• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh Proposal PKM Yang Didanai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Contoh Proposal PKM Yang Didanai"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM

PEMBUATAN WEBSITE TAMALAKI.COM SEBAGAI MEDIA PENYELAMAT WARISAN LELUHUR SUKU TOLAKI, SULAWESI

TENGGARA

BIDANG KEGIATAN: PKM KARSA CIPTA

Diusulkan oleh:

Vita Fatimah Silondae 12523274 (2012)

Yuridi Bintang Pratama 12523117 (2012)

Mutiara Kusuma 12523161 (2012)

Amas Dirga Mardika 13523066 (2013)

(2)

ii UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

YOGYAKARTA 2013

PENGESAHAN PKM-KARSA CIPTA

1. Judul Kegiatan : Pembuatan Website Tamalaki.com

Sebagai Media Penyelamat Warisan Leluhur Suku Tolaki, Sulawesi Tenggara

2. Bidang Kegiatan : PKM KC

3. Ketua Pelaksana Kegiatan :

a. Nama Lengkap : Vita Fatimah Silondae

b. NIM : 12523274

c. Jurusan : Teknik Informatika

d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Islam Indonesia e. Alamat Rumah dan No Tlp./HP : 085602003389

f. Alamat email : [email protected]

4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 4 orang

5. Dosen Pendamping :

a. Nama Lengkap dan Gelar : Beni Suranto, S.T., M.SoftEng.

b. NIDN : 085230102

c. Alamat Rumah dan No Tlp./HP : Segoroyoso I, RT 01, Segoroyoso, Pleret, Bantul, Yogyakarta

6. Biaya Kegiatan Total

a. Dikti : Rp 12.167.000

b. Sumber Lain : -

7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 5 bulan

(3)

iii DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

DAFTAR ISI ... iii

RINGKASAN ... 1

BAB 1. PENDAHULUAN ... 2

1.1 Latar Belakang ... 2

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan ... 4

1.4 Manfaat ... 4

1.5 Luaran ... 4

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Krisis Identitas Masyarakat Suku Tolaki, Sulawesi Tenggara ... 5

2.2 Pemanfaatan Website sebagai Media Informasi Budaya ... 6

2.3 Pembuatan Website dengan Framework Zend... 6

BAB 3. METODE PELAKSANAAN ... 8

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ... 10

4.1 Rancangan Anggaran Biaya ... 10

4.2 Jadwal Kegiatan Program ... 10

DAFTAR PUSTAKA ... iv

LAMPIRAN ... v

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota... v

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ... vi

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas ... vii

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Peneliti ... viii

(4)

1 RINGKASAN

Arus modernisasi perlahan menghapus jejak warisan leluhur suku Tolaki,

sehingga pada saat yang bersamaan generasi muda suku Tolaki juga mengalami

krisis identitas. Kurangnya kepedulian terhadap bahasa daerah Tolaki menjadi

salah satu penyebabnya, padahal bahasa adalah identitas nyata suatu kaum atau

bangsa.

Perpaduan antara teknologi website dan literatur sejarah ini bertujuan

untuk melestarikan warisan leluhur suku Tolaki, Sulawesi Tenggara yang

menitikberatkan pada bahasa daerah Tolaki, sekaligus menumbuhkan kepedulian

generasi muda agar turut serta dalam melestarikan kekayaan budaya suku Tolaki

yang merupakan salah satu perwujudan rasa cinta terhadap tanah air, Indonesia.

Penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan sebuah website yang

menyediakan informasi kepada pengguna mengenai kebudayaan dan kearifan

lokal masyarakat suku Tolaki. Seperti hukum adat khususnya yang masih berlaku

hingga sekarang di kalangan masyarakat suku Tolaki, cerita rakyat, kesenian

daerah, serta juga sebuah website yang memiliki kamus on-line

(Tolaki-Indonesia, Indonesia-Tolaki) dengan kosakata yang dapat ditambahkan oleh

pengguna website tersebut.

