LAPORAN AKHIR KEGIATAN JOB TRAINING PADA
BIDANG INTEGRASI PENGOLAHAN DISEMINASI
STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN
KARAWANG
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Akademik
Program Studi Ilmu Komunikasi
Oleh:
Neng Dini Nurmalis
1441179501004
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur saya panjatkan kepada illahi rhobi yang telah
memberikan kesehatan sehingga saya dapat menulis laporan Job Training.
Penyusunan laporan Job Training merupakan mata kuliah untuk memenuhi salah
satu syarat akademik prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Singaperbangsa Karawang. Adapun judul laporan job training
ini yaitu “Kegiatan Job Training Pada Divisi Pusat Data Statistik Badan Pusat
Statistik (BPS) Kabupaten Karawang”
Penyelesaian laporan Job Training ini tak lepas dari bantuan berbagai
pihak, baik berupa pengetahuan maupun keikutsertaan penulis dalam kegiatan
instansi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak H. Dadang Fakhruddin., Drs., MM., selaku Dekan Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang. 2. Bapak Fajar Hariyanto., S.I.Kom., M.I.Kom., selaku Ketua program
studi Ilmu Komunikasi.
3. Bapak Muhamad Ramdhani, S.Ag., M.Si., selaku Dosen Pembimbing
Akademik yang telah memberikan bimbingan, saran, dan nasihat
kepada penulis.
4. Bapak Drs. Annazri, selaku Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten
Karawang dan Ibu Novi Rinawati, S.St selaku Kasie Tata Usaha yang
telah memberikan izin dan kesempatan agar saya dapat melaksanakan
Job Training di Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang
5. Bapak Budi Yunior, S.St., selaku Kasie Integrasi Pengolahan
7. Rahayu Meilani, selaku partner Job Training.
8. Terimakasih kepada seluruh pegawai Badan Pusat Statistik (BPS)
Kabupaten Karawang.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan
Job Training ini, semata sebagai keterbatasan diri penulis. Kritik dan saran
diperlukan untuk perbaikan laporan ini, baik dari sistematika penulisan maupun
isi dari pembahasan. Akhir kata penulis berharap agar laporan ini bermanfaat
seperti tujuan yang ada dalam laporan job training ini.
Karawang, Juli 2017
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN JOB TRAINING
Judul : Kegiatan Job Training Pada Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang
Nama : Neng Dini Nurmalis
NPM : 1441179501004
Nama Instansi : Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang Alamat Instansi : JL. Cakradireja No. 36 - Karawang
Karawang, Oktober 2017
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
ABSTRAK
Neng Dini Nurmalis, 1441179501004, Kegiatan Job Training Pada Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang. Dosen pembimbing Bapak Muhamad Ramdhani, S.Ag., M.Si., Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Singaperbangsa karawang.
Laporan Job Training ini disusun agar penulis memperoleh wawasan dan sebagai sarana untuk membentuk tenaga kerja yang terampil. Kegiatan job training ini selain menjadi mata kuliah penting di prodi Ilmu Komunikasi, juga memberikan pengenalan terhadap lapangan kerja, dan memperluas relasi penulis, sehingga kelak ketika bekerja bisa bekerja dengan professional karena sudah dibekali pengalaman kerja selama Job Training.
Dalam melaksanakan kerja praktek ini, penulis telah memilih Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang yang beralamat di Jl. Cakradireja No. 36 -Karawang.
Selama Job Training berlangsung, penulis ditempatkan pada Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS), adapun tugas yang dikerjakan diantaranya adalah seperti membantu pelaksanaan sensus penduduk, input data dokumen hasil sensus, input data pokok kecamatan, upload data rekap perubahan wilayah blok sensus ke website BPS, input data survei indikator pembangunan sosial 2017, dan melakukan pelayanan perpustakaan.
Setelah melaksanakan Job Training, penulis menarik kesimpulan bahwa Job Training sangat berguna bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan teori-teori yang telah dipelajari pada saat kuliah, menambah pengalaman dan menambah relasi.
ABSTRACT
Neng Nurmalis, 1441179501004 Events Job Training in Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS), the Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang. Supervisor Mr. Muhamad Ramdhani, S.Ag., M.Si., Communication Studies Faculty of Social and Political Sciences University Singaperbangsa Karawang.
Job Training Report is prepared so that the authors gain insight and as a means to form a skilled workforce. Job training activities in addition to being an important subject in the department of Communication Sciences, also provides an introduction to the work field, and expand relations writer, so that one day when work can work with professionals as already provided work experience for Job Training.
In carrying out this practical work, the authors have chosen the Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang regency is located at Jl. Cakradireja No. 36 -Karawang.
During the Job Training progresses, the author placed on the Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS), as for the task at hand which are like to help the implementation of the census, data input document to the census, the data input principal districts, upload the data recap alterations to census block to the website BPS, data input survey of social development indicators by 2017, and perform library services.
