EKSPLORASI PELAPORAN “FINANCIAL AND
SUSTAINABILITY REPORTING” PADA WEBSITE
PERUSAHAAN GO PUBLIK DI INDONESIA
Oleh:Sasongko Budisusetyo dan Luciana Spica Almilia STIE Perbanas Surabaya
ABSTRACT
SustainAbility (1999) addressed the benefits (global reach, immediacy, ease of updating, transparency, linkability, and interactivity) of reporting social and environmental information on the website and thus the factors that affect decision of whether or not to use this communication medium. By placing information on the firm’s website, users can search, filter, retrieve, download, and even reconfigure such information at low cost in a timely fashion.
This study analyses the use of the internet to present sustainability reporting by companies listed in the Indonesian Stock Exchange. The content items divided into financial and sustainability reporting. The interesting finding is that the nature of internet disclosure varies considerably across the sample. The variations in the content of the websites suggest that firms had different reasons for establishing an Internet presence. Some website contains only product and service advertising. Most financial and sustainability reporting is confined to pdf, which looks exactly like the paper-based annual reports. Apart from the lower cost consideration, this may be because the firms would like to protect themselves from legal risk in the event of providing uncorrected financial data to the users. The other findings of this research show that not all companies have placed ‘sustainability’ as a separate item in their main navigation
P
ENDAHULUANDewasa ini penggunaan media internet untuk memberikan informasi berkembang pesat. Banyak perusahaan yang membangun dan mengembangkan website mereka untuk memberikan informasi kepada para pengguna informasi. Informasi perusahaan yang berikan melalui media website merupakan pengungkapan sukarela dan tidak diregulasi oleh badan tertentu pada beberapa negara berkembang, seperti juga di Indonesia.
Saat ini banyak perusahaan menggunakan website perusahaan untuk mengungkapan informasi keuangan dan bisnis mereka. Meskipun banyak perusahaan yang sudah menggunakan website sebagai sarana komunikasi, tetapi tidak berarti bahwa keberadaan website perusahaan ini memiliki kuantitas dan kualitas yang terstandarisasi antar perusahaan. Pengembangan pelaporan keuangan berbasis internet dewasa ini dianggap sebagai perkembangan praktik akuntansi pengungkapan yang ada meskipun perkembangan praktik ini tidak didasari dengan standarisasi pengungkapan informasi keuangan dengan media internet.
Dengan menempatkan informasi pada website perusahaan, pengguna informasi dapat mencari informasi apapun terkait perusahaan tanpa mengeluarkan biaya yang cukup tinggi. Pelaporan keuangan menggunakan internet tidak hanya dibatasi dengan menggunaan satistik dan grafik saja, tetapi meliputi hyperlinks, search engine, multimedia ataupun interactivy. Internet dapat digunakan untuk mengembangkan penyediaan informasi keuangan pada perusahaan sendiri dalam hal ketepatwaktuan penyediaan informasi bagi penguna informasi keuangan. Dengan media internet juga dapat menghilangkan keterbatasan karena perbedaan wilayah dan juga dapat meningkatkan frekuensi pelaporan informasi keuangan kepada public mengingat kebutuhan akan penyediaan informasi dengan cepat.
Penyajian pelaporan keuangan dengan menggunakan media internet (Internet Financial Reporting/IFR) merupakan pengungkapan sukarela, yang tentu saja berdampak pada adanya disparitas praktik IFR antar perusahaan. Beberapa perusahaan mengungkapkan hanya sebagian laporan keuangannya dengan pemanfaatan tingkat teknologi yang rendah, sedangkan perusahaan lain Teknologi internet berkembang sangat pesat, dengan internet kita bisa menaruh informasi apa saja didalamnya. Baik berupa teks, gambar maupun video. Akuntansi juga bias memanfaatkan internet. Baik sebagai system untuk transaksi atau pelaporan informasi keuangan. Internet Financial Reporting, atau pelaporan informasi keuangan melalui internet menjadi trend penting seiring dengan perkembangan teknologi internet. Perusahaan dapat menaruh informasi keuangannya melalui media internet dengan jangkauan audiens yang lebih luas dan mendunia, lebih cepat dan lebih murah. Laporan keuangan yang biasanya dicetak, melalui internet pengguna laporan keuangan bisa mendistribusikannya lebih cepat (aspek timeliness), akses lebih mudah. Artinya dengan media internet perusahaan mampu mengeksploitasi kegunaan teknologi ini untuk lebih membuka diri dengan menginformasikan laporan keuangannya (aspek disclosure).
