• Tidak ada hasil yang ditemukan

14 Kisah Seputar Al Qur an Prima Al Mirluny

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "14 Kisah Seputar Al Qur an Prima Al Mirluny"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

14 KISAH SEPUTAR AL-QUR’AN

Disusun oleh :

Prima Ibnu Firdaus al-M irluny

Disebarkan oleh :

(2)

M uqaddimah

ﻢﻴﺣﺮﻟﺍ ﻦﲪﺮﻟﺍ ﷲﺍ ﻢﺴﺑ

ﹼﻥﺇ

ﺘﺴﻧﻭ ﻪﻨﻴﻌﺘﺴﻧﻭ ﻩﺪﻤﳓ ﷲ ﺪﻤﳊﺍ

ﻦﻣ ﷲﺎﺑﺫﻮﻌﻧﻭ ﻩﺮﻔﻐ

ﺌﻴﺷﻭ ﺎﻨﺴﻔﻧﺃﺭﻭﺮﺷ

ﹼﻞﻀﻣ ﻼﻓ ﷲﺍ ﻩﺪﻬﻳ ﻦﻣ ﺎﻨﻟﺎﻤﻋﺃ ﺕﺎ

ﻦﻣﻭ ﻪﻟ

ﻪﻟﺇ ﻻ ﻥﺃ ﺪﻬﺷﺃﻭ ﻪﻟ ﻱﺩﺎﻫ ﻼﻓ ﻞﻠﻀﻳ

ﹼﻻﺇ

ﻚﻳﺮﺷ ﻻ ﻩﺪﺣﻭ ﷲﺍ

ﹼﻥﺃ ﺪﻬﺷﺃﻭ ﻪﻟ

ﻤﳏ

ﻪﻟﻮﺳﺭﻭ ﻩﺪﺒﻋﺍﺪ

:

Amma ba’du :

Ini adalah 14 Kisah – Kisah Seput ar Al-Qur’an. Kisah ini sudah

kami share di facebook melalui group Forum Dirasah Al-Qur’an,

t ahun yang lalu dan sekarang kami buat arsip nya. Agar lebih

t ersebar manfaat nya, insya’Allah.

Semoga Allah Subhanahu w a t a’ala menjadikan ini sebagai

ladang amal bagi kami, bagi pembaca dan orang yang mengambil

faidah nya.

(3)

Kisah Pertama

Ingin memalsukan al-Quran, tetapi malah masuk Islam

Allah Subhanahu w a t a'ala berjanji didalam al-Quran, bahw a Dia

akan menjaga al-Quran. firman-Nya :

نﻮﻈﻔﺤﻟ ﻪﻟ ﺎّﻧإو ﺮﻛّﺬﻟا ﺎﻨﻟّﺰﻧ ﻦﺤﻧﺎّﻧإ

" Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Quran dan

sesungguhnya Kami benar - benar memeliharanya." [al-Quran

surat Al-Hijr ayat 9]

Imam al-Qurt hubi rahimahullah menyebut kan kisah menarik

yang berhubungan dengan pemeliharaan al-Quran didalam kit ab

Tafsir nya (10/ 56)

Berikut kisah nya :

Khalifah Al-M a'mun (adalah) seorang kepala negara yang

memiliki sebuah majelis diskusi. Kemudian sejumlah orang yang

berpakaian bagus, berw ajah t ampan, dan bert ubuh w angi masuk

kedalam majelis t ersebut , ia ikut berbicara. Pembicaraan nya

(4)

Ket ika majelis t ersebut selesai, Khalifah Al-M a'mun

memanggilnya dan bert anya kepadanya : " Apakah kamu orang

Israil (Yahudi)?" Ia menjaw ab : " Ya" Al-M a'mun kemudian berkat a

kepadanya : " M asuklah kedalam agama Islam, agar aku bisa

berbuat sesuat u kepadamu.!" Ia lalu memanjanjikan sesuat u

kepadanya. Tet api orang it u menjaw ab : " Agamaku adalah agama

nenek moyangku." Ia kemudian pergi

Set elah set ahun kemudian, ia dat ang lagi dalam keadaan t elah

memeluk agama Islam. Ia mahir dan sangat pint ar dalam masalah

fikih, t erlihat dari t ema pembicaraan nya. Ket ika majelis t elah

selesai, al-M a'mun memanggilnya dan berkat a : " Bukankah kamu

dulu pernah dat ang?"

Ia menjaw ab : " Ya, benar"

Khalifah Al-M a'mun bert anya lagi : " Apa yang menyebabkan mu

memeluk agama Islam?"

Ia pun bercerit a :

Kat anya : " Ket ika aku pergi dari hadapan yang mulia, aku

bermaksud menguji kebenaran agama - agama ini. Padahal

baginda saat it u memandangku orang baik. Aku kemudian

mencari Taurat dan menulis t iga naskah salinan nya. Aku

(5)

menaw arkan nya ke biara (rumah ibadah yahudi) dan mereka

membeli ket iga naskah t ersebut dariku.

Set elah it u aku mengambil Injil dan menulis t iga naskah salinan

nya. Aku menambah dan mengurangi isinya. Lalu aku masuk

kedalam gereja (rumah ibadah nasrani) dan mereka pun membeli

ket iga naskah it u dariku.

Aku kemudian mengambil al-Quran dan membuat t iga naskah

salinan nya. Aku menambah dan mengurangi isinya. Kemudian

aku masukkan ke t empat penjual kert as, mereka (penjual kert as

yang muslim it u) membolak balik lembaran nya. Ket ika mereka

mendapat kan ada t ambahan dan kekurangan padanya, mereka

membuangnya dan t idak mau membelinya. Dari sit u aku t ahu

bahw a al-Qur'an ini t erjaga. Dan it ulah yang menyebabkan aku

masuk Islam."

[At -Tafsir An-Nabaw i li Al-Quran, DR.Salman Fahd. Terjemahan

nya Bagaimana Nabi dan Sahabat M enafsirkan al-Quran hal

(6)

Demikianlah, salah sat u kisah bagaimana Allah Subhanahu w a

t a'ala menjaga al-Quran melalui para penghafal al-Quran.

semoga bermanfaat .

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar -Roni al-M irluny

Desa M erlung, 12 Ramadhan 1433 H / 1 Agust us 2012 M

---oOo---

Kisah Kedua "W afat Karena al-Quran"

M uhammad bin Basyar Al-M akki rahimahullah bercerit a :

" Pada suat u hari kami pernah bersama Ali bin Al-Fudhail, kam i

melew at i sebuah halaqah al-Quran yang gurunya sedang

membaca firman Allah Subhanahu w a Ta'ala :

ىﺰﺠﻳو اﻮﻠﻤﻋ ﺎﻤﺑ اﻮﺌﺳأ ﻦﻳﺬّﻟا ىﺰﺠﯿﻟ

ﻰﻨﺴﺤﻟﺎﺑ اﻮﻨﺴﺣأ ﻦﻳﺬّﻟا

" …(Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang -

orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang t ela mereka

kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang - orang

yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)."

(7)

M aka Ali bin Al-Fudhail pada saat it u t ersent ak lalu pingsan.

Kemudian dat anglah Al-Fudhail -ayahnya- dan berkat a : " Sungguh

dia adalah orang yang meninggal karena al-Quran." Kemudian dia

(al-Fudhail) membaw anya.

Beberapa orang yang membaw anya bercerit a kepada ku

(M uhammad bin Basyar) bahw asanya Al-Fudhail berkat a t ent ang

anaknya yakni Ali, bahw a pada hari it u t idak dapat melaksanakan

shalat zhuhur, ashar, maghrib, dan shalat isya', karena ia belum

sadar dari pingsan nya, dan ket ika malam hari barulah beliau

sadar lalu beliau mengerjakan shalat - shalat yang t ert inggal oleh

nya.

