26
Sandy Fendrian, 2016
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB III
METODE PENELITIAN
Bab ini membahas metode penelitian dan bagaimana teori yang telah dipaparkan dalam bab dua diaplikasikan dalam penelitian. Bab ini terdiri dari populasi dan sampel penelitian, desain penelitian, variabel penelitian dan definisi operasional, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, proses pengembangan instrumen, teknik analisis data, serta prosedur pelaksanaan penelitian.
A. Populasi dan Sampel Penelitian
Menurut Azwar (2013) populasi merupakan sekelompok subjek yang akan dikenai generalisasi hasil penelitian. Sekelompok subjek tersebut terdiri dari sejumlah individu yang setidaknya mempunyai ciri atau karakteristik yang sama. Popupasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa dari Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Sandy Fendrian, 2016
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
B. Desain Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasional untuk mengetahui adakah hubungan antara variabel X (SDO) dengan variabel Y (sikap terhadap aggressive humor).
C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
1. Variabel Penelitian
Pada penelitian ini terdapat dua buah variabel, yaitu variabel X dan Y dimana yang merupakan variabel X adalah SDO (social dominance orientation) dan yang menjadi variabel Y adalah sikap terhadap aggressive humor.
2. Definisi Operasional
Dalam pelaksanaan penelitian, batasan atau definisi suatu variabel tidak dapat dibiarkan ambigu karena pengukuran yang valid hanya dapat dilakukan terhadap atribut yang sudah didefinisikan secara tegas dan operasional (Azwar, 2013). Berikut adalah definisi operasional variabel-variabel dalam penelitian ini:
a. Social dominance orientation
Pada penelitian ini, SDO adalah tinggi rendahnya orientasi mahasiswa Psikologi UPI terhadap hirarki yang berlaku di lingkungan sekitarnya. Bagaimana seharusnya interaksi antar kelompok terjadi, apakah ada kelompok yang berada di atas dan di bawah atau setara. Selain itu, SDO dalam penelitian ini juga melihat bagaimana sikap mahasiswa Psikologi UPI dalam menggapai apa yang kelompoknya inginkan. Hal ini dapat dilihat dari skor total yang diperoleh dari kuesioner SDO.
Sandy Fendrian, 2016
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ketika harus menggunakan paksaan terhadap individu atau kelompok lain. Semakin rendah skor keseluruhan yang diperoleh maka semakin rendah dukungannya terhadap hirarki dan lebih memilih kesetaraan antar kelompok. Individu dengan skor yang rendah juga mengindikasikan memiliki tingkat empati yang lebih tinggi dan cenderung tidak memaksakan kehendaknya ketika harus berlawanan dengan orang atau kelompok lain.
b. Sikap terhadap Aggressive Humor
Sikap terhadap aggressive humor adalah bagaimana mahasiswa Psikologi UPI memahami, merasakan, bereaksi dan berperilaku terhadap humor yang bersifat mencela dan memanipulasi orang lain seperti menyindir, mengejek, menggoda, merendahkan, dan bersifat
offensive. Dalam humor style questionnaire (HSQ) milik Rod Martin (2003) terdapat aitem-aitem yang mengidentifikasikan gaya
aggressive humor. Untuk memudahkan dalam pembuatan instrumen penelitian, peneliti mencoba membaginya ke dalam 4 indikator. Keempat indikator tersebut adalah:
a. Kesalahan
Indikator kesalahan ini mencakup bagaimana lelucon digunakan untuk mengejek seseorang yang melakukan kesalahan.
b. Ketidakpedulian
Indikator ketidakpedulian ini mencakup bagaimana dalam membuat lelucon kita tidak perlu memperdulikan situasi atau perasaan orang lain.
c. Orientasi
Indikator orientasi ini mencakup bagaimana pandangan umum individu terhadap humor yang digunakan untuk mencela atau merendahkan seseorang.