Setiap tahun IRGlobalRanking.com mengevaluasi website perusahaan terkait dengan penyediaan informasi bagi investor dan mempublikasikan “The Investor Relation Global Ranking Awards”. Dengan menggunakan website, perusahaan dapat mengungkapkan informasi keuangan, bisnis dan keberlanjutan perusahaan. SustainAbility (1999) mengungkapan manfaat pelaporan keberlanjutan perusahaan (sustainability reporting) pada website perusahaan. Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini berusaha mengeksplorasi praktek
pelaporan keuangan dan sustainability pada website perusahaan yang go publik di Bursa Efek Indonesia.
L
ITERATURR
EVIEWPENGUNGKAPAN SUKARELA
Pengungkapan yang dilakukan oleh perusahaan melalui media website adalah merupakan kategori pengungkapan sukarela yang dilakukan oleh perusahaan. Beberapa teori dapat digunakan untuk menjelaskan pengungkapan sukarela yaitu teori keagenan, signaling theory dan analisa biaya – manfaat. Teori keagenan memberikan pemahaman dan analisa insentif pelaporan keuangan. Teori keagenan menyatakan bahwa dengan adanya asimetri informasi, manajer akan memilih seperangkat kebijakan untuk memaksimalkan kepentingan manajer sendiri. Beberapa penelitian menguji bagaimana masalah teori keagenan dapat dikurangi dengan meningkatkan pengungkapan. Ball (2006) menyatakan bahwa peningkatan transparansi dan pengungkapan akan memberikan kontribusi untuk menyelaraskan kepentingan manajer dan pemegang saham. Sehingga dapat disimpulkan, dalam teori keagenan, pengungkapan sukarela adalah merupakan mekanisme untuk mengendalikan kinerja manajer dan mengurang terjadinya asimetri informasi dan memonitor biaya keagenan.
Signalling theory dapat digunakan untuk memprediksi kualitas pengungkapan perusahaan, yaitu dengan penggunaan internet sebagai media pengungkapan perusahaan dapat meningkatkan kualitas pengungkapan. Gray dan Roberts (1989) menguji persepsi biaya dan manfaat dari pengungkapan sukarela. Gray dan Roberts (1989) menunjukkan terdapat 5 manfaat dan 2 biaya dari pengungkapan sukarela yang dilakukan perusahaan multinasional di Inggris. Lima manfaat pengungkapan sukarela meliputi: (1) memperbaiki reputasi perusahaan,
(2) menyajikan informasi yang dapat menghasilkan keputusan investasi yang lebih baik bagi investor, (3) memperbaiki akuntabilitas, (4) memperbaiki prediksi risiko yang dilakukan oleh investor, dan (5) menyajikan kewajaran harga saham yang lebih baik. Sedangkan biaya dari pengungkapan sukarela meliputi: (1) biaya competitive disadvantage, dan (2) biaya untuk mengumpulkan dan memproses data.
INTERNET FINANCIAL AND SUSTAINABILITY REPORTING
Semenjak tahun 1995, terdapat perkembangan penelitian empiris terkait dengan Internet Financial Reporting (IFR) yang merefleksikan perkembangan bentuk pengungkapan informasi perusahaan. Beberapa penelitian menguji faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan pengungkapan dalam website perusahaan, seperti penelitian yang dilakukan oleh Pirchegger dan Wagenhofer (1999) dan Sasongko dan Luciana (2008a). Beberapa penelitian menguji sifat dan perluasan pelaporan keuangan pada website perusahaan sebagai instrument yang menghubungan dengan stakeholder.
Cheng, Lawrence dan Coy (2000) mengembangan indeks untuk mengukur kualitas pengungkapan IFR pada 40 perusahaan besar di New Zaeland. Hasil penelitian Cheng, Lawrence dan Coy (2000) menunjukkan bahwa 32 (80%) perusahaan memiliki website dan 70% dari sampel menyajikan informasi keuangan pada website perusahaan. Dan dari 32 perusahaan yang memiliki website menunjukkan bahwa hanya 8 (25%) perusahaan yang memiliki nilai diatas 50%.