Pembuatan website ini akan menggunakan frameworks zend agar

menghasilkan hasil yang memuaskan dan dapat membantu kerja developer dalam

membangun aplikasi sehingga aplikasi bisa selesai dalam waktu yang singkat.

Keseluruhan proses pengerjaan akan dilaksanakan selama kurang lebih 5 bulan

(5)

2 BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hampir semua suku-bangsa yang berada dalam lingkup

bahasa Austric tidak memiliki aksara, termasuk juga bahasa daerah Tolaki.

Ketiadaan aksara, menghilangkan juga banyak memori dimasa lalu seperti

silsilah, sistem adat dari waktu ke waktu, sistem religi, kesenian, cerita-cerita

rakyat, perayaan-perayaan, dan terutama sekali sejarah bangsa.

Kehilangan banyak hal tersebut menghasilkan krisis identitas pada

generasi-generasi yang lebih baru.1 Pada akhirnya bahasa daerah semakin terkikis dan terjadilah krisis identitas. Generasi tua suku Tolaki melakukan beberapa

langkah antisipatif agar adat suku Tolaki tetap terjaga kelestariannya. Salah

satunya dengan mendirikan komunitas Saya Cinta Bahasa Tolaki yang

diproyeksikan untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian putra dan putri

daerah terhadap suku Tolaki.

Usaha tersebut harus berbenturan dengan proses modernisasi yang selama

beberapa tahun belakangan ini masuk ke dalam kehidupan masyarakat kota

Kendari. Modernisasi perlahan mengikis kepedulian dan kecintaan generasi muda

suku Tolaki untuk menjaga eksistensi suku tersebut. Hal itu disebabkan karena kesukuan (dengan seperangkat adat istiadatnya) diidentikkan dengan kata “kuno” dan “ketinggalan zaman” yang sangat bertolakbelakang dengan modernitas. Kurangnya minat putra daerah untuk melestarikan adat suku tolaki menjadi

ancaman bagi keberlangsungan eksistensi suku ini. Bila hal tersebut terus terjadi

dalam kurun beberapa tahun ke depan.

Teknologi website berpeluang besar menjadi media untuk

menyebarluaskan informasi selengkap-lengkapnya tentang suku Tolaki. Namun

pemanfaatan jaringan internet untuk mengenalkan suku Tolaki kepada masyarakat

1

Tomaguni,W. Menemukan Kepingan Sejarah Bangsa Lewat Bahasa.

(6)

3

umum dinilai masih belum optimal. Sejauh ini, informasi berbasis internet hanya

ditemukan dalam bentuk blog atau dalam situs Wikipedia. Padahal website

sebagai media informasi, dapat memberikan ruang bagi masyarakat umum untuk

mengakses informasi yang tersedia di dalam website.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim peneliti bermaksud untuk

membuat sebuah website yang nantinya akan menjadi media informasi kearifan

lokal suku Tolaki. Salah satu keistimewaan dari website ini adalah adanya kamus

on-line yang dapat menerjemahkan Bahasa Indonesia ke dalam bahasa daerah

Tolaki atau sebaliknya. Tidak hanya itu, website ini dirancang untuk memberikan

peluang kepada pengguna yang ingin berpartisipasi melestarikan budaya suku

Tolaki dengan menambahkan kosa kata bahasa Tolaki yang telah tersedia dalam

sistem ini, namun tentu saja admin website memiliki otoritas untuk menampilkan

kosa kata tambahan dari pengguna website guna meminimalisir kesalahan.

Untuk mendukung pembuatan website ini, tim peneliti memilih

narasumber terpercaya yang merupakan tokoh adat dan tokoh masyarakat dari

lembaga pemerintahan maupun nonpemerintahan. Lembaga tersebut adalah:

Lembaga Adat Tolaki yang diketuai oleh Dr. H. Mashyur Masie Abunawas, dan

Komunitas Saya Cinta Bahasa Tolaki yang diketuai oleh Muh. Sabri Matasala.

