• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKHIR KEGIATAN JOB TRAINING PADA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN AKHIR KEGIATAN JOB TRAINING PADA"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN JOB TRAINING PADA

BIDANG INTEGRASI PENGOLAHAN DISEMINASI

STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN

KARAWANG

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Akademik

Program Studi Ilmu Komunikasi

Oleh:

Neng Dini Nurmalis

1441179501004

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG

(2)

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur saya panjatkan kepada illahi rhobi yang telah

memberikan kesehatan sehingga saya dapat menulis laporan Job Training.

Penyusunan laporan Job Training merupakan mata kuliah untuk memenuhi salah

satu syarat akademik prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

Politik Universitas Singaperbangsa Karawang. Adapun judul laporan job training

ini yaitu “Kegiatan Job Training Pada Divisi Pusat Data Statistik Badan Pusat

Statistik (BPS) Kabupaten Karawang”

Penyelesaian laporan Job Training ini tak lepas dari bantuan berbagai

pihak, baik berupa pengetahuan maupun keikutsertaan penulis dalam kegiatan

instansi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak H. Dadang Fakhruddin., Drs., MM., selaku Dekan Fakultas

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang. 2. Bapak Fajar Hariyanto., S.I.Kom., M.I.Kom., selaku Ketua program

studi Ilmu Komunikasi.

3. Bapak Muhamad Ramdhani, S.Ag., M.Si., selaku Dosen Pembimbing

Akademik yang telah memberikan bimbingan, saran, dan nasihat

kepada penulis.

4. Bapak Drs. Annazri, selaku Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten

Karawang dan Ibu Novi Rinawati, S.St selaku Kasie Tata Usaha yang

telah memberikan izin dan kesempatan agar saya dapat melaksanakan

Job Training di Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang

5. Bapak Budi Yunior, S.St., selaku Kasie Integrasi Pengolahan

(3)

7. Rahayu Meilani, selaku partner Job Training.

8. Terimakasih kepada seluruh pegawai Badan Pusat Statistik (BPS)

Kabupaten Karawang.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan

Job Training ini, semata sebagai keterbatasan diri penulis. Kritik dan saran

diperlukan untuk perbaikan laporan ini, baik dari sistematika penulisan maupun

isi dari pembahasan. Akhir kata penulis berharap agar laporan ini bermanfaat

seperti tujuan yang ada dalam laporan job training ini.

Karawang, Juli 2017

(4)

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN JOB TRAINING

Judul : Kegiatan Job Training Pada Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang

Nama : Neng Dini Nurmalis

NPM : 1441179501004

Nama Instansi : Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang Alamat Instansi : JL. Cakradireja No. 36 - Karawang

Karawang, Oktober 2017

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

(5)

ABSTRAK

Neng Dini Nurmalis, 1441179501004, Kegiatan Job Training Pada Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang. Dosen pembimbing Bapak Muhamad Ramdhani, S.Ag., M.Si., Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Singaperbangsa karawang.

Laporan Job Training ini disusun agar penulis memperoleh wawasan dan sebagai sarana untuk membentuk tenaga kerja yang terampil. Kegiatan job training ini selain menjadi mata kuliah penting di prodi Ilmu Komunikasi, juga memberikan pengenalan terhadap lapangan kerja, dan memperluas relasi penulis, sehingga kelak ketika bekerja bisa bekerja dengan professional karena sudah dibekali pengalaman kerja selama Job Training.

Dalam melaksanakan kerja praktek ini, penulis telah memilih Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang yang beralamat di Jl. Cakradireja No. 36 -Karawang.

Selama Job Training berlangsung, penulis ditempatkan pada Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS), adapun tugas yang dikerjakan diantaranya adalah seperti membantu pelaksanaan sensus penduduk, input data dokumen hasil sensus, input data pokok kecamatan, upload data rekap perubahan wilayah blok sensus ke website BPS, input data survei indikator pembangunan sosial 2017, dan melakukan pelayanan perpustakaan.

Setelah melaksanakan Job Training, penulis menarik kesimpulan bahwa Job Training sangat berguna bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan teori-teori yang telah dipelajari pada saat kuliah, menambah pengalaman dan menambah relasi.

(6)

ABSTRACT

Neng Nurmalis, 1441179501004 Events Job Training in Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS), the Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang. Supervisor Mr. Muhamad Ramdhani, S.Ag., M.Si., Communication Studies Faculty of Social and Political Sciences University Singaperbangsa Karawang.

Job Training Report is prepared so that the authors gain insight and as a means to form a skilled workforce. Job training activities in addition to being an important subject in the department of Communication Sciences, also provides an introduction to the work field, and expand relations writer, so that one day when work can work with professionals as already provided work experience for Job Training.

In carrying out this practical work, the authors have chosen the Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang regency is located at Jl. Cakradireja No. 36 -Karawang.

During the Job Training progresses, the author placed on the Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS), as for the task at hand which are like to help the implementation of the census, data input document to the census, the data input principal districts, upload the data recap alterations to census block to the website BPS, data input survey of social development indicators by 2017, and perform library services.

After conducting Job Training, the authors make the conclusion that Job Training is very useful for students in applying the theories that have been learned during college, add experience and add relationships.

