• Tidak ada hasil yang ditemukan

S PSI 1105293 Chapter3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S PSI 1105293 Chapter3"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

26

Sandy Fendrian, 2016

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB III

METODE PENELITIAN

Bab ini membahas metode penelitian dan bagaimana teori yang telah dipaparkan dalam bab dua diaplikasikan dalam penelitian. Bab ini terdiri dari populasi dan sampel penelitian, desain penelitian, variabel penelitian dan definisi operasional, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, proses pengembangan instrumen, teknik analisis data, serta prosedur pelaksanaan penelitian.

A. Populasi dan Sampel Penelitian

Menurut Azwar (2013) populasi merupakan sekelompok subjek yang akan dikenai generalisasi hasil penelitian. Sekelompok subjek tersebut terdiri dari sejumlah individu yang setidaknya mempunyai ciri atau karakteristik yang sama. Popupasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa dari Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

(2)

Sandy Fendrian, 2016

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

B. Desain Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasional untuk mengetahui adakah hubungan antara variabel X (SDO) dengan variabel Y (sikap terhadap aggressive humor).

C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

1. Variabel Penelitian

Pada penelitian ini terdapat dua buah variabel, yaitu variabel X dan Y dimana yang merupakan variabel X adalah SDO (social dominance orientation) dan yang menjadi variabel Y adalah sikap terhadap aggressive humor.

2. Definisi Operasional

Dalam pelaksanaan penelitian, batasan atau definisi suatu variabel tidak dapat dibiarkan ambigu karena pengukuran yang valid hanya dapat dilakukan terhadap atribut yang sudah didefinisikan secara tegas dan operasional (Azwar, 2013). Berikut adalah definisi operasional variabel-variabel dalam penelitian ini:

a. Social dominance orientation

Pada penelitian ini, SDO adalah tinggi rendahnya orientasi mahasiswa Psikologi UPI terhadap hirarki yang berlaku di lingkungan sekitarnya. Bagaimana seharusnya interaksi antar kelompok terjadi, apakah ada kelompok yang berada di atas dan di bawah atau setara. Selain itu, SDO dalam penelitian ini juga melihat bagaimana sikap mahasiswa Psikologi UPI dalam menggapai apa yang kelompoknya inginkan. Hal ini dapat dilihat dari skor total yang diperoleh dari kuesioner SDO.

(3)

Sandy Fendrian, 2016

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ketika harus menggunakan paksaan terhadap individu atau kelompok lain. Semakin rendah skor keseluruhan yang diperoleh maka semakin rendah dukungannya terhadap hirarki dan lebih memilih kesetaraan antar kelompok. Individu dengan skor yang rendah juga mengindikasikan memiliki tingkat empati yang lebih tinggi dan cenderung tidak memaksakan kehendaknya ketika harus berlawanan dengan orang atau kelompok lain.

b. Sikap terhadap Aggressive Humor

Sikap terhadap aggressive humor adalah bagaimana mahasiswa Psikologi UPI memahami, merasakan, bereaksi dan berperilaku terhadap humor yang bersifat mencela dan memanipulasi orang lain seperti menyindir, mengejek, menggoda, merendahkan, dan bersifat

offensive. Dalam humor style questionnaire (HSQ) milik Rod Martin (2003) terdapat aitem-aitem yang mengidentifikasikan gaya

aggressive humor. Untuk memudahkan dalam pembuatan instrumen penelitian, peneliti mencoba membaginya ke dalam 4 indikator. Keempat indikator tersebut adalah:

a. Kesalahan

Indikator kesalahan ini mencakup bagaimana lelucon digunakan untuk mengejek seseorang yang melakukan kesalahan.

b. Ketidakpedulian

Indikator ketidakpedulian ini mencakup bagaimana dalam membuat lelucon kita tidak perlu memperdulikan situasi atau perasaan orang lain.

c. Orientasi

Indikator orientasi ini mencakup bagaimana pandangan umum individu terhadap humor yang digunakan untuk mencela atau merendahkan seseorang.

d. Merendahkan

(4)

Sandy Fendrian, 2016

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Kemudian indikator di atas disesuaikan dengan komponen-komponen sikap menurut Banaji dan Heiphetz (dalam Bernstein, 2010) yaitu:

a. Komponen kognitif

Berisi pemikiran, ide-ide, maupun pendapat mahasiswa Psikologi UPI yang berkenaan dengan aggressive humor yang , berupa keyakinan atau tanggapan, kesan, atribusi, dan penilaian terhadap objek sikap.