Penelitian terkait dengan internet financial reporting di Indonesial dilakukan oleh Sasongko dan Luciana (2008a), yang menguji kualitas pengungkapan informasi pada website
industri perbankan yang go public di BEI. Dengan menggunakan indeks yang dikembangkan oleh Cheng, Lawrence dan Coy (2000) dan sampel 19 industri perbankan, Sasongko dan Luciana (2008a) memberikan bukti bahwa adanya keberagaman pengungkapan informasi pada website industri perbankan di Indonesia. Temuan lain dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak banyak website industri perbankan yang mengoptimalkan pemanfaatan teknologi internet yang sebagai sarana pengungkapan informasi perusahaan, dan hanya menampilkan informasi tentang produk-produk perbankan saja. Sedangkan penelitian terkait dengan sustainability reporting pada website perusahaan dilakukan oleh Sasongko dan Luciana (2008b), dan memberikan bukti bahwa dari 54 sampel hanya 10 sampel saja yang menyajikan sustainability reporting pada menu utama website, dan rendahnya kuantitas dan kualitas informasi yang disampaikan perusahaan terkait dengan informasi keberlanjutan perusahaan (sustainability reporting).
Penelitian lain yang dilakukan oleh Luciana dan Sasongko (2008), menguji kualitas pengungkapan informasi pada website 19 industri perbankan dan 35 perusahaan yang masuk dalam kategori LQ-45. Penelitian ini memberikan bukti bahwa industri perbankan memiliki kualitas pengungkapan informasi pada website untuk komponen technology dan user support lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang masuk kategori LQ-45.
M
ETODAP
ENELITIANTujuan penelitian ini adalah mengukur kualitas Internet Financial and Sustainability Reporting pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Indeks Internet Financial Reporting menggunakan indeks pengungkapan yang dikembangkan oleh of Cheng et al. (2000) dan Lymer et al. (1999).
Indeks yang dikembangkan oleh Cheng et al. (2000) terdiri dari 4 komponen, dan empat kompenen masing-masing diberi bobot sebagai berikut Isi/content sebesar 40%, ketepatwaktuan/timeliness sebesar 20%, Pemanfaat teknologi (20%) dan dukungan pengguna/user support sebesar (20%).
Adapun penjelasan untuk masing-masing komponen adalah sebagai berikut:
1. Isi/Content, dalam kategori ini meliputi komponen informasi keuangan seperti laporan neraca, rugi laba, arus kas, perubahan posisi keuangan serta laporan keberlanjutan perusahaan. Informasi keuangan yang diungkapkan dalam bentuk html memiliki skor yang tinggi dibandingkan dalam format pdf, karena informasi dalam bentuk html lebih memudahkan pengguna informasi untuk mengakses informasi keuangan tersebut menjadi lebih cepat. Indeks dari komponen isi/content dapat dilihat pada lampiran 1. 2. Ketepatwaktuan, ketika website perusahaan dapat menyajikan informasi yang tepat
waktu, maka semakin tinggi indeksnya. Indeks dari komponen ketepatwaktuan dapat dilihat pada lampiran 2.
3. Pemanfaatan Teknologi, komponen ini terkait dengan pemanfaatan teknologi yang tidak dapat disediakan oleh media laporan cetak serta penggunaan media teknologi multimedia, analysis tools (contohnya, Excel’s Pivot Table), fitur-fitur lanjutan (seperti
implementasi “Intelligent Agent” atau XBRL). Indeks dari pemanfaatan teknologi dapat dilihat pada lampiran 3.
4. User Support, indeks website perusahaan semakin tinggi jika perusahaan mengimplementasikan secara optimal semua sarana dalam website perusahaan seperti: media pencarian dan navigasi/search and navigation tools (sperti FAQ, links to homepage, site map, site search). Indeks dari komponen dukungan pengguna/user support dapat dilihat pada lampiran 4.
Sedangkan untuk indeks laporan keberlanjutan perusahaan, digunakan item-item yang diterbitkan dalam www.junglerating.com tahun 2005 yang terdiri dari 21 item yang dapat dilihat dalam lampiran 5.