(7)
(8)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

LEMBAR PENGESAHAN...iii

ABSTRAK...iv

ABSTRACT...v

DAFTAR ISI...vi

DAFTAR TABEL...viii

DAFTAR GAMBAR...ix

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1. Latar Belakang Kegiatan...1

1.2. Tujuan Job Training...3

1.3. Manfaat Job Training...4

1.4. Ruang Lingkup Job Training...4

1.4.1. Tempat Job Training...4

1.4.2. Waktu Job Training...5

1.5. Pendekatan Kegiatan...5

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI/LEMBAGA/PERUSAHAAN...7

(9)

2.1.1. Sejarah BPS Karawang...7

2.1.2. Aspek Manajemen Badan Pusat Statistik (BPS)...11

2.1.3. Aspek Sarana dan Prasarana...15

2.2. Gambaran Umum Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik....15

2.2.1. Aspek Manajemen dan Job Description...16

2.2.2. Aspek Sumber Daya Manusia...17

2.2.3. Aspek Sarana dan Prasarana...18

BAB III HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN...19

3.1. Pelaksanaan Kegiatan...19

3.2. Pembahasan Umum...23

3.3. Model Komunikasi Osgood dan Schramm dalam Kegiatan Sensus...25

BAB IV PENUTUP...30

4.1. Simpulan...30

4.2. Rekomendasi...31

DAFTAR PUSTAKA...32

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Jadwal Masuk...5

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Struktur Organisasi...12

(12)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Kegiatan

Pendidikan merupakan sarana yang sangat penting dalam membentuk

kemampuan dan keterampilan seseorang dalam memasuki dunia kerja yang akan

dihadapi. Pendidikan yang diperoleh dalam dunia perkuliahan masih terbatas

dalam pemberian materi serta pemberian praktek yang masih berskala kecil. Maka

dari itu mahasiswa perlu melakukan kegiatan pelatihan kerja secara langsung di

instansi atau lembaga yang sesuai dengan program pendidikan yang sedang di

tempuh. Agar mahasiswa dapat memahami dan memecahkan setiap permasalahan

yang muncul di dunia kerja yang akan di hadapi.

Praktek Kerja Lapangan atau disebut Job Training merupakan suatu

kegiatan bagi mahasiswa yang berlangsung pada dunia kerja. Dan merupakan

suatu bentuk aplikasi penyelenggaraan pendidikan yang memadukan antara

program pendidikan dengan program keahlian yang di peroleh dari dunia kerja

sehingga dapat menciptakan tingkat keahlian profesional tertentu pada mahasiswa.

Dengan adanya Job Training ini di harapkan mahasiswa dapat

membandingkan dan mempraktekkan teori yang didapat dari kegiatan perkuliahan

dengan kegiatan langsung di dunia pekerjaan. Serta dapat bermanfaat untuk

(13)

Dan penulis lebih tertarik untuk melaksanakan Praktek kerja lapangan

(PKL) di bidang Data dan Statistik yaitu yang dilakukan di Badan Pusat Statistik

(BPS) Kabupaten Karawang yang merupakan Lembaga Pemerintah

Non-Departemen, yang beralamat di Jl. Cakradireja No. 36 dan tujuan memilih instansi

tersebut penulis ingin mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki

dengan manajemen komunikasi. Setiap mahasiswa Ilmu Komunikasi diharapkan

dapat membekali diri dengan kemampuan yang didapat dalam bidang manajemen

komunikasi. Oleh sebab itu karena kebutuhan manajemen komunikasi ini luas,

maka mahasiswa Ilmu Komunikasi diharapkan dapat membekali diri dengan

kemampuan yang dapat menunjang dalam bidang manajemen komunikasi

tersebut. Mahasiswa juga harus dapat memahami dan mengerti arti definisi,

aktivitas, perencanaan, masalah yang dihadapi serta segala apapun yang

berhubungan dengan kinerja seorang praktisi manajemen komunikasi dilapangan.

Dalam kegiatan Job Training penulis ditempatkan pada Bidang Integrasi

Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS). Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi

Statistik (IPDS) ini bertugas untuk melakukan pendataan (sensus) dan rekapitulasi

data hasil pendataan tersebut. Dimana tugas yang diberikan kepada mahasiswa

magang diantaranya adalah ikut membantu melaksanakan pendataan (sensus)

langsung ke lapangan, serta melakukan input data atas hasil sensus yang sudah

dilakukan.

Tentunya banyak manfaat yang dirasakan dari Job Training, tidak hanya

untuk mahasiswa tetapi juga Universitas. Job Training membuka kesempatan bagi

(14)

Tentunya dengan dibimbing oleh pembimbing lapangan. Pengalaman ini

kemudian dapat menjadi bekal dalam menjalani jenjang karir yang sesungguhnya

dan menambah wawasan mengenai dunia kerja.

1.2. Tujuan Job Training

1. Job Training adalah langkah awal mempersiapkan mahasiswa Prodi

Ilmu Komunikasi Unsika agar menjadi sumber daya manusia yang

handal, tangguh dan siap kerja, serta merupakan salah satu syarat

akademis yang harus di lalui dalam menyelesaikan program sarjana.