Al-Khat ib berkat a : " Beliau (Ali) meninggal sebelum ayahnya

(Al-Fudhail) yait u beberapa saat set elah mendengar ayat yang

dibaca, maka dia pun pingsan lalu meninggal seket ika it u juga.

Ibrahim Basysyar berkat a : " Ayat yang menyebabkan Ali bin

Al-Fudhail meninggal dunia adalah ayat dalam surat al-An'aam :

رﺎّﻨﻟا ﻰﻠﻋ اﻮﻔﻗو ذإ ىﺮﺗ ﻮﻟو

.

ّدﺮﻧ ﺎﻨﺘﯿﻠﻳ ﻮﻟﺎﻘﻓ

" Dan seandainya engkau (M uhammad) melihat ket ika mereka

dihadapkan ke neraka, mereka berkat a : " Seandainya kami

(8)

Aku t ermasuk orang yang menshalat kan nya. Semoga Allah

merahmat inya."

[100 Qishshah min Qashash Ash-Shalihin. Lihat , Agar Anak

M udah M enghafal al-Quran, hal 154 - 155. karya Hamdan Hamud

Al-Hajiri. cet Darus Sunnah]

ٍ

Subhanallah... Alangkah Dahsyat al-Quran.

Bagaimana dengan kit a..!

Sudah kit a memaham i al-Quran dengan baik..?

Semoga Allah memudahkan kit a didalam memahami ayat ayat

-Nya dan mengambil pelajaran dari kit ab--Nya.

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus al-M irluny

Desa M erlung, Kamis : 13 Ramadhan 1433 H / 02 Agust us 2012 M

(9)

Kisah Ketiga

Ibu Berusia 65 tahun, Buta huruf, M enghapal al-Quran selama 16 tahun. Bagaimana dengan kita?

Seorang ibu bernama Ummu M uhammad (Wadhha At h-Tahyyar)

berusia 65 t ahun.

Ia bercerit a : " Proses penyimakan yang t erus m enerus dan alat

perekam merupakan dua karunia Allah yang mempunyai andil

besar dalam mew ujudkan keinginan ku unt uk menghafal

al-Quran al-Karim.

Perjalanan hidup ku bersama hafalan al-Quran t elah berjalan 16

t ahun lamanya, t et api sungguh aku sangat merasa kebahagiaan

yang hakiki khususnya ket ika aku baru mulai menghafal al-Quran.

Diant ara unsur pent ing yang dapat membant u dalam menghafal

adalah adanya niat yang jujur, ikhlas karena Allah semat a, dan

bersabar t erhadap segala kesulit an. Sesungguhnya aku adalah

seorang but a huruf yang t idak bisa membaca dan menulis

sehingga aku banyak mendapat kan kesulit an yang luar biasa

diaw alnya. Namun segala puji hanya milik Allah, aku

(10)

guru w anit a unt uk dat ang kerumahku mem baca al-Quran kepada

ku dan menyimak hafalanku set iap harinya. Tidak lupa pula

bahw a mot ivasi anak-anak ku yang t iada hent inya merupakan

dorongan bagi ku unt uk meneruskan kegiat anku dalam

menghafal.

Karena but a huruf, maka ket ergant ungan ku pada indra

pendengaran merupakan hal yang paling ut ama bagi ku. Ini

merupakan salah sat u karunia Allah sebagai ganti dari sifat but a

hurufku sehingga bisa mew ujudkan impianku mengkhat amkan

al-Quran selama 16 t ahun di lingkungan ahli al-al-Quran. Aku

memohon kepada Allah agar menjadikan ku t ermasuk hamba -

hamba-Nya ahli Quran, karena al-Quran adalah cahaya bagi

manusia sew akt u didalam kuburnya.

Akhir kat a aku mengajak saudari - saudari ku unt uk menghafal

al-Quran karena sesungguhnya hal t ersebut mudah dan ringan

sekali bagi siapa saja yang dim udahkan oleh Allah Ta'ala."

[M ajalah Al-Usrah hal 15. Lihat , Agar Anak M udah M enghafal

(11)

Subhanallah, bagaimana dengan kit a yang masih muda, apalagi

-alhamdulillah- sebagian kit a t idak but a huruf? Kemana w akt u kit a

pergi dan habiskan?

M ulailah...bacalah, hafallah, dan ulangilah

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar -Roni al-M irluny

Desa M erlung-Jambi, 16 Ramadhan 1433 H / 5 Agust us 2012 M

---oOo---

Kisah Keempat

Singa pun M endengarkan al-Quran dengan Khusyu'

Ahmad bin Thulun adalah salah seorang pemimpin M esir Zaman

dahulu dan juga merupakan seorang Ulama yang memiliki

kedudukan yang mulia. Nama lengkapnya adalah Abu Al-Hasan

bin Ahmad bin Banan. Beliau rahimahullah pernah mendekam di

penjara.

Penyabab dia dijebloskan ke penjara adalah karena dia dahulu

(12)

mendakw ahinya. Pejabat t ersebut pun marah kepada beliau

sepert i orang yang pura - pura t idak menget ahui sabda Rasulullah

Shallallahu'alaihi w a sallam : " Ada dua orang yang apabila dua

orang ini baik, maka menjadi baiklah umat dan apabila buruk,

maka akan menjadi buruklah umat t ersebut yakni para ulam a

dan umara."

Pejabat it u marah dan hilanglah kesabaran nya lalu dia

memerint ahkan kepada para pent aranya : " Seret lah orang ini dan

sodorkanlah dia kepada singa yang kelaparan. Kemudian kuncilah

dia bersama singa t ersebut dan biarkanlah dia, hingga t ubuhnya

habis dimakan singa."

Ulama t ersebut yakni Ahmad Thulun dimasukkan ke dalam

penjara dengan Singa yang sedang kelaparan. Keesokan harinya,

para penjaga penjara menemukan ulama t ersebut sedang duduk

dengan t enang dan nyaman sambil berdzikir mengingat Allah

Ta'ala dan membaca ayat - ayat Al-Quran yang penuh berkah.

M ereka mendapat i singa yang kemarin kelaparan t ersebut

sedang menundukkan kepalanya dengan t enang dan penuh

(13)

Bagaimana bisa demikian? Ket ahuilah karena sesungguhnya

al-Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa

yang disesat kan Allah, niscaya t ak ada baginya seorang

pemimpinpun." [al-Quran surat az-Zumar ayat 23]

Kemudian bagaimana t idak? Yang t elah menurunkan

al-Quran it u adalah Allah Ta'ala yang t elah berfirman :

ﻦﻣ ﺎﻋﺪﺼﺘﻣ ﺎﻌﺷﺎﺧ ﻪﺘﻳﹶﺃﺮﱠﻟ ﹴﻞﺒﺟ ٰﻰﹶﻠﻋ ﹶﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﺍﹶﺬٰﻫ ﺎﻨﹾﻟﺰﻧﹶﺃ ﻮﹶﻟ

ﻪﱠﻠﻟﺍ ﺔﻴﺸﺧ

ۚ

(14)

" Kalau sekiranya Kami t urunkan Al-Quran ini kepada sebuah

gunung, past i kam u akan melihat nya t unduk t erpecah belah

disebabkan ket akut annya kepada Allah. Dan

perumpamaan-perumpamaan it u Kami buat unt uk manusia supaya mereka

berfikir." [al-Quran surat al-Hasyr ayat 21]

['Ajaib Qishash hal 82. Lihat , Agar Anak M udah M enghafal

al-Quran hal 156-158. Hamdan Hamud Al-Hajiri]

Subhanallah... Jika Singa yang buas yang sedang kelaparan saja

khusyu' mendengarkan al-Quran, lalu bagaimana dengan kit a?

Kit a bisa membaca al-Quran, alhamdulillah. Tapi sudah kah kit a

khusyu' dan mengambil pelajaran dari al-Quran?