After conducting Job Training, the authors make the conclusion that Job Training is very useful for students in applying the theories that have been learned during college, add experience and add relationships.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
LEMBAR PENGESAHAN...iii
ABSTRAK...iv
ABSTRACT...v
DAFTAR ISI...vi
DAFTAR TABEL...viii
DAFTAR GAMBAR...ix
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1. Latar Belakang Kegiatan...1
1.2. Tujuan Job Training...3
1.3. Manfaat Job Training...4
1.4. Ruang Lingkup Job Training...4
1.4.1. Tempat Job Training...4
1.4.2. Waktu Job Training...5
1.5. Pendekatan Kegiatan...5
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI/LEMBAGA/PERUSAHAAN...7
2.1.1. Sejarah BPS Karawang...7
2.1.2. Aspek Manajemen Badan Pusat Statistik (BPS)...11
2.1.3. Aspek Sarana dan Prasarana...15
2.2. Gambaran Umum Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik....15
2.2.1. Aspek Manajemen dan Job Description...16
2.2.2. Aspek Sumber Daya Manusia...17
2.2.3. Aspek Sarana dan Prasarana...18
BAB III HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN...19
3.1. Pelaksanaan Kegiatan...19
3.2. Pembahasan Umum...23
3.3. Model Komunikasi Osgood dan Schramm dalam Kegiatan Sensus...25
BAB IV PENUTUP...30
4.1. Simpulan...30
4.2. Rekomendasi...31
DAFTAR PUSTAKA...32
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Jadwal Masuk...5
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Struktur Organisasi...12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Kegiatan
Pendidikan merupakan sarana yang sangat penting dalam membentuk
kemampuan dan keterampilan seseorang dalam memasuki dunia kerja yang akan
dihadapi. Pendidikan yang diperoleh dalam dunia perkuliahan masih terbatas
dalam pemberian materi serta pemberian praktek yang masih berskala kecil. Maka
dari itu mahasiswa perlu melakukan kegiatan pelatihan kerja secara langsung di
instansi atau lembaga yang sesuai dengan program pendidikan yang sedang di
tempuh. Agar mahasiswa dapat memahami dan memecahkan setiap permasalahan
yang muncul di dunia kerja yang akan di hadapi.
Praktek Kerja Lapangan atau disebut Job Training merupakan suatu
kegiatan bagi mahasiswa yang berlangsung pada dunia kerja. Dan merupakan
suatu bentuk aplikasi penyelenggaraan pendidikan yang memadukan antara
program pendidikan dengan program keahlian yang di peroleh dari dunia kerja
sehingga dapat menciptakan tingkat keahlian profesional tertentu pada mahasiswa.
Dengan adanya Job Training ini di harapkan mahasiswa dapat
membandingkan dan mempraktekkan teori yang didapat dari kegiatan perkuliahan
dengan kegiatan langsung di dunia pekerjaan. Serta dapat bermanfaat untuk
Dan penulis lebih tertarik untuk melaksanakan Praktek kerja lapangan
(PKL) di bidang Data dan Statistik yaitu yang dilakukan di Badan Pusat Statistik
(BPS) Kabupaten Karawang yang merupakan Lembaga Pemerintah
Non-Departemen, yang beralamat di Jl. Cakradireja No. 36 dan tujuan memilih instansi
tersebut penulis ingin mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki
dengan manajemen komunikasi. Setiap mahasiswa Ilmu Komunikasi diharapkan
dapat membekali diri dengan kemampuan yang didapat dalam bidang manajemen
komunikasi. Oleh sebab itu karena kebutuhan manajemen komunikasi ini luas,
maka mahasiswa Ilmu Komunikasi diharapkan dapat membekali diri dengan
kemampuan yang dapat menunjang dalam bidang manajemen komunikasi
tersebut. Mahasiswa juga harus dapat memahami dan mengerti arti definisi,
aktivitas, perencanaan, masalah yang dihadapi serta segala apapun yang
berhubungan dengan kinerja seorang praktisi manajemen komunikasi dilapangan.
Dalam kegiatan Job Training penulis ditempatkan pada Bidang Integrasi
Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS). Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi
Statistik (IPDS) ini bertugas untuk melakukan pendataan (sensus) dan rekapitulasi
data hasil pendataan tersebut. Dimana tugas yang diberikan kepada mahasiswa
magang diantaranya adalah ikut membantu melaksanakan pendataan (sensus)
langsung ke lapangan, serta melakukan input data atas hasil sensus yang sudah
dilakukan.
Tentunya banyak manfaat yang dirasakan dari Job Training, tidak hanya
untuk mahasiswa tetapi juga Universitas. Job Training membuka kesempatan bagi
Tentunya dengan dibimbing oleh pembimbing lapangan. Pengalaman ini
kemudian dapat menjadi bekal dalam menjalani jenjang karir yang sesungguhnya
dan menambah wawasan mengenai dunia kerja.
1.2. Tujuan Job Training
1. Job Training adalah langkah awal mempersiapkan mahasiswa Prodi
Ilmu Komunikasi Unsika agar menjadi sumber daya manusia yang
handal, tangguh dan siap kerja, serta merupakan salah satu syarat
akademis yang harus di lalui dalam menyelesaikan program sarjana.
