• Tidak ada hasil yang ditemukan

sumber dana bank syariah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "sumber dana bank syariah"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PENGELOLAAN SUMBER- SUMBER DANA BANK SYARIAH DAN PENGELOLAAN PERUNTUKANNYA

Dosen Pengampu: Dr. Ahmad Sarladi, M.A

Kelas/ Jur/ Semester :F/PS/VI

Di Susun Oleh:

- Anggri Anggraini H. :1451020161 - Apri Apriansyah :1451020168

- Deni Sanjaya :1451020035

- Jeli Makrifat :1451020063

- Meivia Indriani :1451020238

- Meri Diana Putri :1451020084

- Nimas Ayu Putri F. :1451020091

- Nur Khotimah :1451020259

- Ongki Riadi :1451020259

- Restiana Wahyuni :1451020273

- Silva Yunia :1451020294

- Sinung Andrian Adi P. :1451020119 - Tri Yunita Sari :1451010302

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, penulis bisa menyusun dan menyajikan makalah yang berisi tentang “Pengelolaan Sumber- Sumber Dana Bank Syariah dan Pengelolaan Peruntukannya” . Makalah ini disusun dan dibuat berdasarkan materi-materi yang ada. Materi ini bertujuan agar dapat menambah pengetahuandan wawasan belajar bagi yang membacanya.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna menyempurnakan makalah ini dan dapat menjadi acuan dalam menyusun makalah atau tugas selanjutnya.

Kami juga memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat masalah pengetikan dan kekeliruan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud penulis.

Walaikumsalam Wr,Wb

Bandar Lampung, Mei 2017

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I PENDAHULIAN

A. Latar belakang...1 B. Rumusan masalah...1 C. Tujuan pembahasan...1

BAB II PEMBAHASAN

A. Sumber-sumber dana bank syariah...2 B. Pengelolaan peruntukan dana bank syariah...7

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan...11 B. Saran`...11

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kegiatan usaha yang utama dari suatu bank adalah penghimpunan dan penyaluran dana. Penyaluran dana dengan tujuan untuk memperoleh penerimaan akan dapat dilakukan apabila dana telah dihimpun.

Pertumbuhan setiap bank sangat dipengaruhi oleh perkembangan kemampuannya dalam menghimpun dana masyarakat, baik dana berskala kecil maupun besar, dengan masa pengendapan yang memadai. Sebagai lembaga keuangan, masalah bank paling utama adalah dana. Tanpa dana yang cukup, bank tidak dapat berbuat apa-apa. Dengan kata lain, Bank menjadi tidak berfungsi sama sekali. Dana adalah uang tunai yang dimiliki atau dikuasai oleh bank dalam bentuk tunai. Uang tunai yang dimiliki atau dikuasai oleh bank tidak hanya berasal dari para pemilik bank itu sendiri, tetapi juga berasal dari titipan atau penyertaan dana orang lain atau pihak lain yang sewaktu-waktu atau pada suatu saat tertentu akan ditarik kembali, baik sekaligus ataupun secara berangsur-angsur.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaiaman pengelolaan sumber-sumber dana Bank Syariah?

2. Bagaimana pengeloaan peruntukan sumber dana Bank syariah?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui sumber-sumber dana dan pengeloaannya

(5)

BAB II keuangan, masalah bank yang paling utama adalah dana. Tanpa dana yang cukup, bank tidak dapat berbuat apa-apa, atau dengan kata lain bank menjadi tidak berfungsi sama sekali.1