Allah Subhanahu w a t a'ala berfirman :

ﹴﺮﻛﺪﻣ ﻦﻣ ﹾﻞﻬﹶﻓ ﹺﺮﹾﻛﱢﺬﻠﻟ ﹶﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﺎﻧﺮﺴﻳ ﺪﹶﻘﹶﻟﻭ

Dan sesungguhnya t elah Kami m udahkan Al-Quran unt uk

pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

[al-Qamar ayat 17, 22, 32, 40]

Pelajarilah, dan Amalkanlah.

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar -Roni al-M irluny

(15)

Kisah Kelima

M enghafal al-Quran ketika menunggu Sidang

Syaikh DR.Yahya bin Abdurrazzaq al-Ghaut sani hafizhahullah

bercerit a :

" Kisah unik lain yang saya dengar juga adalah para t ahanan di

salah sat u penjara t idak ada yang memiliki mushaf al-Quran. Oleh

karena it u, masing masing dari mereka (para narapidana)

mendikt ekan hafalan al-Quran yang dia miliki kepada narapidana

lain nya, sehingga semua narapidana dapat menghafal seluruh

al-Quran (t anpa mushaf). Kecuali halaman t erakhir dari surat

Al-Anfaal. Sebab t idak ada seorang pun dari mereka yang

menghafalnya. Hal ini sangat merisaukan mereka. Hingga

akhirnya, ket ika t iba giliran persidangan salah seorang dari

mereka, dan ia keluar menuju lorong pengadilan unt uk

menunggu giliran, maka hal yang pert ama yang ia (salah seorang

narapidana) lakukan adalah mencari orang yang menghafal

penghujung surat al-Anfaal.

Secara kebet ulan ia mendapat kan nya diant ara orang - orang

yang hadir disit u. Lalu orang it upun mendikt ekan hafalan nya

(16)

ia pun kembali kepada t eman - t eman nya dengan membaw a

hadiah yang paling berharga.

Sekembalinya ke penjara, mereka (nara pidana) lain nya langsung

berkerumun disekelilingnya, lalu ia mendikt ekan (halaman

t erakhir dari surat al-Anfaal) kepada yang lain nya. Ternyat a

mereka langsung dapat menghafalnya sejak pert ama kali

mendengarnya, sepert i layaknya surat al-Fat ihah."

[Cara M udah dan Cepat M enghafal al-Quran hal 202-203,

DR.Yahya bin Abdurrazzaq al-Ghaut sani. cet Pust aka Imam Syafi'i.

judul asli nya Kaifa Tahfazhul Quran al-Karim]

Subhanallah, begit u semangat nya para narapidana ini dalam

menghafal al-Quran.

Bagaimana dengan kit a?

Semoga Allah memudahkan kit a unt uk menghafal al-Qur’an.

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar -Roni al-M irluny

Desa M erlung, Senin : 17 Ramadhan 1433 H / 06 Agust us 2012 M

(17)

Kisah Keenam

Seorang Penyanyi M enjadi Seorang Qari' al-Quran

Dari Abdullah bin M as'ud Radhiyallahu'anhu, : " Bahw a pada

suat u hari, beliau melew at i suat u t empat pada arah Kufah, t iba -

t iba beliau mendapat i sekumpulan orang - orang fasik yang

sedang meminum khamr. Diant ara mereka, ada seorang

penyanyi yang bernama Radzan yang bernyanyi sambil

memainkan alat musik, dan memiliki suara yang indah. Kemudian

ket ika Abdullah bin M as'ud mendengar suaranya ia berkat a :

" Aduhai alangkah indahnya suara ini seandainya digunakan unt uk

membaca al-Quran." Kemudian Abdullah bin M as'ud menut upi

kepalanya dengan kain nya dan berlalu.

Ket ika Radzan mendengar ucapan Ibnu M as'ud (secara

sayup-sayup), ia pun bert anya kepada t eman - t eman nya : " Siapakah

orang ini?" M aka t eman - t eman nya menjaw ab : " Dia adalah

Abdullah bin M as'ud Radhiyallahu'anhu, dia adalah sahabat

Rasulullah Shallallahu'alaihi w a sallam."

Kemudian ia (Radzan) bert anya lagi : " Apa yang ia kat akan t adi?"

(18)

Lant as mereka menjaw ab : " Sesungguhnya ia t adi berkat a :

" Aduhai alangkah indahnya suara ini seandainya digunakan unt uk

membaca al-Quran."

Kemudian t ersent uhlah hat i Radzan dengan ucapan t ersebut , lalu

ia pun melempar Al-'Ud (semacam alat m usik jenis kecapi)

ket anah dan menghancurkan nya.

Kemudian ia bergegas mencari Abdullah bin M as'ud

Radhiyallahu'anhu hingga ia menemuinya, lalu ia melet akkan

sapu t angan dilehernya. Lant as ia menangis dihadapan Abdullah

bin M as'ud, maka Abdullah bin M as'ud memeluknya dan

menangislah mereka berdua.

Kemudian Abdullah bin M as’ud berkat a : " Bagaimana aku t idak

mencint ai orang yang Allah Ta'ala t elah mencint ai nya (karena

bert aubat )." Ia pun bert aubat dari dosanya dan senant iasa

mengikut i pelajaran Abdullah bin M as'ud. Sehingga ia pun

mendapat kan banyak manfaat dari al-Quran sert a ilmu darinya,

yang pada akhirnya hal t ersebut menjadikan nya seorang Imam

(19)

M enghafal al-Quran, hal 168-169. Hamdan Hamud Al-Hajiri. cet

Darus Sunnah]

Subhanallah... Sangat jarang sekali yang ada sepert i ini

pada zaman ini. Bahkan yang banyak t erjadi adalah orang yang

dianggap ust adz, menjadi seorang Penyanyi. La Haula w a La

Quw at a Ilaa Billah -semoga Allah memberi hidayah kepada

mereka-

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar -Roni al-M irluny

Desa M erlung, Selasa : 18 Ramadhan 1433 h / 07 Agust us 2012 M

---oOo---

Kisah Ketujuh

Aku membenci al-Quran dan Al-Quran pun meninggalkan diri ku

Syaikh M uhammad Ya'qub hafizhahullah berkat a :

" Aku pernah duduk bersama seseorang yang t ermasuk dari

kalangan konglomerat yang t ernama. Kemudian ia bercerit a

kepada ku : " Wahai Syaikh, apakah engkau menget ahui bahw a

dahulu aku pernah menghafal al-Quran Al-Karim seluruhnya. Hal

it u karena dahulu orangt uaku selalu memaksaku unt uk

(20)

Namun, aku sebenarnya t idak mencint ai al-Quran sedikit pun. La

Haula w a La Quw at a Ila Billah, just ru yang aku rasakan al-Quran

adalah kesedihan bagi hat iku.

Aku seringkali berangan - angan agar aku bisa mengendarai

mobil, kemudian aku dapat t inggal di villa dan memiliki sebuah

pabrik. Aku t idak menginginkan al-Quran, aku ingin menjadi kaya,

aku ingin menjadi raja dan aku ingin.... aku ingin... aku ingin..."

Kemudian laki - laki it u melanjut kan cerit anya : " Pada suat u

malam, aku berm impi dan ku lihat dalam mim piku sebuah hal

yang aneh. Aku memegang mushaf dan mendekapnya ke dadaku

dengan erat dan penuh rasa cint a, kemudian dat anglah seorang

laki laki dan beliau mengambil al-Quran dariku dengan kasar dan

kuat .

Pada pagi harinya, aku t idak dapat mengingat al-Quran w alaupun

sat u huruf sekalipun. Kemudian aku meneruskan pendidikan ku

ke jenjang perguruan t inggi jurusan bisnis. Setelah it u semua,

Allah membukakan bagiku dunia berupa hart a dan benda yang

berlimpah.

(21)

Demi Allah, Demi Allah, aku t idak perlu berdust a. Sungguh t elah

berlalu 10 t ahun lamanya, sement ara aku kini berusia 68 t ahun,

aku t idak dapat merasakan nikmat nya t idur, kecuali set elah

badanku t erasa lelah karena menangis dan merat ap, menyesali

diriku dengan apa yang t elah aku lakukan t erhadap al-Quran.

