• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENINGKATKAN SIKAP MANDIRI SISWA DALAM P

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MENINGKATKAN SIKAP MANDIRI SISWA DALAM P"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

MENINGKATKAN SIKAP MANDIRI SISWA DALAM

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN

KEWARGANEGARAAN (PPKn)

DENGAN METODE

ACTION

LEARNING

DI KELAS V SD

(Studi Penelitian Tindakan Kelas di SDN Kebon Baru 09 Pagi

Kecamatan Tebet Jakarta Selatan)

Oleh:

AHDA WAHDANIA 1815150115

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

(2)

1

berlangsung dalam lingkungan dan diperoleh sepanjang hidup. Selain

itu Pendidikan Nasional berakar pada kebudayaan suatu bangsa

Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar

1945. Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk

mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebagai perwujudan cita-cita

nasional tersebut, sebagaimana yang telah diterbitkan dalam:

Undang-Undang Nasional Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 yang memuat tujuan pendidikan, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta

bertanggung jawab.1

Pendidikan dasar merupakan bagian dari sistem pendidikan

nasional. Bukan hanya sebagai pondasi utama dari segi kognitif,

pendidikan di SD juga menjadi pondasi utama untuk penanaman

nilai karakter siswa yang merupakan bagian dari kecerdasan moral.

Moral, sikap, dan perilaku akan membentu sebuah karakter. Karakter tersebut antara lain: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan

1 Munirah. Sistem Pendidikan di Indonesia”.Jurnal hasil penelitian (Samata Gowa:, Fakultas

(3)

2

tanggung jawab.2

Melihat pentingnya sebuah pendidikan dalam pembentukan

karakter, maka perlu adanya suatu peningkatan mutu pendidikan yang

merupakan hal wajib untuk dilakukan oleh pemerintah dan seluruh

stakeholder pendidikan di Indonesia. Dalam meningkatkan mutu

pendidikan tentunya diperlukan proses pembelajaran yang berkualitas.

Berkualitas dalam hal tersebut berati memiliki proses pembelajaran

yang tidak hanya menekankan pada pencapaian ilmu pengetahuan

saja, namun kegiatan proses pembelajaran yang juga menanamkan

nilai-nilai karakter pada siswa

...dalam proses pembelajaran selain menyampaikan materi pembelajaran guru memiliki kewajiban menggali, membentuk, dan merubah karakter peserta didik dari yang buruk menjadi karakter yang baik.3

Mengingat hal tersebut maka diperlukan adanya salah satu mata

pelajaran yang dapat membentuk karakter siswa. Adapun mata

pelajaran yang dapat dijadikan suatu pembiasaan pembentukan

karakter yaitu terdapat pada mata pelajaran PPKn di Sekolah Dasar.

Maka, dengan mata pelajaran PPKn di Sekolah Dasar tersebut

diharapkan dapat membentuk karakter siswa dari yang memiliki karakter

negatif sampai memiliki karakter positif.

2 Siti Qomariyah, dkk. 2017. Karakter Peserta Didik Melalui Modifikasi Perilaku pada Mata

Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar. Vol 8. No 2. Hal 3

(4)

Berdasarkan penjelasan beberapa masalah terkait pendidikan

karakter, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Sekolah

Dasar dengan judul “Meningkatkan Sikap Mandiri dalam Pembelajaran

PPKn dengan Metode Action Learning di Kelas V SDN Tebet 09 Pagi”.

…kemandirian individu dapat ditentukan ketika individu mampu

atau tidak dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapi. Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri, membuat keputusan-keputusan sendiri, serta

mampu mengatasi masalah tanpa ada pengaruh dari orang lain.4

Dari penjelasan di atas, maka mandiri merupakan salah satu

karakter yang perlu ditanamkan dan dibentuk pada anak sejak dini.

Dengan hal tersebut diharapkan anak kedepannya akan menjadi anak

yang tidak bergantung pada orang lain dan dapat memecahkan suatu

permasalahannya dengan sendiri.

Gea (2003 :195) mengatakan bahwa “individu dikatakan mandiri

apabila memiliki lima ciri sebagai berikut; 1) percaya diri, 2) mampu

bekerja sendiri, 3) menguasai keahlian dan keterampilan yang sesuai

dengan kerjanya, 4) menghargai waktu, dan 5) tanggung jawab”.5

Dari kelima ciri-ciri sikap mandiri di atas, maka dapat peneliti

jelaskan seperti berikut: 1) percaya diri, dimana seseorang dapat

4 Suid, Alfiati Syafrina, dkk. 2017. Analisis Kemandirian Siswa dalam Proses Pembelajaran di

Kelas III SD Negeri 1 Banda Aceh. Jurnal Pesona Dasar. Vol 1. No 5. Hal 72

5 Gea, Antonius Atosakhi, dkk. Character Building 1 Relasi dengan Diri Sendiri

(5)

4

meyakini dirinya pada kemampuan yang dimilikinya untuk melakukan

suatu hal, 2) mampu bekerja sendiri, dimana seseorang berusaha

dengan sekuat tenaga yang dilakukan untuk menghasilkan sesuatu

yang dapat membanggakan atas kesungguhan dan keahlian yang

dimilikinya, 3) menguasai keahlian dan keterampilan yang sesuai

dengan kerjanya, dimana seseorang memiliki keterampilan yang sesuai

dengan potensi dalam lingkungan kerjanya, 4) menghargai waktu,

dimana seseorang mampu untuk mengatur jadwal sehari-hari secara

efisien dengan memerhatikan prioritas dalam kegiatan yang

bermanfaat. dan 5) tanggung jawab, ialah sebuah amanat atau tugas

dari seseorang yang dipercayakan kepada kita serta dapat menjaga dan

menjalankannya dengan baik.

