A. Tata ...
No. 8/ 32 /DASP Jakarta, 20 Desember 2006
S U R A T E D A R A N
Perihal : Pendaftaran Kegiatan Usaha Pengiriman Uang
---
Sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Bank Indonesia
Nomor 8/28/PBI/2006 tanggal 5 Desember 2006 tentang Kegiatan Usaha
Pengiriman Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor
98, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4665), dan dalam
rangka pencatatan keberadaan Penyelenggara kegiatan usaha Pengiriman Uang,
maka sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia tentang Kegiatan Usaha
Pengiriman Uang Bab IX Ketentuan Peralihan, Bagian Pertama, Ketentuan
Pendaftaran pada Masa Transisi, perlu diatur lebih lanjut antara lain mengenai
tata cara Pendaftaran dan pencatatan Pendaftaran, dokumen Pendaftaran,
pelaksanaan kegiatan usaha Pengiriman Uang, laporan oleh Penyelenggara,
penghentian kegiatan usaha Pengiriman Uang dan penghapusan Penyelenggara
dari Daftar Penyelenggara, dalam Surat Edaran Bank Indonesia.
I. TATA CARA PENDAFTARAN DAN PENCATATAN PENDAFTARAN
Setiap perorangan Warga Negara Indonesia dan badan usaha selain Bank
yang akan atau telah melakukan kegiatan usaha Pengiriman Uang sejak
berlakunya Peraturan Bank Indonesia tentang Kegiatan Usaha Pengiriman
Uang (PBI Pengiriman Uang) harus melakukan Pendaftaran kepada Bank
a. paling ...
A. Tata Cara Pendaftaran
1. Perorangan Warga Negara Indonesia dan badan usaha selain Bank
yang akan atau telah melakukan kegiatan usaha Pengiriman Uang
sejak berlakunya ketentuan ini menyampaikan permohonan secara
tertulis mengenai Pendaftaran atas kegiatan usahanya kepada Bank
Indonesia.
2. Bank tidak perlu melakukan Pendaftaran kegiatan usaha Pengiriman
Uang kepada Bank Indonesia mengingat kegiatan usaha Pengiriman
Uang merupakan salah satu kegiatan usaha Bank sesuai peraturan
perundang-undangan yang mengatur mengenai perbankan.
3. Permohonan Pendaftaran kegiatan usaha Pengiriman Uang harus
melampirkan seluruh dokumen secara lengkap dan memenuhi
kesiapan operasional yang meliputi kesiapan sumber daya manusia
yang digunakan, tempat usaha, dan sarana serta peralatan yang
digunakan dalam Pengiriman Uang secara benar sebagaimana
ditetapkan dalam Surat Edaran ini.
4. Permohonan Pendaftaran sebagaimana dimaksud pada angka 1
dilakukan sebagai berikut:
a. untuk badan usaha diajukan oleh pengurus badan usaha tersebut;
atau
b. untuk perorangan Warga Negara Indonesia diajukan oleh individu
yang bersangkutan.
5. Permohonan Pendaftaran sebagaimana dimaksud pada angka 4
disampaikan kepada Bank Indonesia.
B. Pencatatan Pendaftaran
1. Bank Indonesia memberikan tanggapan tertulis atas permohonan
6. Bank ...
a. paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sejak seluruh
dokumen yang dipersyaratkan diterima secara lengkap oleh Bank
Indonesia dan kesiapan operasional telah dilakukan secara benar
yang meliputi kesiapan sumber daya manusia yang digunakan,
tempat usaha, dan sarana serta peralatan yang digunakan dalam
Pengiriman Uang; atau
b. paling lambat 20 (dua puluh) hari kalender sejak dokumen
diterima oleh Bank Indonesia, untuk permohonan yang
dokumennya belum diterima secara lengkap.
2. Tanggapan tertulis sebagaimana dimaksud pada angka 1 berisi
informasi bahwa Penyelenggara telah dicantumkan dalam Daftar
Penyelenggara atau belum dicantumkan dalam Daftar Penyelenggara
di Bank Indonesia.
