DOKUM
£NTA
5
I
-
POKUK
'4
row
SIDAIM1960
/
61
.-
P.
5
mvc
-
undanA*tent
ary?Statistik
,i. •««•.-faMr.*•*^^l>lf***""--H V^^MI .99Muin«»»iii.vfcCA-.Bi« amimmmmmrmm
y-QRAN GABSBirAN SEGEMP KOMISI
No
.
1.
V
1;«4
ETU T J A N
a
-A-N^
LAPORAN RAPAT
-
SABTJN&AN SEG51KAP KOHISI '-MEN&EMI M-UMJMBMT^ -nmw»u
RANTJANSAN TJUIARG^UKDAIM TEKLAIM STATISTIK '
(
Sid,. 1960-
P,
5 )
,
~
oOo
—
—
A
.
FEHI)JELA3AN-
CMSAHAN
PEMERIHDAIi.
I Pendjelasan
^
tambahan mengenai rantjangan Undang-
undang ini,
jang diberikan'oleh Pemerintah
sebelun peiaeriksaan
-
porsiapan dinulai,
pokok-
pokoknja.adalah seba-gai berikat;
m
V
-Statistiek Ordonnantie tahun
1934
adalah
sumnier sekali,
hanja mengaturwe
we-nang Centraal Kantoor voor de Stetistiek mengumpulkan Statistik mengenai hal
-
haldilapar.gan, ekonotd jang nengenai bagian
-
bagian daripada"
bedrijfeleven11,
sedang-kan tidak diadakan suatu ketentuan tenting kedudukan Biro Pusat Statistik terha
-dap,.Biro
-
biro,
Bagian-
bagian atau Seksi-seksi statistik
,
peraturan tentang pem -bagiantu
'gas/
koordinasi antara djawatansatu
dengan djawatan lainnja di lapanganstatistik
.
1
.
2
.
.
Rantjangan Undang-
undang tentang Statistik ini bertudjuan:aenberikan penetapan tentang fungsi Biro Pusat Statistik
,
sebagai suatubadan
jang bertindak sebagai pusat penjaluran keterangan
-
keterangan kwantitatif jangbersifat uxaum tentang segi
-
segi kehidupan nasjarakat,
dan sebagaisuatu
badanjang nemelihara kqordinasi
antara
berbagai djawatan Pemerintah dalam melakukan,
nakan kegiatan statistik
,
b
.
•mengadakanBadan Penasehat Negara'Urusan Statistik
sebagai suatu badan jang
menentu
.
jan the-statistical policy,
sehingga dengan kegiatan statistik dapatnenbiabing Negara .kearah kegunaan jang diingini dan merupakan bahan jang
-
ber -harga bagi.Penerintah.
dan Dewan Perwakilan Rakjat Gotong Rojong untukmenilai
pembangunan usaha
-
usahaeemesta
jang berentjana,
c
.
mengatur kerdjasamaantara
Biro Statistik dan' Instansi-instansi Penerintah la
-
'innja kearah pengumpulan statistik agar dapat berdjalan dengan
baik dan lan
-, tjar
,
* v t
d
.
mondjamin Ice1ant
.jaran kerdjasamaantara
- Badan' Pengumpul Stati'
stik dengan pub
-lik dengan mengatur Lak dan kev/adji'ban dari lcedua belah fihak#4 • | .v 'a# p PEND
APAT
-
PENDAPAT PIKALANGAN B.
P.
R.
"G0T0NG-
R0J0N(U rn
J0
I
.
IT M U M.
Seirj.ua Golongan
-
goiongan dalam D.
p.
R.
G.
E.
pada prinsipnja dapat menjetudjui rantjangan Undsag**
-
undang ini.
•V. ,
Dalam pada itu
,
sebagaimana halnja dengan rantjangan TJndang-
undangten
-*
tang sensus
,
oleh nasing-
masing Golongan disampaikan berbagai 'sumbangan piki-ran
,
berupa pemandangan-
pemantiangan,
pendapatf saran-
saran dsb#f jang bertu
-djuan menjempurnakan rantjangan IJndang-
undang ini dan pokok-
pokoknja adalahbagai boriloits-. '
1# Sistematik dan tehnik penjusunan rantjangan Undang
-
undang*Mengenai Sistematik
rant
jangan Undang-
undang disarankan|agar diadalcan pern-bagian materi dalam pokok
-
pokok jang lazim,
danlebili sempurnaf sebagai beri
-kut:
se
-Soal
-
soal xvmxr.a* .•Mr •* . ««i
^
6/
AE/
OIO.
-
PJt^
’jjPKrmr* i. *-
2 Vn
} ' 1 a* Soal
-
soaJ
umu.
.b
>
Tugas atau taak,
jang dengan sendirinja nenuat tudjuan.
Orgaan-
oi'gaan jang diserahi^
pelaksaioaan tugas.
d
.
Pekerdjaan/
tugas dari orgaan-
orgaan tersebut,
tertjakup didalamnja kepada si-, apa Imrus “bertanggung
-
d jaw.
db.
e
.
