• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BATAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BATAM"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU

-

PERKEMBANGAN

INDEKS

HARGA

KONSUMEN/INFLASI

KOTA

BATAM

A. BULAN APRIL 2009 DEFLASI 0,61 PERSEN

Pada Bulan April 2009 di Kota Batam terjadi deflasi sebesar 0,61 persen. Dari 16 kota IHK di Sumatera tercatat semuanya mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Jambi sebesar 1,27 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 0,03 persen.

Deflasi di Kota Batam terjadi karena adanya penurunan harga komoditi kebutuhan masyarakat yang ditunjukkan oleh turunnya indeks harga dua kelompok barang dan jasa yang menyusun IHK Kota Batam, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 2,48 persen dan kelompok sandang sebesar 3,02 persen. Sebaliknya kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar; kelompok kesehatan dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami kenaikan indeks, masing-masing sebesar 1,05 persen; 0,04 persen; 0,17 persen dan 0,01 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga indeksnya stabil dibanding dengan keadaan pada bulan sebelumnya.

Laju inflasi tahun kalender (Januari - April) 2009 di Kota Batam sebesar 0,03 persen dan laju inflasi 'year on year' Tahun 2009 (April 2009 dibanding dengan April 2008) di Kota Batam sebesar 5,34 persen.

Gambar 1: Perkembangan Inflasi Kota Batam Bulan April 2008 s.d April 2009

-1 -0,5 0 0,5 1 1,5 2 2,5

Apr'08 Mei'08 Jun'08 Jul'08 Ags'08 Sep'08 Okt'08 Nop'08 Des'08 Jan'09 Peb'09 Mar'09 Apr'09

(2)

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam pada bulan ini mengalami penurunan dari 111,06 pada bulan Maret 2009 menjadi 110,38 atau terjadi deflasi sebesar 0,61 persen. Deflasi pada bulan ini dipicu oleh turunnya harga/tarif 36 jenis barang dan jasa kebutuhan masyarakat, antara lain : emas perhiasan, ikan selar, kacang panjang, kangkung, sawi hijau, cabe merah, bayam, daging ayam ras, ketimun, ikan tongkol, cabe rawit, daging sapi, udang basah dan ikan kembung/gembung. Turunnya harga 36 jenis kebutuhan masyarakat Kota Batam pada bulan ini sedikit dinetralisir dengan naiknya harga 49 komoditi kebutuhan masyarakat, antara lain : buah jeruk, rokok kretek filter, minyak goreng, telur ayam ras, ayam goreng, kelapa, wortel, rokok kretek, rokok putih, gula pasir, bahan bakar rumah tangga, air kemasan, buah anggur dan teh.

Tabel 1: Inflasi 16 Kota IHK di Sumatera (%) April Januari-April Kota 2008 2009 2008 2009 Inflasi Tahun ke Tahun *) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Banda Aceh 2. Lhokseumawe 3. Sibolga 4. Pematang Siantar 5. Medan 6. Padang Sidempuan 7. Padang 8. Pekanbaru 9. Dumai 10. Jambi 11. Palembang 12. Bengkulu 13. Bandar Lampung 14. Pangkal Pinang 15. Batam 16. Tanjung Pinang -1,02 -0,92 -0,91 -0,02 0,66 1,56 -0,16 -0,49 0,55 0,44 0,44 -0,43 -0,36 0,56 0,32 0,89 -0,47 -0,03 -0,47 -0,15 -0,43 -1,24 -0,76 -0,54 -0,75 -1,27 -0,28 -0,74 -1,26 -0,89 -0,61 -0,74 2,37 2,35 2,66 2,82 3,80 5,12 3,06 1,88 3,57 2,92 3,37 2,74 3,32 6,11 2,92 2,70 -0,12 -0,58 -0,99 -0,35 -1,27 -1,26 -0,72 -0,06 -1,48 -1,01 -0,34 -0,65 -0,35 -1,66 0,03 -0,43 7,59 10,52 8,36 6,75 5,23 5,51 8,56 6,94 8,73 7,31 7,17 9,69 10,75 9,73 5,34 8,49

