• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

A. Tata ...

No. 8/ 32 /DASP Jakarta, 20 Desember 2006

S U R A T E D A R A N

Perihal : Pendaftaran Kegiatan Usaha Pengiriman Uang

---

Sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Bank Indonesia

Nomor 8/28/PBI/2006 tanggal 5 Desember 2006 tentang Kegiatan Usaha

Pengiriman Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor

98, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4665), dan dalam

rangka pencatatan keberadaan Penyelenggara kegiatan usaha Pengiriman Uang,

maka sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia tentang Kegiatan Usaha

Pengiriman Uang Bab IX Ketentuan Peralihan, Bagian Pertama, Ketentuan

Pendaftaran pada Masa Transisi, perlu diatur lebih lanjut antara lain mengenai

tata cara Pendaftaran dan pencatatan Pendaftaran, dokumen Pendaftaran,

pelaksanaan kegiatan usaha Pengiriman Uang, laporan oleh Penyelenggara,

penghentian kegiatan usaha Pengiriman Uang dan penghapusan Penyelenggara

dari Daftar Penyelenggara, dalam Surat Edaran Bank Indonesia.

I. TATA CARA PENDAFTARAN DAN PENCATATAN PENDAFTARAN

Setiap perorangan Warga Negara Indonesia dan badan usaha selain Bank

yang akan atau telah melakukan kegiatan usaha Pengiriman Uang sejak

berlakunya Peraturan Bank Indonesia tentang Kegiatan Usaha Pengiriman

Uang (PBI Pengiriman Uang) harus melakukan Pendaftaran kepada Bank

(2)

a. paling ...

A. Tata Cara Pendaftaran

1. Perorangan Warga Negara Indonesia dan badan usaha selain Bank

yang akan atau telah melakukan kegiatan usaha Pengiriman Uang

sejak berlakunya ketentuan ini menyampaikan permohonan secara

tertulis mengenai Pendaftaran atas kegiatan usahanya kepada Bank

Indonesia.

2. Bank tidak perlu melakukan Pendaftaran kegiatan usaha Pengiriman

Uang kepada Bank Indonesia mengingat kegiatan usaha Pengiriman

Uang merupakan salah satu kegiatan usaha Bank sesuai peraturan

perundang-undangan yang mengatur mengenai perbankan.

3. Permohonan Pendaftaran kegiatan usaha Pengiriman Uang harus

melampirkan seluruh dokumen secara lengkap dan memenuhi

kesiapan operasional yang meliputi kesiapan sumber daya manusia

yang digunakan, tempat usaha, dan sarana serta peralatan yang

digunakan dalam Pengiriman Uang secara benar sebagaimana

ditetapkan dalam Surat Edaran ini.

4. Permohonan Pendaftaran sebagaimana dimaksud pada angka 1

dilakukan sebagai berikut:

a. untuk badan usaha diajukan oleh pengurus badan usaha tersebut;

atau

b. untuk perorangan Warga Negara Indonesia diajukan oleh individu

yang bersangkutan.

5. Permohonan Pendaftaran sebagaimana dimaksud pada angka 4

disampaikan kepada Bank Indonesia.

B. Pencatatan Pendaftaran

1. Bank Indonesia memberikan tanggapan tertulis atas permohonan

(3)

6. Bank ...

a. paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sejak seluruh

dokumen yang dipersyaratkan diterima secara lengkap oleh Bank

Indonesia dan kesiapan operasional telah dilakukan secara benar

yang meliputi kesiapan sumber daya manusia yang digunakan,

tempat usaha, dan sarana serta peralatan yang digunakan dalam

Pengiriman Uang; atau

b. paling lambat 20 (dua puluh) hari kalender sejak dokumen

diterima oleh Bank Indonesia, untuk permohonan yang

dokumennya belum diterima secara lengkap.

2. Tanggapan tertulis sebagaimana dimaksud pada angka 1 berisi

informasi bahwa Penyelenggara telah dicantumkan dalam Daftar

Penyelenggara atau belum dicantumkan dalam Daftar Penyelenggara

di Bank Indonesia.

3. Bank Indonesia mencantumkan Penyelenggara dalam Daftar

Penyelenggara sebagaimana dimaksud pada angka 2 apabila seluruh

dokumen yang dipersyaratkan dalam Pendaftaran telah diterima

secara lengkap dan kesiapan operasional telah dilakukan secara benar

yang meliputi kesiapan sumber daya manusia yang digunakan,

tempat usaha, dan sarana serta peralatan yang digunakan dalam

Pengiriman Uang.

