Kode Lelang
:
629555
Nama Paket
:
Pokja I Unit Layanan Pengadaan
Kordinator Pengadilan Tinggi Sulawsi Tenggara
1. IRMAYANTI MUCHTAR, Ketua
……..…TTD..…….
2. MARWAN, S.AG., SH.
Sekretaris
……..…TTD..…….
3. YUDI WIJAYA, SH.
Anggota
……..…TTD..…….
4. TIMBUL WAHONO, A.Md
Anggota
……..…TTD..…….
5. SULHIJAH, SH.
Anggota
……..…TTD..…….
UNIT LAYANAN PENGADAAN PENGADILAN TINGGI SULAWESI TENGGARA
POKJA I KOORDINATOR PENGADILAN TINGGI SULAWESI TENGGARA
Jl.Mayjen D.I Panjaitan,No. 165 Telp. 0401-39192097 Kendari
Pada hari ini Senin tanggal sepuluh bulan Maret tahun dua ribu empat belas, mulai pukul 10.00 sampai dengan
12.00 WITA,Pokja I Unit Layanan Pengadaan Kordinator Pengadilan Tinggi Sulawsi Tenggara telah menyediakan
waktu untuk menerima pertanyaan-pertanyaan terhadap dokumen lelang yang belum dipahami oleh penyedia
barang dan jasa terhadap paket Pekerjaan Konstruksi Renovasi Gedung Kantor Prototype Tahap III (Finishing)
Kantor pengadilan Agama Kendari secara online menggunakan Aplikasi SPSE di portal LPSE Mahkamah Agung RI
melalui alamat website LPSE http://lpse.mahkamahagung.go.id .
Pada acara penjelasan pekerjaan dokumen pengadaan yang diikuti oleh 19 (sembilan belas) peserta yang telah
mendaftar, sampai dengan waktu akhir penjelasan terdapat beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta dan
telah dijawab oleh Panitia Terlampir)
Demikian Berita Acara ini kami buat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
BERITA ACARA PENJELASAN
Nomor : 02/ULP-PT/Pokja.I/III/2014
Tanggal : 10 Maret 2014
Home Daftar Paket Berita Lelang Non Eproc Log Akses Ganti Password
Petunjuk penggunaan | Aplikasi e-procurement lainnya TIMBUL WAHONO - Panitia
Pertanyaan Terhadap Dokumen Lelang
Nama Paket : Renovasi Gedung Prototype Tahap I I I Pengadilan Agama Kendari
Sisa Waktu : 0 hari / 0 jam / 0 menit
Daftar Paket View Lelang Penjelasan Lelang
Pertanyaan Peserta
Dokumen Bab Uraian Pengirim
Dokumen LDP Bab IV Setelah saya melihat BOQ Panitia Tidak Relepan Antara Item-Item Pekerjaan dengan tenaga yang di butuhkan seperti persaratan Tenaga Pengawas Bangunan. Tenaga pengawas Bangunan itu adalah Pekerjaan Konsultan Pengawas. Sementara dalam BOQ sy melihat ada Pekerjaan struktur, seharusnya panitia mempersyaratkan tenaga yang mengetahui tentang struktur seperti tenaga beton
8840555 10 Mar 2014 10: 21
Dokumen Persyaratan kualifikasi tetang PPh pasal 25/ pasal 29. PPh pasal 25 tidak dipersyaratkan lagi untuk di laporkan setiap bulannya berdasarkan PP No. 46 Tahun 2013. PPh Psl 29 adalah PPh yang dihitung berdasarkan keuntungan tahun pajak berjalan. dan pembayaran di lakukan sebelum Laporan SPT Tahunan di laporkan di KTR Pajak.
8841555 10 Mar 2014 10: 40
saya sependapat dengan penanya pertama bahwa pesyaratan Tenaga Teknis/ inti disesuaikan dengan jenis pekerjuaan. harus Panitia mempersyaratkan yg sesuai jenis-jenis pekerjaan yang ada dalam RAB Pekerjaan.