Sekarang w ahai Syaikh, aku t idak mampu menghafal al-Quran

w alaupun hanya sat u ayat saja dan yang lebih parahnya lagi aku

t idak mampu membaca w alaupun hanya sat u ayat . La Haula w a

La Quw at a Ilaa Billah." [Agar Anak M udah M enghafal al-Quran

hal 166-167, Hamdan Hamud Al-Hajiri. cet Darus Sunnah]

Siapa yang membenci al-Quran, maka Allah Subhanahu w a t a'ala

t idak membut uhkan nya.!

ِرﺎَﺼْﻳَﻷْا ﻰِﻟْوُﺄﻳ اْوُﺮِﺒَﺘْﻋﺎَﻓ

“ Ambilah ibarat (pelajaran dari kejadian it u) hai orang-orang yang

mempunyai pandangan” . (Al-Hasyr : 2)

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar -Roni al-M irluny

(22)

Kisah Kedelapan

Ku Robek Al-Quran, Al-Quran pun M erobek Hidup ku

Imam Al-M aw ardi rahimahullah mencerit akan didalam kit ab nya

Adab Ad-Din w a Ad-Dunya bahw asanya Al-Walid bin Yazid bin

Abdul M alik pada suat u hari bermain - main dengan mushaf

al-Quran sebelum ia keluar dari rumahnya, maka dia membuka

mushaf, t erbukalah firman Allah Subahanhu w a t a'ala :

ﺪﯿﻨﻋ رﺎّﺒﺟ ّﻞﻛ بﺎﺧو اﻮﺤﺘﻔﺘﺳاو

" Dan mereka memohon diberi kemenangan dan binasalah semua

orang yang berlaku sew enang - w enang lagi keras kepala."

[al-Quran surat Ibrahim ayat 15]

Kemudian ia merobek - robek mushaf al-Quran t ersebut dan

berkat a : " Apakah engkau mengancam set iap orang yang keras

kepala lagi pembangkang? Inilah aku orang yang keras kepala lagi

pembangkang. Apabila engkau mendat angi Rabbmu pada hari

kiamat nant i, Kat akanlah : " Wahai Rabbku, sesungguhnya Walid

t elah merobek - robek ku."

(23)

Beberapa hari kemudian, Allah memberikan nya kemat ian

dengan seburuk - buruk kemat ian. Kepalanya disalib di ist ana nya

sendiri diat as pagar t ert inggi di negerinya."

[Adab Ad-Din w a Ad-Dunya hal 307, Al-M arw adi. Lihat , Agar Anak

M udah M enghafal al-Quran 172-173, Hamdan Hamud Al-Hajiri.

cet Darus Sunnah]

ِرﺎَﺼْﻳَﻷْا ﻰِﻟْوُﺄﻳ اْوُﺮِﺒَﺘْﻋﺎَﻓ

“ Ambilah ibarat (pelajaran dari kejadian it u) hai orang-orang yang

mempunyai pandangan” . (Al-Hasyr : 2)

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar -Roni al-M irluny

Desa M erlung, Rabu : 19 Ramadhan 1433 H / 08 Agust us 2012 M

---oOo---

Kisah Kesembilan

M enangis karena 1 Ayat al-Quran

Pada suat u malam, M uhammad bin Al-M unkadir rahimahullah

(24)

menangis hingga membuat keluarganya merasa khaw at ir

t erhadap nya.

M ereka pun bert anya kepadanya. " Apa yang menyebabkan mu

menangis?" Namun beliau t erdiam dan t erus menerus menangis.

Kemudian keluarganya mengirim ut usan kepada Abu Hazim

unt uk memberi t ahu keadaan nya. Oleh karena it u, dat anglah

Abu Hazim dan mendapat i beliau sedang menangis, lant as dia

(Abu Hazim) bert anya kepada nya (M uhammad bin Al-M unkadir)

: " Wahai saudaraku, apa yang menyebabkan mu menagis?

Sungguh engkau t elah membuat keluarga mu khaw at ir?"

M aka dia (M uhamamd bin Al-M unkadir) menjaw ab :

" Sesungguhnya aku t elah melew at i sebuah ayat dari al-Qur'an."

Lalu Abu Hazim rahimahullah meneruskan pert anyaan nya " Ayat

apakah it u?"

M uhammad bin Al-M unkadir menjaw ab : " Firman Allah Azza w a

Jalla :

ﻦﻣ ﻪﹺﺑ ﺍﻭﺪﺘﹾﻓﺎﹶﻟ ﻪﻌﻣ ﻪﹶﻠﹾﺜﻣﻭ ﺎﻌﻴﻤﺟ ﹺﺽﺭﹶﺄﹾﻟﺍ ﻲﻓ ﺎﻣ ﺍﻮﻤﹶﻠﹶﻇ ﻦﻳﺬﱠﻠﻟ ﱠﻥﹶﺃ ﻮﹶﻟﻭ

ﺔﻣﺎﻴﻘﹾﻟﺍ ﻡﻮﻳ ﹺﺏﺍﹶﺬﻌﹾﻟﺍ ِﺀﻮﺳ

ۚ

(25)

" Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada

di bum i semuanya dan (ada pula) sebanyak it u besert anya,

niscaya mereka akan menebus dirinya dengan it u dari siksa yang

buruk pada hari kiamat . Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah

yang belum pernah mereka perkirakan." [al-Quran surat

az-Zumar ayat 47]

M aka Abu Hazim menangis juga dan t angisan mereka berdua

semakin menjadi - jadi. Sebagian keluarga Ibnu Al-M unkadir

berkat a kepada Abu Hazim : " Kami membaw a mu agar dapat

menyelesaikan masalahnya, t et api engkau just ru malah

menambahnya (menanggis)." Kemudian dia mencerit akan

kepada mereka apa yang sebenarnya menyebabkan mereka

berdua menangis." [100 Qishshah M in Qashsh Ash-Shalihin.

Lihat , Agar Anak M udah M enghafal al-Quran hal 155-156,

Hamdan Hamud AL-Hajiri. cet Darus Sunnah]

Subhanallah…

Kapan air mat a kit a mengalir karena al-Quran? Karena makna

yang dikandung nya?

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar -Roni al-M irluny

(26)

Kisah Kesepuluh

Pencinta Nyanyian dan Pencinta al-Quran Ketika W afat

Simak kisah berikut , dan ambillah pelajaran dari nya.

Salah seorang pekerja pemant au lalu lint as bercerit a :

" Tiba - t iba kami mendengar suara t abrakan yang kuat , t ernyat a

sebuah mobil yang menabrak mobil yang lain nya. Ini merupakan

sebuah kecelakaan yang sulit unt uk digambarkan, karena ada dua

orang dalam keadaan sangat parah. Kemudian kami

mengeluarkan dan membaringkan mereka dit epi jalan. Lalu kami

berusaha mengeluarkan pemilik mobil yang sat unya, t et api kami

menemukan nya t elah meninggal dunia.

Kemudian kami kembali kepada kedua orang t adi, dan t ernyat a

kami menemukan mereka dalam keadaan sekarat , maka dengan

segera t eman ku men-t aqin-kan kepadanya kalimat Syahadat .

Tet api lidah kedua orang t ersebut just ru malah melant unkan

nyanyian. Keadaan ini semakin membuat ku merinding, t et api

t emanku berlaku sebaliknya, ia t erus men-t alqin-kan kalimat

syahadat kepada mereka berdua karena ia menget ahui

bagaimana seharusnya bersikap t erhadap keadaan yang

(27)

berdua t erus melant unkan nyanyian - nyanyian, dan semakin

lama suara lant unan mereka semakin melemah. Kemudian orang

yang pert ama diam lalu di ikut i dengan orang yang kedua hingga

akhirnya mereka pun menghembuskan nafas nya yang t erakhir.