2. Tujuan pelaksanaan Job Training di Badan Pusat Statistik (BPS)

Kabupaten Karawang adalah :

a. Untuk memenuhi salah satu mata kuliah Job Training sebagai salah

satu syarat kelulusan di Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Singaperbangsa Karawang

b. Mengaplikasikan pengetahuan teoritis yang didapat dibangku

perkuliahan kemudian dipraktekan di perusahaan ataupun instansi

c. Sebagai pelatihan dan mencari pengalaman kerja kepada untuk

melakukan praktek kerja sesuai dengan jurusan yang diambil

3. Diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dari tugas yang

dikerjakan dilapangan, memiliki kemampuan melaksanakan proses dan

tugas pada waktu yang telah ditentukan dan meiliki penentuan sikap

(15)

1.3. Manfaat Job Training

1. Untuk mengembangkan dan menerapkan wawasan, pengetahuan, dan

keterempilan yang di peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS)

Kabupaten Karawang.

2. Untuk melatih mahasiswa agar dapat mengembangkan kemampuan

berfikir dan berkreativitas.

3. Untuk memberi kesempatan pada mahasiswa untuk mengenal dunia

kerja yang sesungguhnya.

1.4. Ruang Lingkup Job Training

1.4.1. Tempat Job Training

Instansi

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang

Jl. Cakradireja No. 36 Karawang - 41312

Telp (0267) 402-205

Fax. (0267) 845-2148

Email [email protected], [email protected]

Bagian

Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS)  Kegiatan

1. Sensus Penduduk ke Lapangan 2. Input Data Hasil Sensus

(16)

1.4.2. Waktu Job Training

Waktu pelaksanaan Job Training dimulai sejak tanggal 05 Juni 2017 s.d 05

Juli 2017. Aktivitas kerja dimulai dari pukul 07.00 WIB – 16.00, Senin – Jumat.

Hari

Jam/Waktu

Masuk Keluar

Senin 07.00 WIB 16.00 WIB

Selasa 07.00 WIB 16.00 WIB

Rabu 07.00 WIB 16.00 WIB

Kamis 07.00 WIB 16.00 WIB

Jumat 07.00 WIB 16.00 WIB

Sabtu LIBUR

Minggu LIBUR

Tabel 1 Jadwal Masuk

1.5. Pendekatan Kegiatan

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang memberikan acuan-acuan

serta langkah-langkah kepada mahasiswa Job Training dengan memberikan

arahan perencanaan manajemen komunikasi agar memiliki kemampuan dalam

berkomunikasi dengan pimpinan, bawahan dan masyarakat dalam pelayanan yang

dilaksanakan setiap hari di instansi. Mengajarkan manajerial dalam hal

perencanaan dan tugas instansi, dan dapat memahami serta mengaplikasikan

aspek teoritis komunikasi yang dipelajari dibangku kuliah, memberikan pelatihan

dalam hal menguasai teknologi informasi dan komunikasi yang dilakukan pada

(17)

Dalam Job Training pembimbing memberikan langkah-langkah untuk

mempraktikan komunikasi kepemimpinan, dan mengajarkan untuk dapat

mengelola program-program pengembangan sumber daya manusia dan teknik

(18)

BAB II

GAMBARAN UMUM

INSTANSI/LEMBAGA/PERUSAHAAN

2.1. Gambaran Umum Badan Pusat Statistik Karawang

2.1.1. Sejarah BPS Karawang

Badan Pusat Statistik adalah Lembaga Pemerintah Non-Departemen yang

bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Sebelumnya, BPS merupakan Biro

Pusat Statistik, yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 1960 tentang

Sensus dan UU Nomer 7 Tahun 1960 tentang Statistik. Sebagai pengganti kedua

UU tersebut ditetapkan UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Berdasarkan

UU ini yang ditindaklanjuti dengan peraturan perundangan dibawahnya, secara

formal nama Biro Pusat Statistik diganti menjadi Badan Pusat Statistik.

Materi yang merupakan muatan baru dalam UU Nomor 16 Tahun 1997,

antara lain :

 Jenis statistik berdasarkan tujuan pemanfaatannya terdiri atas statistik

dasar yang sepenuhnya diselenggarakan oleh BPS, statistik sektoral yang

dilaksanakan oleh instansi Pemerintah secara mandiri atau bersama

dengan BPS, serta statistik khusus yang diselenggarakan oleh lembaga,

(19)

 Hasil statistik yang diselenggarakan oleh BPS diumumkan dalam Berita

Resmi Statistik (BRS) secara teratur dan transparan agar masyarakat

dengan mudah mengetahui dan atau mendapatkan data yang diperlukan.  Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien.

 Dibentuknya Forum Masyarakat Statistik sebagai wadah untuk

menampung aspirasi masyarakat statistik, yang bertugas memberikan

saran dan pertimbangan kepada BPS.

Berdasarkan undang-undang yang telah disebutkan di atas, peranan yang

harus dijalankan oleh BPS adalah sebagai berikut :

 Menyediakan kebutuhan data bagi pemerintah dan masyarakat. Data ini

didapatkan dari sensus atau survey yang dilakukan sendiri dan juga dari

departemen atau lembaga pemerintahan lainnya sebagai data sekunder  Membantu kegiatan statistik di departemen, lembaga pemerintah atau

institusi lainnya, dalam membangun sistem perstatistikan nasional.  Mengembangkan dan mempromosikan standar teknik dan metodologi

statistik, dan menyediakan pelayanan pada bidang pendidikan dan

pelatihan statistik.

 Membangun kerjasama dengan institusi internasional dan negara lain

untuk kepentingan perkembangan statistik Indonesia.