2. Tujuan pelaksanaan Job Training di Badan Pusat Statistik (BPS)
Kabupaten Karawang adalah :
a. Untuk memenuhi salah satu mata kuliah Job Training sebagai salah
satu syarat kelulusan di Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Singaperbangsa Karawang
b. Mengaplikasikan pengetahuan teoritis yang didapat dibangku
perkuliahan kemudian dipraktekan di perusahaan ataupun instansi
c. Sebagai pelatihan dan mencari pengalaman kerja kepada untuk
melakukan praktek kerja sesuai dengan jurusan yang diambil
3. Diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dari tugas yang
dikerjakan dilapangan, memiliki kemampuan melaksanakan proses dan
tugas pada waktu yang telah ditentukan dan meiliki penentuan sikap
1.3. Manfaat Job Training
1. Untuk mengembangkan dan menerapkan wawasan, pengetahuan, dan
keterempilan yang di peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS)
Kabupaten Karawang.
2. Untuk melatih mahasiswa agar dapat mengembangkan kemampuan
berfikir dan berkreativitas.
3. Untuk memberi kesempatan pada mahasiswa untuk mengenal dunia
kerja yang sesungguhnya.
1.4. Ruang Lingkup Job Training
1.4.1. Tempat Job Training
Instansi
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang
Jl. Cakradireja No. 36 Karawang - 41312
Telp (0267) 402-205
Fax. (0267) 845-2148
Email [email protected], [email protected]
Bagian
Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS) Kegiatan
1. Sensus Penduduk ke Lapangan 2. Input Data Hasil Sensus
1.4.2. Waktu Job Training
Waktu pelaksanaan Job Training dimulai sejak tanggal 05 Juni 2017 s.d 05
Juli 2017. Aktivitas kerja dimulai dari pukul 07.00 WIB – 16.00, Senin – Jumat.
Hari
Jam/Waktu
Masuk Keluar
Senin 07.00 WIB 16.00 WIB
Selasa 07.00 WIB 16.00 WIB
Rabu 07.00 WIB 16.00 WIB
Kamis 07.00 WIB 16.00 WIB
Jumat 07.00 WIB 16.00 WIB
Sabtu LIBUR
Minggu LIBUR
Tabel 1 Jadwal Masuk
1.5. Pendekatan Kegiatan
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang memberikan acuan-acuan
serta langkah-langkah kepada mahasiswa Job Training dengan memberikan
arahan perencanaan manajemen komunikasi agar memiliki kemampuan dalam
berkomunikasi dengan pimpinan, bawahan dan masyarakat dalam pelayanan yang
dilaksanakan setiap hari di instansi. Mengajarkan manajerial dalam hal
perencanaan dan tugas instansi, dan dapat memahami serta mengaplikasikan
aspek teoritis komunikasi yang dipelajari dibangku kuliah, memberikan pelatihan
dalam hal menguasai teknologi informasi dan komunikasi yang dilakukan pada
Dalam Job Training pembimbing memberikan langkah-langkah untuk
mempraktikan komunikasi kepemimpinan, dan mengajarkan untuk dapat
mengelola program-program pengembangan sumber daya manusia dan teknik
BAB II
GAMBARAN UMUM
INSTANSI/LEMBAGA/PERUSAHAAN
2.1. Gambaran Umum Badan Pusat Statistik Karawang
2.1.1. Sejarah BPS Karawang
Badan Pusat Statistik adalah Lembaga Pemerintah Non-Departemen yang
bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Sebelumnya, BPS merupakan Biro
Pusat Statistik, yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 1960 tentang
Sensus dan UU Nomer 7 Tahun 1960 tentang Statistik. Sebagai pengganti kedua
UU tersebut ditetapkan UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Berdasarkan
UU ini yang ditindaklanjuti dengan peraturan perundangan dibawahnya, secara
formal nama Biro Pusat Statistik diganti menjadi Badan Pusat Statistik.
Materi yang merupakan muatan baru dalam UU Nomor 16 Tahun 1997,
antara lain :
Jenis statistik berdasarkan tujuan pemanfaatannya terdiri atas statistik
dasar yang sepenuhnya diselenggarakan oleh BPS, statistik sektoral yang
dilaksanakan oleh instansi Pemerintah secara mandiri atau bersama
dengan BPS, serta statistik khusus yang diselenggarakan oleh lembaga,
Hasil statistik yang diselenggarakan oleh BPS diumumkan dalam Berita
Resmi Statistik (BRS) secara teratur dan transparan agar masyarakat
dengan mudah mengetahui dan atau mendapatkan data yang diperlukan. Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien.
Dibentuknya Forum Masyarakat Statistik sebagai wadah untuk
menampung aspirasi masyarakat statistik, yang bertugas memberikan
saran dan pertimbangan kepada BPS.
