• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Ikan Badut Ditinjau dari Perspek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Peranan Ikan Badut Ditinjau dari Perspek"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH ZOOLOGI VERTEBRATA

PERANAN IKAN BADUT (

Amphirion sp

.) DITINJAU DARI

PERSPEKTIF ISLAM

Dosen Pengampu : Eka Fitriah, S.Si., M.Pd.

Disusun Oleh :

Nama : Nurul Amanah

NIM : (1413161015)

Kelas : Biologi C

Semester : IV (Empat)

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI

CIREBON

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ikan hias makin banyak diminati oleh masyarakat sehingga

permintaannya semakin meningkat baik di pasar lokal maupun internasional.

Berdasarkan data Pusat Data, Statistik dan Informasi Sekretariat Jenderal

Kementerian Kelautan dan Perikanan, volume ekspor ikan hias dari tahun

2007-2011 mengalami peningkatan sebesar 0,26%. (Alam, 2014)

Ikan Badut atau Clown Fish ini biasanya ditemukan berhubungan

dengan anemon di Oseania, Indo-Pasifik, dan Great Barrier Reef. Hal ini

dapat ditemukan secara individual, atau lebih umum, berpasangan atau

kelompok kecil dalam anemone sama seperti Heteractis magnifica atau

Stichodacty lamertensii. Clownfish liar jarang akan melebihi 4 ½ inci dan jika

dipelihara di akuarium atau diternakkan ukurannya jarang melebihi 3 ½ inci.

Clownfish sering dikagumi bila dilihat sedang bermain di anemon. Clownfish

dan Anemon tidak saling membutuhkan untuk bertahan hidup atau hidup

bahagia. Karena Anemon membutuhkan pencahayaan intens dan lingkungan

yang sangat stabil dalam akuarium, lebih baik untuk memilih anemone yang

membutuhkan perawatan yang lebih kecil untuk Clownfish itu.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah

sebagai berikut :

1. Bagaimana klasifikasi Ikan Badut?

2. Bagaimana morfologi dan anatomi Ikan Badut?

3. Bagaimana habitat dan penyebarannya?

4. Bagaimana peranan Ikan Badut dan ditinjau dari perspektif Islam?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan disusunnya makalah ini yaitu sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui klasifikasi Ikan Badut

(3)

3. Untuk mengetahui habitat dan penyebarannya.

(4)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Klasifikasi Ikan Badut

Klasifikasi ikan badut (Amphiprion percula), adalah sebagai berikut:

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Subfilum : Vertebrata

Superkelas : Osteichthyes

Kelas : Actynopterygii

Subkelas : Neopterygii

Ordo : Perciformes

Subordo : Labroidei

Famili : Pomacentridae

Genus : Amphiprion

Spesies : Amphiprion sandaracinos, Amphiprion polymnus, Amphiprion

frenatus, Amphiprion leucokranos, Amphiprion perideraion,

Amphiprion bicinctus, Amphiprion clarkii, Amphirion percula,

Amphirion ocellaris, Amphiprion chrysopterus

Gambar 1. Orange Anemonefish (Amphiprion sandaracinos)

Gambar 2. Tomato Clownfish (Amphiprion frenatus)

Gambar 3.Pink anemonefish (Amphiprion

perideraion)

(5)

lkan badut adalah ikan hias air asin dari subfamili Amphiprioninae.

Terdapat sekitar 28 spesies dikenali, salah satunya berada di genus Premnas,

sementara sisanya di genus Amphiprion.

B. Morfologi dan Anatomi Ikan Badut

1. Morfologi Ikan Badut

Clown fish lebih banyak dikenal masyarakat dengan sebutan ikan

badut. Clown fish sebenarnya terdiri tidak kurang dari 29 jenis, 28 jenis

dari genus Amphiprion, sedangkan satu jenis merupakan spsies dari genus

Premnas yang mempunyai cirri khusus duri preoper kualitas yang

dijumpai di bawah matanya. Pola warna pada ikan ini sering dijadikan

dasar dalam proses identifikasi mereka, disamping bentuk gigi, kepala dan Gambar 5. White-Bonnet Anemonefish

(Amphiprion leucokranos)

Gambar 6.Red Sea Anemonefish

(Amphiprion bicinctus)

Gambar 7.Clark’s Anemonefish

(Amphiprion clarkii)

Gambar 8. Orange-fin Anemonefish (Amphiprion chrysopterus)