4. Bank Indonesia belum mencantumkan Penyelenggara dalam Daftar

Penyelenggara sebagaimana dimaksud pada angka 2 apabila

dokumen yang dipersyaratkan belum diterima secara lengkap oleh

Bank Indonesia dan/atau kesiapan operasional sebagaimana

dimaksud pada angka 3 belum dilakukan secara benar.

5. Bank Indonesia dapat melakukan peninjauan ke tempat usaha

Penyelenggara yang akan atau telah melakukan kegiatan usaha

Pengiriman Uang dalam rangka memberikan tanggapan tertulis

(4)

5. informasi ...

6. Bank Indonesia memberikan Tanda Pendaftaran kepada Pemohon

yang berisi Nomor Pendaftaran dan identitas Penyelenggara dalam

Daftar Penyelenggara.

C. Pencantuman dalam Daftar Penyelenggara dan Publikasi

1. Setiap Penyelenggara yang telah dicantumkan dalam Daftar

Penyelenggara harus menempatkan Tanda Pendaftaran di tempat

usaha yang bersangkutan, yakni di tempat yang mudah dilihat dan

dibaca oleh pengguna jasa. Fotokopi Tanda Pendaftaran ditempatkan

pula di setiap kantor cabang Penyelenggara.

2. Bank Indonesia mempublikasikan Daftar Penyelenggara dalam

website Bank Indonesia dan/atau booklet.

II. DOKUMEN PENDAFTARAN

Dokumen-dokumen yang harus disampaikan dalam permohonan

Pendaftaran kepada Bank Indonesia adalah sebagai berikut:

A. Perorangan Warga Negara Indonesia

Perorangan Warga Negara Indonesia yang melakukan kegiatan usaha

Pengiriman Uang harus melakukan Pendaftaran dengan

menyampaikan dokumen sebagai berikut:

1. fotokopi Kartu Tanda Penduduk;

2. fotokopi surat keterangan domisili/tempat tinggal pemohon dari

kelurahan/kepala desa setempat;

3. surat pernyataan kesanggupan pemohon untuk tidak

menyalahgunakan Uang yang dikirim dan/atau diterima;

4. surat pernyataan kesanggupan pemohon untuk menatausahakan

secara terpisah antara Uang yang dikirim dan/atau diterima dengan

(5)

c. sarana ...

5. informasi mengenai tempat usaha, sarana dan prasarana yang

digunakan oleh pemohon sebagai Penyelenggara.

B. Badan Usaha yang Berbadan Hukum

Badan usaha yang berbadan hukum yang melakukan kegiatan usaha

Pengiriman Uang harus melakukan Pendaftaran dengan

menyampaikan dokumen sebagai berikut:

1. fotokopi akte pendirian badan hukum Indonesia dan perubahannya

apabila ada, yang telah memperoleh pengesahan dari instansi yang

berwenang;

2. surat pernyataan pengurus dalam bentuk akta otentik yang

menyatakan kesanggupan pengurus untuk:

a. bertanggung jawab jika terdapat penyalahgunaan Uang yang

dikirim dan/atau diterima; dan

b. memisahkan penatausahaan Uang yang dikirim dan/atau

diterima dari harta kekayaan pribadi dan harta kekayaan

perusahaan Penyelenggara;

3. fotokopi surat keterangan domisili badan usaha yang bersangkutan

dari lurah/kepala desa setempat;

4. konsep penerapan prinsip mengenal nasabah yaitu prinsip yang

diterapkan oleh Penyelenggara untuk mengetahui antara lain

identitas Pengirim dan/atau Penerima, memantau kegiatan

Pengiriman Uang, dan melaporkan transaksi yang mencurigakan,

sebagaimana Contoh Tata Cara Penerapan Prinsip Mengenal

Nasabah dalam Lampiran 1; dan

5. bukti kesiapan operasional antara lain:

a. sumber daya manusia yang memadai;

(6)

c. sarana ...

c. sarana dan peralatan untuk melakukan kegiatan Pengiriman

Uang.