Serta observasi di Depdikbud daerah setempat.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana cara merancang sebuah media informasi tentang kebudayaan,

kuliner khas, pakaian adat, cerita rakyat dan segala hal terkait dengan suku

Tolaki berupa website dinamis?

2. Bagaimana cara membuat sebuah kamus on-line dengan kosakata yang dapat

(7)

4 1.3Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari

projek ini adalah:

1. Merancang sebuah media informasi tentang adat istiadat, kuliner khas,

pakaian adat, cerita rakyat dan segala hal terkait dengan suku Tolaki berupa

sebuah website dinamis

2. Membuat sebuah kamus on-line dengan kosakata yang dapat ditambahkan

oleh pengunjung website tersebut.

1.4 Manfaat

Adapun manfaat adanya teknologi ini adalah:

1. Melestarikan bahasa daerah Tolaki sebagai perwujudan rasa cinta terhadap

budaya bangsa.

2. Menjaga eksistensi suku Tolaki melalui media informasi.

3. Mengenalkan khalayak umum kepada salah satu kekayaan budaya nusantara,

yaitu suku Tolaki.

1.5 Luaran

Luaran yang diharapkan dari PKM-T ini adalah:

1. Sebuah website dinamis berisi informasi lengkap tentang suku Tolaki.

(8)

5 BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Warisan Leluhur Masyarakat Suku Tolaki, Sulawesi Tenggara

Tolaki adalah salah satu suku yang ada di Sulawesi Tenggara. Mendiami daerah yang berada di sekitar kabupaten Kendari dan Konawe. Sekitar abad ke-10

terdapat dua kerajaan, Konawe dan Mekongga, dan Suku Tolaki berasal dari

kerajaan Konawe.2

Dalam perjalanan sejarah Kerajaan Konawe yang berkedudukan di

Unaaha pernah menerapkanperangkat pemerintahan yang dikenal

dengan SIWOLE MBATOHU sekitar tahun 1602/1666 yaitu : Tambo I ´Losoano

Oleo, Tambo I´ Tepuliano Oleo, Bharata I´Hana, dan Bharata I´ Moeri.3

Masyarakat suku Tolaki berinteraksi dalam lingkungan kekeluargaan

dengan semangat gotong royong dan saling menghormati. Budaya ini

dilambangkan dengan simbol Kalo Sara (lampiran 6). Kalo atau Kalosara

adalah sebuah benda yang berbentuk lingkaran yang terbuat dari tiga utas rotan

yang kemudian dililit ke arah kiri berlawanan dengan arah jarum jam. Kalo sara

nyaris tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat suku Tolaki. Simbol

hukum adat ini selalu hadir dalam berbagai peristiwa penting dalam kehidupan

orang Tolaki. Misalnya dalam penyelesaian berbagai konflik/sengketa baik

dalam skala besar (misalnya sengketa yang melibatkan kampung dengan

kampung) maupun dalam skala kecil (misalnya sengketa yang melibatkan

individu dengan individu), dalam pengurusan perkawinan, dalam menyambut

tamu, dalam menyampaikan undangan lisan, menyampaikan berita duka, dan

berbagai peristiwa-peristiwa lainnya4.

2

Wikipedia. Suku Tolaki. http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Tolaki 3

Hendra Silondae. Nilai-nilai kebudayaan masyarakat

tolaki.http://hendrasilondae.wordpress.com/2008/11/04/nilai-nilai-kebudayaan-masyarakat-tolaki/ (Wordpress: 4/11/2008)

4

Lucken Balepex. Makna Kalo Sara.

(9)

6

Dalam kesenian suku Tolaki juga tidak kalah dengan suku lainnya,

terdapat beberapa tarian daerah seperti tari Lulo yang melambangkan persatuan,

tarian ini biasanya dilakukan oleh kawula muda sebagai ajang perkenalan, dan

tari Monotambe yang biasanya dilakukan untuk menyambut tamu-tamu besar.

