• Tidak ada hasil yang ditemukan

Draft Ad_art Karang Taruna

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Draft Ad_art Karang Taruna"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

-:: DRAFT

-:: DRAFT

::-Anggara Dasar

Anggara Dasar

Karang

Karang Taruna

Taruna DESA

DESA “XXX”

“XXX”

Kecamatan

Kecamatan “XX1”

“XX1” Kabupaten

Kabupaten “XX2”

“XX2”

BAB I BAB I

Nama, Waktu, dan Kedudukan Nama, Waktu, dan Kedudukan

Pasal 1 Pasal 1 Lembaga ini bernama Kara

Lembaga ini bernama Karang Taruna Desa ng Taruna Desa “XXX”, yang seterus“XXX”, yang seterusnya disingkat KT DK.nya disingkat KT DK. Pasal 2

Pasal 2 KT DESA

KT DESA “XXX” didirika“XXX” didirikan dengan SK Kn dengan SK Kepala Desa epala Desa “XXX” Nomor __ “XXX” Nomor __ Tahun __ untuk jaTahun __ untuk jangka waktu mangka waktu masasa bakti ______ tahun

bakti ______ tahun

Pasal 3 Pasal 3 KT

KT DESA DESA “XXX” “XXX” berkedudukan berkedudukan di di Desa Desa “XXX”, “XXX”, Kecamatan Kecamatan “XX1”, “XX1”, Kabupaten Kabupaten “XX2”“XX2” BAB II

BAB II

Asas dan Tujuan Asas dan Tujuan

Pasal 4 Pasal 4 KT DESA

KT DESA “XXX” berasaska“XXX” berasaskan Pancasila sebagn Pancasila sebagai landasan ideologis, UUD 1945 sebagai landai landasan ideologis, UUD 1945 sebagai landasan hukum,asan hukum, Peraturan Desa

Peraturan Desa “XXX” dan Majelis Permusyaw“XXX” dan Majelis Permusyawaratan sebagai landasan operasioaratan sebagai landasan operasionalnya.nalnya. Pasal 5

Pasal 5 KT DESA

KT DESA “XXX” b“XXX” bertujuan uertujuan untuk :ntuk :

1. Mewadahi setiap remaja dan pemuda yang peduli dalam penanganan permasalahan sosial, serta 1. Mewadahi setiap remaja dan pemuda yang peduli dalam penanganan permasalahan sosial, serta

meningkatka

meningkatkan n penggalangapenggalangan kerjasama antan kerjasama antar sesama generasi mur sesama generasi muda dalam rangka mewda dalam rangka mewujudkanujudkan dan meningkatkan Kessos bagi generasi muda dan menyiapkan kader yang beriman, bermoral, dan meningkatkan Kessos bagi generasi muda dan menyiapkan kader yang beriman, bermoral, kreatif, mandiri dan bertanggungjawab untuk siap mengabdi kepada masyarakatnya dan menjadi kreatif, mandiri dan bertanggungjawab untuk siap mengabdi kepada masyarakatnya dan menjadi calon-calon pemimpin di masa datang;

calon-calon pemimpin di masa datang; 2.

2. MemMemberberi i araarah, h, bimbimbinbingangan, , penpendadampimpingangan n dan dan adadvokvokasasi i kepkepada ada gengeneraerasi si mudmuda a penpenyanyandandangg masalah sosial dalam rangka penghargaan usaha-usaha Kessos;

masalah sosial dalam rangka penghargaan usaha-usaha Kessos; 3. Menumbuhkan potensi keberagaman bakat,

3. Menumbuhkan potensi keberagaman bakat, keterampilaketerampilan, kewirausahaan dan pengetahuan hinggan, kewirausahaan dan pengetahuan hingga penyelesaian masalah yang signifikan untuk mendukung upaya pemberdayaan masyarakat dalam penyelesaian masalah yang signifikan untuk mendukung upaya pemberdayaan masyarakat dalam kerangka implementasi otonomi daerah dan

kerangka implementasi otonomi daerah dan peningkatan ekonomi kerakyatan;peningkatan ekonomi kerakyatan; 4. Mendorong setiap

4. Mendorong setiap warganya dan warga masyrakat pada umumnya untuk warganya dan warga masyrakat pada umumnya untuk mampu menjalin toleransimampu menjalin toleransi da

dalalam m kekehihidudupapan n kekemamasysyararakakatatan an dadan n memenjnjadadi i pepererekakat t pepersrsatatuauan n dadalalam m peperbrbededaaaan n dadann keberagama

keberagaman n yang tinggi;yang tinggi; 5.

5. MembMembina ina kerjakerjasamsama a strastrategis tegis dan dan salisaling ng mengmenguntununtungkan gkan dengdengan an kalakalangan ngan pemepemerintarintah,seh,sektorktor swas

swasta, ta, orgaorganisanisasi si sosisosial, al, LembaLembaga ga SwadSwadaya aya MasyMasyarakarakat at (LSM(LSM), ), para para prakpraktisi tisi pengpengembaembanganngan masyaraka

masyarakat, cendikiawan, dam t, cendikiawan, dam mitra kepemudaan lainnya, guna mitra kepemudaan lainnya, guna kemajuan dalam kemandirian dankemajuan dalam kemandirian dan in

indedepependndenensi si ororgaganinisasasisinynya a dadan n cicitata-c-citita a kekesesejajahthtereraaaan n mamasysyararakakat at yayang ng memenjnjadadi i tutujujuanan gerakannya. gerakannya. BAB III BAB III Keanggotaan Keanggotaan Pasal 6 Pasal 6 1. Keangg

1. Keanggotaaotaan n KT DESA KT DESA “XXX“XXX” ” mengmenganut sistem stelsanut sistem stelsel pasif, yaitu bahwa setiael pasif, yaitu bahwa setiap p genegenerasi mudarasi muda ya

yang berusng berusia 11 ia 11 sasampampai i dendengagan n 45 tahun di 45 tahun di wilwilayaayah h DesDesa a “X“XXX”XX”, , yanyang g memmempunpunya hak ya hak dadann kewajiban yang sama tanpa membedakan agama, suku, asal keturunan, jenis kelamin, kedudukan kewajiban yang sama tanpa membedakan agama, suku, asal keturunan, jenis kelamin, kedudukan sosi

sosial al ekonekonomi, omi, dan dan pendpendiriairian n politpolitik, ik, adaladalah ah angganggota ota yang selanjuyang selanjutnya disebut tnya disebut Warga KarangWarga Karang  Taruna

 Taruna DESA DESA “XXX”.“XXX”.