Berdasarkan undang-undang yang telah disebutkan di atas, peranan yang
harus dijalankan oleh BPS adalah sebagai berikut :
Menyediakan kebutuhan data bagi pemerintah dan masyarakat. Data ini
didapatkan dari sensus atau survey yang dilakukan sendiri dan juga dari
departemen atau lembaga pemerintahan lainnya sebagai data sekunder Membantu kegiatan statistik di departemen, lembaga pemerintah atau
institusi lainnya, dalam membangun sistem perstatistikan nasional. Mengembangkan dan mempromosikan standar teknik dan metodologi
statistik, dan menyediakan pelayanan pada bidang pendidikan dan
pelatihan statistik.
Membangun kerjasama dengan institusi internasional dan negara lain
untuk kepentingan perkembangan statistik Indonesia.
Tahap pengolahan data sangat menentukan seberapa jauh tingkat
keakuratan dan ketepatan data statistik yang dihasilkan. BPS merupakan instansi
perintis dalam penggunaan komputer karena telah memulai menggunakannya
sejak sekitar 1960. Sebelum menggunakan komputer, BPS menggunakan
Teknologi komputer yang diterapkan di BPS selalu disesuaikan dengan
perkembangan teknologi informasi dan juga mengacu kepada kebutuhan. Personal
komputer yang secara umum lebih murah dan efisien telah dicoba digunakan
untuk menggantikan mainframe. Sejak 1980-an, personal komputer telah
digunakan di seluruh kantor BPS provinsi, diikuti dengan penggunaan komputer
di seluruh BPS kabupaten dan kota sejak 1992.
Dengan menggunakan personal komputer, kantor statistik di daerah dapat
segera memproses pengolahan data, yang merupakan rangkaian kegiatan yang
dimulai dari pengumpulan data, kemudian memasukkan data mentah ke dalam
komputer dan selanjutnya data tersebut dikirim ke BPS pusat untuk diolah
menjadi data nasional.
Pengolahan data menggunakan personal komputer telah lama menjadi
contoh pengolahan yang diterapkan oleh direktorat teknis di BPS pusat, terutama
jika direktorat tersebut harus mempublikasikan hasil yang diperoleh dari survei
yang diselenggarakan.
Pengolahan data Sensus Penduduk tahun 2000 telah menggunakan mesin
scanner, tujuannya untuk mempercepat kegiatan pengolahan data. Efek positif dari
penggunaan komputer oleh direktorat teknis yaitu selain lebih cepat, juga dapat
memotivasi pegawai yang terlibat turut bertanggung jawab untuk menghasilkan
sebanyak mungkin data statistik dan indikator secara tepat waktu dan akurat
dibanding sebelumnya. Selain itu, penggunaan computer sangat mendukung BPS
seperti kemiskinan, Input-Output (I-O) table, Social Accounting Matrix (SAM),
dan berbagai macam indeks komposit dalam waktu yang relatif singkat.
Pada 1993, BPS mulai mengembangkan sebuah sistem informasi statistik
secara geografis khususnya untuk pengolahan data wilayah sampai unit
administrasi yang terkecil yang telah mulai dibuat secara manual sejak 1970. Data
wilayah ini dibuat khususnya untuk menyajikan karakteristik daerah yang
menonjol yang diperlukan oleh para perumus kebijakan dalam perencanaan
pembangunan.
Dalam mengolah data, BPS juga telah mengembangkan berbagai
program aplikasi untuk data entry, editing, validasi, tabulasi dan analisis dengan
menggunakan berbagai macam bahasa dan paket komputer. BPS bertanggung
jawab untuk mengembangkan berbagai perangkat lunak komputer serta
mentransfer pengetahuan dan keahliannya kepada staf BPS daerah.
Pembangunan infrastruktur teknologi informasi di BPS didasarkan pada
tujuan yang ingin dicapai yaitu mengikuti perkembangan permintaan dan
kebutuhan dalam pengolahan data statistik; melakukan pembaharuan/inovasi
dalam hal metode kerja yang lebih baik serta memberikan kemudahan kepada
publik dalam mendapatkan informasi statistik.
2.1.2. Aspek Manajemen Badan Pusat Statistik (BPS)
2.1.2.1. Visi dan Misi
Misi :
1. Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga
statistik untuk penyelenggaraan statistik yang efektif dan
efisien.
2. Menciptakan insan statistik yang kompeten dan profesional,
didukung pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk
kemajuan perstatistikan Indonesia.
3. Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep dan
definisi, pengukuran, dan kode etik statistik yang bersifat
universal dalam setiap penyelenggaraan statistik.
4. Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi
semua pihak.
5. Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan
statistik yang diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam
kerangka Sistem Statistik Nasional (SSN) yang efektif dan
efisien.
2.1.2.2. Struktur Organisasi
Dalam Rangka melaksanakan Keputusan Presiden Nomor 166 Tahun
2000 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan
Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa
Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 001 Tahun 2001, maka
perlu menetapkan organisasi dan tata kerja Perwakilan BPS di Daerah.
Dengan persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
dalam surat Nomor 174.1/M.PAN/7/2001 tanggal 9 Juli 2001 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Perwakilan BPS di Daerah, maka Kepala Badan Pusat Statistik
menetapkan Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 121 Tahun
2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan BPS di Daerah tanggal 3
September 2001September 2001.