C. Badan Usaha yang Tidak Berbadan Hukum

Badan usaha yang tidak berbadan hukum yang melakukan kegiatan

usaha Pengiriman Uang harus melakukan Pendaftaran dengan

menyampaikan dokumen sebagai berikut:

1. bukti bahwa pemilik dan pengurus badan usaha merupakan Warga

Negara Indonesia. Bukti kewarganegaraan Indonesia tersebut

antara lain berupa Kartu Tanda Penduduk, Surat Izin Mengemudi

atau Paspor;

2. fotokopi surat keterangan domisili badan usaha yang bersangkutan

dari lurah/kepala desa setempat;

3. surat pernyataan pengurus dalam bentuk akta otentik yang

menyatakan kesanggupan pengurus untuk:

a. bertanggung jawab jika terdapat penyalahgunaan Uang yang

dikirim dan/atau diterima; dan

b. memisahkan penatausahaan Uang yang dikirim dan/atau

diterima dari harta kekayaan pribadi dan harta kekayaan

perusahaan Penyelenggara;

4. konsep penerapan prinsip mengenal nasabah yaitu prinsip yang

diterapkan oleh Penyelenggara untuk mengetahui antara lain

identitas Pengirim dan/atau Penerima, memantau kegiatan

Pengiriman Uang, dan melaporkan transaksi yang mencurigakan,

sebagaimana Contoh Tata Cara Penerapan Prinsip Mengenal

Nasabah dalam Lampiran 1; dan

5. bukti kesiapan operasional antara lain:

a. sumber daya manusia yang memadai;

(7)

2. Laporan ...

c. sarana dan peralatan untuk melakukan kegiatan Pengiriman

Uang.

III. PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA PENGIRIMAN UANG

Penyelenggara yang akan melakukan kegiatan usaha Pengiriman Uang

setelah berlakunya PBI Pengiriman Uang dan telah dicantumkan dalam

Daftar Penyelenggara oleh Bank Indonesia, harus melakukan hal-hal

sebagai berikut:

1. melaksanakan kegiatan usahanya dalam jangka waktu paling lambat 30

(tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal pencantuman

Penyelenggara dalam Daftar Penyelenggara; dan

2. melaporkan secara tertulis dimulainya kegiatan sebagaimana dimaksud

pada angka 1 kepada Bank Indonesia paling lambat 10 (sepuluh) hari

kalender terhitung sejak tanggal dimulainya kegiatan tersebut; atau

3. apabila setelah berakhirnya jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender

sebagaimana dimaksud pada angka 1, Penyelenggara yang telah

tercantum dalam Daftar Penyelenggara belum melakukan kegiatan

usahanya, maka Penyelenggara tersebut harus melaporkan secara tertulis

kepada Bank Indonesia mengenai alasan belum dapat dilaksanakan

kegiatan usaha Pengiriman Uang dan rencana pelaksanaan kegiatan

tersebut. Laporan tersebut disampaikan paling lambat 10 (sepuluh) hari

kalender terhitung sejak berakhirnya jangka waktu 30 (tiga puluh) hari

kalender sebagaimana dimaksud pada angka 1.

IV. LAPORAN OLEH PENYELENGGARA

A. Laporan Kegiatan Usaha Pengiriman Uang

1. Penyelenggara melaporkan kegiatan usaha Pengiriman Uang yang

(8)

Indonesia ...

2. Laporan sebagaimana dimaksud pada angka 1 terdiri dari:

a. Laporan Transaksi Kegiatan Usaha Pengiriman Uang

sebagaimana dimaksud pada Lampiran 2.a atau Lampiran 2.b;

dan

b. Laporan Kelangsungan Kegiatan Usaha Pengiriman Uang

sebagaimana dimaksud pada Lampiran 3.a atau Lampiran 3.b.

3. Laporan sebagaimana dimaksud pada butir 2.a disampaikan secara

triwulanan dan harus sudah diterima oleh Bank Indonesia paling

lambat tanggal 15 pada bulan berikutnya. Contoh: laporan triwulanan

periode Januari sampai dengan Maret, harus sudah diterima Bank

Indonesia paling lambat pada tanggal 15 April.

4. Laporan sebagaimana dimaksud pada butir 2.b disampaikan setiap

akhir tahun dan harus sudah diterima oleh Bank Indonesia paling

lambat tanggal 15 pada bulan berikutnya. Contoh: Laporan

Kelangsungan Kegiatan Usaha Pengiriman Uang periode 1 Januari

2007 sampai dengan 31 Desember 2007, harus sudah diterima Bank

Indonesia paling lambat pada tanggal 15 Januari 2008.

