BAHAN DAN METODE Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Rumah Kasa, Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, PT. Nusa Pusaka Kencana Analytical & QC Laboratory (Asian Agri Group) serta Balai Penelitian dan Riset Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Bahan Dan Alat
Bahan yang digunakan adalah benih jagung (Zea mays L.) Pioneer P32, contoh tanah Inceptisol Kwala Bekala Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang, pupuk Urea, SP-36, KCL, kotoran ayam, serta bahan kimia yang digunakan untuk keperluan analisis tanah dan tanaman di laboratorium.
Alat yang digunakan adalah cangkul, polybag, meteran, timbangan, dan sejumlah alat-alat yang digunakan di laboratorium untuk analisis kimia tanah dan tanaman.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor, yaitu :
Faktor I : Pupuk Urea (U) U0
U
= 0 g/polybag
1
U
= 1g/polybag
2
U
= 1,5g/polybag
Faktor II :Pupuk Kandang ayam (A)
Sehingga diperoleh kombinasi perlakuannya sebagai berikut : = 30 ton/ha (150 g/polybag) Model linier Rancangan Acak Kelompok :
Yijk = μ + αi + βj + (αβ) ij + γk + εijk
Dimana:
Yijk = respon tanaman yang diamati μ = nilai tengah umum.
αi = pengaruh perlakuan ke-i dari faktor U βj = pengaruh ulangan ke-j dari faktor S
(αβ) ij = pengaruh interaksi taraf ke- i dari faktor U dan taraf j dari faktor S γk = pengaruh blok
εijk = pengaruh galat taraf ke-i dari faktor U dan taraf j dari faktor S pada blok
Data yang diperoleh dianalisis secara statistik berdasarkan analisis Varian pada setiap peubah amatan yang diukur dan diuji lanjutan bagi perlakuan yang nyata dengan menggunakan uji beda Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%
Pelaksanaan Penelitian
Persiapan Tanah dan Pupuk Kandang Ayam
Pengambilan contoh tanah dilakukan secara zig-zag pada kedalaman 0-20 cm lalu di kompositkan, kemudian tanah di kering udara kan dan diayak dengan ayakan 10 mesh. Pupuk kandang ayam diambil dari Peternakan Ayam Kecamatan Simalingkar. Kemudian pupuk kandang ayam di kering udarakan.
Analisis Tanah, Tanaman, dan Pupuk Kandang Ayam
Tanah yang telah kering udara dan telah diayak lalu di analisis % KL dan% kadar air nya untuk mengetahui kebutuhan air untuk penyiraman dan menentukan berat tanah yang dimasukkan ke tiap polibeg setara 10 kg BTKO. Analisis tanah dilakukan sebanyak dua kali, yang pertama analisis tanah awal, yang kedua setelah inkubasi perlakuan dan pupuk dasar meliputi pH H2
Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam
O, N-total, % C-Organik tanah. Analisis tanaman dilakukan pada fase akhir vegetatif yang meliputi analisis N daun. Analisis pupuk kandang ayam meliputi %KA, pH H2O, %C, %N, rasio C/N.
dengan dosis perlakuan sedangkan pupuk dasar SP-36 dengan dosis 20g/ 10 kg BTKO dan KCL 3g/ 10 kg BTKO.
Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman
Benih jagung ditanam 2 benih per polibeg, setelah berumur 2 minggu dilakukan penjarangan dengan hanya meninggalkan satu tanaman saja yang paling bagus. Tanaman ditanam selama 7 minggu atau hingga akhir masa vegetatif. Penyiraman dilakukan setiap hari sampai mencapai kondisi kapasitas lapang. Pengambilan Sampel Tajuk dan Akar
Pengambilan sampel dilakukan setelah tanaman berumur 6-7 minggu. Bagian tajuk dipotong dan bagian akar diambil lalu dibersihkan dan dikeringkan untuk selanjutnya diovenkan guna mendapatkan berat konstan. Dihitung berat kering tajuk dan berat kering akarnya setelah diovenkan. Setelah itu bagian tajuk dibawa ke laboratorium PT. Nusa Pusaka Kencana Analytical & QC Laboratory (Asian Agri Group).