3. Bank Indonesia mencantumkan Penyelenggara dalam Daftar
Penyelenggara sebagaimana dimaksud pada angka 2 apabila seluruh
dokumen yang dipersyaratkan dalam Pendaftaran telah diterima
secara lengkap dan kesiapan operasional telah dilakukan secara benar
yang meliputi kesiapan sumber daya manusia yang digunakan,
tempat usaha, dan sarana serta peralatan yang digunakan dalam
Pengiriman Uang.
4. Bank Indonesia belum mencantumkan Penyelenggara dalam Daftar
Penyelenggara sebagaimana dimaksud pada angka 2 apabila
dokumen yang dipersyaratkan belum diterima secara lengkap oleh
Bank Indonesia dan/atau kesiapan operasional sebagaimana
dimaksud pada angka 3 belum dilakukan secara benar.
5. Bank Indonesia dapat melakukan peninjauan ke tempat usaha
Penyelenggara yang akan atau telah melakukan kegiatan usaha
Pengiriman Uang dalam rangka memberikan tanggapan tertulis
5. informasi ...
6. Bank Indonesia memberikan Tanda Pendaftaran kepada Pemohon
yang berisi Nomor Pendaftaran dan identitas Penyelenggara dalam
Daftar Penyelenggara.
C. Pencantuman dalam Daftar Penyelenggara dan Publikasi
1. Setiap Penyelenggara yang telah dicantumkan dalam Daftar
Penyelenggara harus menempatkan Tanda Pendaftaran di tempat
usaha yang bersangkutan, yakni di tempat yang mudah dilihat dan
dibaca oleh pengguna jasa. Fotokopi Tanda Pendaftaran ditempatkan
pula di setiap kantor cabang Penyelenggara.
2. Bank Indonesia mempublikasikan Daftar Penyelenggara dalam
website Bank Indonesia dan/atau booklet.
II. DOKUMEN PENDAFTARAN
Dokumen-dokumen yang harus disampaikan dalam permohonan
Pendaftaran kepada Bank Indonesia adalah sebagai berikut:
A. Perorangan Warga Negara Indonesia
Perorangan Warga Negara Indonesia yang melakukan kegiatan usaha
Pengiriman Uang harus melakukan Pendaftaran dengan
menyampaikan dokumen sebagai berikut:
1. fotokopi Kartu Tanda Penduduk;
2. fotokopi surat keterangan domisili/tempat tinggal pemohon dari
kelurahan/kepala desa setempat;
3. surat pernyataan kesanggupan pemohon untuk tidak
menyalahgunakan Uang yang dikirim dan/atau diterima;
4. surat pernyataan kesanggupan pemohon untuk menatausahakan
secara terpisah antara Uang yang dikirim dan/atau diterima dengan
c. sarana ...
5. informasi mengenai tempat usaha, sarana dan prasarana yang
digunakan oleh pemohon sebagai Penyelenggara.
B. Badan Usaha yang Berbadan Hukum
Badan usaha yang berbadan hukum yang melakukan kegiatan usaha
Pengiriman Uang harus melakukan Pendaftaran dengan
menyampaikan dokumen sebagai berikut:
1. fotokopi akte pendirian badan hukum Indonesia dan perubahannya
apabila ada, yang telah memperoleh pengesahan dari instansi yang
berwenang;
2. surat pernyataan pengurus dalam bentuk akta otentik yang
menyatakan kesanggupan pengurus untuk:
a. bertanggung jawab jika terdapat penyalahgunaan Uang yang
dikirim dan/atau diterima; dan
b. memisahkan penatausahaan Uang yang dikirim dan/atau
diterima dari harta kekayaan pribadi dan harta kekayaan
perusahaan Penyelenggara;
3. fotokopi surat keterangan domisili badan usaha yang bersangkutan
dari lurah/kepala desa setempat;
4. konsep penerapan prinsip mengenal nasabah yaitu prinsip yang
diterapkan oleh Penyelenggara untuk mengetahui antara lain
identitas Pengirim dan/atau Penerima, memantau kegiatan
Pengiriman Uang, dan melaporkan transaksi yang mencurigakan,
sebagaimana Contoh Tata Cara Penerapan Prinsip Mengenal
Nasabah dalam Lampiran 1; dan
5. bukti kesiapan operasional antara lain:
a. sumber daya manusia yang memadai;
c. sarana ...
c. sarana dan peralatan untuk melakukan kegiatan Pengiriman
Uang.