2. Pengaturan lebih lanjut ketentuan dimaksud ayat 1 tersebut diatas, ditetapkan dalam Anggaran 2. Pengaturan lebih lanjut ketentuan dimaksud ayat 1 tersebut diatas, ditetapkan dalam Anggaran

rumah tangga

rumah tangga KT KT DESA DESA “XXX”.“XXX”.

BAB IV BAB IV Kelembagaan Kelembagaan Pasal 7 Pasal 7 1. Struktur kelemba

1. Struktur kelembagaan KT DESA gaan KT DESA “XXX” di sus“XXX” di susun secara Demokraun secara Demokratis Dengan Majetis Dengan Majelis Tertinggi Olehlis Tertinggi Oleh DEWAN PENASEHAT

DEWAN PENASEHAT 2.Secara hierarki struktur

2.Secara hierarki struktur kepengurusan menunjukkan kedudukan dan arah kepengurusan menunjukkan kedudukan dan arah pertanggungjawpertanggungjawaban.aban. 3.Pengaturan lebih lanjut tentang Kelembagaan ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga KT DESA 3.Pengaturan lebih lanjut tentang Kelembagaan ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga KT DESA

“XXX”. “XXX”.

BAB V BAB V Majelis

Majelis PermusyawarataPermusyawaratann Pasal 8

Pasal 8 Majelis Perwusy

Majelis Perwusyawaratan dalaawaratan dalam KT DESA m KT DESA “XXX” adala“XXX” adalah sebagai berikut :h sebagai berikut : 1.

1. MuMuktktamamarar

2.

2.

Majelis SemesterMajelis Semester

3.

3.

Musyawarah LMusyawarah Luar biasa, jika uar biasa, jika diperlukandiperlukan

Pasal 9 Pasal 9 Defi

Definisi nisi tugatugas, s, kewekewenangnangan an dan dan lailain-lan-lainnyinnya a mengmengenai enai MajeMajelis lis PerwPerwusyausyawarawaratan tan ini ini diatdiatur ur daladalamm Anggaran Rumah Tangga.

Anggaran Rumah Tangga.

BAB VI BAB VI Keuangan Organisasi Keuangan Organisasi Pasal 10 Pasal 10

(2)

1. Keuanga

1. Keuangan KT DESA n KT DESA “XXX” diperol“XXX” diperoleh dari :eh dari : a. Iuran anggota aktif dan pengurus (opsional); a. Iuran anggota aktif dan pengurus (opsional); b.

b. SubsSubsidi idi dari dari pemepemerintarintah h berdaberdasarksarkan an pos-pos-pos pos angganggaran yang aran yang dialdialokasokasikan untuk ikan untuk kepekepentinntingangan program Kessos dan

program Kessos dan pembinaan kepemudaan.pembinaan kepemudaan. c. Usaha-usaha dan sumbangan lain yang sah

c. Usaha-usaha dan sumbangan lain yang sah dan tidak mengikat.dan tidak mengikat. 2.

2. BesaBesarnya rnya iuran anggota iuran anggota aktiaktif f dan dan pengpengurus urus selaselanjutnnjutnya ya ditenditentukan dalam tukan dalam keteketentuantuan n tersendtersendiriiri dalam bentuk prosedur

dalam bentuk prosedur administrasadministrasi.i. 3. Keuangan KT DESA

3. Keuangan KT DESA “XXX” dikelola s“XXX” dikelola secara tertib dan transpaecara tertib dan transparan dan wajib dipertanggungjawran dan wajib dipertanggungjawabkanabkan secara periodik.

secara periodik. 4. Keuanga

4. Keuangan KT DESA n KT DESA “XXX” dik“XXX” dikelola secara elola secara menyatu oleh bmenyatu oleh bendahara KT DEendahara KT DESA SA “XXX”.“XXX”. BAB VII BAB VII Identitas Organisasi Identitas Organisasi Pasal 11 Pasal 11 1. KT DESA

1. KT DESA “XXX” memil“XXX” memiliki lambang yang diteiki lambang yang ditetapkan oleh Muktatapkan oleh Muktamar .mar . 2. Ketentuan dan penjelas

2. Ketentuan dan penjelasan mengenai lambaan mengenai lambang selanjutnya diatur dalam ART KT DESA ng selanjutnya diatur dalam ART KT DESA “XXX”.“XXX”. BAB VIII

BAB VIII

Perubahan Anggaran Dasar Perubahan Anggaran Dasar

Pasal 12 Pasal 12 1.Perubahan Angga

1.Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat ditetapkaran Dasar hanya dapat ditetapkan oleh Muktamar KT DESA n oleh Muktamar KT DESA “XXX”.“XXX”.

2. Rancangan perubahan Anggaran Dasar disusun oleh panitia khusus, untuk selanjutnya ditetapkan 2. Rancangan perubahan Anggaran Dasar disusun oleh panitia khusus, untuk selanjutnya ditetapkan

dalam Muktamar . dalam Muktamar . BAB IX BAB IX Penutup Penutup Pasal 13 Pasal 13

1.Hal-hal yang belum ditetapkan oleh Anggaran Dasar akan diatur

1.Hal-hal yang belum ditetapkan oleh Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.dalam Anggaran Rumah Tangga. 2.Anggaran Dasar ini

2.Anggaran Dasar ini berlaku sejak ditetapkan dalam berlaku sejak ditetapkan dalam Muktamar KT DESA Muktamar KT DESA “XXX”.“XXX”.