Dana adalah uang tunai yang dimiliki atau dikuasai oleh bank dalam bentuk tunai, atau aktiva lain yang dapat segera diubah menjadi uang tunai. Uang tunai yang dimiliki atau dikuasai oleh bank tidak hanya berasal dari para pemilik bank itu sendiri, tetapi juga berasal dari titipan atau penyertaan dana orang lain atau pihak lain yang sewaktu-waktu atau pada suatu saat tertentu akan ditarik kembali, baik sekaligus maupun secara berangsur-angsur. Berdasarkan data empiris selama ini, dana yang berasal dari para pemilik bank itu sendiri, ditambah cadangan modal yang berasal dari akumulasi keuntungan yang ditanam kembali pada bank, hanya sebesar 7% samapai 8% dari total aktiva bank. Bahkan di Indonesia rata-rata jumlah modal dan cadangan yang dimiliki oleh bank belum pernah melebihi 4% dari total aktiva. Ini berarti sebagian besar modal kerja berasal dari masyarakat, lembaga keuangan lain dan pinjaman likuiditas dari bank sentral.2

Berikut ini adalah sumber-sumber dana dari suatu bank:3

1. Dana dari modal sendiri (dana pihak ke-1) a. Modal yang disetor

b. Cadangan-cadangan c. Laba yang ditahan

2. Dana pinjaman dari pihak luar (dana pihak ke-2) a. Pinjaman dari bank-bank Lain

b. Pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lain di luar negeri

1Gita Danupranata, Buku Ajar Manajemen Perbankan Syariah, (Jakarta: Salemba Empat, 2013), hlm. 90

2Zainul Arifin, Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah, (Jakarta: Azkia Publisher, 2009)

(6)

c. Pinjaman dari lembaga keuangan bukan bank

d. Pinjaman dari bank sentral (dalam hal ini adalah Bank Indonesia [BI]) 3. Dana dari masyarakat (dana dari pihak ke-3)

a. Giro (demand deposit) b. Deposito (time deposit) c. Tabungan (saving)

Dalam pandangan syariah/syariat, uang bukanlah merupakan suatu komoditas, melainkan hanya merupakan alat untuk mencapai pertambahan nilai ekonomis (economic added value). Hal ini bertentangan dengan lembaga keuangan yang berbasis bunga di mana “uang mengembangbiakkan uang”, tidak peduli apakah uang itu dipakai dalam kegiatan produktif atau tidak. Untuk menghasilkan keuntungan, uang harus dikaitkan dengan kegiatan ekonomi dasar (primary economic activities), baik secara langsung (melalui transaksi, seperti perdagangan, industri manufaktur, sewa-menyewa, dan lain-lain) maupun secara tidak langsung (melalui penyertaan modal guna melakukan salah satu atau seluruh kegiatan usaha tersebut).4

Berdasarkan prinsip tersebut bank syariah dapat menarik dana pihak ketiga atau masyarakat dalam bentuk:5

1. Titipan (wadi’ah,) simpana yang dijamin keamanan dan penegmbaliannya (huaranteed deposit) tetapi tanpa memperoleh imbalan atau keuntungan;

2. Partisipasi modal berbagi hasil dan berbagi risiko (non guaranteed account) untuk investasi umum (general investment account/ mudharabah mutlaqah) di mana bank akan membbayar bagian keuntungan secara proporsional dengan portofolio yang di dandani dnegan modal tersebut

3. Investasi khusus (special investment account/ mudharabah muqayadah) di mana bank bertindak sebagai manajer investasi untuk memperoleh fee; jadi bank tidak ikut berinvestasi sedangkan investor sepenuhnya mengambil risiko atas investasi itu.

4Zainul Arifin, Dasar-Dasar Manajemen…….., hlm.57

(7)

Dengan demikian sumber dana bank syariah terdiri dari; (1) modal inti; (2) kuasi ekuitas (mudharabah account) dan; titipan (wadi’ah) atau simpana tanpa imbalan (non remunerated deposit) yang akan diuraikan sebagai berikut:6