8842555 10 Mar 2014 11: 05
LDK BAB V B. Persyaratan Kualifikasi 1. Peserta yang berbadan usaha harus memiliki : - KTA Jasa Konstruksi dari salah satu assosiasi - SPT Pajak Tahun terakhir ( 2013) - Surat Pernyataan diatas Kop Perusahaan bermaterai Rp.6.000 ( format terlampir) 2. memiliki pengalaman pada bidang Arsitektur minimal 1 (satu) kali dalam 4 ( empat) tahun terakhir yang dibuktikan dengan melampirkan fotocopy kontrak, SPMK dan Berita Acara PHO; Pertanyaan : 1. Apa dasar hukum sehingga Pokja mempersyaratkan KTA Assosiasi ? a. mengingat tidak semua Assosiasi mengeluarkan KTA saat ini terkhusus GAPENSI. dan KTA bukan merupakan persyaratan Badan Usaha untuk dapat menjalankan kegiatan usahanya yang penting mempunyai Sertifikat Badan Usaha ( SBU) yang masih berlaku. Mohon agar Pokja meninjau kembali persyaratan Kualifikasi tersebut. b. Batas akhir pelaporan SPT Tahunan untuk Laporan Pajak Tahun 2013 adalah tanggal 15 April 2014, sehingga mempersyaratkan SPT Tahunan 2013 secara etika tidak elok dan tidak normatif, karena batas akhir pelaporan SPT Tahun 2013 masih berjalan. Mohon agar Pokja meninjau kembali persyaratan Kualifikasi tersebut. c. Surat Pernyataan kami anggap tidak perlu lagi dilampirkan dan dijadikan persyaratan kualifikasi, mengingat ketentuan Pepres No. 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Pepres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/ Jasa pemerintah Pasal 56 ayat ( 10) menyatakan : ULP/ Pejabat Pengadaan dilarang menambah persyaratan kualifikasi yang bertujuan diskriminatif serta diluar yang telah ditetapkan dalam ketentuan Peraturan Presiden ini. ayat ( 11) ULP/ Pejabat Pengadaan wajib menyederhanakan proses kualifikasi dengan ketentuan: a. meminta Penyedia Barang/ Jasa mengisi formulir kualifikasi; b. tidak meminta seluruh dokumen yang disyaratkan kecuali pada tahap pembuktian kualifikasi; dan Perka LKPP No. 18 Tahun 2012 tentang E-Tendering Lampiran angka romawi II nomer 2 angka 4) yang menyatakan : 1) Data Kualifikasi disampikan melalui form isian elektronik kualifikasi yang tersedia pada aplikasi SPSE 2) dst 3) dst 4) Dengan mengirimkan data kualifikasi secara elektronik penyedia barang/ jasa menyetujui pernyataan sbb : a) yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, dan kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan. b) yang bersangkutan berikut pengurus badan usaha tidak masuk dalam daftar hitam. c) perorangan yang bertindak untuk dan atas nama badan usaha tidak sedang menjalani sanksi pidana. d) data kualifikasi yang diisikan benar, dan jika di kemudian hari ditemukan bahwa data/ dokumen yang disampikan tidak benar dan ada pemalsuan, maka Direktur Utama/ pimpinan perusahaan, atau kepala cabang atau pejabat yang menurut perjanjian kerjasama berhak mewakili badan usaha yang bekerjasama dan badan usaha yang diwakili bersedia dikenakan sanksi administratif sanksi pencantuman dalam daftar hitam, gugatan secara perdata, dan/ atau pelaporan secara pidana kepada pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan. e) Pimpinan dan pengurus badan usaha bukan sebagai pegawai K/ L/ D/ I atau pimpinan dan pengurus badan usaha sebagai pegawai K/ L/ D/ I yang sedang mengambil cuti diluar tanggungan K/ L/ D/ I. f) Pernyataan lain yang menjadi syarat kualifikasi yang tercantum dalam dokumen pengadaan. Perka LKPP No. 18 Tahun 2012 tentang E-Tendering Lampiran angka romawi II nomer 2 huruf d angka 5) yang menyatakan : d. Pemasukan/ Penyampaian Dokumen Penawaran 5) Penyedia barang/ jasa tidak perlu mengunggah (upload) hasil pemindaian dokumen asli yang bertanda tangan basah dan berstempel, kecuali surat lain yang memerlukan tanda tangan basah dari pihak lain. Perka LKPP No. 15 Tahun 2012 tentang STANDAR DOKUMEN PENGADAAN BARANG/ JASA PEMERINTAH Pasal 7 yang menyatakan : Standar Dokumen Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah ini dapat disesuaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen/ Pejabat Pengadaan/ Kelompok Kerja ULP sesuai dengan kebutuhan proses pengadaan sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah dan Petunjuk Teknis pelaksanaannya. 