Anggaran Rumah Tangga

Anggaran Rumah Tangga

Karang

Karang Taruna

Taruna DESA

DESA “XXX”,

“XXX”, KECAMATAN

KECAMATAN “XX1”,

“XX1”, KABUPATEN

KABUPATEN “XX2”

“XX2”

BAB I

BAB I

Ketentuan Umum Ketentuan Umum Pasal 1 Pasal 1 KT DESA

KT DESA “XXX” adala“XXX” adalah wadah pengembangan geneh wadah pengembangan generasi muda non-partisan yanrasi muda non-partisan yang tumbuh atas dasarg tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat, khususnya generasi kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat, khususnya generasi muda di

muda di wilayah desa/kelurawilayah desa/kelurahan atau han atau komunitas sosial sederajat sampai ke Tingkat komunitas sosial sederajat sampai ke Tingkat Nasional, bergerakNasional, bergerak terutama di bidang

terutama di bidang KesejahtKesejahteraan Sosial (Kessos).eraan Sosial (Kessos). Pasal 2 Pasal 2 KT DESA

KT DESA “XXX“XXX” ” adaadalah organilah organisasi sosiasasi sosial l kepekepemudamudaan yang berdiri sendiri dan bersifaan yang berdiri sendiri dan bersifat t lokalokal, sertal, serta merupakan salah satu pilar partisipasi masyarakat di bidang Kessos.

merupakan salah satu pilar partisipasi masyarakat di bidang Kessos. Pasal 3

Pasal 3 KT DESA

KT DESA “XXX“XXX” adalah organ” adalah organisasisasi i yang statyang statusnyusnya a diakdiakui oleh pemerintui oleh pemerintah secara de jure ah secara de jure melamelaluilui perundangan dan kebijakannya serta diakui secara de facto melalui keberadaan dan program-program perundangan dan kebijakannya serta diakui secara de facto melalui keberadaan dan program-program aksinya.

aksinya.

Pasal 4 Pasal 4 KT DESA

KT DESA “XXX” memilik“XXX” memiliki tugas pokok untuk bersamai tugas pokok untuk bersama-sama pemerinta-sama pemerintah dan komponen masyarakh dan komponen masyarakatat lai

lainnynnya a memenannangguggulanlangi gi masmasalaalah-mh-masasalaalah h KesKessos sos secsecara ara preprevenventiftif, , papascascarehrehababiliilitattatif if mamaupuupunn pend

pendampiampingan ngan dan dan pengpengembaembangan ngan serta serta mengmengaraharahkan kan pembpembinaainaan n dan dan pengpengembanembangan gan potenpotensisi generasi muda

generasi muda dilingkungandilingkungannya.nya.

Pasal 5 Pasal 5 Seiring dengan tugas pokok tersebut, KT DESA

Seiring dengan tugas pokok tersebut, KT DESA “XXX” melaksa“XXX” melaksanakan fungsi sebaganakan fungsi sebagai berikut;i berikut; 1.

1. MelaksanaMelaksanakan kegiatan-kegiakan kegiatan-kegiatan pendidikan yang berorientasi pada pengembangatan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan;n; 2.

2. MenyelenggaMenyelenggarakan Usaha-usarakan Usaha-usaha Kessos yang menduha Kessos yang mendukung upaya peningkakung upaya peningkatan taraf kesejahteraatan taraf kesejahteraann sosial masyarakat;

sosial masyarakat;

3. Menyelenggarakan dan menumbuhkembangkan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat lokal 3. Menyelenggarakan dan menumbuhkembangkan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat lokal

unt

untuk uk menmenduddudung ung impimplemlemententasasi i kekebijbijakaakan n otootonomnomi i dadaeraerah h yanyang g lelebih bih terteraraarah, h, teterparpadu, du, dadann berkesinambungan;

berkesinambungan; 4.

4. MembMembangun sistem angun sistem jarijaringan ngan komunkomunikasikasi, i, inforinformasimasi, , dan dan kemikemitraatraan n strastrategistegis, , yang yang mendmendukungukung pelaksana

pelaksanaan aktivitas-aktivitas tama dengan berbagai sektor an aktivitas-aktivitas tama dengan berbagai sektor dan komponen dan komponen masyarakamasyarakat.t. BAB II BAB II Keanggotaan Keanggotaan Pasal 6 Pasal 6  Jenis Keanggotaan  Jenis Keanggotaan Anggota KT DESA

Anggota KT DESA “XXX” terdiri dari An“XXX” terdiri dari Anggota pasif, angfota aggota pasif, angfota aktif dan anggota khususktif dan anggota khusus.. Pasal 7

Pasal 7

1.

1.

Anggota pasif adalah keanggotaan yang Anggota pasif adalah keanggotaan yang bersifat stelsel pasif (keanggotaan otomatis), yakni bersifat stelsel pasif (keanggotaan otomatis), yakni seluruhseluruh remaja dan pemuda yang berusia 11 s/d 45

remaja dan pemuda yang berusia 11 s/d 45 tahun;tahun;

2.

2.

Anggota aktif adalah keanggotaanya yang bersifat kader dan berusia 15 s/d 40 tahun, karenaAnggota aktif adalah keanggotaanya yang bersifat kader dan berusia 15 s/d 40 tahun, karena poten

potensi, si, bakabakat t dan dan produproduktifktifitasnitasnya ya utnuutnuk k mendmendukunukung g pengpengembaembangan ngan orgaorganisanisasi si dan dan progrprogram- am-programnya;

(3)

3.

3. Anggota khusus aAnggota khusus adalah keanggdalah keanggotaan yang bersifaotaan yang bersifat terbatas terbatat terbatas terbatas bagi kalangas bagi kalangan tertentu diluarn tertentu diluar kriteria keanggotaan pasif dan aktif karena kemampuan tertentu yang dimiliki oleh seseorang yang kriteria keanggotaan pasif dan aktif karena kemampuan tertentu yang dimiliki oleh seseorang yang dapat disumbangkan bagi kepentingan pengembangan organisasi dan

dapat disumbangkan bagi kepentingan pengembangan organisasi dan program-programnya;program-programnya;

4.

4.

Anggota pasif, aktif dan khusus seperti yang tertuang pada ayat 1, 2 dan 3 adalah mereka yangAnggota pasif, aktif dan khusus seperti yang tertuang pada ayat 1, 2 dan 3 adalah mereka yang bertempat tinggal tetap

bertempat tinggal tetap di wdi wilayah Desa ilayah Desa “XXX”.“XXX”. Pasal 8 Pasal 8

Kewajiban Anggota Kewajiban Anggota

1. Memahami, menghayati, dan melaksanakan apa yang tertera di Anggaran Dasar dan Anggaran 1. Memahami, menghayati, dan melaksanakan apa yang tertera di Anggaran Dasar dan Anggaran

rumah Ta

rumah Tangga Kngga KT DESA T DESA “XXX”.“XXX”. 2.

2. BerpartisipasBerpartisipasi dalam i dalam kegiatan kegiatan yang diayang diadakan KT dakan KT DESA DESA “XXX”.“XXX”. 3.

3. Menjaga Menjaga nama nama baik baik KT KT DESA DESA “XXX”.“XXX”.

Pasal 9 Pasal 9 Hak Anggota Hak Anggota 1.

1. MenyampaiMenyampaikan pendapakan pendapat baik st baik secara lisaecara lisan maupun tun maupun tulisanlisan

2.