5. Dalam hal tanggal paling lambat sebagaimana dimaksud pada angka

3 dan angka 4 jatuh pada hari libur, maka tanggal paling lambat

adalah pada tanggal hari kerja berikutnya.

6. Untuk Penyelenggara yang memiliki kantor cabang, laporan

sebagaimana dimaksud pada angka 2 disampaikan oleh kantor pusat

Penyelenggara yang bersangkutan secara konsolidasi yang

merupakan gabungan laporan kantor pusat dan seluruh kantor

cabang.

B. Laporan Kantor Cabang dan Rencana Pembukaan Kantor Cabang

1. Laporan kantor cabang yang telah dimiliki oleh Penyelenggara

(9)

digunakan ... Indonesia secara tertulis paling lambat 30 (tiga puluh) hari

kalender terhitung sejak tanggal pencantuman Penyelenggara

dalam Daftar Penyelenggara. Laporan tersebut disampaikan

dengan format sebagaimana dimaksud pada Lampiran 4.a atau

Lampiran 4.b.

2. Laporan rencana pembukaan kantor cabang oleh Penyelenggara

disampaikan kepada Bank Indonesia secara tertulis paling lambat

30 (tiga puluh) hari kalender sebelum pembukaan kantor cabang

tersebut. Laporan tersebut disampaikan dengan format

sebagaimana dimaksud pada Lampiran 5.a atau Lampiran 5.b.

C. Laporan Kerjasama Penyelenggara dengan Operator

1. Penyelenggara yang melakukan kerjasama dengan Operator

melaporkan secara tertulis kerjasama tersebut kepada Bank

Indonesia sebagaimana dimaksud pada Lampiran 6.a atau

Lampiran 6.b.

2. Laporan kerjasama antara Penyelenggara dengan Operator

sebagaimana dimaksud pada angka 1 sekurang-kurangnya

meliputi hal-hal sebagai berikut:

a. fotokopi perjanjian kerjasama antara Penyelenggara dengan

Operator. Perjanjian tersebut sekurang-kurangnya memuat:

1) kesepakatan antara Penyelenggara dan Operator untuk

memberikan informasi kepada Bank Indonesia atau

pihak lain yang ditunjuk oleh Bank Indonesia untuk

keperluan pemeriksaan;

2) pemberian kewenangan kepada Bank Indonesia atau

pihak lain yang ditunjuk oleh Bank Indonesia untuk

(10)

Berita ... digunakan baik oleh Penyelenggara maupun oleh

Operator; dan

3) kesediaan Penyelenggara dan Operator untuk

menyampaikan kepada Bank Indonesia hasil audit

sistem yang digunakan baik yang dilakukan oleh

auditor intern ataupun auditor ekstern dari

Penyelenggara dan Operator;

b. informasi singkat mengenai profil perusahaan Operator;

dan

c. hasil audit dari security auditor yang menjelaskan

kehandalan dan keamanan operasional teknologi informasi

yang digunakan oleh Operator.

3. Jika Penyelenggara menghentikan kerjasama dengan Operator,

maka penghentian kerjasama dengan Operator tersebut

dilaporkan kepada Bank Indonesia sebagaimana dimaksud pada

Lampiran 7.a atau Lampiran 7.b.

D. Laporan Perubahan Pengurus

1. Penyelenggara melaporkan secara tertulis kepada Bank Indonesia

jika terjadi perubahan pengurus.

2. Laporan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dilengkapi dengan

surat pernyataan pengurus dalam bentuk akta otentik yang

menyatakan kesanggupan Penyelenggara untuk:

a. bertanggung jawab jika terdapat penyalahgunaan Uang yang

dikirim dan/atau diterima; dan

b. memisahkan penatausahaan Uang yang dikirim dan/atau

diterima dari harta kekayaan Penyelenggara.

3. Laporan sebagaimana dimaksud pada angka 1 harus disertai

(11)

2. Dalam ... Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham bagi badan usaha

yang berbentuk Perseroan Terbatas.

E. Laporan oleh Bank

1. Khusus untuk Bank, laporan yang harus disampaikan kepada

Bank Indonesia meliputi:

a. Laporan transaksi kegiatan usaha Pengiriman Uang;

b. Laporan kantor cabang dan rencana pembukaan kantor

cabang;

c. Laporan perubahan pengurus;

d. Laporan kerjasama Penyelenggara dengan Operator; dan

e. Laporan Penghentian Kerjasama dengan Operator.