2.1.2.3. Niai-nilai Inti
Core values (nilai–nilai inti) BPS merupakan pondasi yang kokoh untuk
membangun jati diri dan penuntun perilaku setiap insan BPS dalam melaksanakan
tugas. Nilai-nilai Inti BPS terdiri dari:
1. PROFESIONAL
a. Kompeten
Mempunyai keahlian dalam bidang tugas yang diemban b. Efektif
Selalu melaukan permbaruan dan/atau penyempurnaan melalui proses
pembelajaran diri secara terus menerus e. Sistemik
Meyakini bahwa setiap pekerjaan mempunyai tata urutan proses
perkerjaan yang satu menjadi bagian tidak terpisahkan dari pekerjaan
yang lain. 2. INTEGRITAS
a. Dedikasi
Memiliki pengabdian yang tinggi terhadap profesi yang diemban dan
institusi
Menghargai ide, saran, pendapat, masukan, dan kritik dari berbagai
pihak e. Akuntabel
Bertanggung jawab dan setiap langkahnya terukur 3. AMANAH
a. Terpercaya
Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan, yang tidak hanya
didasarkan pada logika tetapi juga sekaligus menyentuh dimensi
mental spiritual b. Jujur
Melaksanakan semua pekerjaan dengan tidak menyimpang dari
c. Tulus
Melaksanakan tugas tanpa pamrih, menghindari konflik kepentingan
(pribadi, kelompok, dan golongan), serta mendedikasikan semua
tugas untuk perlindungan kehidupan manusia, sebagai amal ibadah
atau perbuatan untuk Tuhan Yang Maha Esa d. Adil
Menempatkan sesuatu secara berkeadilan dan memberikan haknya
2.1.3. Aspek Sarana dan Prasarana
Aspek untuk karyawan:
1. Dibuatkan jadwal berkala untuk pendidikan karyawan oleh kantor pusat 2. Fasilitas penginapan atau hotel bagi karyawan yang sedang mengikuti
pendidikan Fasilitas
1. Gedung perkantoran 2 Lantai 2. 1 ruangan dokumen
3. 1 ruangan Kepala Deputi
4. Seluruh ruangan memiliki Air Conditioner
5. Seluruh karyawan memiliki computer, printer dan peralatan ATK 6. 1 mushola
7. 1 pantry 8. 1 perpustakaan 9. 2 toilet
10. Pos Satpam
11. 1 unit mobil untuk Kepala Deputi
12. Setiap karyawan difasilitasi 1 unit sepeda motor
2.2. Gambaran Umum Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik
Bagian integrasi pengolahan Diseminasi Statistik adalah unsur pelaksana
sebagian tugas dan fungsi BPS yang mempunyai tugas menyelenggarakan
pembinaan kegiatan perencanaan program dan metodologi statistik, sistem
informasi statistik, pengelohan hasil sensus, survey, dan data sekunder serta
2.2.1. Aspek Manajemen dan Job Description
2.2.1.1. Aspek Manajemen
1. Membuat program kerja tahunan 2. Pengelolaan sistem
3. Pemeliharaan evaluasi publikasi media cetak, media komputer, maupun
media lainnya
4. Pelayanan data serta konsultasi statistik 5. Penyebarluasan hasil kegiatan sensus BPS
2.2.1.2. Job Description
3. Mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan BPS dalam bidang
diseminasi dan layanan statistik
4. Melakukan pemantauan dan evaluasi publikasi softcopy dan media cetak
yang diterbitkan oleh BPS kabupaten atau kota
5. Melakukan pemeliharaan direktori hasil kerja BPS provinsi baik dalam
bentuk publikasi media cetak, media komputer, maupun media lainnya 6. Melakukan kegiatan penyebar luasan hasil kegiatan statistik yang
dihasilkan
7. Melakukan pelayanan data serta memberikan konsultasi statistik baik
dari instansi pemerintah, lembaga swasta, maupun unsur masyarakat
lainnya bekerja sama dengan organisasi
8. Melakukan penghimpunan, penyimpanan, serta pemeliharaan buku
statistik, jurnal statistik, makalah statistik, dan dokumentasi semua
instrumen kegiatan statistik
2.2.2. Aspek Sumber Daya Manusia
Seluruh pegawai Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik
(IPDS) mengikuti pelatihan dan mengembangkan kemampuan komunikasinya,
karena tugas yang berkaitan dengan wawancara langsung kepada masyarakat saat
di lapangan. Peranan pegawai sebagai pewawancara dalam melakukan pendekatan
terhadap masyarakat sangat penting, nantinya hal ini berkaitan erat dengan
data-data yang pegawai dapatkan saat melakukan sensus.
Kemampuan komunikasi yang baik memiliki peranan yang penting
dalam menangani berbagai hambatan yang menyangkut proses pengambilan data
di lapangan. Berbagai hambatan ketika proses pengambilan data di lapangan
pastinya sering ditemukan, tentu hal ini dapat mengganggu proses pendataan serta
dapat mempengaruhi juga informasi-informasi yang didapatkan nantinya.