2. Sehubungan dengan ketentuan Perka LKPP No. 18 Tahun 2012 tentang E-Tendering Lampiran angka romawi II nomer 2 huruf d angka 5) diatas, maka : a. Penawaran elektronik tidak perlu menggunakan materai. b. sehubungan dengan kapasitas bandwich untuk daerah Sulawesi hanya mampu melakukan upload dengan size file maksimal 19 MB, sehingga persyaratan untuk meng-upload hasil scan kontrak, SPMK dan Berita Acara PHO, kami anggap bertentangan dengan regulasi pemerintah disamping akan mempersulit rekanan untuk melakukan upload penawaran. Mohon untuk ditinjau kembali, mengingat ada kegiatan pembuktian kualifikasi. Rujukan tentang materai sebagai berikut : Di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2005, materai didefinisikan sebagai Benda Meterai yakni meterai tempel dan kertas meterai yang dikeluarkan oleh Pemerintah R.I. Materai didalam proses pengadaan barang dan jasa berbasis elektronik materai tidak dipersyaratkan sebagai pernyataan sah atau tidaknya suatu dokumen. Penyedia barang/ jasa tidak perlu mengunggah ( upload) hasil pemindai dokumen asli yang bertandatangan basah dan berstempel kecuali surat lain yang memerlukan tandatangan basah dari pihak lain sebagaimana lampiran Peraturan Kepala LKPP Nomor 18 Tahun 2012 tentang Tata cara e-tendering pada angka I I .2.d.5. Secara
8846555 10 Mar 2014 11: 36
LPSE Mahkamah Agung RI
https://lpse.mahkamahagung.go.id/eproc/penjelasan/lelang/629555/18812
11 Maret 2014 07: 44 © 2006-2014 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP) implisif, aturan tidak mempersyaratkan tandatangan basah dan stempel juga diperuntukan untuk materai. Karena konsekuensi materai wajib ditandatangani. Sepanjang dokumen diberikan materai maka aturan penggunaan materai wajib diakomodir sebagai dari konsekuensi. Dokumen yang dikenakan Bea Meterai berdasarkan Undang undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai pada pasal 2 angka 1 huruf ( a) adalah dokumen yang berbentuk surat perjanjian dan surat surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata; Jelas bahwa surat penawaran ataupun surat pernyataan adalah bagian dari dokumen yang wajib dikenakan biaya materai. Didalam UU Nomor 13 Tahun 1985 Pasal 8 ayat 1 dan 2 : 1. Dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 yang Bea Meterainya tidak atau kurang dilunasi sebagaimana mestinya dikenakan denda administrasi sebesar 200% ( dua ratus persen) dari Bea Meterai yang tidak atau kurang dibayar; 2. Pemegang dokumen atas dokumen sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) harus melunasi Bea Meterai yang terhutang berikut dendanya dengan cara pemeteraian kemudian. Pasal ini lebih memperjelas bahwa dokumen yang tidak atau kurang bermeterai hanya dikenakan denda administrasi dan tidak menyatakan bahwa dokumen tersebut tidak sah. Disini tegas bahwa dokumen sebagaimana padal 1 huruf ( a) jika tidak dibubuhi materai tidak mengakibatkan ketidakabsahan dokumen tersebut, namun dikenakan denda sebagaimana peraturan yang berlaku Bagaimana jika dokumen elektronik yang tidak mempersyaratkan materai namun tetap dipasang materai yang dicrop dan digunakan berulangkali untuk beberapa dokumen? Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang dan Jasa berbasis e-proc tidak membahas lingkup tersebut karena tidak berkaitan dengan proses keabsahan atau tidaknya dokumen. Namun tetap melanggara aturan lainnya sebagai bagian penerapan perundang-undangan yang berlaku. Didalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang I nformasi dan Transaksi Elektronik, dinyatakan bahwa Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/ atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya. Sesuai pasal 35 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang I TE, Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/ atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/ atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik. Konsekuensi kata “ dilarang” mengakibatkan semua yang terjadi akibat pelarangan adalah tidak sah. 3. Apakah boleh SKK Pengawas Bangunan Gedung diganti menjadi SKK Pelaksana Bangunan Gedung ? apabila tidak boleh diganti, tolong Pokja menjelaskan dasar hukumnya. 4. Mohon agar pokja menelaah kembali Analisa harga satuan pada BOQ, mengingat sangat banyak Index/ Koefisien beberapa item pekerjaan yang tidak sesuai dengan AHSP SNI Th 2008. 5. Untuk menghindari pelelangan gagal, sebaiknya Standar Biding Dokumen ( SBD) mengacu kepada Perka LKPP No. 15 Tahun 2012, agar tidak ada celah sanggah oleh rekanan.