2.

Memilih dan dipilih menjadi KetuMemilih dan dipilih menjadi Ketua atau Ketua Bidaa atau Ketua Bidang di KT DESA ng di KT DESA “XXX”.“XXX”.

3.

3.

Memberikan inspirasi ke peMemberikan inspirasi ke pengurus KT DESA ngurus KT DESA “XXX”.“XXX”.

4.

4.

Mendapatkan perlakuan dan perlindungan yang sama Mendapatkan perlakuan dan perlindungan yang sama dari KT dari KT DESA DESA “XXX”.“XXX”.

5.

5.

Mengadakan kegiatan yang tidak bertentangaMengadakan kegiatan yang tidak bertentangan dengan peraturan KT DESA n dengan peraturan KT DESA “XXX”.“XXX”. BAB III BAB III Struktur Organisasi Struktur Organisasi Bagian 1 Bagian 1 Majelis Permusyawaratan Majelis Permusyawaratan Pasal 10 Pasal 10 Muktamar Muktamar 1. Muktama

1. Muktamar adalah Majer adalah Majelis tertinggi Klis tertinggi KT DESA T DESA “XXX” yan“XXX” yang dihadiri oleh g dihadiri oleh Dewan Dewan PenasehaPenasehat, Pengurus,t, Pengurus, dan Anggota.

dan Anggota.

2. Dilakukan lima tahun sekali yang

2. Dilakukan lima tahun sekali yang diselenggadiselenggarakan oleh panitia khusus rakan oleh panitia khusus yang dibentuk untuk itu.yang dibentuk untuk itu. 3. Tugas Muktamar :

3. Tugas Muktamar :

a. Memilih dan menetapkan Ketua. a. Memilih dan menetapkan Ketua. b. Menetapkan DPP ( TEAM 11 b. Menetapkan DPP ( TEAM 11 ).). 4. Wewenang Muktamar :

4. Wewenang Muktamar : a. Mengangka

a. Mengangkat dan memberhentikan Ketut dan memberhentikan Ketua KT DESA a KT DESA “XXX”.“XXX”. b. Menerima atau men

b. Menerima atau menolak laporan pertanolak laporan pertanggungjawaban Ketuggungjawaban Ketua KT DESA a KT DESA “XXX”.“XXX”. c. Meruba

c. Merubah AD/ARh AD/ART KT DEST KT DESA A “XXX”“XXX”

Pasal 11 Pasal 11 Majelis Semester Majelis Semester

1.

1.

Majelis SemesMajelis Semester adalater adalah majelis yang diseh majelis yang diselenglenggaragarakan oleh pengurukan oleh pengurus s KT DESA KT DESA “XX“XXX” untukX” untuk mengevalua

mengevaluasi dan si dan koordinasi kegiatan secara keseluruhan setiap tiga koordinasi kegiatan secara keseluruhan setiap tiga bulan.bulan.

2.

2.

Majelis Semester dilaksanakan pada awal bulan pekan pertama.Majelis Semester dilaksanakan pada awal bulan pekan pertama.

3.

3.

Majelis Semester oleh seluruh pengurus inti.Majelis Semester oleh seluruh pengurus inti.

4.

4.

Majelis Semester dilaksanakan selambat-lambaMajelis Semester dilaksanakan selambat-lambatnya dua tnya dua minggu sesudah minggu sesudah terbentuknya pengurus.terbentuknya pengurus.

5.

5.

 Tugas Majelis Semester: Tugas Majelis Semester:

a.

a.

MengMengevalevaluasi semuuasi semua a kegikegiatan KT DESA atan KT DESA “XX“XXX” yang telah dan X” yang telah dan atau sedaatau sedang dilaksang dilaksanakanakan n padapada tiga bulan

tiga bulan sebelumnyasebelumnya..

b.

b.

Khusus MajeliKhusus Majelis Semester I merencans Semester I merencanakan dan menetapkaakan dan menetapkan Program Kerja KT DESA n Program Kerja KT DESA “XXX” selama“XXX” selama satu periode kepengurusan.

satu periode kepengurusan. 6.

6. Kewenangan Kewenangan ::

a. Meninjau program kerja yang

a. Meninjau program kerja yang telah ditetapkan pada Majelis Semester I.telah ditetapkan pada Majelis Semester I. b. Merencanakan dan menetapkan kegiatan di luar Program

b. Merencanakan dan menetapkan kegiatan di luar Program Kerja.Kerja. Pasal 12

Pasal 12

Musyawarah Luar Biasa Musyawarah Luar Biasa

1.

1.

Musyawarah Luar Musyawarah Luar Biasa diselenggaraBiasa diselenggarakan oleh kan oleh anggota Karang Taruna anggota Karang Taruna jika diperlukan.jika diperlukan.

2.

2.

MusyawarMusyawarah ah Luar Luar BiaBiasa sa disediselenglenggaragarakan kan atas persetujuatas persetujuan an PenaPenasehasehat, t, para para tokoh tokoh dan dan sessesepuhepuh,, serta dihadiri Oleh 3/2 anggota Karan

serta dihadiri Oleh 3/2 anggota Karang Taruna yang mewakili setiap dusun yang Taruna yang mewakili setiap dusun yang ada di desa g ada di desa “XXX”“XXX” Bagian 2 Bagian 2 Kelembagaan Kelembagaan Pasal 13 Pasal 13 Dewan Penasehat Dewan Penasehat 1. Dewan Penas

1. Dewan Penasehat beranggotaehat beranggotakan mantan pengurus dan pemkan mantan pengurus dan pembina KT DESA bina KT DESA “XXX” ata“XXX” atau dipilih dariu dipilih dari para tokoh/sesepuh.

para tokoh/sesepuh. 2. Tugas dan wewenang : 2. Tugas dan wewenang :

a. Memberikan pertimbangan tentang pelaksanaan program

a. Memberikan pertimbangan tentang pelaksanaan program dan aktivitas lembaga.dan aktivitas lembaga. b. Menampung aspirasi masyarakat dan anggota dan menyampaikan kepada pengurus. b. Menampung aspirasi masyarakat dan anggota dan menyampaikan kepada pengurus. c. Menjalankan fungsi litbang dan kontrol.

c. Menjalankan fungsi litbang dan kontrol.