Tjaxa-
tjara penjelenggaraan tugas,
f
.
Pengawasan.
g.
Sanksi.
V'* i -h.
Penutup,
H
m C4Disamping itu dinintakan perhatian Bemerintah terhadap' konstruksi ajat
-
ajat,
jang sebagian sebaiknja diletakkan dalam memori pendjelasan* Misainja kata-
kata”
1st* dalan jjasal 1 ajat 2 seharusnja di~nPenguDpular:data'
kwantitatif
mat dalam pendjelasan*
Dibeberapa tempat terdapat
"
limitatieve opsommingen%
jang sebaiknja dihin-darkar
,
agar bekerdjanja keiak tidak seret,
dan Pemerintah tidak torlampau teri-kat seridiri '
dibelakang hard, Tjontob
~
t
jorrfcoh demikianadalah
pasal 1 ajat 2 No* l-
2-
>
,
dan pasal'4
ajat 2 No* a-
b~c~
,
Hal-
hal tersebut dalam pasal-
pasal itu kirar njalebifi
soepel,
djika diletakkan sebagai usaha-
usaha jang mendapatkan...tempatdimenorie pendjelasan
,
sedang didalam undang-
undangnja sendiri digunakan. kalimat -kalimat jang lebih ufimn bentuknja,
sehingga pertumbuhan dan perkembangan dimung -kinkau dibelakang hari,
tanpa selalu niengadakan perubahan-
perubahan perundang-
un-•dangan
*
•••••#*•«
v
Salah satu sjarat daripadq, perundang
-
undangan modern,
ialali melihat kemukaterhadap pertumbuhan jang akan datang
,
kiranja dengan demikian dapat terpenulii* Mempert&kankan pemoatasan-
pemb&tasan jang bersifat limitatif dibelakanghari mnngkin dapat nenimbulkan kesukaran
-
kesukaran
jang sekarang belum terlihat.
2L
.
Definisi.* •
N
G"
Bari Pemerintah diharapkan pendjelasan
-
pendjelasan lebih djauh oleh suatuGolongan mengenai hal
-
hal sbb•sa* Apakah jang dimaksudkan dengan istilah
"
gambaran kwantitatif jang wadjqr”
se~, perti tersebut dalam konsiderans huruf a ? .
bo Demikian- pula apakah jang dimaksudkan dengan istilah Mata
kwantitatifuf
se~
perti- tersebut dalam pasal 1 ajat 1 Paris kedua serta ajat 2 pasal 1 baris'
ke
-dua rantjangan Undang-
undang ini ?Analisa daripada data kwantitatif itu menghasilk&n data, kwalitatif# Maka
apakah definisi statistik itu tidak dapat diperluas dengan pengertian data kwan
-titatif dan data kwalitatif ? '
Dalam
rant
jangan Nndang-
un&ang ini disebut tugas dari Biro .Statistik untukmemberikan analisa tentang data lavantitatii
.
Has.il analisa itu rnesti dikwali-fisir sebagai data kwalitatif
.
' .Golongan lain menarij'akan
mengenai definisi
statistic
rumusan
manakah jang paling topatt 11jang member!gambaran ataukan.
”
untuk memperoleh gambaran”
?Oleh golongan lain diinginkan agar supaja definisi
-
definisi lain jang per -lu diatur djuga,
antara
lain?Apa jang diartikan dengan /Mkarakteristik
"
j"
projek statistik”
npenjelidikanstatistik
”
,
"
petivgas statist!?^
:”
.
%
. Biro Pusat -Statistik-dan.Badan Penasehat Negara Urasan Statistik*Mernrut pendapat suatu Golongan
,
Biro Pusat Statistik sebaiknja berada dalam*'lingkungan dan berdiri dibauah pimpinan Dewan Perantjang Nasional
,
berhubung Aengan alasan-
alasan dan pertimbangan-
pertimbangan sepert\ berikutsa* Deperms mempunjai tug#
as
untuk menjusrun pola pembangunan semesta jang memerlukan data
-
data. kwantitatif maupuh kwalitatif jang memberikan gambaran jang rad jardan tepat mengenai tjiri serta seluruh kegiatan dan keadaan masjarakat Indonesia
, dan Dewan ini dibawah pimpinan Ketua*
exofficio Menteri jang duduk dalam ICabinet
b
.
Depernas mempunjai tugas pula untuk turut-
serta dalam memperhituiigkan dan' merantjang anggaran
.
(
budget)
pembangunansemesta
,
sfr -•. 4 • ;U -& r w w } c* Buat
.