Lant as ia (t aman ku) berkat a : " Aku belum pernah menyaksikan

kejadian yang sepert i ini dalam hidupku."

Kemudian kami membaw a mereka berdua dengan mobil.

Teman ku berkat a : " Sesungguhnya manusia it u mengakhiri

hidupnya dengan kebaikan at au keburukan t ergant ung dengan

keadaan lahir dan bat in nya."

M aka aku pun t akut dengan kemat ian, aku banyak mengambil

pelajaran dari kejadian t ersebut dan melakukan shalat pada hari

it u dengan khusyu'.

Berselang beberapa w akt u, t erjadi lagi sebuah kecelakaan yang

sangat mengherankan pula yang menimpa seseorang yang

mengendarai mobil dengan kecepat an yang biasa.

Pada w akt u it u, m obilnya sedang dalam keadaan rusak karena

(28)

Ia pun t urun dari mobilnya unt uk memperbaiki kerusakan pada

salah sat u ban, kemudian secara t iba - t iba dat ang sebuah mobil

yang melaju dengan kencang, dan menabraknya dari belakang

lalu ia t erjat uh dengan luka yang cukup parah. Kemudian kami

membaw anya dengan mobil lalu menghubungi rumah sakit .

Ia adalah seorang pemuda yang masih berusia belia. Seorang

yang berpegang t eguh dengan agamanya yang dapat t erlihat

jelas dari penampilan nya dan ket ika kami membaw anya kami

mendengar bergumam, t et api kami t idak bisa mengert i apa yang

sedang ia kat akan. Namun ket ika kami melet akkan nya didalam

mobil dan berjalan (menuju rumah sakit ), maka barulah kami

dapat mendengar nya dengan jelas. Ternyat a ia sedang

melant unkan Al-Qur'an dengan suara lemah. Subhanallah.

Dia t erlihat melakukan hal t ersebut ket ika dalam keadaan krit is.

Ia t erus melant unkan al-Quran dengan suara yang indah dan t iba

- t iba ia t erdiam. Kemudian aku menoleh ke belakang dan

t ernyat a dia sedang mengangkat jari t elunjuknya sambil

bersyahadat kemudian kepalanya t ert unduk. Aku pun meloncat

ke belakang, aku sent uh t angan nya, dadanya, nafasnya, t idak

(29)

Aku pun menat apnya dan menet eskan air mat aku. Lalu aku

memberit ahukan t eman ku bahw a ia t elah m eninggal dunia,

maka t eman ku pun menangis. Aku pun masih menangis t erisak

dan suasana didalam mobil menjadi sangat mengharukan sekali,

hingga kami t iba dirumah sakit .

Kemudian kami memberit ahukan kejadian nya kepada set iap

orang yang kami t emui. Banyak diant ara mereka yang t erharu

dan ikut menet eskan air mat a. Diant ara mereka, ada yang set elah

mendengar kisah pemuda t ersebut , lalu pergi menghampirinya

lalu mencium kening pemuda t ersebut . Semua nya bersikeras

unt uk t et ap duduk disana unt uk menshalat kan nya. Salah

seorang pet ugas menghubungi rumah pemuda ini dan pada saat

it u, orang yang menerima t elepon adalah saudara kandungnya.

Kemudian ia berkat a t ent ang saudara nya it u : "Dia pergi set iap

hari Senin unt uk mengunjungi neneknya yang t inggal sendirian

didesa dan dia selalu mencari para janda, anak - anak yat im, dan

orang - orang miskin (unt uk bersedekah). Orang - orang didesa

t ersebut sangat mengenalnya dan ia juga selalu membaca buku -

buku dan kaset - kaset , sedangkan mobilnya penuh dengan beras

(30)

membut uhkan hingga permen unt uk anak - anak pun t idak dia

lupakan.

Dia selalu menjaw ab jika dit anya t ent ang jauhnya jarak

perjalanan yang dia t empuh " Sesungguhnya aku selalu

mengambil manfaat dari jauhnya perjalanan dengan menghafal

al-Quran dan mengulangnya, dan juga dengan kaset - kaset yang

bermanfaat , sesungguhnya aku selalu mem ohon ganjaran pahala

at as set iap langkah yang aku ayunkan."

Salah seorang yang hadir disana berkat a : " Dulu aku sering

merasa bahw a diriku selalu t erombang ambing t anpa arah di

dalam kehidupan ini. Aku selalu dihempaskan oleh kebingungan

dari segala arah karena w akt u ku banyak yang kosong dan

penget ahuan ku yang sedikit dan aku pada w akt u it u sangat jauh

sekali dari Allah. Ket ika kami menshalat kan pemuda t ersebut , lalu

kami menghadiri penguburan nya dan set elah pemuda it u

memulai menjalani hari pert amanya diakhirat , m aka aku seolah -

olah mulai menjalani hari pert amaku didunia ini. Aku benar -

(31)

[Hikayat M in Suu' Al-Khat imah hal 37-38. Lihat , Agar Anak M udah

M enghafal al-Quran hal 181-184. Hamdan Ham ud Al-Hajiri. cet

Darus Sunnah]

Alangkah indahnya akhir kehidupan para ahli Qur'an, para

penghafal al-Quran.

Dan alangkah buruknya akhir kehidupan para ahli nyanyian.

Semoga Allah memasukkan kit a kedalam golongan ahli al-Quran.

aamiin

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus Al-M irluny

Desa M erlung, Sabt u : 22 Ramadhan 1433 H / 11 Agust us 2012 M

---oOo---

Kisah Kesebelas

Keajaiban Hafalan dan Kekuatan M emori

1. Hafal al-Quran dalam w akt u 3 hari.

Hisyam bin M uhammad Al-Kalbi yakni seorang ahli nasab yang

t erkenal, penulis buku Al-Jamharat u fi Al-Ansab, beliau berkat a :

(32)

seorang pun. Aku mempunyai paman yang selalu menegurku jika

t idak memiliki hafalan al-Quran. Lant as aku masuk ke rumah kami

dan bersumpah t idak akan keluar sebelum aku dapat menghafal

al-Quran seluruhnya. Kemudian aku pun menghafalnya hanya

dalam w akt u 3 hari saja."

2. Hafal al-Quran dalam w akt u 40 hari.

Disebut kan bahw a Amir Asy-Sya'bi yakni seorang Tabi'in yang

dikenal sebagai Ulama Kufah, beliau mam pu menghafal al-Quran

hanya dalam w akt u 40 hari saja.

3. Hafal al-Quran dalam w akt u 80 hari.

Disebut kan dalam biografi Imam Ibnu Syihab az-Zuhri

rahimahullah bahw a beliau menghafal al-Quran selama 80 hari.

4. Hafal al-Quran dalam w akt u 2 bulan.

Disebut kan dalam biografi Abu Wa'il Syaqiq bin Salamah

disebut kan bahw asanya beliau menghafal al-Quran selama dua

bulan.

(33)

5. Hafal al-Quran dalam usia 5 t ahun.

Imam Al-Khat ib Al-Baghdadi menyebut kan t ent ang gurunya yang

bernama Abdullah bin Al-Laban bahw asanya beliau t elah

menghafal al-Quran ket ika usia beliau baru menginjak 5 t ahun.

6. Hafal al-Quran dalam w akt u 3 bulan.

Dalam sebuah saluran t elevisi Al-Fajar ada pert emuan dengan

Syaikh Shabir Abd Al-M aqsud. Syaikh bercerit a t ent ang dirinya :

“ Aku ingin menghafal al-Quran, maka aku memint a pert olongan

kepada Allah unt uk menghafalnya dan t idak lama sekit ar 3 bulan

t ernyat a aku sudah menghafal al-Quran dengan mant ap. Bahkan

aku menghafal pula nomor – nomor ayat dan t idaklah ada sat u

ayat dari al-Quran, melainkan aku menghafalnya berikut

nomornya, Aku t idak pernah salah kecuali dua kali saja.” Padahal

beliau adalah seorang yang diuji dengan kebut aan sehingga t idak

bisa melihat .

