BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1.Terminologi Judul
Judul dari proyek ini adalah “Pusat Perbelanjaan dan Rekreasi NEA Avenue”. Berikut ini merupakan penjelasan terhadap judul kasus proyek tersebut :
• Kuala Namu, adalah kawasan bandara yang berada di kabupaten Deli Serdang ( dulu desa Kuala Namu ) dalam wilayah Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kuala Namu terletak 39 km dari ibu kota Sumatera Utara, Medan.
• Shopping, berasal dari bahasa Inggris yaitu shop yang artinya toko/retail, dengan penambahan (ing) sehingga artinya menjadi berbelanja atau membeli sesuatu yang dibutuhkan/diinginkan. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia belanja berarti uang yang akan dikeluarkan untuk keperluan sesuatu. Sedangkan secara harfiah, belanja adalah suatu kegiatan membeli sesuatu untuk kebutuhan hidup yang mencakup kebutuhan primer, sekunder, dan tersier
• Mall, adalah jenis dari pusat perbelanjaan yang secara arsitektur berupa bangunan tertutup dengan suhu yang diatur dan memiliki jalur untuk berjalan-jalan yang teratur sehingga berada diantara toko-toko kecil yang saling berhadapan. Karena bentuk arsitektur bangunannya yang melebar (luas), umumnya sebuah mall memiliki tinggi tiga lantai.
• NEA Avenue, yaitu nama dari bangunan perancangan yang akan akan dilakukan. Bangunan mixed-use ini yang fungsinya terdiri dari Pusat Perbelanjaan dan Rekreasi NEA Avenue , Hotel Business dan Office.
Berdasarkan batasan pengertian diatas, diambil kesimpulan bahwaPusat Perbelanjaan dan Rekreasi NEA Avenueadalah sebuah pusat perbelanjaan yang
II.2. Lokasi
Deli Serdang sebagai kabupaten yang cukup dekat dengan ibukotanya Provinsi Sumatera Utara yaitu Medan yang tergolong sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, secara geografis kecamatan Btang Kuis terletak pada 335 – 341 LU 41 – 46 BT. Batang Kuis memiliki luas wilayah mencapai 4.034 Ha.
II.2.1. Kriteria Pemilihan Lokasi
Pemilihan lokasi yang tepat merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dari hampir semua proyek arsitektur. Untuk memilih lokasi yang akan dijadikan tempat pelaksanaan proyek ini, maka penting terlebih dahulu dibuat kriteria-kriteria pemilihan lokasi.
Gambar 2.1 Lokasi Tapak Sumber : Google Map
Tabel II.1 Kriteria Pemilihan Lokasi
No. Kriteria Lokasi
1. Tinjauan terhadap struktur kota
2 Pencapaian Lokasi harus terletak pada daerah yang mudah dicapai oleh kendaraan pribadi, kendaraan umum, ataupun pejalan kaki 3 Area pelayanan Area disekitar site hendaknya
merupakan fungsi-fungsi yang dapat saling mendukung dengan bangunan yang direncanakan atau di sekitar sarana prasarana yang membutuhkan jasa/pelayanan yang berhubungan dengan berbelanja, seperti permukiman penduduk, terminal, dan pusat komersil lainnya.
4. Status kepemilikan Ada status hak milik
5. Nilai lahan Harus mencukupi untuk program fungsional dan fasilitas fasilitas yang direncanakan
6. Peraturan Tanah milik pemerintah. Nilai lahan cukup tinggi untuk daerah komersil. Peraturan KDB Bangunan 60% KLB Bangunan maks. 8 lantai.
(Sumber: RUTRK Kab Deli Serdang Tahun 2005)
II.2.2. Deskripsi Kondisi Lokasi Existing
ProyekPusat Perbelanjaan dan Rekreasi NEA Avenue secara umum dapat di jabarkan sebagai berikut :
Judul proyek : Pusat Perbelanjaan dan Rekreasi NEA Avenue
Status proyek : Fiktif
Lokasi tapak : Jln. Kuala Namu, Kec. Batang Kuis, Kab. Deli
Serdang
Batas-batas site :
Batas utara : Lahan komersil lainnya Batas timur : Lahan komersil lainnya
Batas selatan : Jl. Kuala Namu ( jalan menuju bandara) Batas barat : Lahan komersil lainnya
Luas lahan : 4 Ha
Kontur : Relative datar KDB : 60 %
KLB : Maks. 8
Fungsi existing : Lahan kosong
Potensi lokasi :
Terletak jauh dari kebisingan kota Berada dekat kawasan bandara Transportasi lancar
Luas site mendukung
II.3. Tinjauan Fungsi
II.3.1. Deskripsi Pengguna dan Kegiatan
Pengguna kegiatan dalam Pusat Perbelanjaan dan Rekreasi NEA Avenue terdiri atas pengunjung, penyewa, pengelola, dan servis.