Pasal 14 Pasal 14 Ketua Ketua  Tugas dan Wewenang :

 Tugas dan Wewenang : 1. Bertangung ja

1. Bertangung jawab dalam mewab dalam memimpin KT DESA mimpin KT DESA “XXX”.“XXX”. 2. Melaksanaka

2. Melaksanakan fungsi manejerial untuk tercapan fungsi manejerial untuk tercapainya tujuan KT DESA inya tujuan KT DESA “XXX”.“XXX”. 3. Bertanggung jawab ata

3. Bertanggung jawab atas pembinaan pengurus KT DESA s pembinaan pengurus KT DESA “XXX” dan hubungan denga“XXX” dan hubungan dengan pihak lain.n pihak lain. 4. Memberikan laporan pertangunggjawaban kepada Muktamar di akhir periode

(4)

5.

5. ApaApabila Ketua bila Ketua berhaberhalanglangan, an, KetuKetua a berhaberhak k menumenunjuk Wakil njuk Wakil atau Sekretaatau Sekretaris ris atau Pengurus yangatau Pengurus yang dianggap mampu

dianggap mampu wewakilinwewakilinya.ya. 6. Dalam kondis

6. Dalam kondisi i darudarurat, dengarat, dengan n ataatas s nama KT DESA nama KT DESA “XXX“XXX” berhak mengam” berhak mengambil kebijabil kebijakan sesuakan sesuaii dengan Anggaran Dasar.

dengan Anggaran Dasar.

Pasal 11 Pasal 11 Wakil Ketua Wakil Ketua  Tugas dan Wewenang :

 Tugas dan Wewenang :

1.

1.

Membantu Ketua dalam Membantu Ketua dalam melaksanakmelaksanakan tugasnya an tugasnya dalam kegiatan-kegiatan Lembaga.dalam kegiatan-kegiatan Lembaga. 2.

2. MenggantikaMenggantikan Ketua n Ketua berdasarkan berdasarkan azas pazas pendelegasiaendelegasian.n. Pasal 12 Pasal 12 Sekretaris Sekretaris  Tugas dan Wewenang :

 Tugas dan Wewenang : 1.

1. MembMembantu sepantu sepenuhenuhnya tuganya tugas Ketua.s Ketua.

2.

2.

Sebagai pusat informasi semua Sebagai pusat informasi semua aktivitas Lembaga.aktivitas Lembaga.

3.

3.

Melaksanakan kegiatan administrasi keseharian Lembaga.Melaksanakan kegiatan administrasi keseharian Lembaga. 4.

4. Berkoordinasi dengaBerkoordinasi dengan Koordinator Bidang untuk mewun Koordinator Bidang untuk mewujudkan tertib admijudkan tertib administrasi, tata komunnistrasi, tata komunikasi.ikasi. 5.

5. Merancang, memeliMerancang, memelihara, dan melakukan perbaikahara, dan melakukan perbaikan sistem aplikasi yang diaplikan sistem aplikasi yang diaplikasikan dalam kegiatasikan dalam kegiatann kesekretariatan.

kesekretariatan.

6.

6.

Bertanggung jawab atas pengelolaan atas seluruh berkas-berkas yang ada di Bertanggung jawab atas pengelolaan atas seluruh berkas-berkas yang ada di Lembaga.Lembaga.

7.

7.

Bertanggung jawaBertanggung jawab atas dokumentab atas dokumentasi seluruh aktivitas Ksi seluruh aktivitas KT DESA T DESA “XXX”.“XXX”. Pasal 13

Pasal 13 Bendahara Bendahara  Tugas dan Wewenang :

 Tugas dan Wewenang :

1.

1.

Mewujudkan tertib keuangan Lembaga.Mewujudkan tertib keuangan Lembaga. 2.

2. Melakukan Melakukan koordinasi mengenkoordinasi mengenai keuangan ai keuangan dengan semua dengan semua komponen yang terkakomponen yang terkait.it. 3.

3. MendistribusMendistribusikan dana bagi seluikan dana bagi seluruh unit aktivitas Lembruh unit aktivitas Lembaga secara optimum daaga secara optimum dan proposional.n proposional. Pasal 14

Pasal 14 Ketua Bidang Ketua Bidang  Tugas dan Wewenang :

 Tugas dan Wewenang : 1.

1. Menentukan Menentukan kebijakan kebijakan haluan Phaluan Program Bidang rogram Bidang yang dipimpyang dipimpinnya.innya. 2.

2. MentMenterjemerjemahkaahkan n kebikebijakajakan n KetuKetua a daladalam m bentbentuk uk kebikebijakajakan n bidabidang ng yang akan dilakukyang akan dilakukan an angganggota ota didi bawahnya.

bawahnya. 3.

3. Melakukan perencMelakukan perencanaan, pelaksaanaan, pelaksanaan atau evaluanaan atau evaluasi seluruh aktivitas bidasi seluruh aktivitas bidang yang dipimpinnya.ng yang dipimpinnya. 4.

4. Bertanggung jawaBertanggung jawab atas pengkadb atas pengkaderan sumber daya manueran sumber daya manusia di bidang yang dipsia di bidang yang dipimpinnya.impinnya. 5.

5. Membuat lapMembuat laporan pertanggung jaoran pertanggung jawaban seluruwaban seluruh kegiatan keph kegiatan kepada Ketuaada Ketua.. 6.

6. Apabila berhaApabila berhalangan Ketua Bidlangan Ketua Bidang dapat menunjuang dapat menunjuk salah satu anggota uk salah satu anggota untuk mewakilinyantuk mewakilinya.. 7.

7. Untuk Bidang KeputUntuk Bidang Keputrian melaksanarian melaksanakan tugas dan wewekan tugas dan wewenang sesuai kondnang sesuai kondisi masing-masiisi masing-masing.ng. BAB IV BAB IV PEMBENTUKAN KEPENGURUSAN PEMBENTUKAN KEPENGURUSAN Pasal 15 Pasal 15 1. Pembentukan kepengurusan dilakukan oleh

1. Pembentukan kepengurusan dilakukan oleh Ketua, bersama Dewan Penasehat.Ketua, bersama Dewan Penasehat. 2. Kepengurusan harus sudah terbentuk paling

2. Kepengurusan harus sudah terbentuk paling lambat satu pekan setelah Muktamar.lambat satu pekan setelah Muktamar. 3. Pengurus baru