Selain tari-tarian terdapat pula lagu daerah seperti O Wulele Sanggula,

Lamarambi, Leundo Malulo yang sering dinyanyikan untuk mengiringi tari

Lulo.

2.2 Pemanfaatan Website sebagai Media Informasi Budaya

Di zaman modern ini, banyak orang yang dengan mudah mengakses

website dimanapun dan kapanpun. Pemanfaatan teknologi website sebagai media

informasi tidak diragukan lagi keampuhannya. Seperti halnya dalam website

www.rappang.com (lampiran 6). Website dengan desain klasik ini berfungsi

seperti ensiklopedia suku Bugis, Sulawesi Selatan. Selain menampilkan info

terkini tentang kota Makassar, website ini berisi informasi tentang cerita rakyat,

adat istiadat, artikel-artikel terkait dengan suku Bugis.

Bentuk pemanfaatan lainnya yaitu sebagai media informasi pariwisata,

seperti yang dapat dilihat dalam http://yogyes.com (lampiran 6) . Yogyes.com

merupakan website yang menyajikan informasi-informasi tentang yogyakarta

mulai dari tempat wisata, kebudayaan, akomodasi, penginapan dan lain lain.

Selain itu, website ini dilengkapi dengan galery foto untuk referensi dimana para

pengakses web tersebut akan berwisata serta map atau peta daerah Yogyakarta.5

2.3 Pembuatan Website dengan Frame Work Zend

Framework adalah suatu struktur konseptual dasar yang digunakan untuk

memecahkan atau menangani suatu masalah kompleks. Dalam bidang perangkat

lunak istilah ini digunakan untuk menggambarkan suatu desain sistem perangkat

5

(10)

7

lunak yang dapat digunakan.6 Framework berisi fungsi (libraries), yang membantu programmer dalam menyusun aplikasi, programmer hanya memanggil

kumpulan library atau fungsi yang sudah ada di dalam framework, dengan cara

yang telah ditentukan oleh framework itu sendiri.

Zend Framework adalah framework open source dan berkualitas tinggi

untuk membangun aplikasi web dan web service dengan PHP. Zend Framework

memiliki keunggulan-keunggulan seperti berikut:

1. Dibuat oleh Zend, pengembang engine PHP

2. Dibangun diatas teknologi php 5

3. Lisensi Open Source berbasis BSD yang fleksibel baik untuk pengembangan

aplikasi open source maupun komersial

4. Dokumentasi lengkap (lebih dari 500 halaman)

5. Proses pengembangan Zend Framework menyertakan unit test yang lengkap,

mencakup 84% kode yang ada

6. Library yang menyediakan fungsi yang lengkap sehingga hampir semua

kebutuhan pengembangan aplikasi web dapat terpenuhi

7. Mendukung pengembangan aplikasi MVC

8. URL yang bagus dan search engine friendly bisa juga didefinisikan Web

Service dengan lebih sederhana. Web Service adalah aplikasi yang dibuat

agar dapat dipanggil atau diakses oleh aplikasi lain melalui internet maupun

internet dengan menggunakan XML sebagai format pengiriman pesan.

6

(11)

8 BAB 3

METODE PELAKSANAAN

Tim pelaksana akan dibagi menjadi dua grup kerja dengan tugas grup

pertama (terdiri dari dua orang) mengumpulkan informasi ke target lokasi dan

grup kedua bertugas menyelesaikan tahap awal pembuatan website. Pengumpulan

informasi dilaksanakan langsung di Kendari, Sulawesi Tenggara di mana Suku

Tolaki lahir dan berkembang. Langkah awal yang akan ditempuh untuk

mengumpulkan data dan informasi adalah sebagai berikut:

1. Menghubungi (secara langsung / tidak langsung) pihak pemerintah daerah

(Depdikbud) untuk memudahkan perolehan informasi.

2. Melakukan wawancara langsung dengan narasumber. Hasil wawancara akan

ditranskrip dan diolah menjadi informasi yang akan ditampilkan dalam website

3. Selain wawancara, akan dilakukan studi literatur buku-buku kaidah bahasa

daerah Tolaki sebagai bahan informasi pembuatan kamus on-line.

