, menyalurkan bakat dan minat, serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya.

9. Wawasan Wiyatamandala adalah suatu pandangan yang menetapkan keberadaan sekolah sebagai lingkungan pendidikan, pengembangan tugas pendidikan di tenagh lingkungan masyarakat tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar dalam rangka terwujudnya tujuan Pendidikan Nasional.

BAB II

MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN

Pasal 2

1. Maksud pembinaan kesiswaan adalah mengusahakan agar siswa dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia Indonesia seutuhnya sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila.

2. Pembinaan kesiswaan dilakasanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Pasal 3

(16)
(17)

Pasal 4

Sasaran pembinaan kesiswaan adalah seluruh siswa kelas I, II, dan III

BAB III

MATERI DAN JALUR PEMBINAAN KESISWAAN

Pasal 5

Materi Pembinaan Kesiswaan mencakup:

a. Pembinaan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa. b. Pembinaan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. c. Pembinaan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara. d. Pembinaan Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur.

e. Pembinaan Berorganisasi, Pendidikan Politik, dan Kepemimpinan. f. Pembinaan Ketrampilan dan Kewiraswastaan.

g. Pembinaan Kesegaran Jasmani dan daya Kreasi. h. Pembinaan Persepsi, Apresiasi, dan Kreasi Seni.

Pasal 6

Jalur Pembinaan Kesiswaan adalah :

a. Organisasi Kesiswaan. b. Latihan Kepemimpinan. c. Kegiatan Ekstrakurikuler.

d. Kegiatan Pemantapan Wawasan Wiyatamandala.

BAB IV ORGANISASI

KESISWAAN Pasal 7

1. Sekolah membentuk Organisasi Kesiswaan yang berupa Organisasi Siswa Intra Sekolah disingkat OSIS.

2. OSIS merupakan satu – satunya wadah organisasi di sekolah untuk mencapai tujuan pembinaan dan pengembangan kesiswaan

3. OSIS bersifat intra sekolah, artinya tidak ada hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain, dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang ada diluar sekolah.

4. OSIS merupakan wadah organisasi sekolah, oleh karena itu setiap siswa secara otomatis menjadi anggota OSIS dari sekolah dan keanggotaan itu secara otomatis berakhir dengan keluarnya siswa dari sekolah.

Pasal 8

1. Perangkat OSIS terdiri dari Pembina OSIS, Perwkilan Kelas dan Pengurus OSIS. 2. Pembina OSIS terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan Guru.

3. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah karena jabatannya, bertindak selaku Ketua dan Wakil Ketua.

4. Guru – guru secara bergantian setiap tahun pelajaran menjadi anggota Pembina OSIS.

5. Susunan Kepengurusan dan Jumlah keanggotaan Pembina OSIS disesuaikan dengan keadaan dan keperluan sekolah.

6. Kelas terdiri dari wakil – wakil kelas, setiap kelas diwakili oleh 2 ( dua ) orang siswa.

7. Pengurus OSIS terdiri dari :

a. Seorang Ketua dan dua orang Wakil ketua.

b. Seorang sekretaris dan dua orang Wakil sekretaris. c. Seorang Bendahara dan seorang wakil Bendahara. d. Sembilan Orang Ketua Seksi, yaitu ;

1. Ketua Seksi Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2. Ketua Seksi Kehidupan Berbangasa dan Bernegara. 3. Ketua Seksi Pendidikan Pendahuluan Bela Negara. 4. Ketua Seksi Kepribadian dan Berbudi pekerti Luhur.

5. Ketua Seksi Organisasi, Pendidikan Politik, dan Kepemimpinan. 6. Ketua Seksi Ketrampilan dan Kewiraswastaan.

(18)

8. Ketua Seksi Persepsi, Apresiasi, dan Kreasi Seni. 9. Ketua Seksi Keamanan dan Perindangan.

8. Setiap Ketua Seksi dapat mengangkat beberapa anggota seksi, untuk membawahi sub seksi kegiatan.

Pasal 9

1. Pembina OSIS bertanggung jawab atas seluruh pengolahan, pembinaan dan pengembangan OSIS di sekolah.

2. Perwakilan Kelas bertugas memilih Pengurus OSIS, mengajukan usul – usul untuk dijadikan program kerja OSIS dan menilai laporan pertanggung jawaban Pengurus OSIS pada akhir masa jabatannya. 3. Perwakilan Kelas bertanggung jawab langsung kepada Pembina OSIS.

4. Pengurus OSIS bertugas menyusun dan melaksanakan program kerja OSIS sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan menyampaikan laporan pertanggung jawaban kepada Rapat Perwakilan Kelas pada akhir masa jabatannya.

5. Pengurus OSIS bertanggung jawab langsung kepada Perwakilan kelas dan Pembina OSIS. 6. Pengurus OSIS mempunyai masa kerja selama satu tahun pelajaran.

BAB V

LATIHAN KEPEMIMPINAN

Pasal 10

(1) Latihan Kepemimpinan meliputi :

a. Latihan Kepemimpinan bagi Pembina OSIS; b. Latihan Kepemimpinan bagi Pengurus OSIS; c. Latihan Kepemimpinan bagi Perwakilan Kelas; d. Latihan Kepemimpinan bagi Anggota OSIS.