C. Badan Usaha yang Tidak Berbadan Hukum
Badan usaha yang tidak berbadan hukum yang melakukan kegiatan
usaha Pengiriman Uang harus melakukan Pendaftaran dengan
menyampaikan dokumen sebagai berikut:
1. bukti bahwa pemilik dan pengurus badan usaha merupakan Warga
Negara Indonesia. Bukti kewarganegaraan Indonesia tersebut
antara lain berupa Kartu Tanda Penduduk, Surat Izin Mengemudi
atau Paspor;
2. fotokopi surat keterangan domisili badan usaha yang bersangkutan
dari lurah/kepala desa setempat;
3. surat pernyataan pengurus dalam bentuk akta otentik yang
menyatakan kesanggupan pengurus untuk:
a. bertanggung jawab jika terdapat penyalahgunaan Uang yang
dikirim dan/atau diterima; dan
b. memisahkan penatausahaan Uang yang dikirim dan/atau
diterima dari harta kekayaan pribadi dan harta kekayaan
perusahaan Penyelenggara;
4. konsep penerapan prinsip mengenal nasabah yaitu prinsip yang
diterapkan oleh Penyelenggara untuk mengetahui antara lain
identitas Pengirim dan/atau Penerima, memantau kegiatan
Pengiriman Uang, dan melaporkan transaksi yang mencurigakan,
sebagaimana Contoh Tata Cara Penerapan Prinsip Mengenal
Nasabah dalam Lampiran 1; dan
5. bukti kesiapan operasional antara lain:
a. sumber daya manusia yang memadai;
2. Laporan ...
c. sarana dan peralatan untuk melakukan kegiatan Pengiriman
Uang.
III. PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA PENGIRIMAN UANG
Penyelenggara yang akan melakukan kegiatan usaha Pengiriman Uang
setelah berlakunya PBI Pengiriman Uang dan telah dicantumkan dalam
Daftar Penyelenggara oleh Bank Indonesia, harus melakukan hal-hal
sebagai berikut:
1. melaksanakan kegiatan usahanya dalam jangka waktu paling lambat 30
(tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal pencantuman
Penyelenggara dalam Daftar Penyelenggara; dan
2. melaporkan secara tertulis dimulainya kegiatan sebagaimana dimaksud
pada angka 1 kepada Bank Indonesia paling lambat 10 (sepuluh) hari
kalender terhitung sejak tanggal dimulainya kegiatan tersebut; atau
3. apabila setelah berakhirnya jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender
sebagaimana dimaksud pada angka 1, Penyelenggara yang telah
tercantum dalam Daftar Penyelenggara belum melakukan kegiatan
usahanya, maka Penyelenggara tersebut harus melaporkan secara tertulis
kepada Bank Indonesia mengenai alasan belum dapat dilaksanakan
kegiatan usaha Pengiriman Uang dan rencana pelaksanaan kegiatan
tersebut. Laporan tersebut disampaikan paling lambat 10 (sepuluh) hari
kalender terhitung sejak berakhirnya jangka waktu 30 (tiga puluh) hari
kalender sebagaimana dimaksud pada angka 1.
IV. LAPORAN OLEH PENYELENGGARA
A. Laporan Kegiatan Usaha Pengiriman Uang
1. Penyelenggara melaporkan kegiatan usaha Pengiriman Uang yang
Indonesia ...
2. Laporan sebagaimana dimaksud pada angka 1 terdiri dari:
a. Laporan Transaksi Kegiatan Usaha Pengiriman Uang
sebagaimana dimaksud pada Lampiran 2.a atau Lampiran 2.b;
dan
b. Laporan Kelangsungan Kegiatan Usaha Pengiriman Uang
sebagaimana dimaksud pada Lampiran 3.a atau Lampiran 3.b.
