NOTA PENGANTAR
LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN
GUBERNUR JAWA BARAT AKHIR TAHUN ANGGARAN 2012
DAN AKHIR MASA JABATAN PERIODE TAHUN 2008-2013
Disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat
22 Maret 2013
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alai
kum Wr. Wb.
Yth. Saudara Ketua, para Wakil Ketua dan para Anggota
DPRD Provinsi Jawa Barat;
Yth. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi
Jawa Barat serta Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat;
Yth. Sesepuh Jawa Barat dan para tokoh masyarakat,
Hadirin undangan yang berbahagia,
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat
Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga pada saat ini kita dapat bersilaturahim untuk
mengikuti Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Laporan
Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran
(ATA) 2012 dan LKPJ Akhir Masa Jabatan (AMJ) Gubernur Jawa
Barat Periode Tahun 2008-2013.
Shalawat serta salam, kita sampaikan kepada Nabi
Muhammad
Shallallahu
„
alaihi Wassalam
, beserta keluarga dan para
sahabatnya, yang senantiasa menjadi suri tauladan yang sempurna
bagi segenap umatnya hingga akhir zaman.
Mengawali penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan
Pertanggungjawaban ini, perkenankan kami memberikan apresiasi
yang sangat tinggi kepada DPRD Provinsi Jawa Barat, seluruh Bupati
dan Walikota serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,
selama periode kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun
2008-2013, serta telah dapat menjalin komunikasi yang baik dalam
penyelenggaraan pemerintahan daerah. Begitupula kepada para
pimpinan partai politik dan seluruh aparat pemerintah daerah yang
terus
memberikan
dukungan
dalam
mewujudkan
agenda
pembangunan
sebagaimana
diamanatkan
dalam
Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Jawa
Barat Tahun 2008-2013.
kondusif dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan pembangunan
di Jawa Barat selama lima tahun terakhir.
Hadirin sekalian,
Sebagaimana dimaklumi bersama, kita baru saja melewati
event besar dalam rangka melaksanakan amanat Peraturan
Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan
Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah, yaitu pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah untuk
periode 2013-2018 pada tanggal 24 Februari Tahun 2013. Berkaitan
dengan hal tersebut, kami mengucapkan terima kasih dan
penghargaan kepada seluruh masyarakat Jawa Barat sehingga
penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa
Barat Tahun 2013-2018,
Alhamdulillah
dapat terselenggara dengan
lancar, tertib, aman, dan damai.
Rapat Paripurna DPRD yang kami hormati,
Wakil
Gubernur
Jawa
Barat
periode
Tahun
2008-2013,
menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ)
Akhir Tahun Anggaran 2012 secara bersamaan dengan LKPJ Akhir
Masa Jabatan Periode Tahun 2008-2013.
Dalam penyampaian, materi dibagi dalam dua bagian, yaitu
bagian pertama merupakan LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2012 dan
bagian kedua merupakan LKPJ Akhir Masa Jabatan Periode Tahun
2008-2013.
Rapat Paripurna DPRD yang kami hormati,
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Tahun
Anggaran
2012,
merupakan
tahun
kelima
dari
Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa
Barat Tahun 2008-2013 dan penyampaiannya diawali dengan
penjelasan tentang pengelolaan keuangan daerah.
1.
Pendapatan daerah Tahun Anggaran 2012 dari target 15,28
triliun rupiah lebih dapat direalisasikan sebesar 16,89 triliun
rupiah lebih atau tercapai 110,56%, melebihi target yang telah
ditetapkan dengan nilai sebesar 1,61 triliun rupiah lebih atau
10,56%, dengan rincian sebagai berikut :
a.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari target sebesar 8,73 triliun
rupiah lebih, terealisasi sebesar 9,99 triliun rupiah lebih atau
tercapai 114,44%, melebihi target yang telah ditetapkan
sebesar 1,26 triliun rupiah lebih atau 14,44%.
mencapai 121,74%, melebihi target yang telah ditetapkan
sebesar 505 miliar rupiah lebih atau 21,74%.
c.
Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah dari target sebesar
4,21 triliun rupiah lebih, terealisasi sebesar 4,06 triliun rupiah
lebih atau mencapai 96,34%, kurang dari target yang telah
ditetapkan sebesar 154 miliar rupiah lebih atau 3,66%.
1.
Penerimaan pembiayaan daerah yang berasal dari Sisa Lebih
Perhitungan Anggaran Daerah tahun sebelumnya sebesar 3
triliun rupiah lebih.
2.
Pengeluaran pembiayaan daerah dengan alokasi anggaran
sebesar
Rp.42.531.500.000,-,
terealisasi
sebesar
Rp.42.531.200.000,- atau 99,99%.
Rapat Paripurna yang kami hormati,
Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk
terbesar dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia, Tahun
2012 penduduk Jawa Barat sebanyak 44,54 juta jiwa, dengan laju
pertumbuhan penduduk sebesar 1,66%.
IPM merupakan kinerja pembangunan secara keseluruhan
yang dihitung berdasarkan tiga indikator utama yaitu Indeks
Pendidikan, Indeks Kesehatan dan Indeks Daya Beli. Berdasarkan
perhitungan, IPM Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2012 mencapai
73,19 poin dengan capaian indikator komposit pada Indeks
Pendidikan mencapai 82,75 poin, Indeks Kesehatan mencapai 72,67
poin dan Indeks Daya Beli mencapai 64,17 poin.
Gambaran perdagangan luar negeri selama Tahun 2012, dapat
dilihat dari nilai ekspor yang meningkat 5,49 % dari sebesar 153,68
triliun rupiah pada Tahun 2011 menjadi 162,11 triliun rupiah pada
Tahun 2012. Untuk nilai impor meningkat 1,66 %, yaitu dari 114,75
triliun rupiah pada Tahun 2011 menjadi 116,65 triliun rupiah pada
Tahun 2012.
Dari berbagai upaya yang telah dilakukan, secara keseluruhan
jumlah investasi (Pembentuk Modal Tetap Bruto) atas dasar harga
berlaku di Jawa Barat sebesar 175,2 triliun rupiah dengan laju
pertumbuhan investasi sebesar 13,84 persen.
Selanjutnya
akan
disampaikan
capaian
kinerja
penyelenggaraan pemerintahan daerah berbasis misi dan urusan
pemerintahan, sebagai berikut:
Misi Pertama
”Mewujudkan Sumberdaya Manusia Jawa
Barat
yang
Produktif
dan
Berdaya
Saing”, yang
diimplementasikan ke dalam urusan pemerintahan, meliputi urusan
pendidikan, perpustakaan, kesehatan, pemberdayaan perempuan
dan perlindungan anak, sosial, kepemudaan dan olahraga,
ketenagakerjaan,
keagamaan,
serta
kebudayaan,
yang
diimplementasikan melalui 24 program pembangunan.
Dalam mewujudkan tujuan
Misi Pertama,
yaitu mendorong
masyarakat ke arah peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan,
dan kompetensi kerja, telah dilaksanakan upaya yang terkoordinasi
melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
SMP/MTs/SMP
Terbuka/SMPLB/Salafiah
Wustha;
berikutnya
pembangunan 6.028 Ruang Kelas Baru (RKB) untuk 2.642 SMP/MTs,
SMA/MA dan SMK Negeri/Swasta dan bantuan biaya sekolah
sebesar 800 ribu rupiah bagi 10.000 siswa SMA/SMK kurang
mampu; bantuan hibah sebesar 1,2 juta rupiah per tahun bagi
10.000 guru madrasah diniyah; aneka beasiswa bagi 862 mahasiswa
berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu dengan total
anggaran sebesar 14,89 miliar rupiah; pembebasan lahan dengan
total luas 49,4 Hektar tersebar di 3 Perguruan Tinggi Swasta, yaitu
UNSIKA Karawang, UNSWAGATI Cirebon dan Politeknik Sukabumi;
bantuan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik bagi 4.000
mahasiswa pada 28 Perguruan Tinggi; Bantuan Bus Sekolah
sejumlah 5 unit untuk membantu transportasi anak sekolah di
daerah perbatasan pada beberapa kabupaten tertentu.
Selanjutnya, terkait dengan upaya peningkatan minat baca
masyarakat, telah dibangun Gedung Perpustakaan Umum yang
pembangunannya dilaksanakan secara berkelanjutan dengan
pembiayaan
multiyears
mulai dari Tahun 2010 sampai dengan
Tahun 2012, dengan total anggaran sebesar 39,35 Miliar rupiah.