Tahap pengolahan data sangat menentukan seberapa jauh tingkat

keakuratan dan ketepatan data statistik yang dihasilkan. BPS merupakan instansi

perintis dalam penggunaan komputer karena telah memulai menggunakannya

sejak sekitar 1960. Sebelum menggunakan komputer, BPS menggunakan

(20)

Teknologi komputer yang diterapkan di BPS selalu disesuaikan dengan

perkembangan teknologi informasi dan juga mengacu kepada kebutuhan. Personal

komputer yang secara umum lebih murah dan efisien telah dicoba digunakan

untuk menggantikan mainframe. Sejak 1980-an, personal komputer telah

digunakan di seluruh kantor BPS provinsi, diikuti dengan penggunaan komputer

di seluruh BPS kabupaten dan kota sejak 1992.

Dengan menggunakan personal komputer, kantor statistik di daerah dapat

segera memproses pengolahan data, yang merupakan rangkaian kegiatan yang

dimulai dari pengumpulan data, kemudian memasukkan data mentah ke dalam

komputer dan selanjutnya data tersebut dikirim ke BPS pusat untuk diolah

menjadi data nasional.

Pengolahan data menggunakan personal komputer telah lama menjadi

contoh pengolahan yang diterapkan oleh direktorat teknis di BPS pusat, terutama

jika direktorat tersebut harus mempublikasikan hasil yang diperoleh dari survei

yang diselenggarakan.

Pengolahan data Sensus Penduduk tahun 2000 telah menggunakan mesin

scanner, tujuannya untuk mempercepat kegiatan pengolahan data. Efek positif dari

penggunaan komputer oleh direktorat teknis yaitu selain lebih cepat, juga dapat

memotivasi pegawai yang terlibat turut bertanggung jawab untuk menghasilkan

sebanyak mungkin data statistik dan indikator secara tepat waktu dan akurat

dibanding sebelumnya. Selain itu, penggunaan computer sangat mendukung BPS

(21)

seperti kemiskinan, Input-Output (I-O) table, Social Accounting Matrix (SAM),

dan berbagai macam indeks komposit dalam waktu yang relatif singkat.

Pada 1993, BPS mulai mengembangkan sebuah sistem informasi statistik

secara geografis khususnya untuk pengolahan data wilayah sampai unit

administrasi yang terkecil yang telah mulai dibuat secara manual sejak 1970. Data

wilayah ini dibuat khususnya untuk menyajikan karakteristik daerah yang

menonjol yang diperlukan oleh para perumus kebijakan dalam perencanaan

pembangunan.

Dalam mengolah data, BPS juga telah mengembangkan berbagai

program aplikasi untuk data entry, editing, validasi, tabulasi dan analisis dengan

menggunakan berbagai macam bahasa dan paket komputer. BPS bertanggung

jawab untuk mengembangkan berbagai perangkat lunak komputer serta

mentransfer pengetahuan dan keahliannya kepada staf BPS daerah.

Pembangunan infrastruktur teknologi informasi di BPS didasarkan pada

tujuan yang ingin dicapai yaitu mengikuti perkembangan permintaan dan

kebutuhan dalam pengolahan data statistik; melakukan pembaharuan/inovasi

dalam hal metode kerja yang lebih baik serta memberikan kemudahan kepada

publik dalam mendapatkan informasi statistik.

2.1.2. Aspek Manajemen Badan Pusat Statistik (BPS)

2.1.2.1. Visi dan Misi

(22)

Misi :

1. Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga

statistik untuk penyelenggaraan statistik yang efektif dan

efisien.

2. Menciptakan insan statistik yang kompeten dan profesional,

didukung pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk

kemajuan perstatistikan Indonesia.

3. Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep dan

definisi, pengukuran, dan kode etik statistik yang bersifat

universal dalam setiap penyelenggaraan statistik.

4. Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi

semua pihak.

5. Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan

statistik yang diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam

kerangka Sistem Statistik Nasional (SSN) yang efektif dan

efisien.

2.1.2.2. Struktur Organisasi

Dalam Rangka melaksanakan Keputusan Presiden Nomor 166 Tahun

2000 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan

Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa

(23)

Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 001 Tahun 2001, maka

perlu menetapkan organisasi dan tata kerja Perwakilan BPS di Daerah.

Dengan persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara

dalam surat Nomor 174.1/M.PAN/7/2001 tanggal 9 Juli 2001 tentang Organisasi

dan Tata Kerja Perwakilan BPS di Daerah, maka Kepala Badan Pusat Statistik

menetapkan Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 121 Tahun

2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan BPS di Daerah tanggal 3

September 2001September 2001.

