• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 9 PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUK - PRODUK HILANG DALAM PROSES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB 9 PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUK - PRODUK HILANG DALAM PROSES"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 9

PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUK

Selama proses produksi berlangsung, ada kemungkinan terjadi produk hilang yaitu apabila jumlah unit yang dimasukkan dalam proses tidak sesuai dengan yang dihasilkan. Misalnya: Masuk proses 1000 unit, jadi 900 unit dan masih dalam proses 50 unit. Maka ada yang hilang 50 unit.

Produk yang hilang dalam proses didalam laporan harga pokok produksi harus disertakan sebagai pertanggungjawaban (kapan hilangnya).

Untuk mempermudah penyusunan laporan harga pokok produksi, ada 2 asumsi yang dipakai:

1. Produk hilang pada awal proses 2. Produk hilang pada akhir proses 1. Produk Hilang pada Awal Proses

Untuk produk hilang pada awal proses, maka dalam penyusunan laporan Harga Pokok Produksi:

 Unit produk yang hilang tidak dibebani harga pokok karena belum menikmati biaya produksi.

 Tidak diperhitungkan dalam perhitungan unit ekuivalen

 Untuk yang hilang di departemen berikutnya, maka harus ada penyesuaian biaya per unit pada departemen berikutnya tersebut.

Contoh:

PT. ABC mengolah produknya melalui dua departemen Produksi I dan II. Kegiatan selama bulan Februari th 2000 adalah sebagai berikut:

Dept. I Dept. II

Masuk proses: 1.500 unit 1.250 unit

 Selesai 1.250 unit 1.100 unit

 Dalam proses 100 unit 100 unit

 Hilang awal proses 150 unit 50 unit

BBB Rp. 1.485.000

-BTKL Rp. 2.640.000 Rp. 2.052.000

BOP Rp. 1.170.000 Rp. 1.044.000

Tk. Penyl BDP  BB 100%

TK 70% 40%

(2)

Diminta, buat laporan harga pokok produksi Dept. I & Dept. II Jawab:

1. Perhitungan harga pokok produksi per unit Dept. I

Biaya Jumlah Ekuivalen Unit HP per Unit

BBB Rp.1.485.000 1.250 +(100 x 100%) = 1.350 Rp. 1.100 BTKL Rp.2.640.000 1.250 +(100 x 70%) = 1.320 Rp. 2.000 BOP Rp.1.170.000 1.250 +(100 x 50%) = 1.300 Rp. 900

Jml Rp.5.295.000 Rp. 4.000

2. Perhitungan harga pokok barang jadi Dept. I yang ditransfer ke Dept. II & barang dalam proses Dept. I

HP Brg jadi Dept. I yang ditransfer ke Dept. II

1.250 x Rp. 4.000 Rp.5.000.000 H.P Barang dalam proses Dept. I

- BBB = 100 x 100% x Rp. 1.100 = Rp.110.000 - BTKL = 100 x 70% x Rp. 2.000 = Rp.140.000

- BOP = 100 x 50% x Rp. 900 = Rp. 45.000 Rp . 295.000 Jumlah biaya produksi bulan Februari Rp. 5.295.000

3. Laporan H.P Produksi Dept. I

PT. ABC

Lap. H.P Produksi Dept. I Bln Februari th 2.000

Data Produksi

- Masuk proses 1.500 unit

- Barang jadi ditransfer ke Dept. II 1.250 unit - Barang dalam proses 100 unit - Hilang (awal proses) 150 unit

1.500 unit Pembebanan Biaya Dept. I

Biaya Jumlah Per Unit

- BBB Rp. 1.485.000 Rp. 1.100

- BTKL Rp. 2.640.000 Rp. 2.000

- BOP Rp. 1.170.000 Rp. 900

Jumlah Rp. 5.295.000 Rp. 4.000

(3)

HP Brg jadi Dept. I yang ditransfer ke Dept. II Jumlah biaya produksi Dept. I Rp. 5.295.000