b. Komponen afektif

Berhubungan dengan perasaan atau emosi subjektif mahasiswa Psikologi UPI yang berupa perasaan senang atau tidak senang terhadap aggressive humor.

c. Komponen konatif

Menunjukkan bagaimana kecenderungan respon mahasiswa Psikologi UPI terhadap aggressive humor. Respon yang dimaksud dapat berupa perilaku yang dapat diamati dan dapat berupa niat atau intensi untuk melakukan perbuatan tertentu.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur variabel X (SDO) adalah instrumen hasil adaptasi dari SDO scale yang dibuat oleh Pratto (1994). Kuesioner yang digunakan untuk mengukur variabel Y (sikap terhadap aggressive humor) adalah instrumen yang dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan mengeksplorasi item-item HSQ yang membentuk identifikasi aggressive humor (Martin, 2003) yang sudah dibagi ke dalam 4 indikator oleh peneliti dengan 3 komponen sikap menurut Banaji dan Heiphetz (dalam Bernstein, 2010).

E. Instrumen penelitian

(5)

Sandy Fendrian, 2016

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

penelitian ini adalah angket SDO dan angket persepsi terhadap pelaku

aggressive humor.

3. Instrumen SDO

a. Spesifikasi Instrumen

Angket SDO yang digunakan penelitian ini adalah hasil adaptasi dari social dominance orientation scale yang dibuat oleh Pratto (1994). Angket ini terdiri dari 16 item sesuai jumlah dari

social dominance orientation scale. Pada tahun 2012 Arnold K. Ho mengadaptasi angket ini dan mendapat koefisien reliabilitas sebesar 0,88.

Cara pengisian instrumen ini yakni dengan meminta kepada sampel penelitian untuk memberikan tanggapan terhadap pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam instrumen tersebut dengan cara memilih salah satu alternatif dari jawaban yang tersedia. Sampel penelitian akan memilih 1 (satu) angka dari rating 1-7 yang paling sesuai dengan dirinya, yaitu 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = sedikit tidak setuju, 4 = ragu-ragu, 5 = sedikit setuju, 6 = setuju, 7 = sangat setuju. Masing-masing jawaban memiliki nilai sendiri yang disesuaikan dengan alternatif pilihan jawaban yang bergerak antara 1-7. Item ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu SDO-Dominance (SDO-D) and SDO-Egalitarianism (SDO-E).

Hasil (skor total) yang diperoleh masing-masing responden akan menyatakan tingkat social dominance orientation yang dirasakan oleh responden tersebut dalam kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah.

b. Penyekoran

Tahapan penyekoran pada instrumen SDO adalah sebagai berikut: 1) Jawaban dari setiap pernyataan tersebut akan dinilai dengan

(6)

Sandy Fendrian, 2016

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 3. 1

Skoring Alat Ukur SDO

Item Skor Pernyataan

1 (STS) 2 3 4 5 6 7 (SS)

SDO-D 1 2 3 4 5 6 7

SDO-E 7 6 5 4 3 2 1

2) Setelah pernyataan-pernyataan tersebut diisi oleh responden, selanjutnya jawaban tersebut dijumlahkan untuk mendapat skor total.

3) Menentukan mean dan standar deviasi yang kemudian akan dibuat kategorisasi berdasarkan mean dan standar deviasi tersebut. Berikut ini adalah kategorisasi skor untuk alat ukur SDO.

Tabel 3. 2

Kategorisasi skor SDO

Kategori Rumus

Sangat tinggi X > µ + (1,5 σ) Tinggi µ + (0,5 σ) < X ≤ µ + (1,5 σ) Sedang µ - (0,5 σ) < X ≤ µ + (0,5 σ) Rendah µ - (1,5 σ) < X ≤ µ - (0,5 σ) Sangat rendah X ≤ µ - (1,5 σ)

(7)

Sandy Fendrian, 2016

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 3. 3

Kategorisasi skor SDO

Kategori Rumus

Sangat tinggi X > -0,51 + (1,5 . 0,51)

Tinggi -0,51 + (0,5 . 0,51) < X ≤ -0,51 + (1,5 . 0,51)