Setiap pegawai harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.
Pegawai harus dapat membiasakan diri menghadapi berbagai karakter masyarakat
sehari-hari dengan berbagai macam tipe dan karakter.
2.2.3. Aspek Sarana dan Prasarana
Fasilitas yang tersedia di Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi
Statistik (IPDS):
4. Telepon 5. Fax
6. Peralatan ATK
7. AC
8. Printer 9. Scanner
BAB III
HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN
3.1. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan selama melaksanakan job training di bagian
Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS) cukup beragam. Penulis
banyak memperoleh ilmu dan pengalaman baru yang tidak ada dibangku
perkuliahan. Ada beberapa kegiatan yang penulis lakukan selama job training
disini yakni belajar melakukan sensus penduduk, update data keluarga Kabupaten
Karawang, dll.
KEGIATAN PELAKSANAAN JOB TRAINING HARIAN
No Hari, Tgl/Bln/Th Kegiatan
1 Senin, 05 Juni 2017
1. Brifieng
2. Pengenalan Job Desc untuk
mahasiswa Job Training
2 Selasa, 06 Juni 2017
1. Brifieng
2. Persiapan Form Sensus
3. Input Data Survei Indikator
Pembangunan Sosial 3 Rabu, 07 Juni 2017 1. Brifieng
2. Persiapan Form Sensus
3. Membantu pelaksanaan sensus
Kertamukti Kec. Cilebar
4 Kamis, 08 Juni 2017
1. Brifieng
2. Persiapan Form Sensus
3. Membantu pelaksanaan sensus
penduduk Dusun Cilebar II Desa
Kertamukti Kec. Cilebar
5 Jum'at, 09 Juni 2017
1. Brifieng
2. Persiapan Form Sensus
3. Membantu pelaksanaan sensus
penduduk Dusun Cilebar II Desa
Kertamukti Kec. Cilebar
6 Sabtu, 10 Juni 2017
LIBUR
7 Minggu, 11 Juni 2017
LIBUR
8 Senin, 12 Juni 2017
1. Brifieng
2. Persiapan Form Sensus
3. Input Data hasil sensus penduduk
Dusun Cilebar II Desa Kertamukti
Kec. Cilebar
9 Selasa, 13 Juni 2017
1. Brifieng
2. Persiapan Form Sensus
3. Input Data hasil sensus penduduk
Dusun Cilebar II Desa Kertamukti
10 Rabu, 14 Juni 2017
1. Brifieng
2. Input data survei indikator
pembangunan sosial 2017
Kecamatan Jatisari
11 Kamis, 15 Juni 2017
1. Brifieng
2. Input data survei indikator
pembangunan sosial 2017
Kecamatan Karawang Barat,
Karawang Timur
12 Jum'at, 16 Juni 2017
1. Brifieng
2. Pelayanan Perpustakaan dan
Dokumen
13 Sabtu, 17 Juni 2017
LIBUR
14 Minggu, 18 Juni 2017
LIBUR
15 Senin, 19 Juni 2017
1. Brifieng
2. Update Data Pokok Kecamatan
Tirtajaya
16 Selasa, 20 Juni 2017
1. Brifieng
2. Input Data Pokok Kecamatan
Tirtajaya
17 Rabu, 21 Juni 2017
1. Brifieng
2. Pelayanan Perpustakaan dan
Dokumen 18 Kamis, 22 Juni 2017 1. Brifieng
wilayah blok sensus ke website BPS
3. Pelayanan Perpustakaan dan
Dokumen
19 Jum'at, 23 Juni 2017
1. Brifieng
2. Upload data rekap perubahan
wilayah blok sensus ke website BPS
3. Pelayanan Perpustakaan dan
Dokumen
20 Sabtu, 24 Juni 2017
LIBUR
21 Minggu, 25 Juni 2017
LIBUR
22 Senin, 26 Juni 2017
LIBUR HARI RAYA IDHUL FITRI
23 Selasa, 27 Juni 2017
LIBUR HARI RAYA IDHUL FITRI
24 Rabu, 28 Juni 2017
LIBUR HARI RAYA IDHUL FITRI
25 Kamis, 29 Juni 2017
LIBUR HARI RAYA IDHUL FITRI
26 Jum'at, 30 Juni 2017
LIBUR HARI RAYA IDHUL FITRI
27 Sabtu, 01 Juli 2017
LIBUR
28 Minggu, 02 Juli 2017
LIBUR
29 Senin, 03 Juli 2017
1. Brifieng
2. Halal Bihalal Hari Raya Idhul Fitri
30 Selasa, 04 Juli 2017
1. Brifieng
2. Upload Data Pokok seluruh
kecamatan di Kabupaten Karawang
ke Server BPS
3. Pelayanan Perpustakaan dan
Dokumen
31 Rabu, 05 Juli 2017
1. Brifieng
2. Pelayanan perpustakaan dan
Dokumen
3. Perpisahan mahasiswa job training
dengan pegawai BPS
Tabel 2 Kegiatan Harian
3.2. Pembahasan Umum
Kegiatan yang dilaksanakan pada saat Job Training diatas tidak terlepas
dengan perencanaan serta strategi agar semua kegiatan dapat terlaksana sesuai
dengan tujuan diharapkan. Perlunya latihan yang dibimbing oleh pembimbing
dalam perusahan, sebelum terancang kegiatan tersebut dikomunikasikan terlebih
dahulu antar pimpinan kemudian bawahan setiap paginya hal itu menjadi suatu
budaya kerja.