** oARSIP DPR
v"’
f
«
-
5
:
-/ (
dan tjerma#tnja
"
perhitungankemudMft
11"dari'
suatu
c« Buat kepentingan tertibprojek jang sec
-
ang dan teiah dilaksanakan diperlukan pula data-
data,
baikkwantitat'
if rnaupun kwalitatif
,
dari Biro Pusat Statistik* V*Dengan pendapat
,
baJbsra Biro Pusat Statistik'berdirl dibauah pimpinan.De
-pernas
,
maka Badan Penasehat Negara Urusan Statistik kiranja tjukup terdiridari Anggota
-
anggota
Deperms jang dipandang tjulcup keahliarmja dan mempu -njai pandangan jang luas mengenai segenap keglatan keadaan dan karakteristikmasjarakat Indonesia,
Dengan denikian Badan Penasehat Negara Urusan
Statistik
,seperti jang di-maksudkan dalaa pasal
5
ajat 1 rantjangan Undang-
undang ini tidak perludia
-dakan
.
if;
-Mengenai*Biro Pusat Statistik dikenukakan pula
,
hendaknja biro ini mem-berikan penerangan2 dan siaran2 setjara periodik tentang manfaat dan gunanja keterangan2 statistik bagi pembangunan
senesta
serta pembentukan masjarakatadil dan.makmur
.
Bisamping usaha ini Biro Pusat Statistik perlu pula setjara periodik
,
baiksetjara ilmiah maupun populer
,
mengeluarkan bullettin-
bullettin,
artikel-
ar-tikel dan sebagainja mengenai basil kaiyanja
,
jang dianggap'urgent dan nan*
-faat untuk mendorong kegiatan masjarakat pada umumnja dalam segenap bidang* Golongan lain menjatakan pcndapatnja*
monoid
. Biro Pusat Statistik danBadan Penasehat Negara Urusan Statistik sebagai.
-
berikut#’' •. ;
Perlu diatur kepada siapn'
Kepala Biro Pusat Statistik
,
.Badan PenasehatNegara Urusan Statistik
,
: hegitu pula instansi2 jang mendapat izin melakukan kegiataji statistik bertanggungc cijo/ob Bisarankan agar ’Badan*badan tersebut
bertanggung djavrab kepada Bepernas
.
Biro;Pusat Statistik seharusnja merupakantempat pengumpulan segala bahan
,
Coordinator clearing-
house, dsb# terhadap se-gala
sesuatu
jang ada sangkut pautnja dengan urusan-
statistik*Lain dari itu Biro Pusat
•
•v- *
'
atistik seharusnja sewaktu^.
waktulmemberikan
darma
-
baktunja kepada pihak-
pihak jang meraerluka:.,
-bdik
...instans:i
^
Pemerintahmaupun.badan2 masjarakat•‘ Funksi ini petlu dengan tegas .
4
ihjatakan didalam un-dang
-
undang ini.
’Selandjutnja seharusnja senua'
Departemen mendjddi"ariggota.Biro Pusat Sta
-q
-f-I
••v.
tistik
.
JAd&iTun ketentuan mengenai Badan
Penasehat
Negara.vUrusah Statistik perludisampurnakan
,
*"fcarena tidak rasionil men.
^
bebani dpwan-}penasehat dengan tugaspenguasaan
pelaksanaan.
Beperhas dapat
,
* diperimbingfen''
melakukan tugas tersebut
.
Ketentuan itu perlu pula diperluas
,
dengan
memperhatikanqtugas research dari, P'
ada'Universitas2, ••
.
*
4
.
S a: n k a i.
Seperti mengenai sanksi terhdap pelanggaran ketentuah2'
UndciiigS
.
tentangsenstis
,
oleh-
s'uatu Golongan dikenukakan pendapat,
bahv/
a
,adalah* sexmdjarnja danadil kala
^
i:.hukutran bagi pctugas maupun bagi i)enduduk,disamakan#Golongan lain mengemukakan
,
bahv/a perlu diadakan tihdjauan kembali menge-• nai berajj
-
ringannja antjaman }rakuman terhdap petugas-
petugas^
statistik
dan bagi... rakjat jang memberikan keterangan
statistik
*- Pada tingkdt.
kaiadjuan dan ketjer-dasan masjarakat..pada V/aktu ini'
perlu*diadakan perbedaan•dan
'
kvralif ikasijang
tadjaui'
antfcra pelanggaran
-
-jang dilakukan..oleh seorang petugas dan jang.dila-kukan .ol'
eh seorang rakjat djelata
,
karena fihak pertama-
dapat diaanggap te'lah
mempunjai pengertian jang tjularo mengenai; apa"jang dimaksuclkan de
-
lam rantjangan.
-
•• Undang2 ini.,
s’
sddangkan fihak rakjat djelata pada” unuimja dapat dianggap
,
bahua•rakjat kurang
/
belum mempunjai pengertian jang tjukup-
luas mengenai manfaat dan. kegunaan keterangan2 statistik seperti apa jang dimaksudkan dengan rantjangan
; und'?n;ig2 ini * •,; -* ;:A: K 1 x i." i *> t -II
,
. P A S A- L’:•D 'E H I, P A S A L i : *Oleh masing2;•Golongan dikenukakan pendapat
,
usul2/
saran2 dll* mengenai
pasal2. daripada/ rantjangan undang2
,
dengan tudjuan untuk menj^
mpurnaka,nnja*
.> .
.
pendapatZ,
usul2/
saran2 dsb.
itu adalah sebagai berilout*V
->t
-
1.