H
ASILP
ENELITIANBerdasarkan hasil observasi terhadap website perusahaan menunjukkan bahwa dari 343 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta terdapat 132 perusahaan yang tidak memiliki alamat website dan 211 perusahaan memiliki alamat website. Dari 211 perusahaan, dipilih secara random perusahaan yang akan dinilai kualitas websitenya dalam menyajikan laporan keuangan dan keberlanjutan perusahaan. Namun dari 211 alamat website perusahaan ini terdapat beberapa alamat website yang masih dalam perbaikan sehingga tidak dapat
diobservasi. Sampel akhir dari penelitian ini adalah sebanyak 92 perusahaan yang memiliki website. Deskripsi indeks pengungkapan dapat dilihat pada table 1.
Tabel 1.
Indeks Pengungkapan Media Internet
Nilai Sampel 100 - 90 – 99 - 80 – 89 - 70 – 79 - 60 – 69 3 3% 50 – 59 11 12% 40 – 49 23 25% 30 – 39 23 25% 20 – 29 12 13% 10 – 19 9 10% 0 – 9 11 12% Total 92 100%
Periode Observasi website perusahaan dimulai pada periode November 2007 sampai dengan Juli 2008. Perusahaan dengan nilai tertinggi indeks pengungkapan dengan media internet adalah Bank Kesawan, Tbk dan AKR Corporindo, Tbk. Dengan nilai 64.50%. Sedangkan perusahaan dengan nilai terendah indeks pengungkapan dengan media internet adalah Argha Karya Prima Industry, Tbk dan Alumindo Light Metal Industry, Tbk dengan nilai 5%. Dari 92 perusahaan sampel hanya 14 perusahaan atau 15% yang memiliki indeks diatas 50%.
Isi (Content)
Beberapa perusahaan tidak menampilkan laporan keuangan mereka dalam website tetapi beberapa perusahaan menampilkan secara lengkap laporan keuangan baik laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan kuartalan. Dari 92 sampel penelitian terdapat 18 perusahaan atau 20% tidak menyajikan baik laporan keuangan tahunan dan laporan kuartalan. Tabel 2
nampak bahwa tidak ada perusahaan yang memiliki indeks pengungkapan komponen isi diatas 41%.
Tabel 2.
Nilai Pengungkapan Komponen Isi Sampel Nilai Jumlah % 41 - 50 - 31 – 40 12 13% 21 – 30 34 37% 11 – 20 27 29% 0 – 10 19 21% Total 92 100%
Perusahaan dengan nilai tertinggi untuk pengungkapan komponen isi adalah AKR Corporindo, Tbk. dengan nilai 38%. Sedangkan perusahaan dengan nilai terendah untuk pengungkapan komponen isi adalah Argha Karya Prima Industry, Tbk dan Alumindo Light Metal Industry, Tbk dengan nilai 2%.
Ketepatwaktuan (Timeliness)
Indeks komponen ketepatwaktuan disajikan pada table 3 menunjukkan bahwa hanya 71% dari sampel penelitian yang menyajikan press release dan hanya 42% dari sampel penelitian yang menginformasikan harga saham perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa penyajian informasi yang ada pada website perusahaan tidak begitu informatif bagi pengguna informasi khususnya bagi investor.
Tabel 3.
Pengungkapan Informasi Komponen Ketepatwaktuan Sampel Timeliness
Jumlah %
Press releases 65 71%
Unaudited Latest Quarterly Results 50 54%
Stock Quote 39 42% Vision Statement Existence 46 50% Disclaimer 2 2% Charts 4 4% Pemanfaatan Tehnologi
Berdasarkan table 4 dapat kita lihat, bahwa meskipun perusahaan mengungkapkan informasi melalui media website, nampak bahwa perusahaan tidak mengoptimalkan untuk memanfaatkan penggunakan teknologi dalam media website, padahal perusahaan dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam menyajikan informasi melalui media website.
Table 4.
Komponen Pemanfaatan Tehnologi
Pemanfaatan Tehnologi Sampel
Download plug-in on spot 0 0%
Online feedback 15 16% Presentation slides 6 7% Multimedia technology 7 8% Analysis tools 1 1% Advanced features (XBRL) 0 0% User Support
Dari tabel 5, nampak bahwa perusahaan tidak memanfaatkan secara optimal fitur-fitur tertentu yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk memudahkan pengguna informasi mengakses informasi perusahaan melalui media website. Fitur yang banyak digunakan oleh perusahaan untuk memudahkan pengguna informasi adalah adanya link ke halaman utama
Tabel 5.