Parameter Penelitian
Peubah amatan yang diukur meliputi : 1. Tanah
Parameter amatan tanah diambil sehari sebelum tanam - pH H2
- N-Total metodeKjeldahl
O (1:2,5) metode elektrometri
- C-Organik Tanah (%) metode Walkley and Black 2. Tanaman
- Bobot kering tajuk tanaman (g) ditimbang setelah di ovenkan ± 48 jam dengan temperatur 70o
- Bobot kering akar tanaman (g) ditimbang setelah di ovenkan ± 48 jam dengan tempratur 70
C
o
- Serapan N-Tanaman (mg N/tanaman) dihitung dengan cara: C
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil
Adapun analisis kimia tanah yang dilakukan adalah pH, C-organik, dan N tanah, sedangkan pada tanaman analisis yang dilakukan meliputi serapan N, tinggi tanaman, berat kering tajuk serta berat kering akar yang dilakukan setelah panen.
pH Tanah
Hasil sidik ragam seperti pada Lampiran 1 dan 2 memperlihatkan bahwa aplikasi pupuk urea dan interaksi pupuk urea dan pupuk kandang ayam tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan pH tanah, sedangkan aplikasi pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata terhadap pH tanah, seperti pada Tabel 1. Tabel 1. Uji Beda Rataan Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam
terhadap pH Tanah pada Akhir Masa Vegetatif
U0 U1 U2 U3 Rataan
Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak nyata(5%)menurut uji DMRT
Dari hasil uji beda rataan pada Tabel 1 menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang ayam pada taraf A0 (kontrol) berbeda nyata dengan semua taraf
lainnya (A1, A2, dan A3). Taraf A1 tidak berbeda nyata dengan taraf A2 dan A
N Tanah
3
...%...
...%...
Tabel 2. Uji Beda Rataan Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam terhadap N Tanah pada Akhir Masa Vegetatif
U0 U1 U2 U3 Rataan
Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak nyata(5%)menurut uji DMRT
Dari hasil uji beda rataan pada Tabel 2 menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang ayam pada taraf A3 berbeda nyata dengan taraf A0, A1, dan A2.
Sedangkan pada taraf A0 tidak berbeda nyata dengan A1 dan A2
Serapan N
..
Hasil sidik ragam seperti pada Lampiran 5 dan 6 memperlihatkan bahwa aplikasi pupuk urea dan kotoran ayam nyata meningkatkan serapan N sedangkan interaksi pupuk urea dan pupuk kandang ayam tidak nyata meningkatkan serapan N, seperti pada Tabel 3.
Tabel 3. Uji Beda Rataan Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam terhadap serapan N Tanaman pada Akhir Masa Vegetatif
U0 U1 U2 U3 Rataan
Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak nyata(5%)menurut uji DMRT
Dari hasil uji beda rataan pada Tabel 3 menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang ayam pada taraf A0 berbeda nyata dengan A2 dan A3, tetapi tidak
berbeda nyata A1, A1 tidak berbeda nyata dengan A0 dan A2, tetapi berbeda
...%...
dan A3 tidak berbeda nyata dengan A2, tetapi berbeda nyata dengan A0, A1 dan
A2
Pada aplikasi pupuk urea pada taraf U .
0 tidak berbeda nyata dengan U3
tetapi berbeda nyata dengan U1 dan U2, U1 tidak berbeda nyata dengan U2 dan
U3, tetapi berbeda nyata dengan U0, U2 tidak berbeda nyata dengan U3 dan U1,
tetapi berbeda nyata dengan U0,U3
C-Organik
tidak berbeda nyata dengan semua perlakuan.
Hasil sidik ragam seperti pada Lampiran 7 dan 8 memperlihatkan bahwa aplikasi pupuk kandang ayam sangat nyata meningkatkan C organik, tetapi aplikasi pupuk urea dan interaksi pupuk urea dan kandang ayam tidak nyata meningkatkan C organic, seperti pada Tabel 4.