3. Pengurus baru ditetapkan dengan Surat Keputusan Ketua.ditetapkan dengan Surat Keputusan Ketua. BAB V BAB V PERGANTIA

PERGANTIAN N PENGURUSPENGURUS Pasal 16

Pasal 16

1. Hal-hal yang memungkinkan terjadinya pergantian pengurus adalah : 1. Hal-hal yang memungkinkan terjadinya pergantian pengurus adalah :

a. Pengurus ada yang

a. Pengurus ada yang megundurkan diri.megundurkan diri.

b. Pengurus tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. b. Pengurus tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. c. Pengurus tidak dapat

c. Pengurus tidak dapat memenuhi persyaratan lagi.memenuhi persyaratan lagi. 2. Mekanisme pergantian pengurus adalah :

2. Mekanisme pergantian pengurus adalah : a.

a. BiBila la pepengngururus us yayang ng bebersrsanangkgkututan an adadalalah ah KeKetutua a dadan n atatau au KoKoorordidinanatotor r BiBidadang ng mamakaka mekanismeny

mekanismenya a melalui Muktamar.melalui Muktamar.

b. Bila selain tersebut di atas, maka mekanismenya adalah melalui Surat Keputusan Ketua atas b. Bila selain tersebut di atas, maka mekanismenya adalah melalui Surat Keputusan Ketua atas

persetujuan dan atas usulan koordinator Bidang. persetujuan dan atas usulan koordinator Bidang. BAB VI BAB VI

PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal 17 Pasal 17 Pe

Perurubabahahan n AnAnggggararan an RuRumamah h TaTangngga ga dadapapat t didilalaksksananakakan an ololeh eh MuMuktktamamar ar mimininimamal l 2 2 pepeririododee kepegawaian sejak ditetapkan.

kepegawaian sejak ditetapkan.

BAB VII BAB VII LAMBANG LAMBANG Pasal 18 Pasal 18 Lambang

Lambang KT KT DESA DESA “XXX”“XXX”

LAMBANG

LAMBANG

La

Lambmbanang g KaKararang ng TaTaruruna na memengnganandudung ng ununsusur-ur-unsnsur…ur………... . KeKeseselulururuhahan n lalambmbanang g tetersrsebebutut mengandung makna:

mengandung makna: (OPSIONAL) Lamb

(OPSIONAL) Lambang KT Dusun ang KT Dusun “XXX” dirum“XXX” dirumuskan kemudianuskan kemudian.. BAB VIII

(5)

PENUTUP PENUTUP Pasal 19 Pasal 19

1.

1.

Hal-hHal-hal al yayang ng belbelum um diadiatur tur daldalam am AnAnggaggaran ran RuRumah mah TaTanggngga a ini ini akakan an diadiatur tur tertersensendirdiri i dadalamlam per

peratuaturanran-pe-pertartaurauran n ataatau u keketententuatuan-kn-keteetentuntuan an LemLembabaga ga yanyang g tidtidak ak berbertententantangan gan dendengangan Anggaran R

Anggaran Rumah Tangga umah Tangga KT DESA KT DESA “XXX”.“XXX”.

2.

2.

Anggaran Rumah Tangga ini berlaAnggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak ditetapkan dalku sejak ditetapkan dalam Muktamar KT DESA am Muktamar KT DESA “XXX”.“XXX”. Ditetapkan Ditetapkan di di “XXX”“XXX” Pada tanggal ___________ 2010 Pada tanggal ___________ 2010 Muktamar Muktamar

Karang Taruna Desa “XXX” Karang Taruna Desa “XXX”

TATA TERTIB MUSYAWARAH ANGGOTA TATA TERTIB MUSYAWARAH ANGGOTA

KARANG

KARANG TARUNA TARUNA DESA DESA “XXX”“XXX” PERIODE 2010 – 201_

PERIODE 2010 – 201_ BAB I

BAB I KETENTUA

KETENTUAN N UMUMUMUM Pasal 1

Pasal 1

1.

1.

Musyawarah anggota Karang Taruna Desa Musyawarah anggota Karang Taruna Desa “XXX”Tahu“XXX”Tahun 2010 dalam tata tertib ini disebut sebagn 2010 dalam tata tertib ini disebut sebagaiai Mukt

Muktamaamar r KaraKarang Taruna Desa ng Taruna Desa “XXX” yan“XXX” yang merupakag merupakan musyawan musyawarah tertingrah tertinggi yang menjadgi yang menjadii penentu dan pemu

penentu dan pemutus terakhir dalam organitus terakhir dalam organisasi Karang Taruna Dsasi Karang Taruna Desa esa “XXX”“XXX”

2.

2.

MuktamaMuktamar r diaddiadakan sekali dalam akan sekali dalam 4 4 tahutahun n yanyang g berkeberkenaanaan n dengdengan an susususunan kepengurnan kepengurusan danusan dan berakhirnya masa jab

berakhirnya masa jabatan kepengurusan dalaatan kepengurusan dalam Karang Taruna Desa m Karang Taruna Desa “XXX”.“XXX”.

3.

3.

MuktamaMuktamar r dapadapat t diaddiadakan kembali tanpa akan kembali tanpa mempmemperhaerhatikatikan n poin poin no. no. 2 2 diatdiatas as dengdengan an perspersetujetujuanuan peng

pengurus Karanurus Karang Taruna Desa g Taruna Desa “XXX“XXX”, Dewan Penas”, Dewan Penasehatehat, Para Tokoh dan , Para Tokoh dan sesesesepuh jika didalapuh jika didalamm masa kepengurusan yang sedang berjalan dianggap tidak efektif menjalankan tugas dan fungsinya. masa kepengurusan yang sedang berjalan dianggap tidak efektif menjalankan tugas dan fungsinya.

BAB II BAB II

TUGAS DAN WEWENANG PESERTA SIDANG TUGAS DAN WEWENANG PESERTA SIDANG

Pasal 2 Pasal 2

  Tugas dan wewenang peserta sidang adalah Menilai laporan pertanggungjawaban pengurus Karang   Tugas dan wewenang peserta sidang adalah Menilai laporan pertanggungjawaban pengurus Karang   Taru

  Taruna Desa na Desa “XXX“XXX” periode 201_ – 201_. ( ” periode 201_ – 201_. ( opsioopsional : Memilinal : Memilih Ketua karah Ketua karang Taruna Pering Taruna Periode 2010-ode 2010-201_ ) 201_ ) BAB III BAB III PESERTA MUKTAMAR PESERTA MUKTAMAR Pasal 3 Pasal 3

1.

1.

Anggota Karang Taruna Anggota Karang Taruna Desa Desa “XXX”.“XXX”.

2.

2.