2. Laporan sebagaimana dimaksud pada butir 1.a, butir 1.b, dan

butir 1.c dilakukan sesuai dengan tata cara penyampaian laporan

sebagaimana diatur dalam ketentuan perbankan.

3. Laporan sebagaimana dimaksud pada butir 1.d dilakukan sesuai

dengan Lampiran 6.a atau Lampiran 6.b.

4. Laporan sebagaimana dimaksud pada butir 1.e dilakukan sesuai

dengan Lampiran 7.a atau Lampiran 7.b.

V. PENGHENTIAN KEGIATAN USAHA PENGIRIMAN UANG DAN

PENGHAPUSAN PENYELENGGARA DARI DAFTAR

PENYELENGGARA

1. Penghentian kegiatan usaha Pengiriman Uang dapat dilakukan

berdasarkan permintaan tertulis dari Penyelenggara atau berdasarkan

keputusan Bank Indonesia sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur

(12)

Pengiriman ...

2. Dalam hal terjadi penghentian kegiatan usaha Pengiriman Uang

sebagaimana dimaksud pada angka 1, Bank Indonesia menghapus

Penyelenggara dari Daftar Penyelenggara.

3. Selain berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud pada angka 2,

penghapusan Penyelenggara dari Daftar Penyelenggara dapat

dilakukan oleh Bank Indonesia jika:

a. terdapat putusan pengadilan yang menghukum Penyelenggara

untuk menghentikan kegiatan usaha Pengiriman Uang yang

dilakukan;

b. terdapat permintaan tertulis/rekomendasi kepada Bank Indonesia

dari otoritas pengawas yang berwenang untuk menghentikan

kegiatan usaha Penyelenggara, atau otoritas pengawas dimaksud

telah menghentikan kegiatan usaha Penyelenggara;

c. Penyelenggara melakukan pelanggaran terhadap ketentuan kegiatan

usaha Pengiriman Uang dan ketentuan yang terkait lainnya; atau

d. Penyelenggara melakukan tindak kejahatan di bidang keuangan.

4. Dalam hal Penyelenggara akan menghentikan kegiatan usaha

Pengiriman Uang atas permintaan Penyelenggara sendiri, maka

Penyelenggara yang bersangkutan melakukan hal-hal sebagai berikut:

a. menyampaikan laporan penghentian kegiatan usaha paling lambat

30 (tiga puluh) hari kalender sebelum Penyelenggara menghentikan

kegiatannya; dan

b. melaporkan pelaksanaan penghentian kegiatan usaha secara tertulis

kepada Bank Indonesia paling lambat 5 (lima) hari kalender

terhitung sejak tanggal penghentian kegiatan, dengan melampirkan:

1) dokumen penyelesaian hak dan kewajiban kepada Pengirim

dan/atau Penerima; dan

2) surat pernyataan dari pengurus dan/atau pemilik bahwa segala

(13)

b. KBI … Pengiriman Uang menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari

pengurus dan/atau pemilik.

5. Penghapusan Penyelenggara dari Daftar Penyelenggara oleh Bank

Indonesia dilakukan sebagai berikut:

a. Untuk Penyelenggara yang berkantor pusat atau

berdomisili/bertempat kedudukan di wilayah Jakarta, Serang,

Pandeglang, Lebak, Tangerang, Depok, Bogor, Karawang, dan

Bekasi dilakukan paling lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak

tanggal ditetapkannya penghentian kegiatan usaha Pengiriman

Uang oleh Bank Indonesia c.q. Direktorat Akunting dan Sistem

Pembayaran (DASP).

b. Untuk Penyelenggara yang berkantor pusat atau

berdomisili/bertempat kedudukan di luar wilayah Jakarta, Serang,

Pandeglang, Lebak, Tangerang, Depok, Bogor, Karawang, dan

Bekasi dilakukan paling lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak

tanggal diterimanya permintaan tertulis dari Kantor Bank Indonesia

(KBI) untuk menghapus Penyelenggara dari Daftar Penyelenggara

oleh DASP.