Sejalan dengan penjelasan di atas, Covey menegaskan bahwa

sikap mendiri memiliki ciri-ciri, diantarnya: (1) secara fisik mampu

bekerja sendiri, (2) secara mental dapat berpikir sendiri, (3) secara

kreatif mampu mengekspresikan gagasannya dengan cara yang mudah

dipahami, dan (4) secara emosional kegiatan yang dilakukannya

dipertanggungjawabkan sendiri.6

Salah satu upaya untuk mengembangkan nilai karakter sikap

mandiri pada siswa salah satunya peran yang sangat lekat ialah

6 Covey, R., Steven. The Seven Habits of Highly Effective People, terjemahan

(6)

Sekolah. Dengan sekolah siswa dapat diajarkan melalui pendidikan

karakter yang ada.

“Desmita (2009:190) mengemukakan upaya yang dapat

dilakukan oleh sekolah untuk mengembangkan kemandirian siswa adalah mengembangkan proses belajar mengajar yang demokratis, yang memungkinkan anak merasa dihargai, mendorong anak untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan dan dalam berbagai kegiatan sekolah, memberikan kebebasan kepada anak untuk mengeksplorasi lingkungan serta mendorong rasa ingin tahu, penerimaan positif tanpa syarat kelebihan dan kekurangan anak, tidak membeda-bedakan anak yang satu dengan yang lainnya, menjalin

hubungan yang harmonis dan akrab dengan anak.”7

Sejalan dengan pendapat di atas Mohamad Syarif Sumantri

(2016; 76) yang menyatakan bahwa “Guru SD diperlukan kemampuan

untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dan kondusif agar

siswa terangsang untuk lebih ingin mengetahui materi, senang

menanyakan, dan berani mengajukan pendapat, serta melakukan

percobaan yang menuntut pengalaman baru.”8

Dengan begitu maka guru perlu memerhatikan tindakan apa

yang tepat dalam proses pembelajaran guna meningkatkan karakter

siswa pada sikap mandiri. Tentunya dalam hal tersebut dibutuhkan

suatu metode yang dapat meningkatkan sikap mandiri, salah satunya

ialah metode Action Learning atau belajar sekaligus bertindak, yaitu

dimana metode tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk

(7)

6

mengalami penerapan topik, dan isi materi yang dipelajari atau

didiskusikan di kelas dalam situasi kehidupan yang sesungguhnya.

Sebuah pekerjaan luar kelas yang menghadapkan siswa pada cara

penemuan dan memungkinkan siswa untuk menjadi kreatif dalam

bertukar pendapat tentang penemuan siswa dengan sesama siswa.9

Melalui pembelajaran metode Action Learning diharapkan dapat

meningkatkan sikap mandiri pada siswa di Sekolah Dasar dalam proses

pembelajaran, karena dalam metode tersebut mengajarkan siswa untuk

bersikap mandiri terhadap pengalaman yang dirasakan dengan

dilakukan secara individu.

9 Melvin L. Silbermen. Active Learning: 101 Cara Belajar Aktif, terjemahan Raisul Muttaqien

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Covey, R., Steven. The Seven Habits of Highly Effective People, terjemahan

Budijanto. (Jakarta: Binarupa Aksara, 1997).

Gea, Antonius Atosakhi, dkk. Character Building 1 Relasi dengan Diri Sendiri

(edisi revisi). (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo) 2003.

Melvin L. Silbermen. Active Learning: 101 Cara Belajar Aktif, terjemahan

Raisul Muttaqien (Bandung: Nusamedia, 2006). Hal. 16

Munirah, “Sistem Pendidikan di Indonesia”, Jurnal hasil penelitian (Samata

Gowa:, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin, Makassar), Hal. 2

Siti Qomariyah, dkk. 2017. Karakter Peserta Didik Melalui Modifikasi Perilaku

pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar. Vol 8. No 2. Hal 3

Suid, Alfiati Syafrina, dkk. 2017. Analisis Kemandirian Siswa dalam Proses

Pembelajaran di Kelas III SD Negeri 1 Banda Aceh. Jurnal Pesona

Referensi

Dokumen terkait

teknik pemeliharaan yang berbeda dengan tanaman padi pada umumnya. Adapun tindakan yang perlu diperhatikan dalam proses pemeliharaan padi semi. organik adalah sebagai

pemilihan masalah; guru menugaskan siswa untuk kembali ke kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan pertama dan menyiapkan properti; setelah itu guru mengulas kembali

Penyesuaian sosial adalah hasil persepsi siswa terhadap kemampuan yang dimiliki oleh dirinya untuk bereaksi secara efektif dan sesuai terhadap hubungan, situasi dan kenyataan

Mengungkapkan bantuan atau bimbingan untuk tenaga kerja yang dalam proses mengundurkan diri atau yang telah membuat

Tujuan dari sistem informasi yaitu menginformasikan pengambilan keputusan dalam perencanaan, pengorganisasian, pengendalian kegiatan operasi subsistem suatu perusahaan dan

gangguan muskuloskeletal pada dokter gigi berkisar antara 63-93% (Rabiei dkk, 2012).Posisi dudukan pasien yang tidak sesuai juga dapat menyulitkan operator untuk

Cooperative learning adalah suatu model pembelajaran yang saat ini banyak digunakan untuk mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada siswa ( Student

Energi alternative lebih menguntungkan daripada energy yang berasal dari fosil karena tidak akan cepat habisb. Energi alternative lebih menguntungkan daripada energy yang berasal