• Pengunjung adalah pihak yang melakukan kunjungan ke Pusat Perbelanjaan dan Rekreasi NEA Avenue, yang dibagi
berdasarkan pertimbangan tertentu seperti : Berdasarkan golongan :
- Masyarakat berpenghasilan menengah - Masyarakat berpenghasilan cukup
Berdasarkan klasifikasi umur :
- Remaja ( usia 14-24 tahun ) - Dewasa ( usia 25-45 tahun ) - Lanjut usia
Berdasarkan motivasi atau tujuan :
- Pengunjung untuk berbelanja
- Pengunjung hanya untuk berjalan jalan
• Penyewa
Penyewa adalah pihak yang menyewa retail-retail yang terdapat dalam bangunan untuk menjual barang dan jasa mereka kepada pengunjung yangdatang.
• Pengelola
Pengelola adalah pihak yang melakukan pengelolaan
kegiatan administrasi dan operasional yang dibedakan dalam 2 tingkatan, yaitu :
- Pimpinan, terdiri dari direktur dan wakil direktur.
Direktur ini dibantu oleh sekretaris yang bertanggung jawab langsung kepada direktur.
- Kepala bagian, terdiri dari kabag operasional, keuangan,
pemasaran, keamanan, pemeliharaan, dan perawatan gedung.
• Servis
Servis adalah pihak yang melakukan kegiatan pelayanan bangunan seperti masalah lahan, keamanan, utilitas, pantry dan pergudangan.
Berdasarkan pelaku kegiatan, maka kegiatan yang dilakukan adalah :
1. Kegiatan aktivitas umum yang dilakukan pengunjung adalah Berbelanja
Melihat pertunjukan yang diberikan oleh pihak pengelola Jalan-jalan / cuci mata
Makan / minum
Menggunakan fasilitas penunjang yang ada di shopping
arcade
2. Kegiatan pengelola, aktivitas yang dilakukan oleh pengelola adalah :
Mengelola dan mengatur jalannya operasional bangunan Melayani kebutuhan para konsumen
Persiapan peralatan dan tempat sebelum kegiatan
pertunjukkan
Memberikan informasi singkat Melakukan kegiatan administrasi
Penyelenggaraan kegiatan penunjang ( bisa saja
bekerjasama dengan badan lain yang bersangkutan ) Mengadakan publikasi
3. Kegiatan servis, aktivitas yang dilakukan adalah : Membersihkan setiap ruangan
Melakukan perawatan dan perbaikan terhadap bangunan dan peralatan-peralatan yang ada didalamnya
Mengurus loading dock Mengurus utilitas bangunan Menjaga keamanan
Tabel II.2.Deskripsi Pengguna dan Kegiatan
Fungsi Fasilitas Pemakai Kegiatan Kebutuhan
isoma
Penyewa Mengatur penjualan, melayani pembeli
Retail
Karyawan Melayani pembeli,
Restoran Pengelola Administrasi, mengontrol
Karyawan Melayani
alat bekerja,
Pergudangan Karyawan Mengontrol, servis, administrasi
R.bongkar
muat
Gudang utama
Penyewa Menitipkan barang
Parkir Pengelola, karyawan Pengunjung Parkir mobil
dan motor
II.3.2. Deskripsi Perilaku Pengunjung
Diagram 2.1 Deskripsi Perilaku Pengunjung
Karyawan
Diagram 2.2 Deskripsi Perilaku Karyawan Pengelola
Diagram 2.3 Deskripsi Perilaku Pengelola Datang Mencari
parkir
Berbelanja
Jala-jalan
Rekreasi
Parkir
Pulang
II.3.3 Deskripsi Kebutuhan Ruang
1. Fasilitas utama ( Fasilitas perbelanjaan ) Supermarket
Men’s and ladies fashion Sportwear equipment Bookstore
Retail
2. Fasilitas pendukung
Food court, cafe, restoran Mini timezone
3. Fasilitas pelengkap
Open space, yaitu ruang terbuka seperti pedestrian, taman,
dan sebagainya Atrium
4. Fasilitas pelayanan Kantor pengelola Toilet umum Musholla ATM gallery Loading dock Pos satpam
II.3.4 Deskripsi Persyaratan Ruang dan Kriteria Ruang Tabel 2.3 Persyaratan dan Kriteria Ruang
Fungsi Kelompok fungsi Kebutuhan ruang Persyaratan Shopping
arcade
Utama Kantor pengelola Mudah dalam pencapaian
Hall Cukup luas
Cafe Memerlukan view yang bagus, suasana tenang Supermarket Disesuaikan
dengan modul struktur
Food court Memerlukan view yang bagus, suasana tenang
Retail Disesuaikan
dengan modul struktur
Musholla Nyaman, tenang Area parkir Kemudahan
pencapaian
A. Persyaratan dapur, ruang makan, dab gudang makan 1. Dapur
Luas dapur sekurang-kurangnya 40 % dari ruang makan atau
27 % dari luas bangunan
Permukaan langit-langit harus menutupi seluruh atap ruang
dapur
Dapur paling sedikit terdiri dari :
Tempat pencucian peralatan
Tempat pengepakan
Tempat persiapan
Tempat administrasi
2. Ruang makan
Untuk setiap kursi tersedia ruangan minimal 0.85
Pintu yang menghubungkan dengan halaman dibuat rangkap,
Jumlah bahan makanan yang disimpan disesuaikan dengan
jumlah bahan makanan
Tidak boleh menyimpan bahan lain selain makanan
Dilengkapi dengan rak-rak tempat penyimpanan bahan
makanan
B. Persyaratan tempat penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi
1. Penyimpanan bahan makanan
Penempatan terpisah dengan makanan jadi Bahan makanan disimpan dalam aturan sejenis