Gedung perpustakaan tersebut selain memiliki desain arsitektur
yang khas juga berstandar internasional.
Jaminan Persalinan (JAMPERSAL), berupa bantuan persalinan
normal kepada 242.088 ibu hamil; Bantuan Operasional Kesehatan
(BOK) bagi 1.044 Puskesmas; Jaminan Kesehatan Masyarakat
(JAMKESMAS) untuk 10.700.175 peserta. Selain itu, dalam rangka
peningkatan kesehatan masyarakat miskin non JAMKESMAS, secara
total telah melayani 58.982 pasien kunjungan pasien rawat jalan
dan 21.389 pasien rawat inap.
Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk
menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), telah
dilaksanakan pendampingan dan pelatihan PHBS bagi 4.000 kader
POSYANDU se Jawa Barat, pemberian Jaminan Pemeliharaan
Kesehatan
Masyarakat
(JPKM)
bagi
masyarakat
miskin,
gelandangan, serta pasien pasung sebanyak 25.200 pasien untuk
rawat jalan/UGD dan 18.204 pasien untuk rawat inap.
penanganan korban
trafficking
dengan memulangkan 45 orang
korban
trafficking
.
Dalam urusan Sosial dilakukan Penanganan Penyandang
Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), meliputi penanganan
penyandang cacat dan lanjut usia; pembinaan mental dan
keterampilan
wanita
tuna
susila;
penanganan
keluarga
gelandangan, pengemis dan orang terlantar; pemberdayaan sosial
remaja putus sekolah dan anak jalanan, anak bermasalah dengan
hukum, balita terlantar dan eks pengguna narkotika sebanyak 8.069
orang.
Selanjutnya, untuk mencapai kualitas dan kuantitas program
bantuan/jaminan sosial, dilakukan fasilitasi terhadap Potensi Sosial
Kesejahteraan
Sosial
(PSKS),
melalui
pembinaan
Usaha
Kesejahteraan Sosial (UKS) kepada 61 orang Pekerja Sosial
Masyarakat (PSM) dan 80 anggota Karang Taruna; pemberdayaan
Organisasi Sosial (Orsos) berupa bimbingan sosial tentang
manajemen organisasi sosial bagi 70 orang; pelatihan, pemantapan
dan sosialisasi kepada 460 orang Taruna Siaga Bencana (TAGANA)
dari Kabupaten/Kota se Jawa Barat; serta penyuluhan dan
bimbingan sosial bagi pelaku Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS)
sebanyak 930 orang.
Selanjutnya, dalam penanganan urusan ketenagakerjaan
dilakukan dengan menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka
(TPT) menjadi 9,08%, realisasi penyerapan tenaga kerja sebanyak
133.367 orang, terdiri dari: tenaga kerja Antar Kerja Lokal (AKL)
sebanyak 23.063 orang, tenaga kerja Antar Kerja Antar Daerah
(AKAD) sebanyak 2.559 dan tenaga kerja Antar Kerja Antar Negara
(AKAN) sebanyak 107.745 orang. Untuk meningkatkan pemahaman
bagi calon tenaga kerja, dilaksanakan pelatihan melalui program
Jabar Mengembara yang diikuti oleh 1.800 orang peserta. Secara
khusus, untuk meningkatkan keterampilan 600 orang Calon TKI
yang akan bekerja di Jepang, Korea Selatan dan Malaysia telah
dilaksanakan pelatihan. Sementara itu, bagi para pencari kerja lokal,
dilakukan kegiatan padat karya yang melibatkan sebanyak 15.658
orang. Selain itu, sejumlah 1.300 orang masyarakat perdesaan
mengikuti pelatihan keterampilan kewirausahaan melalui kegiatan
mobile training unit.
Untuk urusan kebudayaan sepanjang Tahun 2012, telah
diselenggarakan 160 aktivitas seni budaya meliputi pagelaran seni di
dalam dan di luar negeri, penataan 5 cagar budaya/Situ,
pemeliharaan Situs/Benda Cagar Budaya/Site Museum dan 22
Naskah seni budaya/sastra daerah melalui konservasi dan restorasi
dalam bentuk digital.
Rapat Paripurna yang kami hormati,
Capaian
kinerja
penyelenggaraan
Misi
kedua,
yaitu
Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Regional Berbasis
Potensi Lokal
disampaikan sebagai berikut.
Urusan yang menjadi prioritas dalam misi ini, meliputi urusan
koperasi dan UKM, ketenagakerjaan, pertanian, pariwisata,
perdagangan, industri, energi dan sumber daya mineral, kelautan
dan perikanan, ketahanan pangan, kehutanan, serta penanaman
modal yang dilaksanakan melalui 24 program pembangunan.
Berbagai upaya yang telah dilaksanakan untuk mendukung
pencapaian
Misi Kedua,
diantaranya pemberdayaan KUMKM, melalui
advokasi akses pembiayaan bagi 3.500 usaha mikro, pemberian
pinjaman murah melalui Kredit Cinta Rakyat (KCR), serta pendirian
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang bergerak dibidang
penjaminan, yaitu PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jawa Barat
untuk memberikan jaminan atas kredit KUMKM.
Dalam urusan pertanian, di bidang tanaman pangan untuk
mendorong pencapaian program surplus beras nasional 10 juta ton
pada Tahun 2014, Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2012 telah
menghasilkan produksi padi sebesar 11,27 juta ton atau setara
beras sebesar 7,38 juta ton. Dengan hasil produksi tersebut, Jawa
Barat telah berkontribusi terhadap program surplus nasional sebesar
31,84 %.
pedaging sebesar 572,18 juta ekor dan domba sebesar 8,25 juta
ekor.
Produksi perikanan dan kelautan pada Tahun 2012 sebesar
959,7 ribu ton atau meningkat 5,50% bila dibandingkan dengan
produksi pada Tahun 2011 sebesar 909,7 ribu ton. Volume ekspor
Tahun 2012 sebesar 29.645,6 ton atau meningkat 20,92%
dibandingkan dengan volume ekspor Tahun 2011 sebesar 24.516,5
ton. Nilai ekspor Tahun 2012 sebesar USD 105,75 juta meningkat
38,64% dibandingkan nilai ekspor pada Tahun 2011 sebesar USD
76,27 juta, demikian juga dengan ketersediaan ikan untuk
dikonsumsi pada Tahun 2012 tercapai sebesar 28,41kg/kapita/tahun
atau meningkat 3,31% dibandingkan dengan Tahun 2011 sebesar
27,50 kg/kapita/tahun.
Operasi Pasar Murah Kebutuhan Pokok Masyarakat (OPM
KEPOKMAS) di Kabupaten Subang, Sumedang, Cianjur, Cirebon dan
Kota Cimahi.
Upaya yang telah dilaksanakan dalam urusan perindustrian,
adalah pengembangan dan pembinaan terhadap industri kecil dan
menengah sebanyak 287.060 unit. Selain itu, dilaksanakan pula
penumbuhan dan pengembangan industri berbasis kreativitas
melalui pengembangan komunitas kreatif, industri kreatif berbasis
teknologi informasi, industri kreatif berbasis fashion, pengembangan
industri alas kaki, pengembangan diversifikasi produk pangan dan
industri manufaktur berbasis komponen otomotif.
Dalam pelaksanaan urusan penanaman modal, realisasi
investasi, baik yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) adalah sebesar 52,67
triliun rupiah, dengan rincian realisasi PMA sebesar 36,65 triliun
rupiah dan PMDN sebesar 16,02 triliun rupiah. Upaya yang telah
dilakukan dalam rangka meningkatkan investasi di Jawa Barat,
selain promosi investasi, baik di dalam maupun luar negeri, juga
dilakukan
optimalisasi
penyelenggaraan
pelayanan
perijinan
terpadu, untuk ijin dan non ijin yang menjadi kewenangan provinsi.
Pada Tahun 2012, telah memproses 34.900 ijin dan non ijin dari 205
jenis ijin; membuka outlet layanan perijinan di 4 wilayah BKPP;
mengoperasikan 3 unit
Site Mobile Service
(SMS), yaitu kendaraan
yang beroperasi sebagai loket pendaftaran dan loket informasi
perijinan.