Gambar 9. Clown Anemonefish (Amphiprion percula)

Gambar 10.False Clown Anemonefish

(6)

bentuk tubuh. Secara umum ikan Clown fish berukuran kecil, maksimal

dapat mencapai ukuran 10 – 15 cm. Berwarna cerah, tubuh lebar (tinggi)

dan dilengkapi dengan mulut yang kecil. (Djuhanda, 1981)

Sisiknya relatif besar dengan sirip dorsal yang unik. Pola warna

pada ikan ini sering dijadikan dasar dalam proses identifikasi mereka ,

disamping bentuk gigi, kepala dan bentuk tubuh. Variasi warna dapat

terjadi pada spesies yang sama; khususnya berkenaan dengan lokasi

sebarannya. Sebagai contoh A clarkii merupakan spesies yang

mempunyai penyebaran paling luas, sehingga spesies ini mempunyai

variasi warna yang paling banyak (tergantung pada tempat ditemukan)

dibandingkan dengan spesies ikan badut lainnya. (Ibid)

Ikan badut di alam mendapatkan makanan dari sekitar anemon. Ikan

badut merupakan ikan omnivora yang mengkonsumsi zooplankton,

invertebrata kecil (crustacean) dan parasit yang melekat pada tubuh

anemon serta alga bentik. Ikan badut biasanya menghabiskan sebagian

besar hidupnya untuk mencari makan, bermain, dan berpasangan dalam

wilayah tempat hidupnya (Michael, 2008).

Kebiasaan dari ikan badut yaitu mencari makan di siang hari

(diurnal). Waktu yang digunakan dalam mencari makan tiap jenis ikan

badut atau Clownfish tidak sama. Salah satu contohnya yaitu Amphiprion

chrysopterus menghabiskan kurang lebih 90% waktunya untuk makan dan

berenang di antara tentakel. (Ibid)

2. Anatomi Ikan Badut

a. Sistem Pernafasan dan Eksresi

Organ penting yang berperan dalam sistim pernafasan ikan adalah

insang, juga berfungsi sebagai mengatur pertukaran air dan garam dan

melepas nitrogen sisa hasil metabolisme. Pertukaran oksigen adalah

tujuan utama dari respirasi ikan. Proses fisiologis pengambilan oksigen

dari air jauh lebih sulit daripada mengeluarkan oksigen dari udara. Air

sekitar 800 kali lebih padat daripada udara dan mengandung oksigen

hanya sekitar 3%. Sedangkan udara mengandung sekitar 20% oksigen.

(7)

Proses respirasi memakan energi cukup tinggi dan sistem hanya

bekerja dengan baik jika ikan dalam kondisi fisik yang baik, dan

lingkungan mengandung oksigen terlarut yang memadai. Luas

permukaan insang hanya sekitar 6-10 kali lebih besar dari luas

permukaan seluruh tubuh. Areal ini relatif kecil dibandingkan dengan

paru-paru sebagai organ pertukaran. Sebaliknya, permukaan paru-paru

bisa 100 kali lebih besar dari permukaan tubuh mamalia. Pertukaran gas

terjadi di lamellae sekunder dari insang dan sangat efisien. Efisiensi ini

dicapai dengan aliran lawan arus air dan darah. Darah vena miskin

oksigen bergerak berlawanan dengan aliran air yang relatif kaya oksigen.

Dalam mekanisme ini, air harus mengalir terus-menerus melalui insang

untuk menjaga respirasi efektif. (Ibid)

Sekitar 80% dari oksigen lingkungan dilepaskan selama respirasi.

Pada manusia hanya 25% dari oksigen biasanya dilepas dari udara

selama respirasi. Pada ikan, anestesi dicapai dengan menggunakan

prinsip-prinsip ini. Agen anestesi dilarutkan dalam air dan anestesi

dipertahankan dengan menjaga air obat mengalir di insang, bahkan jika

seluruh tubuh ikan keluar dari air. Efektivitas ekstrim dari insang sebagai

organ pertukaran gas juga membuat mereka sangat rentan terhadap

bahan beracun. Zat beracun dapat terakumulasi dalam tubuh ikan hingga

1 juta kali konsentrasi zat yang sama di dalam air. (Ibid)

b. Sistem Ekskresi

Insang selain sebagai organ pernafasan, juga salah satu organ

ekskretori utama. Insang mengeluarkan mayoritas amonia sedangkan

sisanya dari produk limbah diekskresikan melalui ginjal. (Ibid)

Ekskresi produk sisa metabolisme hampir sama untuk semua

ikan, namun, ginjal dan insang memainkan peran signifikan berbeda

pada ikan air tawar dibandingkan dengan peran mereka dalam ikan air

(8)

Ikan air tawar yang hipertonik dibandingkan dengan lingkungan.