Konsiderans subMenurut pendapat suatu Golongan statistik terutaina diperlukan untuk melak
sanakan pembangunan.
semesta
,
dan tidak untuk nenjusun pola^ Maka diusulkan peru -bahan kata,"
penjusunan pplan mendjadi !lnelaksanakanM.
^ . 4 t J 4 Golongan lain
.
ARSIP DPR
• ".
-
' ' ; . -T" ;; .-
tv; •-? r ;=• •? .<• ; ;1126
4 * **/
*AS ' •••• » -*r-
4
-*•ffolongan lain mengusulkan penggantinn kata2 n.wadjaxn dengan ffbenarn
,
*
*danl-
alasannjal! :dibe1atcaiig f,
indone:sia*1«:penambaiiari kata2 ! ' r ICoiisf
acrans
' sub b 2*.•
a, *•-/ : 4 : >•-Dinsulkan
,
Sgarperkataan sebagaimanaM!diganti dengan
"
jengIConcidernns sub c
(
dan d)
kntcira kalimat
pertam
.a dari... sub q:dan-
;kali
.
niat kediimykv blank ad;..-
k«-'
tjotjokan jang(Iiarmoni . balk .dalam
-
isinj-
a raaup-
un4
als£kka
.ta
-
rbabasanjaIfcrchu'
itu
,
. nuke sebaikn.
iakataP
"
sorta
"
•dibapjiskan dan bc-
gikn-
kedua dari'
kaiimat
'ini
did^
adikon sub.-
d Jang barbunji: ;•
’
baiif
/aperlu
diusahukan seiaik-
baiknja untuk meningkatkan raiitustatdstik
nasional
"
.
.4
* Bagi ' an"
nonginget"
subV
.
Ik >3
*.• -rh£' ! I. ): i i. ! ifKata
2'V
.Statistiekqrdonnantie193A
tidak^
pcrlu di£
3ant
uiiknn 1agi dalambagian
ini
,
kare.natolah
..disebut dalam konsidanans sub b*5
* PaSal 1« y:
Monurut pendapat suatu golongah adalah letih. bidjak'
shnd|
-'
&
oika
~'perka*
taai
|.
.perkataan da^ia. .kwantitatif
^
^
,karaktari0%ak,
r>
. ...^
mailqlestiormaires
*’
Aahnxn
.te
?^
rieuw^
diliapuskan sadj.a dari pasal>
.l.
*:•.iTerd-jemahann,]a;;dalan baha sa In^
ddnosia tjukup
djelas
.dan,.mjudah-
dimeng^
rti.olsh /para; petoigas1-dida^
rah-
ftaerah!
,
karakteristik^
bisa'di indonesiakan
dengan Mt jiri"
,
^
lcepri “ badian”
atau
"V
.ianda-
ta
-
n ' da‘
kepriiadi
' an11.
Djika diarig^
ap perlu bag!petugas-petugas Pusat
,
maka kata-
kata asing itu ditjantUmkan sadja dalam pendjolasaHSgl
^
nga?iglato mengusulkan,
agar pasal ini hanjalah •feex
^diri
darisebuah
ajai
,
jrmg berbunjl tdiraaksud
dalam nhdang-
undang ini dengauinStatistikn.
iaiaii
data.kv/antitatifPerks
.
taojn¥
\
# d s t*
^
^
cegiatan statistik11 ialah rseluruh tindakari Jang0/*
•
•
•
*.••
4•
-
«•V••dS't
• b4>v • :> : f.. Golongari lain lag!
berpendapat
,
liahwai
kfelliiat nPe'
nguinpulan data kwsntitatif dapftt didjal<anlccjrx,
dapat dimuat dalam. Memori Pendjelasan
: b* pasal/ 1 perlu ditajabah dengan ketentuan urr.uu
sondiri dan berbunji
:i'K il. a _v,. ... !
M
a
#•; *f«4* *•*• dst.
*• if jang merunakaxi' adat ter -i if• r -.y... :?-
*tr. f*. •i• .r. g :r-
:-tr.v
r ’; tf.r.• -V/;. M: >I
berbtmrji ,I
> r :• Vi.* .. •• ifm
>5 •t i. g’- 4 ' & . s-
.I -•• •:; i; •V' ..i ; •vi •.v i / » im 4*m
k !jfv K. % 81 «• PS ft *4*m
m
m ;' ; V&
m
jg&y J.»•“’ : •• :•-• l y ; •••• .I n £\ : %• f ; S-' . 1•* ’ A ? •tt A 1 k • t i-K. / : | { *[ >’ . . A te.ARSIP DPR
*&.'•V
1126/
AE
/
bcr
ba aj1 (u i n pomo
n
jo
):
"
T j o r o2 cion,us
a h a 2 ' n c n cldpotkon d a t ak w o n t i t o t l f
d i o t u r d e n g o nP e r o t u r o
n
Peraeg.i n.t o b."
.
K e p o l a p a i s a1 2,Diusulka n
,
a g a r k e p p l a d o r i .p a s a l 2 ("
E u n g s i B i r oPus
a t
S t a t i s-t i c
*) d i u b a h m e n d j .o d i’
’
.T e ntong .B i r o
S t a t i s t i c
*.