2. Penyimpanan makanan jadi terlindung dari debu, bahan kimia berbahaya, serangga dan hewan.
C. Persyaratan fasilitas sanitasi 1. Air bersih
Harus sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia yang berlaku
Jumlahnya cukup memadai untuk seluruh kegiatan dan tersedia
pada setiap tempat kegiatan 2. Pembuangan air limbah
Sistem pembuangan air limbah harus baik, tidak merupakan sumber pencemaran, misalnya memakai saluran tertutup
3. Toilet
Letak tidak berhubungan langsung ( terpisah dari ) dengan dapur, ruang persiapan makanan, ruang tamu, dan gudang makanan
Didalam toilet harus tersedia jamban, bak air, dan sebagainya Toilet untuk wanita terpisah dengan toilet untuk pria
Lantai dibuat kedap air, tidak licin, mudah dibersihkan dan
kelandaiannya cukup Tersedia tempat cuci tangan. 4. Tempat sampah
Tempat sampah dibuat dari bahan kedap air, tidak mudah
berkarat. Mempunyai tutup dan memakai kantong plastik khusus untuk sisa-sisa bahan makanan dan makanan jadi cepat membusuk
Tersedia pada setiap tempat / ruang yang memproduksi
5. Tempat cuci tangan
Jumlah tempat cuci tangan tamu disesuaikan dengan kapasitas
tempat duduk
Tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun cair dan alat
pengering
6. Tempat mencuci peralatan
Terbuat dari bahan yang kuat, aman, tidak berkarat dan mudah
dibersihkan
Bak pencucian sedikitnya terdiri dari 3 bak pencuci, yaitu
mengguyur, menyabun, dan membilas 7. Tempat pencucian bahan makanan
Terbuat dari bahan yang kuat, aman, tidak berkarat, dan mudah dibersihkan
8. Fasilitas penyimpanan pakaian ( loker ) karyawan
Terbuat dari bahan yang kuat, aman, mudah dibersihkan dan tertutup rapat
Loker utnuk pria dan wanita dibuat terpisah
9. Peralatan pencegahan masuknya serangga dan tikus
D. Fasilitas pengelola
1.Berdasarkan peraturan ketenagakerjaan : Ruang kerja minimum 8 m²
Ruang udara minimum 12 m² pada ruang beraktivitas duduk
dan 15 m² pada ruang beraktivitas gerak Untuk ruangan ≤50 m² = 2.50 m
Untuk ruangan ≥50 m² = 2.75 m Untuk ruangan ≥100 m² = 3.00 m Untuk ruangan dari 250 – 2000 m² = 3.25 m
2. Berdasarkan “Peraturan Keamanan untuk Tempat Kerja
Perkantoran”, untuk kantor ruangan sel/kecil minimum 8-10 m, ruang kantor besar minimum 12-15 m²
3. Lebar minimum jendela adalah 1.2
II.3.5 Studi Banding Fungsi Sejenis Suzuya Mall Tanjung Morawa
Gambar 2.2. Suzuya Mall Tanjung Morawa
SUZUYA Tanjung Morawa berada dijalan lintas Medan- L.Pakam Dusun IV km. 17,5 desa Tanjung Morawa, kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. SUZUYA Tamora berdiri pd tgl 17 Januari 2008, dengan jenis kegiatan usaha bergerak di Pasar Swalayan.Luas Toko SUZUYA Superstore Tamora lebih kurang 2.251/m2. dengan fasilitas lapangan parkir yg cukup luas dgn daya tampung sebanyak 500 kenderaan roda dua, dan 50 kendaraan roda empat.Jumlah Karyawan SUZUYA Tamora sebanyak 90 orang,- dan jumlah karyawan supplier sebanyak 30 orang. Jumlah item yg tersedia lebih kurang 400.000 item. Program kegiatan rutin yg diberikan untuk karyawan adalah pemilihan the best Customer Service , reward untuk the best performance Growth sale percategory,dan sabtu ceria.