Daerah dan Tujuan Wisata (ODTW). Pada Tahun 2012, jumlah
kunjungan wisata mancanegara ke Jawa Barat melebihi target
sebesar 18,75%, yaitu mencapai 1.121.238 orang dari target
944.237
orang,
sedangkan
jumlah
kunjungan
wisata
nusantara/domestik sebesar 38.346.304 orang dari target
39.000.000 orang atau mencapai 98,32%.
Rapat Paripurna yang kami hormati,
Misi Ketiga
,
Meningkatkan Ketersediaan dan Kualitas
Infrastruktur Wilayah
, yang diimplementasikan ke dalam urusan
pemerintahan
provinsi,
meliputi
urusan
pekerjaan
umum,
perhubungan, perumahan, energi dan sumber daya mineral, serta
lingkungan hidup yang dilaksanakan melalui 23 program
pembangunan.
Pada urusan pekerjaan umum, di bidang infrastruktur jalan
telah dilaksanakan peningkatan kualitas jalan, rehabilitasi jalan,
penggantian jembatan, rehabilitasi jembatan, serta pemeliharaan
jalan. Melalui kegiatan tersebut telah dicapai kemantapan jalan
sebesar 97,05 % dari total jalan provinsi sepanjang 2.191,29 km.
Di bidang sumberdaya air, telah dilakukan operasi dan
pemeliharaan 91 jaringan irigasi serta rehabilitasi 63 jaringan irigasi,
sehingga kondisi irigasi yang berkualifikasi baik meningkat menjadi
64,52 %.
limbah domestik perkotaan sebesar 63,21%. Sedangkan cakupan
pelayanan air minum perkotaan mencapai menjadi 51,76%.
Di bidang pembangunan perumahan, dilakukan pemberian
bantuan sarana dan prasarana utilitas perumahan sebanyak 781
unit rumah, bantuan stimulan untuk pembangunan dan perbaikan
rumah swadaya sebanyak 30.587 unit, serta fasilitasi pembangunan
rusun sebanyak 5
Twin Block
(TB) yang diperuntukan bagi
masyarakat berpenghasilan rendah, mahasiswa, prajurit TNI/POLRI,
pekerja, PNS dan santri.
Dalam peningkatan kualitas lingkungan, dilakukan fasilitasi
perbaikan kawasan perkotaan dan perdesaan sebanyak 1.228
kawasan,
pengembangan
kawasan
agropolitan/minapolitan
sebanyak 3 kawasan serta penanganan desa tertinggal sebanyak
285 desa.
Dalam bidang jasa konstruksi, dilakukan pembekalan dan uji
keterampilan bagi tenaga tukang konstruksi sejumlah 1.000 peserta
dari 26 kabupaten/kota, serta pembinaan teknis penyelenggaraan
jasa konstruksi terhadap 250 orang yang berasal dari penyedia dan
pengguna jasa konstruksi.
Dalam upaya meningkatkan rasio elektrifikasi rumah tangga,
telah dilakukan pengembangan jaringan listrik dan sambungan
rumah tangga sebanyak 26.389 Sambungan Rumah/Instalasi
Rumah (SR/IR), sehingga dapat dicapai rasio elektrifikasi rumah
tangga sebesar 73,55%. Untuk pengembangan Energi Baru
Terbarukan, telah dibangun 3 unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro
Hidro (PLTMH) untuk 277 sambungan rumah di Kabupaten Cianjur,
Garut dan Ciamis serta 100 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya
(PLTS) untuk 100 rumah tangga di Kabupaten Ciamis. Sementara
itu, untuk pengembangan potensi panas bumi, telah dilakukan
fasilitasi untuk penerbitan Izin Usaha Pertambangan Wilayah Kerja
Panas Bumi Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan dan
Majalengka.
Rapat Paripurna yang kami hormati,
Misi Keempat
,
Meningkatkan Daya Dukung dan Daya
Tampung
Lingkungan
Untuk
Pembangunan
yang
Berkelanjutan
, yang diimplementasikan ke dalam urusan
pemerintahan provinsi, meliputi urusan kependudukan dan catatan
sipil, keluarga berencana dan keluarga sejahtera, ketransmigrasian,
penataan ruang, lingkungan hidup, serta energi dan sumber daya
mineral, yang dilaksanakan melalui 10 program pembangunan.
menciptakan Provinsi Ramah Lingkungan. Untuk itu, telah dilakukan
pengendalian pencemaran air dan udara dari industri dan domestik,
pengendalian limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), mitigasi
bencana dan adaptasi perubahan iklim serta peningkatan ketahanan
masyarakat terhadap bencana.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam RPJMD 2008-2013,
telah menetapkan target kualitas udara perkotaan dengan kategori
baik sebanyak 27
–
30 hari baik per tahun pada Tahun 2012. Dalam
realisasinya, pencapaian kualitas udara perkotaan dengan kategori
baik berdasarkan hasil pemantauan Tahun 2012 telah melebihi
target capaian yaitu 50 hari baik/tahun.
Target RPJMD lainnya di Tahun 2012, yaitu berupa
peningkatan status mutu sungai utama dan waduk besar di Provinsi
Jawa Barat menjadi cemar sedang. Berdasarkan hasil pemantauan
Tahun 2012 pada umumnya kondisi sungai utama yang di pantau
berada pada kondisi cemar berat, namun terdapat beberapa
segmen pada Sungai Cimanuk, yaitu pada lokasi Jembatan Wado
sampai dengan Jatibarang berada pada kondisi cemar sedang.
Kegiatan
Peningkatan
Kemampuan
dan
Ketahanan
Menghadapi Varibilitas Iklim, beberapa kegiatan yang dilaksanakan
sebagai antisipasi untuk meningkatkan kapasitas, baik masyarakat
maupun aparatur pemerintah terhadap mitigasi dan adaptasi
perubahan iklim, serta mengidentifikasi ketahanan daerah terhadap
perubahan iklim dan Gas Rumah Kaca (GRK).
Dalam rangka mempersiapkan Data Kependudukan yang
akurat sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 tahun
2006 tentang Administrasi Kependudukan, telah dibangun Sistem
Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Pemerintah bersama
Pemerintah Daerah telah mempersiapkan tiga Program Strategis
Nasional di bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil, yang
meliputi Pemutakhiran Data Kependudukan, Penerbitan NIK dan
Penerapan e-KTP secara massal. Pada Tahun 2012 telah
dilaksanakan perekaman e-KTP di 15 Kabupaten/Kota sebanyak
15,50 juta jiwa.
Dalam penyelenggaraan urusan ketransmigrasian pada Tahun
2012 telah ditempatkan sebanyak 543 kepala keluarga atau 1.949
jiwa. Sebelum diberangkatkan, calon transmigran dan keluarganya
dilatih agar mampu beradaptasi serta mampu bekerja di daerah
penempatan transmigrasi.
Tasikmalaya, dan Pangandaran. Dalam mendukung pengembangan
kawasan strategis provinsi telah dilakukan penyusunan kajian
rencana tata ruang Kawasan Strategis Provinsi, yaitu Pangandaran
dan sekitarnya, pertanian berlahan basah dan beririgasi teknis,
kilang minyak balongan, Bandara Internasional Jawa Barat dan
Kertajati
Aerocity
. Selain itu, untuk mendukung sinkronisasi
pembangunan di daerah perbatasan telah dilakukan kegiatan
penataan ruang kawasan perbatasan Jabar-Banten, Jabar-DKI dan
Jabar-Jateng.
Upaya pengendalian pemanfaatan ruang, dilakukan terhadap
kawasan strategis provinsi, yaitu Kawasan Bandung Utara (KBU),
dan sejak terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1
Tahun 2008 tentang Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan
Bandung Utara, ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur Nomor
58 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Jawa
Barat Nomor 21 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2008 tentang
Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Bandung Utara,
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan fasilitasi berupa
pemberian
Rekomendasi
Gubernur
terhadap
4
(empat)
kabupaten/kota di wilayah KBU dalam penerbitan perizinan
pemanfaatan ruangnya.
Rapat Paripurna yang kami hormati,
yang menjadi prioritas, meliputi urusan perencanaan pembangunan;
komunikasi dan informatika; pertanahan; Otonomi Daerah,
Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat
Daerah, Kepegawaian dan Persandian; pemberdayaan masyarakat
desa; statistik; kesatuan bangsa dan politik dalam negeri; serta
kearsipan, yang dilaksanakan melalui 18 program pembangunan.