DEPT. II

1. Penyesuaian perhitungan H.P per unit produk yang berasal dari Dept. I H.P per unit produk yang berasal dari Dept. I

Rp. 5.000.000 : 1.250 Rp. 4.000 H.P per unit produk yang berasal dari Dept. I

Setelah adanya produk yang berasal dari Dept. I

Sebanyak 50 unit adalah Rp. 5.000.000: (1.250 – 50) Rp. 4.1 66 ,67 Penysn H.P per unit produk yang berasal dari Dept. I Rp. 166,67 2. Perhitungan harga pokok produksi per unit Dept. II (yang ditambah)

Jenis bi Jumlah Ek. Unit H.P per unit - BTKL Rp. 2.052.000 1.100 + (100 x 40%) = 1.140 Rp. 1.800 - BOP Rp. 1.044.000 1.100 + (100 x 60%) = 1.160 Rp. 900 Jumlah Rp. 3.096.000 Rp.2.700

(4)

- Menerima dari Dept. I 1.250 unit

- Ditransfer ke gudang 1.100 unit

- BDP akhir 100 unit

- Hilang (awal proses) 50 unit 1.250 unit Biaya Yang Dibebankan di Dept. II

Biaya Jumlah Per Unit

- H.P dari Dept. I (1250) Rp. 5.000.000 Rp. 4.000 - Penyusn. H.P/unit karena

adanya prod. hilang pada

awal proses Rp. 166,67 Rp. 5.000.000 Rp.4.166,67 Biaya yang ditambah di Dept. II

- BTKL Rp. 2.052.000 Rp. 1.800

- BOP Rp. 1.044.000 Rp. 900

Jumlah Rp. 8.096.000 Rp. 6.866,67

Perhitungan Biaya

- H.P barang jadi yang ditransfer ke gudang

Rp. 6.866,67 x 1.100 Rp. 7.553.337 - H.P barang dalam proses akhir

H.P dari Dept. I : 100 x Rp. 4.166,67 =Rp 416.667 - Biaya tambahan di Dept. II

BTKL = 100 x 40% x Rp. 1800 = Rp 72.000

BOP = 100 x 60% x Rp. 900 = Rp 54.000 Rp. 542.667 Jumlah biaya komulatif di Dept. II Rp. 8.096.004

2. Produk Hilang Akhir Proses

Asumsi : a. Dianggap sudah menikmati biaya produksi

(5)

Contoh : PT. ABC mengolah produknya melalui dua departemen Produksi I dan II. Kegiatan selama bulan Februari th 2000 adalah sebagai berikut:

Dept. I Dept. II

Diminta, buat laporan harga pokok produksi Dept. I & Dept. II Jawab :

1. Perhitungan harga pokok produksi per unit

Biaya Jumlah(Rp) Ekuivalen Unit HP/Unit

BBB 1.485.000 1.250 + (100x100%) + 150 = 1.500 990 BTKL 2.640.000 1.250 + (100x70%) + 150 = 1.470 1.795,92 BOP 1.170.000 1.250 + (100x50%) + 150 = 1.450 900,90

Jumlah 5.295.000 3.592,82

2. Perkiraan harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Dept. II dan BDP H.P barang jadi yang ditransfer ke Dept. II

(6)

Data Produksi

Masuk proses 1.500 unit

Produk jadi yang ditransfer ke Dep. II 1.250 unit

BDP akhir bulan 100 unit

Produk hilang akhir proses 150 unit Jadi produk yang dihasilkan Dept. I 1.500 unit Biaya Yang Dibebankan di Dept. II

Jenis Biaya Jumlah Per Unit

- BBB Rp. 1.485.000 Rp. 990

- BTKL Rp. 2.640.000 Rp. 1.795,92

- BOP Rp. 1.170.000 Rp. 806,90

Jumlah Rp. 5.295.000 Rp. 3.592,82

Perhitungan Biaya

H.P produk selesai yang ditransfer ke Dept. II

1.250 x Rp. 3.592,82 = Rp. 4.491.025 Penyesuaian H.P produk hilang akhir produk

150 x Rp. 3.592,82 = Rp. 538.923 H.P produk selesai yang ditransfer ke Dept. II = Rp. 5.029.948