1. Modal Inti

Modal inti adalah dana modal sendiri yaitu dana yang berasal dari pemegang saham bank, yakni pemilik bank. Pada umumnya dana modal inti terdiri dari:7

a. Modal yang disetor oleh para pemegang saham. Sumber utama dari modal perusahaan adalah saham. Sumber dana ini hanya akan timbul apabila pemilik menyertakan dananya pada bank melalui pembelian saham dan untuk penambahan dana berikutnya dapat dilakukan oleh bank dengan mengeluarkan dan menjual tambahan saham.

b. Cadangan, yaitu sebagian laba bank yang tidak dibagi, yang disisihkan untuk menutupi timbulnya resiko kerugian dikemudian hari.

c. Laba ditahan, yaitu sebagian laba yang seharusnya dibagi kepada para pemegang saham, tetapi oleh para pemegang saham sendiri (melalui rapat Umum Pemegang Saham) diputuskan untuk ditanam kembali dalam bank. Laba ditahan ini juga merupakan cara untuk menambah dana modal lebih lanjut.

2. Kuasi Ekuitas

Bank menghimpun dana berbagi hasil atas dasar mudhārabah, yaitu akad kerjasama antara pemilik dana (shāhibal māl) dengan pengusaha (mudhārib) untuk melakukan suatu usaha bersama, dan pemilik dana tidak boleh mencampuri pengelolaan bisnis sehari-hari. Keuntungan yang diperoleh dibagi antara keduanya dengan perbandingan (nisbah) yang telah disepakati sebelumnya. Kerugian financial menjadi beban pemilik dana sedangkan pengelola tidak memperoleh imbalan atas usaha yang dilakukan.

Berdasarkan prinsip ini, dalam kedudukanya sebagai mudharib, bank menjadi jasa bagi para investor berupa:8

a. Rekening investasi umum, dimana bank menerima simpanan dari nasabah yang mencari kesempatan investasi atas dana mereka dalam bentuk

6Ibid, hlm 58

7Nurma Sari, “Manajemen Dana Bank Syariah”, Jurnal IAIN Pontianak

(8)

investasi berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqoh. Simpanan diperjanjikan untuk jangka waktu tertentu . Bank dapat menerima simpanan tersebut untuk jangka waktu 1, 3 , 6, atau 12 bulan . Dalam hal ini , bank bertindak sebagai mudharib dan nasabah sebagai shahibul maal. Kedua belah pihak menyepakati pembagian laba yang dihasilkan dari investasi dana tersebut dengan nisbah tertentu. Apabila terjadi kerugian, nasabah menanggung kerugian tersebut dan bank kehilangan keuntungan.

b. Rekening investasi khusus, dimana bank bertindak sebagai manajer investasi bagi nasabah institusi (pemerintah atau lembaga keuangan lain) atau nasabah korporasi untuk menginvestasikan dana mereka pada unit-unit usaha atau proyek yang mereka setujui, dan mereka kehendaki. Mudharabah muqayyadah rekening ini dioperasikan berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqah. Bentuk investasi dan nisbah pembagian keuntungan dinegoisasikan secara khusus kasus per kasus.

c. Rekening tabungan mudharabah, prinsip mudharabah juga bisa digunakan untuk jasa pengelolaan rekening tabungan. Salah satu syarat mudharabah adalah dananya harus dalam bentuk uang(monetary form), dalam jumlah tertentu, dan diserahkan kepada mudharib. Oleh karena itu tabungan mudharabah tidapa dapat ditarik sewaktu-waktu sebagaimana tabungan wadi’ah. Dalam aplikasinya Bank syariah melayani tabungan mudharabah dalam bentuk targeted saving, seperti tabungan qurban , tabungan haji , atau tabungan lain yang dimaksudkan untuk suatu pencapaian target kebutuhan dalam jumlah atau jangka waktu tertentu.

Berbeda dengan bank konvensional, bank syariah tidak menjamin pembayaran kembali nilai nominal dari investasi mudharabah. Bank syariah juga tidak menjamin keuntungan atas investasi mudharabah. Mekanisme pengaturan realisasi pembagian keuntungan final atas investasi mudharabah tergantung pada kinerja bank, berlainan dengan bank konvensional yang menjamin keuntungan atas deposito berdasarkan tingkat bunga tertentu dengan mengabaikan performance-nya.