Sebagai konsekuensi langsung, air terus memasuki tubuh ikan melalui

insang dan pengenceran darah. (Ibid)

c. Sistem Peredaran Darah

Jantung ikan terdiri dari dua bagian, satu atrium dan satu

ventrikel. Jantung terdiri dari 4 bilik yaitu sinus venosis, atrium,

ventricle dan elastic bulbus arteriosis.

Sirkulasi darah mengalir dari jantung ke ventral aorta, ke arteri

branchial afferent , ke insang untuk oxygenasi dan berlangsung melalui

arteri efferent arteries ke dorsal aorta.Bilik disusun secara linear dan

darah bersirkulasi dalam jalur peredaran darah tunggal. Jantung dapat

diakses untuk proses mengeluarkan darah, namun bagian yang lebih

disukai adalah vena ekor.

Jaringan hematopoetic ikan terutama terdiri dari ginjal, tetapi

juga mencakup limpa dan hati. Darah ikan memiliki kemiripan dengan

darah reptil dan burung.

Parameter darah normal pada hewan darat tidak dapat digunakan

untuk ikan, karenaikan mengandung sel-sel yang jauh lebih rendah.

Oleh karena itu, tidak mungkin meramalkan kondisi normal darah ikan

menggunakan model hewan terestrial. Misalnya, leucosit pada ikan

hanya 10% dan normal bagi ikan. (Ibid)

Ikan juga mengandung haemoglobin rendah sehingga darahnya

tampak pucat. Pembuluh getah bening ada tetapi tidak ada kelenjar

getah bening yang terpisah. (Ibid)

Jantung terletak di caudo-ventral ke insang. Jantung ikan terdiri

dari 4 bilik yaitu; venosus sinous, satu atrium, satu ventrikel dan bulbus

arteriosus. Jantung berkembang baik. Sirkulasi menyangkut aliran

seluruh darah dari jantung melalui insang lalu ke seluruh bagian tubuh

(9)

d. Sistem Pencernaan Makanan

Sistem atau alat pencernaan pada ikan terdiri dari dua bagian,

yaitu saluran pencernaan (Tractus digestivus) dan kelenjar pencernaan

(Glandula digestoria). saluran pencernaan terdiri dari mulut, rongga

mulut, farings, esofagus, lambung, pilorus, usus, rektum dan anus.

Sedangkan kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan pankreas yang

berguna untuk menghasilkan enzim pencernaan yang nantinya akan

bertugas membantu proses penghancuran makanan. (Anonymous,

2013)

e. Sistem Reproduksi Ikan Badut

Ikan badut hidup dalam kelompok kecil dalam satu anemon yang

terdiri dari pasangan induk, beberapa ikan jantan muda, dan beberapa

anakan ikan yang juga berkelamin jantan. Ketika betinanya mati, ikan

jantan dominan akan berubah kelamin menjadi betina dan akan mencari

pasangan jantan, strategi ini dikenal sebagai sequential

hermaphroditism (perubahan kelamin secara berurutan). (Anonymous,

2010)

Saat musim pemijahan

(sekitar bulan purnama), telur

diletakkan pada permukaan relatif

datar dekat anemon mereka.

Kedua induk menjaga telur dan

mengipas telur mereka dengan air

segar selama 6 sampai 10 hari. Biasanya penetasan terjadi saat malam

hari, kurang lebih 2 jam setelah matahari terbenam.

Setelah menetas, bayi ikan badut akan naik ke permukaan dan

hidup dengan memakan plankton. Setelah cukup besar, anakan ikan

badut akan turun dari permukaan dan mencari anemon inang yang

sesuai. Di anemon inang, mereka akan mengikuti tahapan hirarki yang

ada. Setelah tumbuh dari anakan menjadi remaja yang belum matang

secara seksual, ikan badut akan masuk ke tahap berikutnya, yaitu

mengembangkan alat reproduksi jantan (gonad) yang matang sebagai

(10)

pasangan betina dominan.Ikan badut merupakan salah satu jenis ikan

hias air laut yang berhasil dikembangbiakkan di penangkaran dalam

skala besar. (Ibid)

C. Habitat dan Penyebaran Ikan Badut

Ikan badut (Amphiprion percula) berasal dari Papua Nugini dan

Kepulauan Solomon. Ikan badut hidup di laut dengan kedalaman 1-12 meter

pada derah terumbu karang di pesisir dan di teluk. Beberapa faktor yang

mempengaruhi distribusi dan arah distribusi dari ikan badut adalah jumlah

larva, ketersediaan anemon laut, faktor-faktor hidrografi dan adanya daratan

penghalang (Michael, 2008).

