• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keperawatan Medikal Bedah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Keperawatan Medikal Bedah"

Copied!
411
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Hadi Purwanto, S.Kep.,Ns.,M.Kes
  • Pengajar:
    • Dra. Dina Mustafa, M.Sc.
    • Mutimanda Dwisatyadini, M.Kep.
  • Sekolah: Tidak disebutkan
  • Mata Pelajaran: Keperawatan Medikal Bedah
  • Topik: Keperawatan Medikal Bedah
  • Tipe: Buku
  • Tahun: 2016
  • Kota: Tidak disebutkan

I. REVIEW MATERI ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM TUBUH

Bab ini membahas aspek fundamental dari anatomi dan fisiologi sistem tubuh manusia, yang sangat penting bagi mahasiswa keperawatan. Pemahaman yang mendalam tentang struktur dan fungsi sistem muskuloskeletal, perkemihan, endokrin, integumen, imun, dan persyarafan adalah kunci untuk memberikan asuhan keperawatan yang efektif. Melalui review ini, diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan berbagai sistem tubuh dan aplikasinya dalam praktik keperawatan. Bab ini juga dilengkapi dengan latihan dan tes untuk mengukur pemahaman mahasiswa.

1.1. Review Anatomi dan Fisiologi Sistem Muskuloskeletal dan Sistem Perkemihan

Topik ini mengkaji struktur dan fungsi dari sistem muskuloskeletal dan perkemihan. Mahasiswa belajar tentang tulang, sendi, otot, dan fungsi serta struktur ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Pengetahuan ini penting untuk memahami interaksi fisik dalam tubuh dan bagaimana gangguan pada sistem ini dapat mempengaruhi kesehatan pasien. Latihan yang diberikan bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang anatomi dan fungsi masing-masing bagian.

1.2. Review Anatomi dan Fisiologi Sistem Endokrin dan Integumen

Di sini, mahasiswa diperkenalkan pada sistem endokrin yang mengatur berbagai fungsi tubuh melalui hormon. Penjelasan mengenai kelenjar endokrin dan mekanisme kerja hormon menjadi fokus utama. Hal ini penting untuk memahami bagaimana ketidakseimbangan hormon dapat mempengaruhi kesehatan pasien. Selain itu, sistem integumen juga dibahas untuk mengetahui perannya dalam perlindungan tubuh. Latihan dan tes membantu mahasiswa untuk menguasai materi ini.

1.3. Review Anatomi dan Fisiologi Sistem Imun dan Persyarafan

Topik ini membahas sistem imun yang melindungi tubuh dari infeksi serta sistem persyarafan yang mengontrol aktivitas tubuh. Pengetahuan tentang komponen sistem imun dan cara kerjanya sangat penting bagi mahasiswa keperawatan untuk dapat memberikan perawatan yang tepat pada pasien dengan gangguan imun. Selain itu, pemahaman tentang sistem persyarafan membantu mahasiswa dalam menilai dan merawat pasien dengan masalah neurologis. Latihan dan tes disediakan untuk memastikan pemahaman yang baik.

II. KONSEP DAN TEORI ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

Bab ini menjelaskan konsep dan teori yang mendasari asuhan keperawatan medikal bedah. Fokus utama adalah pada pengkajian, diagnosis, intervensi, dan evaluasi asuhan keperawatan berdasarkan sistem tubuh yang berbeda. Materi ini sangat relevan untuk mempersiapkan mahasiswa dalam praktik keperawatan medikal bedah, di mana pemahaman yang baik tentang teori dan praktik sangat penting.

2.1. Pengkajian Dan Diagnosis Sistem Muskuloskeletal, Perkemihan, Endokrin, Integumen, Imun, Persyarafan

Dalam subtopik ini, mahasiswa belajar bagaimana melakukan pengkajian dan diagnosis terhadap berbagai sistem tubuh. Pengetahuan ini esensial untuk mengidentifikasi masalah kesehatan dan merencanakan intervensi yang sesuai. Latihan dan tes dirancang untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan pengkajian yang efektif.

2.2. Intervensi Asuhan Keperawatan Sistem Muskuloskeletal, Perkemihan, Endokrin, Integumen, Imun, Persyarafan

Topik ini memberikan pemahaman tentang intervensi yang tepat untuk sistem tubuh yang berbeda. Mahasiswa diajarkan tentang teknik-teknik intervensi yang dapat diterapkan dalam praktik keperawatan. Pengetahuan ini penting untuk meningkatkan hasil perawatan pasien dan memastikan keselamatan pasien. Latihan dan tes membantu mahasiswa untuk menerapkan teori ke dalam praktik.