(9)

Dana titipan adalah dana pihak ketiga yang dititipkan pada bank yang umumnya berupa giro atau tabungan. Pada umumnya motivasi utama orang menitipkan dana pada bank adalah untuk keamanan dana mereka dan memperoleh keluasaan untuk menarik kembali dananya sewaktu-waktu.9

a. Rekening giro wadi’ah

Bank Islam dapat memberikan jasa simpanan giro dalam bentuk rekening wadīah. Dalam hal ini bank Islam menggunakan prinsip wadīah yad dhamanah. Dengan prinsip ini bank sebagai custodian harus menjamin pembayaran kembali nominal simpanan wadīah. Dana tersebut dapat digunakan oleh bank untuk kegiatan komersial dan bank berhak atas pendapatan yang diperoleh dari pemanfaatan harta titipan tersebut dalam kegiatan komersial. Pemilik simpanan dapat menarik kembali simpanannya sewaktu-waktu, baik sebagian maupun seluruhnya.

Bank tidak boleh menjanjikan imbalan atau keuntungan apapun kepada rekening wadīah, dan sebaliknya pemegang rekening juga tidak boleh mengharapkan atau meminta imbalan atau keuntungan atas rekening wadīah. Namun demikian atas kehendak bank sendiri, dapat memberikan imbalan berupa bonus (hibah) kepada pemilik dana.10

b. Rekening tabungan wadi’ah

Prinsip wadīah yaddhamanah juga dipergunakan oleh bank dalam mengelola jasa tabungan yaitu simpanan dari nasabah yang memerlukan jasa penitipan dana dengan tingkat keleluasaan tertentu untuk menarinya kembali. Bank memperoleh izin dari nasabah untuk menggunakan dana tersebut selama mengendap di bank. Nasabah dapat menarik sebagian atau seluruh saldo simpanannya sewaktu-waktu atau sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Bank menjamin pembayaran kembali simpanan mereka. Semua keuntungan atas pemanfaatan dana tersebut adalah milik bank. Tetapi atas kehendaknya sendiri bank dapat memberikan imbalan keuntungan yang berasal dari sebagian keuntungan.11

9Ibid, hlm. 119

10Zainul Arifin, Dasar-Dasar Manajemen…….., hlm. 61

(10)

B. Pengelolaan Peruntukan Dana Bank syariah

Setelah dana pihak (DPK) ketiga telah dikumpulkan oleh bank, maka sesuai dengan fungsinya sebagai intermediary, bank berkewajiban menyalurkan dana tersebut untuk pembiayaan. Dalam hal ini, bank harus mempersiapkan strategi penggunaan dana-dana yang dihimpunnya sesuai dengan rencana alokasi berdasarkan kebijakan yang telah digariskan. Alokasi ini mempunyai beberapa tujuan yaitu:

1. Mencapai tingkat profitabilitas yang cukup dengan tingkat rasio yang rendah 2. Mempertahankan kepercayaan masyarakat dengan menjaga agar posisi

likuiditas tetap aman

Untuk mencapai kedua keinginan tersebut maka alokasi dana-dana bank harus diarahkan sedemikian rupa agar pada saat diperlukan semua kepentingan nasabah dapat terpenuhi.