Komponen User Support
Technology No. of companies (%)
Help & FAQ 17 21%
Link to Home Page 87 95%
Link to Top 16 17%
Site Map 44 48%
Site Search 54 59%
Pelaporan Keberlanjutan Perusahaan (Sustainability Reporting) pada Website Perusahaan
Hasil Pengungkapan laporan keberlanjutan perusahaan dapat dilihat pada lampiran 5. Dari data pada lampiran 5 menunjukkan bahwa terdapat 11 perusahaan yang menyajikan 14 item pengungkapan laporan keberlanjutan perusahaan, yang merupakan jumlah item terbanyak yang ditampilkan oleh perusahaan. Sedangkan item yang paling banyak diungkapkan oleh perusahaan adalah item geografi penjualan yaitu sebanyak 72 perusahaan mengungkapkan item geografi penjualan. Sedangkan item yang tidak pernah disajikan oleh sampel perusahaan adalah item:
1. Tanya jawab terkait dengan laporan keberlanjutan perusahaan 2. Contact person untuk laporan keberlanjutan perusahaan 3. Saran dari pengguna ditampilkan
4. Info ttg info terbaru dengan mengirimkan e-mail
5. Kasus terhadap penanganan social, lingkungan dan ekonomi
Temuan yang menarik terkaitan pelaporan keberlanjutan perusahaan adalah: Pertama, terdapat 5 perusahaan yang tidak menyajikan 21 item laporan keberlanjutan perusahaan.
Kedua, hanya 1 perusahaan yang menggunakan jasa pihak ekternal untuk menjamin laporan keberlanjutan perusahaan, yaitu Unilever, Tbk.
K
ESIMPULAN,
K
ETERBATASAN DANI
MPLIKASIP
ENELITIANDari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan belum memanfaatkan secara optimal pengungkapan informasi perusahaan melalui website, baik untuk informasi keuangan dan keberlanjutan perusahaan. Temuan lain dalam penelitian ini adalah banyak perusahaan yang tidak dapat memberikan informasi bagi investor, kebanyakan informasi yang disajikan dalam website perusahaan adalah tentang produk atau jasa yang dihasilkan serta banyak sekali perusahaan yang tidak mengupdate informasi-informasi yang disajikan.
Keterbatasan penelitian, terbatasnya sampel penelitian dan pendeknya periode observasi website perusahaan. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengurangi keterbatasan penelitian yang telah dilakukan.
Implikasi dari penelitian ini adalah karena belum banyak perusahaan memanfaatkan secara optimal pengungkapan informasi perusahaan melalui website, karena belum ada badan pembuat standar yang mengatur informasi apa saya yang harus diungkapkan pada website perusahaan. Sehingga diperlukan adanya standar yang mengatur item-item yang harus diungkapkan dalam website perusahaan yang go publik, dikarena pengungkapan dalam website perusahaan akan memudahkan pengguna informasi keuangan dan keberlanjutan perusahaan untuk mengakses informasi tersebut dimana saja dan kapan saja.
REFERENSI
Ball, R. 2006. International Financial Reporting Standards (IFRS): Pros and Cons for
Investors. Accounting and Business Research. Vol 36. International Accounting Policy Forum. pp. 5 – 27.
Cheng, A. Lawrence, S dan Coy, D. 2000. Measuring the Quality of Corporate Financial Websites: A New Zealand Study. Paper presented at the 12th Asian-Pacific Conference on International Accounting Issues – Beijing.
Gray, S., J., dan Roberts, C. B,. 1989. Voluntary Information disclosure and the British Multinatinals: Corporate Perceptions of Costs and Benefits. International Pressures of Accounting Changes. Hemel Hempstead: Prentice Hall, pp. 116
Ismail, Tariq H. 2002. An Empirical Investigation of Factors Influencing Voluntary Disclosure of Financial Information on the Internet in the GCG countries. Available at
http:www.ssrn.com.