Habitat ikan badut (Amphiprion percula) berada di antara

tentakel-tentakel anemon. Hubungan antara ikan badut dan anemon adalah simbiosis

mutualisme, sehingga ikan ini juga dikenal sebagai ikan anemon.

Ikan badut merupakan ikan karang tropis yang hidup di perairan

hangat. Dengan daerah penyebaran di Samudera Pasifik (Fiji), Laut Merah,

Samudra Hindia (Indonesia, Malaysia, Thailand, Maladewa, Burma), dan

Great Barrier Reef Australia. Ikan badut dan anemone hidup berdampingan,

saling menguntungkan, Anemon akan melindungi ikan badut dan ikan badut

akan menangkal ikan kupu-kupu (Butterfly Fish) yang suka memakan

anemon. (Ibid)

D. Peranan Ikan Badut dan Ditinjau dari Perspektif Islam

1. Peranan Ikan Badut

Popularitas ikan badut tidak lepas dari perilaku simbiosisnya dengan

berbagai jenis anemon. Anemon, yang bagi jenis ikan lain beracun, bagi

ikan badut merupakan tempat berlindung yang aman dan nyaman. Ikan

badut kerap dijumpai bersembunyi, berselimut, dan bercengkrama diantara

tentakel-tentakel anemon yang beracun. (Endah, 2014)

Di alam, kehadiran ikan badut pada anemon dapat melindunginya dari

agresifitas beberapa jenis ikan seperti ikan angle atau ikan butterfly yang

(11)

tersebut sebagai tempat berlindung dari musuh alaminya. Tanpa

perlindungan dari anemon, ikan badut hanya dapat bertahan hidup

beberapa menit saja sebelum dimangsa oleh musuhnya. (Ibid)

Ikan badut sering pula melakukan tugas bersih-bersih pada tubuh

anemon yaitu dengan memunguti remah-remah makanan, atau kotoran

lainnya sehingga tubuh anemon bisa terbebas dari berbagai jenis

parasit. Sedangkan ikan badut sendiri sering membawakan makanan bagi

anemon. (Ibid)

Seperti halnya penghuni laut lainnya, ikan badut sebenarnya tidak

memiliki kemampuan untuk melawan racun dari anemon. Meskipun

demikian mereka memilki taktik yang jitu bagaimana mengatasi racun

tersebut. Tentakel anemon dilapisi oleh lendir yang memiliki kandungan

tertentu untuk melindunginya dari sengatan tentakel yang lain atau

tersengat oleh tentakel sendiri. Lendir inilah yang dimanfaatkan oleh ikan

badut untuk melindungi badannya dari sengatan tentekal anemon. Ikan

badut dapat bertahan beberapa saat terhadap sengatan tentakel sebelum

lumpuh. Dengan cara menggosok-gosokkan badannya secara cepat pada

tentakel ikan badut dapat melumuri seluruh tubuhnya dengan lendir

antisengat tentakel. Dalam waktu satu jam seekor ikan badut akan bisa

memenyelimuti seluruh tubuhnya dengan lendir antisengat tersebut,

sehingga pada akhirnya dia akan kebal sama sekali terhadap sengatan

tentakel. Dengan demikian, mereka akhirnya akan aman bermain dan

berada diantara tentakel-tentakel anemon.

Apabila ikan badut dipisahkan dari anemon selama beberapa jam,

mereka akan segera kehilangan kekebalannya, dan untuk menjadi kebal

kembali mereka perlu beradaptasi dan memerlukan waktu. (Ibid)

2. Ikan Badut Ditinjau dari Perspektif Islam

Tidak sedikit beberapa referensi yang menyatakan bahwa hewan laut

khususnya ikan itu halal, dikarenakan dalil Al-Qur’an menyatakan tegas

(12)

Tausikal, semua yang berada di laut termasuk pula yang memiliki nama

yang sama dengan hewan di daratan, tetap halal.