Sedang -0,51 - (0,5 . 0,51) < X ≤ -0,51 + (0,5 . 0,51) Rendah -0,51 - (1,5 . 0,51) < X ≤ -0,51 - (0,5 . 0,51) Sangat rendah X ≤ -0,51 - (1,5 . 0,51)

c. Kisi-Kisi Instrumen

Berikut ini adalah kisi-kisi dari instrumen SDO. Tabel 3. 4

Kisi-Kisi Alat Ukur SDO

Dimensi No. aitem Jumlah

SDO-D (favorable) 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 8 SDO-E (non favorable) 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16 8

Jumlah 16

4. Instrumen Sikap terhadap Aggressive Humor a. Spesifikasi Instrumen

Instrumen ini disesuaikan dengan humor style questionnaire

(HSQ) milik Rod Martin (2003). Peneliti akan mengeksplorasi item-item HSQ yang membentuk identifikasi aggressive humor (Martin, 2003) yang sudah dibagi ke dalam 4 indikator oleh peneliti dengan 3 komponen sikap menurut Banaji dan Heiphetz (dalam Bernstein, 2010).

(8)

Sandy Fendrian, 2016

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

sesuai dengan gambaran diri individu tersebut, sedangkan pilihan atau yang mengarah ke “sangat tidak sesuai” (STS) menunjukan bahwa pernyataan tersebut tidak sesuai dengan gambaran diri indvidu tersebut.

b. Penyekoran

Tahapan penyekoran pada instrumen sikap terhadap

aggressive humor adalah sebagai berikut:

1) Jawaban dari setiap pernyataan tersebut akan dinilai dengan angka sebagai berikut:

Tabel 3. 5

Skoring Alat Ukur Sikap terhadap Aggressive Humor

Pilihan jawaban Skor

Sangat setuju 5

Setuju 4

Ragu-ragu 3

Tidak setuju 2

Sangat tidak setuju 1

Setelah pernyataan-pernyataan tersebut diisi oleh responden, selanjutnya jawaban tersebut dijumlahkan untuk mendapat skor total.

2) Menentukan mean dan standar deviasi yang kemudian akan dibuat kategorisasi berdasarkan mean dan standar deviasi tersebut. Berikut ini adalah kategorisasi skor untuk alat ukur sikap terhadap aggressive humor.

Tabel 3. 6

Kategorisasi skor sikap terhadap aggressive humor

Kategori Rumus

(9)

Sandy Fendrian, 2016

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Rendah µ - (1,5 σ) < X ≤ µ - (0,5 σ) Sangat rendah X ≤ µ - (1,5 σ)

Setelah diketahui nilai mean dan standar deviasi dari hasil perhitungan statistik deskriptif, maka nilai-nilai tersebut dimasukkan kedalam tabel, sehingga menjadi seperti:

Tabel 3. 7

Kategorisasi skor sikap terhadap aggressive humor

Kategori Rumus

Sangat tinggi X > -1,4 + (1,5 . 1,43)

Tinggi -1,4 + (0,5 . 1,43) < X ≤ -1,4 + (1,5 . 1,43) Sedang -1,4 - (0,5 . 1,43) < X ≤ -1,4 + (0,5 . 1,43) Rendah -1,4 - (1,5 . 1,43) < X ≤ -1,4 - (0,5 . 1,43) Sangat rendah X ≤ -1,4 - (1,5 . 1,43)

c. Kisi-Kisi Instrumen Sikap terhadap Aggressive Humor

Berikut ini adalah kisi-kisi dari instrumen sikap terhadap

aggressive humor.

Tabel 3. 8

Kisi-Kisi Alat Ukur Sikap terhadap Aggressive Humor

Dimensi No. aitem Jumlah

Kognitif 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 8

Afektif 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16 8 Konatif 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25 9

Total 25

F. Proses Pengembangan Instrumen

Dalam proses pengembangan instrumen SDO dan sikap terhadap

aggressive humor, peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas pada kedua instrumen ini.

5. Validitas

(10)

Sandy Fendrian, 2016

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Untuk menguji validitas data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan uji validitas isi dimana validitas isi merujuk pada cara yang digunakan peneliti dengan menggunakan penilaian orang-orang ahli di bidangnya atau yang lebih dikenal dengan istilah expert judgement.

Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah SDO

scale yang merupakan alat ukur baku yang telah teruji secara metodologis dan berbahasa inggris. Meskipun telah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh peneliti lain, peneliti tetap melakukan penerjemahan instrumen kepada ahli bahasa yaitu Dr. Doddy Rusmono. MLIS. Selain itu, peneliti juga melakukan expert

judgement dari 2 orang ahli psikologi yaitu Helli Ihsan S.Ag., M.Si dan Gemala Nurendah, S. Pd., M.A. agar validitas isi tetap terjaga dan dapat disesuaikan lebih dalam dengan tema penelitian yang digunakan oleh peneliti.

Instrumen yang kedua adalah skala sikap terhadap aggressive humor. Alat ukur ini disusun sendiri oleh peneliti dengan mengkolaborasikan terminologi sikap menurut Banaji dan Heiphetz (dalam Bernstein, 2010) dan humor style questionnaire (HSQ) milik Rod Martin (2003) yang kemudian dilakukan proses expert judgement oleh para ahli seperti pada instrumen SDO.

Selain itu, dilakukan juga uji coba (pilot test) terhadap kedua instrumen penelitian. Uji coba dilakukan kepada 117 orang yang berada pada rentang usia 18 tahun sampai 25 tahun di kota Bandung secara aksidental.

Setelah melakukan uji coba, peneliti melakukan analisis item dengan menggunakan Rasch Model dengan software Winsteps. Dalam pemodelan Rasch, parameter yang digunakan adalah infit dan outfit dari kuadrat tengah (mean square) dan nilai terstandarkan (standardized values) (Sumintono & Widhiarso, 2013). Infit (inlier sensitive atau

information weighted fit) adalah kesensitifan pola respon terhadap item sasaran pada responden (person) atau sebaliknya. Sedangkan, outfit

(11)

Sandy Fendrian, 2016

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dengan tingkat kesulitan tertentu pada responden atau sebaliknya. Berdasarkan hal tersebut, terdapat tiga parameter yang digunakan untuk memeriksa item yang tidak sesuai (outliers atau misfit), yaitu:

 Nilai outfit MNSQ yang diterima: 0.5 < MNSQ < 1.5.

 Nilai outfit ZSTD yang diterima: -2 < ZSTD < +2.

 Nilai Point Measure Correlation (Pt. Mean Corr.): 0.4 < Pt Measure Corr < 0.85 (Sumintono & Widhiarso, 2013).

a. Validitas Instrumen SDO

Berdasarkan hasil analisis item menggunakan Rasch Model

dengan software Winsteps pada hasil uji coba, keseluruhan item pada instrumen SDO tidak memerlukan perbaikan ulang. Hal ini dikarenakan tidak ada item yang memenuhi keseluruhan parameter item yang tidak sesuai (outlier atau misfit).

b. Validitas Instrumen Sikap terhadap Aggressive Humor

Berdasarkan hasil analisis item menggunakan Rasch Model

dengan software Winsteps pada hasil uji coba, terdapat satu aitem pada instrumen sikap terhadap aggressive humor yang berada pada kategori outlier atau misfit. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan diksi pada aitem tersebut. Hasil perbaikan diksi item pada instrumen sikap terhadap aggressive humor dituangkan dalam bentuk tabel.

Tabel 3. 9

Perbaikan Instrumen Sikap terhadap Aggressive Humor

Nomer

aitem

Sebelumnya Perbaikan

12 Saya merasa senang melihat seseorang tersinggung karena diejek sebagai bahan lelucon

(12)

Sandy Fendrian, 2016

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

6. Reliabilitas

Uji reliabilitas yang dilakukan pada penelitian menggunakan

Rasch Model dengan software Winsteps. Pada penelitian ini koefisien reliabilitas yang digunakan adalah Alpha Cronbach. Koefisien reliabilitas kedua instrumen dituangkan dalam bentuk tabel

Tabel 3. 10

Hasil Uji Realiabilitas Instrumen

Instrumen Uji Coba Penelitian

SDO 0,97 0,98

Sikap terhadap Aggressive Humor 0,92 0,95

Tabel 3. 11

Kategori Koefisien Reliabilitas

Derajat Relibilitas Kategori

0,90 α 1,00 Sangat Reliabel

0,70 α 0,90 Reliabel

0,40 α 0,70 Cukup Reliabel 0,20 α 0,40 Kurang Reliabel

α 0,20 Tidak Reliabel

(Guilford dalam Sugiyono, 2015)