Ket : *) April 2009 terhadap April 2008

Laju inflasi tahun kalender (Januari-April) 2009 di Kota Batam tercatat sebesar 0,03 persen, jauh lebih rendah dibanding laju inflasi periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,92 persen. Sedangkan laju inflasi “year on year” (April 2009 terhadap April

(3)

2008) di Kota Batam tercatat sebesar 5,34 persen, juga lebih rendah dibanding tingkat inflasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sebesar 5,49 persen,

Dari 16 kota IHK di Sumatera tercatat semuanya mengalami deflasi pada bulan ini dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Jambi sebesar 1,27 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 0,03 persen. Selanjutnya bila dilihat dari 66 kota IHK di Indonesia tercatat 16 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Palopo sebesar 0,99 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Palangkaraya sebesar 0,06 persen. Sebaliknya 50 kota IHK lainnya mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 1,32 persen dan deflasi terendah di Kota Surakarta sebesar 0,02 persen.

Tabel 2: IHK, Inflasi dan Andil Inflasi Kota Batam Menurut Kelompok Pengeluaran

Bulan April 2009 Kelompok Pengeluaran Indeks April 2009 Inflasi April 2009 Andil Inflasi [1] [2] [3] [4] U m u m 1. Bahan Makanan

2. Makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 3. Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 4. Sandang

5. Kesehatan

6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 7. Transpor, komunikasi dan jasa keuangan

110,38 116,72 112,14 110,28 124,08 108,87 107,19 99,54 -0,61 -2,48 1,05 0,04 -3,02 0,17 0,00 0,01 -0,61 -0,58 0,17 0,01 -0,22 0,01 0,00 0,00

Perkembangan IHK Menurut Kelompok Pengeluaran

Dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam Bulan April 2009, tercatat dua kelompok mengalami penurunan indeks harga yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 2,48 persen dan kelompok sandang sebesar 3,02 persen. Sebaliknya kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar; kelompok kesehatan dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan justru mengalami kenaikan indeks, masing-masing sebesar 1,05 persen; 0,04 persen; 0,17 persen dan 0,01 persen. Sedangkan

(4)

kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga stabil dibanding dengan keadaan pada bulan Maret 2009.

1. Bahan Makanan

Indeks harga kelompok bahan makanan pada bulan ini mengalami penurunan sebesar 2,48 persen atau turun dari 119,69 pada bulan Maret 2009 menjadi 116,72. Dengan turunnya indeks sebesar 2,48 persen pada bulan ini berarti kelompok bahan makanan memberikan andil sebesar 0,58 persen terhadap pembentukan deflasi Kota Batam.

Dari sebelas subkelompok yang menyusun kelompok bahan makanan tercatat lima subkelompok diantaranya mengalami penurunan indeks, yaitu subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya sebesar 0,22 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 1,81 persen; subkelompok ikan segar sebesar 6,99 persen; subkelompok sayur-sayuran sebesar 13,87 persen dan subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 4,40 persen. Sebaliknya lima subkelompok lainnya mengalami kenaikan indeks, yaitu: subkelompok ikan diawetkan sebesar 1,29 persen; subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya sebesar 0,58 persen; subkelompok buah-buahan sebesar 3,52 persen; subkelompok lemak dan minyak sebesar 4,17 persen dan subkelompok bahan makanan lainnya sebesar 0,37 persen. Sedangkan subkelompok kacang-kacangan pada bulan ini indeksnya stabil dibanding keadaan pada bulan Maret 2009.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Indeks harga kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 1,05 persen atau naik dari 110,98 pada bulan Maret 2009 menjadi 112,14. Naiknya indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau disebabkan ketiga subkelompok yang menyusun kelompok ini mengalami kenaikan indeks, yaitu subkelompok makanan jadi sebesar 0,43 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,91 persen dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 2,69 persen.