Carefour Medan Plaza
Gambar 2.3. Carefour Medan Plaza
Plaza Medan Fair atau lebih sering disebut warga Medan adalah Carrefour. Plaza Medan Fair ini terletak di Jalan Gatot Subroto Km.2 Medan.Berdekatan dengan simpang Majestyk dan Medan Plaza. Plaza Medan Fair ini dulunya adalah tempat bermain yang bernamaTaman Ria Medan. Taman Ria ini dulu merupakan tempat bermain yang menyajikan berbagai macam arena permainan.Tapi Taman Ria ini dulunya tidak setiap saat ada, namun 1 bulan sekali dalam 1 tahun, yaitu bulan April.
Mengapa Plaza Medan Fair ini sering disebut orang menjadi Carrefour, sedangkan di dalam Plaza Medan Fair ini bukan hanya Carrefour yang ada di dalamnya, melainkan adaElectronic City, Toko Buka Kharisma, dll, karna penulis rasa Carrefour merupakan icon yang terbesar jadinya orang sering menyebut Plaza ini adalah Carrefour Medan. Plaza Medan Fair ini memiliki 6 lantai, Lantai Ground Basement Parkir, Lantai 1 Atrium, Lantai 2 Carrefour, Lantai 3 Electronic City, Lantai 4 Pusat Laptop dan Handphone, dan Lantai 5 Musholla dan Parkir. Dimana di Plaza Medan Fair ini menjual berbagai macam kebutuhan, seperti pakaian, makanan dan minum, aksesoris, parfum, elektronik, dan banyak lagi lainnya.
Di lantai 1 atau biasa disebut Atrium Plaza Medan Fair, disini merupakan tempat dimana pameran-pameran diadakan, seperti pameran Perumahan (Properti), Pameran Kendaraan (Mobil), Springbed, dan lain-lain. Selain itu di lantai 1 ini juga memiliki tempat tongkrongan yang terkenal yaitu Kok Tong. Kok Tong ini merupakan Cafe yang memiliki 2 sisi dimana satu sisinya menghadap Atrium dan satu sisinya menghadap luar Plaza Medan Fair, lokasi strategis inilah yang membuat Kok Tong ini menjadi tempat tongkrongan yang ramai dikunjungi Businessman dan Businesswoman selain menu sajiannya yang enak dan pelayanannya yang sangat bagus.
banyak kasi, baik di lantai 1 maupun lantai 2, jadi anda tidak perlu takut untuk mengantri terlalu lama untuk membayar belanjaan Anda. Disini juga menyediakan tempat penitipan barang, yang dimana Anda tidak perlu bersusah payah membawa perlengkapan seperti tas, helm, jaket, jadi Anda bisa menitipkannya di tempat penitipan barang.
Di Carrefour ini memiliki parkiran yang sangat Luas, baik sepeda motor maupun Mobil, namun walaupun parkiran nya luas tetap saja seimbang dengan orang yang berkunjung ke Plaza Medan Fair ini, terlebih lagi bila dihari Libur atau hari besar, maka pengunjung Plaza Medan Fair ini akan sangat ramai. Bila Anda berkunjung ke Kota Medan, jangan lupa singgah ke Plaza Medan Fair ini ya, karna selain banyak tempat tongkongan yang asik, banyak barang menarik yang bisa ditawarkan untuk Anda, Anda juga bisa menikmati indahnya suasana di Plaza Medan Fair Medan.
II.4. Elaborasi Tema II.4.1 Pengertian
Pengertian Arsitektur
Terdapat beberapa pengertian Arsitektur antara lain :
1. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arsitektur mempunyai arti seni bangunan, gaya bangunan. Arsitektur adalah seni dan keteknikan bangunan, digunakan untuk memenuhi keinginan praktis dan ekspresifdari manusia-manusia beradab.
2. Menurut
James C. Snyder, Anthony J. Catanesse
,
dalam buku
3. Menurut Le Corbusier, dalam buku Toward an Architecture(1927), Arsitektur adalah pengaturan massa yang dilakukan dengan tepat, penuh pemahaman dan magnifisien. Massa itu disatukan dan ditonjolkan dalam suatu penyinaran cahaya, kubus, kerucut, silinder, piramid, yang merupakan bentuk-bentuk primer yang kegunaannya jelas. Oleh adanya penyinaran cahaya, massa tersebut merupakan bentuk yang paling indah.
