• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dini Permatasari BAB I III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Dini Permatasari BAB I III"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dini Permatasari
  • Pengajar:
    • Ns. Ahmat Pujianto., S.Kep., M.Kep
    • Ns. Dody Setyawan. S.Kep., M.Kep
    • Ns. Yuni Dwi Hastuti, S.Kep., M.Kep
  • Sekolah: Universitas Diponegoro
  • Mata Pelajaran: Ilmu Keperawatan
  • Topik: Hubungan Tingkat Spiritualitas dengan Motivasi Sembuh Pasien Kritis di RSUD dr. Moewardi Surakarta
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2017
  • Kota: Semarang

I. PENDAHULUAN

Bagian ini memberikan pengantar mengenai topik penelitian yang berfokus pada hubungan antara tingkat spiritualitas dan motivasi sembuh pasien kritis di RSUD dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini penting karena pasien kritis sering mengalami masalah fisik, psikososial, dan spiritual. Latar belakang ini menjelaskan bahwa spiritualitas dapat mempengaruhi motivasi pasien dalam menghadapi penyakit mereka. Dengan memahami konteks ini, tujuan penelitian dirumuskan untuk mengeksplorasi hubungan tersebut secara lebih mendalam.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap aspek spiritual pasien kritis. Penelitian menunjukkan bahwa pasien yang memiliki tingkat spiritualitas yang tinggi cenderung memiliki motivasi sembuh yang lebih baik. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas perawatan di unit perawatan intensif, di mana pasien sering merasa terasing dan kehilangan harapan. Penekanan pada spiritualitas sebagai bagian dari perawatan holistik menjadi fokus utama dalam penelitian ini.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini berfokus pada bagaimana tingkat spiritualitas mempengaruhi motivasi sembuh pasien kritis. Dengan menjelaskan hubungan ini, penelitian bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih baik mengenai pentingnya dukungan spiritual dalam proses penyembuhan. Hal ini juga mengarah pada pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana perawat dapat mengintegrasikan aspek spiritual dalam praktik keperawatan mereka.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat spiritualitas dan motivasi sembuh pasien kritis. Penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien, tetapi juga untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana spiritualitas dapat berkontribusi pada motivasi sembuh. Dengan hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi praktik keperawatan dan kebijakan rumah sakit.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini mencakup peningkatan pemahaman bagi profesi keperawatan mengenai pentingnya spiritualitas dalam perawatan pasien. Selain itu, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi rumah sakit dalam merumuskan kebijakan pelayanan kesehatan yang lebih holistik. Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan spiritualitas dan motivasi sembuh.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka ini mencakup konsep dasar mengenai pasien kritis, spiritualitas, dan motivasi sembuh. Pemahaman tentang ketiga konsep ini sangat penting untuk memahami dinamika yang terjadi pada pasien kritis. Tinjauan ini juga mencakup penelitian sebelumnya yang relevan, yang menunjukkan hubungan antara spiritualitas dan motivasi sembuh, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keduanya.

2.1. Konsep Dasar Pasien Kritis

Pasien kritis adalah mereka yang mengalami kondisi kesehatan yang sangat berisiko dan memerlukan perawatan intensif. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa pasien tidak hanya menghadapi masalah fisik, tetapi juga masalah psikologis dan spiritual. Pengetahuan ini membantu perawat dalam memberikan perawatan yang lebih komprehensif dan menyeluruh.

2.2. Konsep Dasar Spiritualitas

Spiritualitas didefinisikan sebagai hubungan individu dengan sesuatu yang lebih besar, yang dapat memberikan makna dan tujuan dalam hidup. Dalam konteks pasien kritis, spiritualitas dapat menjadi sumber kekuatan dan harapan, yang berkontribusi pada motivasi sembuh. Memahami konsep ini penting bagi tenaga kesehatan untuk mendukung pasien secara holistik.

2.3. Konsep Dasar Motivasi Sembuh

Motivasi sembuh adalah dorongan internal yang mendorong individu untuk mencapai kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa motivasi yang tinggi dapat mempercepat proses penyembuhan pasien. Dalam konteks pasien kritis, faktor-faktor seperti dukungan sosial dan spiritualitas berperan penting dalam membangun motivasi ini.

2.4. Kerangka Teori

Kerangka teori dalam penelitian ini menggambarkan hubungan antara tingkat spiritualitas dan motivasi sembuh. Teori-teori yang mendasari penelitian ini mencakup pemahaman tentang bagaimana spiritualitas dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik pasien. Kerangka ini menjadi landasan bagi analisis data dan interpretasi hasil penelitian.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian ini dirancang untuk mengeksplorasi hubungan antara tingkat spiritualitas dan motivasi sembuh pasien kritis. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian korelasional, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel. Selain itu, penjelasan mengenai populasi, sampel, dan teknik pengumpulan data juga disampaikan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang proses penelitian.

3.1. Kerangka Konsep

Kerangka konsep penelitian ini menjelaskan variabel independen (tingkat spiritualitas) dan variabel dependen (motivasi sembuh). Dengan memahami hubungan antara kedua variabel ini, penelitian dapat memberikan wawasan tentang bagaimana spiritualitas dapat berkontribusi pada motivasi sembuh pasien kritis.

3.2. Hipotesis

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan positif antara tingkat spiritualitas dan motivasi sembuh pasien kritis. Dengan menguji hipotesis ini, penelitian bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh spiritualitas terhadap motivasi sembuh.

3.3. Jenis dan Rancangan Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional. Pendekatan cross-sectional digunakan untuk mengumpulkan data pada satu titik waktu, yang memungkinkan analisis hubungan antara variabel tanpa adanya intervensi dari peneliti.

3.4. Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah pasien kritis yang dirawat di ruang ICU dan ICVCU RSUD dr. Moewardi. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang jelas untuk memastikan bahwa sampel yang diambil relevan dan representatif.

Referensi Dokumen

  • Daily Spiritual Experiences Before and After Near-Death Experiences ( Khanna )
  • Hubungan Dukungan Keluarga dalam Proses Perawatan dengan Motivasi Sembuh pada Pasien yang Dirawat di Ruang ICU dan ICCU RSUD Dr. Soedirman Kebumen ( Wiji Purwanti )

Gambar

Gambar. 1 Kerangka teori 20,21,22,23,24,25,26
Tabel. 1 Variabel penelitian, definisi operasional dan skala pengukuran

Referensi

Dokumen terkait

Motif ialah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu (M. Motivasi untuk menyelidiki dan memanipulasi lingkungan, yang sering sekali

Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan sehingga semakin besar

Dalam mencapai suatu tujuan pendidikan, seseorang memerlukan sebuah motivasi atau dorongan. Motivasi merupakan sesuatu yang ada dalam diri seseorang, yang

Motivasi kerja adalah sesuatu spirit pendorong (penggerak) yang ada dalam diri seseorang untuk bertindak atau menimbulkan semangat atau dorongan kerja sehingga dapat

Dalam mencapai suatu tujuan pendidikan, seseorang memerlukan sebuah motivasi atau dorongan. Motivasi merupakan sesuatu yang ada dalam diri seseorang, yang mendorong

Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong sesorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi dapat menentukan baik tidaknyadalam mencapai tujuan sehingga semakin

Menurut Nashar (2004), motif merupakan segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu; sedangkan motivasi merupakan seluruh proses gerakan

Motivasi merupakan kekuatan untuk mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu hingga mencapai tujuan tertentu (Uno 2015). Oleh sebab itu, motivasi sangatlah penting dimiliki