(5)

Dengan inflasi sebesar 1,05 persen pada bulan ini berarti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memberikan andil negatif terhadap pembentukan deflasi Kota Batam, yaitu sebesar -0,17 persen.

3. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Pada bulan ini tercatat tiga dari empat subkelompok yang menyusun kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami kenaikan indeks, yaitu subkelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 0,16 persen; subkelompok perlengkapan rumahtangga sebesar 0,18 persen dan subkelompok penyelenggaraan rumahtangga sebesar 0,09 persen. Sebaliknya subkelompok biaya tempat tinggal mengalami penurunan indeks sebesar 0,04 persen dibanding dengan keadaan pada bulan Maret 2009. Dengan perubahan indeks harga subkelompok di atas mengakibatkan indeks harga kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 110,24 pada bulan sebelumnya menjadi 110,28 pada bulan April 2009.

Dengan inflasi sebesar 0,04 persen pada bulan ini berarti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil negatif terhadap pembentukan deflasi Batam, yaitu sebesar -0,01 persen.

4. Kelompok Sandang

Pada bulan ini tercatat subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya mengalami penurunan indeks sebesar 8,59 persen. Sedangkan indeks subkelompok sandang laki-laki; subkelompok sandang wanita dan subkelompok sandang anak-anak tercatat stabil dibanding keadaan bulan Maret 2009. Dengan turunnya indeks harga subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya serta stabilnya indeks tiga subkelompok lainnya mengakibatkan indeks harga kelompok sandang pada bulan ini mengalami penurunan sebesar 3,02 persen atau turun dari 127,95 menjadi 124,08.

Dengan penurunan indeks sebesar 3,02 persen pada bulan ini, berarti kelompok sandang memberikan andil sebesar 0,22 persen terhadap pembentukan deflasi Batam.

(6)

5. Kelompok Kesehatan

Pada bulan ini tercatat subkelompok obat-obatan dan subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika mengalami kenaikan indeks, masing-masing sebesar 0,14 persen dan 0,35 persen. Sedangkan indeks subkelompok jasa kesehatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani tercatat stabil dibanding keadaan pada bulan Maret 2009. Dengan perubahan indeks harga subkelompok di atas mengakibatkan indeks harga kelompok kesehatan mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen atau naik dari 108,69 menjadi 108,87.

Dengan kenaikan indeks sebesar 0,17 persen berarti kelompok kesehatan pada bulan ini memerikan andil negatif terhadap pembentukan inflasi Batam, yaitu sebesar -0,01 persen.

6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Indeks harga kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada bulan ini tercatat stabil dibanding dengan indeks pada bulan Maret 2009.

7. Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Indeks harga kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 0,01 persen atau naik dari 99,53 menjadi 99,54. Kenaikan indeks pada kelompok ini disebabkan oleh naiknya indeks subkelompok transpor sebesar 0,01 persen. Sedangkan subkelompok lainnya, yaitu : subkelompok komunikasi dan pengiriman; subkelompok sarana dan penunjang transpor dan subkelompok jasa keuangan pada bulan ini tidak mengalami perubahan indeks dibanding bulan Maret 2009.

Dengan kenaikan indeks sebesar 0,01 persen berarti kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan memberikan andil negatif terhadap pembentukan deflasi Kota Batam, namun sangat kecil (0,002 persen).

