• Tidak ada hasil yang ditemukan

3 - Bahan Ajar (Pola Bilangan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3 - Bahan Ajar (Pola Bilangan)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Pola

Pola

Bilangan

Bilangan

April 4

April 4

2018

2018

Pola adalah sebuah susunan yang mempunyai bentuk yang teratur

Pola adalah sebuah susunan yang mempunyai bentuk yang teratur daridari

 bentuk yang satu ke b

 bentuk yang satu ke bentuk berikutnya. Sedangkan bentuk berikutnya. Sedangkan bilangan adalahilangan adalah

sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan kuantitas

sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan kuantitas (banyak,(banyak,

sedikit) dan ukuran (berat, ringan, panjang, pendek, luas) suatu objek.

sedikit) dan ukuran (berat, ringan, panjang, pendek, luas) suatu objek.

Bilangan ditunjukkan dengan suatu tanda atau lambang

Bilangan ditunjukkan dengan suatu tanda atau lambang yang disebutyang disebut

angka. Dalam beberapa kasus sering kita temui sebuah bilangan yang

angka. Dalam beberapa kasus sering kita temui sebuah bilangan yang

tersusun dari bilangan lain

tersusun dari bilangan lain yang mempunyai pola tertentu,maka yangyang mempunyai pola tertentu,maka yang

demikian itu disebut pola bilangan

demikian itu disebut pola bilangan

Ogy Fanta Yoga,

Ogy Fanta Yoga,

S. Pd.

(2)

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 1 Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : VIII (delapan)/2 (Genap) Materi Pokok  : Pola Bilangan

Alokasi Waktu : 3 x 40 menit

KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 2.1 Menunjukkan sikap logis,

kritis, analitis, cermat dan teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam

menyelesaikan masalah

2.1.1 Menunjukkan sikap teliti dalam melaksanakan tugas atau menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru

2.1.2 Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas atau menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru

3.1 Membuat generalisasi dari  pola pada barisan bilangan

dan barisan konfigurasi objek

3.1.1 Memberikan contoh pola keteraturan di lingkungan sekitar. (C2)

3.1.2 Menentukan pola bilangan bulat. (C3)

3.1.3 Menentukan suku selanjutnya dari suatu barisan  bilangan dengan cara menggeneralisasi pola  bilangan sebelumnya (C3)

4.1 Menyelesaikan masalah yang  berkaitan dengan pola pada  barisan bilangan dan barisan

konfigurasi objek

4.1.1 Menggunakan pola bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah. (C3)

DESKRIPSI MATERI

Pola Bilangan 1. Pengertian Pola Bilangan

(3)

mempunyai bentuk yang teratur dari bentuk yang satu ke bentuk berikutnya.

Sedangkan bilangan  adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan kuantitas (banyak, sedikit) dan ukuran (berat, ringan, panjang, pendek, luas) suatu objek. Bilangan ditunjukkan dengan suatu tanda atau lambang yang disebut angka.

Dalam matematika terdapat beberapa bilangan yang dapat disusun menjadi diagram pohon  bilangan. Adapun diagram ,mpohon bilangan dapat ditunjukkan sebagai berikut.

Gambar Diagram Pohon Bilangan

Dalam beberapa kasus sering kita temui sebuah bilangan yang tersusun dari bilangan lain yang mempunyai pola tertentu, maka yang demikian itu disebut pola bilangan.

Dari beberapa jenis bilangan, tidak semua bilangan yang akan dibahas dalam bab ini. Dalam bab ini pembahasan akan difokuskan pada himpunan bilangan asli. Sedangkan bilangan asli sendiri dibagi menjadi beberapa himpunan bagian bilangan asli.

Beberapa himpunan bagian bilangan asli tersebut antara lain: Himpunan bilangan ganjil = {1 , 3 , 5 , 7 , 9 , . . . }

Himpunan bilangan genap = {2 , 4 , 6 , 8 , . . .} Himpunan bilangan kuadrat = {1 , 4 , 9 , 16, . . .}, dan Himpunan bilangan prima = {2 , 3 , 5 , 7 , 11 , . . . }

Untuk selanjutnya akan dipelajari mengenai pola-pola bilangan yang merupakan himpunan  bagian dari himpunan bilangan bulat.

(4)

2. Barisan Bilangan

a) Pengertian Barisan

Setiap senin di sekolahmu selalu diadakan upacara  bendera.tentunya siswa

 – 

  siswi akan membentuk

suatu barisan yang rapi.

 Bagaimanakah cara mengatur barisan itu supaya

rapi?

 Bagaimanakah cara mengurutkan barisan?  Apakah ada aturan untuk mengurutkannya?

Pada suatu barisan, tinggi 6 siswa masing- masing adalah 135 cm, 140 cm, 150 cm, 155 cm, 160 cm, dan 170 cm. Apakah barisan diatas membentuk suatu pola?

Barisan bilangan  adalah urutan bilangan

 – 

  bilangan dengan aturan atau pola tertentu. Setiap  bilangan pada barisan bilangan disebut suku.

Perhatikanlah setiap barisan dibawah ini!

a. 1, 3, 5, 7, 9,11, seterusnya yang selalu bilangan ganjil

 b. -20, -15, -10, -5, 0, 5, 10, dan seterusnya yang selalu berselisih 5

Barisan bilangan pada a sering kita jumpai dalam kehidupan sehari

 – 

 hari.misalnya, ketika mencari nomor rumah 5, kamu tentu akan mencari pada sisi yang lain yaitu deretan rumah bernomor ganjil.