(2) Tujuan latihan Kepemimpinan adalah :

a. Latihan kepemimpinan bagi Pembina OSIS, latihan kepemimpinan bagi Perwakilan Kelas, latihan kepemimpinan bagi Pengurus OSIS, untuk :

1. Meningkatkan dan memantapkan mutu kepemimpinan;

2. Meningkatkan kemampuan berorganisasi dan kesadaran politik sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab;

3. Meningkatkan dan mengembangkan serta memperluas wawasan dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinan OSIS.

b. Latihan Kepemimpinan bagi Anggota OSIS, untuk :

1. Mendorong, membimbing serta mengarahkan potensi kepemimpinan;

2. Menumbuhkan, meningkatkan mementapkan kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga negara khususnya generasi muda penerus perjuangan bangsa;

3. Memberi tuntunan dan meningkatkan pola pikir, sikap dan perilaku siswa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing, kepribadian, budi pekerti luhur, sopan santun dan disiplin.

Pasal 11

(1). Struktur program latihan kepemimpinan, disusun sebagai berikut :

a. Program Dasar adalah sekelompok mata sajian latihan yang memberikan dasar-dasar pengetahuan yang berkaitan dengan kebijaksanaan pendidikan dasar dan menengah serta dasar-dasar kebijaksanaan pembinaan kesiswaan sebagai kesiapan untuk mengikuti program inti.

b. Program inti adalah sekelompok pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan baik secara teori maupun praktek yang diperlukan dalam meningkatkan kemampuan kepemimpinan bagi Pembina OSIS, Perwakilan Kelas, Pengurus OSIS dan Anggota OSIS.

c. Program penunjang, yaitu sekelompok pengetahuan yang berperan untuk memperluas wawasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepemimpinan;

d. Studi lapangan, yaitu kegiatan praktek untuk lebih memperdalam hal-hal yang berkaitan dengan program inti dan seluruh program latihan.

(2). Materi latihan disusun ke dalam kurikulum latihan kepemimpinan dan garis-garis program latihan kepemimpinan;

(3). Perjanjian materi latihan dalam suatu latihan kepemimpinan dilaksanakan melalui metode : ceramah. Tanya jawab, diskusi, penugasan, penulisan dan laporan kertas kerja, praktek lapangan dan bentuk-bentuk lain yang relevan.

(19)

Pasal 12

Pengembangan latihan kepemimpinan dilaksanakan dengan jalan mengembangkan struktur, materi, metode, sarana dan prasarana, penilaian, tenaga pengajar sewrta pengelolaan latihan.

BAB VI

KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

Pasal 13

Kegiatan Ekstrakurikuler dilakukan di luar jam pelajaran biasa dan pada waktu libur sekolah, di sekolah atau di luar sekolah, secara berkala atau hanya pada waktu-waktu tertentu.

Pasal 14

Kegiatan Ekstrakurikuler adalah sebagai berikut :

a. Pembinaan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Seksi : Kerohanian Islam dan Kerohanian Kristen

Melaksanakan peribadatan sesuai dengan ketentuan agama masing-masing; Memperingati hari-hari besar agama;

Melaksanakan perbuatan amaliah sesuai dengan norma agama; Membina toleransi kehidupan antar umat beragama;

Mengadakan kegiatan lomba yang bersifat keagamaan;

Menyelenggarakan kegiatan seni yang bernafaskan keagamaan.

b. Pembinaan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Seksi : Upacara; dan Pendidikan

Melaksanakan upacara bendera pada setiap hari Senin, serta hari-hari besar Nasional; Melaksanakan Bakti Sosial/Masyarakat;

Mengadakan lomba Karya Tulis;

Melaksanakan Pertukaran Siswa antar propinsi;

Menghayati dan mampu menyanyikan lagu-lagu nasional (Mars dan Hymne).

c. Pembinaan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara.

Seksi : Karya Wisata, Pramuka, Karate , Silat, Tatib dan PLH

Melaksanakan tata tertib sekolah; Melaksanakan baris-berbaris;

Mempelajari dan menghayati sejarah perjuangan bangsa;

Melaksanakan wisata siswa, pecinta alam dan kelestarian alam lingkungan;

Mempelajari dan menghayati semangat perjuangan para pahlawan bangsa (napak tilas).

d. Pembinaan Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur. Seksi : Sosial, dan PMR

Melaksanakan pengamalan Pancasila; Melaksanakan tata krama pergaulan;

Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran rela berkorban dengan jalan melaksanakan perbuatan amal untuk meringankan beban dan penderitaan orang lain;

Meningkatkan sikap hormat siswa terhadap orang tua, guru dan sesama siswa di lingkungan masyarakat.

e. Pembinaan Berorganisasi Pendidikan Politik dan Kepemimpinan. Seksi : Organisasi, LDKMS, dan Mading.

Memantapkan dan mengembangkan peran siswa di dalam OSIS sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing;

Membentuk kelompok belajar berdasarkan keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan dan kekeluargaan;

Melaksanakan latihan kepemimpinan siswa; Mengadakan forum diskusi ilmiah.

f. Pembinaan Keterampilan dan Kewiraswastaan.

Seksi : Koperasi Sekolah, Pameran Hasil Karya dan Seni.

Meningkatkan keterampilan dalam menciptakan suatu barang lebih berguna; Meningkatkan keterampilan di bidang tehnik, elektronik, pertanian dan peternakan; Meningkatkan usaha-usaha keterampilan tangan;

(20)

Meningkatkan penyelenggaraan perpustakaan sekolah;

Melaksanakan Praktek Kerja Nyata (PKN)/ Pengalaman Kerja Lapangan (PKL).

g. Pembinaan Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi. Seksi : Olah Raga dan UKS

Meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan sekolah, rumah dan masyarakat /lingkungan;

Melaksanakan usaha kesehatan sekolah; Menyelenggarakan kantin sehat;

Meningkatkan kesehatan mental;

Melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkotika, obat terlarang, minuman keras dan merokok;

Melaksanakan Senam Pagi Indonesia, Senam Kesegaran Jasmani dan Olahraga lainnya; Menyelenggarakan lomba berbagai macam olahraga;

Mengembangkan motto “rekreasi yang kreatif”

h. Pembinaan Persepsi, Apresiasi dan Kreasi Seni. Seksi : Kesenian.