1. Morning Briefing
Menurut Freddy Liong (2013) Morning Briefing adalah salah satu cara
Dalam suatu organisasi atau perusahaan, komunikasi yang efektif berperan
penting dalam melakukan kegiatan morning briefing agar seluruh karyawan
organisasi memiliki kesamaan persepsi, sikap, dan tindakan yang produktif
terhadap pencapaian tujuan organisasi. Komunikasi yang efektif dengan karyawan
merupakan kunci utama dalam organisasi.
2. Entry Data (Input Data)
Entry Data adalah proses pemindahan data dari fisik menjadi data digital
yang dapat diolah oleh software. Yang dimaksud data fisik adalah data yang ada di
dokumen-dokumen kertas ataupun catatan lainnya. Data tersebut akan diketik dan
dimasukkan ke dalam dokumen digital di komputer. Proses inilah yang disebut
sebagai entry data atau input data.
Entry data lebih spesifik ke arah memasukkan data dokumen ke dalam
aplikasi yang disebut Microsoft Office. Produk dari microsoft office sendiri
beragam, dari microsoft word, microsoft excel, microsoft access, dan lain-lain.
Seiring berkembangnya jaman, sudah lebih banyak software dan aplikasi yang
bisa langsung memproses data inputan kita menjadi informasi yang lebih berguna
sesuai kebutuhan, misal SPSS, AMOS, untuk pengolahan data statistik.
Entry data tidak hanya sekedar pada proses input semata, namun sudah ada
istilah baru seperti QC yaitu Quality Control. Dimana user tidak sembarangan
memproses data mentah masuk ke komputer, tapi ada proses seleksi apakah data
merusak informasi yang kita butuhan. Data kuesioner dari user yang dimasukkan
ke dalam bentuk komputerisasi juga termasuk entry data.
3. Sensus Penduduk
Sensus penduduk adalah pencatatan total tentang penduduk yang
dilakukan olah Badan Pusat Statistik dengan tujuan untuk mengetahui jumlah,
komposisi, dan karakteristik penduduk.
Sensus, kadangkala juga disebut cacah jiwa adalah sebuah proses
mendapatkan informasi deskriptif tentang anggota sebuah populasi (tidak hanya
populasi manusia). Sensus digunakan untuk demokrasi (pemilu), pengumpulan
pajak, juga digunakan dalam ilmu ekonomi. Di Indonesia terdapat beberapa
macam sensus yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik. di antaranya yang
terbesar: Sensus Penduduk, Sensus Pertanian dan Sensus Ekonomi. Sensus
Penduduk pada umumnya dilaksanakan pada tahun yang berakhiran "0" atau
dalam jangka waktu sepuluh tahun.
3.3. Model Komunikasi Osgood dan Schramm dalam Kegiatan Sensus
Model Komunikasi Schramm dikenalkan oleh Wilbur Schramm (1954)
yang menggambarkan proses komunikasi berlangsung secara dua arah baik
pengirim pesan atau penerima pesan dapat berganti peran dalam mengirim dan
menerima pesan. Pesan dikirimkan setelah proses encoding karenanya pengirim
pesan juga disebut dengan Encoder. Sementara itu, penerima pesan atau receiver
disebut juga dengan decoder karena pesan yang telah di-encode oleh pengirim
pesan kemudian mengalami proses decoding yang dilakukan oleh penerima pesan
atau receiver.
Model
komunikasi
Schramm
diadaptasi dari
teori yang
dikemukakan oleh Ryan A. Osgood, karenanya model komunikasi ini disebut
dengan Model Komunikasi Osgood dan Schramm atau Model Komunikasi
Encode-Decode. Melalui model ini, Osgood mengganti model komunikasi linear
dengan model proses komunikasi sirkular dan Schramm menambahkan konsep
field of experience ke dalamnya. Yang dimaksud dengan field of experience
adalah hal-hal yang mempengaruhi pemahaman dan mengeinterpretasi pesan yang
umumnya meliputi budaya, latar belakang budaya, kepercayaan, pengalaman,
nilai-nilai, dan peraturan.
Komponen-komponen Model Komunikasi Osgood dan Schramm
Menurut model komunikasi Osgood dan Schramm, terdapat 9 (sembilan)
komponen dalam proses komunikasi, yaitu sender (transmitter), encoder, decoder,
interpreter, receiver, message, feedback, medium, dan noise.