Tabel 4. Uji Beda Rataan Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam terhadap C-Organik pada Akhir Masa Vegetatif
U0 U1 U2 U3 Rataan
Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak nyata(5%)menurut uji DMRT
Dari hasil uji beda rataan pada Tabel 4 menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang ayam pada taraf A0 tidak berbeda nyata dengan A1, tetapi berbeda
nyata dengan A2 dan A3, A1 tidak berbeda nyata dengan A0 dan A2 tetapi berbeda
nyata dengan A3. A2 tidak berbeda nyata dengan A1 dan A0 tetapi berbeda nyata
...cm...
...g... Tinggi Tanaman
Hasil sidik ragam seperti pada Lampiran 9 dan 10 memperlihatkan bahwa aplikasi pupuk kandang ayam nyata meningkatkan tinggi tanaman, tetapi aplikasi pupuk urea dan interaksi pupuk urea dengan pupuk kandang ayam tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman jagung, seperti pada Tabel 5.
Tabel 5. Uji Beda Rataan Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam terhadap Tinggi Tanaman pada Akhir Masa Vegetatif
U0 U1 U2 U3 Rataan
Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak nyata(5%)menurut uji DMRT
Dari hasil uji beda rataan pada Tabel 5 menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang ayam pada taraf A0 berbeda nyata dengan semua perlakuan, tetapi
pada perlakuan A1
Berat Kering Akar
tidak berbeda nyata dengan semua perlakuan.
Hasil sidik ragam seperti pada Lampiran 11 dan 12 memperlihatkan bahwa aplikasi pupuk kandang ayam nyata meningkatkan berat kering akar tanaman, tetapi aplikasi pupuk urea dan interaksi pupuk urea dan kandang ayam tidak nyata meningkatkan berat kering akar, seperti pada Tabel 6.
Tabel 6. Uji Beda Rataan Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam terhadap Berat Kering Akar pada Akhir Masa Vegetatif
...g...
Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak nyata(5%)menurut uji DMRT
Dari hasil uji beda rataan pada Tabel 6 menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang ayam pada taraf A0 berbeda nyata dengan semua perlakuan tetapi
pada perlakuan A1 tidak berbeda nyata dengan A2 dan A3
Berat Kering Tajuk
Hasil sidik ragam seperti pada Lampiran 13 dan 14 memperlihatkan bahwa aplikasi pupuk kandang ayam nyata meningkatkan berat kering tanaman dan pemberian pupuk urea nyata meningkatkan berat kering tanaman tetapi interaksi pupuk urea dan kandang ayam tidak berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman jagung, seperti pada Tabel 7.
Tabel 7. Uji Beda Rataan Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam terhadap Berat Kering Tajuk pada Akhir Masa Vegetatif
U0 U1 U2 U3 Rataan
Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak nyata(5%)menurut uji DMRT
Dari hasil uji beda rataan pada Tabel 7 menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang ayam pada taraf A0 berbeda nyata dengan semua perlakuan tetapi
pada perlakuan A1 tidak berbeda nyata dengan A2 dan A
Pada aplikasi pupuk urea pada taraf U
3
0. tidak berbeda nyata dengan U2
Pembahasan
Dari hasil analisis sidik ragam pada Tabel 1 menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata dalam meningkatkan pH tanah, dimana pH tertinggi terdapat pada A3 (4,64) dan terendah terdapat pada A0
Peningkatan pH tanah inceptisol Kwala Bekala yang tergolong rendah dikarenakan pemberian pupuk kandang ayam dapat meningkatkan kandungan bahan organik tanah, bahan organik tanah yang bersifat humus dapat mengkelat logam logam berat seperti Aluminium sehingga Hal ini sesuai dengan literatur Tan (1995) dalam Ginting (2003) melaporkan bahwa bahan organik tanah mempunyai pengaruh terhadap pelapukan pupuk kandang . Melalui dekomposisi bahan organik, sejumlah senyawa organik dilepaskan atau dibentuk. Kebanyakan dari senyawa tersebut, seperti asam fulfat dan humat mempunyai kapasitas untuk mengkhelat atau mengkompleksi ion logam. Sehingga dengan terjadinya pengkhelatan ion logam oleh bahan organik pH tanah dapat meningkat.