4. Menurut Louis I Khan, Arsitektur ialah pemikiran-pemikiran yang matang dalam pembentukan ruang. Pembaharuan arsitektur secara menerus disebabkan adanya perubahan konsep ruang.
Pengertian Rekreatif
Pengertian Tema
Tema yang akan diterapkan padaPusat Perbelanjaan dan Rekreasi NEA Avenue adalah Arsitektur Rekreatif.
1. Pengertian Arsitektur Rekreatif Pengertian Arsitektur antara lain :
• “Lingkungan binaan yang mempunyai bermacam-macam kegunaan melindungi manusia dan kegiatannya serta hak miliknya dari elemen-elemen dari musuh dan dari kekuatan-kekuatannya adikrodati, membuat tempat, menciptakan suatu kawasan aman, yang berpenduduk dalam dunia fana, dan cukup
berbahaya, menekan sosial dan menunjukkan status.”
• Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arsitektur mempunyai arti seni bangunan, gaya bangunan. Arsitektur adalah seni dan keteknikan bangunan, digunakan untuk memenuhi keinginan praktis dan ekspresifdari manusia-manusia beradab.
• Arsitektur adalah ilmu dan seni dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan kota, lansekap, hingga ke level mikro, uaitu desain perabot, dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasilhasil proses perancangan tersebut.
Sedangkan Rekreatif itu sendiri merupakan kata sifat yang berasal dari . Pengertian Rekreasi, antara lain :
• Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Rekreasi adalah penyegaran kembali badan dan pikiran sesuatu yg menggembirakan hati dan menyegarkan.
• Menurut Veal (1992), Rekreasi adalah :
Penyegaran melalui beberapa hobi, latihan, menyenangkan
atau sejenisnya.
Untuk memperbaharui atau meramaikan melalui pengaruh
lingkungan.
Dari menyenangkan untuk menyegarkan manusia dari kerja
keras atau kecemasan, biasanya dengan perubahan atau pengalihan.
Tindakan menciptakan atau keadaan yang diciptakan
kembali.
Penyegaran lahir dan batin setelah kerja keras.
Sarana untuk mendapatkan pengalihan atau hiburan.
Setiap bentuk bermain, hiburan, dll digunakan untuk
penyegaran tubuh atau pikiran.
pikiran dan daya kreasi secara individu maupun kelompok, yang hilang akibat rutinitas sehari-hari dengan jalan mencari kesenangan, hiburan dan kesibukan yang berbeda yang dapat memberikan kepuasan dan kegembiraan yang akhirnya ditujukan bagi kepuasan lahir dan batin.
• Rekreasi berasal dari kata Latin, ‘creature’ yang berarti
‘mencipta’ dan kemudian diberi awalan ‘re-‘, sehingga artinya menjadi: pemulihan daya cipta atau penyegaran daya cipta. Kegiatan rekreasi biasanya diakukan pada waktu senggang (leasure time). Leasure berasal dari kata Latin ‘licere’ yang bearti diperknankan memikmati saat-saat bebas dari kegiatan rutin/rutinitas (Seminar Arsitektur FT. Arsitektur UNPAR, Sarana Dalam Lingkungan Urban).
• Rekreasi, dari bahasa Latin, ‘re-creare’, yang secara harifah
berarti ‘membuat ulang’, adalah kegiatan yang dilakukan untuk penyegaran kembali jasmani dan rohani seseorang. Hal ini adalah sebuah aktivitas yang dilakukan seseorang selain pekerjaan. Kegiatan yang umum dilakukan dengan untuk rekreasi adalah parawaisata, olahraga, permainan, dan hobi. (sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensikopledia Bebas)
Dari beberapa pengertian mengenai Rekreasi, maka dapat
di simpulkan bahwa Rekreasi adalah “ Aktifitas yang dilakukan
pada waktu senggang (luang) yang bertujuan untuk membentuk, meningkatkan kembali kesegaran fisik, mental, pikiran dan daya rekreasi (baik secara individual maupun secara kelompok) yang hilang akibat aktifitas rutin sehari-hari dengan jalan mencari kesenangan, hiburan dan kesibukan yang berbeda dan dapat memberikan kepuasan dan kegembiraan yang ditujukan bagi
kepuasan lahir dan batin manusia”.
metode ekspresi rekreasi secara lansung dengan tujuan untuk dapat menjelaskan dan mengaplikasi unsur – unsur penting dari rekreasi.
Unsur-Unsur Rekreatif
Unsur-unsur penting rekreatif adalah sebagai berikut: • Penyegaran fisik dan mental.
• Dilakukan pada waktu luang.
• Merupakan kegiatan yang memberikan kegembiraan, kesenangandan kepuasan bagi pelaku.