d. Merendahkan
Sandy Fendrian, 2016
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kemudian indikator di atas disesuaikan dengan komponen-komponen sikap menurut Banaji dan Heiphetz (dalam Bernstein, 2010) yaitu:
a. Komponen kognitif
Berisi pemikiran, ide-ide, maupun pendapat mahasiswa Psikologi UPI yang berkenaan dengan aggressive humor yang , berupa keyakinan atau tanggapan, kesan, atribusi, dan penilaian terhadap objek sikap.
b. Komponen afektif
Berhubungan dengan perasaan atau emosi subjektif mahasiswa Psikologi UPI yang berupa perasaan senang atau tidak senang terhadap aggressive humor.
c. Komponen konatif
Menunjukkan bagaimana kecenderungan respon mahasiswa Psikologi UPI terhadap aggressive humor. Respon yang dimaksud dapat berupa perilaku yang dapat diamati dan dapat berupa niat atau intensi untuk melakukan perbuatan tertentu.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur variabel X (SDO) adalah instrumen hasil adaptasi dari SDO scale yang dibuat oleh Pratto (1994). Kuesioner yang digunakan untuk mengukur variabel Y (sikap terhadap aggressive humor) adalah instrumen yang dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan mengeksplorasi item-item HSQ yang membentuk identifikasi aggressive humor (Martin, 2003) yang sudah dibagi ke dalam 4 indikator oleh peneliti dengan 3 komponen sikap menurut Banaji dan Heiphetz (dalam Bernstein, 2010).
E. Instrumen penelitian
Sandy Fendrian, 2016
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
penelitian ini adalah angket SDO dan angket persepsi terhadap pelaku
aggressive humor.
3. Instrumen SDO
a. Spesifikasi Instrumen
Angket SDO yang digunakan penelitian ini adalah hasil adaptasi dari social dominance orientation scale yang dibuat oleh Pratto (1994). Angket ini terdiri dari 16 item sesuai jumlah dari
social dominance orientation scale. Pada tahun 2012 Arnold K. Ho mengadaptasi angket ini dan mendapat koefisien reliabilitas sebesar 0,88.
Cara pengisian instrumen ini yakni dengan meminta kepada sampel penelitian untuk memberikan tanggapan terhadap pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam instrumen tersebut dengan cara memilih salah satu alternatif dari jawaban yang tersedia. Sampel penelitian akan memilih 1 (satu) angka dari rating 1-7 yang paling sesuai dengan dirinya, yaitu 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = sedikit tidak setuju, 4 = ragu-ragu, 5 = sedikit setuju, 6 = setuju, 7 = sangat setuju. Masing-masing jawaban memiliki nilai sendiri yang disesuaikan dengan alternatif pilihan jawaban yang bergerak antara 1-7. Item ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu SDO-Dominance (SDO-D) and SDO-Egalitarianism (SDO-E).
Hasil (skor total) yang diperoleh masing-masing responden akan menyatakan tingkat social dominance orientation yang dirasakan oleh responden tersebut dalam kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah.
b. Penyekoran
Tahapan penyekoran pada instrumen SDO adalah sebagai berikut: 1) Jawaban dari setiap pernyataan tersebut akan dinilai dengan
Sandy Fendrian, 2016
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 3. 1
Skoring Alat Ukur SDO
Item Skor Pernyataan
1 (STS) 2 3 4 5 6 7 (SS)
SDO-D 1 2 3 4 5 6 7
SDO-E 7 6 5 4 3 2 1
2) Setelah pernyataan-pernyataan tersebut diisi oleh responden, selanjutnya jawaban tersebut dijumlahkan untuk mendapat skor total.
3) Menentukan mean dan standar deviasi yang kemudian akan dibuat kategorisasi berdasarkan mean dan standar deviasi tersebut. Berikut ini adalah kategorisasi skor untuk alat ukur SDO.