VI. LAIN-LAIN

1. Permohonan Pendaftaran kegiatan usaha Pengiriman Uang disampaikan

secara tertulis kepada:

a. DASP, Bank Indonesia, Jalan M.H. Thamrin No.2, Jakarta 10350,

untuk Penyelenggara yang berkantor pusat atau

berdomisili/bertempat kedudukan di Jakarta, Serang, Pandeglang,

(14)

b. KBI …

b. KBI yang mewilayahi, untuk Penyelenggara yang berkantor pusat

atau berdomisili/bertempat kedudukan di luar wilayah sebagaimana

dimaksud pada huruf a.

2. Laporan sebagai berikut:

a. laporan dimulainya kegiatan usaha Pengiriman Uang sebagaimana

dimaksud pada butir III.2;

b. laporan transaksi kegiatan usaha Pengiriman Uang sebagaimana

dimaksud pada butir IV.A.2.a;

c. laporan kelangsungan kegiatan usaha Pengiriman Uang sebagaimana

dimaksud pada butir IV.A.2.b;

d. laporan kantor cabang sebagaimana dimaksud pada butir IV.B.1;

e. laporan rencana pembukaan kantor cabang sebagaimana dimaksud

pada butir IV.B.2;

f. laporan kerjasama Penyelenggara dengan Operator sebagaimana

dimaksud pada butir IV.C.1;

g. laporan penghentian kerjasama Penyelenggara dengan Operator

sebagaimana dimaksud pada butir IV.C.3;

h. laporan perubahan pengurus sebagaimana dimaksud pada butir

IV.D.1; dan

i. laporan penghentian kegiatan usaha Pengiriman Uang sebagaimana

dimaksud pada butir V.1,

disampaikan secara tertulis kepada:

a. DASP c.q. Biro Pengembangan Sistem Pembayaran Nasional (Biro

PSPN), Bank Indonesia, Jalan M.H. Thamrin No.2, Jakarta 10350,

untuk Penyelenggara yang berkantor pusat atau

berdomisili/bertempat kedudukan di wilayah Jakarta, Serang,

Pandeglang, Lebak, Tangerang, Depok, Bogor, Karawang, dan

(15)

b. KBI yang mewilayahi, untuk Penyelenggara yang berkantor pusat

atau berdomisili/bertempat kedudukan di luar wilayah sebagaimana

dimaksud pada huruf a.

3. Pendaftaran kegiatan usaha Pengiriman Uang berakhir pada tanggal

31 Desember 2008.

4. Dengan berakhirnya batas waktu Pendaftaran sebagaimana dimaksud

pada angka 3, maka terhitung sejak tanggal 1 Januari 2009 bagi pihak

yang belum melakukan Pendaftaran atau yang baru akan melakukan

kegiatan usaha Pengiriman Uang wajib memperoleh izin terlebih dahulu

dari Bank Indonesia sebelum melakukan kegiatan usaha Pengiriman

Uang.

VII. PENUTUP

Ketentuan dalam Surat Edaran ini berlaku sejak tanggal 20 Desember

2006.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Surat

Edaran ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Demikian agar Saudara maklum.

BANK INDONESIA,

Referensi

Dokumen terkait

(4) Bank Pelapor yang menyampaikan Laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a sampai dengan huruf e yang tidak lengkap, tidak benar, dan tidak akurat sebagaimana dimaksud

(3) Dengan tidak mengurangi sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dalam hal BUS atau UUS melakukan Transaksi SBIS dan/atau transaksi operasi moneter syariah lainnya

Dengan tidak mengurangi sanksi sebagaimana dimaksud pada butir V.1, dalam hal Bank melakukan transaksi FASBIS dan/atau transaksi OMS lainnya yang dinyatakan batal sebanyak

(5) Aset kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b hanya dapat digunakan sebagai agunan FPJP dalam hal Bank tidak memiliki surat berharga atau surat berharga

(4) Bank yang dinyatakan tidak menyampaikan Laporan Realisasi Rencana Bisnis atau Laporan Pengawasan Rencana Bisnis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tetap wajib

Dengan tidak mengurangi sanksi sebagaimana dimaksud pada butir V.1, dalam hal Bank melakukan transaksi FASBIS dan/atau transaksi OMS lainnya yang dinyatakan batal

Dengan tidak mengurangi sanksi sebagaimana dimaksud pada butir IX.1, dalam hal BUS atau UUS melakukan Transaksi SBIS dan/atau transaksi operasi moneter syariah lainnya

Dalam hal Peserta Sistem BI-RTGS atau Peserta SKNBI sebagaimana dimaksud dalam angka 1 menggunakan TRN atau sandi transaksi selain TRN atau sandi transaksi yang tercantum