Coba perhatikan barisan bilangan 1, 3, 5, 7, 9, 11, dan seterusnya.

 Suku ke-1 adalah 1, biasanya ditulis dengan lambang U1 = 1

 Suku ke-2 adalah 3, biasanya ditulis dengan lambang U2 = 3

 Suku ke-3 adalah 5, biasanya ditulis dengan lambang U3 = 5

 Dan seterusnya.

Berapakah suku ke-4?

Dalam menentukan suku ke-4 dari barisan harus diketahui tata urutan suku barisan itu. Dalam hal

 Apa yang akan kamu pelajari? Pengertian barisan bilangan Mengenal unsur-unsur

barisan, suku, dan beda. Menentukan suku ke- n dari

suatu barisan Kata Kunci:

Barisan Suku ke- n

(5)

Beda itu boleh positif atau negatif. Jika beda itu positif, maka barisan itu menjadi bertambah nilainya. Jika beda itu negatif, maka barisan itu menjadi berkurang nilainya.

Perhatikan deretan bilangan-bilangan berikut: 1. 1, 2, 3, ...

2. 4, 9, 16, ...

Deretan bilangan di atas mempunyai pola tertentu. Dapatkah anda menentukan bilangan yang  belum diketahui sesuai dengan aturan yang dipunyai?

Mari lihat pembahasan penyelesaian dari contoh diatas: 1. Pola pertama mempunyai aturan:

 Bilangan ke 2 = 1 +1 = 2

 Bilangan ke 3 = Bilangan ke 2 +1 = 2 + 1

= 3

Aturan : menambahkan dengan 1 atau urutan bilangan asli Jadi Bilangan ke 4 = Bilangan ke 3 +1

= 3 + 1 = 4

2. Pola ke-dua mempunyai aturan:  Bilangan ke 1 = (1 + 1)2 = 22 = 4  Bilangan ke 2 = (2 + 1)2 = 32 = 9  Bilangan ke 3 = (3 + 1)2 = 42 = 16

Aturan : menambahkan dengan 1 pada letak sukunya kemudian dikuadratkan atau urutan bilangan kuadrat

Jadi Bilangan ke 4 = (4 + 1)2 = 52

(6)

b) Menentukan suku ke-n dari suatu barisan

Penulisan barisan bilangan dapat dinyatakan dalam rumus aljabar. Misalkan: barisan  bilangan ganjil 1, 3, 5, 7,dan seterusnya.dapatkah kamu menyebutkan suku ke-100? untuk menjawab pertanyaan diatas, kamu tidak perlu menulis baris bilangan sampai suku ke-100. Akan tetapi, gunakanlah suku ke-n dari barisan bilangan. Barisan bilangan ganjil tadi dapat kita petakan dengan barisan bilangan asli.

Bilangan asli 1, 2, 3, 4...n

1 3 5 7 U n

Pada tiap suku mempunyai beda 2, maka rumus suku ke-n bilangan ditulis dengan

U n = 2n

 – 

 1 dengan n anggota bilangan asli. Untuk suku ke-100, suku ke- n tinggal diganti

menjadi U 100 = 2 x 100 -1 =199. Jadi, suku ke-100 dari bilangan ganjil adalah 199

Contoh :

Diberikan suatu barisan 1, 4, 7, 10 ...dan seterusnnya. Tentukan suku ke 200 barisan  berikut.

Penyelesaian:

Beda suku yang berurutan adalah suku-n  adalah U n = 3n –  2

U 200= 3 x 200-2 = 598

Jadi, suku ke-200 adalah 598

LATIHAN SOAL

1. Tentukan 3 bilangan selanjutnya dari pola barisan bilangan berikut ini. a. 1, 3, 5, 7, ..., ..., ...

 b. 100, 95, 90, 85, ..., ..., ... c. 4, 12, 36, 108, ..., ..., ...

2. Isilah titik-titik berikut agar membentuk suatu pola barisan bilangan. a. 4, 10, ..., ..., 28, 34, 40

 b. 7, 13, 11, ..., ..., 21, 19, 25, 23, 29

3. Diketahui suatu barisan 5, 9, 13, ... . Tentukan : a. Suku ke-10

Gambar

Gambar  Diagram  Pohon  Bilangan

Referensi

Dokumen terkait

dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak

The reader must be prepared to encounter some variation in the symbols used to represent vowel phonemes (and to a much lesser extent consonant phonemes), both for different varieties

Suatu file extension adalah akhiran berupa nama pada file komputer yang teraplikasikan yang menunjukkan format dari file tersebut, sedangkan suatu file signature

Empowerment Committee Committee 5 6 7 8 9 10 CA Ketan Gada CA Jeenal Savla CA Mehul Gala CA Dinesh Ghalla CA Jayesh Salia CA Nilesh Saiya CA Anil Haria CA Gautam Mota CA Harsh Dedhia

Dalam perspektif electoral justice system , penyelesaian sengketa yang baik harus memenuhi unsur-unsur adanya hak untuk mendapatkan penyelesaian sengketa pemilu; adanya

However, these scores usually set in likert scale and have quantitative properties, then should be analysed in quantitative model as well so that the predicted service

SITI KURNIA: Karakter Vegetatif dan generatif beberapa varietas tanaman kedelai (Glycine max. L.) Toleran Aluminium.. Dibimbing oleh Eva Sartini Bayu dan

Pengaruh jumlah laju alir fase air dan fase organik pacta stripping uranium proses purex siklus 1 menggunakan pelarut asam nitrat encer (0,025 N) :;~cara kontinyu, untuk