• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pencernaan Makanan Pada Manusia Unggas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pencernaan Makanan Pada Manusia Unggas"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PORTFOLIO BIOLOGI

Sistem Pencernaan Makanan

Nama: Sarah DF

(2)

Sistem Pencernaan Manusia

Alat pencernaan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Sistem pencernaan makanan berfungsi sebagai pencerna dan pengabsorpsi bahan makanan. Saluran pencernaan adalah

saluran yang dilalui bahan makanan.

Saluran pencernaan terdiri atas: 1. Rongga Mulut (Kavum Oris)

Pada rongga mulut terdapat alat-alat yang membantu berlangsungnya

pencernaan mekanis dan kimiawi antara lain:

a. Gigi

Gigi tumbuh sesudah bayi berumur 6 bulan disebut gigi susu atau dens lakteus, disusul oleh gigi sulung atau dens desidui.

Pada usia 6 tahun, gigi anak berjumlah 20 buah, terdiri atas:

 Gigi seri atau dens insisivus,

berjumlah 8 buah dan fungsinya memotong-motong makanan.

 Gigi taring atau dens kaninus,

berjumlah 4 buah dan fungsinya mencabik-cabik makanan.

 Geraham kecil atau premolare,

berjumlah 8 buah dan fungsinya mengunyah makanan.

Jumlah gigi tetap adalah 32 buah, yaitu jumlah gigi sulung ditambah 12 geraham besar atau molare. Gigi manusia

(3)

Struktur luar gigi:

 Mahkota gigi (korona), bagian

gigi yang tampak dari luar. Dilapisi email.

 Akar gigi (radiks), bagian gigi

yang tertanam di dalam rahang. Dilapisi semen.

 Leher gigi (kolum), bagian

gigi yang terlindung oleh gusi.

Berdasarkan sayatan memanjang gigi, gigi mempunyai bagian-bagian:

 Email, bagian terluar dan terkeras dari gigi.  Tulang gigi, tersusun atas zat dentin.

 Sumsum gigi (pulpa), terdapat di sebelah dalam tulang gigi dan terdapat serabut saraf dan pembuluh darah.

 Semen, pelapis tulang gigi atau dentin yang masuk ke

dalam rahang.

b. Lidah atau Lingua

Terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir.

Fungsi:

 Membantu mengaduk

makanan di dalam rongga mulut,

 Membantu membersihkan

mulut,

 Membantu bersuara,  Membantu mendorong

makanan pada waktu penelanan,

 Indra pengecap c. Kelenjar ludah (Glandula

(4)

Di dalam rongga mulut, bermuara 3 pasang kelenjar ludah, yaitu:

Glandula parotis, kelenjar ludah dekat telinga dan

menghasilkan getah hanya berbentuk air.

Glandula submandibularis, kelenjar ludah bawah

rahang bawah.

Glandula sublingualis, kelenjar ludah bawah lidah.

Kelenjar ludah bawah rahang dan kelenjar ludah bawah lidah menghasilkan getah yang mengandung air dan lendir.

Fungsi:

 Mempermudah penelanan dan pencernaan makanan  Mecernakan makanan secara kimiawi, dalam ludah

terdapat enzim ptialin yang penting untuk menghidrolisis amilum menjadi maltosa.

Enzim ptialin hanya dapat berfungsi dengan baik dengan pH 7 dan masih berfungsi sampai

kerongkongan. Setelah sampai di lambung, kerjanya tidak efektif lagi karena lingkungan lambung adalah asam.

 Melindungi selaput rongga mulut dari panas, dingin,

(5)

Proses penelanan makanan

 Lidah terangkat dan menekan gumpalan ke langit-langit

lunak. Lalu lidah bergerak bergelombang. Gerakan ini mendorong makanan ke tekak.

 Saluran pernapasan tertutup oleh gerakan refleks.  Langit-langit lunak terangkat menutup saluran rongga

hidung. Lidah tetap terangkat menutup rongga mulut.

 Epiglotis menutup glottis atau celah yang menuju ke

trakea.

 Kerongkongan melebar, makanan terdorong ke

dalamnya.

2. Kerongkongan (Esofagus)

Dinding kerongkongan terdiri atas lapisan terluar terdiri atas selaput jaringan ikat, lapis tengah berupa otot dan

lapisan dalam terdiri atas jaringan epitel. Lapisan otot pada dua pertiga bagian atas dari kerongkongan berupa otot lurik. Sepertiga bawahnya berupa otot polos.