Allah Ta’ala berfirman,

ِةَرﺎﱠﯿﱠﺴﻠِﻟَو ْﻢُﻜَﻟ ﺎًﻋﺎَﺘَﻣ ُﮫُﻣﺎَﻌَطَو ِﺮْﺤَﺒْﻟا ُﺪْﯿَﺻ ْﻢُﻜَﻟ ﱠﻞِﺣُأ

“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal)

dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang

dalam perjalanan.” (QS. Al Maidah: 96).

Dalam ayat lain juga disebutkan,

ىَﺮَﺗَو ﺎَﮭَﻧﻮُﺴَﺒْﻠَﺗ ًﺔَﯿْﻠِﺣ ُﮫْﻨِﻣ اﻮُﺟِﺮْﺨَﺘْﺴَﺗَو ﺎًّﯾِﺮَط ﺎًﻤْﺤَﻟ ُﮫْﻨِﻣ اﻮُﻠُﻛْﺄَﺘِﻟ َﺮْﺤَﺒْﻟا َﺮﱠﺨَﺳ يِﺬﱠﻟا َﻮُھَو

lautan. Bahkan bangkai hewan air saja halal sebagaimana disebutkan dalam

hadits berikut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan,

ﱠﻰِﺒﱠﻨﻟا ٌﻞُﺟَر َلَﺄَﺳ

“Seseorang pernah menanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“ Wahai Rasulullah, kami pernah naik kapal dan hanya membawa sedikit

air. Jika kami berwudhu dengannya, maka kami akan kehausan. Apakah

boleh kami berwudhu dengan air laut?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa

sallam lantas menjawab, “ Air laut itu suci dan bangkainya pun halal.”

(HR. Abu Daud no. 83, An Nasai no. 59, At Tirmidzi no. 69. Syaikh Al

Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu

‘alaihi wa sallam bersabda,

(13)

“Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut

adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan

limpa.” (HR. Ibnu Majah no. 3314. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa

hadits ini shahih)

Penulis ‘Aunul Ma’bud berkata, “Seluruh hewan air yaitu yang

tidak hidup kecuali di air adalah halal. Inilah pendapat Imam Malik, Imam

Asy Syafi’i dan Imam Ahmad. Ulama-ulama tersebut mengatakan bahwa

bangkai dari hewan air adalah halal.”

Dalam Kifayatul Akhyar disebutkan,

“Jika ada hewan di laut yang tidak bisa hidup kecuali di air seperti ikan dan

semacamnya, maka hukumnya halal. Tidak diharuskan menyembelih

hewan air tersebut. Boleh jadi matinya karena benturan atau mati begitu

saja tanpa disembelih, tetaplah halal. Adapun hewan air yang bukan

berbentuk ikan, para ulama Syafi’iyah berselisih pendapat. Namun

pendapat yang lebih tepat, selama hewan tersebut adalah hewan air, maka

halal.” (Tausikal, 2014)

Berdasarkan penjelasan perspektif Islam mengenai hewan laut,

sudah jelas bahwa hewan laut seperti ikan itu halal. Walaupun sudah

menjadi bangkai sekalipun. Namun tak banyak orang mengonsumsi ikan

hias seperti Ikan Badut ini. Ada yang beranggapan bahwa mengonsumsi

ikan hias itu termasuk perilaku yang tidak biasa, karena harganya yang

lebih tinggi dari ikan konsumsi. Namun, pada dasarnya Ikan Badut ini

kurang layak untuk dikonsumsi. Terlebih karena simbiosis Ikan Badut

dengan anemon sangat menguntungkan bagi kedua pihak. Apabila ikan ini

ditangkap besar-besaran untuk dikonsumsi, akan merusak anemone serta

ekosistem laut. Walaupun ikan ini tidak dikonsumsi dan berukuran sangat

kecil, segala ciptaan Allah SWT itu tidak ada yang sia-sia. Sekecil apapun

(14)

antara Ikan Badut dan anemon. Seharusnya manusia sebagai mahluk

sempurna yang diciptakan Allah SWT, dapat mengambil pelajaran antara

(15)

BAB III

KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan mengenai ikan badut dan hubungannya dalam

perspektif Islam, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

1. Secara umum ikan badut berukuran kecil, maksimal dapat mencapai ukuran 10

– 15 cm. Berwarna cerah, tubuh lebar (tinggi) dan dilengkapi dengan mulut

yang kecil.

