PENDIDIKAN INDONESIA, OPTIMISME MELIHAT MASA DEPAN
Ahmad Agung Masykuri1 dan Ridha Pangestika2
1
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, INDONESIA (E-mail: [email protected])
2
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, INDONESIA (Email: [email protected])
1. PENDAHULUAN
Pendidikan adalah sebuah harapan melihat masa depan lebih cerah. Harapan yang memberikan semangat untuk berjuang terhadap kehidupan, harapan untuk mengejar impian dan tentunya harapan melihat Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik dari sekarang. Tidak hanya itu, pendidikan yang menciptakan sebuah harapan pada akhirnya memberikan dampak pada rasa optimisme yang tinggi yang harus kita pertahankan dan diteruskan kepada generasi penerus bangsa di masa sekarang. Menjadi sebuah jawaban terhadap hutang sejarah kepada para pendiri bangsa Indonesia.
2. ISI
Sejarah mencatat bahwa pendidikan yang menimbulkan rasa optimisme melihat masa depan. Mampu merubah peradaban sebuah bangsa yang sudah tidak terdapat harapan untuk melihat masa depan menjadi bangsa yang memiliki peradaban yang gemilang. Tidak hanya itu, dengan kehadiran pendidikan memberikan angin segar terhadap pergerakan sebuah bangsa menuju kemerdekaan. Salah satu kemerdekaan tersebut adalah bangsa Indonesia.
Bangsa Indonesia yang telah dijajah oleh imperialisme Hindia Belanda selama 350 tahun. Terjadi sebuah perubahan besar setelah pendidikan diberikan kepada pribumi bangsa Indonesia. Yang semula pergerakan kemerdekaan Indonesia masih bersifat kedaerahan berubah menjadi pergerakan kemerdekaan yang bersifat nasional. Hal ini ditandai dengan Sumpah Pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928. Tidak berhenti di hal ini saja, Ki Hajar Dewantara merasa bahwa pendidikan bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam bangsa Indonesia harus segera diwujudkan.
tentang kepribadian seorang pelajar Indonesia yang memiliki kecerdasan dan karakter yang unggul dalam kepribadian. Hal inilah yang menjadikan kepribadian pendidikan Indonesia memiliki nilai tambah, yaitu berupa karakter unggul yang mampu bersaing dalam kehidupan.
Karakter yang unggul menjadi penekanan pendidikan Indonesia dalam menjawab tantangan era global saat ini. Selain itu menjadi solusi atas kegelisahan yang di alami para remaja dalam mencari jati diri mereka, seperti menjawab persoalan “siapakah aku?”, “aku
harus bagaimana?”, “apa yang harus aku kejar?”. Sehingga dengan terjawabnya permasalahan
pribadi yang dihadapi oleh para remaja, maka mereka di kemudian hari telah siap untuk menjadi penerus bangsa Indonesia yang lebih baik lagi.
3. PENUTUP
Optimisme merupakan suatu keyakinan positif atas segala sesuatu dengan mengandalkan usaha dalam mencapai suatu kemajuan. Optimisme melihat pendidikan Indonesia di masa depan, berarti menaruh perhatian dan keyakinan khusus melalui usaha bahwa pendidikan menjadi secercah harapan bangsa Indonesia untuk bangkit menjadi bangsa yang berkualitas melalui sumber daya manusia nya.
Pendidikan menjadi salah satu faktor penentu bagaimana terwujudnya masa depan sekaligus menentukan nasib suatu bangsa. Hal ini berkaitan dengan salah satu fungsi pendidikan yaitu fungsi direktif yakni pendidikan sebagai agen pembaharuan sosial, sehingga dapat mengantisipasi masa depan. Masa depan untuk Indonesia lebih maju dan lebih baik. Ini jelas membawa harapan optimisme bahwa pendidikan telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa agar tidak kalah saing dengan negara-negara lain di dunia. Pendidikan yang pada akhirnya akan menghasilkan para cendekia-cendekia ini akan bisa menjadi kekuatan untuk meningkatkan derajad dan martabat suatu bangsa.
Di Indonesia sendiri, menurut pasal 3 UU No. 20 Tahun 2003 fungsi pendidikan
ditetapkan sebagai berikut : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
Dengan optimisme melihat pendidikan inilah menjadi alasan yang kuat untuk Indonesia dapat bangkit menuju masa depan yang gemilang.
DAFTAR PUSTAKA