Laporan Praktikum
Biologi
Tahun Ajaran 2014-2015
Kelompok
:
Capsicum sp
1.
Aisyah Arifin
2.
Imam Wafa
3.
Muhammad Irfan Afif
4.
Rafiano Rubiantoro
Kelas
: XII IPA 1
JALAN RAYA BOGOR KM. 19, KRAMAT JATI, JAKARTA TIMUR
PROPOSAL PENELITIAN
PERKEMBANGAN PERTUMBUHAN TANAMAN
CABAI DI MEDIA TANAH DENGAN BERBAGAI
PUPUK ORGANIK
KELOMPOK
:
Capsicum sp
Kelas
: XII IPA 1
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 62
JAKARTA
PERKEMBANGAN PERTUMBUHAN TANAMAN
CABAI DI MEDIA TANAH DENGAN BERBAGAI
PUPUK ORGANIK
KELOMPOK
:
Capsicum sp
Kelas
: XII IPA 1
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 62
JAKARTA
LEMBARAN PENGESAHAN
Pada hari ini, Rabu tanggal 13 Bulan Agustus
Tahun 2014 laporan pengamatan yang
berjudul “PERKEMBANGAN PERTUMBUHAN
TANAMAN CABAI DI MEDIA TANAH DENGAN
BERBAGAI PUPUK ORGANIK” telah diperiksa
oleh guru Biologi Kelas XII IPA SMAN 62
Jakarta Dra. Lebrina Katipana tahun ajaran
2014-2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang dimana telah memberikan rahmat dan
berkah-Nya. Salawat serta salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.,
semoga kita semua mendapatkan safaatnya.
Ucapan terimakasih diberikan kepada:
1. Kepala SMAN 62
Ibu Patra Patiah
2. Guru Biologi Kelas XII
Dra. Lebrina Katipana
3. Bapak/Ibu Orang tua kami
Yang telah memberikan bantuan berupa support dan doa
4. Teman sekelompok
Jakarta,13
Agustus
2014
BAB I
PENDAHULUAN
Cabe merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan yang memiliki nama ilmiah
Capsicum sp. Cabe berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke
negara-negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk Negara Indonesia.
Tanaman cabe banyak ragam tipe pertumbuhan dan bentuk buahnya. Diperkirakan terdapat
20 spesies yang sebagian besar hidup di Negara asalnya. Masyarakat pada umumnya hanya
mengenal beberapa jenis saja, yakni Cabe besar, cabe keriting, cabe rawit dan paprika.
Secara umum cabe memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Diantaranya Kalori,
Protein, Lemak, Kabohidarat, Kalsium, Vitamin A, B1 dan Vitamin C. Selain digunakan untuk
keperluan rumah tangga, cabe juga dapat digunakan untuk keperluan industri diantaranya,
Industri bumbu masakan, industri makanan dan industri obat-obatan atau jamu.
Hampir dapat dipastikan bahwa sebagian besar masyarakat di dunia telah mengenal cabai
besar. Cabe besar lazim disebut dengan nama ilmiah capsicum annuum. Di beberapa daerah
Inonesia cabai sering disebut lombok atau cabe. Dalam kehidupan sehari-hari pendayagunaan
cabe umumnya untuk keperluan bumbu dapur atau rempah-remapah menambah citra rasa
masakan ( Rahmat Rukmana dalam Ipan Sutio Wahyudi, 2002).
Menurut (Rahmat Rukmana dalam Ipan Sutio Wahyudi, 2002) sekalipun ketersediaan
varietas dan kultivar cabai cukup banyak, tetapi hasil rata-rata komoditas ini masih rendah.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk menmingkatkan produksi cabai, antara lain dengan
program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Intensifikasi yaitu dengan meningkatkan
teknik budidaya yang diguanakan misalnya penggunaan varietas cabai yang tepat dan bermutu,
sedangkan ekstensifikasi yaitu perluasan lahan penanaman baik berupa pembentukan lahan baru
atau memanfaatkan lahan kosong diantara tanaman perkebunan yang diusahakan.
A.KAJIAN TEORI
Kami melakukan penelitian degan tujuan untuk mengetahui jenis tanah manakah yang cocok bagi tumbuhan tanaman cabai dan membuktikannya. Dari hasil penelitian antara jenis tanah yang berbeda, di hasilkan perbedaanpertumbuhan antara jenis tanah yang berbeda dan dapat kita ketahui yang mana lebih bagai mana lebih bagus pertumbuhan dari tanaman cabai merah.
B.KERANGKA FIKIR
Berdasar kajian teori diatas dapat di ambil kerangka fikir sebagai berikut: 1. Rencana penelitin
2. Biji-biji cabai merah
3. Pot,tanah,media pupuk yang sudah tertera di “Tujuan”, alat tulis, kertas catatan, mistar
4. Percobaan atau ekperimen
5. Kesimpulan
C.HIPOTESIS PENELITIAN
Berdasarkan uraian di atas maka di peroleh harapan rancangan tanaman cabai merah yang di tanam pada tanah+pupuk air cucian beras cepat dan kuat pertumbuhan, di tanah + pupuk kulit buah busuk akan lebih cepat dan kokoh perumbuhannya, sementara tanah berpasir+ air tanah sangat cepat pertumbuhannya tetapi rentan, tanah biasa sekam padi+ air tanah lambat pertumbuhan dan rentan. Jadi yang paling cocok untuk pertumbuhan cabai yang paling cepat diperkirakan adalah media pasir lalu kita pindahkan media tanamnya bila sudah dewasa nanti.
BAB III
METODOLOGI
A.WAKTU DAN TEMPAT
Adapun waktu dan tempat yaitu pada semasa libur Idul Fitri dengan masa penelitian kurang lebih 21 hari. Peletakan tanaman di tempat terbuka dan cukup sinar matahari.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengelolahan data ,metode ini di lakukan degan cara:
1. Data peneleitian tiap anggota peneliti yang di peroleh di masukan kedalam data inti untuk dikumpul
2. Data dari hasil yang diperoleh dari hasil experimen di kelolah degan cara membandingkan pertumbuhan
antara jenis pupuk yag berbeda. Adapun rencana penelitian yaitu untuk mengetahui perbandigan jenis tanah yang mana cocok untuk tanaman cabai merah.
C.POPULASI DAN SAMPEL
Populasi ialah jumbelah biji cabai merah dan jenis tanah yag digunakan terdiri atas:
1. Pada pot 1 digunakan tanah-dan penyiraman air beras,dan empat biji cabai merah
2. Pada pot 2 digunakan tanah berpasir – dan tanpa pupuk, dan empat biji cabai merah
3. Pada pot 3 digunakan tanah- dan pupuk sekam, dan empat biji cabai merah
4. Pada pot 4 digunakan tanah- dan pupuk dari kulit-kulit buah yang busuk, dan empat biji cabai merah
D.INSTRUMEN PENELITIAN
Adapun alat dan bahan penelitian ini adalah: a.alat
Tata cara penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:
1. Media tanah-sekam 4:1 campur secara merata dan masukan kedalam pot
2. Media tanah dan pasir 3:1/2 campur secara merata dan masukan kedalam pot
3. Media tanah yang dimasukan dalam pot dan disiram air cucian beras dua kali sehari
4. Media tanah dan bubuk kulit buah yang busuk 4:1 campur merata dan masukan ke dalam pot 5. Amati tiap tiga hari sekali pertumbuhan
6. Kumpulkan semua hasil data 7. Buat kesimpulan