LDP BAB IV Kalau kita menginginkan persyaratan yang dibuat oleh Pokja sesulit mungkin, ya tenaga teknisnya ditambain aja sekalian dengan Juru Ukur S1 Geologi, Juru Gambar STM, Tukang Las SMA dan Pelaksana K3 SMA. biar seru lelangnya sekalian.
8846555 10 Mar 2014 11: 46
Penjelasan Panitia/ Pokja ULP
Dokumen Bab Uraian Pengirim
Dokumen LDP Bab I V 8840555 8840555 8842555 Membaca dan mempelajari pertanyaan saudara 1. Saran dan pertanyaan saudara tentang persyaratan tenaga yang dibutuhkan kami dapat terima dan kami dpat setujui 2. Tetap berpedoman berdasarkan PP No.46 tahun 2013
POKJA 1 10 Mar 2014 12: 22
LDK V 8846555 1. a. setiap perusahaan yg mempunyai sertifikat badan usaha biasanya memiliki kartu tanda anggota (KTA) dari salah satu Asosiasi. dan bagi perusahaan yg asosiasinya tidak mengeluarkan KTA, pada saat pembuktian kualifikasi dapat membawa surat keterangan dari asosiasi tersebut yg menyatakan bahwa perusahaan tersebut benar terdaftar sebagai anggota 1. b. SPT tahunan yg diminta adalah SPT tahun terakhir ( apabila SPT Tahun 2013 belum ada, dapat menggunakan SPT Tahun 2012) . 1. c. surat pernyataan ditiadakan, dalam surat penawaran tidak dibubuhi materai. Dalam isian kualifikasi ditandatangani dan dibubuhi materai sesuai format isian kualifikasi. Perka LKPP no. 18/ 2012 ( II, d) angka 4 menjelaskan surat penawaran atau/ dan surat lain sebagai bagian dokumen penawaran yg diunggah atau diupload kedalam aplikasi SPSE dianggap sah sebagai dokumen electronik dan telah ditandatangani secara electronik . 2. dokumen pengalaman kerja dlm bentuk kontrak, SPMK dan berita acara PHO dilampirkan pada saat pembuktiaan kualifikasi, tetapi tetap diinput dlm sistem LPSE. 3. SKK pengawasan bangunan gedung diganti menjadi SKK pelaksana bangunan gedung/ struktur. 4. BOQ dan analisa harga satuan dibuat oleh PPK berdasarkan standar ketentuan yang berlaku termasuk standar SNI
POKJA 1 10 Mar 2014 14: 18
DOKUMEN 8841555. TETAP dipersyaratan kualifikasi untuk memiliki laporan bulanan PPh psl 25/ 29 atau psl 21/ psl 23 atau PPN sekurang-kurangnya 3 bulan terakhir mengacu kepada SDP dan persyaratan kualifikasi SPSE
POKJA 1 10 Mar 2014 14: 25
Peserta (penyedia barang/ jasa) Panitia/ Pokja ULP
Catatan :
Panitia/ Pokja ULP masih bisa memberikan penjelasan selama 3 jam setelah masa Aanwijzing berakhir Untuk menjawab pertanyaan cukup dengan menyebutkan I D Peserta