Implementasi pembangunan perdesaan dilakukan melalui
konsep Desa Membangun menuju Desa Mandiri Ekonomi, Mandiri
Lingkungan, dan Mandiri Perkotaan. Melalui kegiatan dimaksud telah
terwujud 150 Desa Mandiri menuju Desa Peradaban bersifat
purwarupa (
prototipe
) di seluruh kabupaten, pendampingan provinsi
untuk PNPM Mandiri, Revitalisasi Posyandu Multifungsi, serta
pemberian insentif kepada Kepala Desa dalam rangka meningkatkan
pelayanan masyarakat dan penyediaan umpan balik (
feedback
)
data
untuk pembangunan Jawa Barat.
Dalam
rangka
upaya
tertib
pengelolaan
dan
pengadministrasian aset provinsi, secara bertahap telah dilakukan
sertifikasi untuk aset tanah pada Tahun 2012 sebanyak 7 bidang
dan 23 bidang telah terbit SK. Kepala BPN (menunggu terbit buku
setifikat).
Electronic procurement
merupakan proses pengadaan barang
dan jasa yang dilaksanakan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP)
dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi berbasis
web. Pada Tahun 2012, telah dilaksanakan pengadaan sejumlah 955
paket dengan total anggaran kurang lebih 1,535 triliun rupiah
dengan realisasi kurang lebih 976 miliar rupiah, sehingga terdapat
efisiensi kurang lebih 386, 6 miliar rupiah.
Dalam penyelenggaraan diklat, Provinsi Jawa Barat telah
memiliki
kewenangan
untuk
menyelenggarakan
Diklat
Kepemimpinan Tingkat II secara mandiri dengan peserta berasal
dari 33 Provinsi. Kewenangan tersebut sebagai implikasi dari
prestasi Provinsi Jawa Barat yang mampu meraih status sebagai
Lembaga Diklat Terakreditasi A dari LAN RI untuk diklat
Kepemimpinan dan Prajabatan serta Akreditasi Diklat Pengadaan
Barang/ Jasa dari LKPP untuk diklat teknis. Provinsi Jawa Barat
sebagai provinsi pertama di Indonesia yang berhasil meraih
Sertifikasi ISO 9001:2000 di bidang diklat yang ditingkatkan menjadi
ISO-9001:2008. Penyelenggaraan diklat di Provinsi Jawa Barat
didukung oleh
Grand Design
Diklat sebagai
Center of Excellence
.
Dalam rangka pengembangan sumber daya aparatur, pada
Tahun 2012 telah dilaksanakan peningkatan kapasitas dan kualitas
sumber daya aparatur baik melalui pendidikan gelar maupun non
gelar dengan pembiayaan APBD, APBN maupun hibah luar negeri,
seperti pendidikan lanjutan, kursus, lokakarya maupun seminar
serta pemberian bantuan Riset Edukasi bagi PNS yang tugas belajar
maupun ijin belajar yang sedang melaksanakan penelitian juga bagi
PNS yang melakukan penelitian mandiri. Disamping itu, telah
dilaksanakan program 300 Doktor bagi PNS Pemerintah Provinsi dan
Kabupaten/Kota dalam rangka persiapan menghadapi tantangan
global bagi pemerintah daerah. Adapun aparatur yang ditugas
belajarkan pada Tahun 2012 sebanyak 12 (dua belas) orang yang
terdiri dari 10 (sepuluh) orang Program S2 dan 2 (dua) orang
Program S3.
Dalam hal peningkatan kesejahteraan dan disiplin pegawai,
telah dilaksanakan Layanan Gawat Darurat 24 Jam bagi PNS
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui layanan ambulance dan
mobil jenazah serta pemberian bantuan tewas dan wafat bagi PNS
aktif. Dalam hal penegakkan disiplin, telah dilakukan pembinaan
secara intensif terhadap PNS yang melakukan pelanggaran sesuai
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 serta
penerapan absensi elektronik yang merupakan salah satu indikator
penilaian kinerja dalam pemberian Tambahan Penghasilan PNS.
Dalam rangka meningkatkan peran desa-desa di Jawa Barat
terutama terkait dengan tertib administrasi pemerintah desa atau
program Arsip Masuk Desa dilakukan pemberian bantuan hibah
secara bertahap berupa sarana utama menyimpan file di desa
berupa filing kabinet dan box arsip untuk desa-desa di Jawa Barat.
Sedangkan untuk meningkatkan kemampuan aparat desa dalam
menangani arsip, dilakukan bimbingan teknis bagi para sekretaris
desa secara bertahap.
Rapat Paripurna DPRD yang kami hormati,
Alhamdulillah
, atas kerja keras dan dukungan semua pihak,
Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2012 telah
mendapatkan 38 penghargaan dari berbagai bidang pembangunan.
Demikianlah pemaparan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban
Akhir Tahun Anggaran 2012.
Selanjutnya, perkenankan kami menyampaikan Laporan
Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (AMJ)
Gubernur Jawa Barat Tahun 2008-2013.
Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat Tahun
2008-2013.
Rapat Paripurna DPRD yang kami hormati,
Nota Pengantar ini akan kami sampaikan dalam tiga bagian
materi, yaitu Bagian Pertama tentang Visi, Misi dan Strategi
Pembangunan; Bagian Kedua, Gambaran Pengelolaan Keuangan
Daerah; dan Bagian Ketiga, Gambaran Capaian Kinerja Program
Pembangunan.
Pada bagian Pertama Nota Pengantar ini, kami awali dengan
rumusan Visi Pembangunan Jawa Barat yang tertuang dalam RPJMD
2008-2013, yakni
"Tercapainya Masyarakat Jawa Barat yang Mandiri,
Dinamis, dan Sejahtera".
Dalam rangka pencapaian dan perwujudan visi dimaksud,
telah ditetapkan 5 (lima) misi pembangunan daerah, yang meliputi :
1.
Mewujudkan sumber daya manusia Jawa Barat yang produktif
dan berdaya saing.
2.
Meningkatkan pembangunan ekonomi regional berbasis potensi
lokal.
3.
Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur wilayah.
4.
Meningkatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan untuk
pembangunan yang berkelanjutan.
Untuk mewujudkan tujuan dan sasaran setiap Misi tersebut,
telah dilaksanakan beberapa strategi pembangunan yang meliputi
10
Common Goals
yaitu:
1.
Peningkatan Kualitas Pendidikan
2.
Peningkatan Kualitas Kesehatan
3.
Peningkatan Daya Beli Masyarakat
4.
Kemandirian pangan
5.
Peningkatan Kinerja Aparatur
6.
Pengembangan Infrastruktur Wilayah
7.
Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku
8.
Penanganan Bencana dan Pengendalian Lingkungan Hidup
9.
Pembangunan Perdesaan
10.
Pengembangan Budaya Lokal dan Destinasi Wisata
Rapat Paripurna DPRD yang kami hormati,
Pada bagian kedua selanjutnya akan disampaikan mengenai
pengelolaan keuangan daerah selama kurun waktu tahun
2008-2013.
Sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD Tahun
2008-2013,strategi pendanaan pembangunan yang telah dilaksanakan
diarahkan pada:
1.
Harmonisasi
pendanaan
APBD
Provinsi
dan
APBD
Kabupaten/Kota untuk pencapaian sasaran peningkatan Indeks
Pembangunan Manusia (IPM),
Millenium Development Goals
(MDGs) dan pembangunan lingkungan di Jawa Barat.
Kabupaten/Kota
dengan
titik
berat
pada
konsistensi
pengalokasian belanja APBD sebesar 20% untuk fungsi
pendidikan, 10% untuk fungsi kesehatan, 10% dari Pajak
Kendaraan
Bermotor
untuk
fungsi
infrastruktur
dan
perhubungan (berdasarkan Pasal 8 ayat 5 Undang-undang
Nomor28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Restribusi
Daerah) serta alokasi belanja yang terus meningkat untuk
upaya peningkatan daya beli yang didukung oleh pembangunan
infrastruktur strategis.
3.
Mengembangkan
pola
pendanaanproyek-proyek
strategis
melalui skema
Public Private Partnership
serta pelibatan BUMD
Provinsi Jawa Barat.