2.1.2.3. Niai-nilai Inti

Core values (nilai–nilai inti) BPS merupakan pondasi yang kokoh untuk

membangun jati diri dan penuntun perilaku setiap insan BPS dalam melaksanakan

tugas. Nilai-nilai Inti BPS terdiri dari:

1. PROFESIONAL

(24)

a. Kompeten

Mempunyai keahlian dalam bidang tugas yang diemban b. Efektif

Selalu melaukan permbaruan dan/atau penyempurnaan melalui proses

pembelajaran diri secara terus menerus e. Sistemik

Meyakini bahwa setiap pekerjaan mempunyai tata urutan proses

perkerjaan yang satu menjadi bagian tidak terpisahkan dari pekerjaan

yang lain. 2. INTEGRITAS

a. Dedikasi

Memiliki pengabdian yang tinggi terhadap profesi yang diemban dan

institusi

Menghargai ide, saran, pendapat, masukan, dan kritik dari berbagai

pihak e. Akuntabel

Bertanggung jawab dan setiap langkahnya terukur 3. AMANAH

a. Terpercaya

Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan, yang tidak hanya

didasarkan pada logika tetapi juga sekaligus menyentuh dimensi

mental spiritual b. Jujur

Melaksanakan semua pekerjaan dengan tidak menyimpang dari

(25)

c. Tulus

Melaksanakan tugas tanpa pamrih, menghindari konflik kepentingan

(pribadi, kelompok, dan golongan), serta mendedikasikan semua

tugas untuk perlindungan kehidupan manusia, sebagai amal ibadah

atau perbuatan untuk Tuhan Yang Maha Esa d. Adil

Menempatkan sesuatu secara berkeadilan dan memberikan haknya

2.1.3. Aspek Sarana dan Prasarana

Aspek untuk karyawan:

1. Dibuatkan jadwal berkala untuk pendidikan karyawan oleh kantor pusat 2. Fasilitas penginapan atau hotel bagi karyawan yang sedang mengikuti

pendidikan Fasilitas

1. Gedung perkantoran 2 Lantai 2. 1 ruangan dokumen

3. 1 ruangan Kepala Deputi

4. Seluruh ruangan memiliki Air Conditioner

5. Seluruh karyawan memiliki computer, printer dan peralatan ATK 6. 1 mushola

7. 1 pantry 8. 1 perpustakaan 9. 2 toilet

10. Pos Satpam

11. 1 unit mobil untuk Kepala Deputi

12. Setiap karyawan difasilitasi 1 unit sepeda motor

2.2. Gambaran Umum Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik

Bagian integrasi pengolahan Diseminasi Statistik adalah unsur pelaksana

sebagian tugas dan fungsi BPS yang mempunyai tugas menyelenggarakan

pembinaan kegiatan perencanaan program dan metodologi statistik, sistem

informasi statistik, pengelohan hasil sensus, survey, dan data sekunder serta

(26)

2.2.1. Aspek Manajemen dan Job Description

2.2.1.1. Aspek Manajemen

1. Membuat program kerja tahunan 2. Pengelolaan sistem

3. Pemeliharaan evaluasi publikasi media cetak, media komputer, maupun

media lainnya

4. Pelayanan data serta konsultasi statistik 5. Penyebarluasan hasil kegiatan sensus BPS

2.2.1.2. Job Description

3. Mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan BPS dalam bidang

diseminasi dan layanan statistik

4. Melakukan pemantauan dan evaluasi publikasi softcopy dan media cetak

yang diterbitkan oleh BPS kabupaten atau kota

5. Melakukan pemeliharaan direktori hasil kerja BPS provinsi baik dalam

bentuk publikasi media cetak, media komputer, maupun media lainnya 6. Melakukan kegiatan penyebar luasan hasil kegiatan statistik yang

dihasilkan

7. Melakukan pelayanan data serta memberikan konsultasi statistik baik

dari instansi pemerintah, lembaga swasta, maupun unsur masyarakat

lainnya bekerja sama dengan organisasi

8. Melakukan penghimpunan, penyimpanan, serta pemeliharaan buku

(27)

statistik, jurnal statistik, makalah statistik, dan dokumentasi semua

instrumen kegiatan statistik

2.2.2. Aspek Sumber Daya Manusia

Seluruh pegawai Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik

(IPDS) mengikuti pelatihan dan mengembangkan kemampuan komunikasinya,

karena tugas yang berkaitan dengan wawancara langsung kepada masyarakat saat

di lapangan. Peranan pegawai sebagai pewawancara dalam melakukan pendekatan

terhadap masyarakat sangat penting, nantinya hal ini berkaitan erat dengan

data-data yang pegawai dapatkan saat melakukan sensus.

Kemampuan komunikasi yang baik memiliki peranan yang penting

dalam menangani berbagai hambatan yang menyangkut proses pengambilan data

di lapangan. Berbagai hambatan ketika proses pengambilan data di lapangan

pastinya sering ditemukan, tentu hal ini dapat mengganggu proses pendataan serta

dapat mempengaruhi juga informasi-informasi yang didapatkan nantinya.

Setiap pegawai harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.

Pegawai harus dapat membiasakan diri menghadapi berbagai karakter masyarakat

sehari-hari dengan berbagai macam tipe dan karakter.

2.2.3. Aspek Sarana dan Prasarana

Fasilitas yang tersedia di Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi

Statistik (IPDS):

(28)

4. Telepon 5. Fax

6. Peralatan ATK

7. AC

8. Printer 9. Scanner

(29)

BAB III

HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN

3.1. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan yang dilakukan selama melaksanakan job training di bagian

Bidang Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS) cukup beragam. Penulis

banyak memperoleh ilmu dan pengalaman baru yang tidak ada dibangku

perkuliahan. Ada beberapa kegiatan yang penulis lakukan selama job training

disini yakni belajar melakukan sensus penduduk, update data keluarga Kabupaten

Karawang, dll.