Luciana Spica Almilia dan Sasongko Budi. 2008. Corporate Internet Reporting of Banking Industry and LQ45 Firms: An Indonesia Example. Proceeding The 1st Parahyangan International Accounting & Business Conference 2008 - Universitas Parahyangan Bandung - Indonesia. Available at: www.ssrn.com
Oyelere, Peter, Fawzi Laswad dan Richard Fisher. 2003. Determinants of Internet Financial Reporting by New Zealand Companies. Journal of International Financial Management and Accounting. 14: 1. pp. 26-63.
Pirchegger, B. dan A. Wagenhofer.1999. Financial Information on the Internet: Survey of the Homepages of Austrian Companies. The European Accounting Review. 9:2 pp. 383 – 395.
Sasongko Budisusetyo dan Luciana Spica Almilia. 2008a. The Practice of Financial
Disclosure on Corporate Website: Case Study in Indonesia. Proceeding International Conference on Business and Management - Universiti Brunai Darussalam (Brunai Darussalam). Available at: www.ssrn.com
__________ . 2008b. Exploring Financial and sustainability Reporting on the Web in Indonesia. Proceeding 16th Annual Conference on Pacific Basin Finance, Economic, Accounting and Management - Queensland University of Technology (QUT) Brisbane Australia. Available at: www.ssrn.com
SustainAbility, 1999, The Internet Reporting Report, London, SustainAblilty,
Zarzeski, M. T. 1996. Spontaneous Harmonization Effect of Culture and Market Forces on Accounting Disclosure Practices. Accounting Horizon. Vol. 10. No. 1. pp. 18 – 37.
Lampiran 1.
Indeks Isi/Content dari Instrumen Pengungkapan di Internet
Index Items Explanations Score Multiplier Max
1. Component of Financial Information 1.1. Statement of Financial Position
Pdf 1 = Yes, 0 = No 1 1 1
HTML 1 = Yes, 0 = No 1 2 2
1.2. Statement of Financial Performance
Pdf 1 = Yes, 0 = No 1 1 1
HTML 1 = Yes, 0 = No 1 2 2
1.3. Statement of Cash Flows
Pdf 1 = Yes, 0 = No 1 1 1
HTML 1 = Yes, 0 = No 1 2 2
1.4. Statement of Movement in Equity
Pdf 1 = Yes, 0 = No 1 1 1
HTML 1 = Yes, 0 = No 1 2 2
1.5. Notes to the Financial Statement
Pdf 1 = Yes, 0 = No 1 1 1
HTML 1 = Yes, 0 = No 1 2 2
1.6. Disclosures of Quarterly Results
Pdf 1 = Yes, 0 = No 1 1 1
HTML 1 = Yes, 0 = No 1 2 2
1.7. Financial Highlight/Year-in-Review
Pdf 1 = Yes, 0 = No 1 1 1
HTML 1 = Yes, 0 = No 1 2 2
Growth rate, ratios, charts 1 = Yes, 0 = No 1 2 2 1.8. Chairman’s Report Pdf 1 = Yes, 0 = No 1 1 1 HTML 1 = Yes, 0 = No 1 2 2 1.9. Auditors’ Report Pdf 1 = Yes, 0 = No 1 1 1 HTML 1 = Yes, 0 = No 1 2 2
1.10. Stakeholder Information Pdf 1 = Yes, 0 = No 1 1 1 HTML 1 = Yes, 0 = No 1 2 2 1.11. Corporate Information Pdf 1 = Yes, 0 = No 1 1 1 HTML 1 = Yes, 0 = No 1 2 2 1.12. Social Responsibility Pdf 1 = Yes, 0 = No 1 1 1 HTML 1 = Yes, 0 = No 1 2 2
2. Number of years/quarters Shown
Annual Report No. of years 1 0.5 2
Quarterly Report No. of quarters 1 0.5 2
3. Past Information (HTML Only)
Annual Report 1 = yes, 0 = no 1 1 1
Quarterly Report 1 = yes, 0 = no 1 1 1
Graph of Share Price 1 = yes, 0 = no 1 2 2
4. Language
English 1 = yes, 0 = no 1 2 2
Other than English or Indonesia
1 = yes, 0 = no 1 1 1
5. Address (HTML only)
Lampiran 2.