Selanjutnya untuk kebijakan Pendapatan dan Belanja, sejalan
dengan Kebijakan Umum Anggaran pada setiap tahun anggaran,
telah diarahkan melalui berbagai upaya peningkatan pendapatan
daerah dari sektor pajak daerah, retribusi daerah,dana perimbangan
hingga penerimaan laba usaha dari BUMD. Upaya-upaya yang telah
dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah tersebut, pada
garis besarnya ditempuh melalui pola intensifikasi dan ekstensifikasi.
Untuk kebijakan Belanja Daerah, telah diarahkan pada
upaya-upaya pencapaian target RPJMD, 10
Common Goals
baik Tematik
Sektoral maupun Tematik Kewilayahan serta pencapaian IPM,
dukungan terhadap MDG‟s, pengarustamaan gender, hingga
Dengan pemanduan yang sinergis atas kebijakan pendapatan
dan belanja daerah, maka proses perencanaan pembangunan
daerah yang telah kami implementasikan, berdampak positif
terhadap peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat yang
makin terukur hingga tingkat perdesaan.
Sementara itu realisasi APBD Provinsi Jawa Barat secara
kumulatif untuk Tahun 2008-2012 meliputi Pendapatan Daerah
sebesar 52,75 triliun rupiah lebih dan belanja daerah sebesar 50,56
triliun rupiah lebih, sedangkan penerimaan pembiayaan daerah
sebesar 11,05 triliun rupiah lebih dan pengeluaran pembiayaan
daerah sebesar 595 miliar rupiah lebih. APBD yang terus meningkat
pada setiap tahunnya tersebut, dapat dimaknai bahwa kesempatan
masyarakat untuk menikmati hasil pembangunan terus meningkat
dan hal ini telah kami buktikan dengan peningkatan layanan
pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di berbagai bidang
urusan.
Rapat Paripurna DPRD yang kami hormati,
Pada bagian ketiga, selanjutnya akan disampaikan capaian
indikator makro pembangunan.
mengalami peningkatan signifikan dari Rp 12,89 juta lebih pada
tahun 2007 menjadi Rp 21,25 juta pada Tahun 2012 atau
meningkat sebesar 65%.
Dalam
keterpaduan
pembangunan
lintas
pemerintah,
komunitas berbasis masyarakat dan dunia usaha, menghasilkan
kemajuan pembangunan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat
yang diukur oleh BPS melalui survey Indeks Pembangunan Manusia
(IPM). Kondisi IPM Jawa Barat pada Tahun 2007 mencapai 70,71
yang terdiri dari Indeks Pendidikan sebesar 80,21; Indeks
Kesehatan sebesar 71,00;Indeks Daya Beli sebesar 60,93. Pada
Tahun 2012 angka perkiraan IPM Jawa Barat mencapai 73,19
dengan capaian Indeks Pendidikan sebesar 82,75; Indeks Kesehatan
sebesar 72,67; serta untuk Indeks Daya Beli sebesar 64,17 dengan
Paritas Daya Beli (
Purchasing Power Parity
) sebesar Rp. 637,670.
Secara total angka IPM Tahun 2012 mengalami peningkatan 2,48
poin dibandingkan dengan Tahun 2007. Peningkatan terbesar
dicapai pada Indeks Daya Beli sebesar 3,24 poin, sementara Indeks
Pendidikan mencapai peningkatan 2,54 poin, dan Indeks Kesehatan
1,67 poin.
tertinggi adalah 11,11% pada Tahun 2008. Selanjutnya,
perkembangan investasi mengalami kenaikan yang signifikan yang
semula 87,50 triliun rupiah pada Tahun 2007 menjadi 156,34 triliun
rupiah pada Tahun 2011 dengan rata-rata pertumbuhan per tahun
sebesar 15,69%.
Rapat Paripurna DPRD yang kami hormati,
Selanjutnya untuk capaian program dan kegiatan berdasarkan
capaian kinerja berbasis misi dan urusan pembangunan sejak tahun
2008-2012, dapat kami laporkan berikut ini.
Gubernur Untuk Sekolah (BAGUS) bagi siswa Sekolah Luar Biasa
(SLB) dari tahun 2010-2012 sebanyak 58.000 siswa, pemberian
aneka beasiswa bagi siswa SMA/SMK dan Mahasiswa dari Tahun
2009-2012 sebanyak 46.216 siswa,Bantuan Khusus Siswa Miskin
(BKSM) bagi SMA/SMK Swasta se-Jawa Barat dan program
kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C serta keaksaraan
fungsional.
Berbagai program kegiatan dalam periode 2008-2012 tersebut
telah meningkatkan angka Indeks Pendidikan: Angka Melek Huruf
telah mencapai 96,48 % pada Tahun 2011, angka rata-rata lama
sekolah telah mencapai 8,20 tahun pada Tahun 2011.
Berdasarkan publikasi Pusat Statistik Pendidikan, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, tahun ajaran
2011/2012 untuk APK SD/MI Jawa Barat telah mencapai 119,31%,
Angka Partisipasi Kasar pada tingkat SMP/MTs telah mencapai
94,55%, dan Angka Partisipasi Kasar pada tingkat SMA/SMK/MA
telah mencapai 67,78%, serta APK Perguruan Tinggi (PT) mencapai
15,19%. Pencapaian APK kurun waktu 2008-2012 dengan tahun
baseline 2007, APK SD/MI meningkat sebesar 10.41%, APK
SMP/MTs meningkat 9.91% dan APK SMA/SMK/MA meningkat
sebesar 18,46% serta dalam kurun waktu 2009-2012 APK PT
meningkat sebesar 4,20% dari capaian 10,00% pada Tahun 2009
menjadi 15,19% padaTahun 2012.
dengan total anggaran 37,8 miliar rupiah dan total jumlah penerima
sebanyak 31.500 orang guru.
Terkait dengan upaya peningkatan minat baca masyarakat,
telah dilaksanakan dukungan program perpustakaan sekolah,
perpustakaan pesantren, dan perpustakaan desa. Selain itu, untuk
membangun minat baca dan kebutuhan buku literatur serta
pengembangan perpustakaan berstandar nasional dan internasional
telah dibangun Gedung Perpustakaan Umum Pemerintah Provinsi
Jawa Barat yang Bertaraf Internasional, yang secara bertahap
dilengkapi dengan sistem jejaring antar perpustakaan berbasis
teknologi informasi (
e-library
).
Selanjutnya dalam upaya pembinaan dan peningkatan prestasi
olahraga, memfasilitasi kegiatan kepemudaan serta meningkatkan
budaya masyarakat berolahraga di Jawa Barat, diberikan bantuan
dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pembangunan
Sarana Olahraga (SOR) Gedebage di Kota Bandung; pembangunan
stadion olahraga di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Tasikmalaya,
Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi serta Kabupaten Bekasi.
penambahan 334 Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar
(PONED) selama kurun waktu 2008-2012, penambahan jumlah
bidan dan dokter di Puskesmas dan Puskesmas PONED,
penambahan dokter spesialis PTT di beberapa rumah sakit,
peningkatan kompetensi dokter dan bidan dalam bentuk pelatihan
PONED dan
Obstetri Neonatalogy Emergency
Komprehensif
(PONEK) sebanyak 26 unit. Selain itu, dilaksanakan pula program
Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (JAMKESDA Provinsi)
kepada 5,08 juta lebih penduduk miskin dengan anggaran bervariasi
antara 24 miliar rupiah sampai dengan 74 miliar rupiah per tahun
dan rehabilitasi bangunan Puskesmas/Pustu/RS. Untuk mewujudkan
KTP Berasuransi di Jawa Barat telah dilaksanakan berbagai upaya
antara lain penyiapan sarana Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK),
sistem rujukan, identifikasi jumlah penduduk berdasarkan e-KTP
untuk sinkronisasi penduduk penerima Jamkesmas dan Jamkesda.