(7)

Tabel 3: Indeks Harga Konsumen dan Inflasi 66 Kota di Indonesia Bulan April 2009 (Tahun 2007 = 100)

Kota IHK Inflasi

(1) (2) (3) 1. Banda Aceh 2. Lhokseumawe 3. Sibolga 4. Pematang Siantar 5. Medan 6. Padang Sidempuan 7. Padang 8. Pekan Baru 9. Dumai 10. Jambi 11. Palembang 12. Bengkulu 13. Bandar lampung 14. Pangkal Pinang 15. Batam 16. Tanjung Pinang 17. Jakarta 18. Bogor 19. Sukabumi 20. Bandung 21. Cirebon 22. Bekasi 23. Depok 24. Tasikmalaya 25. Purwokerto 26. Surakarta 27. Semarang 28. Tegal 29. Yogyakarta 30. Jember 31. Sumenep 32. Kediri 33. Malang 34. Probolinggo 35. Madiun 36. Surabaya 37. Serang 38. Tangerang 39. Cilegon 40. Denpasar 41. Mataram 42. Bima 43. Maumere 44. Kupang 113,46 114,60 114,41 112,71 112,32 114,09 115,20 112,78 116,48 113,52 115,53 115,88 117,88 117,09 110,38 116,22 112,76 116,37 116,65 112,78 118,10 112,12 112,67 117,09 114,18 109,27 113,28 113,74 113,60 114,52 110,77 112,67 114,38 115,92 117,73 112,01 118,27 115,69 115,05 113,15 116,85 121,32 121,07 114,52 -0,47 -0,03 -0,47 -0,15 -0,43 -1,24 -0,76 -0,54 -0,75 -1,27 -0,28 -0,74 -1,26 -0,89 -0,61 -0,74 -0,15 -0,47 0,36 -0,04 -0,13 -0,53 -0,22 0,97 -0,22 -0,02 -0,17 0,15 -0,34 -0,87 -0,60 -0,49 -0,21 -0,50 -0,47 -0,44 0,48 -0,27 -0,63 -0,61 -0,92 -0,38 0,70 0,25

(8)

Kota IHK Inflasi (1) (2) (3) 45. Pontianak 46. Singkawang 47. Sampit 48. Palangkaraya 49. Banjarmasin 50. Balikpapan 51. Samarinda 52. Tarakan 53. Manado 54. Palu 55. Watampone 56. Makassar 57. Pare-pare 58. Palopo 59. Kendari 60. Gorontalo 61. Mamuju 62. Ambon 63. Ternate 64. Manokwari 65. Sorong 66. Jayapura 116,59 116,66 112,99 115,50 115,08 114,61 118,90 123,31 115,03 115,46 123,42 114,18 119,55 124,62 122,09 115,97 118,97 113,65 118,38 127,11 130,44 115,21 -0,26 -0,28 -1,17 0,06 -0,19 0,13 0,25 0,09 -1,32 -0,85 -0,25 -0,44 -0,35 0,99 0,93 -0,05 0,12 0,40 0,89 0,07 -0,78 -0,03

(9)

Tabel 4: Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam Bulan Maret dan April 2009 (Tahun 2007 = 100)

Kelompok/Sub Kelompok Maret IHK 2009 % Perub thd Februari 2009 IHK April 2009 % Perub thd Maret 2009 (1) (2) (3) (4) (5) UMUM I. BAHAN MAKANAN

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya Daging dan Hasil-hasilnya

Ikan segar Ikan diawetkan

Telur, susu dan hasil-hasilnya Sayuran

Kacang-kacangan Buah-buahan Bumbu-bumbuan Lemak dan minyak Bahan makanan lainnya

II. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU

Makanan jadi

Minuman yang tidak beralkohol Tembakau dan minuman beralkohol

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN BAKAR

Biaya tempat tinggal

Bahan bakar, penerangan dan air Perlengkapan rumah tangga Penyelenggaraan rumah tangga