Mengembangkan wawasan dan keterampilan siswa di bidang seni suara, seni tari, seni kerajinan, drama/sastra, musik dan fotografi;

Menyelenggarakan sanggar berbagai macam seni; Meningkatkan daya cipta seni;

Mementaskan, memamerkan berbagai cabang seni, baik karya siswa/ sekolah maupun karya seniman luar.

i. Pembinaan Keamanan dan Perindangan Seksi : 5 K

Melaksanakan ketertiban dan kedisiplinan siswa. Melaksanakan Kebersihan lingkungan sekolah Melaksanakan kegiatan Jum’at bersihdi sekolah. Melaksanakan kegiatan penghijauan di sekolah. Melaksanakan pemeliharaan keindahan sekolah;

Kegiatan tersebut pada ayat (1) di atas dapat ditambah dan dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah.

BAB VII PENANGGUNG

JAWAB Pasal 15

Tanggung jawab pembinaan kesiswaan di sekolah dilakukan oleh Kepala Sekolah, kegiatan sehari-hari dilakukan oleh Wakil Kepala Sekolah atau guru yang ditunjuk.

BAB VIII

BIAYA

Pasal 17

Biaya pelaksanaan Keputusan ini dibedakan kepada : a. Dana Penunjang Pendidikan (DPP) atau yang relevan; b. Sumber Dana lain yang sesuai untuk itu.

BAB IX

PENUTUP

Pasal 18

Hal-hal yang belum tercantum pada ART ini akan diatur lebih lanjut oleh Pembina OSIS, Perwakilan Kelas, dan Pengurus OSIS.

**************** OSIS SMK YMIK JKT ******************

(21)

MATERI TATA

KRAMA

(22)

MATERI TATA

KRA

M

A

A. Tujuan

Setelah selesai mengikuti kegiatan ini siswa diharapkan :

Dapat mengetrapkan tata krama berbicara, tata krama pergaulan, dan tata krama penampilan yang baik.

B. Pengertian

Tata krama adalah kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antara manusia setempat dan berlaku dalam kurun waktu tertentu. Secara harfiah tata krama terdiri dari dua kata :yaitu tata berarti adat, aturan dan lain – lain. Dan Krama berarti sopan santun, kelakuan atau perbuatan.

Selain itu ada sebutan untuk tata krama yaitu etika dan telah menjadi bagian dalam hidup kita.

C. Jenis – jenis Tata krama

Secara garis besar ada beberapa jenis tata krama yang erat kaitannya dengan kehidupan manusia sehari – hari yaitu :

1. Tata krama Berbicara. 2. Tata krama Pergaulan 3. Tata krama Penampilan.

1. Tata krama Berbicara

Sopan santun berbicara berkaitan erat dengan : a. Siapa yang diajak berbicara.

b. Kalimat yang dipergunakan. c. Dimana pembicaraan di lakukan. d. Tata cara berbicara.

Secara umum perlu diingat dalam berbicara dengan seseorang perlu menghindari sikap – sikap sebagai berikut :

a. Memotong pembicaraan orang. b. Memborong pembicaraan.

c. Berbicara tanpa memandang orang yang diajak berbicara. d. Berbicara kepanjangan tanpa arah.

e. Acuh tak acuh terhadap pembicaraan teman bicara.

2. Tata krama pergaulan

Orang yang dapat menyesuaikan diri dalam pergaulan adalah orang yang dapat menyesuaikan diri dengan tata krama yang berlaku. Dala etika pergaulan antar manusia perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Siapa yan dihadapi.

b. Dimana pergaulan itu berlangsung. c. Bagaimana cara bersikap.

3. Tata karma penampilan

Kesan pertama bila kita berjumpa seseorang ialah melihat panampilan.

Penampilan memberi kesan langsung dalam penglihatan orang lain. Karena itu penampilan sedapat mungklin diselaraskan dengan tata krama yang berlaku.

Dalam etika penampilan ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian antara lain ; a. Kesederhanaan, rapi, pantas dan bersahaja.

b. Cara berpakaian yang disesuaikan dengan waktu dan tempat.

D. Penerapan Tata krama di berbagai lingkungan kehidupan.

(23)

E. Pentingnya Tata krama dalam kehidupan sehari – hari.

a. Hubungan antar manusia dilandasi oleh rasa saling menghormati, saling menghargai dan tenggang rasa.

b. Manusia adalah makhluk social yang dalam mempertahankan kelangsungan hidup harus berhubungan dengan manusia lain.

c. Untuk menciptakan hubungan yang selaras , serasi dan seimbang diperlukan tata cara berhungan dengan yang diatur dalam tata krama pergaulan.

d. Tata krama merupakan perwujudan manusia yang mempunyai martabat dan derajat yang tinggi. Akhirnya diharapkan dengan kita semua dapat mengembangkan lebih lanjut apa yang sudah diperoleh dengan mempelajari tata krama yang berlaku di lingkungan kehidupan kita.

F. Fragmen

1. Dialog Siswa dan Guru.

Adin : Hallo ……… Selamat pagi Pak Jack.

P. Jack : Selamat pagi…….( dilanjutkan jabat tangan) Bagaimana kabarmu sekarang ?

Adin : Ooo…….baik – baik, terima kasih pak Jack.

Pak Jack……,saya kemarin bertemu sampeyan di Mall, mborong belanja ya Pak Jack……….