Alokasi penggunaan dana bank syariah pada dasarnya dapat dibagi dalam dua bagian penting dari aktiva bank, yaitu:12

1. Earning asset (aktiva yang menghasilkan) dan 2. Non earning asset (aktiva yang tidak menghasilkan)

Aktiva yang dapat menghasilkan adalah asset bank yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Asset ini disalurkan dalam bentuk investasi yang terdiri atas:13

1. Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudhārabah) 2. Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan (musyārakah) 3. Pembiayaan berdasarkan prinsip jual beli (al-bai‘)

4. Pembiayaan berdasarkan prinsip sewa (ijārah dan ijārah wa iqtinā/ijārah muntahiah bitamlīk)

5. Surat-surat berharga syariah dan investasi lainnya.

Fungsi penggunaan dana yang terpenting bagi bank komersial adalah fungsi pembiayaan. Portofolio pembiayaan pada bank komersil menempati porsi terbesar, pada umumnya sekitar 55% sampai 60% dari total aktiva. Tingkat penghasilan dari pembiayaan (yield on financing) merupakan tingkat penghasilan tertinggi bagi

12Zainul Arifin, Dasar-Dasar Manajemen…….., hlm. 63

(11)

bank. Sesuai dengan karakteristik dari sumber dananya, pada umumnya pembiayan

Porsi terbesar berikutnya dari fungsi penggunaan dana bank adalah berupa investasi pada surat-surat berharga. Selain untuk tujuan memperoleh penghasilan investasi pada surat berharga ini dilakukan sebagai salah satu media pengelolaan likuiditas, di mana bank harus menginvestasikan dana yang ada seoptimal mungkin, tetapi dapat dicairkan sewaktu-waktu bila bank membutuhkan tanpa, atau sedikt sekali, mengurangi nilainya. Tingkat penghasilan dari invesatasi (yield on investment) pada surat-surat bergarga itu umumnya lebih rendah daripada yield on financing.14

Sedangkan aktiva yang tidak memberikan penghasilan adalah: 1. Aktiva dalam bentuk tunai (cash asset)

Cash asset terdiri dari uang tunai dalam vault, cadangan likuiditas (primary reserve) yang harus dipelihara pada bank sentral, giro pada bank dan item-item tunai lain yang masih dalam proses penagihan. Dari cash asset ini bank tidak memperoleh penghasilan, dan kalaupun ada sangat kecil dan tidak berarti. Namun demikian investasi pada cash asset ini penting guna mendukung fungsi simpanan pada bank, dan dalam beberapa hal juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan layanan dari bank koresponden yang berkaitan dengan pembiayaan dan investasi.

Bank harus memelihara uang tunai dalam valut yang terdiri dari uang kertas dan uang logam. Bank harus dapat memenuhi kebutuhan para nasabah penyimpan dana yang ingin menarik dananya dalam bentuk tunai, meskipun bank juga harus membatasi jumlah investasi dalam bentuk uang tunai, karena bila terlalu banyak dapat mengurangi tingkat penghasilan bank.

Bank juga harus memelihara cash asset sebagai cadangan (reserve) dalam bentuk rekening pada bank sentral. Biasanya bank sentral menetapkan

(12)

kewajiban ini berdasarkan jumlah dan tipe simpanan nasabah bank. Bank menggunakan cadangan ini untuk memproses cek yang ditarik melalui kliring. Bank juga memelihara saldo dalam julah tertentu pada bank koresponden sebagai kompensasi atas servis yang diperoleh seperti cek kliring, layanan yang berkaitan dengan proses pembiayaan, investasi dan partisipasi dalam sindikasi pembiayaan. Saldo pada bank koresponden dapat juga digunakan untuk memenuhu kebutuhan cadangan bagi bank yang tidak menjadi anggota lembaga kliring.15

2. Pinjaman Qardh

Pinjaman qard al-hasan adalah salah satu kegiatan bank syariah dalam meujudkan tanggung jab sosialnya sesuai dengan ajaran islam. Untuk kegiatan ini bank tidak memperoleh penghasilan karena bank dilarang untuk meminta imbalan apapun dari para penerima qard.

