KARAKTERISTIK POMPA DAN SALURAN
(Laporan Praktikum Rekaya Proses Hasil Pertanian II)
Oleh: Edi Suhendar
Rina Anggraini P. 1114071046 Rita Novita S. 1114071047 Tulus Hendrian A 1114071051 Yuni Lestari 1114071055 Yurica Desmonda 1114071056
JURUSAN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pompa merupakan alat yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan pompa maka air dari tempat yang rendah dapat dialirkan ketempat yang lebih tinggi. Pompa dapat digunakan untuk mengalirkan air dari bawah tanah
kepermukaan, pada kendaraan untuk mengalirkan air radiator dan oli, mengalirkan udara, dan bermanfaat untuk berbagai jenis fluida lainnya.
Pompa dilihat dari sumber dayanya ada bermacam-macam. Ada pompa yang menggunakan listrik, motor bakar, tenaga manusia, tenaga angin, tenaga air, tenaga hewan (sapi, kuda), dan lain sebagainya. Daya pada pompa sangatlah penting, karena daya ini yang akan menggerakkan pompa tersebut dan
mengalirkan fluida dari tempat yang lebih rendah ketempat yang lebih tinggi. Semakin besar daya yang digunakan, maka akan semakin cepat dan semakin besar kapasitas fluida yang mampu dialirkan oleh pompa tersebut.
1.2 Tujuan
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pompa
Pompa adalah alat untuk menggerakan cairan atau adonan. Pompa menggerakan cairan dari tempat bertekanan rendah ke tempat dengan tekanan yang lebih tinggi, untuk mengatasi perbedaan tekanan ini maka diperlukan tenaga (energi). Pompa untuk udara biasa disebut Kompresor, kecuali untuk beberapa aplikasi bertekanan rendah, seperti di Ventilasi, Pemanas, dan Pendingin ruangan maka sebutanya menjadi fan atau Penghembus (Blower) (Anonim, 2013).
2.2 Kurva Karakteristik Pompa
Setiap pompa yang dibuat oleh produsen memiliki karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi dan desain pembuatannya. Hal ini dipengaruhi oleh ukuran besar dan desain pompa, ukuran dari diameter impeler, serta besar putaran operasionalnya. Karakteristik sebuah pompa ditunjukkan melalui sebuah kurva Head vs. Debit pompa.
Kurva karakteristik pompa di atas juga biasa dikenal di dunia engineering dan industri sebagai Kurva Performa Pompa.
Jika pada sebuah pompa tertentu dijaga konstan putaran porosnya, maka kita dapat menggeser kurva performansinya dengan cara memvariasikan besar diameter impellernya.
Pemvariasian kondisi pompa di atas memang tampak kurang lazim. Namun di dunia industri hal tersebut menjadi hal yang lumrah. Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap misalnya, pompa utama yang mensupply air menuju boiler harus dapat memvariasikan besar debit air yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan uap air yang akan diproduksi boiler. Perubahan beban listrik maka kebutuhan uap airnya juga berbeda-beda. Pemvariasian putaran pompa menjadi solusi yang masuk akal untuk digunakan pada industri ini. Artikel lengkap mengenai pompa ini dapat Anda baca di sini.
Komponen Tambahan Kurva Karakteristik Pompa
Ada hal-hal lain yang perlu diketahui oleh kita semua mengenai beberapa parameter yang biasanya juga dicantumkan di dalam kurva karakteristik pompa. Yang pertama adalah informasi Brake HorsePower (BHP) yang diperlukan untuk mengoperasikan pompa. BHP juga dikenal dengan daya mesin murni adalah sebuah satuan penunjukan daya sebuah mesin sebelum dikurangi
oleh losses akibat desain sistem atau losseslainnya.
Informasi BHP Pada Kurva Karakteristik Pompa
yang akan digunakan adalah bensin dengan nilai spesific grafity0,72, maka nilai BHP yang diperlukan adalah
5 bhp x 0,72 = 3,6 bhp
Informasi lain yang diberikan bersama kurva karakteristik pompa biasanya adalah titik efisiensi hidrolik-nya. Best Efficiency Point(BEP) / efisiensi hidrolik adalah efisiensi pompa yang sudah dikurangi dengan losses akibat efek hidrolik.
Efisiensi Hidrolik Terbaik Ditunjukkan Pada Kurva
Parameter yang ketiga adalah Net Positive Suction Head Required (NPSHR). NPSHR adalah sebuah parameter pompa yang nilainya didapatkan dari uji lab. NPSHR merupakan besaran yang menujukkan losses dari internal pompa yang besarnya ditentukan oleh desain pompa, ukurannya, dan operasional putarannya.
Besar NPSHR dipengaruhi oleh besar putaran pompa saat digunakan pada sistem. Sedangkan putaran pompa tergantung dari desain sistem itu sendiri. Lain halnya dengan NPSH yang nilainya dipengaruhi langsung oleh desain sistem. Nilai NPSH (Net Positive Suction Head) harus selalu lebih tinggi daripada nilai NPSHR ini. NPSH dan NPSHR akan dibahas lebih lanjut pada artikel selanjutnya.
Informasi terakhir pada kurva karakteristik pompa yang perlu kita perhatikan adalah kemampuan pompa dalam mengangkat air pada sisi inletnya (priming lift). Perhatikan pada gambar berikut ini.
III. METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan pada tanggal 3 April 2014 pukul 08.00 WIB bertempat di Jurusan Teknik Pertanian.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah ember, selang, pompa listrik, meteran, dan stopwatch.
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah air.
3.3 Metode Percobaan
Metode yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Kelompok-kelompok dibagi menjadi 3 kelompok yang lebih besar 2. Tiap kelompok ini dibagi tugas berbeda.
3. Kelompok 1 mengukur kerja pompa listrik.
4.2 Pembahasan
Pompa memiliki kerja pompa yang berbeda-beda. Hal ini dapat dicari dengan: h pompa = h saluran
h pompa = aq2+bq+c
h saluran = q2+bq
Dari data yang didapatkan pada percobaan pompa, pada ketinggian 183 cm waktu yang dibutuhkan pompa untuk mengalirkan air adalah 56 detik, sedangkan pada keinggian 151 cm, hanya dibutuhkan waktu 8 detik. Hal ini menandakan bahwa pompo sudah tidak mampu lagi menarik air pada ketinggian tersebut.
V. KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan, dapat diambil kesipulan sebagai berikut: 1. Debit air sentrifugal dipengaruhi oleh diameter selang dan panjang diameter
selang.