3. Laporan sebagaimana dimaksud pada butir 2.a disampaikan secara
triwulanan dan harus sudah diterima oleh Bank Indonesia paling
lambat tanggal 15 pada bulan berikutnya. Contoh: laporan triwulanan
periode Januari sampai dengan Maret, harus sudah diterima Bank
Indonesia paling lambat pada tanggal 15 April.
4. Laporan sebagaimana dimaksud pada butir 2.b disampaikan setiap
akhir tahun dan harus sudah diterima oleh Bank Indonesia paling
lambat tanggal 15 pada bulan berikutnya. Contoh: Laporan
Kelangsungan Kegiatan Usaha Pengiriman Uang periode 1 Januari
2007 sampai dengan 31 Desember 2007, harus sudah diterima Bank
Indonesia paling lambat pada tanggal 15 Januari 2008.
5. Dalam hal tanggal paling lambat sebagaimana dimaksud pada angka
3 dan angka 4 jatuh pada hari libur, maka tanggal paling lambat
adalah pada tanggal hari kerja berikutnya.
6. Untuk Penyelenggara yang memiliki kantor cabang, laporan
sebagaimana dimaksud pada angka 2 disampaikan oleh kantor pusat
Penyelenggara yang bersangkutan secara konsolidasi yang
merupakan gabungan laporan kantor pusat dan seluruh kantor
cabang.
B. Laporan Kantor Cabang dan Rencana Pembukaan Kantor Cabang
1. Laporan kantor cabang yang telah dimiliki oleh Penyelenggara
digunakan ... Indonesia secara tertulis paling lambat 30 (tiga puluh) hari
kalender terhitung sejak tanggal pencantuman Penyelenggara
dalam Daftar Penyelenggara. Laporan tersebut disampaikan
dengan format sebagaimana dimaksud pada Lampiran 4.a atau
Lampiran 4.b.
2. Laporan rencana pembukaan kantor cabang oleh Penyelenggara
disampaikan kepada Bank Indonesia secara tertulis paling lambat
30 (tiga puluh) hari kalender sebelum pembukaan kantor cabang
tersebut. Laporan tersebut disampaikan dengan format
sebagaimana dimaksud pada Lampiran 5.a atau Lampiran 5.b.
C. Laporan Kerjasama Penyelenggara dengan Operator
1. Penyelenggara yang melakukan kerjasama dengan Operator
melaporkan secara tertulis kerjasama tersebut kepada Bank
Indonesia sebagaimana dimaksud pada Lampiran 6.a atau
Lampiran 6.b.
2. Laporan kerjasama antara Penyelenggara dengan Operator
sebagaimana dimaksud pada angka 1 sekurang-kurangnya
meliputi hal-hal sebagai berikut:
a. fotokopi perjanjian kerjasama antara Penyelenggara dengan
Operator. Perjanjian tersebut sekurang-kurangnya memuat:
1) kesepakatan antara Penyelenggara dan Operator untuk
memberikan informasi kepada Bank Indonesia atau
pihak lain yang ditunjuk oleh Bank Indonesia untuk
keperluan pemeriksaan;
2) pemberian kewenangan kepada Bank Indonesia atau
pihak lain yang ditunjuk oleh Bank Indonesia untuk
Berita ... digunakan baik oleh Penyelenggara maupun oleh
Operator; dan
3) kesediaan Penyelenggara dan Operator untuk
menyampaikan kepada Bank Indonesia hasil audit
sistem yang digunakan baik yang dilakukan oleh
auditor intern ataupun auditor ekstern dari
Penyelenggara dan Operator;
b. informasi singkat mengenai profil perusahaan Operator;
dan
c. hasil audit dari security auditor yang menjelaskan
kehandalan dan keamanan operasional teknologi informasi
yang digunakan oleh Operator.
3. Jika Penyelenggara menghentikan kerjasama dengan Operator,
maka penghentian kerjasama dengan Operator tersebut
dilaporkan kepada Bank Indonesia sebagaimana dimaksud pada
Lampiran 7.a atau Lampiran 7.b.
D. Laporan Perubahan Pengurus
1. Penyelenggara melaporkan secara tertulis kepada Bank Indonesia
jika terjadi perubahan pengurus.