2. Pola warna pada ikan ini sering dijadikan dasar dalam proses identifikasi Ikan

Badut, disamping bentuk gigi, kepala dan bentuk tubuh.

3. Ikan badut diketahui merupakan ikan yang mempunyai daerah penyebaran

relatif luas, terutama di daerah seputar Indo Pasific.

4. Habitat utamanya berada di anemon.

5. Saat musim pemijahan (sekitar bulan purnama), telur diletakkan pada

permukaan relatif datar dekat anemon.

6. Ikan Badut dan anemone merupakan peranan yang menguntungkan bagi kedua

pihak.

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Brotowidjoyo, Mukayat Djarubito. 1994. Zoologi Dasar. Jakarta : Erlangga.

Budiarti, Asiani, Palungkun, Roni. 1992. Dunia Ikan. Jakarta : Penebar Swadaya.

Djuhanda, T. 1981. Dunia Ikan. Armico, Bandung.

Anonymous. 2002. Ikan Badut.

http://o-fish.com/DirektoriIkanLaut/IkanBadut.htm Diakses tanggal 5

Februari 2015 pukul 16.02 WIB.

Anonymous. 2010. Budidaya Ikan Badut Clownfish.

http://www.terangi.or.id/index.php?option=com_content&view=arti

cle&id=235%3Abudidaya-ikan-badut-

clownfish&catid=59%3Aperikanan-ornamental&Itemid=54&lang=id Diakses tanggal 5 Februari 2015

pukul 16.08 WIB.

Anonymous. 2013. 14 Fakta Menarik tentang Ikan Badut..

http://www.amazine.co/39150/wajib-tahu-14-fakta-menarik-tentang-ikan-badut-clownfish/ Diakses tanggal 5 Februari 2015

pukul 16.10 WIB.

Endah, Alam. 2014. Ikan Badut Nemo si Penjelajah Kecil.

http://alamendah.org/2014/09/18/ikan-badut-nemo-si-kecil-penjelajah-ratusan-kilometer/ Diakses tanggal 5 Februari 2015

pukul 16.04 WIB.

Olvista. 2010. Fauna Ikan Badut Anemon si Mungil dari Dasar Laut.

http://olvista.com/fauna/ikan-badut-anemon-si-mungil-dari-dasar-laut/ Diakses tanggal 5 Februari 2015 pukul 16.07 WIB.

Tuasikal, Muhammad Abduh. 2014. Tadabbur Ayat Laut. [Online] Terdapat pada:

http://rumaysho.com/tafsir-al-quran/tadabbur-ayat-laut-7134

Gambar

Gambar 1.  Orange Anemonefish
Gambar  6. Red Sea Anemonefish (Amphiprion bicinctus)

Referensi

Dokumen terkait

Jenis ikan laut dianalisis adalah ikan kembung (Rastrelliger faughni ) ikan tongkol (Acanthocybium solandri), ikan tengiri (Authis thazard) dan ikan air tawar adalah ikan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar cemaran logam berat timbal pada ikan sembilang dan ikan kepala batu, yang merupakan ikan yang hidup di daerah pesisir dan laut

Jenis ikan laut dianalisis adalah ikan kembung (Rastrelliger faughni ) ikan tongkol (Acanthocybium solandri), ikan tengiri (Authis thazard) dan ikan air tawar adalah ikan

Jenis ikan laut dianalisis adalah ikan kembung (Rastrelliger faughni ) ikan tongkol (Acanthocybium solandri), ikan tengiri (Authis thazard) dan ikan air tawar adalah ikan

Abstrak: Ikan Mujair adalah salah satu komoditas utama perikanan budidaya air tawar nasional. Ikan ini adalah jenis ikan yang hidup di air tawar yang bisa dikonsumsi.Kecamatan

Dalam tulisan ini disampaikan beberapa perkembangan teknik transportasi ikan laut hidup yang telah dilakukan pada kegiatan budidaya laut dan perdagangan ikan laut di Belitung,

Bakteri yang terdapat pada ikan sebagian besar berasal dari lingkungan sekelilingnya yaitu air sungai atau air tambak tempat ikan hidup atau dari air yang digunakan untuk

Binatang yang Hidup di Laut atau Air Semua binatang yang hidup di laut atau di air termasuk dalam makanan dan minuman halal, baik yang ditangkap maupun yang ditemukan dalam keadaan