IV. SANDANG

Sandang laki-laki Sandang wanita Sandang anak-anak

Sandang pribadi dan sandang lainnya

V. KESEHATAN

Jasa kesehatan Obat-obatan

Jasa Perawatan jasmani

Perawatan jasmani dan kosmetik

VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA

Jasa pendidikan

Kursus-kursus/Pelatihan

Perlengkapan / peralatan pendidikan Rekreasi

Olah raga

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN

Transpor

Komunikasi dan pengiriman Sarana dan penunjang transport Jasa keuangan 111,06 119,69 114,46 118,40 130,82 121,44 113,87 118,55 138,34 122,73 106,03 133,28 108,19 110,98 109,93 113,18 111,75 110,24 107,15 116,81 104,09 113,51 127,95 112,16 113,41 121,20 160,16 108,69 112,21 103,21 105,50 108,88 107,19 113,54 100,00 107,92 102,10 100,00 99,53 105,73 81,73 100,15 108,71 0,05 -1,49 -0,10 -2,22 -4,89 0,38 -1,39 0,21 0,20 5,21 -7,06 -1,09 0,00 1,49 0,99 1,01 3,20 0,08 0,02 0,00 1,27 0,06 1,72 0,00 0,00 0,10 4,98 0,42 0,00 0,00 3,58 0,39 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 110,38 116,72 114,21 116,26 121,68 123,01 114,53 102,11 138,34 127,05 101,36 138,84 108,59 112,14 110,40 114,21 114,76 110,28 107,11 117,00 104,28 113,61 124,08 112,16 113,41 121,20 146,40 108,87 112,21 103,35 105,50 109,26 107,19 113,54 100,00 107,92 102,10 100,00 99,54 105,74 81,73 100,15 108,71 -0,61 -2,48 -0,22 -1,81 -6,99 1,29 0,58 -13,87 0,00 3,52 -4,40 4,17 0,37 1,05 0,43 0,91 2,69 0,04 -0,04 0,16 0,18 0,09 -3,02 0,00 0,00 0,00 -8,59 0,17 0,00 0,14 0,00 0,35 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00

Gambar

Gambar 1:  Perkembangan Inflasi Kota Batam  Bulan April 2008 s.d April 2009
Tabel 1:  Inflasi 16 Kota IHK di Sumatera (%)  April  Januari-April  Kota  2008  2009  2008  2009  Inflasi Tahun ke Tahun *)  (1)  (2)  (3)  (4)  (5)  (6)  1
Tabel 2:  IHK, Inflasi dan Andil Inflasi Kota Batam  Menurut Kelompok Pengeluaran
Tabel 3:  Indeks Harga Konsumen dan Inflasi 66 Kota di Indonesia  Bulan April 2009 (Tahun 2007 = 100)
+2

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan: (1) kondisi dan potensi sekolah mendukung dikembangkannya modul PPKn karena siswa tidak memiliki bahan ajar sendiri yang

Namun dalam pembuatannya tersebut diperlukan suatu analisa yang mana diperlukan untuk mengetahui kelayakan produk melalui beberapa pengujian terkait produk pangan

Dari pengukuran dinamik dan statik dibuat model hubungan konstanta elastik seperti, modulus Young (E), modulus bulk (K), dan nisbah Poisson dengan porositas terhadap batugamping

Berdasarkan struktur cerita anak karya Alfonsus Aris Purnomo yang telah dianalisis menggunakan teori Robert Stanton, pengarang dalam menyajikan hasil karyanya, strukturalisme

Ketika dilihatnya mata Perawan Maha Sakti mulai redup dan menjadi sayu, senyum tipisnya kian mekar penuh harap, napasnya mulai tampak tak teratur, bibirnya sering digigit

Benar saja, ketika pihak FA melakukan penyelidikan sedikitnya federasi sepakbola Inggris tersebut menemukan ada tujuh pemain dari kedua kesebelasan yang terlibat dalam

Secara umum keberhasilan anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian perusahaan sangat ditentukan oleh beberapa faktor dalam sistem penyusunan anggaran itu

Regression Variables Entered/Removed Model Variables Entered Variables Removed Method 1 KSP, SIZE, ROA a. All requested