• Dapat menyalurkan ekspresi seseorang terhadap kegiatan yang menarik perhatian.
Desain Arsitektur Rekreatif Secara Psikologis
Desain Arsitektur yang rekreatif diperlukan untuk mendukung terciptakan suasana nyaman secara psikologis. Banyak sumber yang menguraikan tentang desain arsitektur yang dapat menimbulkan perasaan senang dan nyaman, antara lain :
• Desain arsitektur yang rekreatif merupakan respon dari tujuan suatu perancangan yang mengandung muatan rekreasi di dalamnya. Berarti desain yang tersebut dapat diartikan dengan suatu desain bangunan yang menghilangkan kepenatan bagi pangunjung yang menikmatinya.
• Menciptakan keindahan dalam desain arsitektur sekaligus menghadirkan suasana rekreatif yang dilakukan melalui penataan-penataan atau yang akan dijadikan sebagai bagian dari interior suatu bangunan.
• Arsitektur yang rekreatif merupakan cermin dari kebosanan terhadap desain yang kosong, permainan warna yang sedikit, dan hanya mengedepankan aspek fungsional semata tanpa memperdulikan kebutuhan psikologis akan masyarakat.
• Desain rancangan yang memiliki karakter luwes, santai, nyaman, menyenangkan, dan mengundang banyak orang yang berkunjung.
Dari pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa arsitektur rekreatif mellihat dari pendekatan psikologis manusia harus memiliki desain, antara lain :
• Perancangan yang mangandung muatan rekreasi • Terdapat unsur alam
• Bentuk yang informal • Permainan warna
• Skues ruang yang berbeda dan tidak kosong • Bentuk yang beraneka ragam
II.4.2 Interpretasi Tema
Suatu lingkungan binaan selalu mendapatkan sifat dan suasana dari unsur-unsur penyusunnya, karena masing-masing unsur tersebut akan mempengaruhi lingkungan binaan melalui ekspedisi sifat unsurnya sampai batas tertentu. Oleh karena itu penggunaan setiap unsur harus diperhatikan, bagaimana hubungan dan ekspresi atau kesan yang ditimbulkan dari paduan unsur-unsur tersebut sehingga sesuai dengan suasana yang diinginkan.
• Lingkaran
Lingkaran tidak memiliki awalan dan tidak memiliki akhiran.Lingkaran mewakilkan kekekalan dan dalam setiap budaya biasanya mewakilkan bentuk matahari, bulan, alam semesta dan objek angkasa lainnya.Lingkaran sering digunakan untuk benda-benda yang akrab seperti roda, bola, berbagai macam buah.
Lingkaran memiliki pergerakan yang bebas.Lingkaran bisa berputar.Bayangan dan garis dapat meningkatkan rasa pergerakan dalam lingkaran.Lingkaran merupakan kurva yang anggun dan terlihat feminin.Lingkaran juga memberikan rasa hangat, menenangkan dan memberikan rasa sensualitas dan cinta.Pergerakannya memberikan energi dan kekuatan.Kelengkapannya menunjukkan ketakterbatasan, kesatuan dan harmoni.
Lingkaran melindungi, memberikan pertahanan dan membatasi. Lingkaran membatasi apa yang ada di dalam dan menjaga hal-hal lain tetap di luar. Lingkaran menawarkan keamanan dan koneksi.Lingkaran menunjukkan komunitas, integritas dan kesempurnaan.
Lingkaran tidak terlalu umum digunakan dalam desain, namun lingkaran dapat digunakan untuk menarik perhatian, memberikan penekanan dan mengatur hal-hal agar tetap terpisah.
• Kotak dan Persegi
Kotak dan persegi panjang menunjukkan kejujuran dan stabilitas.Kotak adalah bentuk yang umum digunakan dan terpercaya.Hal ini disebabkan karena umumnya tulisan yang kita baca disusun dalam bentuk kotak dan persegi pandang, maka bentuk tersebut menjadi falimiar, aman dan nyaman.
menarik perhatian, namun dapat dimiringkan untuk menambahkan twist yang tak terduga.
Dalam simbol Budha, persegi di dalam lingkaran menunjukkan hubungan antara manusia dan penciptanya.
• Segitiga
Segitiga bisa stabil jika berada di bentuk dasar dan tidak stabil ketika tidak dalam bentuk dasar.Segitiga mewakili tekanan dinamis, aksi dan agresi.Segitiga memiliki energi dan kekuatan dan dinamis stabil serta tidak stabilnya dapat menunjukkan baik konflik maupun kekuatan yang mantap.Segitiga ini seimbang dan dapat menjadi simbol untuk hukum, ilmu dan agama.