Lapisan otot terdiri atas lapisan otot memanjang dan lapisan otot melingkar. Gerakan 2 macam otot ini secara bergantian menyebabkan terjadinya gerakan peristaltik yang membantu mendorong makanan dari rongga mulut ke

(6)

3. Lambung (Ventrikel)

Lambung terletak di sebelah bawah tulang rusuk terakhir agak ke kiri. Lambung dibedakan menjadi 3 daerah:

a) Kardiak (bagian atas dekat dengan hati). Tempat masuk pertama kali makanan dari esofagus.

b)Fundus (bagian tengah yang menggantung). Berfungsi menghasilkan getah lambung.

c) Pilorus (bagian bawah dekat usus halus)

Jaringan otot ada yang melingkar, memanjang dan menyamping. Kalau otot ini berkontraksi secara bergantian menyebabkan makanan di dalam lambung teraduk sehingga saling bergesekan dan terbentuklah bubur yan disebut kim (chyme).

Bagian dalam dinding lambung menghasilkan lendir. Getah lambung mengandung air, ion-ion garam organik, musin atau lendir, HCl dan enzim pencernaan seperti enzim renin dan pepsinogen. Enzim pepsin berfungsi mengubah protein menjadi pepton. Enzim renin berfungsi menggumpalkan protein susu.

Fungsi HCl atau asam klorida:

 Mengubah pH rungan dalam lambung sehingga menjadi

(7)

 Mengkatifkan enzim yang dihasilkan oleh getah

lambung misalnya pepsinogen diaktifkan menjaldi pepsin sehingga dapat berfungsi memecah protein menjadi pepton.

 Mengatur membuka dan menutupnya klep antar

lambung dan usus dua belas jari.

 Merangsang sekresi getah usus.

Pada dinding lambung juga terdapat kelenjar buntu yang menghasilkan hormone gastrin. Fungsi hormon gastrin: memacu sekresi getah lambung.

Pada bayi yang masih menyusu, kelenjar lambung menghasilkan enzim renin untuk mengendapkan kasein yang terdapat dalam susu.

Antara lambung dan usus 12 jari terdapat sepasang klep. Klep yang dekat lambung akan membuka bila terangsang asam dan akan menutup bila terangsang basa. Sebaliknya pada klep yang dekat dengan usu halus. Mekanisme

semacam itu sangat erat kaitannya dengan pengaturan pengeluaran makanan dari lambung ke duodenum, maka pengeluaran makanan berjalan sedikit demi sedikit.

4. Usus halus (Intestinum Tenue) Panjang usus halus lebih kurang 8,25 meter dan terbagi atas 3 bagian:

 Usus 12 jari atau duodenum panjangnya kira-kira 0,25 meter.

 Usus kosong atau yeyunum panjangnya kira-kira 7

meter.

 Usus penyerapan atau

(8)

Di dalam usus terjadi pencernaan secara kimiawi.

Makanan berbentuk bubur (kim) yang keluar dari lambung mengandung HCl, jadi bersifat asam. HCl menyebabkan terangsangnya sel-sel getah usus dan mengeluarkan hormon sekretin dan kolesistokinin selanjutnya kormon akan ikut peredaran darah.

(9)

Karena rangsangan hormon sekretin, pankreas

mensekresikan getahnya melalui saluran pankreas menuju duodenum. Sebelum sampai duodenum, saluran pankreas bersatu dengan saluran empedu.

Getah pankreas mengandung tripsinogen, karbohidrase pankreas, lipase pankreas dan garam NaHCO3.

Tabel fungsi masing-masing enzim:

Zat atau enzim Fungsi

Tripsinogen tripsin

Menghidrolisis pepton menjadi asam-asam amino Disakarase (karbohidrase

pankreas): maltase, sukrase dan laktase

Menghidrolisis disakarida menjadi monosakarida, seperti: galaktosa+glukosa

Steapsin (lipase pankreas) Menghidrolisis emulsi lemak menjadi asam lemak dan gliserol Garam NAHCO3 Memberikan lingkungan getah

pankreas menjadi bersifat basa

Pada dinding usus halus terdapat banyak sel-sel kelenjar atau kelenjar Lieberkuhn, yang menghasilkan getah usus sebanyak tiga liter/hari. Getah ini bersifat basa,

maltase enterokinase

sukrase

(10)

mengandung bermacam-macam enzim untuk

menyempurnakan pencernaan secara kimiawi. Enzim-enzim tersebut adalah:

a) Erepsinogen, proteinase yang belum aktif karena pengaruh enterokinase usus, erepsinogen diaktifkan menjadi erepsin, berfungsi menghidrolisis pepton menjadi asam amino;

b)Disakarase (sukrase, laktase dan maltase) berfungsi menghidrolisis disakarida menjadi monosakarida; c) Lipase usus, berfungsi menghidrolisis emulsi lemak

menjadi asam lemak dan gliserol;

d)Enterokinase merupakan activator yang berfungsi mengaktifkan enzim yang belum aktif (prekursor) menjadi enzim yang aktif, misalnya tripsinogen diaktifkan menjadi tripsin, erepsinogen diaktifkan menjadi erepsin.