Pak Jack : Ya….sedikit mencari perlengkapan.

Oo…. Ya jangan lupa nanti hari Senin waktu upacara jangan lupa mengenakan seragam Putih Biru.

Adin : Yes…….Oke….!

G. Langkah Kegiatan

a. Prosedur

1. Setiap gugus dibagi – bagi dalam sub gugus ( kelompok kecil ) oleh pendamping OSIS dan dipilih ketua kelompoknya.

2. Setiap sub gugus terdiri dari 4 atau 5 anak.

3. Guru pendamping gugus memberi penjelasan tentang tata krama ( kegiatan ini diberi waktu 10 menit ).

4. Pendamping OSIS mengajak / memberi kesempatan pada kelompok kecil / sub gugus untuk menanggapi masalah Fragmen “ Dialog siswa dan Guru “ dan menuliskan pendapatnya di kertas tentang sikap siswa pada fragmen tersebut, hasilnya diserahkan pada Pendamping OSIS

( kegiatan ini diberi waktu 10 menit ).

5. Kelompok kecil / sub gugus membuat ringkasan hasil penjelasan guru tentang tata krama dalam lembaran kertas ( ditulis sebaik mungkin ) dan hasilnya ditempelkan di dinding kelas ( kegiatan ini diberi waktu 10 menit ).

6. Setiap kelompok diberi kesempatan menjelaskan hasil ringkasannya melalui ketua kelompoknya ( kegiatan ini diberi waktu 5 menit untuk setiap kelompok kecil ).

7. Guru pendamping atau pendamping OSIS memberikan tanggapan / kesimpulan.

8. Pendamping OSIS menyebutkan hasil penilaiannya terhadap setiap kelompok kecil / sub gugus dan menyebutkan peringkatnya.

9. Guru atau pendamping OSIS memberikan penghargaan terhadap kelompok yang terbaik sebagai prestasi dalam mengikuti kegiatan ini.

10. Seluruh kegiatan dalam sub bab G, waktu 35 menit.

**************** OSIS SMK YMIK JKT ******************

(24)

MATERI

(25)

MATERI

WAWASAN WIYATA MANDALA

A. Tujuan

Setelah selesai mengikuti materi ini siswa diharapkan :

a. Dapat mengerti hakekat, makna dan prinsip – prinsip Wawasan Wiyatamandala. b. Dapat mengetrapkan Wawasan Wiyatamandala dalam proses pendidikan di sekolah.

B. Pengertian Wawasan Wiyatamandala

1. Wawasan Wiyatamandala pada hakekatnya merupakan :

a. Suatu sikap pandang dan kesadaran serta tanggung jawab terhadap lingkungan pendidikan yang fungsinya sebagai tempat kegiatan proses belajar mengajar dan tidak untuk kegiatan lain yang tidak mendukung pendidikan.

b. Suatu sikap menghargai dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan, teknologi, ketrampilan dan pembentukan pribadi, memberikan peran kepada semua pengelola pendidikan agar mampu mewujudkan pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.

2. Sekolah sebagai Wiyatamandala, adalah suatu lingkungan tempat pendidikan yang mempunyai makna :

a. Sekolah harus benar – benar menjadi tempat diselenggarakan proses belajar mengajar, tempat dimana ditanamkan nilai – nilai pandang hidup dan kepribadian, agama, berbagai macam ilmu pengetahuan dan tekonologi serta ketrampilan.

b. Sekolah sebagai tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar harus diamankan dan dilindungi dari segala macam pengaruh yang bersifat negatif yang dapat mengganggu pelaksanaan proses belajar mengajar.

c. Sekolah sebagai masyarakat belajar, tempat diselenggarakan proses belajar mengajar , yaitu interaksi antar siswa, guru dan lingkungan sekolah. Dalam kehidupan sekolah terdapat peran berbagai unsur utama, yaitu : Kepala Sekolah, Guru, Orang Tua, Siswa, serta fungsi lembaga sekolah itu sendiri, dalam lingkungan kehidupan masyarakat dimana sekolah itu berada.

3. Wawasan Wiyatamandala mengandung prinsip – prinsip yang terdiri dari :

a. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan tidak boleh digunakan untuk tujuan diluar bidang pendidikan.

b. Kepala Sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan di sekolahnya.

c. Antara Guru dan Orang Tua Siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang erat untuk mengemban tugas pendidikan.

d. Para warga sekolah di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru.

e. Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya dengan tetap menjaga terbinanya kerukunan antara warga sekolah.

C. Langkah Kegiatan

1. Pembina OSIS memberi penjelasan tentang wawasan Wiyatamandala ( kurang lebih 10 menit ) 2. Peserta LDKS dibagi – bagi dalam kelompok diskusi oleh Panitia OSIS dan dipilih ketua

kelompoknya.

3. Setiap kelompok diskusi terdiri dari 8 sampai 10 anak.

4. Panitia OSIS mengajak/memberi kesempatan pada kelompok diskusi untuk mendiskusikan pengertian Wawasan Wiyatamandala dan menceritakan ulang dengan bahasa kelompoknya sendiri ( ditulis di selembar kertas ), kemudian memberikan contoh secara tertulis tentang kegiatan – kegiatan yang tidak boleh dilakukan disekolah. ( kegiatan ini diberi waktu 15 menit ). 5. Kelompok diskusi membuat ringkasan hasil diskusinya dalam lembaran kertas ( ditulis

sebaik mungkin ) dan hasilnya ditempelkan didinding kelas ( kegiatan ini diberi waktu 5 menit ). 6. Setiap kelompok diberi kesempatan menjelaskan hasil ringkasannya

( menceritakan ulang ) keseluruh peserta melalui ketua kelompoknya ( kegiatan ini diberi waktu 5 menit untuk setiap kelompok ).