Segitiga dapat menunjukkan pergerakan berdasarkan ke mana mereka menunjuk.Segitiga dapat digunakan untuk memberikan tema yang umum seperti piramida, panah dan simbol-simbol.Secara spiritual, segitiga mewakili trinitas agama.Segitiga dapat menunjukkan penemuan diri dan wahyu.
Kekuatan segitiga menunjukkan maskulinitas.Sifat dinamisnya membuat segitiga lebih cocok untuk desain logo pada perusahaan teknologi tinggi yang berkembang daripada untuk institusi keuangan.Segitiga dapat digunakan untuk menyampaikan perkembangan, arah dan tujuan.
Bentuk, biasanya bisa digabungkan untuk membuat kesan yang lebih kuat. Misalnya penggunaan sebuah Lingkaran dan sebuah SegiTiga, akan menghasilkan kesan energetik, dan dinamik. Atau penggunakan sebuah Lingkaran dan sebuah Persegi untuk kehangatan dan perasaan aman.
Warna
Penerapan warna yang diterapkan dalam kasus desain untuk memberikan pengaruh psikologis pada manusia.Dalam hal ini dibutuhkan penerapan warna yang memberi kesan bagi pengguna dan pengunjung.Penerapan warna dalam hal ini berkaitan dengan teori warna.
Tabel 2.4 Warna secara Psikologi Sumber :www.faculty.petra.ac.id
Warna Respon Psikologi
Merah Berani, penuh semangat, agresif, memicu emosi, dan menarik perhatian. Secara positif, warna merah mengandung arti cinta, gairah, berani, kuat, agresif, merdeka, kebebasan, dan hangat. Negatifnya adalah punya arti bahaya, perang, darah, anarki, dan tekanan.
Kuning Menciptakan perasaan optimis, percaya diri, pengakuan diri, akrab, dan lebih kreatif. Kuning juga dapat merugikan kita karena menyampaikan pesan perasaan ketakutan, kerapuhan secara emosi, depresi, kegelisahan, dan keputusasaan. Pilihan warna kuning yang tepat dan penggunaan yang sesuai akan mengangkat semangat kita dan lebih percaya diri.
HIjau Berarti kesehatan, keseimbangan, rileks, dan kemudaan. Unsur negatif warna ini di antaranya memberi kesan pencemburu, licik, terasa jenuh, serta dapat melemahkan pikiran dan fisik. Di dalam sejarah China, warna hijau adalah warna perempuan. Lain dengan budaya muslim, yang menganggap warna hijau adalah warna yang suci. Warna untuk perdamaian juga hijau.
tenang. Terlampau banyak biru akan menimbulkan rasa terlalu dingin, tidak akrab, dan tak punya emosi atau ambisi.
Ungu Memberi efek spiritual, kemewahan, keaslian, dan kebenaran. Ungu mampu menunjang kegiatan bermeditasi dan berkontemplasi. Kemerosotan dan mutu yang jelek adalah sifat-sifat negatif warna ini
Putih Warna murni, suci, steril, bersih, sempurna, jujur, sederhana, baik, dan netral. Warna putih melambangkan malaikat dan tim medis. Warna ini juga bisa berarti kematian karena berkonotasi kehampaan, hantu, dan kain kafan.
AbuAbu Bijaksana, dewasa, tidak egois, tenang, dan seimbang. Warna abuabu juga mengandung arti lamban, kuno, lemah, kehabisan energi, dan kotor. Karena warnanya tergolong netral atau seimbang, warna ini banyak dipakai untuk warna alat-alat elektronik, kendaraan, perangkat dapur, dan rumah
Hitam Berkesan elit, elegan, memesona, kuat, agung, teguh, dan rendah hati. Kesan negatifnya adalah hampa, sedih, ancaman, penindasan, putus asa, dosa, kematian, atau bisa juga penyakit. Tak seperti putih yang memantulkan warna, hitam menyerap segala warna. Dengan hitam, segala energi yang datang akan diserap. Walau mampu memesona dan berkarakter kuat, tapi banyak orang yang takut akan "gelap". Warna hitam berkonotasi gelap.
Menurut Seymour M. Gold dalam Recreation Planning & design, dijelaskan bahwa penciptaan suasana rekreatif juga dapat diperoleh dengan:
Dengan memasukkan unsur-unsur alam ke dalam bangunan.Misalnya : tanaman dan air. Adanya pergerakan manusia dan aktifitas
Pergerakan selalu menarik perhatian untuk dilihat.
Pergerakan bias berupa manusia yang bergerak melewati jalur sirkulasi horizontal dan vertical. Aktifitas itu dapat dengan sendirinya menimbulkan kesan yang rekreatif, seperti halnya pameran, show dan lain-lain.
Ruang yang digunakan bersama
Ruang yang dapar digunakan bersama-sama seperti plaza, ruang ini dapat dipakai bersama tanpa batas-batas sehingga antar individu dapat saling berinteraksi.