Tabel 3. 2
Kategorisasi skor SDO
Kategori Rumus
Sangat tinggi X > µ + (1,5 σ) Tinggi µ + (0,5 σ) < X ≤ µ + (1,5 σ) Sedang µ - (0,5 σ) < X ≤ µ + (0,5 σ) Rendah µ - (1,5 σ) < X ≤ µ - (0,5 σ) Sangat rendah X ≤ µ - (1,5 σ)
Sandy Fendrian, 2016
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 3. 3
Kategorisasi skor SDO
Kategori Rumus
Sangat tinggi X > -0,51 + (1,5 . 0,51)
Tinggi -0,51 + (0,5 . 0,51) < X ≤ -0,51 + (1,5 . 0,51)
Sedang -0,51 - (0,5 . 0,51) < X ≤ -0,51 + (0,5 . 0,51) Rendah -0,51 - (1,5 . 0,51) < X ≤ -0,51 - (0,5 . 0,51) Sangat rendah X ≤ -0,51 - (1,5 . 0,51)
c. Kisi-Kisi Instrumen
Berikut ini adalah kisi-kisi dari instrumen SDO. Tabel 3. 4
Kisi-Kisi Alat Ukur SDO
Dimensi No. aitem Jumlah
SDO-D (favorable) 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 8 SDO-E (non favorable) 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16 8
Jumlah 16
4. Instrumen Sikap terhadap Aggressive Humor a. Spesifikasi Instrumen
Instrumen ini disesuaikan dengan humor style questionnaire
(HSQ) milik Rod Martin (2003). Peneliti akan mengeksplorasi item-item HSQ yang membentuk identifikasi aggressive humor (Martin, 2003) yang sudah dibagi ke dalam 4 indikator oleh peneliti dengan 3 komponen sikap menurut Banaji dan Heiphetz (dalam Bernstein, 2010).
Sandy Fendrian, 2016
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
sesuai dengan gambaran diri individu tersebut, sedangkan pilihan atau yang mengarah ke “sangat tidak sesuai” (STS) menunjukan bahwa pernyataan tersebut tidak sesuai dengan gambaran diri indvidu tersebut.
b. Penyekoran
Tahapan penyekoran pada instrumen sikap terhadap
aggressive humor adalah sebagai berikut:
1) Jawaban dari setiap pernyataan tersebut akan dinilai dengan angka sebagai berikut:
Tabel 3. 5
Skoring Alat Ukur Sikap terhadap Aggressive Humor
Pilihan jawaban Skor
Sangat setuju 5
Setuju 4
Ragu-ragu 3
Tidak setuju 2
Sangat tidak setuju 1
Setelah pernyataan-pernyataan tersebut diisi oleh responden, selanjutnya jawaban tersebut dijumlahkan untuk mendapat skor total.
2) Menentukan mean dan standar deviasi yang kemudian akan dibuat kategorisasi berdasarkan mean dan standar deviasi tersebut. Berikut ini adalah kategorisasi skor untuk alat ukur sikap terhadap aggressive humor.
Tabel 3. 6
Kategorisasi skor sikap terhadap aggressive humor
Kategori Rumus
Sandy Fendrian, 2016
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Rendah µ - (1,5 σ) < X ≤ µ - (0,5 σ) Sangat rendah X ≤ µ - (1,5 σ)
Setelah diketahui nilai mean dan standar deviasi dari hasil perhitungan statistik deskriptif, maka nilai-nilai tersebut dimasukkan kedalam tabel, sehingga menjadi seperti:
Tabel 3. 7
Kategorisasi skor sikap terhadap aggressive humor
Kategori Rumus
Sangat tinggi X > -1,4 + (1,5 . 1,43)
Tinggi -1,4 + (0,5 . 1,43) < X ≤ -1,4 + (1,5 . 1,43) Sedang -1,4 - (0,5 . 1,43) < X ≤ -1,4 + (0,5 . 1,43) Rendah -1,4 - (1,5 . 1,43) < X ≤ -1,4 - (0,5 . 1,43) Sangat rendah X ≤ -1,4 - (1,5 . 1,43)
c. Kisi-Kisi Instrumen Sikap terhadap Aggressive Humor
Berikut ini adalah kisi-kisi dari instrumen sikap terhadap
aggressive humor.