2. Laporan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dilengkapi dengan
surat pernyataan pengurus dalam bentuk akta otentik yang
menyatakan kesanggupan Penyelenggara untuk:
a. bertanggung jawab jika terdapat penyalahgunaan Uang yang
dikirim dan/atau diterima; dan
b. memisahkan penatausahaan Uang yang dikirim dan/atau
diterima dari harta kekayaan Penyelenggara.
3. Laporan sebagaimana dimaksud pada angka 1 harus disertai
2. Dalam ... Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham bagi badan usaha
yang berbentuk Perseroan Terbatas.
E. Laporan oleh Bank
1. Khusus untuk Bank, laporan yang harus disampaikan kepada
Bank Indonesia meliputi:
a. Laporan transaksi kegiatan usaha Pengiriman Uang;
b. Laporan kantor cabang dan rencana pembukaan kantor
cabang;
c. Laporan perubahan pengurus;
d. Laporan kerjasama Penyelenggara dengan Operator; dan
e. Laporan Penghentian Kerjasama dengan Operator.
2. Laporan sebagaimana dimaksud pada butir 1.a, butir 1.b, dan
butir 1.c dilakukan sesuai dengan tata cara penyampaian laporan
sebagaimana diatur dalam ketentuan perbankan.
3. Laporan sebagaimana dimaksud pada butir 1.d dilakukan sesuai
dengan Lampiran 6.a atau Lampiran 6.b.
4. Laporan sebagaimana dimaksud pada butir 1.e dilakukan sesuai
dengan Lampiran 7.a atau Lampiran 7.b.
V. PENGHENTIAN KEGIATAN USAHA PENGIRIMAN UANG DAN
PENGHAPUSAN PENYELENGGARA DARI DAFTAR
PENYELENGGARA
1. Penghentian kegiatan usaha Pengiriman Uang dapat dilakukan
berdasarkan permintaan tertulis dari Penyelenggara atau berdasarkan
keputusan Bank Indonesia sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur
Pengiriman ...
2. Dalam hal terjadi penghentian kegiatan usaha Pengiriman Uang
sebagaimana dimaksud pada angka 1, Bank Indonesia menghapus
Penyelenggara dari Daftar Penyelenggara.
3. Selain berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud pada angka 2,
penghapusan Penyelenggara dari Daftar Penyelenggara dapat
dilakukan oleh Bank Indonesia jika:
a. terdapat putusan pengadilan yang menghukum Penyelenggara
untuk menghentikan kegiatan usaha Pengiriman Uang yang
dilakukan;
b. terdapat permintaan tertulis/rekomendasi kepada Bank Indonesia
dari otoritas pengawas yang berwenang untuk menghentikan
kegiatan usaha Penyelenggara, atau otoritas pengawas dimaksud
telah menghentikan kegiatan usaha Penyelenggara;
c. Penyelenggara melakukan pelanggaran terhadap ketentuan kegiatan
usaha Pengiriman Uang dan ketentuan yang terkait lainnya; atau
d. Penyelenggara melakukan tindak kejahatan di bidang keuangan.
4. Dalam hal Penyelenggara akan menghentikan kegiatan usaha
Pengiriman Uang atas permintaan Penyelenggara sendiri, maka
Penyelenggara yang bersangkutan melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. menyampaikan laporan penghentian kegiatan usaha paling lambat
30 (tiga puluh) hari kalender sebelum Penyelenggara menghentikan
kegiatannya; dan
b. melaporkan pelaksanaan penghentian kegiatan usaha secara tertulis
kepada Bank Indonesia paling lambat 5 (lima) hari kalender
terhitung sejak tanggal penghentian kegiatan, dengan melampirkan:
1) dokumen penyelesaian hak dan kewajiban kepada Pengirim
dan/atau Penerima; dan
2) surat pernyataan dari pengurus dan/atau pemilik bahwa segala
b. KBI … Pengiriman Uang menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari
pengurus dan/atau pemilik.