(4,39).
Dari hasil sidik ragam pada Tabel 2 menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang ayam juga berpengaruh nyata meningkatkan N tanah dimana N tanah tertinggi terdapat pada aplikasi A3 (0,13%) dan yang terendah pada A0 (0,10%)
dan A1
terdapat pada A3 (134,57) dan U3 (86,87) sedangkan yang terendah terdapat pada
A0 (12,07) dan U0
Dari hasil analisis sidik ragam pada Tabel 4 menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata dalam meningkatkan C-organik tanah, dimana C-organik tanah tertinggi terdapat pada A
(63,00). Hal Ini di karenakan pupuk urea dan kotoran ayam yang diaplikasikan akan segera terhidrolisis dan mengalami proses nitrifikasi membentuk ion NH4 + dan NO3 - Bentuk ion inilah menurut Poerwowidodo (1992) yang umum diserap akar tanaman dan selanjutnya diubah kedalam bentuk NH2, selain itu kandungan N di kotoran ayam mengandung unsur
nitrogen yang lebih banyak dibandingkan pupuk kandang lainnya. Seperti Buckman and Brady (1982). Yang menyatakan Nitrogen pada pupuk
kandang ayam pada tanah lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pupuk kandang sapi atau pupuk kandang kambing.
3 (0,80) dan
terendah terdapat pada A0 (0,48). Peningkatan kandungan C-organik yang
Dari hasil analisis sidik ragam pada Tabel 5 menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata dalam meningkatkan tinggi tanaman, dimana tinggi tanaman tertinggi terdapat pada A3 (178,33) dan terendah
terdapat pada A0
Dari hasil analisis sidik ragam pada Tabel 6 menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata dalam meningkatkan bobot kering akar, dimana bobot kering akar tertinggi terdapat pada A
(88,75). Hal ini disebabkan oleh kandungan nitrogen yang tinggi dari pupuk kandang ayam. Unsur hara N lebih mendukung untuk masa pertumbuhan vegetatif tanaman jagung, tinggi tanaman jagung juga dipengaruhi oleh pemberian air dan pemberian pupuk kandang Ayam yang tinggi akan aktivitas mikroorganisme yang juga berperan untuk menyimpan air agar unsur hara dapat diserap oleh tanaman jagung. Hal ini sesuai dengan Asroh (2010) yang menyatakan bahwa Unsur hara yang diperlukan tanaman sudah mulai tersedia, di mana pupuk hayati mengandung mikroba yang mampu menghasilkan senyawa aktif yang berperan dalam menyediakan/menguraikan unsur hara. Aktivitas mikroorganisme juga dapat meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air, sehingga unsur hara lebih mudah diserap oleh tanaman.
3 (14,88) dan
terendah terdapat pada A0 (1,18). Hal ini disebabkan karena kotoran ayam
perpanjangan dan pembesaran sel-sel baru dan protoplasma sehingga pertumbuhan tanaman berlangsung dengan baik.
Dari hasil analisis sidik ragam pada Tabel 7 menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam dan pemberian pupuk urea berpengaruh nyata dalam meningkatkan bobot kering tanaman, dimana bobot kering tanaman tertinggi terdapat pada A3 (51,89) dan U3 (35,24) sedangkan yang terendah
terdapat pada A0 (5,31) dan U0 (27,58). Hal ini diakibatkan karena kandungan
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
1. Pemberian pupuk kandang ayam dengan perlakuan A3 (30 ton/ha) nyata meningkatkan pH tanah, C-organik, N tanah, serapan N, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar.
2. Pemberian pupuk urea dengan perlakuan U1 (1 gr/ tanaman) nyata meningkatan serapan N dan berat kering tanaman.
3. Interaksi pupuk urea dengan pupuk kandang ayam tidak nyata dalam meningkatkan pH tanah, C-organik, N tanah, serapan N, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar.
Saran