Pemusatan simbolik dalam interaksi kelompok:
(Komunitas Samsung Galaxy Grand 2 Indonesia)
Sebagai Kelompok Virtual Dalam Media Sosial (
Face Book
)
Oleh Wisnu Kismoro
A. Fokus Pembahasan
Kelompok merupakan sebuah ungkapan yang dijadikan istilah dalam membahasakan individu yang bergerombol atau berkumpul dalam suatu sistim tertentu yang mengikat, dan hal ini terjadi berdasarkan sebuah kesepakatan yang terjadi baik secara sadar maupun tidak sadar, antara para individu dan sistim itu sendiri. Dalam suatu kelompok yang terbentuk atas lebih dari satu individu, interaksi tidak akan terelakkan, dan hal ini akan terus terjadi sebagai bentuk aktivitas dalam suatu kelompok. Aktivitas (interaksi) dalam suatu kelompok menjadi bukti bahwa terjadi sinergisitas antar aktor yang ada dalam kelompok, dan hal ini terjadi tidak begitu saja, melainkan melalui tanda sebagai bahasa yang mentransmisikan gagasan kepada indra yang digunakan dalam menginterpretasi, yang kemudian mengantar aktor komunikasi pada sebuah presepsi (interaksi simbolik). Interaksi semacam ini dalam praktiknya tentu berpusat pada hal yang menjadi acuan pembicaraan.
Adanya dunia maya, kemudian menjadi hal yang memfasilitasi terbentuknya suatu kelompok yaitu kelompok virtual. Kelompok ini beraktivitas secara semu melalui dunia maya, yang dalam pemahaman umum dunia ini disediakan oleh suatu sistem yang disebut internet. Kelompok virtual sebagai kelompok rujukan kemudian menjadi objek yang menarik untuk diteliti, dalam penulisan ini kelompok virtual dalam suatu media sosial (facebook) menjadi objek yang kemudian diteliti oleh penulis, yang kemudian perumusan masalah disajikan dalam pertanyaan sebagai berikut :
Pemusatan simbolik pada kelompok virtual (Komunitas Samsung Galaxy Grand 2 Indonesia) Sebagai Kelompok Virtual Dalam Media Sosial (Face Book) ?
Penelitian ini bertujuan untuk memahami penguraian dalam pemusatan simbolik pada interaksi dalam kelompok virtual.
Dalam sebuah perilaku kelompok, interaksi sosial menjadi salah satu bukti bahwa terjadi komunikasi sosial, yang didalamnya selalu melibatkan konsep diri, aktualisasi diri, dan tidak jarang bertujuan untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, dan hal tersebut dilakukan melalui sebuah perilaku yaitu komunikasi yang bersifat menghibur dan memupuk hubungan dengan orang lain. Dalam berinteraksi / berkomunikasi para aktor komunikasi menggunakan kode sebagai komponen yang membentuk sebuah hal yang disebut bahasa. Bahasa kemudian tanpa disadari menjadi salah satu media dalam penyampaian gagasan atau ide. Ketika kembali memahami bagaimana lahirnya pesan, ide atau gagasan menjadi formula dasar atas adanya pesan, yang selanjutnya ide atau gagasan membentuk sebuah pesan melalui kode atau tanda yaitu bahasa.
Dalam memahami pesan, semiotika tidak jarang dituding sebagai disiplin ilmu yang mampu digunakan untuk menguraikan pesan, yang mana didalamnya membahas tentang bagaimana memahami sebuah pesan terkonstruksi, mulai dari adanya icon sebagai tanda bermakna tunggal, simbol yang kemudian memiliki makna khusus dan multi tafsir (umum), hingga indeks yang menjelaskan tanda yang mengerucut pada konsep sebab akibat. Dalam hal ini, bahasa (audio, visual, audio visual) kemudian menjadi output dan yang digunakan dalam berkomunikasi atau berinterasksi. Dalam konteks komunikasi, bahasa kemudian dibedakan menjadi dua, yakni bahasa verbal dan nonverbal yang mana dalam penjelasannya disebut verbal ketika bahasa berupa informasi yang diucap melalui mulut dan diperjelas dengan suara yang dihasilkan oleh pita suara, sedangkan nonverbal ketika sebuah bahasa tersaji atau diekspresikan melalui gerak – gerak tertentu oleh anggota tubuh.
Dalam bahasa sosial menurut Padmadewi (2014:8) bahwa variasi bahasa dari segi penutur dapat ditinjau secara terstruktur, yakni dengan cara memperhatikan :
1) Idiolek : Variasi bahasa yang bersifat perseorangan;
2) Dialek : Variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relative, yang berada pada suatu tempat, wilayah, atau area tertentu;
3) Kronoleg : Variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu; 4) Sosioleg : Variasi bahasa yang berkenaan dengan status atau kelas sosial penutur
yang didalamnya dibedakan : a) Akrolek, d) Slang b) Basilek e) Kolokial c) Vulgar f) Jargon
C. Pemusatan simbolik dalam interaksi kelompok (Komunitas Samsung Galaxy Grand 2 Indonesia) Sebagai Kelompok Virtual Dalam Media Sosial (Face Book)
Komunitas Samsung Galaxy Grand 2 Indonesia merupaka sebuah kelompok virtual yang ada dalam dunia maya (internet), dan kelompok ini ada dalam sebuah jejaring sosial (facebook).
Gambar 1. Bukti Visual Kelompok dalam Internet (sumber:data penulis)
merupakan bentuk progress dari pemecahan masalah yang dialami tiap-tiap pengguna produk atas masalah yang melekat pada produknya.
Gambar 2. Interaksi dalam bahasa visual (sumber:data penulis)
Gambar 3. Interaksi dalam bahasa visual (sumber:data penulis)
Gambar 5. Interaksi dalam bahasa visual (sumber:data penulis)
Pemusatan simbolik kemudian membatasi kontek interaksi simbolik hanya dalam hal tertentu, yang dalam penulisan ini mengenai tehnologi dan merk dan type produk menjadi simbol yang berfungsi sebagai pusat atau kiblat pembicaraan.
Daftar Pustaka
Padmadewi, Ni Nyoman., P.D. Merlyna. dan N.P. Hadi .S. 2014. Sosiolinguistik.
Yogyakarta : Graha Ilmu