2.3. Evaluasi Asuhan Keperawatan Sistem Muskuloskeletal, Perkemihan, Endokrin, Integumen, Imun, Persyarafan

Evaluasi merupakan bagian penting dari proses keperawatan. Dalam subtopik ini, mahasiswa belajar bagaimana mengevaluasi hasil dari intervensi keperawatan yang dilakukan. Pengetahuan ini membantu mahasiswa dalam menentukan efektivitas asuhan keperawatan dan membuat penyesuaian yang diperlukan. Latihan dan tes disediakan untuk memastikan pemahaman yang baik mengenai evaluasi.

III. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL

Bab ini membahas asuhan keperawatan untuk pasien dengan gangguan sistem muskuloskeletal, termasuk fraktur, osteoartritis, dan osteoporosis. Mahasiswa diajarkan tentang pengkajian, diagnosis, intervensi, dan evaluasi asuhan keperawatan yang spesifik untuk kondisi ini. Materi ini sangat penting untuk memastikan mahasiswa siap memberikan perawatan yang berkualitas kepada pasien dengan gangguan muskuloskeletal.

3.1. Asuhan Keperawatan Pasien Fraktur

Dalam subtopik ini, mahasiswa belajar tentang penanganan pasien dengan fraktur. Pengetahuan mengenai jenis fraktur, tanda dan gejala, serta manajemen nyeri sangat penting untuk perawatan pasien. Latihan dan tes dirancang untuk menguji pemahaman mahasiswa tentang perawatan pasien dengan fraktur.

3.2. Asuhan Keperawatan Pasien Osteoartritis dan Osteoporosis

Topik ini membahas asuhan keperawatan untuk pasien dengan osteoartritis dan osteoporosis. Mahasiswa diajarkan tentang pengelolaan gejala, pencegahan komplikasi, dan edukasi pasien. Pengetahuan ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan kondisi ini. Latihan dan tes disediakan untuk memastikan pemahaman yang baik.

IV. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN

Bab ini fokus pada asuhan keperawatan untuk pasien dengan gangguan sistem perkemihan, termasuk BPH, gagal ginjal, dan infeksi saluran kemih. Mahasiswa belajar tentang pengkajian, diagnosis, intervensi, dan evaluasi yang relevan untuk kondisi ini. Materi ini penting untuk mempersiapkan mahasiswa dalam memberikan perawatan yang efektif kepada pasien dengan gangguan perkemihan.

4.1. Asuhan Keperawatan Pasien BPH dan Urolithiasis

Mahasiswa diajarkan tentang penanganan pasien dengan BPH dan urolithiasis. Pengetahuan mengenai gejala, pengelolaan nyeri, dan pencegahan komplikasi sangat penting untuk perawatan pasien. Latihan dan tes dirancang untuk menguji pemahaman mahasiswa tentang perawatan pasien dengan kondisi ini.

4.2. Asuhan Keperawatan Pasien Gagal Ginjal

Topik ini membahas asuhan keperawatan untuk pasien dengan gagal ginjal. Mahasiswa belajar tentang manajemen dialisis, pengelolaan diet, dan edukasi pasien. Pengetahuan ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gagal ginjal. Latihan dan tes disediakan untuk memastikan pemahaman yang baik.

V. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM ENDOKRIN

Bab ini membahas asuhan keperawatan untuk pasien dengan gangguan sistem endokrin, termasuk diabetes melitus, hipertiroid, dan hipotiroid. Mahasiswa diajarkan tentang pengkajian, diagnosis, intervensi, dan evaluasi asuhan keperawatan yang spesifik untuk kondisi ini. Materi ini sangat penting untuk memastikan mahasiswa siap memberikan perawatan yang berkualitas kepada pasien dengan gangguan endokrin.

5.1. Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus

Dalam subtopik ini, mahasiswa belajar tentang manajemen diabetes melitus. Pengetahuan mengenai pengendalian glukosa darah, pengelolaan diet, dan edukasi pasien sangat penting untuk perawatan pasien. Latihan dan tes dirancang untuk menguji pemahaman mahasiswa tentang perawatan pasien dengan diabetes.

5.2. Asuhan Keperawatan Pasien Hipertiroid dan Hipotiroid

Topik ini membahas asuhan keperawatan untuk pasien dengan hipertiroid dan hipotiroid. Mahasiswa diajarkan tentang pengelolaan gejala, pencegahan komplikasi, dan edukasi pasien. Pengetahuan ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan kondisi ini. Latihan dan tes disediakan untuk memastikan pemahaman yang baik.

VI. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN GANGGUAN SISTEM INTEGUMEN

Bab ini fokus pada asuhan keperawatan untuk pasien dengan gangguan sistem integumen, termasuk luka bakar, herpes, dermatitis, dan infeksi. Mahasiswa belajar tentang pengkajian, diagnosis, intervensi, dan evaluasi yang relevan untuk kondisi ini. Materi ini penting untuk mempersiapkan mahasiswa dalam memberikan perawatan yang efektif kepada pasien dengan gangguan integumen.