Selanjutnya program KTP Berasuransi, pada Tahun 2013, akan diuji
coba pada 4 (empat) Kabupaten/Kota, yaitu Kota Bandung, Kota
Cimahi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Bandung. Secara
khusus dalam peningkatan kualitas tenaga kesehatan dilaksanakan
upaya peningkatan kesejahteraan bagi dokter, bidan dan paramedis,
pemberian beasiswa kepada 600 bidan PTT,dan program tugas
belajar D1 ke D3 Kebidanan sebanyak 400 orang. Peningkatan
pendidikan bidan D1 ke D3 adalah sebagai respon cepat terhadap
Undang-Undang Nomor36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang
menyatakan bahwa Tenaga Kesehatan minimal D3.
posyandu pada Tahun 2011 yang mendapat bantuan program
revitalisasi posyandu sebanyak 48.629 posyandu. Jumlah posyandu
terus meningkat, hingga mencapai 49.577 posyandu pada Tahun
2012, yang selanjutnya mengalami perubahan peran menjadi
Posyandu Multifungsi, berdasarkan Permendagri Nomor 54 Tahun
2007 tentang Kelompok Kerja Fungsional Pos Pelayanan Terpadu.
Keberhasilan pembangunan manusia juga terlihat pada
peningkatan Indeks Pembangunan Gender (IPG) dari 61,4 pada
Tahun 2007 menjadi 63,25 pada Tahun 2011 dan peningkatan
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG), dari angka 54,4 pada Tahun
2007 menjadi 68,08 pada Tahun 2011 (sumber:BPS dan
Kementerian Pemberdayaan Perempuan).
Selama periode 2008-2013 juga dilakukan penanganan yang
serius
terhadap
kelompok
masyarakat
Jawa
Barat
yang
termarginalkan yaitu Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
(PMKS). Penanganan bagi 5.230 orang PMKS khususnya yang
dikelola di 9 (sembilan) Balai dan 12 sub unit milik Pemerintah
Provinsi Jawa Barat. Selain itu diberikan penanganan terhadap PMKS
diluar balai/sub unit kepada sebanyak 27.519 orang PMKS, yang
sebagian besar eksbinaan telah dikembalikan ke Kabupaten/Kota
untuk dilakukan pembinaan dan pengembangan lebih lanjut.
Dalam upaya penanganan korban
trafficking
kurun waktu
Tahun 2008 sampai 2012, telah berhasil memulangkan 212 orang
korban
trafficking
, memberikan bantuan modal kepada korban
trafficking
yang telah mengikuti tahap pembinaan serta memberikan
bantuan hukum kepada korban yang mengalami masalah hukum.
Dalam bidang ketenagakerjaan, dilakukan berbagai kegiatan
yaitu: pelatihan, standardisasi dan sertifikasi, pemagangan,
pengembangan lembaga latihan kerja swasta dan pemerintah
dengan total capaian sebanyak 1.155 lembaga yang diajak
kerjasama oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa
Barat, dari 1.155 lembaga latihan kerja yang sudah terakreditasi
sebanyak 133 lembaga; adanya peningkatan sarana dan prasarana
serta kurikulum pelatihan tenaga kerja berbasis peluang kerja dan
potensi lokal serta kewirausahaan pelatihan. Penyelesaian kasus
Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) dan Pemutusan Hubungan
Kerja (PHK) dari 3.242 kasus yang terselesaikan sebanyak 3.120
kasus.
Sistem Pengendalian Tenaga Kerja Indonesia Terpadu
terwadahi melalui pembentukan Satuan Tugas Pelayanan TKI
Terpadu Jawa Barat yang dibentuk Tahun 2011, melalui pemberian
informasi peluang tenaga kerja di luar negeri hingga advokasi dan
penegakan hukum.
Pada Tahun 2010, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai
melakukan upaya terobosan melalui program “Jabar Mengembara”
yang bertujuan untuk mempersiapkan, peningkatan dan perluasan
kesempatan kerja baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang
menghasilkan
5.100
orang
terlatih
dalam
bahasa
asing,
keterampilan dasar dan pemahaman hukum ketenagakerjaan.
Pembinaan kepemudaan, para pelaku seni dan budaya,
dilakukan fasilitasi secara bertahap untuk peningkatan prestasi, jiwa
kewirausahaan, kemandirian dan ekspresi gelar hasil karya serta
perlindungan seni budaya tradisional Jawa Barat.
Selain kepada LLI, pemerintah provinsi memberi bantuan dan
perhatian khusus juga kepada organisasi masyarakat, dalam rangka
untuk pengembangan dan peningkatan karya nyata dalam
pembangunan Jawa Barat.
Rapat Paripurna DPRD yang kami hormati,
Selanjutnya capaian kinerja Misi Kedua yaitu Meningkatkan
Pembangunan
Ekonomi
Regional
Berbasis
Potensi
Lokal.Pengembangan UMKM terus didorong melalui pengalokasian
bantuan stimulus usaha seperti Kredit Cinta Rakyat melalui Bank
BJB sebesar 165 miliar rupiah, pengelolaan koperasi berbasis
Cyber
(
Cyber Cooperative
), pengembangan usaha pertanian dan
ketahanan pangan melalui kegiatan Gerakan Multi Aktivitas
Agribisnis (GEMAR), Gerakan Pengembangan Perikanan Pantai Utara
dan Pantai Selatan (GAPURA), melalui program Minapolitan, Desa
Mandiri Pangan, dan Pelatihan Inseminator serta pengembangan
perekonomian masyarakat perdesaan melalui Desa Mandiri Menuju
Desa Peradaban.
menjadi 1,03 juta ton Tahun 2012 (angka sementara BPS) atau
meningkat sebesar 78,12% per lima tahun. Komoditas Kedelai dari
Tahun 2007 sebesar 17.438 ton menjadi 47.425 ton pada Tahun
2012 (angka sementara BPS) atau meningkat sebesar 171,96% per
lima tahun.
Produksi komoditas peternakan selama kurun waktu 2007
-2012 mengalami peningkatan. Komoditas daging meningkat dari
438.435 ton menjadi 638.023 ton atau meningkat sekitar 7,98%.
Komoditas telur meningkat dari 165.130 ton menjadi 196.002 ton
atau meningkat sekitar 3,60%. Komoditas susu meningkat dari
225.212 ton menjadi 290.441 ton atau meningkat sekitar 5,41%.
Komoditas perikanan meningkat dari 0,59 juta ton lebih pada Tahun
2007 menjadi 0,91 juta ton lebih pada Tahun 2011 atau meningkat
sekitar 54,24% per lima tahun.
Untuk mempertahankan lahan baku padi sawah di Jawa
Barat, pada Tahun 2012 telah berhasil dilakukan pencetakan
sawah baru seluas 200 Ha di Kabupaten Sukabumi yang
berlokasi di Kecamatan Ujung Genteng, Kecamatan Jampang
Kulon,
Kecamatan
Nyalindung
dan
Kecamatan
Ciracap.
Sedangkan pada Tahun 2013 dengan dukungan APBD dan APBN
akan mencetak sawah baru seluas 450 Ha di Kabupaten
Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten
Tasikmalaya. Selanjutnya mulai akhir Tahun 2013 dilakukan
Survey, Investigation, and Design
(SID) calon lokasi pencetakan
Disamping itu untuk meningkatkan produktivitas dan
peningkatan
penguasaan
teknologi
petani,selain
adanya
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL-PNS) sebanyak 2.149 orang,
dan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian
(THL-TBPP)sebanyak 1.732 orang, Pemerintah Provinsi Jawa
Barat menambah Penyuluh Tenaga Harian Lepas untuk
mendukung program Peningkatan Produksi Beras Nasional
(P2BN) sebanyak 1.000 orang.
meningkat 27.942 ton (168,67%) (Badan Ketahanan Pangan
Provinsi Jawa Barat, 2012).
Cadangan Pangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja
sama dengan Perum Bulog Divisi Regional (DIVRE) III Jawa Barat
menyediakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahun 2009
sebesar 545,45 ton dan 2012 sebesar 258 ton, sehingga jumlah CPP
selama Tahun 2009-2012 sebanyak 803,45 ton. Sampai dengan
Tahun 2012, dari Jumlah tersebut telah disalurkan sebanyak 369,26
ton,sehingga stok CPP sampai dengan Tahun 2012 sebanyak 434,19
ton.
Penganekaragaman konsumsi beras masyarakat Jawa Barat
Tahun 2011 (data 2012 belum di rilis BPS Jawa Barat) sebesar
94,33 Kg/kapita/tahun, Tahun 2008 sebesar 111,99 Kg/kapita/tahun
dan Tahun 2007 sebagai tahun dasar/
baseline
sebesar 106,13
Kg/kapita/tahun. Dengan demikian mengalami penurunan konsumsi
beras sebesar 11,80 Kg/kapita/tahun (11,10%).