P o s o l
2, p j o t 1.
D i h a r a p k an p e n d j e l a-
son
P e r a o r i n toh, mengopo hanjolali dolora a j o ti n i d i p o k a i s e b u t o n
"
P e r d a n o M e n t e ri"
.
s e d a n g k a n. d o l o ra.a
j o t2
/
p o
a
o12
l a in d ip o ko i.s e b u t an
"
?r es i de n
*
.
P o s o l 2
a
j o t 2 s ub a.
S u atU Golongon m e n g u s u lkan
,
a g a r 'd i a n t o r a kata 2
"
p c n d i d i k o n"
"
d o n l o i.n.2
"
d i s i s i p k o n kato 2"
keagamaon"
..
G o l o n gan l a i n berpendapat
,
bohwa' k a t a-
koto
d i b e l a k o n g
"
d i -b i d o n g p o r t a n i o n d o n s e t e r u s n j o s e b o i k n j o d i h o p u s kan s o d j o,
D j i k o d l i n g o t,
bohwaraosa
l o h-
m o s o l ahp e r t o
n i o n,
p e r t o
.m
-b o n g o n d o n s o b o g o i n.ja., k e l i h o t a n. m e n o n d j ol,
s e h i n g g o mends p o t
kon p e r h o t i a n c h u s u s,
raako h a l i n i s e b o i k n j odiletokkon
d i dolora o j o t .-/
l
t e r s e n d i r i
,
j o n g urapomonjo .b o r b u n j i s o b a g a ib e r i k u t :
,"
D e n g o n t i d o k raengurongi k e t e n t u o n t e r s e b u t p o s o lraoko .raosaloll
-
r a o s a loh p e r t o n i o n,
p-
e r t o m h o n gon d o ns e b o g o i n j o
r a endapot p e r h o t i a n. s e t j o r o chusus
"
.
S e k o l i g u s d o no t o s
d o s o r j o n g|
soraa
,
d i h a r a p k a n,
ogpr
. d i s o b u t p u l a:
"
o l i r o n ogorao,
k e g i o t o n -alardi
Po
so
1 2 o j o tc
u» • .m
M7
.
m
M
8
.
i m $Msi • -'•/.Vim
m *•» • J 1 « •#•» * •' •Vs&abk'vfe
*
8 iwa9
.
s u b b.
Koto-
k o t o"
d e n g a n t u d j u o n m e n t j e goh’ d i l o k u k onnjop e k e r d j o p n s
"
d s t.
s e b o i k n j o d i h o p u s k a n,
s e r to
t u d j u o n t e r s e b u t d i dj e-l a
skon d i d o l ara
Me mor
i Pcnd je l a sa
n..
nm
c.m
a
il m »•*» ** ft 1 0.
Po s a l 2 a jat
.3
• S u o t u Golongan ' b e r p e n d a p a t,
bohwo k o t o2"
P e n j e s U o i on"
s o b o i k—
n j o d i h o p u s k a n sod jo.
G o l ongan; ' l o i n racngasulkon supojos e lo
i n'k o t o 2’
* Penjesuoion"
d j u g o d i h o p u s k a nk o to
2"
s u p o j o d o n o t raenunoikon t u g o s n j o d e n g a n b a l k?
*,
*38 s e h i n g g o s e l u r u h o j o t b e r b u n j i:
'
* Susunan d o n o r g a n i s e s! d o r i p o d o B i r oS t o t i s t i k
d i o t u r o l e h p e ro-turon
Peraorintoh
"
.
&K e p ola p o s o l
3
»D i u s u lkon
,
a g a r k e p o l a p o s o l3
b e r b u n i i:"
T e n t o ng Bodori P e-na
s c h o t Negara,Uruso
n
.S t a t i s t i c
*.
PaS O'1'
3
o j o t.3
.
D i b e l a k o ng
k a t o
2"
f i h o k l o i n"
h e n d oknja ditoraboh kata 2"
d i-o n t -o r -o n j -o d -o r i o r g o n i s o s i?.
mosso
,
p e r u s o h o o n2,
o r g o n i s o s i2 odot d o n s e b o g o i n j o"
.
P a s a l -ii
o j o t 1 d l l.
11.
ijW'MM
m
mk m12
.
§
s
h.;j % 1-*-*?• % D i t a n j a k an
o l e h.suotu
GoI o n i a n
,
o p o k o h dengank a t o
2 ** P r e s i -d en
"
( dolora o j o t i n i d o n o j o t2/
po.s o l2 l o i n) donk a t o
2"
P e r d o na M e n t e r i"
dolora p o s o l 2d i o r t i k o n
"
P e r a o rintoh"
?G o longan l o i n r a e n g usulkon p e n g g o n t i a n
semuo
k ata
2"
P r e s i d e n"
de ng on
"
Men t
e r i"
.
A: V:. & 3i
+
.