7. Pembina OSIS atau Panitia OSIS memberikan tanggapan / kesimpulan.

8. Panitia OSIS memberikan penghargaan terhadap kelompok yang mendapatkan peringkat terbaik sebagai prestasi dalam mengikuti kegiatan ini.

**************** OSIS SMK YMIK JKT ******************

(26)

MATERI

MANAGEMENT

KEPEMIMPINAN ( LEADERSHIP )

(27)

MATERI LDKS

KEPEMIMPINAN

(LEAD

E

R

S

HIP)

I.

PENDAHULUAN

Pengantar

Kepemimpinan sebagai salah satu fungsi manajemen tidak lain “merupakan suatu kiat atau kewibawaan yang mampu menggerakkan orang lain baik secara perseorangan maupun kelompok di dalam suatu organisasi sehingga menimbulkan kemauan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan”.

Berdasarkan rumusan pengertian kepemimpinan secara sederhana tersebut, memberikan makna bahwa dalam lingkup kepemimpinan mengandung banyak dimensi : tugas dan fungsi kepemimpinan, criteria keberhasilan, sumber, syarat yang perlu dipenuhi oleh seorang pemimpin, serta kemampuan professional dalam mewujudkan tugas dan fungsi kepemimpinan.

Dalam kerangka manajemen, kepemimpinan berfungsi sebagai salah satu piranti penggerak, motor atau motivator sumber daya yang ada dalam organisasi, sehingga peran kepemimpinan diharapkan mampu mendinamisasikan organisasi dalam mencapai tujuan.

Melalui pembinaan dan pengembangan diri kepada para pelaku kepemimpinan diharapkan memiliki kualitas :

Mampu memahami dan menghayati tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin. Sebab dengan memahami dan menghayati tugas dan tanggung jawab kepemimpinannya diharapkan pola piker, sikap dan perilakunya dapat :

merumuskan atau mendefinisikan misi organisasi yang diembannya. Berperilaku mewujudkan tercapainya tujuan organisasi.

Memelihara keutuhan serta mengembangkan organisasi.

Menghindarkan atau menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi dalam organisasi.

Kemampuan menciptakan kesadaran dan tanggung jawab orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya (anggota), sehingga setiap orang yang menjadi tanggung jawabnya merasa dengan sadar sebagai bagian dari kehidupan organisasi yang dipimpinnya.

Kemampuan menciptakan etos kerja yang tinggi sebagai pencerminan dari rasa ikut memiliki, melaksanakan dan mengamankan tugas dan tanggung jawabnya.

Kemampuan menimbulkan dinamika organisasi yang dipimpinnya sesuai laju perkembangan, kebutuhan dan ilmu serta tehnoligi.

Substansi

Kepemimpinan OSIS pada dasarnya menyangkut dua substansi pokok, yaitu : aspek-aspek kepemimpinan dan masalah keosisan. Substansi kepemimpinan meliputi berbagai dimensi, baik secara teoritis maupun aplikasinya. Demikian pula masalah OSIS baik sebagai suatu definisi maupun sebagai organisasi kait-mengait melibatkan berbagai pengertian.

Lingkup Kepemimpinan OSIS meliputi para pembina, perwakilan kelas, pengurus dan para siswa anggota OSIS.

OSIS sebagai organisasi pada hakekatnya berperan sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan, disamping tiga jalur yang lain, yaitu latihan kepemimpinan, ekstrakurikuler dan jalur wawasan wiyatamandala.

OSIS dalam kerangka pembinaan kesiswaan paling tidak perlu dilihat dari dua aspek yaitu OSIS sebagai suatu definisi dan OSIS sebagai organisasi yang berperan ganda terhadap pembinaan kesiswaan.

Peran OSIS akan berhasil mewujudkan fungsinya apabila didukung adanya kemauan dan kemampuan memimpin dari para pembina, pengurus, perwakilan serta kesadaran dari para anggota OSIS. Oleh sebab itu peranan kepemimpinan baik bagi para pembina, perwakilan, pengurus maupun anggotanya merupakan kunci penentu keberhasilan OSIS.

Kemauan dan kemampuan para pelaku kepemimpinan OSIS hanya dapat berperan dengan sebaik-baiknya apabila secara teratur, terencana dan berkelanjutan dilaksanakan pembinaan dan pengembangan bagi para pelaku kepemimpinan tersebut.

Oleh sebab itu kepemimpinan dalam rangka pengelolaan OSIS mutlak diperlukan dengan hasil yang diharapkan :

1) menunjang keberhasilan peranan OSIS dalam usaha mendukung terwujudnya wawasan wiyatamandala.

2) Membina, meningkatkan serta lebih memantapkan kepemimpinan pengurus dan anggota OSIS, sehingga melahirkan kepemimpinan OSIS yang berwibawa.

(28)

II.

LATAR BELAKANG TEORI

1. Definisi

Salah satu dari sekian banyak definisi tentang kepemimpinan menyebutkan, bahwa kepemimpinan adalah “The art of gettings things done throught other people”.

Definisi singkat tersebut memberikan indikasi bahwa :

Keberhasilan seorang pemimpin sangat ditentukan oleh kecakapan mereka didalam saling kerjasama, dan berkomunikasi secara tepat dengan orang lain.

Kepemimpinan adalah suatu proses interaksi dinamis atau kerjasama antara seseorang dengan orang lain atau lingkungan kerja.