(1.250 x 4.023,95)

H.P produk BDP akhir = BBB Rp. 99.000 = BTK Rp.125.714,4

= BOP Rp. 40.345 Rp. 265.054,4 Jumlah produksi Dept. I Rp. 5.295.007,4

1. Perhitungan H.P per unit Dept. II

Biaya Jumlah(Rp) Ekuivalen Unit HP/Unit

BBB 2.052.000 1.100 + (100 x 40%) + 50 = 1.190 Rp 1.724,37 BOP 1.044.000 1.100 + (100 x 60%) + 50 = 1.210 Rp 862,81

Jumlah 3.096.000 Rp 2.587,18

2. Perhitungan H.P produk selesai yang ditransfer ke gudang dan BDP akhir H.P produk selesai yang ditransfer ke gudang

(7)

H.P produk hilang akhir proses

50 x (Rp. 4.023,95 + Rp. 2.587,18) Rp. 330.556,5 H.P produk selesai yang ditransfer ke gudang Rp. 7.602.799,5

H.P persediaan BDP akhir

H.P dari Dept. I : 100 x Rp. 4.023,95 = Rp. 402.395 Biaya tambahan Dept. II

BTKL : 100 x 40% x Rp. 1.724,37 = Rp. 68.975

BOP : 100 x 60% x Rp. 862,81 = Rp. 51.768,6= Rp. 523.138,6 Jumlah biaya produksi di Dept. II =Rp. 8.125.938,1

3. PT. ABC

Lap. H.P Produksi Dept. II

Data Produksi

Diterima dari Dept. II 1.250 unit Produk jadi yang ditransfer ke gudang 1.100 unit

BDP akhir 100 unit

Produk hilang akhir proses 50 unit 1.250 unit Biaya Yang Dibebankan di Dept. II

Keterangan Jumlah Per Unit

H.P dari Dept. I (1.250) Rp. 5.029.948 Rp. 4.023,95 Biaya tambah di Dept. II

- BTKL Rp. 2.052.000 Rp. 1.724,37

- BOP Rp. 1.044.000 Rp. 862,81

Jumlah Rp. 8.125.948 Rp. 6.611,13

Perhitungan Biaya

H.P barang jadi yang ditransfer ke gudang

(8)

- H.P dari Dept. I = Rp. 4.023,95 x 100 = Rp. 402.395 produksi departemen B tersebut untuk bulan Januari 2015 disajikan berikut ini :

Produk yang diterima dari Departemen A Produk selesai yang ditransfer ke gudang

Produk dalam proses akhir bulan, dengan tingkat penyelesaian sbb : Biaya konversi 40% Menurut catatan bagian akuntansi, biaya produksi yang telah dikeluarkan dalam departemen B dan biaya yang dibawa oleh produk yang diterima dari departemen A selama bulan januari 2015 disajikan :

Harga Pokok Produk yang diterima dari Departemen A Biaya tenaga kerja

Biaya overhead pabrik

Rp.420.000 Rp.261.000 Rp.290.000 Jumlah Biaya produksi yang dibebankan Departemen B Rp.971.000 Atas dasar data tersebut, hitunglah harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang bulan januari 2015 dan harga pokok persediaan produk dalam proses di departemen B pada akhir bulan Januari 2015

2. PT El Sari memiliki dua departemen produksi untuk menghasilkan produknya : Departemen A dan Departemen B. Bagian akuntansi biaya perusahaan mengumpulkan data bulan Januari 2015 sebagai berikut :

(9)

a. Hitung harga pokok barang jadi dan barang dalam proses baik di departemen A maupun Departemen B

b. Susun laporan harga pokok produksi Departemen A dan Departemen B c. Catatlah ayat jural : harga pokok produk selesai Departemen A yangh

Referensi

Dokumen terkait