Indeks Ketepatwaktuan dari Instrumen Pengungkapan di Internet
Index Items Explanations Score Multiplier Max 1. Press Releases
Existence 1 = Yes, 0 = No 1 2 2
Number of days since last updated news
See note 1 1 1 3 Note 1: Press
Release
2. Unaudited Latest Quarterly Result (3 = updated on the date of investigation)
Existence 1 = Yes, 0 = No 1 2 2 2 = 1 week or
less before the date of
investigation With proper
disclaimer
1 = Yes, 0 = No 1 1 1 1 = 2 weeks or
less before the date of
investigation 3. Stock Quote (0 = news is updated more than 2 weeks ago)
Existence 1 = Yes, 0 = No 1 2 2
Updated in how many hours
See note 2 1 1 3 Note 2: Stock
Quote 4. Vision Statement/Forward Looking Statement (3 = updated every hour or less)
Existence 1 = Yes, 0 = No 1 2 2 2 = update
every day or less
Proper disclaimer 1 = Yes, 0 = No 1 1 1 1 = updated
every week or less Charts of future profit forecasts/trends 1 = Yes, 0 = No 1 1 1 0 = updated every week or less
Lampiran 3.
Indeks Pemanfaatan Tehnologi dari Instrumen Pengungkapan di Internet Index Items Explanations Score Multiplier Max Download Plug-in
On Spot
1 = Yes, 0 = No 1 2 2
Online Feedback 1 = Yes, 0 = No 1 2 2
Use of Presentation Slides 1 = Yes, 0 = No 1 2 2 Use of Multimedia Technology 1 = Yes, 0 = No 1 3 3
Analysis Tools 1 = Yes, 0 = No 1 4 4
Advance Features (XBRL)
Lampiran 4.
Indeks User Support dari Instrumen Pengungkapan di Internet
Index Items Explanations Score Multiplier Max
Help and Frequently Asked Questions 1 = Yes, 0 = No 1 2 2 Link to Home Page 1 = Yes, 0 = No 1 1 1
Link to Top 1 = Yes, 0 = No 1 1 1
Site Map 1 = Yes, 0 = No 1 2 2
Site Search 1 = Yes, 0 = No 1 2 2 Note 3: Number
of Clicks to get to financial Info Number of Clicks
to get to Financial Info
See note 3 1 1 3 3 = 1 clicks
Consistency of Web Page Design
0 = poor, 1 = fair, 2 = good
Lampiran 5.
Hasil Indeks Pelaporan Keberlanjutan Perusahaan (Sustainability Reporting) Sampel
No. Komponen Penilaian
Jumlah % 1. The companies have placed ‘sustainability’ as a separate
item in their main navigation 12 13
2. A sustainability-related FAQ on websites and a
sustainability-related glossary on websites 0 0
3. The companies inform their visitors on specific contact
persons for sustainability. 0 0
4. The companies do invite visitors pro-actively to get in touch
with the company 0 0
5. The companies provide photos regarding one of the three
sustainability pillars on their website 12 13
6. The companies offer presentations given by executives,
which reflect the company’s vision on sustainability 24 26 7. On website the visitor can choose between at least two
languages 23 25
8. The companies provide the option to personalize the
corporate newsletter for sustainability related news 0 0 9. The companies do inform on their executives, although the
extensiveness of the bios differs 45 49
10. The corporate websites we did not find clear and concise information about the companies’ locations by means of for example a location finder
57 62
11. The companies have press releases about sustainability on
their website (either social, environmental or economic) 14 15 12. The websites case studies on social issues are available,
present environmental case studies and present case studies from an economic point of view
0 0
13. Nearly every company provides either a sustainability report
or both a social and an environmental report 18 20
14. All companies provide an external assurance statement
within their online sustainability section 1 1
15. The companies quantitatively inform on the geographical
dispersion of their workforce 1 1
16. Provides quantitative information on injuries, accidents
and/or lost-day due to sickness 1 1
17. The companies explain to some extent the role and nature of the various materials they use in their production processes. All companies do provide quantitative information on the materials used as well
18. The companies provide a clear overview of their
geographical breakdown of sales 72 78
19. All companies inform about their donations to society 21 23
20. A code of conduct is available on websites 3 3
21. The companies, communicate on last years sustainability