Dalam proses kerjasama atau komunikasi banyak variable (significant) yang harus selalu dipertimbangkan dan diperhatikan oleh setiap pemimpin, yaitu :

1) Perundang-undangan/AD-ART, kebijaksanaan serta peraturan-peraturan lainnya. 2) Variabel waktu

3) Interaksi antara sumber daya manusia, system dan berbagai macam sarana dan sebagainya.

4) Efektifitas. 5) Untung dan rugi.

6) Terpercaya dan berpengalaman. 7) Kewibawaan, status dan konflik.

Dengan demikian derajat kepemimpinan seseorang akan banyak didominasi atau ditentukan sejauh mana penguasaan seseorang pemimpin terhadap segi-segi :

Kesadaran terhadap pribadi dirinya, terhadap orang lain dan situasi.

Kesadaran terhadap berbagai macam kesulitan yang dihadapi, persepsi dan komunikasi yang tepat.

Kelenturan dan fleksibilitas mental. Kecakapan untuk memecahkan masalah. Kemauan untuk mengambil keputusan. Kemauan untuk bekerja.

2. Tugas Pokok dan Fungsi

Secara umum tugas pokok dan fungsi seorang pemimpin ada 4 (empat) macam :

1. Merumuskan atau mendefinisikan misi organisasi. 2. Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi. 3. Mempertahankan keutuhan organisasi.

4. Menyelesaikan konflik.

Berdasarkan keempat tugas pokok dan fungsi pemimpin tersebut di atas, jelas bahwa dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsi kepemimpinan, kewajiban utama pertama-tama yang perlu dilaksanakan adalah memahami organisasi yang dipimpinnya dan mampu merumuskan apa yang sesungguhnya menjadi misi organisasi.

Di dalam memahami organisasi dalam rangka manajemen ada tiga peranan organisasi yang perlu diperhatikan, yaitu : organisasi sebagai alat pencapaian tujuan, organisasi sebagai wadah, dimana diterapkan dan dikembangkan berbagai disiplin ilmu dan terakhir organisasi sebagai tempat, dimana dibina dan dikembangkan karier seseorang. Sedangkan misi organisasi merupakan menara yang harus dipedomani dalam menyusun suatu rencana demi tercapainya tujuan organisasi.

Dengan mampu memahami dan merumuskan misi organisasi lebih dahulu, seorang pemimpin baru dapat menyusun langkah dan strategi bagaimana mencapai misi tersebut. Selanjutnya mengorganisasikan dan menggerakkan berbagai sumber yang ada, sepereti sumber daya manusia, sarana dan dana serta sumber-sumber lainnya secara terkoordinasi, sehingga masing-masing sumber dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. Dengan demikian keutuhan organisasi tetap terjaga dan terpelihara. Organisasi yang berperan sebagai alat pencapai tujuan, tempat diterapkan dan dikembangkan berbagai disiplin ilmu, tempat dibina dan dikembangkan karier seseorang tetap tumbuh dan berkembang, serta berperan sesuai dengan fungsinya. Kelangsungan hidup dan keutuhan organisasi dalam mencapai tujuan atau misi organisasi yang telah ditetapkan, mampu menyalurkan dan menyelesaikan segala macam konflik dengan sebaik-baiknya.

3. Kualifikasi Pemimpin

Aktivitas seorang pemimpin pada dasarnya diarahkan demi tercapainya tujuan melalui kelompok (orang lain) atau anggota organisasi yang dipimpinnya. Oleh sebab itu pemimpin yang paling baik atau berhasil adalah seseorang yang mampu memengaruhi bukan hanya bawahannya, melainkan juga rekan dan atasannya.

(29)

a. Teori Sifat.

Teori ini mencoba mengidentifikasi sifat-sifat yang membedakan antara orang-orang besar atau orang-orang terkenal dalam sejarah dengan orang-orang biasa.

Dalam studi teori ini melakukan identifikasi profil dari sifat-sifat pemimpin dengan bukan pemimpin

Berdasarkan penelitian, ada sederetan sifat baik yang bersifat fisik maupun non fisik, yang diperlukan dalam keberhasilan seorang pemimpin.

Studi teori sifat menekankan pada tiga masalah pokok, yaitu cirri-ciri fisik, kepribadian dan kecakapan. Oleh sebab itu berdasarkan teori sifat tersebut keberhasilan seorang pemimpin akan ditentukan oleh dominasi sifat-sifat yang dimiliki, yaitu :

1. Kondisi fisik (physical characteristic)

* tinggi badan

* percaya diri (self confidance) * berpengaruh (dominance)

* penuh kemauan, cita-cita (ambition) * kematangan, emosi, pengendalian diri * tekun (parsistance

* kemampuan memberikan pertimbangan dan mengambil keputusan * wawasan

* keaslian (originality)

* kemampuan menyesuaikan diri (adaptability)

Kelemahan dari studi atau teori sifat ini adalah :

1. Tidak mudah untuk menentukan dan mengukur sifat-sifat pribadi yang ada pada seseorang.

2. Tidak selalu orang-orang yang mempunyai sederetan sifat-sifat tersebut berhasil kepemimpinannya.

Tetapi berdasarkan hasil penelitian lebih lanjut, bahwa diantara sederetan sifat-sifat tersebut ada enam macam sifat pribadi seseorang yang berkaitan dengan keberhasilan manajerial, yaitu :

1) Tingkat aktivitas atau daya kerja (energy).

2) Kecakapan mengorganisasikan dan merencanakan. 3) Kecakapan bekerjasama (interpersonal competence). 4) Kecakapan kognitif.