Sedangkan pembuatan website secara garis besar, dilakukan dalam

beberapa tahapan, yaitu:

1. Anilisis kebutuhan sistem. Analisis kebutuhan sistem akan dilaksanakan

selama kurang lebih satu minggu oleh seluruh anggota tim. Dalam tahap ini tim

peneliti akan merangkum hal apa saja yang akan dimuat dalam website.

2. Perancangan sistem. Perancangan sistem terdiri dari desain layout website dan

tata letak. Desain layout menggunakan aplikasi Adobe Photoshop.

3. Implementasi / coding. Rancangan website yang telah kami buat

diimplementasikan dalam sebuah sistem dengan terlebih dahulu diterjemahkan

ke dalam bahasa pemrograman. Pembuatan website ini menggunakan

frameworks zend agar menghasilkan hasil yang memuaskan dan dapat

membantu kerja developer dalam membangun aplikasi sehingga aplikasi bisa

selesai dalam waktu yang singkat.

4. Pengujian sistem. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada bug

atau error dalam sistem yang telah dibuat. Jika tidak ditemukan bug dalam

(12)

9

Secara garis besar, tahapan pembuatan website ini dirangkum dalam

flowchart di bawah ini:

Gambar 1. Flow Chart Tahapan Pembuatan Website

Adapun fitur yang dimiliki oleh website ini digambarkan daadalah:

(13)

10 BAB 4

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Rancangan Anggaran Biaya

Ringkasan anggaran biaya pembuatan website tamalaki.com:

No Jenis Pengeluaran Biaya

1 Peralatan penunjang Rp 3.465.000

2 Bahan habis pakai Rp 252.000

3 Perjalanan Rp 7.000.000

4 Lain-lain Rp 1.450.000

Jumlah Rp 12.167.000

4.2 Jadwal Kegiatan Program

No Jenis Kegiatan

Bulan Ke-

1 2 3 4 5

Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu

(14)

iv DAFTAR PUSTAKA

Balepex, Lucken. Makna Kalo Sara.

http://tolaki-konawe-mekongga.blogspot.com/2013/10/makna-kalo-sara.html (Blogspot:

12/10/2013)

Silondae, Hendra. Nilai-nilai kebudayaan masyarakat

tolaki.

http://hendrasilondae.wordpress.com/2008/11/04/nilai-nilai-kebudayaan-masyarakat-tolaki/ (Wordpress: 4/11/2008)

W, Tomaguni. Menemukan Kepingan Sejarah Bangsa Lewat Bahasa.

http://sejarah.kompasiana.com/2012/05/02/menemukan-kepingan-sejarah-bangsa-lewat-analisis-bahasa-454397.html (Kompas: 5/2/2012)

Wikipedia. Frame Work. http://id.wikipedia.org/wiki/Kerangka_kerja

Wikipedia. Suku Tolaki. http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Tolaki

(15)
(16)
(17)
(18)
(19)

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

SUB TOTAL(Rp) 3.465.000

2. Bahan Habis Pakai

Material Justifikasi

Tinta Printer Digunakan untuk pembuatan laporan & surat menyurat

2 botol 70.000

SUB TOTAL(Rp) 252.000

(20)

3. Perjalanan

Konsumsi Makan siang

anggota Tim

(21)
(22)
(23)

Lampiran 6. Gambar Pendukung

Kalo Sara, Lambang Hukum Adat Suku Tolaki Sulawesi Tenggara

www.rappang.com salah satu contoh pemanfaatan website sebagai media informasi

Gambar

Gambar 1. Flow Chart Tahapan Pembuatan Website
gambar penunjang

Referensi

Dokumen terkait

Karya ilmiah merupakan satu di antara jenis karya tulis yang berisi berbagai informasi. Adapun informasi yang ada dalam karya ilmiah merupakan hasil dari sebuah pengamatan dan