Penanganan Kerawanan Pangan Masyarakat di Jawa Barat
dilaksanakan melalui penguatan dan fasilitasi Lumbung Pangan
Masyarakat (LPM) di Jawa Barat. Lumbung yang dibangun sampai
dengan Tahun 2012 sebanyak 615 buah, Tahun 2008 sebanyak 181
buah.Dengan demikian jumlah lumbung Tahun 2012 meningkat
sebanyak 434 lumbung (239,77 %) dibandingkan Tahun 2008.
Pengembangan kopi
Java Preanger
merupakan upaya untuk
mendorong
keunggulan
kompetitif
komoditas
kopi
khas
parahyangan, yang dalam beberapa tahun terakhir mulai dikenal di
tingkat nasional maupun internasional. Upaya pengembangan
komoditas kopi ini dilakukan melalui pemurnian bibit unggul,
pengembangan produk turunan yang bernilai tambah, serta
pengembangan
brand image
kopi
Java Preanger
melalui sistem
promosi pemasaran di tingkat nasional dan internasional.
Rapat Paripurna DPRD yang kami hormati,
Dalam rangka pembangunan di bidang infrastruktur telah
dilaksanakan berbagai upaya pencapaian Misi Ketiga, yaitu
Meningkatkan Ketersediaan dan Kualitas Infrastruktur Wilayah
melalui peningkatan kualitas jalan, rehabilitasi jalan, penggantian
jembatan, rehabilitasi jembatan dan pemeliharaan jalan.
Cisewu
–
Rancabuaya sepanjang 31,35 Km; ruas jalan Cikajang
–
Pameungpeuk sepanjang 24,90 Km dan jalan Lingkar Selatan
Sukabumi sepanjang 6,90 Km.
Selain itu, dalam kurun waktu 2008-2012, Pemerintah Provinsi
Jawa Barat bersama Pemerintah Pusat telah menuntaskan
penanganan 416 Km jalan di jalur horizontal sepanjang Pantai
Selatan Jawa Barat, dan pembangunan jembatan sebanyak 159
buah dengan total panjang jembatan 4.310,90 meter. Pada Tahun
2013 dilaksanakan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan
horizontal sepanjang Pantai Selatan melalui APBD Provinsi Jawa
Barat dengan dukungan dana pembangunan jalan sebesar 1 triliun
rupiah bersumber dari APBN.
Selanjutnya, mengenai pembangunan Jalan Tol
Cileunyi-Sumedang-Dawuan (CISUMDAWU) dan Jalan Tol Soreang-Pasirkoja
(SOROJA) yang merupakan program nasional pemerintah Provinsi
Jawa Barat mendukung program tersebut berupa pembebasan
sebagian lahan dengan dana APBD Provinsi Jawa Barat dan
pembebasan lahan oleh BUMD berdasarkan kesepakatan antara
Kementerian Pekerjaan Umum RepubIik Indonesia dengan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Leuwikadu di Kabupaten Sukabumi. Selain itu, mengenai
pembangunan Waduk Jatigede yang telah direncanakan sejak lebih
dari 40 tahun yang lalu saat ini berada pada fase akhir
pembangunan fisik bendungan dan penanganan dampak sosial dan
lingkungan secara bertahap terus diselesaikan bersama Pemerintah.
Dalam rangka pengelolaan dan pengendalian DAS
Ciliwung-Cisadane dan DAS Citarum yang menjadi kewenangan Pemerintah
melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Kehutanan
secara terus menerus ditingkatkan kualitas tata kelola penanganan
DAS dimaksud melalui kerjasama 3 (tiga) provinsi yaitu: Provinsi
DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten, yang
difasilitasi
melalui
Sekretariat
Bersama
Badan
Kerjasama
Pembangunan (BKSP) Jabodetabek.
domestik perkotaan telah mencapai 63,21% dari kondisi awal 50%
pada Tahun 2007.
Adapun capaian pelayanan pada
sektor pengelolaan
persampahan perkotaan pada Tahun 2012 sebesar 63,53% dari
kondisi awal 52% pada Tahun 2007. Kegiatan yang dilakukan antara
lain pembangunan Tempat Pemrosesan dan Pengolahan Akhir
Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka di Kabupaten Bandung
yang melayani Metropolitan Bandung Raya dan TPPAS Regional
Nambo di Kabupaten Bogor yang melayani Metropolitan Bodebek -
Karpur.
Dalam Bidang Perumahan, dalam usaha penyediaan rumah
bagi masyarakat, sampai dengan Tahun 2012 telah dilakukan
pembangunan 81
Twin Blok
hunian vertikal rusunawa bagi kawasan
kumuh, mahasiswa, PNS, TNI/POLRI, dan pekerja industri,
perbaikan 8.966 unit rumah tidak layak huni, perbaikan 20
pesantren/mesjid, serta perbaikan lingkungan di 5.384 kawasan
kumuh perkotaan, perdesaan, nelayan dan kawasan rawan
bencana.Untuk Tahun 2013 sedang dalam tahap persiapan
pelaksanaan perbaikan 7.500 unit rumah tidak layak huni.
Peningkatan rasio elektrifikasi, Tahun 2009 masih ada
sembilan desa yang belum terjangkau oleh jaringan listrik, Tahun
2010 ke sembilan desa tersebut sudah dijangkau oleh jaringan listrik
atau dengan kata lain rasio elektrifikasi desa 100% “Jawa Barat
Caang
2010”.
Untuk rasio elektrifikasi rumah tangga, Tahun 2007
Untuk pengembangan Energi Baru Terbarukan, dari potensi
panas bumi Jawa Barat sebesar 6.101 Mega Watt Ekivalen (MWe),
Tahun 2007 baru dapat dimanfaatkan untuk menjadi energi listrik
sebesar 940 Mega Watt (MW), sampai dengan Tahun 2012 sudah
dapat dimanfaatkan sebesar 1.075 Mega Watt (MW) atau ada
penambahan sebesar 135 Mega Watt (MW) yang terhubung secara
regional pada sistem Jawa
–
Madura
–
Bali (Jamali). Hal lainnya
terkait dengan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan, sampai
dengan Tahun 2012 telah dilakukan fasilitasi penerbitan 3 Izin
Usaha Panas Bumi (IUP), yaitu Cisolok
–
Cisukarame, Gunung
Tangkuban Perahu dan Gunung Tampomas.
Selain itu, untuk mendukung pengembangan pertambangan
mineral di Jabar Selatan telah dilakukan fasilitasi terhadap
permohonan pembangunan Terminal Khusus (Tersus) untuk
mengangkut hasil olahan pasir besi.
Untuk percepatan pembangunan dan pengembangan di 3
(tiga) metropolitan dan 2 (dua) pusat pertumbuhan
(growth center)
,
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membentuk
West Java
Province Metropolitan Development Management
berdasarkan
Keputusan Gubernur Nomor : 650.05/Kep.183-Bapp/2012 tentang
Perubahan Atas Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor
650.05/KEP.715-BAPP/2011
tentang
Tim
Manajemen
Pengembangan Metropolitan Provinsi Jawa Barat,sebagai tindak
lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang
RTRWN khususnya mengenai pusat-pusat kegiatan nasional di Jawa
Barat,
yaitu
Metropolitan
Bandung
Raya,
Metropolitan
Bodebekarpur, dan Metropolitan Cirebon Raya, serta Pusat
Pertumbuhan (
Growth Center
) Palabuhanratu dan Pangandaran.
Rapat Paripurna DPRD yang kami hormati,
Selanjutnya saya sampaikan, capaian kinerja Misi Keempat
yaitu Meningkatkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan
untukPembangunan yang Berkelanjutan, yang fokus pencapaiannya
adalah
pada
perwujudan
keseimbangan
lingkungan
dan
keberlanjutan pembangunan.
RTRWP ini dijadikan pedoman dalam perencanaan ruang,
pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Selain
itu,
untuk
meningkatkan
keterpaduan,
keterkaitan
dan
keseimbangan perkembangan antarwilayah Kabupaten/Kota serta
keserasian antar sektor telah dilakukan fasilitasi terhadap penetapan
Perda RTRW Kabupaten/Kota. Sampai Tahun 2012 telah ditetapkan
22 Perda RTRW Kabupaten/Kota di Jawa Barat sementara 4 (empat)
Kabupaten/Kota lainnya sudah berada pada tahap akhir penetapan
di Pemerintah Kabupaten/Kota.
Selanjutnya dalam rangka pencapaian kawasan lindung 45%
di Jawa Barat selama kurun waktu 2007-2012 telah dilaksanakan
rehabilitasi lahan kritis melalui Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis
(GRLK) serta rehabilitasi hutan dan lahan lainnya seluas 429.525,99
Ha. Perwujudan kawasan lindung Jawa Barat menunjukkan
perkembangan
yang
baik.
Hal
ini
ditunjukkan
dengan
perkembangan luas kawasan lindung semula 27,0 % pada Tahun
2007 menjadi 35,2 % pada Tahun 2010.
hukum lingkungan terhadap para pelaku pelanggaran ketentuan di
bidang lingkungan hidup.Sesuai target untuk meningkatkan status
mutu sungai utama dan waduk besar dari cemar berat ke cemar
ringan, berdasarkan hasil pemantauan Tahun 2012 menunjukkan
bahwa beberapa ruas sungai di Jawa Barat telah mengalami
perbaikan mutu dengan kondisi cemar ringan, yaitu Sungai Cileungsi
Wanaherang, Sungai Cikarang-Jonggol, Sungai Wanayasa, dan
Sungai Bayongbong. Selain itu, kualitas udara perkotaan dengan
kategori baik telah mencapai 50 hari baik per tahun pada Tahun
2012 telah melebihi target 32-35 hari per tahun.
Rapat Paripurna DPRD yang kami hormati,
Berbagai pencapaian pembangunan di berbagai bidang
tersebut tidak terlepas dari dampak pembenahan sistem dan
peningkatan kualitas aparatur birokrasi di lingkungan Pemerintah
Provinsi serta fasilitasi terhadap Pemerintah Kabupaten/Kota, yang
merupakan upaya pencapaian misi yang kelima, yaitu Meningkatkan
Efektivitas Pemerintahan Daerah dan Kualitas Demokrasi.
Dalam Penyelenggaran Otonomi Daerah, telah terbentuk
Kabupaten Pangandaran pada tanggal 16 November 2012 melalui
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2012 tentang pembentukan
Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat.
Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD), SAMSAT
On-line, pengelolaan administrasi kepegawaian melalui Sistem
Informasi
Manajemen
Kepegawaian
(SIMPEG)
BKD
Jabar,pengelolaan administrasi barang/aset daerah yang ditopang
dengan Aplikasi Teknologi Informasi Siklus Barang Daerah
(ATISISBADA). Selain itu dilakukan pembenahan dan peningkatan
akurasi pelayanan melalui pengembangan sistem monitoring dan
evaluasi, dan penerapan standar ISO pada OPD/Biro, pembentukan
dan pendayagunaan LayananPengadaan Secara Elektronik (LPSE)
dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk pengadaan barang/jasa
pemerintah daerah.Atas berbagai upaya reformasi birokrasi diatas,
laporan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran
2011 meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan
penilaian Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama-sama dengan DPRD
Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 2008-2012 telah ditetapkan
116 (seratus enam belas) Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan
yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi serta sebagai
implementasi dari Peraturan Daerah tersebut di atas telah
ditetapkan 308 (tiga ratus delapan) Peraturan Gubernur Jawa Barat.
pembiayaan Non APBD. Kemudian, mulai Tahun 2012 sudah
diberikan Dana Bantuan Riset Edukasi, berupa bantuan biaya
penelitian bagi para PNS yang sedang melaksanakan penelitian atau
tugas akhir, baik bagi mereka yang sedang Ijin Belajar dan Tugas
Belajar, maupun yang melaksanakan penelitian mandiri.
Rapat Paripurna DPRD yang kami hormati,
Selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41
Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk
Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah dan dalam rangka
mewujudkan
postur
organisasi
pemerintah
daerah
yang
rampingstruktur dan kaya fungsi telah dilakukan penataan
kelembagaan di berbagai organisasi perangkat daerah, melalui
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2011
tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Bappeda, Lembaga
Teknis Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat
antara lain menghapus jabatan struktural eselon IV pada
Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan
Perpustakaan dan Arsip Daerah dan Badan Pendidikan dan
Pelatihan, yang sekaligus meningkatkan peran dan fungsi para
pejabat fungsional yang berada di keempat instansi tersebut.
Di samping pembenahan birokrasi sebagai motor penggerak
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, upaya
penggerakan partisipasi masyarakat dan dunia usaha yang menjadi
aktor penting dalam pembangunan diberikan penghargaan berupa
institusi yang telah memiliki bukti nyata dalam berkontribusi
menyelesaikan permasalahan pembangunan di Jawa Barat dalam
bentuk hasil karya inovatif dan/atau upaya luar biasa yang dinilai
oleh sebuah tim juri. Pemberian Anugerah tersebut dilaksanakan
secara khusus menjadi bagian dari acara peringatan hari Jadi
Provinsi Jawa Barat dalam Sidang Istimewa Paripurna DPRD Jawa
Barat. Mulai Tahun 2013, selain Anugerah InovasiJabar akan
diberikan
juga
Anugerah
Prakarsa
Jabar
untuk
kategori
perseorangan/kelompok/institusi.
Dalam penyelenggaraan diklat, Provinsi Jawa Barat berhasil
meraih status sebagai Lembaga Diklat Terakreditasi A dari LAN RI di
bidang Diklat Kepemimpinan dan Prajabatan, Akreditasi Diklat
Pengadaan Barang/Jasa dari LKPP di bidang Diklat Teknis. Provinsi
Jawa Barat merupakan provinsi pertama di Indonesia yang berhasil
meraih Sertifikasi ISO 9001:2000 di bidang diklat yang kemudian
berhasil ditingkatkan menjadi ISO 9001:2008. Penyelenggaraan
diklat di Provinsi Jawa Barat didukung dengan Pembangunan
Auditorium Kampus II Badiklatda Cipageran (Kampus
Center of
Excellence
) disertai dengan
Granddesign
pengembangan diklat.
Pada periode ini Provinsi Jawa Barat telah berhasil meluluskan diklat
sebanyak 5.039 orang dalam diklat kepemimpinan dan prajabatan,
796 orang dalam diklat fungsional, dan 2.800 orang dalam diklat
teknis.
Responsibility
) dengan mott
o “Jawa Barat Maju Bersama Mitra”
dan
pengelolaan kegiatan sejak perencanaan, pelaksanaan, dan
pelaporan dilaksanakan sepenuhnya oleh institusi mitra berdasarkan
sinkronisasi program kerja provinsi dengan program CSR institusi
mitra.Sampai dengan Tahun 2012 telah bergabung 45 perusahaan
terdiri dari 2 (dua) BUMD, 26 BUMN dan 17 PMDN/PMA, dengan
mekanisme pelaporanberdasarkan pernyataan mitra CSR dengan
prinsip deklarasi diri (
self declaration).
Selanjutnya, menindaklanjuti
Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung
Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas (TJSL), Peraturan
Menteri BUMN Nomor 05/MBU/2007 Tahun 2007 tentang Program
Kemitraan Badan Usaha Milik Negara Dengan Usaha Kecil dan
Program Bina Lingkungan dan prinsip-prinsip pengelolaan mitra CSR
Jabar, telah diintegrasikan melalui Peraturan Daerah Provinsi Jawa
Barat Nomor2 Tahun 2013 tentang Pedoman TJSL dan PKBL di
lingkungan Provinsi Jawa Barat.
Rapat Paripurna DPRD yang kami hormati,
Rapat Paripurna DPRD yang kami hormati,
Demikian
Nota
Pengantar
Laporan
Keterangan
Pertanggungjawaban Akhir Tahun Anggaran 2012 dan Akhir Masa
Jabatan Periode Tahun 2008-2013 ini Saya sampaikan. Ucapan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
memberikan dukungan, kritik dan saran selama kepemimpinan kami
berdua.
Semoga seluruh upaya yang telah dilaksanakan untuk
meningkatkan
kesejahteraan
masyarakat
Jawa
Barat
dan
penyelenggaraan pemerintahan daerah menjadi ladang amal ibadah
bagi kita semua, serta semoga seluruh upaya yang dilaksanakan
senantiasa mendapat perlindungan, kekuatan, petunjuk, dan ridha
Allah SWT. Aamiin
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
Billahittaufiq wal h
idayah. Wassalamu‟alaikum Wr. Wb.
GUBERNUR JAWA BARAT