5) Dorongan atau motivasi kerja. 6) Pengendalian diri dan daya tahan.

b. Teori Perilaku

Apabila studi teori sifat ditekankan pada identifikasi sifat-sifat yang membedakan antara pemimpin dan bukan pemimpin, sebaliknya teori perilaku memfokuskan penelitiannya pada dua hal pokok, yaitu :

1. Perilaku para pemimpin

2. Berbagai macam perilaku pemimpin yang berpengaruh terhadap penampilan dan kepuasan bawahan.

Oleh sebab itu secara singkat, “Studi teori perilaku adalah berbagai macam perilaku pemimpin yang menimbulksn pengaruh terhadap penampilan dan rasa puas bawahan”.

Sebagai hasil studi para pakar, perilaku pemimpin pada dasarnya dikatagorikan ke dalam dua kelompok, yaitu :

(30)

Dalam studi yang lain orientasi pada hubungan kerja disebut pula “employe centered”, sedang orientasi pada pekerjaan disebut “production centered”. Dan oleh Gary A. Yukl di dalam bukunya berjudul “Leadership in Organization” halaman 121 – 125, perilaku kepemimpinan tersebut diidentifikasikan ke dalam 19 (sembilan belas) katagori perilaku (Taxonomy) yaitu :

1) Mengutamakan pelaksanaan tugas (performance emphesis) Perilaku pemimpin menekankan pada :

• Pentingnya pendayagunaan/penampilan bawahan

• Memperbaiki/meningkatkan produktivitas dan efisiensi

• Memperhatikan kapasitas kerja bawahan

• Selalu mengikuti penampilan kerja bawahan

2) Bertenggang rasa (consideration)

Perilaku seorang pemimpin yang mencerminkan :

• Bersahabat terhadap bawahan

• Memberikan dukungan terhadap bawahan

• Berbaik budi terhadap bawahan

• Selalu terbuka dan bersikap obyektif

3) Membangkitkan kepercayaan (inspiration) Perilaku pemimpin selalu :

• Mendorong timbulnya antusiasme siswa diantara sesama siswa dalam melaksanakan tugas-tugas kelompok

• Mendorong timbulnya keyakinan diri terhadap kecakapan bawahan dalam keberhasilan melaksanakan tugas dan pencapaian tujuan organisasi

4) Penghargaan dan pengakuan (praise recognition) Seorang pemimpin selalu :

• Memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap keberhasilan bawahan

• Menunjukkan penghargaan terhadap usaha-usaha khusus dan partisipasi (contribation) bawahan

• Meyakinkan bawahan akan penghargaan terhadap saran dan gagasan-gagasan yang diberikan bawahan.

5) Kemungkinan pemberian imbalan atau penghargaan (structuring reward contingencies) Perilaku pemimpin yang berupa :

Memberikan imbalan atau penghargaan terhadap keberhasilan kerja bawahan yang benar-benar terbukti bermanfaat, seperti :

• Kenaikan gaji

• Promosi

• Pekerjaan/tugas yang diinginkan

• Pekerjaan yang lebih baik

6) Partisipasi pengambilan keputusan (decision participation)

Pemimpin mengadakan konsultasi dengan bawahan dan melibatkan bawahan kemungkinannya ikut serta dalam pengambilan keputusan

7) Memberikan otonomi dan delegasi (autonomy delegation)

Pemimpin memberikan delegasi sebagian wewenang dan tanggung jawabnya terhadap bawahan, sehingga memungkinkan bawahan ikut serta dalam menentukan bagaimana mengerjakan tugas-tugas pekerjaan

8) Memberikan klarifikasi peranan pemimpin (role clarification)

Seorang pemimpin memberitahukan atau memberikan informasi kepada bawahan tentang : tugas dan kewajiban pemimpin, khususnya berbagai peraturan serta kebijaksanaan yang harus diperhatikan dan dipatuhi, serta minta kepada bawahan apa yang diharapkan oleh pemimpinnya.

9) Menetapkan tugas (goal setting) Pemimpin selalu memperhatikan :

• Betapa pentingnya pelaksanaan tugas khusus yang ingin dicapai dari masing- masing tugas bawahan

(31)

10) Pelatihan (training – coaching)

Perilaku seorang pemimpin yang selalu :

Menentukan kebutuhan pelatihan bawahan dan menyediakan keperluan (kelengkapan) pelatihan.

11) Penyebaran informasi (information dissemination)

Seorang pemimpin yang memperhatikan bawahan dengan memberikan informasi maupun perkembangan yang berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas, termasuk berbagai peristiwa intern dan ekstern, keputusan yang telah diambil oleh pemimpin yang lebih atas, dan program dalam berbagai pertemuan pimpinan maupun organisasi lain.

12) Pemecahan masalah (problem solving)

Seorang pemimpin akan melibatkan bawahan dalam memecahkan persoalan yang berkaitan dengan pengambilan keputusan, bila keputusan mendesak diperlukan

13) Perencanaan (planning)

• Seorang pemimpin merencanakan bagaimana mengorganisasikan serta menyusun kegiatan kerja secara efisien lebih lanjut

• Membuat rencana bagaimana mencapai tugas masing-masing unit kerja

• Memperhitungkan berbagai macam kemungkinan-kemungkinan timbulnya permasalahan yang potensial.

14) Koordinasi (coordinations) Seorang pemimpin selalu :

• Mengkoordinasikan pekerjaan para bawahan

• Menekankan betapa pentingnya koordinasi

• Mendorong timbulnya keberanian para bawahan untuk melaksanakan koordinasi kerja.