Orang bisa saling melihat
Secara naluriah manusia mempunyai kebutuhan untuk bersosialisasi, melihat dan dilihat orang.
Eksploratif
Mengundang para pengunjung untuk ikut berapresiasi, mengalami, merasakan segala sesuatu di dalam bangunan.Misalnya berupa sesuatu yang dapat dipegang, diraba, diserap, dimainkan dan sebagainya.Hal ini dapat dicapai dengan permainan tekstur.
Informal
Sesuatu yang informal biasanya menarik.Sesuai dengan konsep rekreasi yang menampilkan sesuatu yang berbeda dari kehidupan sehari-hari yang biasanya formal dan penuh keteraturan.
Dinamis
Unsur cahaya
Peranan cahaya sangat penting dalam penciptaan suasana eksterior maupun interior yang diinginkan, baik itu pencahayaan alami ataupun pencahayaan buatan.
Bentuk yang beraneka ragam dari bangunan
Permainan bentuk yang berbeda-beda dan digabungkan menjadi satu akan menimbulkan suasana yang berbeda dan dinamis.
Tata letak/ susunan ruang-ruang dan fasilitas yang ada
Tata ruang diusahakan tidak terlalu monoton, yaitu dengan pengelompokan berdasarkan fungsi secara mencolok.
Sekuens ruang bermacam-macam
Sekuens ruang yang berbeda akan memberikan pengalaman ruang yang berbeda pula.
Triangulasi
Triangulasi adalah sesuatu yang menyatukan, mengumpulkan orang yang tidak saling mengenal dalam satu kegiatan yang sama mungkin bisa saling berinteraksi.
Misalnya; dalam pertunjukan, atraksi atau hanya sesuatu yang menarik untuk dilihat.
II.4.3 Ketertarikan Tema dengan Judul Proyek
Arena rekreasi indoor sebagai sebuah sarana rekreasi serta edukasi selayaknya dapat memberikan dan menciptakan suasana rekreatif edukatif, sehingga mampu menjadi daya tarik pada kawasan tersebut.Pengunjung diharapkan dapat memuaskan keinginannya untuk mendapatkan hiburan lahir dan batin melalui penciptaan suasana yang mendukung aktivitas rekreasi di dalamnya.
II.4.4 Studi Banding Dengan Tema Sejenis
kembali pelabuhan Bremerhaven.Merupakan pusat edutainment yang membedakan dirinya dengan bentuk yang tidak biasa.Tidak ada bentuk geometri yang mendasari struktur cangkangnya.
Sumber : www.klimahaus-bremerhaven.de
Klimahaus Bremerhaven 8º Ost memberikan pengunjung perjalanan tak terlupakan di seluruh dunia.Dengan desain zona iklim, instalasi multimedia, pameran interaktif dan akuarium besar Klimahaus merupakan daya tarik generasi baru, juga menawarkan fasilitas seminar, program pendidikan, dan restoran. Klimahaus memberikan petualangan pengetahuan yang akan menginspirasi dan memukau dengan instalasi-nya, makhluk eksotis dan tanaman, dan banyak lagi.
Klimahaus terdiri dari 4 area pameran:
• Journey: Memberikan perjalanan disepanjang 8º garis bujur dengan 9 stasiun di seluruh dunia, dimana perbedaan zona iklim di seluruh dunia divisualisasikan disini. Dari Pengunungan Alpen di Swiss, iklim panas di Nigeria, sungai tropis di Kamerun, dan terumbu karang di Samoa dan ke kutub selatan di Antartika.Selama perjalanan kita dapat merasakan bagaimana orang hidup di seluruh dunia.
• Elements: Pada area ini pengunjung berhubungan dengan api, tanah, air, dan udara serta eksperimen iiklim, seperti miniatur petir dan badai serta pengalaman erupsi gunung berapi.
• Perspectives: Mendiskusikan iklim kita pada zaman dahulu, sekarang, dan efeknya terhadap masa depan.
• Chances: Menunjukkan pengunjung maksud untuk apa pengurangan emisi CO2 pada kebiasaan perorangan perharinya. Konsep Rekreatif yang terdapat pada bangunan antara lain:
• Bentuk massa bangunan yang informal dan tidak biasa dan tidak adaya bentuk geometri kaku yang membosankan.
• View interior bangunan yang memberikan view yang tidak biasa dengan permainan tektur dinding dan penataan interior yang menyerupai alam sekitar di seluruh dunia.
• Sekuens ruang-ruang yang berbeda-beda seperti pada zona Journey terdapat beberapa sekuens ruang di pegunungan alpen, nigeria, samoa, dll yang memberikan kesan berbeda-beda.