5. Penghapusan Penyelenggara dari Daftar Penyelenggara oleh Bank
Indonesia dilakukan sebagai berikut:
a. Untuk Penyelenggara yang berkantor pusat atau
berdomisili/bertempat kedudukan di wilayah Jakarta, Serang,
Pandeglang, Lebak, Tangerang, Depok, Bogor, Karawang, dan
Bekasi dilakukan paling lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak
tanggal ditetapkannya penghentian kegiatan usaha Pengiriman
Uang oleh Bank Indonesia c.q. Direktorat Akunting dan Sistem
Pembayaran (DASP).
b. Untuk Penyelenggara yang berkantor pusat atau
berdomisili/bertempat kedudukan di luar wilayah Jakarta, Serang,
Pandeglang, Lebak, Tangerang, Depok, Bogor, Karawang, dan
Bekasi dilakukan paling lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak
tanggal diterimanya permintaan tertulis dari Kantor Bank Indonesia
(KBI) untuk menghapus Penyelenggara dari Daftar Penyelenggara
oleh DASP.
VI. LAIN-LAIN
1. Permohonan Pendaftaran kegiatan usaha Pengiriman Uang disampaikan
secara tertulis kepada:
a. DASP, Bank Indonesia, Jalan M.H. Thamrin No.2, Jakarta 10350,
untuk Penyelenggara yang berkantor pusat atau
berdomisili/bertempat kedudukan di Jakarta, Serang, Pandeglang,
b. KBI …
b. KBI yang mewilayahi, untuk Penyelenggara yang berkantor pusat
atau berdomisili/bertempat kedudukan di luar wilayah sebagaimana
dimaksud pada huruf a.
2. Laporan sebagai berikut:
a. laporan dimulainya kegiatan usaha Pengiriman Uang sebagaimana
dimaksud pada butir III.2;
b. laporan transaksi kegiatan usaha Pengiriman Uang sebagaimana
dimaksud pada butir IV.A.2.a;
c. laporan kelangsungan kegiatan usaha Pengiriman Uang sebagaimana
dimaksud pada butir IV.A.2.b;
d. laporan kantor cabang sebagaimana dimaksud pada butir IV.B.1;
e. laporan rencana pembukaan kantor cabang sebagaimana dimaksud
pada butir IV.B.2;
f. laporan kerjasama Penyelenggara dengan Operator sebagaimana
dimaksud pada butir IV.C.1;
g. laporan penghentian kerjasama Penyelenggara dengan Operator
sebagaimana dimaksud pada butir IV.C.3;
h. laporan perubahan pengurus sebagaimana dimaksud pada butir
IV.D.1; dan
i. laporan penghentian kegiatan usaha Pengiriman Uang sebagaimana
dimaksud pada butir V.1,
disampaikan secara tertulis kepada:
a. DASP c.q. Biro Pengembangan Sistem Pembayaran Nasional (Biro
PSPN), Bank Indonesia, Jalan M.H. Thamrin No.2, Jakarta 10350,
untuk Penyelenggara yang berkantor pusat atau
berdomisili/bertempat kedudukan di wilayah Jakarta, Serang,
Pandeglang, Lebak, Tangerang, Depok, Bogor, Karawang, dan
b. KBI yang mewilayahi, untuk Penyelenggara yang berkantor pusat
atau berdomisili/bertempat kedudukan di luar wilayah sebagaimana
dimaksud pada huruf a.
3. Pendaftaran kegiatan usaha Pengiriman Uang berakhir pada tanggal
31 Desember 2008.
4. Dengan berakhirnya batas waktu Pendaftaran sebagaimana dimaksud
pada angka 3, maka terhitung sejak tanggal 1 Januari 2009 bagi pihak
yang belum melakukan Pendaftaran atau yang baru akan melakukan
kegiatan usaha Pengiriman Uang wajib memperoleh izin terlebih dahulu
dari Bank Indonesia sebelum melakukan kegiatan usaha Pengiriman
Uang.
VII. PENUTUP
Ketentuan dalam Surat Edaran ini berlaku sejak tanggal 20 Desember
2006.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Surat
Edaran ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Demikian agar Saudara maklum.
BANK INDONESIA,