P a s a l7
Q j o t 1,D i u s u l ko
n
,
a g a rana
k-
ko l i m at
"
dirauko ho kirnkorena
d a p a t menirabulkon keruwetan bogip e t u gos2
p e r a e r i k s a an
-p e n d a h u l U a n d a n b
o r t e n t
o n i o n d e n g a nk e t e n t u o n
2
p e m e r i k s o o n perka^
H
Kata
2"
U ntuk mend j a mi n k e rohosioon keterongon p e r s e o r a n g d n*
*
d a p a t d i h o p u s k a n dondimasuk
-^
. hm"
d s t.
d i h o p u s k a n,
h -m o n g enai ©r a n g
o t o u
bod o n,
raoko k o n Memori P c n d j e l o s on.
*•*•
m
Kilt
':in
15
.
' S'.,;--%
ARSIP DPR
Bump
gpff
':
-v
'1126
/
AE.
•pug; ' , 4r;y-: &&*" •p; SWE TTv. •jWS39f>sm
SSIfS
'wM
v $*
SH ,:r' v .bk V f S'. >' '-»: Ap \ o -, P a s o l8
a j a t 1 s u ba
.
P c r l u d i p e r t i m b o n g n n, a p a k a h-
t i d a k s e b a i k n j aditorabohkon
u
.n s U r"
dohgo
n s e n g a d j a"
.
,Pa
s a l8
a
j o t 1 s u b b.
"
Dengan. s e n g o d j a. mcmbantu memberikonotou
membuat k e t e-rorig
'o n p o l s u1
*
p c r l umen
d a p at k an t e m p o t j a n g c h u s u s d i d a l a mp as a l
8
a
pat
1 s u b b, i n i.
, P o s o l
8
a j a t 1 s u b e.
•
Koto 2
"
menorik
s e s u a t u
k o u.ntun
.g a n"
d o p a t"
d i p e r t i m b o n g k o n
u n t u k d i h o p u s k o n
,
s o b a bm o t i f
p o m b o t j o r o n r o h o s i a t i d a k p c r l usemota
-
moto t
.e r d o r o n g u n t u k mend a pat k a n. k e u n t u n g o n m o t e r i i l jj a n g l e b i h b e r h o h o j a b a h k o n r a o t i e f i d i i l d' a r i p' pmbot j o r nn i t u
.
.
Pas a l9
a j a t 1.
KataZ
'"
p e n j e l i di k o n"
k i r n a j0 b a l k d i g a n t i d o n g a n k a t a2
"
k e g i at a
n"
.
, Pa s a l9
o j a t 1 s u b b.
A j a t i n ik i r a n j a
p c r l u d i t a m b o h dorigan o n p' k-
’kol i m at
"
a t a u
d o n g a n s e n g o d j a m e m b e r i k o n k o t e r a n g a n. p a l s u"
d a n d i b e l a k a n g k a t:o 2"
d i i s i
"
d e n g a na n a k
-
k a l i m a t"
s e k a l i p u n j a n g b e r s o n g k u t a n d a p a tment
j u k u p i nj0"
.
.
Pa s a l9
0 jat
3
.
Kbta
< 2"
j o n t r.wa
-
d-
j i bmemberikon
k o t e r a n g a ns t a t i s t i c
’
t i d a kr a s i o n i l
d a n s e w o d j a r n j o d i h o p u s k o n.
/ k P o s o l 1 0.
Mengenoi k o t o 2."
k c t e n t u o n2
"
d i h o r o p k o n p o n d j-
e l o s o n,
koreno
t i d a kd a p a t
d i m e n g e r t i moksudnjo.
P o s o l12
.
D i u s u l k a n,
a g a r k o t o2"
d a p a t"
d i h o p u s k o n.
\ DJAVABAN PEMBRINTAH.
I
.
U
M
U
M
.
PokokZ d j o w o b a n
/
s o m b u t a n P e m e r i n t o hotos
pemo'n d o n g o n/
p e n d a p o t 2,'s o r o n
2 d s b.
d o r i O-o l o n g o n.2 d o l a mDPR
-
RI
,
a d a l o h s e b a g o i b e r i k u t.
>• 1.
S i s t i m o t i k
m \ • -! r ;=? ;s; :' U . SARSIP DPR
~
7
-
' 4 .i1126
/
AE
/
015
.
-
«*•••- <• f c,',-'V j' i••.A&U.
: , ‘•,' $*
/'• i ‘ -Eii^
• V 1.
S i s t i m a t i k.
Setelah mempertimbangkan sebaik
-
baiknja hal2
jang.dihdjukan mengenaisistimatik
,
Pemerintahberpendagat
,
bahwasistimatik
’jap.
g
digujiakain
oleh Pe
-merintahHelah
memenuhi keperluan.
V* .1-* :•\ 1 »•• 2,
D
e' f i n i s i.
' . .“ .Sekajipun perhjataan
,
bahwa didalam.
istilah
kwantitatif
termaktub
dju-ga unsux
2 kwalitatif adalah benar,
o.leh
Pemerintah. dapatdinjatakan
dengante
-gas
,
bahwa tiap keterangan,
betapapun benarnja dan betapapun-pehtingnja bukan-lah -statistik
,
kalau tidak berupa angka"
tidak dapat ditambah dengan istilah2lain
.