KEGIATAN PELAKSANAAN JOB TRAINING HARIAN

No Hari, Tgl/Bln/Th Kegiatan

1 Senin, 05 Juni 2017

1. Brifieng

2. Pengenalan Job Desc untuk

mahasiswa Job Training

2 Selasa, 06 Juni 2017

1. Brifieng

2. Persiapan Form Sensus

3. Input Data Survei Indikator

Pembangunan Sosial 3 Rabu, 07 Juni 2017 1. Brifieng

2. Persiapan Form Sensus

3. Membantu pelaksanaan sensus

(30)

Kertamukti Kec. Cilebar

4 Kamis, 08 Juni 2017

1. Brifieng

2. Persiapan Form Sensus

3. Membantu pelaksanaan sensus

penduduk Dusun Cilebar II Desa

Kertamukti Kec. Cilebar

5 Jum'at, 09 Juni 2017

1. Brifieng

2. Persiapan Form Sensus

3. Membantu pelaksanaan sensus

penduduk Dusun Cilebar II Desa

Kertamukti Kec. Cilebar

6 Sabtu, 10 Juni 2017

LIBUR

7 Minggu, 11 Juni 2017

LIBUR

8 Senin, 12 Juni 2017

1. Brifieng

2. Persiapan Form Sensus

3. Input Data hasil sensus penduduk

Dusun Cilebar II Desa Kertamukti

Kec. Cilebar

9 Selasa, 13 Juni 2017

1. Brifieng

2. Persiapan Form Sensus

3. Input Data hasil sensus penduduk

Dusun Cilebar II Desa Kertamukti

(31)

10 Rabu, 14 Juni 2017

1. Brifieng

2. Input data survei indikator

pembangunan sosial 2017

Kecamatan Jatisari

11 Kamis, 15 Juni 2017

1. Brifieng

2. Input data survei indikator

pembangunan sosial 2017

Kecamatan Karawang Barat,

Karawang Timur

12 Jum'at, 16 Juni 2017

1. Brifieng

2. Pelayanan Perpustakaan dan

Dokumen

13 Sabtu, 17 Juni 2017

LIBUR

14 Minggu, 18 Juni 2017

LIBUR

15 Senin, 19 Juni 2017

1. Brifieng

2. Update Data Pokok Kecamatan

Tirtajaya

16 Selasa, 20 Juni 2017

1. Brifieng

2. Input Data Pokok Kecamatan

Tirtajaya

17 Rabu, 21 Juni 2017

1. Brifieng

2. Pelayanan Perpustakaan dan

Dokumen 18 Kamis, 22 Juni 2017 1. Brifieng

(32)

wilayah blok sensus ke website BPS

3. Pelayanan Perpustakaan dan

Dokumen

19 Jum'at, 23 Juni 2017

1. Brifieng

2. Upload data rekap perubahan

wilayah blok sensus ke website BPS

3. Pelayanan Perpustakaan dan

Dokumen

20 Sabtu, 24 Juni 2017

LIBUR

21 Minggu, 25 Juni 2017

LIBUR

22 Senin, 26 Juni 2017

LIBUR HARI RAYA IDHUL FITRI

23 Selasa, 27 Juni 2017

LIBUR HARI RAYA IDHUL FITRI

24 Rabu, 28 Juni 2017

LIBUR HARI RAYA IDHUL FITRI

25 Kamis, 29 Juni 2017

LIBUR HARI RAYA IDHUL FITRI

26 Jum'at, 30 Juni 2017

LIBUR HARI RAYA IDHUL FITRI

27 Sabtu, 01 Juli 2017

LIBUR

28 Minggu, 02 Juli 2017

LIBUR

29 Senin, 03 Juli 2017

1. Brifieng

2. Halal Bihalal Hari Raya Idhul Fitri

(33)

30 Selasa, 04 Juli 2017

1. Brifieng

2. Upload Data Pokok seluruh

kecamatan di Kabupaten Karawang

ke Server BPS

3. Pelayanan Perpustakaan dan

Dokumen

31 Rabu, 05 Juli 2017

1. Brifieng

2. Pelayanan perpustakaan dan

Dokumen

3. Perpisahan mahasiswa job training

dengan pegawai BPS

Tabel 2 Kegiatan Harian

3.2. Pembahasan Umum

Kegiatan yang dilaksanakan pada saat Job Training diatas tidak terlepas

dengan perencanaan serta strategi agar semua kegiatan dapat terlaksana sesuai

dengan tujuan diharapkan. Perlunya latihan yang dibimbing oleh pembimbing

dalam perusahan, sebelum terancang kegiatan tersebut dikomunikasikan terlebih

dahulu antar pimpinan kemudian bawahan setiap paginya hal itu menjadi suatu

budaya kerja.

1. Morning Briefing

Menurut Freddy Liong (2013) Morning Briefing adalah salah satu cara

(34)

Dalam suatu organisasi atau perusahaan, komunikasi yang efektif berperan

penting dalam melakukan kegiatan morning briefing agar seluruh karyawan

organisasi memiliki kesamaan persepsi, sikap, dan tindakan yang produktif

terhadap pencapaian tujuan organisasi. Komunikasi yang efektif dengan karyawan

merupakan kunci utama dalam organisasi.