G. Teknik Analisis Data

Untuk menjawab pertanyaan penelitian, peneliti melakukan uji korelasional terhadap data yang sudah didapatkan. Pada penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi pearson product momment. Teknik korelasi ini digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel bila data kedua variabel berbentuk interval atau ratio (Sugiyono, 2015). Maka dari itu data ordinal yang didapatkan dari hasil pengumpulan data ditransformasikan terlebih dahulu ke fungsi logaritma dan jenis data interval menggunakan perangkat lunak Winsteps

(13)

Sandy Fendrian, 2016

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(Sumintono, 2013). Koefisien korelasi pearson product momment dapat dicari menggunakan rumus berikut:

√∑

dimana:

= Korelasi antara variabel x dengan y = ( - )

= ( - )

Pengujian korelasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel SDO dan sikap terhadap aggressive humor. Kuat lemahnya hubungan antar variabel diperlihatkan oleh nilai koefisien korelasi yang bergerak antara 0 sampai dengan 1. Dimana semakin mendekati angka 1 berarti hubungan tersebut semakin kuat, dan sebaliknya semakin mendekeati angka 0 maka hubungan tersebut semakin lemah. Arah hubungan antar variabel ditunjukkan oleh adanya tanda positif dan negatif pada nilai koefisien korelasi. Tanda positif menunjukkan adanya hubungan yang searah dan tanda negatif menunjukkan hubungan yang berlawanan arah (Azwar, 2012). Untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan antara kedua variabel, maka nilai korelasi dapat diinterpretasikan melalui tabel berikut (Sugiyono, 2015):

Tabel 3. 12

Interpretasi terhadap Koefisien Korelasi

Nilai Korelasi Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Lemah

0,20 – 0,399 Lemah

0,40 – 0,599 Cukup

0,60 – 0,799 Kuat

(14)

Sandy Fendrian, 2016

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

H. Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahapan utama, yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pengolahan data.

1. Tahap Persiapan

a.Menentukan rumusan masalah.

b.Melakukan survei pendahuluan dengan observasi dan wawancara untuk mengetahui selera humor di kalangan mahasiswa.

c.Melakukan studi literatur yang berhubungan dengan konteks penelitian ini.

d.Membuat proposal penelitian.

2. Tahap Pelaksanaan

a.Membuat Alat ukur penelitian.

b.Melakukan uji coba terhadap alat ukur penelitian. Kemudian melakukan analisis pada hasil uji reliabilitas dan validitasnya sehingga dapat dilakukan revisi yang diperlukan.

c.Melakukan pengambilan data menggunakan kuesioner online.

Penyebaran kuesioner dilakukan dengan memberikan tautan web pada setiap ketua angkatan yang kemudian disebar kepada angkatannya masing-masing.

3. Tahap Pengolahan Data

a.Melakukan skoring dan merubah bentuk data menjadi interval menggunakan Rasch Model dengan software Winsteps.

b.Melakukan analisis korelasi menggunakan IBM SPSS statistics 23.

Gambar

Tabel 3. 2
Tabel 3. 3
Tabel 3. 7
Tabel 3. 9
+2

Referensi

Dokumen terkait

HUBUNGAN HUMOR STYLES DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA AWAL DI SMP NEGERI 15 BANDUNG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Hubungan Antara Sikap Menghadapi Perilaku Pelecehan Seksual Dengan Masalah Kesehatan Mental dan Kepuasan Kerja Pada Sales Promotion Girl.. Universitas Pendidikan Indonesia |

Hubungan Antara Self-Efficacy Dalam Mencegah Serangan Asma Dengan Stres Pada Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia |

Departemen Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung (2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap terhadap

HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP KAMPANYE DI MEDIA MASSA DENGAN PARTISIPASI POLITIK PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA.. Universitas Pendidikan Indonesia |

HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP KAMPANYE DI MEDIA MASSA DENGAN PARTISIPASI POLITIK PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA.. Universitas Pendidikan Indonesia

HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP KEMACETAN LALU LINTAS DENGAN COPING STRATEGY PADA PENGEMUDI MOBILPRIBADI DI KOTA BANDUNG.. Universitas Pendidikan Indonesia |

HUBUNGAN SELF-REGULATION D ENGAN COMMUNICATI ON APPREHENSION MAHASISWA UNIVERSITAS PEND IDIKAN INDONESIA. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu