• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Respon Kebijakan Moneter Triwulan IV-2005

41

5. Respon Kebijakan

Triwulan II-2006

Hasil asesmen terhadap kondisi makroekonomi terkini menunjukkan bahwa terdapat optimisme yang lebih besar terhadap perbaikan kinerja ekonomi sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh berbagai indikator makroekonomi. Namun demikian, terdapat berbagai risiko kedepan yang harus diwaspadai seperti tingginya harga minyak dan berlanjutnya kebijakan moneter ketat global, permasalahan infrastuktur, dan berbagai kendala dalam penyaluran anggaran untuk belanja modal pemerintah dan implementasi kebijakan pemerintah dalam perbaikan iklim investayang tetap harus diwaspadai. Setelah mempertimbangkan beberapa faktor risiko yang dapat berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan menghambat momentum pertumbuhan ekonomi serta upaya pencapaian sasaran inflasi jangka menengah maka Rapat Dewan Gubernur memutuskan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, kebijakan moneter cenderung ketat (tight biased) tetap dipertahankan dan level BI Rate yang berlaku saat ini sebesar 12,75% perlu dipertahankan sampai stabilitas makroekonomi benar-benar terjaga, khususnya ekspektasi inflasi dan tekanan pembalikan arus modal. BI melihat bahwa apabila kecenderungan perkembangan yang positif seperti dalam beberapa bulan terakhir ini terus berlanjut maka kemungkinan untuk menurunkan suku bunga secara bertahap dapat dilakukan lebih awal dari rencana semula.

Referensi

Dokumen terkait

Paradigma dasar kebijakan moneter untuk menjaga keseimbangan (striking the optimal balance) antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi tetap dipertahankan, baik dalam penetapan

Setelah melakukan evaluasi terhadap kondisi makroekonomi Indonesia tahun 2006, prospek ekonomi moneter ke depan dan berbagai faktor risiko yang dihadapi, serta pencapaian

Pada waktu itu, selain melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan moneter tahun 2001, Bank Indonesia juga akan menyampaikan sasaran inflasi untuk tahun 2002 serta arah

Bank Indonesia akan terus mewaspadai peningkatan tekanan inflasi tersebut dan menyesuaikan respons kebijakan moneter yang diperlukan untuk memastikan agar inflasi tetap berada

Meskipun secara tertulis kami telah menyampaikannya kepada Ketua Dewan yang terhormat, ijinkanlah kami menyampaikan kembali secara singkat perkembangan dan kebijakan di

Berdasarkan kriteria tersebut dan mengingat masih rapuhnya sistem perbankan sebagai suatu jalur transmisi kebijakan moneter terpenting serta masih sangat rentannya

Paradigma dasar kebijakan moneter untuk menjaga keseimbangan (striking the optimal balance) antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi tetap dipertahankan, baik dalam penetapan

Pada saat suku bunga sebagai variabel kebijakan dan agregat moneter tidak merespon negatif adanya kejutan dari suku bunga, maka kondisi ini juga disebut liquidity puzzle.. adalah