7. Hafal al-Quran dalam w akt u 2 bulan.

Dalam kit ab Ulamauna karya Fahd al-Badrani dan Fahd al-Barak

disebut kan t ent ang biografi Syaikh Abdurrahman Ad-Dausari

bahw asanya “ Beliau menghafal al-Quran al-Karim hanya dalam

(34)

menjauhkan diri dari manusia, bahkan beliau t idak kelaur rumah,

melainkan unt uk shalat saja.”

[Agar Anak M udah M enghafal al-Quran hal 185, 189-190 dan

194, Hamdan Hamud Al-Hajiri. Cet Darus Sunnah]

Subhanallah…

Sangat jauh nya kit a jika dibandingkan dengan mereka.

Semoga Allah memudahkan kit a didalam menghafal dan

mempelajari al-Quran dan mengamalkan nya.

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar -Roni al-M irluny

Desa M erlung, Sabt u 22 Ramadhan 1433 H / 11 Agust us 2012 M

---oOo---

Kisah Keduabelas

Sesungguhnya Al-Qur'an dit urunkan kepada Rasulullah

Shallallahu'alaihi w a sallam dikot a M ekkah dan kaum M usyrikin

sert a kaum kafirin pada saat it u mendengarnya. M ereka

(35)

t inggi, sert a kefasihan nya dan penjelasan nya yang

menakjubkan. Tidak ada sat u pun dari manusia yang sanggup

menandinginya at au menyamainya. Seandainya saja mereka

t idak membangkang dan sombong, niscaya mereka t elah menjadi

orang - orang yang mendapat hidayah, t et api kesombongan t elah

menghalangi mereka dari Islam dan menghalangi mereka dari

beriman.

Berikut ini beberapa cont oh orang yang t ergerak hat inya dengan

ket inggian sast ra Al-Qur'an dan t ercat at dari pengungkapan

mereka dibeberapa kesempat an yang berbeda t ent ang nya,

pengakuan mereka akan ket inggian bahasa al-Qur'an, keindahan

penjelasan nya sert a luasnya cakupan nya.

Abu Sufyan, Akhnas dan Abu Jahl yang M encuri Bacaan Al-Qur'an

Tat kala Rasulullah Shallallahu'alaihi w a sallam shalat di rumahnya

di M ekkah dan sedang membaca al-Qur'an, m aka t iba - t iba

dat ang Abu Sufyan bin Harb (sebelum dia masuk Islam),

AlAkhnas bin Syuraik dan Abu Jahl bin Hisyam unt uk menguping Al

(36)

masing dari mereka mengambil posisi unt uk duduk disisi rumah

beliau, sedangkan sat u sama lain dari mereka t idak saling

menget ahui, hingga t at kala fajar menyingsing set iap dari mereka

pun bergegas unt uk kembali kerumahnya masing - masing.

Namun t at kala hendak beranjak pulang, dipert engahan jalan,

mereka saling bert emu.

M ereka pun saling mencela sat u sama lain nya dan saling berkat a

: " Jangan kalian ulangi lagi karena seandainya orang - orang

rendahan menget ahui kalian, maka sungguh kalian t elah melukai

hat i mereka." lalu mereka pun pulang.

Pada malam yang kedua, kembalillah set iap dari mereka ke

t empat semula unt uk mencuri bacaan dan mendengar al-Qur'an,

lalu mereka bermalam disit u unt uk mendengarkan Al-Qur'an,

hingga ket ika fajar menyingsing, mereka pun bergegas pergi dan

bert emu lagi, maka sat u sama lain saling berkat a kepada yang

lain nya sebagaimana yang mereka kat akan pada pert emuan

sebelumnya, kemudian mereka pulang.

Terulang lagi hal it u pada malam ket iganya, lalu mereka berkat a,

(37)

perjanjian unt uk t idak kembali lagi mendengarkan Al-Qur'an.”

M aka mereka pun saling berjanji unt uk t idak kembali lagi,

kemudian mereka pulang kerumah.

Pada pagi hari keesokan hari nya, pergilah Al-Akhnas bin Syuraik

ke rumah Abu Sufyan dan berkat a : " Wahai Abu Hanzhalah

-kunyah lain dari abu sufyan-, apa pendapat mu t erhadap apa yang

t elah engkau dengar dari M uhammad?"

Lalu dijaw ab oleh Abu Sufyan : " Wahai Abu Tsa'labah (kunyahnya

Al-Akhnas), Demi Allah, sungguh aku t elah mendengar sesuat u

yang aku mengert i dan pahami maksudnya."

M aka Al-Akhnas berkat a : " Demi Allah, aku juga berpendapat

yang sama dengan mu."

Kemudian dia (Al-Akhnas) keluar menemui Abu Jahl dirumahnya

dan berkat a kepadanya, " Wahai Abu Hakam -kunyah lain Abu

Jahl- apa pendapat mu t erhadap apa yang t elah engkau dengar

dari M uhammad?"

(38)

Lalu Abu Jahl berkat a : " Apa yang aku dengar? Kami berpecah

belah dengan ket urunan Abdul M anaf, padahal dahulu apabila

mereka memberi makan, maka kami pun m emberi makan,

mereka memberi jam inan, maka kami pun memberi jam inan.

M ereka memberi, maka kami pun memberi juga, hingga t at kala

kami beriringan sew akt u berkendaraan, maka kami pun pada

w akt u laksana dua pasang kerbau laut , hingga t at kala akhirnya

mereka berkat a : " Sesungguhnya nabi yang diberi w ahyu dari

langit berasal dari ket urunan kami, maka kapankah kit a dapat

sama sepert i mereka?" Demi Allah sekali - laki aku t idak akan

beriman kepadanya juga t idak akan membenarkan nya." M aka

bangkit lah Al-Akhnas darinya lalu pergi meninggalkan Abu Jahl.

[Dalailun Nubuw ah 2/ 206, Abu Bakar Ahmad bin Al-Husain dan

Al-Bidayah w an Nihayah 3/ 63, Ibnu Kat sir. Diambil dari kit ab

Dengan Al-Qur'an M asuk Islamlah M ereka hal 66-69, Abdul Aziz

Sayyid Hasyim Al-Ghazzauli. cet Darus Sunnah]

bersambung kekisah yang lain insya'Allah....

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar -Roni al-M irluny

(39)

Kisah Ketigabelas Utbah bin Rabi’ah

Ut bah bin Rabi’ah adalah seorang pemuka dikaumnya. Pada

suat u hari ia pernah duduk – duduk di majelis Quraisy.

Sement ara Rasulullah Shallallahu’alaihi w a sallam pada saat it u

sedang duduk sendirian.

Kemudian Ut bah berkat a : “ Wahai kaum Quraisy, t idakkah kalian

memberikan izin kepada ku unt uk menemui M uhammad dan

mengajaknya berbicara, lalu aku t aw arkan kepadanya beberapa

hal, barangkali saja ia mau menerima sebagian nya, lalu kit a

berikan apa yang di inginkan dan maka dengan demikian kit a pun

dapat t enang dari ulahnya (maksudnya dari dakw ahnya)?”

M ereka berkat a : “ Ya t ent u saja, Wahai Abu Walid, t emuilah ia

dan ajaklah ia berbicara.”

Kemudian Ut bah pergi menemuinya, lalu berkat a : “ Wahai anak

saudaraku, sesungguhnya engkau adalah bagian dari kami yang

engkau t elah ket ahui sendiri kedudukan mu didalam nasab dan

(40)

membaw a sebuah berit a yang besar maka engkau memecah

belah kesat uan mereka dan menganggap bodoh impian mereka,

engkau cela dengan nya agama dan t uhan – t uhan mereka,

engkau kafirkan dengan nya orang – orang t erdahulu dan ayah –

ayah mereka, maka dengarkanlah aku, karena aku akan

menaw arkan kepadamu beberapa hal, yang barangkali nant inya

bisa menjadi bahan pert imbangan mu, dan semoga saja engkau

akan menerima beberapa darinya, lant as Rasulullah

Shallallahu’alaihi w a sallam bersabda : “ Kat akanlah w ahai Abu

Walid, aku akan mendengarnya.”