Dewan Penasehat, Para Tokoh, Kepala Dusun, Sesepuh dan para undangan yang secara resmi diDewan Penasehat, Para Tokoh, Kepala Dusun, Sesepuh dan para undangan yang secara resmi di undang oleh pe

undang oleh pengurus Karang Tangurus Karang Taruna Desa runa Desa “XXX”“XXX”

3.

3.

Pengurus dan anggota Karang Pengurus dan anggota Karang Taruna Desa Taruna Desa “XXX”“XXX”

BAB IV BAB IV

HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA

Pasal 4 Pasal 4

1.

1.

Peserta memiliki hak suara dan hak bicara, kecuali Kepala Desa dan Kepala Dusun yang hanyaPeserta memiliki hak suara dan hak bicara, kecuali Kepala Desa dan Kepala Dusun yang hanya memiliki hak bicara saja.

memiliki hak bicara saja.

2.

2.

Setiap peserta di dalam menyampaikan aspirasinya diatur oleh pimpinan sidangSetiap peserta di dalam menyampaikan aspirasinya diatur oleh pimpinan sidang

3.

3.

Dalam penyampaian usul, saran, kritik dan sebagainya hendaklah langsung pada pokok persoalan,Dalam penyampaian usul, saran, kritik dan sebagainya hendaklah langsung pada pokok persoalan, tidak disampaikan secara bertele-tele.

tidak disampaikan secara bertele-tele. 4.

4. Peserta sidaPeserta sidang dapat mengajukang dapat mengajukan pertanyaan, usul atn pertanyaan, usul atau pendapat baik seau pendapat baik secara lisan maucara lisan maupun secarapun secara tertulis atas persetujuan pimpinan sidang.

tertulis atas persetujuan pimpinan sidang. 5.

5. Peserta SidaPeserta Sidang wajib menng wajib menjaga kondusijaga kondusivitas Muktamavitas Muktamar agar berjalan r agar berjalan Lancar.Lancar. 6.

6. Setiap peserta mSetiap peserta musyawarah wajiusyawarah wajib mematuhi tata tertib mematuhi tata tertib dan ketentuan yang dib dan ketentuan yang ditetapkan oleh pantetapkan oleh panitia.itia. BAB V BAB V QUORUM QUORUM Pasal 5 Pasal 5

1.

1.

Musyawarah dianggap sah apabila dihMusyawarah dianggap sah apabila dihadiri oleh seluruh unsur pengurus Karang Tarunadiri oleh seluruh unsur pengurus Karang Taruna Desa a Desa “XXX”“XXX” dan/atau perwakilan dari setiap dusun.

dan/atau perwakilan dari setiap dusun.

2.

2.

Apabila butir A tidak terpenuhi maka Apabila butir A tidak terpenuhi maka penyelenggapenyelenggaraan musyawarah ditangguhkan 1 x raan musyawarah ditangguhkan 1 x 10 menit dan10 menit dan   jik

  jika a daladalam m tenggtenggang ang waktwaktu u terstersebut quorum ebut quorum tidatidak k terpeterpenuhinuhi, , maka atas maka atas perspersetujuetujuan an seluseluruhruh peserta yang hadir yang mewakili dari setiap dusun (sekurang-kurangnya 5 orang/dusun) maka peserta yang hadir yang mewakili dari setiap dusun (sekurang-kurangnya 5 orang/dusun) maka musyawara

musyawarah h tersebut dinyatakan sah.tersebut dinyatakan sah.

BAB VI BAB VI Ketua Sidang II Ketua Sidang II  ________________   ________________  Ketua Sidang I Ketua Sidang I  ________________   ________________ 

Ketua Sidang III Ketua Sidang III

 ________________   ________________ 

(6)

TATA CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN TATA CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pasal 6 Pasal 6 1.

1. Setiap keputSetiap keputusan diambil usan diambil secara musysecara musyawarah untuk meawarah untuk mencapai mufancapai mufakat.kat. 2.

2. ApaApabila musyabila musyawarah untuk mufakawarah untuk mufakat t tidatidak k dapdapat at dicadicapai, maka keputuspai, maka keputusan an diamdiambil dengan suarabil dengan suara terbanyak.

terbanyak.

Pasal 7 Pasal 7 1.

1. Keputusan berdaKeputusan berdasarkan suara terbanysarkan suara terbanyak adalah sah apaak adalah sah apabila, diambil dalabila, diambil dalam sidang yang memenum sidang yang memenuhihi quorum dan disetujui lebih dari

quorum dan disetujui lebih dari setengah peserta yang hadir.setengah peserta yang hadir.

2.

2.

Apabila Apabila daladalam m pengpengambiambilan lan kepukeputusatusan n berdberdasarasarkan kan suarsuara a terbaterbanyak nyak mengmenghasihasilkan lkan suarsuara a yangyang sama maka pemungutan suara diulang satu kali lagi.

sama maka pemungutan suara diulang satu kali lagi. 3.

3. ApaApabila hasil pemunbila hasil pemungutan suara yang diulagutan suara yang diulang tetap sama, maka keputusng tetap sama, maka keputusan dilakukan dilakukan untuk yangan untuk yang terakhir kali.

terakhir kali.

4.

4.

Apabila hasil pemungutan suara yang terakhir tetap sama, maka keputusan diambil oleh pimpinanApabila hasil pemungutan suara yang terakhir tetap sama, maka keputusan diambil oleh pimpinan sidang dengan sebelumnya bermusyawarah kepada dewan penasehat Para Tokoh, Kepala Dusun, sidang dengan sebelumnya bermusyawarah kepada dewan penasehat Para Tokoh, Kepala Dusun, dan Sesepuh.

dan Sesepuh.

BAB VII BAB VII

PROSES PEMILIHAN PENGURUS PROSES PEMILIHAN PENGURUS

KARANG

KARANG TARUNA TARUNA DESA DESA “XXX”“XXX” Pasal 8

Pasal 8

Proses pemilihan pengurus dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap

Proses pemilihan pengurus dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap pencalonan dan tahap pemilihan.pencalonan dan tahap pemilihan. BAB VIII

BAB VIII SYARAT BAKAL

SYARAT BAKAL CALON KETUA CALON KETUA KARANG TARUNA DESA KARANG TARUNA DESA “XXX”“XXX” Pasal 9

Pasal 9 Syarat – syarat baka

Syarat – syarat bakal calon ketua Karal calon ketua Karang Taruna Desa ng Taruna Desa “XXX” :“XXX” : 1.