2. Entry Data (Input Data)

Entry Data adalah proses pemindahan data dari fisik menjadi data digital

yang dapat diolah oleh software. Yang dimaksud data fisik adalah data yang ada di

dokumen-dokumen kertas ataupun catatan lainnya. Data tersebut akan diketik dan

dimasukkan ke dalam dokumen digital di komputer. Proses inilah yang disebut

sebagai entry data atau input data.

Entry data lebih spesifik ke arah memasukkan data dokumen ke dalam

aplikasi yang disebut Microsoft Office. Produk dari microsoft office sendiri

beragam, dari microsoft word, microsoft excel, microsoft access, dan lain-lain.

Seiring berkembangnya jaman, sudah lebih banyak software dan aplikasi yang

bisa langsung memproses data inputan kita menjadi informasi yang lebih berguna

sesuai kebutuhan, misal SPSS, AMOS, untuk pengolahan data statistik.

Entry data tidak hanya sekedar pada proses input semata, namun sudah ada

istilah baru seperti QC yaitu Quality Control. Dimana user tidak sembarangan

memproses data mentah masuk ke komputer, tapi ada proses seleksi apakah data

(35)

merusak informasi yang kita butuhan. Data kuesioner dari user yang dimasukkan

ke dalam bentuk komputerisasi juga termasuk entry data.

3. Sensus Penduduk

Sensus penduduk adalah pencatatan total tentang penduduk yang

dilakukan olah Badan Pusat Statistik dengan tujuan untuk mengetahui jumlah,

komposisi, dan karakteristik penduduk.

Sensus, kadangkala juga disebut cacah jiwa adalah sebuah proses

mendapatkan informasi deskriptif tentang anggota sebuah populasi (tidak hanya

populasi manusia). Sensus digunakan untuk demokrasi (pemilu), pengumpulan

pajak, juga digunakan dalam ilmu ekonomi. Di Indonesia terdapat beberapa

macam sensus yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik. di antaranya yang

terbesar: Sensus Penduduk, Sensus Pertanian dan Sensus Ekonomi. Sensus

Penduduk pada umumnya dilaksanakan pada tahun yang berakhiran "0" atau

dalam jangka waktu sepuluh tahun.

3.3. Model Komunikasi Osgood dan Schramm dalam Kegiatan Sensus

Model Komunikasi Schramm dikenalkan oleh Wilbur Schramm (1954)

yang menggambarkan proses komunikasi berlangsung secara dua arah baik

pengirim pesan atau penerima pesan dapat berganti peran dalam mengirim dan

menerima pesan. Pesan dikirimkan setelah proses encoding karenanya pengirim

pesan juga disebut dengan Encoder. Sementara itu, penerima pesan atau receiver

disebut juga dengan decoder karena pesan yang telah di-encode oleh pengirim

(36)

pesan kemudian mengalami proses decoding yang dilakukan oleh penerima pesan

atau receiver.

Model

komunikasi

Schramm

diadaptasi dari

teori yang

dikemukakan oleh Ryan A. Osgood, karenanya model komunikasi ini disebut

dengan Model Komunikasi Osgood dan Schramm atau Model Komunikasi

Encode-Decode. Melalui model ini, Osgood mengganti model komunikasi linear

dengan model proses komunikasi sirkular dan Schramm menambahkan konsep

field of experience ke dalamnya. Yang dimaksud dengan field of experience

adalah hal-hal yang mempengaruhi pemahaman dan mengeinterpretasi pesan yang

umumnya meliputi budaya, latar belakang budaya, kepercayaan, pengalaman,

nilai-nilai, dan peraturan.

Komponen-komponen Model Komunikasi Osgood dan Schramm

Menurut model komunikasi Osgood dan Schramm, terdapat 9 (sembilan)

komponen dalam proses komunikasi, yaitu sender (transmitter), encoder, decoder,

interpreter, receiver, message, feedback, medium, dan noise.

 Sender (transmitter) – orang yang mengirimkan pesan

(37)

 Decoder – orang yang mendapatkan pesan yang telah di-encode yang

telah dikirimkan oleh encoder dan mengubahnya ke dalam bahasa yang

dapat dimengerti oleh orang lain.

 Interpreter – orang yang mencoba untuk memahami dan menganalisa

pesan. Pesan diterima setelah interpretasi. Interpreter dan receiver

adalah orang yang sama.

 Receiver – orang yang menerima pesan yang melakukan proses

decoding dan menginterpretasikan pesan-pesan aktual.

 Message – data yang dikirimkan oleh pengirim pesan dan informasi

yang diterima oleh penerima pesan.

 Feedback – proses merespon pesan yang diterima oleh penerima pesan.  Medium – media atau saluran yang digunakan oleh pengirim pesan

untuk mengirim pesan.

 Noise – gangguan yang terjadi selama proses komunikasi berlangsung.

Gangguan juga dapat berupa gangguan semantic dimana terjadi

perbedaan dalam pemaknaan pesan yang dikirimkan oleh pengirim

pesan dan pemaknaan pesan yang diinterpretasi oleh penerima pesan.

Menurut Schramm, latar belakang individu yang terlibat dalam proses

komunikasi memainkan peranan yang sangat penting dalam komunikasi.

Sebagaimana diketahui, setiap orang memiliki latar belakang pengetahuan,

pengalaman, serta budaya yang berbeda satu sama lain. Perbedaan latar belakang

ini mempengaruhi setiap individu dalam menginterpretasi pesan yang diterima.

Karakteristik Model Komunikasi Osgood dan Schramm

Model komunikasi Osgood dan Schramm memiliki beberapa karakteristik,

(38)

 Fokus pada encode dan decode.  Komunikasi berlangsung dua arah.

 Adanya konsep field of experience yang merupakan efek psikologis

dapat membantu untuk memahami proses komunikasi.  Umpan balik bersifat tidak langsung dan lambat.

 Terdapat konsep umpan balik sehingga memudahkan bagi pengirim

pesan untuk mengetahui apakah pesan diinterpretasi dengan baik oleh

penerima pesan.

 Tidak diabaikannya konsep gangguan atau noise.

 Penerima pesan dan pengirim pesan dapat bertukar peran dalam

menyampaikan dan menerima pesan.

 Bersifat dinamis dan berguna secara praktis.

 Gangguan semantik atau semantic noise merupakan konsep yang dapat

membantu memahami permasalah yang dapat terjadi selama pesan

diinterpretasi.

 Konsep interpretatif membuat komunikasi menjadi efektif.

 Konsep konteks membuat faktor lingkungan dapat dimasukkan ke

dalam interpretasi pesan dan membuat perubahan dalam nilai pesan.  Tidak sesuai atau tidak cocok untuk diterapkan dalam proses

komunikasi yang sangat kompleks.

 Hanya terdapat dua sumber utama yang berkomunikasi. Banyaknya

sumber justru akan membuat proses komunikasi mengalami

komplikasi dan model komunikasi tidak dapat diimplementasikan

dengan baik.

 Dimungkinkan terjadinya perbedaan interpretasi terhadap pesan yang

dikirimkan dan pesan yang diterima

 Dapat menjadi model komunikasi linear jika penerima pesan tidak

(39)
(40)

BAB IV

PENUTUP

4.1. Simpulan

Saya sebagai mahasiswa praktek kerja lapangan pada Bidang Integrasi

Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) Badan Pusat Statistik (BPS)

Kabupaten Karawang berperan aktif dalam melaksananakan kegiatan Job Training

seperti membantu pelaksanaan sensus penduduk, input data dokumen hasil sensus,

input data pokok kecamatan, upload data rekap perubahan wilayah blok sensus ke

website BPS, input data survei indikator pembangunan sosial 2017, pelayanan

data perpustakaan, dll.

Berdasarkan kegiatan Job Training dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Mahasiswa magang memperoleh banyak ilmu dan pengalaman yang

berharga dari tempat praktek baik secara teori maupun praktik,

khususnya pada bagian Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi

Statistik (IPDS)

2. Menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang hal-hal baru

yang diperoleh di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang. 3. Membangun pola pikir dan nalar mahasiswa pada saat diberi tugas. 4. Dengan melaksanakan Job Training mahasiswa telah mendapatkan

pengalaman kerja yang nantinya akan menjadi bekal di dunia kerja yang

(41)

4.2. Rekomendasi

Untuk memberikan dan meningkatkan pelayanan jasa kepada masyarakat

harus diperlukan tingkat keahlian, keramahan dan kerjasama yang harus dimiliki

oleh pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang. Dan

memberikan pelatihan-pelatihan kepada pegawai untuk meningkatkan pelayanan

instansi serta memberikan penghargaan kepada pegawai terbaik yang dinilai setiap

(42)

DAFTAR PUSTAKA

karawangkab.bps.go.id

David, Fred R., 2006. Manajemen Strategis. Edisi Sepuluh. Salemba Empat,

Jakarta.

Effendy, Onong. (2000). Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. PT.Rosdakarya.

Bandung.

Liong, Freddy. (2013). Morning Briefing @Work. Gramedia Pustaka Utama,

(43)

Gambar

Tabel 1 Jadwal Masuk
Gambar 1 Struktur Organisasi
Tabel 2 Kegiatan Harian
GAMBAR KEGIATAN

Referensi

Dokumen terkait

Pinsip kerja dari energi meter digital adalah diawali dengan mendeteksi arus melalui sensor dan tegangan yang berasal dari jala - jala listrik, selanjutnya sinyal

- Penjelasan cukup memadai, bahkan menambah wawasan audience - Memberi inspirasi pada audience untuk mendalami materi - Penjelasan cukup memadai, bahkan menambah

Praktik bisnis industri farmasi Indone- sia yang banyak melakukan penyimpangan etika dan moral apabila dikaitkan dengan IC maka ada hal yang dilanggar, yakni pada pola

EFEKTIFITAS TEKNIK GALLERY WALK D ALAM PEMBELAJARAN MENULIS BAHASA PERANCIS. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Memuaskan Di bawah standard SKOR PEMILIHAN STRATEGI PENJELASAN Strategi yang dipilih, selain tepat juga mampu menyederhanakan kompleksitas menjadi hal yang dapat diterima

Bilamana struktur industri menghasilkan tahap penurunan yang menguntungkan karena tingkat ketidakpastian yang rendah, hambatan pengunduran diri yang rendah dan lain-

Kurang lengkap dan kurang tersusun secara proporsional tetapi tidak dengan analisis status tanah secara tepat dan benar.

Ekspedisi Kanjeng Sultan Demak Bintoro melawan Kadipaten Blambangan di ujung timur Jawa terjadi pada tahun 1546 yang berakhir dengan pengepungan