6.1. Asuhan Keperawatan Pasien Luka Bakar

Mahasiswa diajarkan tentang penanganan pasien dengan luka bakar. Pengetahuan mengenai derajat luka bakar, manajemen nyeri, dan pencegahan infeksi sangat penting untuk perawatan pasien. Latihan dan tes dirancang untuk menguji pemahaman mahasiswa tentang perawatan pasien dengan luka bakar.

6.2. Asuhan Keperawatan Pasien Herpes dan Dermatitis

Topik ini membahas asuhan keperawatan untuk pasien dengan herpes dan dermatitis. Mahasiswa belajar tentang pengelolaan gejala, pencegahan komplikasi, dan edukasi pasien. Pengetahuan ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan kondisi ini. Latihan dan tes disediakan untuk memastikan pemahaman yang baik.

VII. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN GANGGUAN SISTEM IMUN

Bab ini membahas asuhan keperawatan untuk pasien dengan gangguan sistem imun, termasuk HIV/AIDS dan reaksi alergi. Mahasiswa diajarkan tentang pengkajian, diagnosis, intervensi, dan evaluasi asuhan keperawatan yang spesifik untuk kondisi ini. Materi ini sangat penting untuk memastikan mahasiswa siap memberikan perawatan yang berkualitas kepada pasien dengan gangguan imun.

7.1. Asuhan Keperawatan Pasien HIV/AIDS

Dalam subtopik ini, mahasiswa belajar tentang manajemen pasien HIV/AIDS. Pengetahuan mengenai pengelolaan gejala, pencegahan infeksi, dan edukasi pasien sangat penting untuk perawatan pasien. Latihan dan tes dirancang untuk menguji pemahaman mahasiswa tentang perawatan pasien dengan HIV/AIDS.

7.2. Asuhan Keperawatan Pasien Steven Jhonson

Topik ini membahas asuhan keperawatan untuk pasien dengan sindrom Steven Jhonson. Mahasiswa diajarkan tentang pengelolaan gejala, pencegahan komplikasi, dan edukasi pasien. Pengetahuan ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan kondisi ini. Latihan dan tes disediakan untuk memastikan pemahaman yang baik.

VIII. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN GANGGUAN SISTEM PERSYARAFAN

Bab ini fokus pada asuhan keperawatan untuk pasien dengan gangguan sistem persyarafan, termasuk miastenia gravis, trauma kepala, dan stroke. Mahasiswa belajar tentang pengkajian, diagnosis, intervensi, dan evaluasi yang relevan untuk kondisi ini. Materi ini penting untuk mempersiapkan mahasiswa dalam memberikan perawatan yang efektif kepada pasien dengan gangguan persyarafan.

8.1. Asuhan Keperawatan Pasien Miastenia Gravis

Mahasiswa diajarkan tentang penanganan pasien dengan miastenia gravis. Pengetahuan mengenai pengelolaan gejala, pencegahan komplikasi, dan edukasi pasien sangat penting untuk perawatan pasien. Latihan dan tes dirancang untuk menguji pemahaman mahasiswa tentang perawatan pasien dengan miastenia gravis.

8.2. Asuhan Keperawatan Pasien HNP dan Trauma Kepala

Topik ini membahas asuhan keperawatan untuk pasien dengan herniasi nukleus pulposus (HNP) dan trauma kepala. Mahasiswa belajar tentang pengelolaan nyeri, rehabilitasi, dan edukasi pasien. Pengetahuan ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan kondisi ini. Latihan dan tes disediakan untuk memastikan pemahaman yang baik.

8.3. Asuhan Keperawatan Pasien Stroke

Dalam subtopik ini, mahasiswa belajar tentang penanganan pasien dengan stroke. Pengetahuan mengenai pengelolaan gejala, rehabilitasi, dan pencegahan komplikasi sangat penting untuk perawatan pasien. Latihan dan tes dirancang untuk menguji pemahaman mahasiswa tentang perawatan pasien dengan stroke.

Referensi Dokumen

  • Smeltzer ( 2002 )
  • Victor ( 2001 )
  • Hassan ( 1997 )
  • Boedihartono ( 1994 )
  • Effendi ( 1995 )
  • Lynda Juall Capenito ( 1999 )

Gambar

Gambar 1.1  Tulang panjang
Gambar 1.5 : pattela ( tulang sesamoid
Gambar 1.6 Anatomi Sistem Perkemihan
Gambar 1.7 Struktur Ginjal
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penulis/peneliti antara tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada kesenjangan pada system endokrin yaitu tidak terjadi pembesaran kelenjar tiroid dan parotis 4.2 Diagnosa