15) Fasilitas kerja (work facilitation)

Pemimpin harus menyediakan kelengkapan yang diperlukan oleh bawahan :

• Perlengkapan

• Pelayanan

• Berbagai sumber yang lain

16) Wakil Organisasi (representation)

• Seorang pemimpin perlu mengadakan kontak atau kerjasama dengan organisasi lain, serta orang-orang yang berperan atau mempunyai kedudukan penting dalam organisasi, menghimbau agar mereka menghargai dan membantu.

• Mempengaruhi bawahannya agar atasan dan organisasi diluar bersedia kerjasama

17) Menciptakan suasana kerjasama (interaction facilitation)

Pemimpin berusaha agar tercipta suasana akrab, kerjasama, saling memberikan informasi dan memberikan pemikiran, saling membantu diantara sesama bawahan.

18) Mengendalikan konflik (conflict management)

Seorang pemimpin yang selalu mengendalikan para bawahan dari perselisihan dan keluhan, mendorong bawahan untuk memecahkan segala perselisihan melalui cara-cara yang konstruktif, membantu untuk memecahkan konflik dan ketidaksesuaian diantara bawahan

19) Kritik, disiplin (criticism – discipline)

Seorang pemimpin memberikan kritik dan teguran kepada bawahan yang menunjukkan : penampilan kerja yang malas, pelanggaran, tidak memperhatikan atau tidak patuh terhadap suatu ketentuan, meningkatkan terhadap berbagai disiplin, berbagai tindakan administrasi atau disiplin, seperti : peringatan, teguran, hukuman dan pemecatan (pemberhentian).

c. Teori Kontingensi

(32)

mampu membawakan perilakunya sesuai dengan situasi, mampu memperlakukan bawahan sesuai dengan kebutuhan dan motif yang berbeda-beda.

Dengan demikian perilaku kepemimpinan yang terbaik, yaitu kepemimpinan yang efektif, adalah perilaku kepemimpinan yang dapat menyesuaikan kepemimpinannya dengan situasi yang dihadapi.

Sedangkan situasi yang dimaksud dalam hal ini, ialah pengertian yang mencakup : waktu, tuntutan pekerjaan, kemampuan bawahan, iklim organisasi, harapan dan kemauan atasan, teman sejawat dan bawahan. Sejauh mana seorang pemimpin harus memperhatikan situasi sangat tergantung pada “tingkat kedewasaan bawahan” dalam tugas-tugas tertentu, fungsi dan tujuan yang akan dicapai.

Ada indikasi tertentu untuk menentukan tingkat kedewasaan bawahan, yaitu bawahan yang :

1) memiliki tujuan, kemampuan untuk merencanakan dan mencapai tujuan.

2) Memiliki rasa tanggung jawab dalam arti mempunyai kemauan (motivasi) dan kemampuan (kompetensi).

3) Memiliki pendidikan dan pengalaman.

4) Memiliki kemampuan dan pengalaman teknis dalam melaksanakan tugas, serta percaya diri dan memiliki harga diri.

Tingkat kedewasaan bawahan berbeda-beda satu dengan yang lain, bergantung pada tugas, fungsi atau tujuan tertentu yang dipercayakan.

Kesimpulannya, bahwa inti dari teori kepemimpinan kontingensi atau situasi adalah sebagai berikut :

1) Perilaku kepemimpinan cenderung berbeda-beda dari situasi ke situasi lain bergantung pada tingkat kedewasaan bawahan.

2) Ada empat perilaku kepemimpinan, yaitu :

a) Direktif, seorang pemimpin yang cenderung untuk mengutamakan perintah, petunjuk dan pengawasan.

Ciri-cirinya :

(1) pemimpin menentukan semua keputusan, yang bertalian dengan pekerjaan dan memerintahkan semua bawahan untuk melaksanakan.

(2) Pemimpin menentukan semua standar bagaimana bawahan melaksanakan tugas.

(3) Pemimpin memberikan ancaman dan hukuman kepada bawahan yang tidak berhasil melaksanakan tugas yang di tentukan.

(4) Pemimpin kurang percaya terhadap bawahan dan sebaliknya bawahan tidak sepenuhnya percaya pada atasan.

(5) Bawahan sedikit sekali terlihat dalam proses pengambilan keputusan.

(6) Hubungan kerjasama antara pemimpin dengan bawahan dalam suasana yamg saling mencurigai.

b) Konsultatif, perilaku pemimpin yang cenderung untuk bersikap melakukan komunikasi dua arah, memberikan kesempatan bawahan untuk menyampaikan keluhan dan perasaan.

Ciri-cirinya :

(1) pemimpin menentukan tujuan dan mengemukakan ketentuan yang bersifat umum setelah melalui proses diskusi dengan bawahan.

(2) Bawahan dapat mengambil keputusan sendiri bagaimana melaksanakan tugas-tugas dalam batas-batas tertentu, sedang beberapa hal yamg lain sepenuhnya menjadi keputusan atasan.

(3) Penghargaan dan hukuman yang diberikan dalam rangka memotivasi bawahan. (4) Bawahan merasa bebas untuk berdiskusi dengan atasan tentang hal-hal yang

berkaitan dengan tugas pekerjaan.

(5) Pemimpin mempunyai kepercayaan dan keyakinan terhadap bawahan untuk melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik.

(6) Tercipta hubungan dua arah dengan baik antara atasan dengan bawahan.

c) Partisipatif, pemimpin makin mendengarkan secara intensif terhadap bawahan, serta menciptakan komunikasi dua arah yang makin meningkat.

Pimpinan turun ke bawah bersama bawahan di dalam menentukan pengambilan keputusan.

Ciri-cirinya :

(1) Dalam rangka memutuskan tujuan dalam pengambilan keputusan ditentukan bersama atau melalui kelompok.

Figure

Updating...

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in