1. Taqwa kepada TuhaTaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.n Yang Maha Esa.

2.

2.

Berdomisili di lBerdomisili di lingkungan ingkungan Desa Desa “XXX” “XXX” Kecamatan Kecamatan “XX1” “XX1” Kabupaten Kabupaten “XX2”.“XX2”. 3.

3. Usia telah mencapaUsia telah mencapai tahap remaja antara 15 s/d 45 Tahun.i tahap remaja antara 15 s/d 45 Tahun.

4.

4.

Pendidikan akhir minimal setingkat SMP Pendidikan akhir minimal setingkat SMP (opsional).(opsional).

5.

5.

MeMemimililiki ki kokomimitmtmen en ununtutuk k mememamajujukakan n reremamaja ja dadalalam m bibidadang ng kekeagagamamaaaan, n, sososisialal, , dadann kemasyarakatan.

kemasyarakatan.

6.

6.

Memiliki komitmen pada organisasMemiliki komitmen pada organisasi Karang Taruna Desa i Karang Taruna Desa “XXX”.“XXX”.

7.

7.

Memiliki sikap dan kepribadian yang mampu mempersatukan segenap remaja khususnya di DesaMemiliki sikap dan kepribadian yang mampu mempersatukan segenap remaja khususnya di Desa “X

“XXX” XX” serserta ta mamampu mpu berberkookoordirdinasnasi i dendengagan n orgorgananisaisasi si lalain in yayang ng berberadada a di di seksekitaitar r dadan n di di lualuarr lingkungan

lingkungan Desa Desa “XXX”.“XXX”. 8.

8. Memiliki tanggMemiliki tanggung jawab yang tinggi.ung jawab yang tinggi.

BAB IX BAB IX KETENTUAN PENUTUP KETENTUAN PENUTUP Pasal 10 Pasal 10 Segala ketentuan yang belum diatur dalam

Segala ketentuan yang belum diatur dalam tata tertib ini akan tata tertib ini akan diputuskan oleh musyawarah anggotadiputuskan oleh musyawarah anggota Karang Taruna Des

Karang Taruna Desa a “XXX” seja“XXX” sejalan dengan norma dalan dengan norma dan ketentuan yang berlakun ketentuan yang berlaku.. Pasal 11

Pasal 11  Tata tertib ini

 Tata tertib ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan Ditetapkan di di “XXX”“XXX” Pada tanggal ___________ 2010 Pada tanggal ___________ 2010 Muktamar Muktamar

Karang Taruna Desa “XXX” Karang Taruna Desa “XXX” Ketua Sidang II Ketua Sidang II  ________________   ________________  Ketua Sidang I Ketua Sidang I  ________________   ________________ 

Ketua Sidang III Ketua Sidang III

 ________________   ________________ 

(7)

TEKNIK PEMILIHAN

TEKNIK PEMILIHAN

KETUA

KETUA KARANG

KARANG TARUNA

TARUNA DESA

DESA “XXX”

“XXX”

1.

1.

Setia

Se

tiap

p an

angg

ggota

ota ber

berha

hak

k me

menca

ncalo

lonka

nkan

n dir

diri

i men

menja

jadi

di Bak

Bakal

al Cal

Calon

on Ke

Ketua

tua KT

KT Des

Desa

a

“XXX”.

“XXX”.

2.

2.

Pemilihan Ketua KT

Pemilihan Ketua KT Desa

Desa “XXX” minimal diikuti oleh

“XXX” minimal diikuti oleh dua bakal

dua bakal Calon.

Calon.

3.

3.

Masing-masing dusu

Masing-m

asing dusun berhak men

n berhak mengajukan bak

gajukan bakal calon KT Desa

al calon KT Desa “XXX” maksima

“XXX” maksimal 2

l 2

orang atau

orang atau mengajukan bakal calon

mengajukan bakal calon KT Desa

KT Desa “XXX” dari Dusun

“XXX” dari Dusun Lain.

Lain.

4.

4.

Setiap bakal calon Ketua KT D

Setiap bak

al calon Ketua KT Desa

esa “XXX” diwajib

“XXX” diwajibkan untuk men

kan untuk menyampaik

yampaikan visi &

an visi &

misi secara jelas dihadapan peserta Muktamar.

misi secara jelas dihadapan peserta Muktamar.

5.

5. Pemiliha

Pemilihan dilakukan s

n dilakukan secara votin

ecara voting.

g.

6.

6.

Bakal calo

Baka

l calon ketu

n ketua KT De

a KT Desa

sa “XXX

“XXX” dian

” diangga

ggap sah me

p sah menjad

njadi ketu

i ketua KT De

a KT Desa

sa “XXX

“XXX”

apabila memperoleh suara minimal 40 % + 1 dari jumlah pemilih.

apabila memperoleh suara minimal 40 % + 1 dari jumlah pemilih.

7.

7.

 Jumlah pemilih yang

 Jumlah pemilih yang mendap

mendapatkan hak

atkan hak memilih

memilih,

, ditetapk

ditetapkan dan

an dan dibatas

dibatasi

i maksima

maksimall

20 orang perdusun.

20 orang perdusun.

8.

(8)

Referensi

Dokumen terkait

Dari data diagram di atas dapat dinyatakan bahwa nilai dari aktivitas peserta didik pada siklus I mengalami peningkatan pada siklus II, yaitu yang awalnya memperoleh

 Arsitektur modern di Indonesia pada abad XIX ditandai dengan bangkitnya kembali gaya klasik, yang terlihat pada pembangunan gedung – gedung yang cenderung

The results of this study showed that there was a progress difference between pre-test and post- test for learners' vocabulary abilities, which reveals that learners‘

mengajukan keluarga sebagai kandidat), buruknya tata pemerintahan, termasuk kasus di Kabupaten Kaur Bengkulu pada 27 Juni 2005, aksi kekerasan terjadi ketika muncul kekecewaan

Lebih lanjut al-Attas mengatakan bahwa pengislaman konsep dasar adab sebagai suatu undangan perjamuan bersama seluruh konsep yang terkandung di dalamnya termasuk juga

Sehubungan dengan pelelangan yang dilakukan oleh POKJA I Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2017 untuk kegiatan :.. (Tiga Miliyar Sembilan

As we acquire more data, and seeing that frameworks for deployment of deep models to mobile platforms are beginning to mature[16], we will develop deep neural networks which

pihak yang telah menolong penulis dalam menyelesaikan skripsi