' . ' 1 1" • ' '•+\ ; "A :V5 1H
9 ! • V •W T5
» BiroPusat
Statistik.
Biro
Pusat
.Statistik adalahsatu
badap. jang hasilnja hampir setiap harilebih dibutuhkah oleh
alat
-
alat eksekutif'dar
-i pada
oleh Dewan
Perantjang Hasio-^
’
nal
,
sekalipun
harusdiakui
,
bahwaDewan
PerantjangN
.
asional memerlukan banjakbahah
-
jang dikumpulkan oleh BiroPusat
Statistik.
Oleh karena itumenurut
pen-dapat Pemerintah lebih wadjar kiranja
,
‘kalau BiroPusat
.Statistik ditempatkandidalam lingkungan.Kabinet Perdana Menteri
,
jang sesungguhnja b.
erarti dibawahpimpihan
Menteri
'pertama dalam rangka
susunan
Kabinet-
Kerdja sekarang ini.
Selain dari pada itu Biro
Pusat
Statistik,adalah
sumber data jang terpen -ting untuk didjadikan pedoman maupun bahan penilaian bagi rentj.
sna2 jang sedangdisusun dan
/
atau
akan dilaksanakan.
Adalah
suatji keharusan untuk mendjamin ob-jekti’itet dari pada keterangan2’'
tersebut
.
Dan
objektivitet.ini,akan mendja-di terpengaruh
,
bila BiroPusat
Statistik ditarik dibawahbadan
jang •mempu-njai tugas perentjanaan dan pengawasan pelal
^
sanaan rentjana2.itu
.
Seland
'jutnja dikemukakan
,
bahwa dalam rantjangan UndangS.tentang
Statis-tik
telah
diberi tempat.kepada Depernas untuk ikut-
serta
dalam menentukan poli-tik statistik
.
Maka Pemerintah belurn dapat menerima usul untuk menempatkan Biro
Pusat
Statistik dibawah Depernas
.
\' * x • X
m
a A, •ft? A -O*.4
.
S an
k s i.
it
I
Pendapat Pemerintah mengenai sanksi2 untuk pelanggaran Undang2 tentang
Statistik
adalah sama dengan pendapat mengenai sanksi2 untuk pelanggaranUn
-dang2
tentang sensus
.
(
A
II
.
FASAL
DEMI
PASAL
.
Pemerintah dapat menerima baik
(
meng-
Qper)
sebagian besar dari usul2 pe-njempurnaan pasal2 jang
tertera
dia,tas sub B/
lI
atau penampung maksud usul2 itu,
d9ngan raengadakan perubahan2 pada naskah rantjangan Undang2 tentang Statistik se
-bagai berikut
*
,«
1
.
Konsiderans sub a.
KataZ
"
menjusun pula"
diubah mendjadi"
melaksanakan"
.
s.2, Konsiderans sub b
.
Kata
2"
sebagaimana"
diubah mendjadi"
jang"
.
3
f Konsiderans sub c dan d.
Kata2,
"
serta usaha meningkatkanc
diadakan
konsiderans sub d,
jang berbunji :"
d.
bahwamutu
statistik nasional perlu dipertinggi"
.
4
.
Bagian"
Mengingat"
"
dst, dihapuskan dan sesudah subKalimat sub b dihapuskan seluruhnja dan kalimat sub c didjadikan ka
-limat sub b.
v5
.
Pasal1
ajat 1,Kata
2"
data kwantitatif"
dan tanda2 kurung dibelakangnja dihapuskansedangkan
kata2"
karakteristik"
ddganti dengan"
tjiri-
tjiri"
.
5
6
.
Pasal
1 ajat 2,n
s
I rt1126
/
AB
/
09
8
a -r. It:.
* * m6
• Pasal
1
ajat
2
.
Kata2
’
’
data
kwantitatif
”
digantid-ongan Mk
«
terangan2:
bertzpaangka2
”
•
••
Kalimat
’
’
pengumpulan
datakwantitatif
dapat
'did jalankan
,
"
dst
,
seluruhnja dipindahkankedalam Pendjelasan
.
7
Kepala pasal
2•
Kata2
’
’
Pungsi”
diganti
dengan’
’
Tentang
”
,
,8
, Pasal 2
ajat 2 sub aKatn2
’
’
Prosiden
”
dalam
ajatini
(
dan dalam
. ajat2
/
pasal2 berikutnja
semuanja)
diubah mendjadi
’
’
Pemerintah
.”
Selandjutnja
sebelum
kata2’
’
dibidang
p^
rtanian”
disisipkan-
kata2
’’
antara lain
”
,
sedangkan kata2
”
danlain
-
lain
”
diubah
mehd;
di
”
dankeagamaan
”
.
,9
#Pasal
2
ajat2
sub b.
Kata
2”
pr,esiden”
diubah mendjadi
’
’
Pemorintah
”
•
10
.