Penyerapan sari makanan

Pada yeyunum, pencernaan makanan secara kimia telah selesai. Makanan telah diubah menjadi sari makanan yang siap diserap oleh jonjot (vilus) ileum. Jonjot ileum ini

(11)

efektif untuk memperluas permukaan sehingga penyerapan

adalah glukosa. Di dalam sel vili usus, glukosa diserap oleh darah kapiler usus, selanjutnya diangkut ke hati. Di dalam hati,

glukosa diubah sesuai dengan kebutuhan. Di dalam sel jaringan tubuh, glukosa dioksidasi untuk menghasilkan energi. Pengaturan kadar gula darah dalam tubuh kita dilakukan oleh hormon insulin dan hormon adrenalin.

 Penyerapan lemak

Lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol. Berbeda dengan glukosa, asam lemak dan gliseol diserap oleh pembuluh getah bening usus atau pembuluh kil dan akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah.

(12)

1. Asam lemak direaksikan dengan garam karbonat

membentuk senyawa sabun. Senyawa sabun diserap oleh sel jonjot usus.

2. Gliserol juga diserap oleh sel jonjot usus.

3. Di dalam sel jonjot usus, garam karbonat dilepaskan, asam lemak dan gliserol membentuk lemak. Lemak diangkut oleh pembuluh kil menuju ke vena bawah selangka.

 Penyerapan protein

(13)

5.

Usus besar (Intestinum Crassum)

Usus besar terdiri atas usus tebal atau kolon dan poros usus atau rektum.

Terdiri dari 3 bagian:

1) Ascending Colon (bagian yang naik)

(14)

Bahan makanan yang tidak diserap oleh ileum masuk ke dalam usus besar, yaitu ke dalam kolon. Di dalam kolon, sisa makanan akan dibusukkan oleh bakteri usus tebal,

misalnya Escherichia coli. Pada kolon juga terjadi pengaturan kadar air. Dengan gerakan peristaltik, makanan terdorong sedikit demi sedikit menuju rektum.

Antara usus besar dan usus halus terdapat klep ileosekum yang berfungsi menjaga makanan yang sudah masuk ke usus bedar tidak kembali lagi ke usus halus.

Bila lambung terisi makanan maka timbulah rangsangan dari lambung yang diteruskan ke kolon.

Rangsangan ini menyebabkan timbulnya dorongan untuk defekasi. Rangsangan dari dinding lambung yang diteruskan ke kolon itu disebut rangsangan gastrokolik.

Antara usus halus dan usus besar terdapat saluran buntu yang disebut usus

buntu. Pada usus buntu terdapat organ tambahan yang disebut umbai

cacing atau apendiks yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam imunitas. Untuk mencegah masuknya makanan ke usus buntu maka pada lubang yang menuju ke usus buntu terdapat klep cincin yang disebut empang Bauhini.

6. Rektum

Lubang yang merupakan muara akhir dari saluran

(15)

Gambar

Tabel fungsi masing-masing enzim:

Referensi

Dokumen terkait

4. Dinding usus halus berbentuk jonjot memiliki keuntungan, yaitu ....a. sari makanan mudah diserap b. permukaan usus halus bertambah luas c. sari-sari makanan tidak

Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas

Fagosit dapat melindungi tubuh dengan cara ini di lokasi luka, dalam pembuluh darah atau kelenjar getah bening dan bahkan dalam jaringan di luar pembuluh darah karena fagosit

Pada bagian usus dua belas jari bermuara saluran getah pankreas dan saluran empedu. Penampang Usus

Trigliserida merupakan salah satu bentuk lemak yang diserap oleh usus setelah mengalami hidrolisis, kemudian masuk ke dalam plasma dalam 2 bentuk yaitu sebagai

Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar

Makanan dari kelompok lemak, pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiran-butiran lemak (droplet.. Materi IPA SMP

Pencernaan dan Penyerapan Lemak Mulut; mekanik: gigi memperkecil makanan Lambung; mekanik: gerak lambung makanan halus kimiawi: enzim lipase lemak; asam lemak, gliserol Usus halus;