Tabel 3. 8
Kisi-Kisi Alat Ukur Sikap terhadap Aggressive Humor
Dimensi No. aitem Jumlah
Kognitif 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 8
Afektif 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16 8 Konatif 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25 9
Total 25
F. Proses Pengembangan Instrumen
Dalam proses pengembangan instrumen SDO dan sikap terhadap
aggressive humor, peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas pada kedua instrumen ini.
5. Validitas
Sandy Fendrian, 2016
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Untuk menguji validitas data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan uji validitas isi dimana validitas isi merujuk pada cara yang digunakan peneliti dengan menggunakan penilaian orang-orang ahli di bidangnya atau yang lebih dikenal dengan istilah expert judgement.
Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah SDO
scale yang merupakan alat ukur baku yang telah teruji secara metodologis dan berbahasa inggris. Meskipun telah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh peneliti lain, peneliti tetap melakukan penerjemahan instrumen kepada ahli bahasa yaitu Dr. Doddy Rusmono. MLIS. Selain itu, peneliti juga melakukan expert
judgement dari 2 orang ahli psikologi yaitu Helli Ihsan S.Ag., M.Si dan Gemala Nurendah, S. Pd., M.A. agar validitas isi tetap terjaga dan dapat disesuaikan lebih dalam dengan tema penelitian yang digunakan oleh peneliti.
Instrumen yang kedua adalah skala sikap terhadap aggressive humor. Alat ukur ini disusun sendiri oleh peneliti dengan mengkolaborasikan terminologi sikap menurut Banaji dan Heiphetz (dalam Bernstein, 2010) dan humor style questionnaire (HSQ) milik Rod Martin (2003) yang kemudian dilakukan proses expert judgement oleh para ahli seperti pada instrumen SDO.
Selain itu, dilakukan juga uji coba (pilot test) terhadap kedua instrumen penelitian. Uji coba dilakukan kepada 117 orang yang berada pada rentang usia 18 tahun sampai 25 tahun di kota Bandung secara aksidental.
Setelah melakukan uji coba, peneliti melakukan analisis item dengan menggunakan Rasch Model dengan software Winsteps. Dalam pemodelan Rasch, parameter yang digunakan adalah infit dan outfit dari kuadrat tengah (mean square) dan nilai terstandarkan (standardized values) (Sumintono & Widhiarso, 2013). Infit (inlier sensitive atau
information weighted fit) adalah kesensitifan pola respon terhadap item sasaran pada responden (person) atau sebaliknya. Sedangkan, outfit
Sandy Fendrian, 2016
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dengan tingkat kesulitan tertentu pada responden atau sebaliknya. Berdasarkan hal tersebut, terdapat tiga parameter yang digunakan untuk memeriksa item yang tidak sesuai (outliers atau misfit), yaitu:
Nilai outfit MNSQ yang diterima: 0.5 < MNSQ < 1.5.
Nilai outfit ZSTD yang diterima: -2 < ZSTD < +2.
Nilai Point Measure Correlation (Pt. Mean Corr.): 0.4 < Pt Measure Corr < 0.85 (Sumintono & Widhiarso, 2013).
a. Validitas Instrumen SDO
Berdasarkan hasil analisis item menggunakan Rasch Model
dengan software Winsteps pada hasil uji coba, keseluruhan item pada instrumen SDO tidak memerlukan perbaikan ulang. Hal ini dikarenakan tidak ada item yang memenuhi keseluruhan parameter item yang tidak sesuai (outlier atau misfit).
b. Validitas Instrumen Sikap terhadap Aggressive Humor
Berdasarkan hasil analisis item menggunakan Rasch Model
dengan software Winsteps pada hasil uji coba, terdapat satu aitem pada instrumen sikap terhadap aggressive humor yang berada pada kategori outlier atau misfit. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan diksi pada aitem tersebut. Hasil perbaikan diksi item pada instrumen sikap terhadap aggressive humor dituangkan dalam bentuk tabel.