Ut bah berkat a : “ Wahai anak saudaraku, jika yang engkau

inginkan dari ini semua (dari dakw ah m u) adalah hart a maka

kami akan mengumpulkan nya unt uk mu dari hart a – hart a kami

hingga engkau menjadi orang yang paling kaya diant ara kami,

dan jika engkau menginginkan dengan nya kemuliaan, maka kami

akan memuliakanmu hingga kami t idak memulaikan siapapun

selain engkau, dan jika engkau inginkan adalah kekuasaan, maka

kami akan membuat mu menjadi berkuasa at as kami, at au jika

hal yang engkau baw a ini adalah hanya pendapat mu saja dan

engkau t idak mampu menghalaunya dari dirimu, maka kami akan

(41)

kami unt uknya hingga engkau sembuh darinya karena t erkadang

seseorang it u t erkalahkan dengan baw aan t abiat nya hingga ia

berobat darinya…”

Tat kala Ut bah selesai dari perkat aan nya, sement ara Rasulullah

Shallallahu Alaihi w a Sallam mendengarkan nya dengan baik,

lant as beliau berkat a : “ Apakah engkau t elah selesai w ahai Abul

Walid?”

Ia menjaw ab : “ Ya” Lalu beliau berkat a : “ M aka sekarang

dengarkanlah aku.” Ia berkat a “ Ya, aku akan mendengarkan mu.”

Lant as Rasulullah Shallallahu Alaihi w a Sallam membacakan

firman Allah Subhanahu w a t a’ala :

( 1 )

ﻢﺣ

( 2 )

ﹺﻢﻴﺣﺮﻟﺍ ﹺﻦٰﻤﺣﺮﻟﺍ ﻦﻣ ﹲﻞﻳﹺﱰﺗ

( 3 )

ﹶﻥﻮﻤﹶﻠﻌﻳ ﹴﻡﻮﹶﻘﱢﻟ ﺎﻴﹺﺑﺮﻋ ﺎﻧﺁﺮﹸﻗ ﻪﺗﺎﻳﺁ ﺖﹶﻠﺼﹸﻓ ﺏﺎﺘﻛ

( 4 )

ﹶﻓ ﺍﺮﻳﺬﻧﻭ ﺍﲑﺸﺑ

ﻻ ﻢﻬﹶﻓ ﻢﻫﺮﹶﺜﹾﻛﹶﺃ ﺽﺮﻋﹶﺄ

(42)

( 5 )

ﺪﺗ ﺎﻤﻣ ﺔﻨﻛﹶﺃ ﻲﻓ ﺎﻨﺑﻮﹸﻠﹸﻗ ﺍﻮﹸﻟﺎﹶﻗﻭ

ﺮﹾﻗﻭ ﺎﻨﹺﻧﺍﹶﺫﺁ ﻲﻓﻭ ﻪﻴﹶﻟﹺﺇ ﺎﻧﻮﻋ

ﹶﻥﻮﹸﻠﻣﺎﻋ ﺎﻨﻧﹺﺇ ﹾﻞﻤﻋﺎﹶﻓ ﺏﺎﺠﺣ ﻚﹺﻨﻴﺑﻭ ﺎﻨﹺﻨﻴﺑ ﻦﻣﻭ

( 1 ) Haa M iim.

( 2 ) Dit urunkan dari Tuhan Yang M aha Pemurah lagi M aha

Penyayang.

( 3 ) Kit ab yang dijelaskan ayat -ayat nya, yakni bacaan dalam

bahasa Arab, unt uk kaum yang menget ahui,

( 4 ) yang membaw a berit a gembira dan yang membaw a

peringat an, t et api kebanyakan mereka berpaling, t idak mau

mendengarkan.

( 5 ) M ereka berkat a: " Hat i kami berada dalam t ut upan (yang

menut upi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan t elinga kami

ada sumbat an dan ant ara kami dan kamu ada dinding, maka

bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)" . [Al-Qur’an

Surat Fushilat ayat 1- 5]

Kemudian beliau meneruskan bacaan nya dan ket ika Ut bah

mendengarnya ia t erdiam hingga Rasulullah sampai pada ayat

(43)

engkau t elah mendengarnya w ahai Abu Walid apa yang

seharusnya engkau dengar.”

Lalu Ut bah pergi menuju kepada sahabat – sahabat nya maka

merekapun saling berkat a kat a : “ Kami bersumpah, demi Allah

t elah dat ang kepada kalian Abul Walid dengan w ajah yang t idak

sama sebagaimana ia pergi t adi.”

M aka t at kala ia duduk dihadapan mereka, m ereka langsung

bert anya : “ Apa yang t erjadi t adi, w ahai abul Walid?” maka ia

menjaw ab : “ Tadi aku mendengar sebuah perkat aan dan dem i

Allah, aku belum pernah mendengar yang semisalnya sama sekali

dan aku berumpah dengan nama Allah bahw a perkat aan it u

bukanlah syair, juga bukan perkat aan t ukang sihir at au perkat aan

dukun. Wahai kaum Quraisy pat uhilah aku dan biarkanlah ia

bersama dengan apa yang diserukan nya dan tinggalkanlah ia

karena demi Allah sesungguhnya didalam perkat aan yang aku

dengar t adi t erdapat berit a besar yang jika bangsa Arab

menerimanya, maka akan cukuplah hal it u dari selain nya, dan

apabila hal it u muncul dikalangan orang Arab, maka akan

(44)

kejayaan kalian dan kalian pada saat it u menjadi manusia yang

paling berbahagia dengan nya.

M aka mereka berkat a : “ Demi Allah, sesungguhnya engkau w ahai

Abul Walid t elah t erkena sihirnya.” Lant as ia berkat a : “ Inilah

pendapat ku t erhadapnya, maka t erserah kalian mau berbuat

apa.”

[Dikeluarkan oleh ‘Abd bin Hamid didalam M usnadnya, dan

dinukil oleh Ibnu Kat sir didalam Al-Bidayah w a An-Nihayah 3/ 63

dab disebut kan juga oleh Al-Baihaqi didalam Dalailun Nubuw ah

2/ 202-206. Lihat Dengan Al-Qur’an M asuk Islam lah M ereka hal

68-71. Abdul Aziz Sayyid Hasyim Al-Ghazzauli. Cet Darus Sunnah]

Pelajaran :

1. Al-Qur'an bukanlah syair, bukan juga perkat aan t ukang sihir

at au dukun.

2. Al-Qur'an adalah M ukjizat dari Allah Subhanahu w a t a'ala

unt uk Rasulullah Shallallahu'alaihi w a sallam dan umat nya.

3. Orang kafir yang jujur hat i nya mengakui kebenaran Islam,

akan t et api kesombongan mereka memalingkan mereka dari

(45)

4. Dakw ah Rasulullah Shallallahu’alaihi w a sallam (Islam), bukan

unt uk mencari kemuliaan dimat a manusia, bukan unt uk mencari

hart a, bukan unt uk t ujuan – t ujuan dunia lain nya, t et api unt uk

menegakkan agama Allah yakni Islam.

5. Seharusnya sikap seorang da’I t erhadap orang yang memusuhi

nya adalah berlemah lembut dan menjaw ab t uduhan musuhnya

dengan dalil yang jelas dan nyat a dari al-Qur’an dan as-Sunnah.