Pasal
2 ajat3
* M 2-y. v' *•
•
* & * I m *m
m:•
-I &m
m
mmt
.m
:m
m
V' Mk & <Kata
2
”
Penjesuaian”
dan kata2
’’
supajadapat menunaikan tuga
nja
denganbaik
”
dihapuskan.
&
m
m
¥:
11
,
Kepala pasal
3
*Kata2
’
’
Pungsi
”
diganti
dengan’
’
Tentang
”
,
12
»Pasal
3
ajat 1,
Kata
2
”
bila perlu
”
dohapuskan.
s
4m
4 l 4I
-•Ms V13
.
< sARSIP DPR
112
&/
AE/
09
.
-s M C;r<9
13
, P a s a l3
a j a t 2*. Kaliraat s u b b d l hapuskan seluruhnja (dan huruf
1
I
4.•
P a s a l [j.
a j a t 1«.if
"
a
’
1 d i t j o r e t ).
Kata?
.
’
Idata
k w a n t i t a t i f"
d i u b a h mendjadi"
k e t e r a n-
gan? b e r upa, a n gka2
"
d a n p r e s i d e^
"
d i g a n t i d e n g a n"
P e merintah"
.
i S' a & m AM imm %m
15
c P a s a lli
. a j a t3
b a r u,
S e s u dah a j a t2
ditambahkan a j a t3
b a r u,
j a n g b.e r b u n j i:
"
K e g i atan2 s t a t i s t l ki n i
d i a t u r dengans uatu
p e r a t u ran
p e l a k s a n a.
an t e r s e n d i r i"
.
‘•' •b MI
M ' '-
it16
.
P a s a l
5
a j a t2
-.,Kata
2"
p r e s i d e n"
d i gap t i dengan"
Pemerintah
"
,
17
.
P a s a l6
a j a t2
1
dan2
.
,Kata 2
"
P r e s i d e n"
d i g a n t i d e n g a n"
Pemerintah.”
,
* l o.
P a s s!7
a j a t1
,
a t a
2"
dimukahakim
"
d l h a p u s k a n.
19
« P a s a l7
a j a t2
.
-, Kata 2"
P r e s i d e n"
d i g a n t i dengan"
P e m erintah"
,
2 0, Pasal8
a j a tL
Dalam a j a t i n i diadakan p e r u b a h a n2 s b b.
:
1) sebelum kata 2
"
melanggar"
p a d a s u ba
d i t a mbahkan koto2
"
d engans e n g a d j a
" ,
2) p a d a s u b b d i s i s i p k a n kata 2
"
membantu memberikansfcfeu
"
Shbara
k e t a
2
"
s e n g a d j a"
d a n*7
nembuat",
,3
) pada s u b c k a t a2"
dengan maksud21
,
P a s a l9
a j a t 1„K a ta 2
"
p e n j P l i d i k a n"
p a da p e m u l a a n k a l i m a t diubah m e n d j adi"
k e g i a t a n"
,
s e d a n g kan p a d a a n a k-
k a l i m a t s u b b k a t a2"
l a l a i"
d i g a n t i d e n gan"
belum djuga"
d a n d i b e lakang k a t a 2"
d i i s i"
d i t a m-b a h k a n k a t a?
"
,t s n p a alasan j a n g s a h"
.
22
,
P a s a l
9
a j a t 2»Eata
2
"
d j u g a l"l a i"
d i g a n t i d e n g an"
belum d j u g a"
;
s e d angkanbedakang kata 2
"
d u a k a l i n j a"
ditambahkan kata2"
tanpa alasanj a n g s a h
"
,23
•
P a s a l9
a j a t3
*K a tak a n
2
"
w a d j l b"
d i ubah
m e n djadi"
menurut
p a s a l6
a j a t 1d i w adjlb
-"
.
2
li
.
,
P a s a l1 0
»A n tara kata
2
"
d a lam"
dan"
undang2
"
. d i s i s i p k a n k a t a2
"
pa
s a l-
pas a l6
,
7
,98
d a n9
"
, s e dangkan kata2"
P r e s i d e n"
d iubah mendjadi"
Pe-m e r i n tah
"
.
25
.
P a s a l1
? a j a t1
,Kata 2
"
d a p e t"
- d l h a p u s k an,
sedangkan kata 2"
tahun
1959
n d i g a n t idengan
"
1960
"
.
26
•
P enutup, Kata 2"
d i b e t a p k a n"
d i g a n t i d e n g a n d i s ahkan"
.
M.m
M
4 m ma
•V it r. tr m 4.V. mm
ma
- -I m ’ 0S> Vm. 9p W; * xm m >pB
"
s e l u r u h n j a d l h a p u s kan.
't
!
iv:-77| •a
;vv „/;9 M m-
1•“ <9 U J.
m
m m ;;:4 2: s 0; M 1$$$.i
3 &m M Ia -l i m 9 l •rm
. % D j a k a r t a5 1 September I960
, mi H, Z a i n u l A r i f i n,
Pd.
K p tuaDPR
-
GRA r u d j i
Kar
.t a w i n a ta,
Pd, W a kilKetua
DPR