Tabel 3. 9
Perbaikan Instrumen Sikap terhadap Aggressive Humor
Nomer
aitem
Sebelumnya Perbaikan
12 Saya merasa senang melihat seseorang tersinggung karena diejek sebagai bahan lelucon
Sandy Fendrian, 2016
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
6. Reliabilitas
Uji reliabilitas yang dilakukan pada penelitian menggunakan
Rasch Model dengan software Winsteps. Pada penelitian ini koefisien reliabilitas yang digunakan adalah Alpha Cronbach. Koefisien reliabilitas kedua instrumen dituangkan dalam bentuk tabel
Tabel 3. 10
Hasil Uji Realiabilitas Instrumen
Instrumen Uji Coba Penelitian
SDO 0,97 0,98
Sikap terhadap Aggressive Humor 0,92 0,95
Tabel 3. 11
Kategori Koefisien Reliabilitas
Derajat Relibilitas Kategori
0,90 α 1,00 Sangat Reliabel
0,70 α 0,90 Reliabel
0,40 α 0,70 Cukup Reliabel 0,20 α 0,40 Kurang Reliabel
α 0,20 Tidak Reliabel
(Guilford dalam Sugiyono, 2015)
G. Teknik Analisis Data
Untuk menjawab pertanyaan penelitian, peneliti melakukan uji korelasional terhadap data yang sudah didapatkan. Pada penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi pearson product momment. Teknik korelasi ini digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel bila data kedua variabel berbentuk interval atau ratio (Sugiyono, 2015). Maka dari itu data ordinal yang didapatkan dari hasil pengumpulan data ditransformasikan terlebih dahulu ke fungsi logaritma dan jenis data interval menggunakan perangkat lunak Winsteps
Sandy Fendrian, 2016
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
(Sumintono, 2013). Koefisien korelasi pearson product momment dapat dicari menggunakan rumus berikut:
∑
√∑
dimana:
= Korelasi antara variabel x dengan y = ( - )
= ( - )
Pengujian korelasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel SDO dan sikap terhadap aggressive humor. Kuat lemahnya hubungan antar variabel diperlihatkan oleh nilai koefisien korelasi yang bergerak antara 0 sampai dengan 1. Dimana semakin mendekati angka 1 berarti hubungan tersebut semakin kuat, dan sebaliknya semakin mendekeati angka 0 maka hubungan tersebut semakin lemah. Arah hubungan antar variabel ditunjukkan oleh adanya tanda positif dan negatif pada nilai koefisien korelasi. Tanda positif menunjukkan adanya hubungan yang searah dan tanda negatif menunjukkan hubungan yang berlawanan arah (Azwar, 2012). Untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan antara kedua variabel, maka nilai korelasi dapat diinterpretasikan melalui tabel berikut (Sugiyono, 2015):
Tabel 3. 12
Interpretasi terhadap Koefisien Korelasi
Nilai Korelasi Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Lemah
0,20 – 0,399 Lemah
0,40 – 0,599 Cukup
0,60 – 0,799 Kuat
Sandy Fendrian, 2016
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL DOMINANCE ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP AGGRESSIVE HUMOR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
H. Prosedur Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahapan utama, yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pengolahan data.
1. Tahap Persiapan
a.Menentukan rumusan masalah.
b.Melakukan survei pendahuluan dengan observasi dan wawancara untuk mengetahui selera humor di kalangan mahasiswa.
c.Melakukan studi literatur yang berhubungan dengan konteks penelitian ini.
d.Membuat proposal penelitian.
2. Tahap Pelaksanaan
a.Membuat Alat ukur penelitian.
b.Melakukan uji coba terhadap alat ukur penelitian. Kemudian melakukan analisis pada hasil uji reliabilitas dan validitasnya sehingga dapat dilakukan revisi yang diperlukan.
c.Melakukan pengambilan data menggunakan kuesioner online.
Penyebaran kuesioner dilakukan dengan memberikan tautan web pada setiap ketua angkatan yang kemudian disebar kepada angkatannya masing-masing.
3. Tahap Pengolahan Data
a.Melakukan skoring dan merubah bentuk data menjadi interval menggunakan Rasch Model dengan software Winsteps.
b.Melakukan analisis korelasi menggunakan IBM SPSS statistics 23.