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar -Roni al-M irluny

Jambi, 25 Sept ember 2012 M

---oOo---

Kisah Keempatbelas

Al-Walid bin M ughirah pernah dat ang menemui Nabi

Shallallahu'alaihi w a sallam dan ia berkat a kepada beliau :

" Bacakanlah kepada ku.” M aka Nabi Shallallahu'alaihi w a sallam

(46)

ﹾﺄﻳ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﱠﻥﹺﺇ

ِﻹﺍﻭ ﹺﻝﺪﻌﹾﻟﺎﹺﺑ ﺮﻣ

ﹺﻦﻋ ٰﻰﻬﻨﻳﻭ ٰﻰﺑﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﻱﺫ ِﺀﺎﺘﻳﹺﺇﻭ ﻥﺎﺴﺣ

ﹺﻲﻐﺒﹾﻟﺍﻭ ﹺﺮﹶﻜﻨﻤﹾﻟﺍﻭ ِﺀﺎﺸﺤﹶﻔﹾﻟﺍ

ۚ

ﹶﻥﻭﺮﱠﻛﹶﺬﺗ ﻢﹸﻜﱠﻠﻌﹶﻟ ﻢﹸﻜﹸﻈﻌﻳ

" Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat

kebajikan, memberi kepada kaum kerabat , dan Allah melarang

dari perbuat an keji dan permusuhan. Dia memberi pengajaran

kepada mu agar kamu dapat mengambil pelajaran." [Al-Qur'an

Surat An-Nahl ayat 90]

Lalu dia berkat a kepadanya : " Ulangi lagi." M aka Nabi

Shallallahu'alaihi w a sallam pun mengulangi nya lagi. Lalu

Al-Walid berkat a kepada beliau : " Demi Allah, sesungguhnya

didalam nya benar - benar t erdapat kelezat an dan keindahan,

yang at asnya penuh dengan buah - buahan dan baw ahnya penuh

dengan air dan bukanlah yang berkat a sepert i in i adalah

manusia."

Kabar it u akhirnya t erdengar hingga ke t elinga Abu Jahl bahw a

paman nya yakni al-Walid t elah mendengar Al-Qur'an dan

merasa t ersent uh dengan nya, maka Abu Jahl pergi menemui Al

(47)

kaum mu ingin mengumpulkan hart a mu." Al-Walid bert anya :

" M engapa?" Lalu Abu Jahl menjaw ab : " Unt uk diberikan kepada

mu lalu kau t aw arkan kepada M uhammad agar dia mau

menerimanya."

Al-Walid berkat a : " Sungguh kaum Quraisy t elah menget ahui

bahw a aku adalah t ermasuk orang yang paling kaya diant ara

mereka."

Abu Jahl berkat a : " M aka kat akanlah kepada kaum mu bahw a

enkau mengingkari apa yang t elah engkau dengar dari

M uhammad?"

Al-Walid pun berkat a : " Aku akan kat akan apa? Demi Allah, t idak

seorang pun dari kalian yang paling menget ahui t ent ang syair

daripada aku, t idak juga dengan pant un at au pun syair - syair

(mat ra) jin dari pada aku. Demi Allah, sesungguhnya apa yang

dikat akan M uhammad t idaklah sama dengan ini semua nya.

Sesungguhnya didalam perkat aan nya benar - benar t erdapat

kelezat an dan keindahan, yang bagian at asnya penuh dengan

(48)

t inggi dan t idak akan melebihinya, dan ia dapat menaklukan

segala apa saja yang ada dibaw ahnya."

benar - benar sihir yang dipelajari dari orang - orang t erdahulu.”

M aka t urunlah firman Allah Subhanahu w a t a'ala t ent ang

bant ahan t erhadap perkat aan Al-Walid bin M ughirah. Allah

Subhanahu w a t a'ala berfirman :

)

(49)

pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka

yang menyala-nyala. Dan makanan yang menyumbat di

kerongkongan dan azab yang pedih.” [Qur'an Surat Al-M uddat sir ayat 11 - 13]

[Dinukil oleh Imam al-Baihaqi didalam Dalailun Nubuw ah 2/ 199

dan al-Hakim didalam Al-M ust adraknya 2/ 507 dan ia berkat a :

Shahih at as syarat M uslim dan juga Al-Bidayah w an Nihayah

2/ 60, Ibnu Kat sir. Lihat buku Dengan Islam M asuk Islamlah

M ereka hal 71 - 73, Abdul Aziz Sayyid Hasyim Al-Ghazzauli. cet

Darus Sunnah]

Begit ulah keagungan Al-Qur'an, dimana keagungan nya diakui

juga oleh orang - orang kafir Quraisy. Tet api hidayah t aufiq

dit angan Allah Subhanahu w a t a'ala semat a, t ernyat a

kesombongan t elah menghalangi Al-Walid bin M ughirah dari

cahaya Islam.

Semoga Allah mengokohkan kit a diat as Islam dan

mew afat kan kit a dalam keadaan memeluk Islam

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar -Roni al-M irluny

(50)

Demikian saja, semoga bermanfaat -

Di Arsipkan pada :

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus Ibnu Roni Ibnu Ali Ibnu Tingkis Al-M irluny

Kota Jambi, Kamis : 24 Ramadhan 1434 H / 01 Agustus 2013 M

Diantara File yang Sudah Diarsipkan :

1. 10 Faidah Dari Abdullah bin M as’ud

2. M utiara Nasehat Para Ulama Jilid 1 (no 1 – 200)

3. Surat al-Kahfi : Terjemahan dan Keutamaan nya

4. 10 Faidah Tentang Canda

5. 10 Faidah Tentang M impi

6. 8 Kaidah Didalam M emahami Sunnah

Silahkan bergabung bersama kami dihalaman berikut ini : Taman - Taman Para Penuntut Ilmu

ht t ps:/ / w w w .facebook.com / Tam anParaPenunt ut Ilm u?ref=hl

M utiara Nasehat Dari Para Ulama

(51)

Kumpulan Hadits Shahih dari Enam Kitab Hadits ht t ps:/ / w w w .facebook.com / ShahihAlKut ubAsSit t ah?ref=hl

Tafsir Al-Qur'an

ht t ps:/ / w w w .facebook.com / pages/ Tafsir-Al-Firdaus/ 271819639600087?ref=hl

Shahih al-Bukhari

ht t ps:/ / w w w .facebook.com / pages/ M ajelis-Shahih-Al-Bukhari/ 129792160417548?ref=hl

Jejak Para Ulama

ht t ps:/ / w w w .facebook.com / pages/ Jejak-Para-Ulam a/ 292669534178515?ref=hl

Alamat Blog Kami :

http:/ / w w w .almirluny.blogspot.com/

Referensi

Dokumen terkait

keseimbangan gaya pada perhitungan reaksi dan gaya- gaya dalam struktur statis tertentu dan melatih ketrampilan. dalam perhitungan reaksi dan gaya dalam untuk

RKP Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (4) huruf b dan Pasal 5, memuat kebijakan ekonomi desa, prioritas dan sasaran pembangunan desa, rencana kerja yang berupa program

Kisah-kisah kalau ditinjau dari sisi pelaku, terbagi menjadi tiga bagian: Kisah para Nabi terdahulu, Kisah yang berhubungan dengan kejadian pada masa lalu dan orang-orang yang

4ari anamnesis pada anak didapatkan adanya ri*ayat kontak dengan pasien yang terinfeksi dengan moluskum kontagiosum di sekolah, kolam renang, tempat olah raga ataupun

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa instrumen tes keterampilan proses sains dan angket sikap terhadap sains

bassiana 3 kali selama periode pembentukan buah, pengendalian penyakit karat daun dan anrtraknose dengan pemangkasan bagian tanaman yang terserang, aplikasi fungisida

Hubungan negatif antara variabel Tingkat upah terhadap Kesempatan Kerja yang diperoleh dalam penelitian ini didukung oleh penelitian Lestari (2010), berdasarkan

Hasil penelitian tentang persepsi petani tentang koordinasi dengan pemerintah sebagian berada pada kategori sedang (73,00 persen) dengan rataan 9. Hal ini menunjukkan bahwa