Sender (transmitter) – orang yang mengirimkan pesan
Decoder – orang yang mendapatkan pesan yang telah di-encode yang
telah dikirimkan oleh encoder dan mengubahnya ke dalam bahasa yang
dapat dimengerti oleh orang lain.
Interpreter – orang yang mencoba untuk memahami dan menganalisa
pesan. Pesan diterima setelah interpretasi. Interpreter dan receiver
adalah orang yang sama.
Receiver – orang yang menerima pesan yang melakukan proses
decoding dan menginterpretasikan pesan-pesan aktual.
Message – data yang dikirimkan oleh pengirim pesan dan informasi
yang diterima oleh penerima pesan.
Feedback – proses merespon pesan yang diterima oleh penerima pesan. Medium – media atau saluran yang digunakan oleh pengirim pesan
untuk mengirim pesan.
Noise – gangguan yang terjadi selama proses komunikasi berlangsung.
Gangguan juga dapat berupa gangguan semantic dimana terjadi
perbedaan dalam pemaknaan pesan yang dikirimkan oleh pengirim
pesan dan pemaknaan pesan yang diinterpretasi oleh penerima pesan.
Menurut Schramm, latar belakang individu yang terlibat dalam proses
komunikasi memainkan peranan yang sangat penting dalam komunikasi.
Sebagaimana diketahui, setiap orang memiliki latar belakang pengetahuan,
pengalaman, serta budaya yang berbeda satu sama lain. Perbedaan latar belakang
ini mempengaruhi setiap individu dalam menginterpretasi pesan yang diterima.
Karakteristik Model Komunikasi Osgood dan Schramm
Model komunikasi Osgood dan Schramm memiliki beberapa karakteristik,
Fokus pada encode dan decode. Komunikasi berlangsung dua arah.
Adanya konsep field of experience yang merupakan efek psikologis
dapat membantu untuk memahami proses komunikasi. Umpan balik bersifat tidak langsung dan lambat.
Terdapat konsep umpan balik sehingga memudahkan bagi pengirim
pesan untuk mengetahui apakah pesan diinterpretasi dengan baik oleh
penerima pesan.
Tidak diabaikannya konsep gangguan atau noise.
Penerima pesan dan pengirim pesan dapat bertukar peran dalam
menyampaikan dan menerima pesan.
Bersifat dinamis dan berguna secara praktis.
Gangguan semantik atau semantic noise merupakan konsep yang dapat
membantu memahami permasalah yang dapat terjadi selama pesan
diinterpretasi.
Konsep interpretatif membuat komunikasi menjadi efektif.
Konsep konteks membuat faktor lingkungan dapat dimasukkan ke
dalam interpretasi pesan dan membuat perubahan dalam nilai pesan. Tidak sesuai atau tidak cocok untuk diterapkan dalam proses
komunikasi yang sangat kompleks.
Hanya terdapat dua sumber utama yang berkomunikasi. Banyaknya
sumber justru akan membuat proses komunikasi mengalami
komplikasi dan model komunikasi tidak dapat diimplementasikan
dengan baik.
Dimungkinkan terjadinya perbedaan interpretasi terhadap pesan yang
dikirimkan dan pesan yang diterima
Dapat menjadi model komunikasi linear jika penerima pesan tidak
BAB IV
PENUTUP
4.1. Simpulan
Saya sebagai mahasiswa praktek kerja lapangan pada Bidang Integrasi
Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) Badan Pusat Statistik (BPS)
Kabupaten Karawang berperan aktif dalam melaksananakan kegiatan Job Training
seperti membantu pelaksanaan sensus penduduk, input data dokumen hasil sensus,
input data pokok kecamatan, upload data rekap perubahan wilayah blok sensus ke
website BPS, input data survei indikator pembangunan sosial 2017, pelayanan
data perpustakaan, dll.
Berdasarkan kegiatan Job Training dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Mahasiswa magang memperoleh banyak ilmu dan pengalaman yang
berharga dari tempat praktek baik secara teori maupun praktik,
khususnya pada bagian Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi
Statistik (IPDS)
2. Menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang hal-hal baru
yang diperoleh di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang. 3. Membangun pola pikir dan nalar mahasiswa pada saat diberi tugas. 4. Dengan melaksanakan Job Training mahasiswa telah mendapatkan
pengalaman kerja yang nantinya akan menjadi bekal di dunia kerja yang
4.2. Rekomendasi
Untuk memberikan dan meningkatkan pelayanan jasa kepada masyarakat
harus diperlukan tingkat keahlian, keramahan dan kerjasama yang harus dimiliki
oleh pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang. Dan
memberikan pelatihan-pelatihan kepada pegawai untuk meningkatkan pelayanan
instansi serta memberikan penghargaan kepada pegawai terbaik yang dinilai setiap
DAFTAR PUSTAKA
karawangkab.bps.go.id
David, Fred R., 2006. Manajemen Strategis. Edisi Sepuluh. Salemba Empat,
Jakarta.
Effendy, Onong. (2000). Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. PT.Rosdakarya.
Bandung.
Liong, Freddy. (2013). Morning Briefing @Work. Gramedia Pustaka Utama,