3. Penanaman dana dalam aktiva tetap dan inventaris (premises and equipment) Penanaman dana dalam bentuk ini juga tidak menghasilkan pendapatan bagi bank, tetapi merupakan kebutuhan bank untuk memfasilitasi pelaksanaan fungsi kegiatannya. Fasilitas ini terdiri dari bangunan gedung, kendaraan dan peralatan lainnya yang dipakai oleh bank dalam rangka penyediaan layanan kepada nasabah.16

Gambaran tentang pola penghimpunan dan dan pengalokasiannya dapat dilakukan melalui (1) pendekatan pusat pengumpulan dana (pool of fund approach), yaitu dengan memelihara sumber-sumber dana dan penempatannya ; dan (2) pendekatan alokasi aktiva (assets allocation approach), yaitu penempatan masing-masing jenis dana ke dalam aktiva bank.17

15Ibid, hlm. 125

16Ibid, hlm. 126

(13)

Secara skematis sumber dan penggunaan dana berdasarkan pendekatan pusat pengumpulan dan (pool of fund approach) dapat digambarkan seperti pada diagram 1. Diagram sumber dan penggunaan dana berdasarkan pendekatan alokasi aktiva (assets allocation approach) dapat digambarkan seperti pada diagram 2.18

(14)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalam membiayai operasinya, bank memperoleh dana dari berbagai sumber. Sumber-sumber dana bank adalah usaha bank dalam memperoleh dana dalam rangka membiaya kegiatan operasinya. Sumber dana bank dapat berasal dari dana sendiri, dana dari masyarakat dan dana dari lembaga keuangan lainnya.

Yang penting bagi bank adalah bagaimana mengelola sumber dana yang tersedia. Sumber dana dari masyarakat merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasional bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasi dari sumber ini. Untuk mencapai kedua kenginan tersebut maka alokasi dana-dana bank harus diarahkan sedemikian rupa agar pada saat diperlukan semua kepentingan nasabah dapat terpenuhi. Alokasi penggunaan dana bank syariah pada dasarnya dapat dibagi dalam dua bagian penting dari aktiva bank, yaitu Earning asset (aktiva yang menghasilkan) dan Non earning asset (aktiva yang tidak menghasilkan).

Gambaran tentang pola penghimpunan dan dan pengalokasiannya dapat dilakukan melalui (1) pendekatan pusat pengumpulan dana (pool of fund approach), yaitu dengan memelihara sumber-sumber dana dan penempatannya ; dan (2) pendekatan alokasi aktiva (assets allocation approach), yaitu penempatan masing-masing jenis dana ke dalam aktiva bank.

B. Saran

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Arifin Zainul, Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah, Jakarta: Azkia Publisher, 2009

Danupranata Gita, Buku Ajar Manajemen Perbankan Syariah, Jakarta: Salemba Empat, 2013

Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015

Referensi

Dokumen terkait

Dana atau modal yang berasal dari pemilik" peserta atau pengambil bagian di Dana atau modal yang berasal dari pemilik" peserta atau pengambil bagian di

Bank Kustodian akan menerbitkan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang menyatakan antara lain jumlah Unit Penyertaan yang dijual kembali dan dimiliki serta Nilai

tunai baik melalui penyelundupan uang tunai dari satu negara ke negara lain, menggabungkan antara uang tunai yang berasal dari kejahatan dengan uang yang

Bank Kustodian akan menerbitkan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang menyatakan antara lain jumlah Unit Penyertaan yang dijual kembali dan dimiliki serta Nilai

Bank Kustodian akan menerbitkan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang menyatakan antara lain jumlah Unit Penyertaan yang dijual kembali dan dimiliki serta Nilai

Bank Kustodian akan menerbitkan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang menyatakan antara lain jumlah Unit Penyertaan yang dijual kembali dan dimiliki

Bank Kustodian akan menerbitkan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang menyatakan antara lain jumlah Unit Penyertaan yang dijual kembali dan dimiliki serta

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh sumber dana yang berasal dari utang bank liability bank, surat berharga yang diterbitkan, dan dana pihak ketiga bank